cover
Contact Name
Ahmad Hamdan
Contact Email
jendelapls@unsil.ac.id
Phone
+6282218318901
Journal Mail Official
ndelapls@unsil.ac.id
Editorial Address
Gedung Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Jl. Siliwangi, Kahuripan, Tawang, Tasikmalaya, Jawa Barat 46115
Location
Kota tasikmalaya,
Jawa barat
INDONESIA
Jendela PLS: Jurnal Cendekiawan Ilmiah Pendidikan Luar Sekolah
Published by Universitas Siliwangi
ISSN : 25417045     EISSN : 27453944     DOI : -
Ruang lingkup Jurnal Jendela PLS meliputi : Pengembangan sosial dan pembangunan masyarakat pendidikan orang dewasa dan andragogi pendidikan keluarga, gender dan anak usia dini pendidikan kecakapan hidup pemberdayaan masyarakat model, strategi dan metode pelatihan dan kursus model, strategi dan metode pembelajaran pendidikan masyarakat / nonformal
Articles 150 Documents
PEMBERDAYAAN PEREMPUAN MELALUI PELATIHAN TATA KECANTIKAN RAMBUT DI SANGGAR KEGIATAN BELAJAR (SKB) KABUPATEN BANJARNEGARA Febrina Rachma Fatana; Sungkowo Edy Mulyono
Jendela PLS: Jurnal Cendekiawan Ilmiah Pendidikan Luar Sekolah Vol 8, No 1 (2023): Jendela PLS
Publisher : Jurusan Pendidikan Masyarakat Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/jpls.v8i1.7142

Abstract

Permasalahan pada penelitian yaitu kemiskinan yang terus meningkat karena rendahnya kualitas SDM terutama pada perempuan. Perempuan usia produktif yang berpendidikan rendah dan tidak memiliki keterampilan diberikan pelatihan tata kecantikan rambut untuk meningkatkan perekonomian keluarga. Tujuan penelitian untuk mendeskripsikan proses pemberdayaan perempuan melalui pelatihan tata kecantikan rambut di SKB Kabupaten Banjarnegara. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Subyek penelitian sebanyak enam orang, yaitu kepala SKB, koordinator program, instruktur pelatihan dan tiga peserta pelatihan. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Keabsahan data menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Teknik analisis data meliputi pengumpulan data, reduksi, display data, penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menjelaskan bahwa proses pelatihan dibagi menjadi tiga tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi. Perencanaan ditentukan dengan penetapan tujuan pelatihan. Sarana prasarana disesuaikan dengan dana APBD 2 Kabupaten Banjarnegara. Rekrutmen instruktur pelatihan yang berkompeten dan rekrutmen peserta pelatihan sebanyak 10 peserta. Pelaksanaan pelatihan selama 60 jam sebanyak 20 pertemuan. Materi pelatihan dasar disesuaikan kondisi peserta. Komunikasi terjadi dua arah dengan baik namun perlu peningkatan suasana pembelajaran yang kondusif. Media pelatihan berupa modul dan peralatan salon. Metode pelatihan berupa ceramah, praktek, tanya jawab dan diskusi. Motivasi yang membangun dilakukan instruktur kepada peserta. Tahap evaluasi melalui pre test dan post test dilakukan sebelum dan sesudah pelatihan secara tertulis. Evaluasi proses dilaksanakan saat kegiatan pelatihan berlangsung. Evaluasi program dilakukan diakhir kegiatan untuk melakukan perbaikan pelaksanaan pelatihan di tahun berikutnya. Tindak lanjut dengan menyalurkan peserta yang berminat magang di salon milik instruktur pelatihan. Kata kunci : Pemberdayaan Perempuan, Pelatihan Tata Kecantikan Rambut, Sanggar Kegiatan Belajar
Pendampingan Akreditasi Lembaga Pos Paud Dahlia 05 Kecamatan Cimahi Utara, Kota Cimahi Wibowo, Eka Avrilliany; Herprasetyo, Marino Fransiscus; Fahira, Salma
Jendela PLS Vol 9, No 1 (2024): JENDELA PLS
Publisher : Jurusan Pendidikan Masyarakat Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/jpls.v9i1.7641

Abstract

Penelitian ini membahas tentang pendampingan akreditasi di Pos Paud Dahlia 05, Kecamatan Cimahi Utara, Kota Cimahi. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan pemahaman, panduan, dan arahan kepada lembaga pendidikan PAUD dalam persiapan dan pengajuan akreditasi. Metode penelitian yang dipergunakan yaitu deskriptif analisis melalui pendekatan kualitatif. Hasil dan pembahasan menunjukkan bahwa pendampingan akreditasi memberikan pemahaman tentang pentingnya akreditasi, prosedur pengajuan akreditasi, dan langkah-langkah untuk memperoleh akreditasi unggul melalui Aplikasi Sispena-S/M (Sistem Penilaian Akreditasi Sekolah/Madrasah). Pendampingan ini melibatkan kolaborasi dengan lembaga akreditasi, Dinas Pendidikan, dan tenaga ahli pendidikan. Diharapkan pendampingan ini dapat meningkatkan kualitas pendidikan PAUD di Pos Paud Dahlia 05, sehingga anak-anak usia dini mendapatkan pendidikan yang berkualitas.
Gerakan Pendidikan Ramah Lingkungan melalui Workshop Sustainable Fashion Husnul Dwi Sundari; Herawati Herawati
Jendela PLS: Jurnal Cendekiawan Ilmiah Pendidikan Luar Sekolah Vol 8, No 2 (2023): JENDELA PLS
Publisher : Jurusan Pendidikan Masyarakat Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/jpls.v8i2.7430

Abstract

Gerakan ramah lingkungan tercipta karena adanya keresahan terhadap trend fast fashion. Fast fashion adalah konsep yang banyak diterapkan oleh retailer pakaian di seluruh dunia pada saat ini karena fast fashion merupakan konsep bisnis yang menjanjikan. Hal tersebut disebabkan oleh produk fast fashion yang mengedepankan harga yang terjangkau dan digandrungi banyak kalangan. Akan tetapi, fast fashion memiliki dampak negative, salah satunya yaitu pencemaran lingkungan, yang bahkan kini fast fashion merupakan penyumbang polusi terbesar di dunia. Maka dari itu muncul gerakan ramah lingkungan dengan konsep sustainable fashion. Sustainable fashion adalah sebuah pengaplikasian mode fashion yang didukung oleh etika guna menjaga lingkungan untuk menyelamatkan bumi dari ancaman sampah tidak terurai dan untuk melindungi para pekerja dari sikap tidak bertanggungjawab dari pembuat pakaian yang mengaplikasikan fast fashion. Teknik pengumpulan data yang digunakan dengan sumber primer yaitu sumber data dengan mengamati (observasi) secara langsung kepada peserta workshop. Berdasarkan jenis data yang digunakan, penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Gerakan ramah lingkungan ini diaplikasikan dengan kegiatan workshop sustainable fashion di LKP Aniek Cibinong Kabupaten Bogor yang dimulai dengan penyususnan silabus dan RPP. Pihak penyelenggara membuka kegiatan dan berlanjut pada penyampaian materi sebagai pemberian pemahaman terhadap peserta mengenai sustainable fashion dan fast fashion. Dalam pemberian materi, peserta merasa pertanyaan-pertanyaan dalam dirinya terjawab. Sehingga kegiatan berlanjut pada praktek pembuatan Soemiya Dress dengan memanfaatkan kain jarik. Dari workshop tersebut dapat dilihat bahwa peserta dapat percaya diri dan senang akan hasil karyanya, dan mereka menyadari bahwa kain jarik dapat bermanfaat menjadi barang atau baju layak pakai dan berharga.  
Peran Tutor dalam Layanan Pembelajaran Komputer di Lembaga Kursus Pelatihan Elmuna Klirong Kebumen Tiara Asty Ananda; Imam Shofwan
Jendela PLS: Jurnal Cendekiawan Ilmiah Pendidikan Luar Sekolah Vol 8, No 2 (2023): JENDELA PLS
Publisher : Jurusan Pendidikan Masyarakat Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/jpls.v8i2.7620

Abstract

Pentingnya peran seorang Tutor dalam Lembaga Kursus dan Pelatihan begitu penting sebab perannya dalam memberikan pembelajaran langsung bagi peserta didik. Hal yang demikian juga berlaku dalam pembelajaran komputer sebagai bagian dari kerangka kurikulum pendidikan yang memiliki peran penting, mengingat komputer merupakan kebutuhan fundamental dalam sektor kehidupan manusia diera serba digital seperti sekarang ini. Sebab itu penelitian ini bertujuan mendeskripsikan peran Tutor dalam memberikan Layanan Pembelajaran Komputer di Lembaga Kursus Pelatihan Elmuna Klirong. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif deskriptif dengan menggunakan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Untuk teknik keabsahan data menggunakan triangulasi sumber, sedangkan teknik analisis data dengan reduksi data, penyajian data, serta verifikasi atau penarikan kesimpulan. Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwa Tutor di LKP Elmuna Klirong telah melaksanakan peran mereka diantaranya sebagai Informator, Organisator, Motivator, Pengarah/Director, Inisiator, Transmitter, Fasilitator, Mediator, dan Evaluator dengan cukup baik.
Penerapan Metode Pembelajaran Talking Stick Pada Kursus Bahasa Korea Di Lpk Master Korea Cilacap Yuni Kurniati; Bagus Kisworo
Jendela PLS: Jurnal Cendekiawan Ilmiah Pendidikan Luar Sekolah Vol 8, No 1 (2023): Jendela PLS
Publisher : Jurusan Pendidikan Masyarakat Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/jpls.v8i1.6484

Abstract

Metode pembelajaran merupakan suatu langkah, prosedur atau urutan untuk menerapkan suatu rencana yang disusun melalui kegiatan secara nyata oleh guru atau tutor untuk mencapai tujuan pembelajaran yang optimal. Metode pembelajaran diterapkan di setiap pembelajaran baik di lembaga formal maupun non formal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mengenai apa saja metode pembelajaran dan untuk mengetahui penerapan metode pembelajaran talking stick. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan metode observasi mengenai prose pembelajaran berlangsung, wawancara mengenai kegiatan pembelajaran terhadap narasumber yang berjumlah 4 orang tutor dan 4 orang siswa pelatihan serta dokumentasi. Teknik keabsahan data menggunakan triangulasi sumber dan teknik analisis data dilakukan dengan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini yaitu metode yang digunakan pada LPK saat ini yaitu metode ceramah. Metode ceramah sudah dirasa efektif oleh tutor. Namun, ada beberapa kendala dalam pelaksanaan pembelajarannya yaitu masih banyak siswa ketika pembelajaran berlangsung berisik, kurang memperhatikan, siswa kurang berperan aktif dalam pembelajaran dan bersifat monoton. Penerapan metode pembelajaran talking stick diharapkan dapat menjadi metode pembelajaran yang baru serta dapat dijadikan referensi, siswa mampu mengemukakan pendapatnya, belajar lebih giat dan mampu berperan aktif dalam pembelajaran. Simpulan dari penelitian ini yaitu pembelajaran dengan menggunakan metode talking stick dapat dijadikan sebagai inovasi baru dalam menyampaikan materi oleh tutor dan sebagai siswa juga mampu berperan aktif dalam pembelajaran serta mampu mengemukakan pendapatnya didepan umum.
PENGEMBANGAN MODEL PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI (STUDI KASUS PADA PELATIHAN UPGRADING SKK 60 MIL JURU MUDI MENJADI AHLI NAUTIKA KAPAL PENANGKAPAN IKAN (ANKAPIN) TINGKAT III) Madyunin, Madyunin
Jendela PLS Vol 9, No 1 (2024): JENDELA PLS
Publisher : Jurusan Pendidikan Masyarakat Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/jpls.v9i1.10767

Abstract

AbstrakPenelitian Pengembangan Model Pelatihan Berbasis Kompetensi (Studi Kasus Pada Pelatihan Upgrading  SKK 60 Mil Juru Mudi Menjadi  ANKAPIN Tingkat III dilatarbelakangi oleh tuntutan dunia industri yang menghendaki agar pelatihan ditekankan pada peningkatan   kompetensi sesuai dengan tuntutan dunia industri, sehingga diperlukan pelatihan berbasis kompetensi. Berdasarkan analisis potensi diklat dan sertifikasi kepelautan oleh Pusat Pelatihan dan Penyuluhan Perikanan sampai 2025, dengan kapal  ukuran 5 - 30 GT dan 30 - 100 GT, masing-masing 91.275 dan 3.593  kapal, masih diperlukan tambahan 51.647 awak kapal bersertifikasi ANKAPIN Tingkat III. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi penyelenggaraan pelatihan dan mengembangkan model pelatihan Upgrading  SKK 60 Mil Juru Mudi Menjadi ANKAPIN Tingkat III   dengan model Pelatihan Berbasis Kompetensi . Obyek penelitian ini adalah 33 perwira dan calon perwira kapal penangkapan ikan   dan merupakan peserta pelatihan Upgrading SKK 60 Mil Juru Mudi menjadi ANKAPIN Tingkat III yang diselenggarakan  oleh BPPP Banyuwangi  Tahun 2022.  Penelitian ini menggunakaan metode campuran sekuensial bertahap dengan eksploratoris sekuensial. Hasil evaluasi diperoleh, 35  indikator standar CBT-ILO 2020 telah dilaksanakan oleh BPPP Banyuwangi, 14 indikator   belum   dilaksanakan dan satu indikator dilaksanakan   bersifat kondisional dan dari pengembangan penelitian dihasilkan instrumen identifikasi kebutuhan pelatihan, instrumen analisis profil pekerjaan calon peserta , dan satu kurikulum berbasis kompetensi. Melalui penelitian ini, BPPP Banyuwangi telah dapat menyelenggarakan pelatihan berbasis kompetensi dari 70% menjadi  94 % AbstractResearch on the Development of a Competency-Based Training Model (Case Study on Upgrading Training for SKK 60 Mil Helmsmen to ANKAPIN Level III is motivated by the demands of the industrial world which requires that training be emphasized on increasing competence in accordance with the demands of the industrial world, so that competency-based training is needed. Based on an analysis of the training potential and maritime certification by the Fisheries Training and Extension Center until 2025, with vessels measuring 5 - 30 GT and 30 - 100 GT, respectively 91,275 and 3,593 vessels, an additional 51,647 crew members with ANKAPIN Level III certification are still needed. This research aims to evaluate the implementation of training and developing a training model for Upgrading SKK 60 Mil Helmsman to ANKAPIN Level III with a Competency Based Training model. The objects of this research were 33 officers and prospective officers of fishing vessels who were participants in the training for Upgrading SKK 60 Mil Helmsman to ANKAPIN Level III organized by BPPP. Banyuwangi in 2022. This research uses a mixed method of stepwise sequential and sequential exploratory. The evaluation results obtained show that 35 CBT-ILO 2020 standard indicators have been implemented by BPPP Banyuwangi, 14 indicators have not been implemented and one indicator implemented is conditional and from research development a training needs identification instrument, an analysis instrument for prospective participants' job profiles, and a competency-based curriculum were produced. Through this research, BPPP Banyuwangi has been able to provide competency-based training from 70% to 94%
Penggunaan Media Pembelajaran Puzzle Dalam Mengembangkan Kognitif Anak Usia 4-5 Tahun Nisa, Nurani Intan; Musa, Safuri; Sutarjo, Sutarjo
Jendela PLS Vol 9, No 1 (2024): JENDELA PLS
Publisher : Jurusan Pendidikan Masyarakat Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/jpls.v9i1.8001

Abstract

Media pembelajaran puzzle menjadi media yang banyak diterapkan pada program pendidikan anak usia dini karena bermanfaat dalam memfokuskan perhatian peserta didik, memotivasi peserta didik, meningkatkan keefektifan pembelajaran, dan menyesuaikan dengan tingkat perkembangan peserta didik (Niengtinkim Gangte, 2021; Doherty, Wimmer, Gollek, Stone, dan Robinson, 2021). Penelitian ini memiliki tujuan untuk 1) mendeskripsikan penggunaan media pembelajaran puzzle dalam mengembangkan kognitif anak usia 4-5 tahun di PAUD Sakura III Kabupaten Karawang dan 2) mendeskripsikan hasil penggunaan media pembelajaran puzzle dalam mengembangkan kognitif anak usia 4-5 tahun di PAUD Sakura III Kabupaten Karawang. Subjek penelitian ini adalah pengelola, guru kelas kelompok A, dan orang tua peserta didik usia 4-5 tahun di PAUD Sakura III Kabupaten Karawang. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil dari penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa 1) media pembelajaran puzzle diperlukan sebagai salah satu media pembelajaran yang menarik dan menyenangkan dimulai dari proses persiapan, pelaksanaan, dan tindak lanjut (evaluasi) yang disusun dengan baik, dan 2) hasil dari penggunaan media pembelajaran puzzle adalah anak usia 4-5 tahun di PAUD Sakura III mulai banyak mengalami perkembangan pada aspek kognitifnya yang dilihat dari indikator pencapaian berupa belajar dan pemecahan masalah, berpikir logis, serta berpikir simbolik.Kata Kunci: media pembelajaran puzzle, perkembangan kognitif, anak usia 4-5 tahun
PERAN KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH DALAM IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA DI SEKOLAH MENENGAH PERTAMA Kusmanto Kusmanto; Mushab Hidayatullah; Suryani Suryani; Ida Rindaningsih
Jendela PLS: Jurnal Cendekiawan Ilmiah Pendidikan Luar Sekolah Vol 8, No 2 (2023): JENDELA PLS
Publisher : Jurusan Pendidikan Masyarakat Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/jpls.v8i2.7970

Abstract

Kepala sekolah memiliki peran yang sangat penting dalam pelaksanaan seluruh program pedidikan di sekolah. Peran dari kepemimpinan kepala sekolah adalah berusaha semaksimal mungkin untuk bisa menggerakkan seluruh sumber daya manusia sehingga seluruh program kegiatan di sekolah bisa berjalan dengan baik, lancar dan mencapai tujuan yang diharapkan. Kepala sekolah merupakan cerminan, motivator, dan pengarah bagi tenaga pendidik, tenaga kependidikan, orang tua siswa, siswa, serta orang yang terlibat dalam program sekolah. Kepala sekolah bertanggung jawab terhadap keberhasilan penyelenggaraan pendidikan dengan cara melaksanakan administrasi sekolah dengan seluruh substansinya. Kemendikburistek mengeluarkan kebijakan dalam pengembangan Kurikulum Merdeka yang diberikan kepada satuan pendidikan sebagai opsi tambahan dalam rangka melakukan pemulihan pembelajaran selama 2022-2024. Kebijakan Kemendikburistek terkait kurikulum nasional akan dikaji ulang pada 2024 berdasarkan evaluasi selama masa pemulihan pembelajaran. Tujuan penulisan ini adalah untuk mengetahui bagaimana peran secara professional dari kepemimpinan kepala sekolah di SMP Al Falah Deltasari sehingga bisa optimal dalam pelaksanaannya. Tulisan ini sangat penting karena dapat mengetahui peran kepemimpinan kepala sekolah dalam implementasi kurikulum merdeka sehingga dalam implemtasi kurikulum merdeka bisa terlaksana secara optimal.
PARENTING SELF EFFICACY : STUDI PADA ORANG TUA DENGAN ANAK USIA DINI BERKEBUTUHAN KHUSUS Hasan, Fuad; Purnamawati, Frimha; Eristanti, Cindy
Jendela PLS Vol 9, No 2 (2024): JENDELA PLS
Publisher : Jurusan Pendidikan Masyarakat Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/jpls.v9i2.13642

Abstract

Mengasuh anak berkebutuhan khusus merupakan tantangan tersendiri bagi orang tua karena memerlukan pengetahuan, kesadaran dan keterampilan yang lebih dari mengasuh anak-anak normal. Faktanya, tidak semua orang tua memiliki kondisi pengetahuan, kesadaran dan keterampilan yang sama dalam melakukan pengasuhannya. Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui bagaimana kondisi parenting self efficacy pada orang tua anak usia dini berkebutuhan khusus. Penelitian ini merupakan penelitian studi kasus dengan pendekatan kualitatif. Data pada penelitian ini diperoleh melalui teknik wawancara yang dilakukan terhadap orang tua siswa yang memiliki anak berkubuthan khusus yang dipilih secara purposive berdasarkan jenis disabilitas anak serta kesediaan orang tua yang juga didukung dengan dokumen-dokumen yang dimiliki oleh sekolah maupun orang tua. Analisis data dilakukan melalui empat tahapan pengumpulan data, reduksi data, peyajian data, dan verifikasi data. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa orang tua anak usia dini berkebutuhan khusus berada pada tingkat self efficacy yang tinggi sebagaimana tampak dari cara pandang orang tua melihat masalah sebagai hal yang positif. Masalah yang ada dianggap sebagai tantangan yang harus dihadapi dan diselesaikan. Ketika mengalami kegagalan cepat untuk bangkit dan mau mencoba kembali, dan selalu berusaha mencari dan mencoba hal baru sebagai upaya untuk menyelesaikan masalah.
Efek Penerapan E-Learning Dalam Pelatihan Staf Restoran Terhadap Peningkatan Kualitas Layanan (Studi kasus Sushi Tei) Parantika, Asep; Soraya, Zahra
Jendela PLS Vol 9, No 2 (2024): JENDELA PLS
Publisher : Jurusan Pendidikan Masyarakat Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/jpls.v9i2.13470

Abstract

Tamu yang datang ke restoran bukan hanya menginginkan cita rasa makanan yang enak, tetapi juga kualitas pelayanan yang baik dari para staff nya. Untuk itu diperlukan pelatihan berkualitas berkesinambungan. Pelatihan dengan E-learning, memungkinkan pembelajaran fleksibel berbasis teknologi yang dapat diakses kapan saja dan di mana saja. Sushi Tei sebuah restoran Jepang yang autentik, ingin memastikan bahwa setiap anggota staf memiliki pengetahuan dan keterampilan yang sesuai untuk memberikan layanan yang berkualitas tinggi dan konsisten. Penggunaan E-learning diharapkan dapat membantu meningkatkan kompetensi karyawan dalam memahami prosedur operasional standar, keterampilan komunikasi, serta kecepatan dan ketepatan pelayanan. Penelitian ini berfokus pada analisis efek penggunaan E-learning dalam pelatihan staf di Sushi Tei dan bagaimana metode ini berkontribusi terhadap peningkatan kualitas layanan restoran. Studi ini juga bertujuan untuk memahami persepsi karyawan terhadap E-learning serta mengidentifikasi faktor-faktor yang mendukung efektivitasnya sebagai metode pelatihan dalam industri restoran. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan penelitian kualitatif, dengan metode deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini meliputi satu orang manajer, dua orang staf yang telah mengikuti pelatihan e-learning dan dua orang pelanggan. Teknik analisis data yang digunakan pada penelitian ini yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa Penggunaan E-learning melalui aplikasi OrangT di Sushi Tei telah terbukti menjadi strategi efektif dalam pelatihan dan pengembangan sumber daya manusia. Aplikasi ini tidak hanya berfungsi sebagai media pembelajaran, tetapi juga sebagai alat pengembangan SDM yang mendukung peningkatan keterampilan dan pengetahuan karyawan secara berkelanjutan. Dengan aplikasi yang memungkinkan distribusi materi pelatihan secara terstruktur dan evaluasi performa karyawan, OrangT membantu mengidentifikasi kebutuhan pengembangan lebih lanjut sesuai dengan posisi masing-masing karyawan.

Page 11 of 15 | Total Record : 150