cover
Contact Name
Novi Puji Lestari
Contact Email
novipujilestari61@gmail.com
Phone
+6282232951386
Journal Mail Official
novipujilestari61@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Studi Kasus Inovasi Ekonomi
ISSN : 25286269     EISSN : 26232103     DOI : https://doi.org/10.22219/skie.v3i2
Studi Kasus Inovasi Ekonomi (SKIE) adalah jurnal pengabdian berkala yang diterbitkan dua kali setahun (Maret dan September). Editor menerima naskah layanan publik yang berfokus pada 1) memberdayakan ekonomi masyarakat; 2) pengembangan dan pemberdayaan ekonomi kreatif; 3) pembangunan ekonomi berbasis digital; 4) pengembangan dan pemberdayaan usaha kecil, mikro dan menengah (UKM); dan 5) pemberdayaan ekonomi masyarakat pedesaan.
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol. 8 No. 01 (2024)" : 10 Documents clear
PELATIHAN KEWIRAUSAHAAN SEBAGAI UPAYA INISIASI USAHA BARU BAGI WARGA RUMAH GEMILANG INDONESIA KAMPUS SURABAYA Ajija, Shochrul Rohmatul; Sajida, Nasiha; Heriyati, Dina; Salama, Sri Cahyaning Umi; Hudaifah, Ahmad
Studi Kasus Inovasi Ekonomi Vol. 8 No. 01 (2024)
Publisher : Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/skie.v8i01.23318

Abstract

Masih tingginya persentase alumni yang belum berpenghasilan menjadi isu utama dalam pencapaian tujuan program Rumah Gemilang Indonesia (RGI) cabang Surabaya. Selain itu, minimnya alumni yang membuka usaha sendiri juga menjadi factor belum optimalnya pencapaian program peningkatan penghasilan bagi peserta RGI. Oleh karena itu, program pengabdian masyarakat berupa pelatihan kewirausahaan ini menjadi sangat penting untuk meningkatkan wawasan dan menumbuhkan jiwa kewirausahaan para santri dan alumni RGI sehingga mereka dapat membuka lapangan pekerjaan baru paling tidak untuk diri mereka sendiri. Rangkaian program pelatihan ini dilakukan selama satu hari penuh dengan materi mengenai penggalian ide bisnis, cara merealisasikan bisnis, dan teknik marketing digital oleh para narasumber pengusaha muda. Antusiasime para santri dan alumni RGI begitu tampak dari banyaknya yang bertanya pada sesi talk show. Selain itu, program pelatihan ini dinilai berhasil meningkatkan wawasan dan semangat berwirausaha para santri dan alumni RGI yang ditandai dengan diinisiasinya usaha bersama dengan nama Koperasi Bentang Gemilang Syariah (BGS) dengan usaha utama berupa jasa jahit eceran maupun grosir di Surabaya.
SOSIALISASI PEMANFAATAN DIGITAL MARKETING BAGI UMKM DI DESA BLIMBING WULUH Vandian Nur, Achmad; Purwanto, Teguh; Ramadhani, Salsabila Ayu; Syahdiva, Vipin Elrima; Nugroho, Adi; Alfayyadh, Hilmi; Ali, M Ghufanil Muta; Nursepti, Tika; Sahriswati, Sahriswati; Handoyo, Aries; Wijaya, Nanda Arif; Hadana, Marisa
Studi Kasus Inovasi Ekonomi Vol. 8 No. 01 (2024)
Publisher : Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/skie.v8i01.30313

Abstract

Teknologi digital sangat akrab di era sekarang ini bahkan untuk segala usia. Pemanfaatan teknologi digital yang tepat dapat memberikan dampak yang sangat positif bagi parea penggunanya. Salah satunya dengan memanfaatkan teknologi digital untuk mengembangkan pemasaran produk usaha yang dimiliki oleh UKM. Namun, minimnya pengetahuan dan pendidikan para pengusaha UKM mengakibatkan kurangnya optimal dalam pemanfaatan internet untuk mendukung usahanya. Salah satu pemanfaatan internet dalam manajemen bisnis adalah digital marketing, yaitu   media social untuk mendapatkan target pasar yang lebih luas. Produk UKM yang dimiliki pelaku usaha di Desa Blimbing Wuluh merupakan produk jasa dan pemasarannya masih hanya dilakukan dengan cara penjualan langsung dengan menawarkan produk secara tatap muka. Sulit menjangkau target pasar yang lebih luas. Oleh karena itu, pemberian pelatihan dan Pendidikan terkait penggunaan digital marketing dapat membantu pelaku UMKM untuk meningkatkan kemampuan pelaku UMKM dalam pemasaran produk yang dijualnya. Data yang telah penulis kumpulkan, dapat disimpulkan bahwa dengan memberikan pelatihan pemasaran digital terhadap masyarakat terutama para pelaku UMKM Desa Blimbing Wuluh diharapkan dapat memberi pengaruh yang sangat besar terhadap peningkatan volume penjualan dan juga meningkatkan keuntungan bagi pengusaha UMKM terutama di desa tersebut.
PENDAMPINGAN BRANDING DAN SERTIFIKASI HALAL BAGI PELAKU UMKM MUSLIM DI DESA SUKORAHARJO KEPANJEN MALANG Anggraini, Ika Khusnia; Widiyanti, Dwi Retno; Shofiatin, Nanik; Rahmatillah, Siti Nanda
Studi Kasus Inovasi Ekonomi Vol. 8 No. 01 (2024)
Publisher : Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/skie.v8i01.30361

Abstract

Desa Sukoraharjo yang memiliki kondisi yang masih asri dengan persawahan dan perkebunan yang membentang luas namun masih belum cukup menjadikan desa ini unggul dari aspek kesejahteraan dan optimalisasi potensi desa. Selain masyarakat yang bermata pencaharian sebagai petani, banyak diantaranya menggeluti dunia usaha skala mikro atau rumah tangga (UMKM). Namun para pelaku UMKM di Desa ini masih kurang literasi dalam hal optimalisasi pengelolaan produk-produk nya terutama dalam strategi branding dan beberapa hal prosedural seperti sertifikasi halal. Maka pengabdian kali ini mengusung tema tentang branding produk dan sertifikasi halal dengan tujuan dapat memberikan wawasan kepada para pelaku UMKM di Desa Sukoraharjo sehingga mampu meningkatkan pengelolaan produk-produknya pada aspek branding serta jaminan halal dikarenakan mayoritas masyarakat Desa Sukoraharjo adalah muslim. Dengan peningkatan literasi tersebut diharapkan mampu meningkatkan penjualan produk-produk UMKM masyarakat Desa Sukoraharjo dan taraf hidup masyarakatnya. Oleh karena itu, perlu Langkah konkrit yang diawali dengan upaya pendampingan dalam mengidentifikasi kalangan UMKM yang faktanya masih banyak yg belum sejahtera karena kurang optimalnya di bidang branding produk dan wawasan tentang sertifikasi halal. Pendampingan dilakukan secara intensif diawali oleh survey awal guna mengidentifikasi sejauh mana pengetahuan masyarakat terkait literasi branding produk dan sertifikasi halal, selanjutnya dilakukan sosialisasi dan pemberian materi tentang strategi-strategi branding produk serta prosedur sertifikasi halal dan manfaatnya bagi pengembangan produk UMKM yang dilanjutkan dengan evaluasi serta tindak lanjut. Hal ini diperlukan karena tidak semua masyarakat desa telah teredukasi dalam menggunakan aplikasi berbasis digital terutama bagi kalangan usia menengah keatas. Tuntutan era modern yang serba digital mendorong untuk dilakukan transformasi digital termasuk dalam bidang pemasaran seperti branding dan sertifikasi halal bagi para pelaku UMKM agar menunjang dalam pertumbuhan ekonomi masyarakat kecil di Desa Sukoraharjo.
PENDAMPINGAN PEMANFAATAN LAHAN PEKARANGAN SEBAGAI NILAI TAMBAH PENDAPATAN POHARIN KARANGBESUKI KOTA MALANG Andharini, Sri Nastiti; Roz, Kenny; Nurjannah, Dewi
Studi Kasus Inovasi Ekonomi Vol. 8 No. 01 (2024)
Publisher : Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/skie.v8i01.32096

Abstract

Pemanfaatan lahan pekarangan merupakan praktik memanfaatkan area terdekat di sekitar rumah, baik di depan, belakang, maupun samping rumah, untuk berbagai kegiatan produktif. Kelompok Budidaya Ikan (Pokdakan) “ Mitra Tangguh” merupakan kelompok budidaya ikan yang terletak di RW.04 Poharin Kelurahan. Karangbesuki Kec. Sukun Kota Malang. Permasalahan yang dihadapi oleh mitra adalah kurangnya optimalisasi pemanfaatan lahan pekarangan yang masih kosong serta pemeliharaan benih ikan yang mengalami banyak kematian akibat minimnya informasi terkait cara pemeliharaan yang baik dan benar, serta pengelolaan limbah budidaya ikan. Hasil dari kegiatan ini adalah pengoptimalan lahan pekarangan, kemampuan pemiliharaan ikan serta kemandiraan untuk melakukan penjualan hasil panen. Pemanfaatan lahan kosong pekarangan sebagai nilai tambah ekonomi adalah langkah cerdas yang tidak hanya menguntungkan pengelola lahan tetapi juga memberikan dampak positif bagi lingkungan dan masyarakat secara keseluruhan.
PENDAMPINGAN SELF-DECLARE HALAL PADA UMKM BIDANG MAKANAN DAN MINUMAN DI KOTA MALANG Nafis, Dzakia; Warkoyo; Wahyudi, Vritta Amroini; Anggriani, Rista; Utama, Dana Marsetiya; Hafid, Ibnu; Maulana, Abel Alqurni; Fitriana, Nur
Studi Kasus Inovasi Ekonomi Vol. 8 No. 01 (2024)
Publisher : Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/skie.v8i01.32149

Abstract

Halal sudah menjadi aspek kebutuhan di zaman yang sudah berkembang ini. Indonesia dengan mayoritas pemeluk agama islam membuat pemerintah mewajibkan adanya jaminan status halal produk dalam bentuk sertifikat halal. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal serta Undang-undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja, pelaku usaha/ industri makro dan mikro wajib mengurus sertifikat halal. Sertifikat halal merupakan salah satu jaminan status halal dari suatu produk. Sertifikat halal bertujuan untuk memberikan kepastian pada konsumen bahwa produk atau layanan yang bersangkutan sudah sesuai dengan syariat yang ada. Kota Malang memiliki kurang lebih 8000 UMKM yang bergerak di bidang makanan dan minuman. Self-declare adalah salah satu skema sertifikasi halal pada Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM). Adanya skema ini mempermudah UMKM dalam memperoleh sertifikasi halal. Pentingnya sertifikat halal membuat pemerintah berupaya meningkatkan kesadaran dan pemahaman produsen maupun konsumen mengenai urgensi halal. Self-declare sendiri memberikan UMKM kemampuan untuk mengelola dan menyatakan kehalalan produk mereka sendiri. Pendampingan dilakukan untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran pelaku UMKM terhadap halal dan edukasi mengenai proses pengajuan sertifikasi halal melalui self-declare. Kegiatan ini dilakukan dengan metode penyuluhan interaktif (edukasi sadar halal) dan pendampingan administrasi pendaftaran self-declare. Target dari kegiatan ini adalah Usaha Mikro, Kecil dan Menengah yang berada di Kota Malang. Pendampingan ini dilakukan dengan tujuan untuk menambah wawasan dan meningkatkan kepedulian mengenai halal. Melalui pendampingan ini juga dapat ditelusuri hambatan dan masalah yang dihadapi UMKM dalam proses sertifikasi halal. Hasil dari pengabdian ini menunjukkan bahwa pemahaman dari UMKM meningkat dan muncul sikap positif terkait pentingnya sertifikasi halal pada produknya sehingga UMKM akan mendaftarkan sertifikasi halal produknya dan didapatkan hasil berupa sertifikat halal.
PENDAMPINGAN PENGELOLAAN DANA DESA (DESA SARIYOSO KABUATEN WONOSOBO) Silvia Hendrayanti; Estuti, Eni Puji
Studi Kasus Inovasi Ekonomi Vol. 8 No. 01 (2024)
Publisher : Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/skie.v8i01.32459

Abstract

Pentingnya reformasi pengelolaan dana desa di Desa Sariyoso di dasari beberapa pertimbangan strategis terutama menyangkut beberapa persoalan antara lain: Pertama, rendahnya efektivitas dan efisiensi penggunaan dana desa. Kedua, tidak adanya skala prioritas yang terumuskan secara tegas dalam proses pengelolaan dana desa. Ketiga yang menuntut dilakukannya reformasi pengelolaan dana desa adalah terjadinya begitu banyak kebocoran dan penyimpangan. Tujuan yang ingin dicapai dari kegiatan pendampingan adalah Selain bentuk Implementasi dari Tridarma Perguruan Tinggi, di harapkan adanya Peningkatkan pemahaman & kemampuan kepala desa dalam menjalankan tugas pokoknya sebagai kepala pemerintahan dan pelaksana administrasi desa, Untuk mengembangkan kemampuan aparatur pemerintah desa dalam menentukan skala prioritas pengelolaan dana desa, Penerapan Akuntabilitas keuangan Desa dan Pemahaman transparansi dalam penyusunan laporan keuangan. Metode dalam pelaksanaan kegiatan menggunakan metode Participatory Rural Appraisal (PRA) dengan tahapan rencana yaitu sosialisasi pelaksanaan kegiatan, penyuluhan sistem pengelolaan dana desa dan pelatihan pembuatan anggaran keuangan desa. Dari kegiatan pendampingan tersebut, aspek pengetahuan baik terkait Definisi Pengelolaan Dana Desa, Standar akuntansi/ Keuangan Pemerintah, Pelaporan Keuangan Desa, Akuntabilitas Keuangan Desa, dan Transparansi mengalami peningkatan nilai secara signifikan. Aspek pengetahuan dari 30% menjadi 48%. Kenaikan nilai pada aspek pengetahuan setelah kegiatan pengelolaan dana desa menunjukkan bahwa kegiatan tersebut efektif dalam meningkatkan pemahaman dan kemampuan perangkat desa dalam mengelola dana desa. Adanya pendampingan ini berdampak pada Meningkatnya sistem akuntabilitas pengelolaan keuangan desa; Meningkatnya keterampilan aparatur desa dalam penatausahaan keuangan desa; dan di harapkan ada kelanjutan materi sehingga pemahaman yang didapat lebih menyeluruh. Saran bagi para peserta sosialisasi yang telah ikut dalam pelaksanaan pelatihan yaitu Setelah mengikuti edukasi dan pemahaman tentang pengelolaan dana desa dapat menerapkannya.
PELATIHAN KEWIRAUSAHAAN DALAM MENGGALI POTENSI USAHA BERBASIS KEARIFAN LOKAL Hakim, Adi Lukman; Faizah, Erna Nur; Rosiawan, Rizky Wahyudha; Basyah, Muhammad Ali
Studi Kasus Inovasi Ekonomi Vol. 8 No. 01 (2024)
Publisher : Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/skie.v8i01.32574

Abstract

Kegiatan pengabdian yang dilakukan dilatarbelakangi oleh fenomena pandemic Covid-19 yang berdampak pada turunnya permintaan dalam skala nasional sehingga terjad peningkatan pengangguran dan perusahaan yang mengalami kebangkrutan. UMKM di Indonesia juga tidak diikuti dengan sistem manajemen yang baik sehingga sektor tersebut seringkali tidak bertahan lama. Untuk itu, diperlukan pengetahuan dan pengalaman untuk dapat membangun minat usaha pada masyarakat. Namun minimnya lahan diperkotaan menjadi tantangan untuk mendorong upaya kreatif dan inovatif masyarakat dalam membangun ketahanan pangan dari tekanan pandemi Covid-19. Metode pengabdia yang digunakan adalah metode PRA (Participatory Rapid Appraissal) merupakan metode yang mengutamakan kecepatan keberhasilan tujuan melalui keterlibatan user atau pengguna dalam penggunaan suatu rangkaian sistem, dimana rangkaian tersebut berfungsi untuk suatu model (prototype) sistem yang lebih efektif. Salah satu kelompok UMKM yakni UMKM di kelurahan yang telah memulai usahanya namun sampai saat ini kegiatan ini belum mampu mendorong peningkatan ekonomi. Ditinjau dari potensi sumber bahan baku dan kebutuhan pasar sangat menunjang UMKM akan mencapai hasil yang diharapkan namun karena kurangnya SDM, inovasi dan strategi marketing yang baik maka kegiatan UMKM pertanian di kelurahan Sonoadi belum berkembang dengan baik. Oleh karena itu, perlu diadakan suatu program edukasi masyarakat kepada pelaku UMKM yang berfokus pada pemanfaatan teknologi digital sebagai alat pengembangan UMKM, dari program tersebut diharapkan masyarakat Sonoadi Lamongan dapat meningkatkan penjualannya. Kedua sistem pengelolaan dan pemasaran hrus didukung oleh inovasi dan kretivitas dari para pelaku usaha dan ketiga setelah melaksanakan pelatihan cara berfikir para petani tentang produktivitas tanpa inovasi yang selama ini telah dilaksanakan tidak mampu meningkatkan penghasilan dari pengelolaan pertanian. Tindak lanjut dari pelatihan ini adalah pendampingan lebih lanjut pada pemilik UMKM untuk terus konsisten menggunakan penjualan secara online.
MENARIK MINAT PENGUNJUNG DENGAN MENCIPTAKAN E-CREDIBILITY MEMANFAATKAN SOCIAL MEDIA Fathoni, Rinaldy Achmad Roberth; Wijaya, Rahmad
Studi Kasus Inovasi Ekonomi Vol. 8 No. 01 (2024)
Publisher : Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/skie.v8i01.32631

Abstract

Kemajuan teknologi informasi berdampak signifikan pada sektor ekonomi, keuangan, dan sosial, memungkinkan bisnis tumbuh lebih cepat dan meningkatkan persaingan. Salah satu hal yang menjadi permasalahan mitra adalah menurunnya kunjungan pada taman rekreasi sengkaling pasca pandemi berakhir. Menurunnya jumlah kunjungan salah satunya disebabkan oleh kurangnya informasi yang dilakukan oleh taman rekreasi sengkaling khususnya pada saluran informasi digital. Hal ini menjadi penting karena dapat meningkatkan minat kunjungan, dan penting bagi Taman Rekreasi Sengkaling untuk memahami peran e-credibility dalam konteks pemasaran melalui media sosial. Untuk bersaing dengan pesaing dalam industri pariwisata perlu meningkatkan daya saing mereka melalui pengembangan industri kreatif, aplikasi ilmu pengetahuan, teknologi, dan kewirausahaan. Taman Rekreasi Sengkaling, perusahaan pariwisata di Jawa Timur, bekerja sama dengan mitra untuk mengoptimalkan teknologi social media marketing. Metode pengabdian yang dilaksanakan dengan memberikan pendampingan dan edukasi pemanfaatan media social dalam meningkatkan e-credibility. Tim pengabdian yang terdiri dari disiplin ilmu manajemen pemasaran berfokus pada potensi digital promosi yang belum dimanfaatkan secara optimal, menggunakan strategi konten promosi melalui media sosial untuk memperkenalkan produk unggulan Taman Rekreasi Sengkaling. Untuk meningkatkan keunggulan bersaing, Taman Rekreasi Sengkaling perlu mengembangkan potensi unggulan, seperti membuat konten promosi destinasi di media sosial dan memberikan informasi yang lengkap kepada konsumen. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan keinginan dan kepercayaan masyarakat kepada Taman Rekreasi Sengkaling. Tujuan dari tim pengabdi adalah meningkatkan kesadaran mengenai kegiatan ini diharapkan dapat memberikan dampak dalam meningkatkan e-credibility melalui soial media marketing, sehingga diharapkan mampu meningkatkan jumlah kunjungan dan daya saing dalam industri pariwisata dan rekreasi.
BRANDING DAN PACKAGING PRODUK JAMU INSTAN SEBAGAI PENGUAT EKONOMI KELUARGA KELOMPOK MATAHARI DUSUN NGANDAT- BATU Lestari, Novi Puji; Arifiani, Ratya Shafira; Rumijati, Aniek
Studi Kasus Inovasi Ekonomi Vol. 8 No. 01 (2024)
Publisher : Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/skie.v8i01.32895

Abstract

Rempah-rempah di Indonesia cukup melimpah dan banyak sekali pemanfaatan yang dilakukan oleh masyarakat Indonesia khususnya sebagai bentuk olahan herbal untuk meningkatkan daya tahan tubuh ataupun untuk sekedar menghangatkan kondisi badan. Jamu merupakan salah satu minuman tradisional Indonesia yang dibuat dari berbagai macam rempah khas Indonesia, yang memiliki beberapa manfaat untuk kesehatan. Dengan kebutuhan yang semakin banyak, maka jamu diproses dan diolah tidak hanya dalam bentuk minuman, namun juga dibuat dalam bentuk bubuk atau instan sehingga masyarakat dapat mengonsumsi kapan saja dan dimana saja. Dusun Ngandat merupakan daerah yang ada di Kota Batu yang mampu memanfaatkan olahan rempah-rempah menjadi jamu yang praktis untuk dinikmati yaitu jamu instan. Namun selama ini olahan jamu instan ini belum mampu menjangkau pasar yang lebih luas karena terkait dengan packaging dan branding yang dirancang belum ada. Padahal, dengan adanya branding dan kemasan yang menarik, maka produk tersebut akan menarik masyarakat untuk membeli serta mengonsumsinya. Tim Pengabdian Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Malang dalam kegiatan blockgrant fakultas akan melakukan pengabdian dengan fokus kegiatan pada kegiatan branding dan packaging olahan jamu instan tersebut untuk memperoleh jangkauan pemasaran yang lebih luas. Kegiatan pengabdian ini telah memiliki Packaging baru yang telah didesain oleh mahasiswa yang tergabung dalam Pengabdian Masyarakat Mahasiswa (PMM) yang siap dipasarkan kepada Masyarakat.
PENGEMBANGAN BATIK DESA WISATA KAMPUNG BUDAYA TULUNGREJO, PUJON KIDUL, KABUPATEN MALANG Hilmi, Luqman Dzul; Rahadi, Rahadi; Yutanti, Widiya
Studi Kasus Inovasi Ekonomi Vol. 8 No. 01 (2024)
Publisher : Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/skie.v8i01.32970

Abstract

Desa Wisata Pujon Kidul, kabupaten Malang termasuk yang menerima penghargaan Desa Wisata Mandiri Inspiratif Anugrah Desa Wisata Indonesia. Tulungrejo merupakan salah satu dusunnya yang beroperasi menjadi Kampung Budaya dalam mendukung keberlanjutan wisata. Terkait Budaya, Tulungrejo berfokus pada Batik untuk penguatan maupun pengembangannya, mengingat sebagai Representatif Warisan Budaya Takbenda Kemanusiaan. Adapun beberapa kendala Batik, yaitu terkait desain pola, produksi, serta pemasarannya. Pelaksanaan program pengabdian menerapkan pendekatan partisipasif (bottom - up), baik observasi maupun FGD, dengan kolaborasi metode PRA (Participatory Rapid Appraissal), POAC, TOWS, PESTEL, 6M, BOS, dan MVP berdasarkan waktu pra, purna, serta pasca. Pra (perencanaan dan pengorganisasian) dimulai dari observasi hingga FGD dengan penggiat Batik, penanggung jawab BUMDes Sumber Sejahtera, maupun Kepala Desa Pujon Kidul untuk meninjau keadaan bisnis Batik dengan di Kampung Budaya Tulungrejoterhadap 3 aktifitas, yaitu: desain, produksi, dan pemasaran. Purna (pelaksanaan) dimulai dari penyerahan peralatan penunjang, pengamplikasiannya dalam produksi, pelabelan, pengemasan, hasil, hingga video profil bisnis Batik. Pasca (pengendalian) dipantau dan evaluasi berdasarkan hasil akhir yang mencakup sumberdaya manusia, bahan, mesin, metode, alokasi dana, maupun pasarnya secara keseluruhan dari hulu hingga hilir. Hasil akhirnya adalah Cost Driven (pengendalian biaya/ beban) bertujuanan cutting cost (pemotongan biaya), baik secara eliminasi maupun pengurangannya., dan Value Driven (pengendalian nilai) mengacu kepada profit booster (peningkatan keuntungan), baik secara penciptaan dan peningkatannya. Pengenadlian tersebut mencakup 3 hal, diantaranya pembaharuan pola Batik yang berkolaborasi antara Tulis, Cap, dan Ecoprint untuk produknya; efisiensi produksi Batik dari hulu sampai hilir; serta pemasaran produk Batik yang lebih berkolaborasi antara media offline dengan online. Adapun saran untuk keberlanjutan program ini adalah penetapan SOP (Standar Operasional Produksi) secara legalitas Desa Wisata, pengembangan penggunaan peralatan produksi, maupun peningkatan media pemasaran yang lebih efektif dan efisien.

Page 1 of 1 | Total Record : 10