cover
Contact Name
Sudarmadji
Contact Email
jrl@ity.ac.id
Phone
+6282127738443
Journal Mail Official
jrl@ity.ac.id
Editorial Address
Institut Teknologi Yogyakarta Jalan Gedong Kuning No.2, Jomblangan, Banguntapan, Kec. Banguntapan, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta 55171, Indonesia
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Rekayasa Lingkungan
ISSN : 14113244     EISSN : 27164470     DOI : 10.37412
Core Subject : Social, Engineering,
Journal Rekayasa Lingkungan provides immediate open access that publishes updates in environmental engineering sciences.
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol. 24 No. 1 (2024)" : 10 Documents clear
PERBANDINGAN KOMPOS PRODUK PEMANFAATAN LIMBAH MAGGOT BLACK SOLDIER FLY (BSF) DENGAN KOMPOS SAMPAH ORGANIK Haudi Hasaya; Dovina Navanti; Luthfian Rizki Ramadhan; Ibnu Susanto; Wahyu Kartika; Sophia Shanti Meilani; Elvi Kustiyah; Warniningsih
Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol. 24 No. 1 (2024)
Publisher : Institut Teknologi Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37412/jrl.v24i1.257

Abstract

Sampah organik merupakan jenis sampah paling dominan ditemui di Tempat Pengolahan Akhir (TPA) di Indonesia. Salah satu upaya minimasi jumlah sampah yang masuk ke TPA adalah dengan mengolah sampah organik, contohnya dengan pemanfaatan sampah dalam budidaya black soldier fly (BSF) menjadi produk pakan ternak. Namun proses budidaya ini masih menghasilkan residu berupa limbah budidaya maggot (kasgot). Residu kasgot ini juga dapat dimanfaatkan menjadi campuran kompos padat, dalam upaya meningkatkan kualitas kompos. Dalam penelitian ini, dilakukan perbandingan 2 variasi kompos, yaitu dilakukan variasi 1 (50% limbah budidaya maggot : 50% sampah organik) dan variasi 2 (100% sampah organik) untuk melihat perbedaan kualitas kompos, baik secara fisik, kimia (kandungan N, P, K, dan Kadar Air), serta neraca massa dari 2 proses pengomposan berbeda. Pengomposan dilakukan simultan selama 30 hari, dan setiap hari dilakukan pengamatan fisik, pengukuran suhu dan pH pada 2 variasi kompos. Di akhir pengomposan, variasi 1 menunjukkan hasil uji kandungan N = 3,95%, P = 1,30%, K = 2,52%, Kadar air = 34,60%; sedangkan variasi 2 menunjukkan hasil uji kandungan N = 2,22%, P = 1,06%, K = 1,08%, Kadar Air = 29,96%. Untuk kedua variasi kompos parameter kandungan N, P, K, dan Kadar Air memenuhi Standar Nasional Indonesia 19-7030-2004 untuk Kompos dari Sampah Organik Domestik. Kualitas kompos variasi 1 cenderung lebih baik daripada variasi 2, dengan tekstur lebih halus dan lebih cepat menjadi kompos, serta mengandung nilai N, P, K lebih besar. Reduksi sampah organik dari pengomposan variasi 1 mencapai 63,33% dan variasi 2 mencapai 42%, sehingga berpotensi mengurangi sampah organik dibuang ke TPA.
PENGARUH PENGGUNAAN BATUBARA SEBAGAI PUPUK TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN August Suryaputra; Edy Nursanto; Eddy Winarno; Shofa Rijalul Haq
Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol. 24 No. 1 (2024)
Publisher : Institut Teknologi Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37412/jrl.v24i1.259

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk melihat pengaruh pupuk dengan campuran batubara terhadap pertumbuhan tanaman. Review dilakukan terhadap beberapa penelitian sejenis terdahulu. Campuran pupuk yang digunakan antara lain adalah brown coal dengan urea, brown coal dengan urea yang dilapisi dengan biochar, pupuk organik dengan batubara, yang dibandingkan dengan hasil pertumbuhan dengan pupuk kimia dan pupuk organik. Hasil dari review menyimpulkan bahwa campuran batubara dengan pupuk berpengaruh baik terhadap pertumbuhan tanaman. Dengan tinggi tanaman hasil dari penelitian Biplob K. Saha adalah 46 ± 1,7 a cm tanaman silver beet dengan perlakuan BCU 1 – 100, penelitian Marzena Mikos‑Szymańska adalah 57 cm tanaman gandum dengan perlakuan T3, penelitian Minwal adalah 205,88 cm tanaman jagung dengan perlakuan P5, dan penelitian Syafrullah adalah 117,18 cm tanaman padi dengan perlakuan P2.
ANALISIS DAYA DUKUNG SUNGAI MENGGUNAKAN QUAL2Kw: STUDI KASUS SEGMEN SUNGAI GAJAHWONG, YOGYAKARTA Ali Aulia Ghozali; Yoshua; Dewi Eviane; Agnes Dyah Novitasari Lestari
Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol. 24 No. 1 (2024)
Publisher : Institut Teknologi Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37412/jrl.v24i1.260

Abstract

Beberapa simulasi penentuan status mutu air Sungai Gajahwong, dan analisis pola penyebaran dan pencemaran pada air Sungai Gajahwong telah dilakukan dalam penelitian ini. Segmen yang diteliti berada pada segmen kawasan perkotaan, yakni dari titik Jembatan Balérejo hingga Bendungan Wirokertèn (6,84 km), sebanyak 7 titik pengambilan sampel. Data hasil pengamatan di lapangan kemudian dianalisis menggunakan Qual2Kw. Parameter yang diujikan yakni: pH, nitrat, fosfat, BOD, DO, dan suhu. Penelitian dilakukan pada Juni 2022. Model yang dibangun berdasarkan data input memiliki nilai eror yang rendah (U = 0,09±0,08), sehingga dapat digunakan untuk analisis lanjutan. Hasil analisis skenario menunjukkan beban cemaran pada Sungai Gajahwong telah melampaui daya dukungnya, khusus untuk parameter BOD dan fosfat. Secara alaminya, dengan kondisi beban cemaran eksisting pada T1, maka pada T7 kualitas air sungai diprakirakan mampu melakukan purifikasinya dengan baik. Untuk kondisi eksisting, maka diperlukan pengurangan beban cemaran pada Sungai Gajahwong segmen Balérejo-Wirokertèn 0,7-1,5× lipat untuk parameter BOD dan 4,7× lipat untuk parameter fosfat dari nilai data terakhir.
KUAT LENTUR DAN DAYA SERAP AIR PADA GENTENG BETON DARI CAMPURAN LIMBAH PADAT AMPAS TEBU Basuki; Warsiyah; Rita Dewi Triastianti; Noviyanti
Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol. 24 No. 1 (2024)
Publisher : Institut Teknologi Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37412/jrl.v24i1.261

Abstract

Limbah padat pabrik gula Madukismo yaitu ampas tebu yang belum dimanfaatkan semaksimal mungkinoleh Pabrik Gula Madukismo. Maka diusahakan penggunaan ampas tebu tersebut untuk bahan campuranpembuatan genteng beton. Hal tersebut sebagai usaha peningkatan kualitas genteng beton yang sampai sekarangmasih terus dilakukan penelitian untuk peningkatan kualitas kuat lentur dan daya serap air genteng dari campuranampas tebu tersebut.Dalam penelitian ini menggunakan berbagai variasi untuk mencari kuat lentur, dan daya serap air gentengbeton dengan campuran sebagai berikut : sebagai control variasi campuran yaitu: 1:2:4 (asli) A. 1:2:4+1 % B.1:2:4+2 % C. 1:2:4+3 % D. 1:2:4+4 % dan E. 1:2:4 +5 %. Dari pengujian bahan penyusun genteng beton yangberupa pasir, kapur mill, semen, air dan ampas tebu. Data dianalisis menggunakan Analisa deskriptif dalam bentukgrafik dan table.Dari hasil penelitian didapat bahwa genteng beton tanpa campuran ampastebu kuat lenturnya adalah 1530Newton, sedangkan hasil penelitian rata-rata kuat lentur yang didapat pada variasi A. 1:2:4+1 % (yaitu 795Newton) dan pada variasi B. 1:2:4+2 % (yaitu 535 Newton), pada variasi C. 1:2:4+3 % (yaitu 500 Newton), danpada variasi D. 1:2:4+4 % (yaitu 775 Newton), dan pada variasi E. 1:2:4 +5 % (yaitu 835 Newton). Daya serapGenteng beton dari hasil penelitian menunjukkan bahwa Daya Serap Air tanpa penambahan ampas tebu(control)daya serapnya 7,49 %; pada variasi A. 1:2:4+1 % (yaitu 7,02 %), pada variasi B.1:2:4+2 % ( yaitu 9,55%), pada variasi C. 1:2:4+3 % (yaitu 10,51 %) pada variasi D. 1:2:4+4 % ( yaitu 11,04 %) dan pada variasi E.1:2:4+5 % daya serapnya sebesar 11,85 %. Maka dapat disimpulkan bahwa limbah padat ampas tebu tidak bisadigunakan sebagai bahan campuran genteng beton.
PENGELOLAAN KONSERVASI PENYU DI KABUPATEN KULON PROGO, DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA Maria Efrati Ujul; Sri Haryanti Prasetiyowati; Primanda Kiky Widyaputra; Heny Budi Setyorini
Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol. 24 No. 1 (2024)
Publisher : Institut Teknologi Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37412/jrl.v24i1.263

Abstract

Penyu merupakan salah satu spesies langka yang sekarang keberadaanya terancam punah, sehingga perlu dilestarikan untuk keberlajutan populasi penyu. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui kondisi penangkaran penyu, mengetahui jenis penyu, mengetahui pengelolaan konservasi penyu di Kabupaten Kulon Progo. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Teknik pengambilan data yaitu dengan cara observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa ada 4 jenis penyu yang mendarat di Pesisir Selatan Kabupaten Kulon Progo, Kondisi sarana dan prasarana penangkaran penyu cukup memadai meskipun masih ada beberapa fasilitas penangkaran penyu yang rusak dan perlu diperbaiki, kemudian untuk kegiatan pengelolaan konservasi penyu dapat dimulai dari kegiatan monitoring pantai, penyelamatan telur penyu, pembesaran atau pemeliharaan tukik dan pelepasan tukik.
ANALISIS POTENSI PEMANFAATAN SAMPAH ORGANIK RUMAH TANGGA BERDASARKAN KARAKTERISTIKNYA DI KECAMATAN TERNATE SELATAN, MALUKU UTARA Nurfadhilah Arif; Andy Kurniawan; Muh Faedly H Tidore
Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol. 24 No. 1 (2024)
Publisher : Institut Teknologi Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37412/jrl.v24i1.264

Abstract

Aktivitas masyarakat di Kecamatan Ternate Selatan memicu banyaknya sampah yang dihasilkan. Sedangkan, sistem pengelolahan sampah secara open dumping belum mampu menampung keseluruhan sampah tersebut. Akibatnya, banyak masyarakat yang mengelolah sampahnya dengan membuang di kali atau di pinggir pantai. Padahal sampah tersebut berpotensi dimanfaatkan menjadi lebih berharga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi sampah organik di Ternate Selatan dan pemanfaatannya. Metode penelitian yang digunakan yaitu berdasar pada SNI 19-3964-1994 tentang metode pengambilan dan pengukuran contoh timbulan dan komposisi sampah perkotaan. Hasil penelitian mengungkapkan bawah jumlah timbulan sampah yang dihasilkan oleh masyarakat Ternate Selatan sebanyak 0,484 kg/orang/hari dengan komposisi sampah organik sebesar 52%. Sampah organik ini berpotensi dijadikan sebagai pupuk kompos, biogas, media budidaya maggot, dan ecoenzyme.
PENURUNAN PARAMETER AMONIA DAN KEKERUHAN AIR LIMBAH KOLAM IKAN DENGAN TANAMAN HIAS IRIS (IRIS PSEUADACORUS) DAN MELATI AIR (ECHINODORUS PALAEFOLIUS) Shafa Nabilah Alivia; Handayani Sri Winarno; Endah Ayuningtyas; Jumiati
Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol. 24 No. 1 (2024)
Publisher : Institut Teknologi Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37412/jrl.v24i1.265

Abstract

Salah satu limbah yang saat ini dihasilkan oleh kegiatan perikanan adalah air limbah kolam ikan. Sumber air limbah kolam ikan adalah sisa pakan dan hasil metabolisme ikan. Salah satu metode pengolahan biologi yang dianggap terjangkau dan efektif untuk mengurangi zat pencemar di dalam air limbah kolam ikan adalah fitoremediasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kemampuan tanaman hias Iris (Iris pseuadacorus) dan Melati Air (Echinodorus palifolius) dalam mengurangi kadar Amonia dan Kekeruhan pada air limbah kolam ikan di Jalan Jali, Gayamharjo, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman. Metode penelitian ini merupakan percobaan dengan memanfaatkan constructed wetlands (CWs). Variabel penelitian ini mencakup variasi komposisi 2 jenis tanaman Iris (A); Melati Air (B) dan kombinasi 2 jenis tanaman (C). Parameter yang dianalisis adalah konsentrasi Amonia dan tingkat Kekeruhan. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) monofaktor dengan 3 perlakuan dan 3 kali ulangan sehingga terdapat 9 unit percobaan. Menurut hasil penelitian, ditemukan bahwa komposisi paling baik dari tanaman hias Melati Air (Echinodorus palaefolius) dalam sistem constructed wetlands memiliki pengaruh terhadap efisiensi penurunan kadar Amonia sebesar 91,7%. Serta, komposisi paing baik dari gabungan tanaman hias Iris (Iris pseuadacorus) dan Melati Air (Echinodorus palaefolius) dalam sistem constructed wetlands memiliki pengaruh terhadap efisiensi penurunan kadar Kekeruhan sebesar 65,8%. Sistem constructed wetlands dapat memberikan efisiensi penurunan kadar Amonia dan Kekeruhan.
ANALISIS LOADING BOD PADA LIMBAH CAIR INDUSTRI LAUNDRY PERTANAMAN PERLUAS LAHAN MENGGUNAKAN TYPHA LATIFOLIA DAN CYPERUS ALTERNIFOLIUS Ernastin Maria; Amallia Puspitasari; Desi Erlita
Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol. 24 No. 1 (2024)
Publisher : Institut Teknologi Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37412/jrl.v24i1.266

Abstract

Salah asatu upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi masalah limbah cair industry laundry adalah dengan menggunakan metode Fytoremediasi. Salah satu metode yang prinsip kerjanya memanfaatkan simbiosis tanaman dengan mikroorganisme diarea zona rhizosfer tanaman yang mampu merombak senyawa senyawa pencemar menjadi ion ion yang dapat diserap oleh tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana tanaman Typha latifolia dan tanaman Cyperus alternifolius dapat menurunkan konsentrasi BOD pada limbah cair industry laundry, untuk selanjutnya dilakukan analisis untuk mengetahui seberapa banyak masing masing tanaman tersebut dapat digunakan dalam penyisihan limbah cair industri laundry (BOD) pertanaman perluas lahan.Dari hasil penelitian dan analisis yang dilakukan, dapat diketahui baik tanaman Typha latifolia maupun tanaman Cyperus alternifolius sama sama efektif dalam menurunkan konsentrasi limbah BOD pada industry laundry sebesar 99% penurunan. Dari hasil perhitungan dengan menggunakan persamaan loading rate BOD dapat diketahui nilai loading BOD perluas lahan pertanaman (BOD/A/tanaman)adalah 2035,4mg/24m2 (4) yakni sebesar 21,2 mg/m2/tanaman.
IMPLEMENTASI ENERGI ANGIN DI BANDARA KULON PROGO MENUJU BANDARA BERKONSEP ECO-AIRPORT Sri Mulyani; Dedet Hermawan S; Diananto Prihandoko
Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol. 24 No. 1 (2024)
Publisher : Institut Teknologi Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37412/jrl.v24i1.267

Abstract

Implementasi energi Angin digunakan untuk mengatasi kekurangan suplai listrik PLN, menghemat biaya listrik dan menurunkan emisi gas karbon terhadap lingkungan dalam langkah mendukung konsep bandara dengan green energy atau Eco-Airport, dalam metode perhitungannya menggunakan analisa komponen, pengaruh suhu dan juga dari segi ekonomi pada investasi awal proyek. Kebutuhan energi listrik di bandara Kulon Progo setiap gedung mempunyai konsumsi energi yang berbeda-beda dimana jumlah keseluruhan energi adalah 96.240.205,42 Kwh. Energi alternatif yang bisa digunakan bandara untuk memenuhi kebutuhan energy listrik adalah energy Angin dan bandara membutuhkan 1.129 buah. Berdasarkan metode trend kuadrat terkecil, penggunaan energi listrik pada tahun 2035 di bandara Kulon Progo sebanyak 156.706.5877 Kwh.
EFEKTIVITAS TANAMAN ECENG GONDOK (EICHORNIA CRASSIPES) DAN SUBSTRAT ORGANIK DALAM MENGELOLA KUALITAS AIR ASAM TAMBANG BATUBARA Asri Fridtriyanda; Neny Sukmawatie; Yunida Iashania
Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol. 24 No. 1 (2024)
Publisher : Institut Teknologi Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37412/jrl.v24i1.281

Abstract

Penambangan dengan sistem tambang terbuka memberikan dampak terhadap lingkungan seperti Air Asam Tambang. Air Asam Tambang terbentuk karena terekspose nya kandungan mineral sulfide dan mengalami proses oksidasi. Proses tersebut menghasilkan sulfat dengan tingkat keasaman yang tinggi sehingga dapat mempengaruhi kualitas lingkungan secara langsung maupun tidak langsung. Berdasarkan Keputusan Menteri ESDM No. 1827 K/30/MEM/2018 Tentang Pedoman Pelaksanaan Kaidah Teknik Pertambangan Yang Baik pada lampiran VI menyatakan bahwa Air Asam Tambang harus dilakukan pemulihan dan pengelolaan air. Salah satu cara pengelolaan air yaitu secara pasif dengan menggunakan Eceng Gondok (Eichornia sp) dan substrat organik. Maka dari itu perlu dilakukan penelitian untuk menganalisa efektivitas tanaman eceng gondok dan substrat organik dengan perlakuan yang berbeda. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan mengenai efektivitas pengelolaan kualitas air dengan menggunakan Eceng Gondok dan Substrat Organik takaran yang efektif yaitu Perlakuan B (10 Eceng Gondok dan 2 kg Substrat Organik) merupakan perlakuan yang paling efektif dari semua perlakuan. Peningkatan pH dari 3,03 menjadi 6,01 pada hari ke-4, penurunan TSS dari 30 mg/l menjadi 5 mg/l pada hari ke-16, penurunan Fe dari 5,858 mg/l menjadi <0,033 pada hari ke-4 dan penurunan Mn dari 6,973 mg/l menjadi 1,914 mg/l pada hari ke-8.

Page 1 of 1 | Total Record : 10