cover
Contact Name
Baharuddin
Contact Email
nonformaljr@ummaspul.ac.id
Phone
+6281339859730
Journal Mail Official
nonformaljr@ummaspul.ac.id
Editorial Address
Jendral Sudirman No.17 Enrekang Sulawesi Selatan
Location
Kab. enrekang,
Sulawesi selatan
INDONESIA
JURNAL EDUKASI NONFORMAL
ISSN : -     EISSN : 27152634     DOI : 10.33487
Core Subject : Social,
Jurnal Edukasi Pendidikan Non Formal mempublikasikan hasil penelitian dan artikel dalam kajian pendidikan dan penyelenggaraan pendidikan dalam setting pendidikan nonformal dan informal di Indonesia.
Articles 331 Documents
Pentingnya Pemahaman Guru BK Konselor dalam Menangani Masalah Siswa Menggunakan Teori Client Centered Adliya Salsabila; Selfi Purnama Lubis; Yohana Fransisca
JURNAL EDUKASI NONFORMAL Vol 4 No 2 (2023): Jurnal Edukasi Nonformal
Publisher : Universitas Muhammadiyah Enrekang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

A bk teacher has a very important role in the field of guidance and counseling, because basically the bk teacher plays a role in helping to solve problems or difficulties faced by his students. In solving student problems, a bk teacher should have an understanding of the theories that can help solve student problems, one of which is Client Centered theory. This theory sees people as good, optimistic, proactive, constructive, realistic, and trustworthy. A bk teacher should understand this theory so that the bk teacher does not see his students as problematic because basically everyone can find their own life goals.The goal of Person Client Therapy is to create a fully functional individual who can face everyday life without using self-defense techniques. Person Clinet Therapy uses several strategies, including congruence, empathy, and unconditional positive regard. The counselor's ability to empathize with students and provide reflections of their experiences is known as empathy. Without losing their identity, an empathetic counselor will feel what the student is thinking and feeling. However, Person Centered Therapy theory focuses on ways to accept other people's questions and communication and better understand the client or student.The purpose of writing this journal is to find out more deeply that the importance of a bk teacher to be able to understand more about Client Centred theory because if a bk teacher understands this Client Centred theory, he will also be able to understand students better. so that bk teachers can help students to be able to independent themselves in dealing with their problems.The research method used by the author in completing this journal is by collecting research related to library data collection techniques or research whose research objects are examined through various library sources (books, encyclopedias, scientific journals, newspapers, magazines, and documents) forming this kind of research is called library research.The findings obtained by researchers in this journal are like the research of Emma Lusiana, Muswardi Rosra, Ratna Widiastuti which discusses the explanation of the results of research on the use of client centered counseling in improving the positive self-concept of class X students at SMK Kesehatan YPIB in 2016/2017 academic year.So it can be concluded that Client Centered theory has a very important role for a student in order to independent himself and increase positive self-concept in students, so that they can better recognize and understand their own strengths, talents, and abilities. A positive self-concept and self-perception will result in a positive attitude, behavior, and character. This will be beneficial for students and positive things about themselves make them feel confident. With self- confidence, they will not feel depressed and easily get along, socialize, and interact with others.
Fungsi Komunikasi Guru dan Siswa dalam Meningkatkan Pembelajaran Erlita Tiara Novedi Tambunan; Usiono Usiono
JURNAL EDUKASI NONFORMAL Vol 4 No 2 (2023): Jurnal Edukasi Nonformal
Publisher : Universitas Muhammadiyah Enrekang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Komunikasi adalah penyampaian pesan dari komunikator kepada komunikan atau audiens baik dalam bentuk simbol, lambang dengan harapan bisa membawa atau memahamkan pesan itu kepada peserta didik (siswa) baik di kelas atau masyarakat serta mengubah sikap dan tingkah laku. Apabila terjadi komunikasi dan interaksi yang intens antara guru dan siswa maka proses pembelajaran dalam bidang pendidikan akan efektif. Penelitian ini menggunakan metode Kualitatif . Dalam pembelajaran di kelas, komunikasi akan dimulai dari guru dan siswa, kemudian berlanjut ke siswa dan guru, dan akhirnya pada materi pelajaran itu sendiri, yang sering disebut dengan “jantung” atau “inti” proses pembelajaran. Terdapat interaksi edukatif yang bermula dari sebuah pertanyaan yang tidak lain adalah materi pembelajaran dalam konteks komunikasi kelas. Dalam konteks komunikasi pendidikan, peran guru sebagai komunikator lebih ditekankan, sedangkan peran siswa sebagai komunikator atau siswa-guru lebih ditekankan. Pada tingkat yang paling mendasar, interaksi pendidikan adalah suatu proses atau interaksi dalam pembelajaran yang berbeda dari bentuk interaksi lainnya dalam beberapa hal penting. Ciri-ciri Interaksi Belajar Mengajar tersebut yaitu interaksi belajar-mengajar memiliki tujuan, ada suatu Prosedur (jalannya inetraksi) yang terencana, interaksi belajar mengajar di tandai dengan suatu penggarapan materi yang khusus, ditandai dengan adanya aktivitas siswa, dalam interaksi belajar mengajar guru berperan sebagai pembimbing, di dalam interaksi belajar mengajar membutuhkan disiplin, dan ada batas waktu.
Pelaksanaan Praktik Lapangan: Calon Guru Profesional Arif Rahman Priyono; Hari Antoni Musril; Fani Hamelia
JURNAL EDUKASI NONFORMAL Vol 4 No 2 (2023): Jurnal Edukasi Nonformal
Publisher : Universitas Muhammadiyah Enrekang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Praktek Pengalaman Lapangan (PPL) wajib diikuti oleh seluruh mahasiswa, khususnya mahasiswa Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) UIN Sjech M. DJamil DJambek Bukittinggi, termasuk mahasiswa Program Studi Pendidikan Teknik Informatika dan Komputer. Ini adalah mata kuliah yang harus diikuti .PPL merupakan serangkaian kegiatan yang bertujuan untuk mendidik peserta didik dan menggabungkan latihan mengajar dan non-mengajar untuk mengembangkan guru yang profesional. PPL tahun ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, karena PPL tahun 2023 berdasarkan tempat tinggal atau domisili (PPLDB) mahasiswa, sehingga mahasiswa dapat memilih lokasi PPL yang diinginkan. Dan dari pihak kampus memberikan kebebasan bagi mahasiswa memilih sekolah yang di inginkan.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Penelitian ini menggunakan pendekatan analisis deskriptif untuk mendeskripsikan materi melalui representasi alaminya. Kegiatan PPL yang dilaksanakan selama kurang lebih tiga bulan ini membawa banyak manfaat bagi para mahasiswa.Artinya mereka dapat menambah pengalaman, pengetahuan dan pemahaman terhadap kegiatan pendidikan sekolah, baik di dalam maupun di luar kelas atau dalam bentuk komunikasi antar warga sekolah.Penelitian ini menghasilkan keberhasilan pelaksanaan PPL.Segala kegiatan dan penilaian telah berhasil diselesaikan untuk menentukan keberhasilan Anda sebagai guru profesional. Kegiatan PPL yang dilaksanakan diharapkan dapat menciptakan lingkungan dimana mahasiswa dapat memasuki dunia kerja dan berkembang secara profesional.
Efektivitas Teknik Asertif untuk Menggulangi Siswa Terisolir Citra Dewi Utami; Yulia Sri Hikma Hutasuhut; Maqbul Matondang Yenti Arsini
JURNAL EDUKASI NONFORMAL Vol 4 No 2 (2023): Jurnal Edukasi Nonformal
Publisher : Universitas Muhammadiyah Enrekang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masa sekolah merupakan masa dimana remaja memperluas lingkaran sosialnya selama tahun ajaran dengan berinteraksi dengan teman sebaya yang tidak tumbuh bersama mereka di lingkungan rumah. Tapi sekarang meskipun beberapa remaja merasa mudah untuk melakukan navigasi, tidak semua remaja melakukannya sebab ada kesulitan berinteraksi sosial dengan teman sebayanya. Penyebab remaja terisolir adalah hilangnya minat dalam interaksi sosial dan kurangnya kapasitas remaja dalam adaptasi lingkungan, remaja yang hidup terisolasi kurang memiliki ketegasan, serta kurangnya keasertifan pada remaja sehingga mengakibatkan semakin terasingkannya remaja dari pergaulan teman sekelasnya. Permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini adalah bagaimana menngatasi perilaku terisolir remaja menggunakan konseling individu dengan teknik assertive training. Penulisan dalam penelitian ini menggunakan metode wawancara dan studi pustaka atau library research. Teknik trianggulasi adalah teknik pemeriksaan data yang memanfaatkan sesuatu yang lain untuk keperluan pengecekan atau membandingkan data. Hasil penelitian wawancara terhadap guru Bimbingan Konseling bahwa perilaku terisolir remaja sebelum diberikan konseling behavior dengan teknik latihan asertif menunjukkan bahwa minat bersosial remaja terisolir tergolong sedang, kemampuan menyesuaikan diri, kepercayaan diri, respon saat kegiatan, kemampuan bertenggang rasa, kemampuan sportif serta perlakuan teman juga tergolong sedang. Sedangkan kategori tinggi hanya dicapai pada aspek penampilan. Namun setelah diberikannya konseling teknik asertif adapun pencapaian siswa terisolir yang meningkat, seperti siswa yang semula minat bersosialnya sedang meningkat menjadi tinggi, dan memiliki kemampuan bertenggang rasa yang sedang meningkat menjadi tinggi.
Penerapan Media Pembelajaran Digital dalam Menstimulus Kemampuan Literasi Anak Usia Dini Fani Nurfalah; Siti Wulan Darnia; Widi Syawali; Suci Utami Putri
JURNAL EDUKASI NONFORMAL Vol 4 No 2 (2023): Jurnal Edukasi Nonformal
Publisher : Universitas Muhammadiyah Enrekang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk secara komprehensif menggali tentang penerapan media pembelajaran digital dalam menstimulus kemampuan literasi anak usia dini. Dengan menerapkan metode penelitian kuantitatif, pendekatan ini menggunakan berbagai jurnal dan artikel terakreditasi nasional sebagai instrumen pengumpulan data dan sumber rujukan. Penelitian ini secara khusus mengeksplorasi mengenai penggunaan media pembelajaran digital untuk mengembangkan literasi dasar pada anak. Keterampilan literasi termasuk indikator penting dari membaca kata, contohnya seperti pengetahuan huruf, pengetahuan tentang bunyi huruf, kesadaran fonemik, dan pemahaman tentang konsep tulisan. Penelitian ini bertujuan untuk mencari solusi dari permasalahan literasi dengan memanfaatkan aplikasi digital yang dapat diakses oleh semua kalangan termasuk guru, orang tua, dan siswa. Penelitian ini tergolong kedalam jenis penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan studi kasus (literature review). Hasil analisis penelitian menunjukkan hasil bahwa penerapan media pembelajaran berbasis digital juga dapat efektif menstimulasi keterampilan literasi anak usia dini di Lembaga PAUD dengan menyiapkan perangkat yang dibutuhkan oleh guru dalam penerapan media pembelajaran tersebut. Implikasi dari penelitian ini adalah bahwa media pembelajaran digital dapat digunakan untuk menstimulasi keterampilan literasi anak usia dini di Lembaga PAUD.
Pengempelementasian Sarana Prasarana di Sekolah sebagai Penunjang Keefektifan dalam Pembelajaran bagi Dunia Pendidikan Modern Delis Fitriya Nur Hidayah; Destriya Risdayatie; Fadillah Anissa Febrianti; Yunissa Sapphira Titalia; Prihantini Prihantini
JURNAL EDUKASI NONFORMAL Vol 4 No 2 (2023): Jurnal Edukasi Nonformal
Publisher : Universitas Muhammadiyah Enrekang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam penyelenggaraan kegiatan pendidikan, diperlukan adanya sarana dan prasarana yang dapat menunjang berbagai kebutuhan yang akan digunakan, sehingga dapat mewujudkan pembelajaran yang menyenangkan dan efektif bagi peserta didik. Tidak hanya sebatas dalam kegiatan pembelajaran saja, sarana dan prasarana juga digunakan dalam menunjang kegiatan lain di sekolah. Di era modern ini, kegiatan pembelajaran dikatakan ideal salah satunya jika penggunaan media yang digunakan oleh pendidik bersifat kreatif dan inovatif, sehingga dapat menciptakan ruang belajar yang nyaman dan berkualitas bagi peserta didik, oleh karena itu sarana dan prasarana menjadi faktor penunjang utama dalam kesuksesan penyelenggaraan pendidikan. Tetapi, dalam realitanya ditemukan berbagai permasalahan dalam pengelolaan sarana prasarana baik itu disebabkan karena keterbatasan dana, sumber daya manusia, koordinasi yang minim, dan sebagainya. Hal ini secara langsung menjadi tembok penghalang bagi sekolah untuk mewujudkan kualitas pembelajaran yang baik. Tentu hal ini merupakan suatu situasi yang perlu segera dicari jalan keluarnya. Metode penelitian yang digunakan dalam artikel ini dalam pengumpulan datanya yaitu secara kualitatif dan informasi yang diperoleh yakni melalui review artikel dan dari penelitian sebelumnya yang relevan dengan judul, informasi diperoleh melalui internet seperti google scholar dan publish or perish. Berbagai sumber informasi yang diperoleh kemudian dirangkum dan disajikan dalam artikel.
Pertumbuhan dan Perkembangan Peserta Didik Secara Sosial Aisyah, Dinda; Aisyah, Siti; Yolanda, Priska; Elfauda, Zahra; Wahyuni, Sri; Elza, Nanda
JURNAL EDUKASI NONFORMAL Vol 4 No 2 (2023): Jurnal Edukasi Nonformal
Publisher : Universitas Muhammadiyah Enrekang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ketika manusia dilahirkan, manusia belum mempunyai sifat sosial. Artinya manusia belum mempunyai kemampuan untuk berinteraksi dengan orang lain. Kemampuan sosial anak diperoleh dari berbagai kesempatan dan pengalaman berinteraksi dengan orang lain di lingkungannya. Kebutuhan berinteraksi dengan orang lain sudah dirasakan sejak usia enam bulan. Saat itulah mereka sudah bisa mengenal manusia lain, terutama ibu dan anggota keluarga. Anak mulai bisa membedakan arti senyuman dan perilaku sosial lainnya, seperti marah (tidak senang mendengar suara keras) dan cinta sayang. Perkembangan sosial pada masa remaja mengembangkan kemampuan untuk memahami orang lain sebagai individu yang unik, baik dari segi karakteristik pribadinya, minat, nilai, atau perasaan yang mendorong remaja untuk bersosialisasi lebih intim dengan teman sebaya atau lingkungan masyarakat melalui persahabatan atau romansa. Pada masa ini, sikap cenderung menyerah atau berkembang mengikuti pendapat, opini, nilai, kebiasaan, hobi dan keinginan orang lain. Ya lingkungan pergaulan remaja (teman sebaya) yang menampilkan sikap dan perilaku bertanggung jawab, misalnya taat beribadah, berakhlak mulia, dan lain-lain. Remaja diharapkan memiliki penyesuaian sosial yang tepat dalam arti kemampuan bereaksi secara tepat terhadap realitas, situasi, dan hubungan sosial, baik dalam lingkungan maupun sosial.lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat.
Fungsi Belahan Otak Kiri dan Kanan dalam Psikologi Pendidikan Nasution, Alwi Asnawi; Juanda, M.ilham; Harahap, Rahmat Fauzi; Dalimunthe, Putri Ani
JURNAL EDUKASI NONFORMAL Vol 4 No 2 (2023): Jurnal Edukasi Nonformal
Publisher : Universitas Muhammadiyah Enrekang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Otak merupakan salah satu organ pada manusia yang berfungsi sebagai pusat sitem sarafOtak dibagi menjadi dua belahan yakni belahan otak kanan dan belahan otak kiri.Penelitian ini bertujuan untuk mwngetahui cara membuat senam otak menjadi lebih interaktif, supaya pemakaian otak kiri dan otak kanan seimbang dan menarik untuk dimainkan, cara membuat game senam otak yang interaktif, Menyebutkan fungsi – fungsi otak kanan dan kiri dan ciri -ciri nya.Penelitian ini menggunakan metode Kualitatif . Adapun hasil penelitian ini adalah untuk menjawab tujuan dari Fungsi Belahan Otak Kiri Dan Kanan Dalam Psikologi Pendidikan. Otak bekerja pada tubuh manusia dalam mengatur dan mengkordinir sebagian besar gerakan, perilaku dan fungsi tubuh seperti detak jantung, tekanan darah, keseimbangan cairan tubuh dan suhu tubuh.
Tradisi Marsialapari (Gotong Royong) Petani Suku Mandailing di Pintu Langit Jae Kota Padangsidimpuan Harahap, Hotmarina Sari; Dora, Nur Iza
JURNAL EDUKASI NONFORMAL Vol 4 No 2 (2023): Jurnal Edukasi Nonformal
Publisher : Universitas Muhammadiyah Enrekang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

In Pintu Langit Jae Village, Padangsidimpuan District, this study attempts to characterize the Marsialapari-based local knowledge education that Mandailing tribal farmers possess when working on agricultural land, such as rice fields, snake fruit plantations, and rubber. The purpose of this study is to ascertain the significance and worth of local wisdom education, or Marsialapari, for farmers in Pintu Langit Jae Village, Padangsidimpuan District. With an anthropological approach, this research employs a descriptive qualitative methodology. Participatory observation, documentation, and in-depth interviews with informants were used to collect data. Subsequently, conduct ethnographic interviews, write ethnographies, and make notes in order to apply data analytic methodologies. The study's findings demonstrate the importance of teaching farmers in Pintu Langit Jae Village, Padangsidimpuan District, based on the native Marsialapari knowledge. This education emphasizes the values of unity, fraternity, togetherness, and mutual aid for rural communities. The Batak Mandailing and Toba ethnic groups make up the population of Pintu Langit Jae Village. For farmers, preserving peace and fraternity among communities is of great importance and significance, as per the indigenous knowledge of Marsialapari.
Tradisi Marsialapari (Gotong Royong) Petani Suku Mandailing di Pintu Langit Jae Kota Padangsidimpua Harahap, Hotmarina Sari; Dora, Nur Iza
JURNAL EDUKASI NONFORMAL Vol 4 No 2 (2023): Jurnal Edukasi Nonformal
Publisher : Universitas Muhammadiyah Enrekang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

In Pintu Langit Jae Village, Padangsidimpuan District, this study attempts to characterize the Marsialapari-based local knowledge education that Mandailing tribal farmers possess when working on agricultural land, such as rice fields, snake fruit plantations, and rubber. The purpose of this study is to ascertain the significance and worth of local wisdom education, or Marsialapari, for farmers in Pintu Langit Jae Village, Padangsidimpuan District. With an anthropological approach, this research employs a descriptive qualitative methodology. Participatory observation, documentation, and in-depth interviews with informants were used to collect data. Subsequently, conduct ethnographic interviews, write ethnographies, and make notes in order to apply data analytic methodologies. The study's findings demonstrate the importance of teaching farmers in Pintu Langit Jae Village, Padangsidimpuan District, based on the native Marsialapari knowledge. This education emphasizes the values of unity, fraternity, togetherness, and mutual aid for rural communities. The Batak Mandailing and Toba ethnic groups make up the population of Pintu Langit Jae Village. For farmers, preserving peace and fraternity among communities is of great importance and significance, as per the indigenous knowledge of Marsialapari.