cover
Contact Name
Baharuddin
Contact Email
nonformaljr@ummaspul.ac.id
Phone
+6281339859730
Journal Mail Official
nonformaljr@ummaspul.ac.id
Editorial Address
Jendral Sudirman No.17 Enrekang Sulawesi Selatan
Location
Kab. enrekang,
Sulawesi selatan
INDONESIA
JURNAL EDUKASI NONFORMAL
ISSN : -     EISSN : 27152634     DOI : 10.33487
Core Subject : Social,
Jurnal Edukasi Pendidikan Non Formal mempublikasikan hasil penelitian dan artikel dalam kajian pendidikan dan penyelenggaraan pendidikan dalam setting pendidikan nonformal dan informal di Indonesia.
Articles 331 Documents
Perempuan dan Hak Asasi Manusia: Perfektif Keadilan Gender Berangkat dari Penetapan Qanun Jinayah di Aceh Makmur Rizka; Rahmat Gunawan
JURNAL EDUKASI NONFORMAL Vol 4 No 2 (2023): Jurnal Edukasi Nonformal
Publisher : Universitas Muhammadiyah Enrekang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Syariat Islam di Aceh bukan lagi persoalan yang harus ditutup-tutupi dalam pengimplementasiannya. Bukan karena regulasi hukumnya yang salah, namun penerapan hukum Qanun-Qanun Syariat Islam seringkali tidak kontekstual dan terkesan dalam kontrol politik pemerintahan daerah. Tulisan ini berusaha memberikan gambaran terkait penerapan hukum Qanun-Qanun Syariat Islam yang harusnya berlaku adil, tetapi dalam praktiknya tidak sesuai dengan ketetapan dan terindikasi ‘ditunggangi’ kepentingan politik semata. Model kualitatif deskriptif digunakan sebagai metode penelitian tulisan ini, yang berusaha menggambarkan dan menjelaskan penerapan atau implementasi hukum Qanun Syariat Islam di Aceh, baik pada perspektif hukum regulasi negara maupun regulasi kedaerahan. Hukum Syariat Islam yang diterapkan di Aceh membutuhkan berbagai pandangan sosial dan kultural yang lebih humanis, terutama dalam pemberlakuan sanksi yang diusulkan. Wacana pro-kontra emansipatoris dari berbagai kalangan yang fokus pada isu-isu ketidaksetaraan perlakuan hukum pun menjadi faktor yang mempengaruhi penerapan Qanun Syariat Islam di Aceh. Buktinya, hingga saat ini penerapannya masih dalam proses yang belum menemui titik terang dan tidak transparan, sesuai dengan yang dibutuhkan masyarakat Aceh dalam menjaga harmonisasi kehidupan sosial, kultural dan regulasi ditengah-tengah arus perkembangan zaman.
Kompetensi Pedagogik Guru Bahasa Indonesia di SMP Negeri 7 Percut Sei tuan dan SMP Muhammadiyah 43 Kabanjahe Ummi Nur Afinni Dwi Jayanti; Annisa azzahra; Nursamsia Rambe; Putri Putri; Rahmat Arian; Suci Rahmadani
JURNAL EDUKASI NONFORMAL Vol 4 No 2 (2023): Jurnal Edukasi Nonformal
Publisher : Universitas Muhammadiyah Enrekang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kompetensi pedagogik guru Bahasa Indonesia di Smp Negeri 7 Percut Sei tuan dan Smp Muhammadiyah 43 Kebanjahe .Penelitian ini bertujuan untuk mendenskripsikan kompetensi pedagogik guru Bahasa Indonesia di SMP Negeri 7 Percut sei tuan dan Smp Muhammadiyah 43 kebanjahe. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan menggunakan metode deskripif.Penelitian ini di lakukan di SMP Negeri 7 Percut sei tuan dan Smp Muhammadiyah 43 Kebanjahe .Sumber data ini dilakukan dalam penelitian guru Bahasa Indonesia .Tehnik dalam pengumpulan data yang dilakukan dengan pengamatan ,wawancara dan angket terbuka Instrumen yang dilakukan dalam observasi ,wawancara dan panduan analisis data .Hasil penelitian yang mengungkapkan bahwa guru yang memiliki dalam pemahaman dan juga wawasaan dan landasan kePendidikan secara mendalam ,gru harus mampu memahami karateristik peserta didik dengan melakukan berbagai pendekatan ,guru mampu mengembangkan kurikulum dengan silabus yang akan digunakan dalam mengajar ,guru harus mampu merancang dan melaksanakan pembelajaran yang mendidik dengan melakkan evaluasi terhadap peserta didik ,guru dapat mengembangkan peserta didik untuk melakukan mengaktualisasikan dengan potensinya daan memberikan dukugan dan araha kepada peserta didik untuk mengembangkan minat dan bakat yang dimilikinya .
Analisis Penerapan Kompetensi Pedagogik di Sekolah Negeri dan Swasta Ummi Nur Afinni Dwi Jayanti; Luhlu Zahara; Lulu Ilmanun; Siti Putri Aprilia
JURNAL EDUKASI NONFORMAL Vol 4 No 2 (2023): Jurnal Edukasi Nonformal
Publisher : Universitas Muhammadiyah Enrekang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to obtain information about the application of Indonesian language teacher's pedagogic competence in learning, including to determine the teacher's ability to plan lessons in the subjects taught. This research is a type of qualitative research that is descriptive in nature. The data collection technique used in general is using interview techniques. Interviews were conducted by researchers with the reason that researchers were able to ask questions face to face with the participants. The results of the data analysis show that the application of pedagogic competencies in public and private schools is going well. This is because the Indonesian teacher prepares lessons regularly and uses several methods to make learning better. Indonesian language teachers in their own country improve the language skills of educators so that they are able to convey well to students and then make students understand and enjoy during the learning process which makes students like what is taught by educators.
Pentingnya mengembangkan keterampilan mendengarkan efektif dalam konseling Yenti Arsini; Zachra Aulia; Tara Latifah Nur Qulby; Dewi Purnama Sari
JURNAL EDUKASI NONFORMAL Vol 4 No 2 (2023): Jurnal Edukasi Nonformal
Publisher : Universitas Muhammadiyah Enrekang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Effective communication skills are crucial in counseling sessions as they play a pivotal role in facilitating the success of counseling. Among the fundamental skills required in counseling, listening skills stand out. These skills enable counselors to not only comprehend and interpret the messages conveyed by those they counsel but also respond appropriately. This, in turn, fosters trust, comfort, and support, encouraging individuals to open up about their challenges. Furthermore, effective listening is instrumental in demonstrating empathy during the counseling process. However, in practice, there are several potential obstacles to listening, such as preconceived notions about clients, anticipating their words instead of truly hearing them, being preoccupied with one's own thoughts, personal issues, strong emotional reactions, or distractions like office noise or hunger. Within the realm of counseling skills, honing the ability to listen effectively is of paramount importance and serves as a foundational skill to nurture throughout the counseling relationship, ultimately enhancing empathy and ensuring appropriate responses.
Mengembangkan Kemampuan Berbicara Bahasa Arab melalui Metode Pembelajaran Reka Cerita Gambar pada Siswa di MTs Al Shohwah Tita Dwi Erlita; Septi Gumiandari
JURNAL EDUKASI NONFORMAL Vol 4 No 2 (2023): Jurnal Edukasi Nonformal
Publisher : Universitas Muhammadiyah Enrekang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keterampilan berbicara sangat penting dalam pembelajaran bahasa karena tanpa adanya latihan dalam ketrampilan berbicara, guru tidak bisa mengetahui sejauh mana seorang peserta didik dapat memahami dan mempraktekkan suatu bahasa terutama bahasa Arab. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemahiran siswa dalam keterampilan berbicara (maharah kalaam) bahasa Arab bagi siswa MTS AL SHOHWAH. Teknik reka cerita gambar yang digunakan dalam penelitian ini bertujuan untuk memandu dan memudahkan siswa dalam keterampilan berbicara dalam tema tertentu. Penelitian ini dilatar belakangi oleh siswa yang banyakmenemui kesulitan dalam berbicara maupun menghafal mufrodat karena teknik pembelajaran yang digunakan guru dalam mengajar keterampilan berbicara belum sesuai. Rancangan penelitian yang digunakan peneliti dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (IX). Penelitian tindakan kelas (IX) adalah penelitian yang dilakukan oleh guru dengan tujuan memperbaiki mutu praktik pembelajaran di kelasnya.. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas IX MTS AL SHOHWAH. Penelitian ini menggunakan sistem siklus yang tahapannya diadopsi dari Kemmis and Taggart yaitu (1) Perencanaan; (2) Pelaksanaan Tindakan; (3) Observasi (pengamatan); dan (4) Refleksi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kemahiran berbicara bahasa Arab siswa kelas IX MTS ALSHOHWAH baik dari aspek maupun hasil meningkat dengan media gambar dan menggunakan teknik reka cerita gambar. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya keterampilan berbicara peserta didik kelas IX Di Mts Al Shohwah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penerapan metode mereka cerita gambar dapat meningkatkan keterampilan berbicara pada peserta didik kelas IX Di Mts Al Shohwah. Jenis penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan kelas (Classroom Action Research). Penelitian ini dilaksanakan di Mts Al Shohwah. Subjek penelitian adalah peserta didik kelas IX sebanyak 20 peserta didik. Desain dalam penelitian ini menggunakan model Kurt Lewin yang terdiri dari 3 siklus. Setiap siklus dilaksanakan dalam tiga kali pertemuan. Teknik pengumpulan data dilakukan yaitu penilaian tes, dokumentasi, dan observasi. Penelitian ini menggunakan teknik analisi data data deskriptif kualitatif. Penelitian ini dilaksanakan menggunakan tiga siklus tiga kali pertemuan dalam satu siklusnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada siklus I keterampilan berbicara peserta didik memperoleh nilai rata-rata 70,13 dengan ketuntasan klasikal 45,16%, pada siklus II keterampilan berbicara memperoleh nilai rata-rata 72,80 dengan ketuntasan klasikal 70, , 96%, pada siklus III meningkat keterampilan berbicara peserta didik memperoleh nilai rata-rata 78,32 dengan ketuntasan klasikal 87,09%. Hal ini menunjukkan dari siklus I sampai siklus III rata-rata keterampilan berbicara peserta didik mengalami peningkatan dan dapat disimpulkan bahwa penerapan metode mereka cerita gambar dapat meningkatkan keterampilan berbicara siswa.
Analisis Kebijakan Pendidikan Dalam Mengaplikasikan Visi dan Misi di MTs Bina Taruna Jaya Medan Ahmad Mukhlasin; Risa Adela; Nadia Anggraini; Siti Fatimah Azzahro; Ilham Muhammad Fajar@gmail.com
JURNAL EDUKASI NONFORMAL Vol 4 No 2 (2023): Jurnal Edukasi Nonformal
Publisher : Universitas Muhammadiyah Enrekang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran manajemen kebijakan pendidikan dan untuk mengetahui peranan manajemen kebijakan pendidikan dalam mengaplikasikan visi dan misi. Serta memiliki kegunaan untuk berbagai pihak, baik itu dari pihak tempat penelitian maupun dari pihak peneliti sendiri. Pendidikan adalah bidang yang sangat penting bagi kehidupan manusia, pendidikan dapat mendorong meningkatkan kualitas manusia dalam bentuk meningkatnya kompetensi kognitif, afektif, maupun psikomotorik. Masalah yang dihadapi dalam upaya memperbaiki dan meningkatkan kualitas kehidupan sangat kompleks, banyak faktor yang harus dipertimbangkan karena pengaruhnya pada kehidupan manusia tidak dapat diabaikan, yang jelas disadari bahwa pendidikan merupakan salah satu faktor yang dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia suatu bangsa. Analisis kebijakan Pendidikan merupakan penelitian sosial terapan yang secara sistematis disusun dalam rangka mengetahui substansi dari kebijakan agar dapat diketahui secara jelas informasi mengenai masalahmasalah yang dijawab oleh kebijakan dan masalahmasalah yang mungkin timbul sebagai akibat dari penerapan kebijakan. Visi dan Misi merupakan tujuan atau arah utama, Maka bisa dikatakan misi adalah suatu proses atau tahapan yang seharusnya dilalui oleh suatu lembaga atau instansi atau organisasi dengan tujuan bisa mencapai visi tersebut Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif, yaitu penelitian yang dilakukan dengan melalui pengamatan dan mencari data secara langsung. Hasil dari penelitian ini menunjukkan yaitu, 1) Analisis Urgensi kebijakan pendidikan Menjadi pertimbangan yang saintifik, rasional dan objektif bagi semua pembuatan kebijakan. 2) Memungkinkan kebijakan didesain lebih sempurna guna mewujudkan tujuan berbangsa dan bernegara yakni mencerdaskan manusia Indonesia.
Konseling Individual Menggunakan Pendekatan Behavioristik Dengan Teknik Modelling Untuk Membantu Mengatasi Kenakalan Pada Remaja Dwi Agustia Kurnianingsih; Fakhirah Batubara; Wahyu Indah Sari; Yenti Arsini
JURNAL EDUKASI NONFORMAL Vol 4 No 2 (2023): Jurnal Edukasi Nonformal
Publisher : Universitas Muhammadiyah Enrekang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masa remaja merupakan masa yang dapat digambarkan sebagai masa peralihan, yaitu peralihan dari satu tahap perkembangan ke tahap perkembangan lainnya. Pada usia ini remaja mengembangkan ciri-ciri kepribadian, sikap dan perilaku yang selalu ingin tahu, bersemangat untuk merasakan dan mencoba hal-hal yang belum dilakukannya. Dalam penelitian ini digunakan metode tinjauan pustaka atau literatur review. Kajian studi literatur diambil dari berbagai sumber, antara lain majalah, buku, jurnal , internet, dan perpustakaan. Jenis penulisan yang digunakan adalah tinjauan pustaka yang berfokus pada penulisan temuan terkait topik penulisan.Teknik modeling ini berguna dalam konseling individu tentang kenakalan remaja karena ketika anak menginjak usia remaja, mereka akan lebih mudah menirunya. Keberhasilan teknik modeling terletak pada kemampuannya membantu siswa menghilangkan pikiran dan perilaku yang merugikan diri sendiri dan orang lain serta menggantinya dengan yang positif
Mengatasi Rasa Kecemasan Terhadap Kegagalan yang Menyebabkan Self Injury dengan Menggunakan Teknik Rebt: rational emotive behavioral theraphy Riska Aziza; Yenti Arisini; Siti Hajar; Nurhayati Harahap
JURNAL EDUKASI NONFORMAL Vol 4 No 2 (2023): Jurnal Edukasi Nonformal
Publisher : Universitas Muhammadiyah Enrekang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan artikel ini adalah untuk memberikan penjelasan penelitian mengenai efektivitas konseling REBT dalam mengurangi kecemasan dan ketakutan akan kegagalan. Siapapun bisa menderita kecemasan dan ketakutan akan kegagalan. Orang yang cemas sering kali merasa terlalu gugup dan memiliki ketakutan yang sangat kuat. Gejala fisik yang sering muncul antara lain sakit kepala, detak jantung cepat, kelelahan, susah tidur, dan gelisah. Mereka sering khawatir tentang berbagai potensi masalah, sulit fokus, dan kesulitan membuat penilaian. Oleh karena itu, konseling sangat penting dalam memerangi kekhawatiran yang berlebihan.Kecemasan dan ketakutan sering kali disebabkan oleh pemikiran logis yang meresahkan. Tujuan dari pendekatan terapi REBT adalah mengubah pola pikir logis menjadi lebih rasional dengan mengatasi masalah emosional, kognitif, dan perilaku. Untuk membantu masyarakat mengembangkan diri mereka dengan lebih baik, tujuan utama REBT adalah memperbaiki dan mengubah pemikiran irasional dan irasional menjadi proses berpikir yang lebih rasional dan logis.Temuan penelitian secara konsisten menunjukkan efek menguntungkan dari konseling REBT dalam menurunkan kecemasan dan ketakutan yang mengarah pada cedera fisik. Hal ini ditunjukkan dengan mengubah cara berpikir klien menjadi lebih logis sehingga perilaku dan emosi klien dapat berkembang lebih sukses dan optimal.
Pengembangan Program Teknik Konseling Empati untuk Meningkatkan Keterampilan Sosial pada Siswa Yenti Arsini; Yola Noperiyanti; Destya Aulia; Syahvira Rachman
JURNAL EDUKASI NONFORMAL Vol 4 No 2 (2023): Jurnal Edukasi Nonformal
Publisher : Universitas Muhammadiyah Enrekang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sebagai makhluk sosial, siswa harus saling mendukung dalam berinteraksi dengan orang lain. Salah satu cara mereka dapat melakukan hal ini adalah dengan menunjukkan sikap prososial, yang akan membina hubungan positif dengan teman sebaya. Penelitian ini akan memanfaatkan layanan bimbingan kelompok yang merupakan salah satu jenis bimbingan dan konseling dalam upaya meningkatkan sikap prososial siswa. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menciptakan model bimbingan kelompok yang berguna untuk menumbuhkan sikap prososial pada siswa. Purposive sampling digunakan untuk menentukan populasi penelitian yaitu seluruh siswa pada satu sekolah, dengan desain quasi eksperimen dua kelompok pretest-posttest pada siswa SMA. Instrumen untuk pengumpulan data prososial digunakan. Uji statistik Independent Sample T-Test digunakan dalam teknik analisis data untuk menguji data prososial siswa baik sebelum maupun sesudah penerapan model bimbingan kelompok.
Penggunaan Keterampilan Refleksi dalam Meningkatkan Hubungan Konselor-Klien Indri Ariani; Raisya Nafilah Lubis; Salsabila Henrita Sari; Yenti Arsini
JURNAL EDUKASI NONFORMAL Vol 4 No 2 (2023): Jurnal Edukasi Nonformal
Publisher : Universitas Muhammadiyah Enrekang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keterampilan refleksi adalah kemampuan keterampilan untuk memantulkan kembali kepada konseli tentang perasaan, pikiran dan pengalaman konseli sebagai hasil pengamatan terhadap perilaku verbal dan non-verbalnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penggunaan keterampilan refleksi dalam meningkatkan hubungan konselor-klien. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kepustakaan yaitu penelitian yang di laksanakan dengan cara membaca, menelaah dan mencatat berbagi literatur atau bahan bacaan yang sesuai dengan pokok bahasan, kemudian disaring dan dituangkan dalam kerangka pemikiran secara teoritis. Merefleksi klien merupakan suatu teknik yang ampuh, karena melalui tindakan keterampilan tersebut akan terwujud suasana keakraban dan sekaligus pemberian empati dari konselor kepada klien. Esensi dari keterampilan ini adalah untuk mendorong dan merangsang klien agar dapat mengekspresikan bagaimana perasaan tentang situasi yang sedang dialami. Ada tiga jenis refleksi (1) Refleksi Perasaan (Refleksi Pikiran (3) Refleksi Pengalaman. Teknik ini dapat meningkatkan hubungan konselor-klien dengan cara membantu klien untuk lebih memahami dirinya sendiri dan mengembangkan kesadaran diri. Teknik refleksi dapat membantu konselor untuk membangun hubungan yang lebih baik dengan klien, karena konselor menunjukkan bahwa ia benar-benar memahami perasaan dan pengalaman klien.