cover
Contact Name
Deasy Sylvia Sari
Contact Email
redaksi.padjir@unpad.ac.id
Phone
+6285222251435
Journal Mail Official
redaksi.padjir@unpad.ac.id
Editorial Address
Program Studi Hubungan Internasional Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Padjadjaran Jln. Ir Soekarno, KM. 21, Jatinangor Sumedang, 45363
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Padjadjaran Journal of International Relations
ISSN : -     EISSN : 26848082     DOI : https://doi.org/10.24198/padjir.v1i1
Core Subject : Humanities, Social,
Politik Global, Ekonomi Politik Global, Organisasi dan Kerjasama Internasional, Tata Kelola Global dan Hukum Internasional, Diplomasi, Kebijakan Luar Negeri, dan Studi Keamanan, Gender dan Feminisme, serta Studi Budaya.
Articles 15 Documents
Search results for , issue "Vol 6, No 2 (2024)" : 15 Documents clear
Advokasi dalam Diplomasi Publik Indonesia mengenai Perdamaian pada Konflik Rusia-Ukraina 2022 Nurdin, Nayottama Syauqilhaq; Purnama, Chandra; Mubarok, Kiagus Zaenal
Padjadjaran Journal of International Relations Vol 6, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/padjir.v6i1.52758

Abstract

Konflik Rusia-Ukraina yang mengalami eskalasi di tahun 2022 memberi dampak bagi banyak negara, termasuk Indonesia. Sebagai salah satu negara yang menjunjung tinggi perdamaian dan merupakan negara sahabat kedua pihak, kontribusi sebagai fasilitator perdamaian menciptakan tantangan bagi diplomasi negara. Penelitian ini dilakukan dengan menganalisis konsep advokasi dalam diplomasi publik milik Cull (2009) mengenai nilai perdamaian Indonesia pada konteks konflik yang terjadi. Kajian kualitatif terhadap metode, aspek informasi, dan elemen advokasi dilakukan terhadap arsip resmi informasi publik Pemerintah RI. Wawancara juga dilakukan terhadap perwakilan Kementerian Luar Negeri RI. Hasil penelitian menunjukkan keberadaan advokasi dalam diplomasi publik Indonesia mengenai perdamaian dalam bentuk aktivitas media sosial, penyampaian dan publikasi pers, serta penyampaian pernyataan strategis melalui jejaring dan forum diplomatik Indonesia. Aspek informasi advokasi Indonesia kemudian menunjukkan adanya penentuan tujuan yang jelas, pemilihan audiens yang hati-hati, dan pemilihan penyampai pesan yang kredibel. Karakteristik advokasi dalam diplomasi publik Indonesia juga ditemukan memiliki jangka waktu konseptual yang singkat, memiliki laju Informasi dengan arah dari dalam ke luar, dilakukan menggunakan infrastruktur pemerintahan, dan keterpercayaan Informasi advokasi yang ditunjukkan melalui kedekatan penyampaiannya dengan badan Pemerintah.The escalation of Russia-Ukraine conflict in 2022 had significant repercussions for numerous states, including Indonesia. As a nation that upholds peace and maintains friendly ties with both parties, the role of peace facilitator posed as a challenge for Indonesia's diplomacy. This research aimed to analyze Cull’concept of advocacy in public diplomacy (2009), that discuss Indonesia's peace values in the conflict. A qualitative study of methods, informational aspects, and elements of advocacy was conducted based on the official public information archives of the Indonesian government. Interviews were also carried out with representatives from Ministry of Foreign Affairs. Research findings revealed the existence of advocacy in Indonesia's public diplomacy regarding peace, in social media activities, publication of press releases, and strategic dissemination of statements through Indonesian diplomatic networks. The informational aspects of Indonesia's advocacy indicated a clear goal setting, careful audience selection, and choices of credible messengers. Characteristics of advocacy in Indonesia's public diplomacy were found to have a short conceptual time frame, an outward information flow, utilization of government infrastructure, and the credibility of advocacy information based on its proximity to government bodies.
Strategi Diplomasi Budaya Indonesia melalui Program Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing di Australia Periode 2018-2022 Kardinal, Gloria Theodora; Purnama, Chandra
Padjadjaran Journal of International Relations Vol 6, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/padjir.v6i2.49274

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan memahami praktik diplomasi budaya Indonesia melalui program Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) di Australia. Saat ini Indonesia menghadapi tantangan terkait penurunan minat warga Australia untuk belajar bahasa Indonesia. Terlebih, selama kurun 2018-2022, semua negara mengalami perubahan tatanan dunia baru akibat pandemi COVID-19. Untuk tujuan itu digunakan konsep strategi diplomasi budaya oleh Patricia Goff, yaitu koneksi, konsistensi, dan inovasi. Penelitian ini juga  menerapkan metode penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data wawancara, dokumentasi, dan studi pustaka. Hasil penelitian  menunjukkan bahwa diplomasi budaya Indonesia melalui program BIPA di Australia telah menerapkan tiga strategi diplomasi budaya menurut Patricia Goff. This research aims to identify and understand the practice of Indonesian cultural diplomacy through the Indonesian Language for Foreign Speakers (BIPA) program in Australia. Currently, Indonesia is facing challenges related to the declining interest of the Australian. Moreover, during the 2018-2022 period, all countries have experienced changes to the new world order as a result of the COVID-19 pandemic. This research uses the cultural diplomacy concept by Patricia Goff, namely connection, consistency, and innovation. This research uses qualitative research methods with data collection techniques of interviews, documentations, and literature studies. The results of this research indicate that Indonesian cultural diplomacy through the BIPA program in Australia has implemented the three cultural diplomacy strategies according to Patricia Goff.
Blue Economy Sebagai Basis Strategi Kebijakan Ekspor Industri Perikanan Indonesia di Kawasan Asia Tenggara Khairunisaa, Selsya Shafa; Putri, Astricta Amalia; Sari, Deasy Silvya
Padjadjaran Journal of International Relations Vol 6, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/padjir.v6i2.54415

Abstract

Sebagai negara maritim, Indonesia dapat memperkuat ekonominya melalui sektor perikanan dengan menerapkan kerangka ekonomi biru.. Penelitian ini menyoroti empat aspek penting dalam kebijakan ekspor perikanan berbasis ekonomi biru: (1) inovasi dan teknologi, (2) keberlanjutan ekosistem dan lingkungan, (3) dukungan bagi nelayan dan petani ikan, serta (4) penelitian dan pengembangan. Dengan menggunakan pendekatan studi kasus kualitatif dan data sekunder, penelitian ini menunjukkan bahwa aspek-aspek tersebut telah dimasukkan ke dalam strategi ekspor perikanan Indonesia. Namun, fokus pada kawasan Asia Tenggara masih terbatas, dan diperlukan advokasi serta kolaborasi lebih lanjut untuk meningkatkan implementasi kebijakan dan memberikan manfaat bagi semua pelaku ekonomi.As a maritime nation, Indonesia can bolster its economy through the fisheries sector by implementing the blue economy framework. This study highlights four key aspects crucial to fisheries export policies based on the blue economy: (1) innovation and technology, (2) ecosystem and environmental sustainability, (3) support for fishermen and fish farmers, and (4) research and development. Using a qualitative case study approach with secondary data, the research shows that these aspects have been incorporated into Indonesia’s fisheries export strategies. However, the focus on Southeast Asia remains limited, and further advocacy and collaboration are needed to enhance policy implementation and benefit all economic actors.
Perumusan Kebijakan Luar Negeri Inggris terhadap Ukraina mengenai Bantuan Kemanusiaan Rexlin, Novarezta; Jatmika, Muhammad Indrawan
Padjadjaran Journal of International Relations Vol 6, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/padjir.v6i2.52382

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk memahami secara mendalam tentang bagaimana norma internasional menjadi nilai dasar dalam perumusan kebijakan luar negeri oleh pemerintah Inggris terhadap Ukraina, khususnya dalam merespons invasi yang dilakukan oleh Rusia. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif yang bersifat deskriptif. Pendekatan ini memungkinkan kami untuk memahami secara mendalam mengenai faktorfaktor domestik yang mempengaruhi kebijakan luar negeri Inggris terkait Ukraina. Teknik pengumpulan data yang digunakan melibatkan studi pustaka dan dokumentasi. Kami melakukan analisis data dengan mengumpulkan, mengklasifikasikan, dan menyajikan data dalam berbagai bentuk, seperti bagan, flowchart, teks, dan narasi. Dalam menganalisis penelitian ini, kami menggunakan pendekatan domestic level of analysis dan memahami konsep Bantuan Luar Negeri sebagai salah satu alat kebijakan luar negeri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi kebijakan bantuan kemanusiaan Inggris terhadap Ukraina dipengaruhi oleh berbagai aktor politik domestik, termasuk Birokrat, Badan Legislatif, MIC (Military-Industrial Complex), Kelompok Kepentingan, Partai Politik, dan Opini Publik. Keputusan untuk mendukung dan memberlakukan kebijakan bantuan kemanusiaan kepada Ukraina didasarkan pada nilai-nilai kemanusiaan, pertahanan kedaulatan, hak demokrasi, dan perdamaian. Sudut pandang dan aksi dari aktor-aktor tersebut memainkan peran kunci dalam membentuk kebijakan luar negeri Inggris terkait Ukraina, dan keputusan implementasi kebijakan bantuan kemanusiaan diambil dengan mempertimbangkan faktor-faktor tersebut.The main objective of this research is to understand in depth how international norms become basic values in the formulation of foreign policy by the British government towards Ukraine, especially in responding to the invasion carried out by Russia. The research method used is a descriptive qualitative approach. This approach allows us to deeply understand the domestic factors that influence British foreign policy towards Ukraine. The data collection techniques used involve literature and documentation studies. We conduct data analysis by collecting, classifying, and presenting data in various forms, such as charts, flowcharts, texts, and narratives. In analyzing this study, we use the domestic level of analysis approach and understand the concept of Foreign Aid as one of the foreign policy tools. The study results show that the implementation of British humanitarian aid policy towards Ukraine is influenced by various domestic political actors, including Bureaucrats, Legislative Bodies, MIC (Military-Industrial Complex), Interest Groups, Political Parties, and Public Opinion. The decision to support and implement humanitarian aid policies to Ukraine is based on humanitarian values, defense of sovereignty, democratic rights, and peace. The perspectives and actions of these actors play a key role in shaping UK foreign policy towards Ukraine, and decisions on the implementation of humanitarian aid policy are taken with these factors in mind.
Diplomasi Publik Indonesia dalam Meningkatkan Wisatawan Mancanegara ke Candi Borobudur Atikah, Najwa Wahyu; Nugrahaningsih, Nurfitri; Alunaza, Hardi; Efriani, Efriani
Padjadjaran Journal of International Relations Vol 6, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/padjir.v6i2.53708

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan terjadinya fenomena penurunan wisatawan ke Candi Borobudur pada tahun 2020-2022. Pemerintah Indonesia mencoba untuk menerapkan strategi diplomasi publik untuk meningkatkan wisatawan mancanegara ke Candi Borobudur. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pengumpulan data melalui studi literatur terhadap sejumlah jurnal, artikel, website, buku dan wawancara yang menjadi sumber utama dalam rujukannya. Kerangka teoretik yang digunakan yaitu Teori Diplomasi Publik. Penelitian ini menemukan bahwa penggunaan bentuk diplomasi publik Indonesia memiliki potensi dalam mendukung keberhasilan bagi peningkatan wisatawan ke Candi Borobudur. Upaya diplomasi publik dalam meningkatkan wisatawan ke Candi Borobudur yakni dengan menerapkan momentum pandemi Covid-19 menjadi regulasi positif bagi sektor pariwisata dengan wisata berkualitas sebagai sudut pandang baru bagi sektor pariwisata Indonesia.The purpose of this study is to describe the phenomenon of the decline in tourists to Borobudur Temple in 2020-2022. The Indonesian government is trying to implement a public diplomacy strategy to increase foreign tourists to Borobudur Temple. This study uses a qualitative method with data collection through literature studies of several journals, articles, websites, books, and interviews which are the main sources in its references. The theoretical framework used is the Theory of Public Diplomacy. This study found that the use of Indonesian public diplomacy has the potential to support the success of increasing tourists to Borobudur Temple. Public diplomacy efforts to increase tourists to Borobudur Temple, namely by applying the momentum of the Covid-19 pandemic as a positive regulation for the tourism sector with quality tourism as a new perspective for the Indonesian tourism sector.
Melindungi Nadi Bangsa: Upaya Indonesia dalam Mencapai Keamanan Maritim dan Keberlanjutan pada Tataran Global Alfi, Raihan; Manullang, Abel Josafat
Padjadjaran Journal of International Relations Vol 6, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/padjir.v6i2.49655

Abstract

Sebagai negara kepulauan, laut mempunyai peranan penting dalam kepentingan nasional Indonesia. Sistem internasional yang dinamis dan terus mengglobal mendorong Indonesia untuk mempertimbangkan berbagai persoalan seputar kelautannya. Dengan menggunakan data primer dan sekunder melalui metode penelitian kualitatif, artikel ini membahas tiga topik pembahasan. Pertama, posisi domain maritim dalam kepentingan nasional Indonesia. Dalam hal ini, Indonesia sangat mementingkan hal tersebut karena laut tidak hanya bagian penting dari negara, namun juga memberikan banyak peluang strategis bagi Indonesia. Mengingat pentingnya domain maritim, disajikan juga identifikasi ancaman terhadap keamanan maritim Indonesia. Dalam sistem internasional yang sedang mengglobal, ancaman tidak hanya datang dari sumber-sumber tradisional, namun sumber-sumber non-tradisional yang semakin menonjol seperti ancaman kejahatan transnasional serta kekhawatiran terhadap pemanfaatan laut yang berkelanjutan. Terakhir, dalam mengatasi ancaman yang muncul, Indonesia melakukan berbagai upaya domestik dan multilateral. Mulai dari mengembangkan pandangan sendiri terhadap kelautan, bergabung dengan kerangka multilateral di panggung internasional hingga mematuhi rezim internasional yang relevan seperti Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (khususnya SDG 14). As an archipelagic country, the sea plays an important role in Indonesia's national interests. The dynamic and increasingly global international system encourages Indonesia to consider various issues surrounding its seas. This research uses primary and secondary data through qualitative research methods. This article discusses three topics of discussion. First, the position of the maritime domain in Indonesia's national interests. In this case, Indonesia places great importance on this because the sea is an important part of the country and provides many strategic opportunities for Indonesia. Given the importance of the maritime domain, an identification of threats to Indonesia's maritime security is also presented. In the globalizing international system, threats come not only from traditional sources but also non-traditional sources that are increasingly prominent, such as the threat of transnational crime and concerns about sustainable use of the sea. Finally, Indonesia has made various domestic and multilateral efforts to address emerging threats. Starting from developing its view of the sea, joining multilateral frameworks on the international stage to complying with relevant international regimes such as the Sustainable Development Goals (especially SDG 14).
Diplomasi Panda menjadi Tali Hubungan ChinaAustralia dalam Upaya Perlindungan Koala Kurniawati, Rhisma; Kartikasari, Wahyuni
Padjadjaran Journal of International Relations Vol 6, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/padjir.v6i2.48769

Abstract

Penelitian ini membahas mengenai kajian diplomasi hewan dalam hubungan internasional. Dengan fokus penelitian pada diplomasi panda milik China dan diplomasi koala milik Austalia. China telah menerapkan diplomasi Panda terlebih dahulu yang kemudian disusul oleh Australia yang juga menerapkan diplomasi Koala. Keduanya sama-sama memiliki ancaman yang sama yaitu mengenai kepunahan satwa ikonik mereka. Yang cukup menarik perhatian mengenai China yang juga menjadi salah satu tujuan dari diplomasi koala. Melihat dari masalah tersebut muncul pertanyaan Mengapa China yang harus dipilih oleh Australia? Tulisan ini bertujuan untuk mengetahui lebih jauh mengenai alasan China yang seharusnya menjadi mitra Australia kaitannya dalam upaya perlindungan Koala. Untuk menjawab pertanyaan tersebut peneliti menggunakan teori Konstruktivisme dan didukung dengan metode kualitatif dari data yang berasal dari data sekunder. Dari data yang telah dikumpulkan terdapat penemuan mengenai keberhasilan China dalam berdiplomasi dan mempertahankan panda. Di sisi lain, China juga menjadi habitat kedua bagi Koala. Sehingga Australia harus menjalin hubungan kerja sama dengan China sebagai upaya pencegahan kepunahan koala.This study discusses the study of animal diplomacy in international relations. With a focus on China's panda diplomacy and Australia's koala diplomacy. China has implemented Panda diplomacy first, followed by Australia, which also implements Koala diplomacy. Both have the same threat, namely the extinction of their iconic animals. What is quite interesting is that China is also one of the goals of koala diplomacy. Looking at these problems, the question arises: Why should China be chosen by Australia? This paper aims to find out more about the reasons why China should be Australia's partner in relation to Koala protection efforts. To answer this question, the researcher uses the theory of Constructivism and is supported by a qualitative method from data derived from secondary data. From the data that has been collected, there are findings about China's success in diplomacy and defending pandas. On the other hand, China is also a second habitat for koalas. So Australia must establish a cooperative relationship with China as an effort to prevent koala extinction.
Diplomasi Budaya Indonesia terhadap Vietnam melalui Program Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) Wulandari, Annisa Eka; Konety, Neneng
Padjadjaran Journal of International Relations Vol 6, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/padjir.v6i2.54601

Abstract

Riset ini bertujuan mendeskripsikan pelaksanaan diplomasi budaya Indonesia terhadap Vietnam melalui Program Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA). Periset menggunakan metode kualitatif dan melakukan pengumpulan data berbasis dokumen dan internet. Konsep yang digunakan dalam penelitian ini adalah implementasi diplomasi budaya melalui pengajaran bahasa yang dikemukakan oleh Pajtinka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) merupakan instrumen Indonesia dalam melaksanakan diplomasi budaya terhadap Vietnam. Indonesia melakukan diplomasi budaya melalui program BIPA, salah satunya dengan cara mengirimkan pengajar BIPA ke Vietnam.This research aims to describe the implementation of Indonesian cultural diplomacy towards Vietnam through the Indonesian Language Program for Foreign Speakers (BIPA). Researchers used qualitative methods and collected data based on documents and the internet. The concept used in this research is the implementation of cultural diplomacy through language teaching proposed by Pajtinka. The research results show that the Indonesian Language for Foreign Speakers (BIPA) program is Indonesia's instrument in implementing cultural diplomacy towards Vietnam. Indonesia carries out cultural diplomacy through the BIPA program, one of which is by sending BIPA teachers to Vietnam.
Strategi Diplomasi Qatar dalam Kesepakatan Pertukaran Tawanan antara Hamas-Israel pada November 2023 Khair, Aulia Ul; Yulianti, Dina; Dermawan, Windy
Padjadjaran Journal of International Relations Vol 6, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/padjir.v6i2.56646

Abstract

Perang antara Israel dan milisi-milisi perlawanan Gaza, yang dipimpin oleh Hamas, sejak Oktober 2023 telah melibatkan keberadaan tawanan, baik dari pihak Israel maupun Palestina. Artikel ini membahas strategi diplomasi Qatar dalam kesepakatan pertukaran tawanan sebagai salah satu bagian dari persetujuan gencatan senjata empat hari yang dijalin antara Hamas dan Israel pada November 2023. Tercapainya kesepakatan gencatan senjata, termasuk di dalamnya pertukaran sandera, merupakan hasil dari kebijakan luar negeri Qatar yang memosisikan diri sebagai middle power yang netral. Dalam upaya menjalin gencatan senjata ini, Qatar telah menggunakan niche diplomacy sebagai instrumen kebijakan luar negerinya. Riset ini dilakukan dengan metode kualitatif dan menemukan bahwa dalam kasus ini Qatar telah melakukan niche diplomacy dengan sejumlah strategi, yaitu conciliating builder, bridging builder dan integrating builder.The war between Israel and Gaza resistance militias, led by Hamas, since October 2023 has involved the presence of prisoners, both from the Israeli and Palestinian sides. This article discusses Qatar's diplomatic strategy in the prisoner exchange agreement as part of the four-day ceasefire agreement between Hamas and Israel in November 2023. The achievement of the ceasefire agreement, including the exchange of hostages, is the result of Qatar's foreign policy, which positions it as a neutral middle power. To establish this ceasefire, Qatar has used niche diplomacy as an instrument of its foreign policy. This research was conducted using a qualitative method and found that Qatar has carried out niche diplomacy with several strategies, namely conciliating builder, bridging builder and integrating builder.
Kerja Sama Indonesia dan Jerman: Studi tentang Regulasi terkait Program Ausbildung di Indonesia Laoli, Rosania; Aditiany, Savitri
Padjadjaran Journal of International Relations Vol 6, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/padjir.v6i2.55777

Abstract

Indonesia menghadapi tantangan ketenagakerjaan meskipun memiliki bonus demografi yang signifikan, terutama karena rendahnya produktivitas lulusan dan ketidaksesuaian antara keterampilan tenaga kerja dengan kebutuhan industri. Program Ausbildung, inisiatif pendidikan vokasi dan pelatihan industri hasil kerja sama Indonesia-Jerman, menawarkan solusi potensial, khususnya di sektor keperawatan dan perhotelan. Penelitian ini menganalisis kebijakan dan kerja sama yang diperlukan untuk mengoptimalkan manfaat Ausbildung. Dengan menggunakan metode kualitatif, studi ini menemukan bahwa Indonesia dapat menerima manfaat dari Ausbildung kolaborasi lebih erat antara pemerintah, institusi pendidikan, dan industri. Penelitian ini menekankan pentingnya kerja sama internasional guna meningkatkan daya saing tenaga kerja Indonesia. Indonesia faces employment challenges despite having a significant demographic advantage, mainly due to the low productivity of school graduates and a mismatch between workforce skills and industry needs. The Ausbildung program, a vocational education and industrial training initiative from Indonesian-German cooperation, offers a potential solution, particularly in sectors like nursing and hospitality. This research analyzes the necessary policies and cooperation needed to optimize Ausbildung’s benefits. By using qualitative methods, including interviews and literature review, the study finds that Indonesia benefits from Ausbildung with closer collaboration between the government, educational institutions, and industry. The research underscores the crucial role of international cooperation and effective policies in enhancing the competitiveness of Indonesia’s workforce.

Page 1 of 2 | Total Record : 15