cover
Contact Name
Andriyansah
Contact Email
andri@ecampus.ut.ac.id
Phone
+6281317682939
Journal Mail Official
andri@ecampus.ut.ac.id
Editorial Address
Universitas Terbuka, Jl. Cabe Raya Pondok Cabe, Pamulang, Tangerang Selatan, Banten 15418
Location
Kota tangerang selatan,
Banten
INDONESIA
Diseminasi : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Published by Universitas Terbuka
ISSN : 26552175     EISSN : 26552221     DOI : 10.33830/diseminasiabdimas
Core Subject :
Diseminasi : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat registered with ISSN (Online): 2655-2221 and ISSN (Print): 2655-2175, is a media to disseminate the conceptual thoughts or ideas and research results that have been achieved in the area of community services. Diseminasi, particularly focuses on the main problems in the development of the sciences of community services areas as follows: Social Education Science Sports Languages Business and Economy Engineering and Vocational Arts others
Arjuna Subject : -
Articles 17 Documents
Search results for , issue "Vol. 4 No. 1A (2022)" : 17 Documents clear
OPTIMASI PENGGUNAAN MICROSOFT OFFICE UNTUK GURU DI SMPN 2 PAKUHAJI KABUPATEN TANGERANG: Indonesia Erman Arif; Andri Suryadi; Dian Nurdiana; Eka Julianti; Dian Nursantika
Diseminasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1A (2022)
Publisher : Pusat Pengabdian kepada Masyarakat- LPPM Universitas Terbuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33830/diseminasiabdimas.v4i1A.2225

Abstract

Along with the development of technology that is felt to be very fast and rapid, humans' demands to adapt to technology are also very high. One of the technological developments that are useful and widely used in daily work is Microsoft Office (word, excel, and PowerPoint. Microsoft office is one of the tools that teachers at school must use. The teachers at SMPN 2 Pakuhaji can already use Microsoft Office, but its use is still very lacking or not optimal. Seeing this condition, the Information Systems Study Program community service team wants to participate and play a direct role in helping SMPN 2 Pakuhaji improve the ability to use Microsoft office. This community service is carried out for three days and conducted online. The material was given from the Open University campus, while the recipient of the material was at SMPN 2 Pakuhaji, Tangerang Regency. At the end of this community activity, an evaluation was carried out through a questionnaire to the participants and the results of community service activities. This community has an assessment of 87.61% or can be said to be very good. Seiring dengan perkembangan teknologi yang dirasakan sangat cepat dan pesat, maka tuntutan manusia untuk dapat beradaptasi terhadap teknologi juga sangat tinggi. Salah satu perkembangan teknologi yang berguna dan banyak digunakan dalam pekerjaan sehari-hari adalah Microsoft Office (Word, Excel, dan PowerPoint. Microsoft office menjadi salah satu tools yang wajib digunakan oleh guru-guru disekolah. Pada saat ini guru-guru di SMPN 2 Pakuhaji sudah dapat menggunakan Microsoft office tersebut namun penggunaannya masih sangat kurang atau belum maksimal. Melihat kondisi tersebut, maka tim pengabdian kepada masyarakat Program Studi Sistem Informasi yang ingin berpartisipasi dan berperan langsung membantu SMPN 2 Pakuhaji dalam meningkatkan kemampuan penggunaan Microsoft Office. Pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan selama tiga hari dan dilakukan secara online. Pemberian materi dilaksanakan dari kampus Universitas Terbuka, sedangkan penerima materi dilakukan di sekolah SMPN 2 Pakuhaji Kabupaten Tangerang. Pada akhir kegiatan kepada masyarakat ini dilakukan evaluasi melalui angket kepada para peserta dan hasil dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini memiliki penilaian sebesar 87,61% atau dapat dikatakan sangat baik sekali.
PENINGKATAN PEREKONOMIAN MASYARAKAT MELALUI INDUSTRI PARIWISATA DI DESA WATES JAYA KECAMATAN CIGOMBONG KABUPATEN BOGOR Adhi Susilo; Ulul Hidayah; Erika Pradana Putri; Andy Mulyana
Diseminasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1A (2022)
Publisher : Pusat Pengabdian kepada Masyarakat- LPPM Universitas Terbuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33830/diseminasiabdimas.v4i1A.2950

Abstract

Ciwaluh Sub-Village, Wates Jaya Village, Cigombong District, Bogor Regency, West Java Province has good tourism potential, but the local community is not aware of this. Based on the problems mentioned above, community empowerment efforts are needed through community service programs in Ciwaluh Tourism Village so that they can support the slogan of Bogor Regency as a tourist city. The goal is to create a tourism village development. Training, mentoring, and implementation are carried out for 6 months from May to October 2021. Meanwhile, the partner for cooperation in the implementation of community service is the Ciwaluh Village Tourism Group, Wates Jaya Village, Cigombong District, Bogor Regency. The objectives of Community Service activities in Ciwaluh Tourism Village are: (1) Developing tourism potential through participatory planning; (2) Creating institutional governance; (3) Increasing human resource capacity; (4) Making tourism facilities in Ciwaluh village; and (5 ) The establishment of coffee agribusiness in the Ciwaluh tourist area. The method used is the analysis of tourist attraction, analysis of tourism supporters, analysis of local communities. The physical targets that have been achieved from this community service activity are optimizing tourism potential, both natural scenery and water tourism by making directions to tourist attractions, adding spots for selfies, building camping ground (campgrounds) and local coffee seed centers. The non-physical target of this activity is to increase awareness and active participation of the Ciwaluh tourist village community. Kampung Ciwaluh, Desa Wates Jaya Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor Propinsi Jawa Barat memiliki potensi wisata yang baik, tetapi masyarakat setempat belum menyadari hal ini. Berdasarkan permasalahan tersebut di atas maka di perlukan upaya Pemberdayaan masyarakat melalui program pengabdian kepada masyarakat di Desa Wisata Ciwaluh sehingga dapat mendukung slogan kabupaten Bogor sebagai kota wisata. Tujuannya yaitu terciptanya pengembangan desa wisata. Pelatihan, pendampingan, dan implentasi dilaksanakan selama 6 bulan dari Mei sampai dengan Oktober 2021. Sedangkan Mitra kerjasama dalam pelaksanaan abdimas adalah Kelompok Wisata Kampung Ciwaluh Desa Wates Jaya Kecamatan Cigombong Kabupaten Bogor. Tujuan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat di Kampung Wisata Ciwaluh adalah: (1) Pengembangan potensi wisata melalui perencanaan partisipatif; (2) Terciptanya tata kelola kelembagaan; (3) Peningkatan kapasitas sumber daya manusia; (4) Membuat kelengkapan wisata di desa Ciwaluh; dan (5) Terbentuknya agribisnis kopi di daerah wisata Ciwaluh. Metode yang digunakan adalah analisis daya tarik objek wisata, analisis pendukung pariwisata, analisis masyarakat setempat. Target fisik yang telah dicapai dari kegiatan abdimas ini adalah optimalisasi potensi wisata baik wisata pemandangan alam maupun wisata air dengan dibuatnya penunjuk arah menuju tempat wisata, penambahan spot untuk swafoto, terbangunnya camping ground (bumi perkemahan) dan pusat bibit kopi lokal. Target non fisik dari kegiatan ini adalah kesadaran dan partisipasi aktif masyarakat kampung wisata Ciwaluh meningkat.
BIDIK LAHAN SEMPIT DESA CILEBUT JADI INDAH PRODUKTIF MELALUI PEMANFAATAN TEKNOLOGI VERTIKULTUR HIDROPONIK Dem Vi Sara; Enang Rusyana; Arina Rubyasih; Sukma Wahyu Wijayanti
Diseminasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1A (2022)
Publisher : Pusat Pengabdian kepada Masyarakat- LPPM Universitas Terbuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33830/diseminasiabdimas.v4i1A.2951

Abstract

Lahan pertanian terutama di wilayah perkotaan dan pinggiran kota, saat ini banyak yang beralih fungsi menjadi daerah pemukiman. Desa Cilebut Barat yang berada di pinggiran kota Bogor Kabupaten Bogor pun tak luput dari imbas pesat dan masifnya urbanisasi. Wilayah ini mengalami alih fungsi lahan yang tak terbendung dari degradasi lahan pertanian menjadi pemukiman. Daerah perumahan yang dibangun, dipaksakan untuk menampung lonjakan pendatang, sehingga area terbuka untuk luasan tanaman dan serapan air hujan semakin sempit. Betonisasi jalan komplek menyebabkan desa Cilebut Barat sering mengalami banjir saat musim hujan dan kekeringan saat musim kemarau. Suasana lingkungan perumahan terkesan gersang dan tidak segar karena sangat kurangnya area penghijauan. Data desa menunjukkan bahwa sebagian besar warga desa adalah pensiunan pegawai, ibu rumah tangga, dan profesi lepas lain yang masih kesulitan memenuhi kebutuhan primer hidupnya. Mereka sangat mengidamkan lingkungan yang asri dan produktif, tetapi terkendala dengan pengetahuan, biaya dan lahan yang sempit terbatas. Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Universitas Terbuka Bogor tertantang untuk membantu memberi alternatif solusi menciptakan lingkungan yang asri, sekaligus mengembangkan kegiatan berestetika, sehat, dan produktif. Program yang ditawarkan adalah edukasi, pendampingan pelatihan, dan praktik memanfaatkan teknologi vertikultur hidroponik pada lahan sempit pekarangan. Vertikultur hidroponik adalah sistem tanam dengan media air di dalam wadah/paralon yang disusun/dirakit secara vertikal atau bertingkat pada lahan terbatas. Tanaman yang direkomendasikan adalah tanaman pangan sayuran karena dapat dijadikan sebagai bagian dari gaya hidup (life style) dalam memenuhi kebutuhan pangan keluarga. Kegiatan dilaksanakan di lingkungan RT 07/RW 09 pada bulan September-Oktober 2020 dengan peserta sejumlah 48 orang warga desa. Kebermanfaatan program terlihat dari peningkatan pengetahuan, keterampilan, aktivitas sosial kebersamaan warga desa dalam menciptakan lingkungan hijau, indah, kreatif yang berpotensi menopang kehidupan ekonomi sehari-hari.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM UPAYA PENCEGAHAN PENYEBARAN COVID-19 DENGAN PENERAPAN TEKNOLOGI TEPAT GUNA DI AREA BERMAIN BALITA LINGKUNGAN RW 014 KELURAHAN SERUA, CIPUTAT Heriani Heriani; Trini Prastati; Rahmad Purnama; Tutisiana Silawati; Faizal Madya; Alfiatun Ni mah
Diseminasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1A (2022)
Publisher : Pusat Pengabdian kepada Masyarakat- LPPM Universitas Terbuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33830/diseminasiabdimas.v4i1A.2968

Abstract

Memasuki era Kebiasaan Baru (New normal) ini, aktivitas masyarakat perlahan kembali seperti sebelum pandemi dengan syarat protokol kesehatan harus selalu diperhatikan, dijalankan, dan ditaati. Para balita yang sudah mulai bosan bermain di dalam rumah, ingin bermain di luar rumah. Namun lingkungan pemukiman rumah belum mendukung dikarenaka tidak tersedia arena bermain yang dapat menjadi wahana bagi balita untuk bermain sambil belajar, belajar bergaul dengan kawan sebaya, belajar berinteraksi dengan kawan sebaya sambil menggunakan sarana/alat permainan, dan belajar mandiri dalam bermain sambil diawasi Ayah, Bunda, atau Pengasuh. Melalui Program Pengabdian Masyarakat ini, tim mencoba untuk membantu masyarakat mewujudkan kebutuhan akan ruang bermain anak yang dilengkapi dengan fasilitas penunjang protokol Kesehatan untuk mencegah Penyebaran Covid-19 yang ramah lingkungan dan ramah penyandang disabilitas berupa tempat cuci tangan otomatis (Touch less) bertenaga surya. Selain membantu dalam menyediakan alat teknologi tepat guna tersebut, Pengabdian kepada Masyarakat ini juga akan melakukan sosialisasi mengenai protokol kesehatan dan pentingnya waktu bermain kepada anak-anak dan orang tua di lingkungan RW 014 Bukit Nusa Indah, Kelurahan Serua, Ciputat, Kota Tangerang Selatan.
PENGUATAN KARAKTER UNTUK ANAK USIA DINI MELALUI METODE BERCERITA Mukti Amini; Ngadi Marsinah; Titi Chandrawati; Budi Hermaini; Muman Hendra Budiman; Siti Aisyah; Sri Tatminingsih; Untung Laksana Budi
Diseminasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1A (2022)
Publisher : Pusat Pengabdian kepada Masyarakat- LPPM Universitas Terbuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33830/diseminasiabdimas.v4i1A.2970

Abstract

Karakter pada anak perlu dikembangkan sejak dini oleh pendidik, baik di rumah (Pendidikan informal) maupun di Lembaga PAUD (Pendidikan formal). Pengembangan karakter ini perlu dilakukan secara kreatif agar anak merasa nyaman, tidak merasa terpaksa dalam membangun karakter yang diharapkan. Salah satu bentuk pengembangan karakter yang sangat disukai anak adalah melalui metode bercerita. Namun, kemampuan bercerita dengan berbagai media pada guru PAUD saat ini belum terstandar. Ada beberapa guru yang memang sudah mahir bercerita, sehingga anak-anak sangat asyik menyimaknya. Namun banyak guru PAUD yang masih perlu mengembangkan kemampuan bercerita bagi anak untuk mengembangkan karakter. Abdimas ini bertujuan untuk: (1) memberikan pelatihan tentang penguatan karakter anak usia dini melalui metode bercerita ini bagi Guru PAUD, (2) mengenalkan anak usia dini dengan metode bercerita dengan cara yang sesuai dengan anak usia dini, (3) mengintegrasikan kegiatan menari dengan kegiatan bermain ke dalam pembelajaran PAUD. Kegiatan dilakukan di PAUDQu Darul Ulum, Jabon Mekar. Bogor. Berdasar pengamatan dan wawancara dengan para guru di PAUDQu, kegiatan abdimas dengan memberikan pendampingan penggunaaan metode bercerita ini sangat bermanfaat karena anak menjadi lebih bersemangat saat belajar, guru lebih mudah mengarahkan anak, guru mendapatkan berbagai masukan berharga dari tanya jawab dengan anak usai bercerita, dan guru dapat sekaligus merancang pelibatan orang tua melalui kegiatan bercerita.
PENGUATAN EKONOMI KERAKYATAN MELALUI PEMANFAATAN TEKNOLOGI TEPAT GUNA SOLAR PANEL DI DESA KURIPAN, CISEENG, BOGOR Made Ayu Krisna Cahyadi; Rahmad Purnama; Tamjuddin Tamjuddin; Suhartono Suhartono; Mohamad Nasoha; Andriyansah Andriyansah
Diseminasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1A (2022)
Publisher : Pusat Pengabdian kepada Masyarakat- LPPM Universitas Terbuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33830/diseminasiabdimas.v4i1A.2972

Abstract

The lack of public street lighting (PJU) at several crucial points for social and economic activities is the main need for residents of Kuripan Village, Ciseeng, Bogor. Therefore, this community service program seeks to be directly involved in making improvements in the form of strengthening the people's economy. Improvements are made through appropriate technology with the installation of PJU sourced from solar panel. The limited use and utilization of PJU using solar panels is done because the maintenance costs are relatively cheap and can be carried out directly by the locals. Installation of PJU solar panels is carried out at two crucial points for social and economic activities. In addition, socialization in the form of training for the locals to assemble solar panel PJUs was also carried out. The benefits of installing solar panel PJUs at two crucial points are that it is easier for residents to carry out economic activities and also reduce criminal acts. The continuation of this program is so that in the future PJU solar panels can be developed to several points according to the needs of the residents. Kurangnya penerangan jalan umum (PJU) pada beberapa titik krusial adanya aktivitas sosial dan ekonomi merupakan kebutuhan utama warga Desa Kuripan, Ciseeng, Bogor. Maka dari itu, progran pengabdian masyarakat ini berupaya untuk terlibat langsung dalam melakukan pembenahan berupa penguatan ekonomi kerakyatan. Pembenahan dilakukan melalui teknologi tepat guna dengan pemasangan PJU yang bersumber dari tenaga surya (solar panel). Terbatasnya penggunaan dan pemanfaatan PJU dengan menggunakan solar panel dilakukan karena biaya perawatan yang relatif murah serta dapat dilakukan langsung oleh warga setempat. Pemasangan PJU solar panel dilakukan di dua titik krusial adanya aktivitas sosial dan ekonomi. Selain itu, sosialisasi berupa pelatihan bagi warga setempat untuk perakitan PJU solar panel juga dilakukan. Manfaat dari pemasangan PJU solar panel di dua titik krusial adalah warga lebih mudah melakukan aktivitas ekonomi dan juga mengurangi adanya tindak kriminal. Kelanjutan dari program ini agar ke depannya PJU solar panel bisa dikembangkan ke beberapa titik sesuai kebutuhan warga.
PEMANFAATAN ECENG GONDOK MENJADI PUPUK DI PURI TAMAN SARI KEC. TAMALATE KOTA MAKASSAR A.Rachmat Wirawan; Nuraziza Aliah
Diseminasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1A (2022)
Publisher : Pusat Pengabdian kepada Masyarakat- LPPM Universitas Terbuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33830/diseminasiabdimas.v4i1A.2973

Abstract

Water hyacinth (Eichornia crassipes) is an aquatic plant belonging to a weed that thrives in lakes and rivers throughout Indonesia. The water hyacinth plant was later categorized as a pest because it was considered a threat to the ecosystem by reducing the number of native species and causing negative impacts on socio-economic aspects such as silting of waters, destruction of fishery habitats and being one of the factors for flooding with overflowing river water. In addition, the process of cleaning water hyacinth by the local government janitor results in the buildup of water hyacinth on the shoulder of the road, making the environment look dirty and slum as well as narrowing access to vehicle paths which results in congestion. Water hyacinth (Eichornia crassipes) is a plant that becomes aquatic waste and its presence has not been widely used (Megawati 2015: 42). The purpose of this PKM is how to overcome water hyacinth problems and utilize water hyacinth as fertilizer. The method used in this PKM activity is by making direct observations to the partner's place in Puri Taman Sari, Kec. Tamalate Makassar City, which was then continued by conducting training to local community groups regarding the processing of water hyacinth into fertilizer using the composting method. The activity was carried out by dividing the residents into several small groups and each group being given technical training in making tools and how to process water hyacinth into fertilizer. By processing water hyacinth by residents, it produces 2 (two) types of fertilizers, namely in solid form (compost) and in liquid form which have been tested on residents' plants. From this activity, solutions have been found on how to overcome the problem of environmental pollution by water hyacinth and become effective and useful goods for the community. Tanaman Enceng Gondok (Eichornia crassipes) merupakan tanaman air yang tergolong gulma yang banyak tumbuh subur di danau maupun di sungai di seluruh Indonesia. Tanaman enceng gondok belakangan dikategorikan sebagai hama karena dianggap mengancam ekosistem dengan menurunkan jumlah spesies asli dan menimbulkan dampak negatif pada aspek sosial ekonomi seperti pendangkalan perairan, rusaknya habitat perikanan serta menjadi salah satu faktor terjadinya banjir dengan peluapan air sungai. Selain itu proses pembersihan enceng gondok oleh petugas kebersihan pemerintah setempat mengakibatkan penumpukan enceng gondok di bahu jalan menjadikan lingkungan terlihat kotor dan kumuh juga mempersempit akses jalur kendaraan yang berimbas pada kemacetan. Enceng Gondok (Eichornia crassipes) merupakan tanaman yang menjadi limbah perairan dan keberadaannya belum banyak dimanfaatkan (megawati 2015 : 42) . Tujuan dari PKM ini adalah bagaimana mengatasi permasalahan enceng gondok serta memanfaatkan enceng gondok menjadi Pupuk. Metode yang digunakan pada kegiatan PKM ini yakni dengan melakukan observasi langsung ke tempat mitra di Puri Taman Sari Kec. Tamalate Kota Makassar yang kemudian dilanjutkan dengan melakukan pelatihan kepada kelompok warga setempat terkait pengolaan enceng gondok menjadi pupuk dengan metode komposting. Kegiatan dilakukan dengan membagi warga kedalam beberapa kelompok kecil dan setiap kelompok diberikan pelatihan teknis pembuatan alat dan cara mengolah enceng gondok menjadi pupuk. Dengan pengolaan enceng gondok oleh warga menghasilkan 2 (dua) macam jenis pupuk yakni dalam bentuk padat (kompos) dan dalam bentuk cair yang telah diujicobakan terhadap tanaman warga. Dari kegiatan ini telah ditemukan solusi bagaimana mengatasi masalah pencemaran lingkungan oleh enceng gondok serta menjadi barang berhasil guna dan bermanfaat bagi masyarakat.
KESEHATAN MASYARAKAT TERINTEGRASI MELALUI POSYANDU REMAJA DI DESA KABUBU Nurliah Nurliah; Uni W Sagena
Diseminasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1A (2022)
Publisher : Pusat Pengabdian kepada Masyarakat- LPPM Universitas Terbuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33830/diseminasiabdimas.v4i1A.2974

Abstract

Posyandu remaja merupakan salah satu bentuk Upaya Kesehatan Bersumber Daya Masyarakat (UKBM) yang dikelola dan diselenggarakan dari, oleh, untuk dan bersama masyarakat termasuk remaja dalam penyelenggaraan pembangunan kesehatan, guna memberdayakan masyarakat dan memberikan kemudahan dalam memperoleh pelayanan kesehatan bagi remaja untuk meningkatkan derajat kesehatan dan keterampilan hidup sehat remaja. Sasaran pelaksanaan kegiatan Posyandu Remaja adalah remaja usia 10-18 tahun, laki-laki dan perempuan dengan tidak memandang status pendidikan dan perkawinan termasuk remaja dengan disabilitas. Sedangkan sasaran petunjuk pelaksanaan adalah petugas kesehatan, pemerintah desa, pengelola program remaja, keluarga dan masyarakat serta kader kesehatan remaja. Kegiatan ini merupakan salah satu program kerja KKN Individu dan dilaksanakan pada bulan 4 Juli-14 Agustus 2021 di Desa Kabubu, Kecamatan Topoyo, Kabupaten Mamuju Tengah,Provinsi Sulawesi Barat. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi melalui pendekatan internal dengan petugas kesehatan dan pendekatan eksternal kepada pihak desa, lalu mengumpulkan beberapa remaja aktif dan diminta kesediaannya menjadi pengurus di Posyandu Remaja. Hasil dari kegiatan ini adalah terbentuknya Kader Kesehatan Remaja di Desa Kabubu sehingga berdampak keaktifan remaja dan tumbuhnya pemahaman remaja tentang kesehatan tubuh dan mental yang terintegrasi. Hal ini tentunya dapat meningkatkan derajat kesehatan remaja di Desa Kabubu.
OPTIMALISASI DIGITAL MARKETING UNTUK PENGUATAN IRT TEH BUNGA TELANG PENUNJANG MITIGASI PANDEMI AGROWISATA LERENG MERAPI, KABUPATEN SLEMAN Oktiva Anggraini; Masrul Indrayana; Supriyanta Supriyanta
Diseminasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1A (2022)
Publisher : Pusat Pengabdian kepada Masyarakat- LPPM Universitas Terbuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33830/diseminasiabdimas.v4i1A.2975

Abstract

Masa pandemi Covid 19 telah mengubah tatanan kehidupan masyarakat. Sebagai industri rumah tangga yang terpapar pandemi, anggota KWT Kemiri Edum kesulitan dalam memasarkan produk akibat pembatasan sosial guna mencegah penularan virus Corona. Tim PKM UWM melalui Program Kemitraan Masyarakat berupaya menyelesaikan masalah mitra KWT Kemiri Edum di desa Purwobinangun, lereng Merapi, kabupaten Sleman. Permasalahan mitra yang menjadi titik perhatian: aksesibilitas terhadap teknologi informasi terbatas; rendahnya pemahaman mitra terhadap marketing mix dan digitalisasi produk. Di samping itu, pemasaran konvensional, penggunaan pemasaran online terbatas, penyajian konten promosi mitra kurang menarik dan persuasif. Sejumlah referensi pendukung tentang pentingnya digitalisasi produk kreatif dapat menjadi solusi dalam pemasaran IRT bunga telang dari KWT Kemiri Edum. Program aksi yang dilakukan: Pertama, pelatihan teknologi informasi, pelatihan digitalisasi produk kreatif daerah dan penyuluhan potensi agrowisata bunga telang berbasis community based tourism penunjang mitigasi pandemi lereng Merapi. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini antara lain metode PRA, ETB dan TI dengan teknik sosialisasi, edukasi atau penyuluhan, implementasi teknologi dan pendampingan. Serangkaian aksi bermakna ini diikuti pemberian fasilitasi alat dan monev serta evaluasi mengacu pada indikator pencapaian setiap kegiatan. Hasil PKM menunjukkan, mitra makin bertambah pengetahuan untuk memanfaatkan teknologi informasi sebagai media etalase penjualan produk secara online melalui IG, Youtube, Twitter dan Facebook; bertambahnya jalinan kerjasama mitra dengan stakeholder usaha yakni jumlah biro tour, hotel dan pusat oleh-oleh. Rangkaian kegiatan mampu mengubah pola pikir perilaku mitra dalam pemasaran dengan memperluas jaringan usaha ditopang bauran pemasaran online dan konvensional. memproduksi dan menjual produk agar mampu mendapatkan omzet lebih besar. Mitra memahami standar prosedur pengelolaan desa wisata dengan tatanan Era New Normal menuju Quality Tourism. Luaran PKM: Artikel ilmiah yang dipublikasikan melalui Jurnal Nasional; satu artikel pada media cetak/elektronik; rekaman video kegiatan dan peningkatan keberdayaan mitra/rekayasa sosial.
PEMETAAN POTENSI BENCANA PARTISIPATIF DAN PELATIHAN MITIGASI BENCANA BAGI POKDARWIS PAYO NATURE DI KELURAHAN TANAH GARAM, KECAMATAN LUBUK SIKARAH, KOTA SOLOK Retnaningtyas Susanti; Fitriana Syahar; Heriani Heriani; Dewi Ramadhan
Diseminasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1A (2022)
Publisher : Pusat Pengabdian kepada Masyarakat- LPPM Universitas Terbuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33830/diseminasiabdimas.v4i1A.2976

Abstract

Mapping of potential disasters in a participatory manner supported by disaster mitigation training is a service activity that is very useful for Pokdarwis Payo Nature. This service program can improve soft skills and Pokdarwis in mapping potential disasters, and improve hard skills in disaster mitigation. Increasing the skills of Pokdarwis members can help create peace and comfort for people's lives, as well as security for tourists who visit. The method used is participatory training, knowledge transfer from the companion team is carried out by direct practice with Pokdarwis and the community. The activity lasted for 5 months with the offline training method, the service team came directly to the Payo Area service object. Pemetaan potensi bencana secara partisipatif yang didukung dengan pelatihan mitigasi bencana merupakan kegiatan pengabdian yang sangat bermanfaat bagi Pokdarwis Payo Nature. Program pengabdian ini dilakukan untuk meningkatkan soft skill pokdarwis dalam memetakan potensi bencana, dan meningkatkan hard skill dalam melakukan mitigasi bencana. Peningkatan skill pada anggota Pokdarwis tersebut dapat membantu menciptakan ketentraman dan kenyamanan bagi kehidupan masyarakat, sekaligus keamanan bagi wisatawan yang melakukan kunjungan. Metode yang digunakan adalah pelatihan partisipatif, transfer ilmu dari tim pendamping yang dilaksanakan dengan praktek langsung bersama pokdarwis dan masyarakat. Kegiatan berlangsung selama 5 bulan dengan metode pelatihan luar jaringan (luring), tim pengabdi datang secara langsung di objek pengabdian Kawasan Payo. Hasil pengabdian berupa peningkatan kemampuan pokdarwis dalam melakukan mitigasi bencana dan memetakan potensi bencana di wilayahnya. Kemampuan ini tidak hanya dapat dimanfaatkan ketika terjadi bencana, tetapi sepanjang masa, bukan hanya untuk melindungi wisatawan, tetapi juga seluruh masyarakat di Kawasan Payo, Kelurahan Tanah Garam, Kecamatan Lubuk Sikarah, Kota Solok, Provinsi Sumatera Barat.

Page 1 of 2 | Total Record : 17