Widya Aksara: Jurnal Agmaa Hindu
Widya Aksara : Jurnal Agama Hindu merupakan Jurnal Sosial, Budaya dan Agama Hindu yang menerbitkan hasil penelitian atau pemikiran tentang studi agama dan studi sosial dan budaya menggunakan perspektif interdisipliner. Lingkup Widya Aksara : Jurnal Agama Hindu adalah: Studi agama Hindu seperti Fisafat, Etika dan Upacara Studi sosial dan budaya seperti sosiologi masyarakat Hindu Sumber pengajaran terkait: studi agama, pemikiran Hindu, filsafat Hindu, studi pendidikan agama Hindu, studi penerangan agama dan kajian budaya
Articles
168 Documents
PENERAPAN METODE PEMBELAJARAN QUIS TEAM TERHADAP PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS X PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA HINDU DAN BUDI PEKERTI DI SMAN 1 LINGSAR
I Made Agus Gunawan;
Ni Wayan Rasmini;
Ida Bagus Kade Yoga Pramana
Widya Aksara : Jurnal Agama Hindu Vol 28 No 2 (2023)
Publisher : Lembaga Penerbit Sekolah Tinggi Hindu Dharma Klaten
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54714/widyaaksara.v28i2.236
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tingkat penerapan metode pembelajaran Quis Team, serta pengaruhnya terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti di SMAN 1 Lingsar yang dilatarbelakangi adanya dugaan mengenai rendahnya tingkat hasil belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti di SMAN 1 Lingsar. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, salah satunya adalah kurangnya variasi penggunaan metode pembelajaran oleh Guru. Rancangan penelitian ini menggunakan metode eksperiment one group pretest-posttest design, menggunakan satu grup sampel yang diberikan tindakan berupa penerapan metode pembelajaran Quis Team metode pengumpulan data menggunakan kuesioner (angket) tertutup dan tes (pretest dan posttest). Teori yang digunakan dalam merumuskan hipotesis penelitian ini berupa teori beban kognitif, motivasi (Mc Clelland) dan kontruktivisme. Teknik penentuan sampel berdasarkan kriteria tertentu yang berjumlah 31 orang siswa. Hasil nilai Angket dan Tes dari 31 responden selanjutnya dilakukan uji prasyarat untuk mengetahui normalitas data dan homogenitas data, data yang berdistribusi normal selanjutnya dianalisis menggunakan uji statistik parametrik t-test. Hasil dari penelitian ini menyatakan bahwa tingkat penerapan metode pembelajaran Quis Team memiliki tingkat penerapan yang sangat tinggi, serta adanya perbedaan yang signifikan pada tingkat hasil belajar siswa sebelum dan setelah diberikannya penerapan metode pembelajaran Quis Team. Hasil perhitungan menggunakan SPSS 26 menunjukan nilai t-hitung 12,693 > t-tabel 2,042 yang artinya signifikan. Hal tersebut diartikan penelitian ini menerima hipotesis alternatif (Ha) dan menolak hipotesis nol (H0) yang artinya terdapat pengaruh signifikan penerapan metode pembelajaran Quis Team terhadap peningkatan hasil belajar siswa kelas X pada mata pelajaran Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti di SMAN 1 Lingsar.
CATUR MARGA YOGA DALAM HINDUISME DAN RELEVANSINYA DENGAN PLURALISME AGAMA
Achmad Resa
Widya Aksara : Jurnal Agama Hindu Vol 28 No 2 (2023)
Publisher : Lembaga Penerbit Sekolah Tinggi Hindu Dharma Klaten
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54714/widyaaksara.v28i2.237
Catur Marga Yoga adalah empat jalan yang harus ditempuh oleh umat Hindu untuk menuju tujuan akhir mereka, yaitu Moksartham Jagadithaya Ca Iti Dharma atau menyatunua atman (roh) dengan Brahman (Tuhan). Setiap agama memiliki konsepsi masing-masing terhadap tujuan akhir, dan jalan untuk mencapainya juga berbeda-beda. Tak jarang dari perbedaan-perbedaan tersebut yang menimbulkan perdebatan atas kebenaran dan keselamatan, yaitu agama mana yang dianggap paling benar dan paling berhak atas keselamatan. Hal tersebut dikarenakan setiap agama mengklaim bahwa agama tersebutlah yang paling benar. Namun tidak demikian dengan Hinduisme, Hinduisme adalah agama yang toleran dalam hal kebenaran maupun keselamatan. Hinduisme mengakui kebenaran terdapat pada agama apapun dan keselamatan adalah hak dari setiap orang. Dari hal tersebut tampak bahwa ajaran Hinduisme memuat Pluralisme Agama. Meskipun Hinduisme mempunyai Catur Marga Yoga sebagai jalan untuk tujuan akhir, namun ia beranggapan bahwa Catur Marga Yoga juga terdapat pada agama lain.
KONSEP PENDIDIKAN DALAM PANDANGAN ALVIN TOFFLER DAN GAGASANNYA TENTANG PENDIDIKAN DI MASA DEPAN
Gede Agus Siswadi
Widya Aksara : Jurnal Agama Hindu Vol 28 No 2 (2023)
Publisher : Lembaga Penerbit Sekolah Tinggi Hindu Dharma Klaten
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54714/widyaaksara.v28i2.238
Manusia adalah perihal utama dari sebuah pendidikan. Aktivitas pendidikan diarahkan kepada manusia sebagai hal yang prinsip di dalam pendidikan. Pendidikan diarahkan kepada manusia untuk mengembangkan potensi-potensi dasar manusia agar dapat diwujudkan dengan baik. Perubahan tuntutan yang terjadi di masyarakat, menghendaki peningkatan peranan pendidikan selanjutnya. Sehingga pendidikan harus beriringan dengan kemajuan dari ilmu pengetahuan dan teknologi. Menggagas pendidikan masa depan tentunya tidak dapat dipisahkan dari seorang tokoh yang Bernama Alvin Toffler. Sehingga penelitian ini dengan menggunakan metode kualitatif dan pendekatan hermeneutik filosofis berupaya untuk menelususuri jejak pemikiran dari Alvin Toffler yang berkaitan dengan pendidikan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwasanya Alvin Toffler menggagas pendidikan yang berhubungan erat dengan corak kehidupan. Dalam artian, apabila corak kehidupan berubah, maka corak pendidikan juga harus berubah. Tahapan pendidikan juga menyesuaikan dengan tiga periode kemajuan sebuah peradaban yang dimulai dari gelombang pertama yakni gelombang pertanian, kemudian industri, dan superindustri. Alvin Toffler juga menggagas konsep pendidikan yang membebaskan dengan mengedepankan pengembangan potensi dari anak didik. Demikian juga Alvin Toffler meyakini bahwa walaupun sistem pendidikan yang didominasi oleh teknologi, namun peran guru sangatlah sentral sebagai penuntun anak didik untuk menuju arah kemajuan dari sebuah peradaban.
HARMONI AGAMA HINDU TERHADAP TEOLOGI NURCHOLISH MADJID: MENDORONG PERUBAHAN SOSIAL
Agustina;
Shofiyullah Muzammil
Widya Aksara : Jurnal Agama Hindu Vol 28 No 2 (2023)
Publisher : Lembaga Penerbit Sekolah Tinggi Hindu Dharma Klaten
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54714/widyaaksara.v28i2.239
Artikel ini bertujuan untuk menjelaskan perspektif agama Hindu terhadap teologi inklusif yang dipraktikkan oleh Nurcholish Madjid, seorang cendekiawan terkemuka, dalam konteks dialog kemodernan dan pluralitas di Indonesia. Fokus utama adalah untuk menggali tema inti dari pemikiran Nurcholish Madjid yang menekankan pentingnya inklusivitas dalam teologi Hindu dan bagaimana perspektif agama Hindu dapat berkontribusi dalam memahami dan mendorong perubahan sosial yang diperlukan dalam masyarakat Indonesia. Konsep inklusivitas dalam agama Hindu mencakup pengakuan akan keberagaman ajaran, praktik, dan filosofi yang ada di dalamnya. Dalam konteks ini, pemikiran Nurcholish Madjid tentang inklusivitas dapat dihubungkan dengan nilai-nilai pluralistik yang ada dalam agama Hindu. Artikel ini mengilustrasikan bagaimana pemikiran Nurcholish Madjid dan perspektif agama Hindu dapat saling melengkapi dan memperkuat hubungan antaragama di Indonesia. Selain itu, artikel ini juga membahas dialog antara agama dan modernitas yang menjadi aspek sentral pemikiran Nurcholish Madjid. Dalam agama Hindu, tradisi filosofis yang mendukung dialog dan penjelajahan konsep-konsep spiritual dalam konteks yang lebih luas dapat dihubungkan dengan pemikiran Nurcholish Madjid tentang dialog antara agama dan modernitas. Artikel ini mengilustrasikan bagaimana elemen-elemen modernitas dapat berdampingan dengan nilai-nilai dan tradisi agama Hindu dalam menghadapi perkembangan sosial, politik, dan budaya di Indonesia. Melalui penelitian ini, diharapkan dapat memberikan pemahaman tentang kontribusi agama Hindu dalam memahami dan menginterpretasikan teologi inklusif yang diperjuangkan oleh Nurcholish Madjid. Sehingga menginspirasi pembaca untuk mengadopsi pandangan inklusif, dialogis, dan harmonis dalam menjalin hubungan dengan kemodernan dan pluralitas dalam masyarakat Hindu di Indonesia. Dengan demikian, artikel ini berkontribusi dalam mendorong perubahan sosial yang positif dan menciptakan harmoni antar agama, kemajuan, dan keragaman di Indonesia.
PENERAPAN METODE RESOURCE-BASED LEARNING DALAM PELAJARAN AGAMA HINDU UNTUK MENINGKATKAN RESPON DAN HASIL BELAJAR SISWA SD NEGERI I BATU MEKAR KECAMATAN LINGSAR
Ni Kadek Putri Yuliani;
I Nyoman Wijana
Widya Aksara : Jurnal Agama Hindu Vol 28 No 2 (2023)
Publisher : Lembaga Penerbit Sekolah Tinggi Hindu Dharma Klaten
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54714/widyaaksara.v28i2.240
Pembelajaraan Agama Hindu dan Budi Pekerti sangat penting bagi siswa, namun memiliki beberapa permasalahan pada saat proses pembelajaran. Kurangnya keseriusan siswa siswi menyerap materi ajar, kurangnya kemampuan siswa dalam menganalisis masalah dalam proses pembelajaran. Sehingga dibutuhkan model pembelajaran yang tepat dengan Metode Resource Based Learning yang di kutip dari artikel (Lampuhyang et al., 2023) menjadi salah satu model pilihan guru dalam melaksanakan proses pembelajaran pendidikan Agama Hindu dan budi pekerti di SD Negeri 1 Batu Mekar Kecamatan Lingsar. Sehingga peneliti tertarik meneliti mengenai proses Penerapan Metode Resource Based Learning Dalam Pelajaran Agama Hindu Untuk Meningkatkan Respon Dan Hasil Belajar Siswa SD Negeri I Batu Mekar Kecamatan Lingsar. Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini adalah 1) Bagaimanakah proses penerapan metode Resource-Based Learning terhadap respon pembelajaran siswa SDN Negeri 1 Batu Mekar. 2) Apa saja kendala kendala penerapan metode Resource-Based Learning pada respons belajar siswa di SDN 1 Batu Mekar Kecamatan Lingsar. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui respon Siswa SD Negeri I Batu Mekar pada saatpenerapan metode Resource-Based Learning dalam pelajaran agama Hindu dan meningkatkanhasil belajar siswa SD Negri 1 Batu Mekar Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitiankualitatif. Teori yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Resource Based Learning, dan teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawncara dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini adalah menunjukkan bahwa Penerapan Metode Resource Based Learning berpengaruh positif Dalam Pelajaran Agama Hindu Untuk Meningkatkan Respon Dan Hasil Belajar Siswa SD Negeri I Batu Mekar Kecamatan Lingsar. Kesimpulan pada penelitian ini adalah hasil belajar siswa mengalami peningkatan setiap evaluasi atau setiap semester dikarenakan menerapkan Resource Based Learning.
UPAYA PENUMBUHAN DAN PENGUATAN KARAKTER SISWA DENGAN IMPLEMENTASI AJARAN BHAKTI SEJATI
Titin Sutarti
Widya Aksara : Jurnal Agama Hindu Vol 28 No 2 (2023)
Publisher : Lembaga Penerbit Sekolah Tinggi Hindu Dharma Klaten
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54714/widyaaksara.v28i2.241
Seseorang yang melaksanakan Bhakti sejati harus mampu mengolah semua rasa dalam hati dan mengendalikan seluruh rasa yang menyelimuti jiwa untuk dapat mengendalikan ego. Dengan mengendalikan sifat keakuan akan mampu menembus kedalaman kepribadiannya sehingga mampu mendekati dan merasakan kedamaian. Penerapan ajaran Bhakti sejati akan terwujud dalam perilaku dalam dirinya, dengan orang lain maupun seluruh makhluk di semesta ini, maka ajaran Bhakti sejati akan berdampak kepada pola perilaku manusia terhadap lingkungan sosialnya. Perilaku ini bisa memberikan kedamaian dan memberikan dampak kebahagiaan bagi seluruh manusia dan alam semesta, sehingga ajaran Bhakti sejati sangat perlu diajarkan dan diimplementasikan terhadap seluruh manusia terutama generasi muda yang berada di bangku sekolah sebagai wujud penguatan karakter dan kepribadian. Dengan ini maka akan terciptanya generasi muda yang mencerminkan manusia seutuhnya. Karakter merupakan perpaduan antara moral, etika, dan akhlak manusia yang harus selalu diperkuat. Proses pendidikan karakter sangat penting bagi generasi muda, karena pendidikan karakter dapat berkontribusi sangat tinggi terhadap proses pendidikan nasional dan dapat menumbuhkan perilaku manusia yang tangguh dan berbudi pekerti luhur. Ajaran Bhakti sejati dapat dimaknai untuk menciptakan dan menumbuhkembangkan sifat yang berbudi pekerti luhur dalam menciptakan situasi dan kondisi yang damai dan sentosa disertai hubungan sosial yang serasi, selaras dan harmonis. Ajaran Nava Vidha Bhakti ; Srawanam, Kirtanam, Smaranam, Padasevanam, Arcanam, Vedanam, Dasyam, Sukhyanam, Atmanivedanam. Nava Vidha Bhakti merupakan ajaran yang mengajarkan sebuah upaya yang berlandaskan cinta kasih untuk mendekatkan diri kehadapan Sang Hyang Widhi Wasa untuk mencapai kebahagiaan dan kesejahteraan umat manusia.
MAKARO LEMAH : INTERNALISASI NILAI PADA GELAHANG DALAM PENCIPTAAN KOMPOSISI MUSIK GAMELAN GONG LUANG
I Komang Kusuma Adi;
I Putu Adi Saputra
Widya Aksara : Jurnal Agama Hindu Vol 28 No 2 (2023)
Publisher : Lembaga Penerbit Sekolah Tinggi Hindu Dharma Klaten
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54714/widyaaksara.v28i2.242
Adat dan budaya bangsa Indonesia begitu beragam dari Sabang sampai Merauke. Terkadang ragam nilai, makna, dan filosofinya menghadirkan inspirasi tersendiri yang pada gilirannya dapat menjadi alternatif dalam menyikapi dinamika dan kompleksitas kehidupan, tak terkecuali perihal penciptaan musik gamelan. Bahwa pergulatan ideologi penciptaan antar seniman telah menunjukan semacam sikap antipati sepihak terhadap estetika garap tradisi konvensional dan juga kontemporer. Padahal kedua estetika tersebut merupakan kekayaan yang perlu dikelola (swadikara) dan sekaligus menjadi tanggung jawab (swadharma) bagi para seniman agar eksistensi dan keberlanjutan musik dalam kehidupan masyarakat kian menemukan manfaatnya. Maka kemudian dilakukan langkah penciptaan komposisi musik dengan menginternalisasi nilai Pada Gelahang dari adat perkawinan masyarakat Hindu Bali ke dalam komposisi musik gamelan Gong Luang. Tujuannya adalah untuk menjaga eksistensi gamelan Gong Luang diantara gamelan golongan baru yang ada. Selain itu juga untuk memperkaya repertoar garap gending hasil dari penggabungan unsur-unsur garap tradisi dan kontemporer. Adapun metode penciptaan yang dilakukan yakni eksplorasi, improvisasi, dan forming. Bentuk akhir karya adalah komposisi kreasi baru yang diberi judul “Makaro Lemahâ€. Struktur komposisinya terbagi menjadi tiga bagian, yang mana pada tiap bagian terdapat olahan-olahan permainan tempo, ritme, nada, dinamika yang kompleks dan sistematis. Terdapat pula vokal gerong dan akapela Cakepung, yang kemudian secara keseluruhan elaborasi ini memberi warna dan kesan pertunjukan musik yang berbeda terkait Gong Luang sebagai warisan budaya gamelan golongan tua di Bali.
Upacara Bayar Hajat Di Pulau Mintin: Konstruksi Kearifan Lokal Terhadap Pencemaran Alam Di Kalimantan Tengah
Kunti Ayu Vedanti;
Megawati
Widya Aksara : Jurnal Agama Hindu Vol 29 No 1 (2024)
Publisher : Lembaga Penerbit Sekolah Tinggi Hindu Dharma Klaten
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54714/widyaaksara.v29i1.252
Sejak masa lampau, manusia dan alam memiliki hubungan yang erat. Hubungan tersebut terbentuk secara alamiah karena manusia membutuhkan alam untuk keberlangsungan hidupnya. Manusia memanfaatkan alam untuk memenuhi kebutuhan sandang, pangan dan papannya. Namun, seiring perkembangan zaman, hubungan manusia dengan alam mengalami perubahan. Ketergantungan manusia dengan alam dimasa kini telah digantikan dengan teknologi modern yang dirasa lebih efisien dan praktis. Disebabkan perubahan tersebut, manusia masa kini cenderung abai dan acuh terhadap alam sekitarnya yang mengakibatkan ekploitasi dan pencemaran alam terjadi dan mengancam kelestariannya. Realita demikian terjadi pula di Kalimantan Tengah, perubahan budaya masyarakat yang mulanya tradisional menjadi modern, membentuk kecenderungan kehilangan hubungan harmonis dengan alam, yang jika dibiarkan akan mengakibatkan krisis ekologi. Mengamati permasalahan tersebut, kemudian dilakukan penelitian kualitatif terhadap Upacara Bayar Hajat di Pulau Mintin untuk mengungkap konstruksi kearifan lokal bagi permasalahan alam di Kalimantan Tengah. Relevansi Upacara Bayar Hajat di Pulau Mintin sebagai objek penelitian terhadap permasalahan alam Kalimantan Tengah, karena upacara dilaksanakan di Pulau Mintin, yang merupakan tempat sakral di Kabupaten Pulang Pisau yang hingga kini masih terjaga kelestarian alamnya. Pengkajian terhadap Upacara Bayar Hajat di Pulau Mintin menghasilkan konstruksi nilai filsafat Ketuhanan dan konstruksi nilai konservasi alam yang relevan dan dapat diimplementasikan oleh masyarakat dengan harapan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat untuk perduli terhadap permasalahan ekologi dan turut serta melestarikan alam Kalimantan Tengah.
Kesalahan Penggunaan Afiksasi Pada Kolom Komentar Akun Youtube Gita Savitri Devi
Norma Nirmana Apriliadhani;
Markhamah
Widya Aksara : Jurnal Agama Hindu Vol 29 No 1 (2024)
Publisher : Lembaga Penerbit Sekolah Tinggi Hindu Dharma Klaten
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54714/widyaaksara.v29i1.254
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kesalahan berbahasa pada tataran morfologi dalam komentar akun Youtube Gita Savitri Devi. Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini, yaitu komentar masyarakat dalam akun Youtube pada salah satu unggahan dengan judul “Childfree: Serba Salah Di Mata Warganet | PagiPagi eps. 32”. Adapun data penelitian ini, yaitu tulisan berupa komentar di Youtube sebanyak 15 komentar. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik simak catat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat: (1) Kesalahan penggunaan afiks berupa penyimpangan bentuk kata yang meliputi kesalahan pada bentuk prefiks /me-/ dan /di-/. (2) Kesalahan sufiks /-i/ dan /-kan/. (3) Kesalahan konfiks /me-kan/.
Reproduksi Kekuasaan Melalui Kekerasan Simbolik Dalam Sistem Pendidikan: Analisis Kritis Pemikiran Pierre Bourdieu
Gede Agus Siswadi
Widya Aksara : Jurnal Agama Hindu Vol 29 No 1 (2024)
Publisher : Lembaga Penerbit Sekolah Tinggi Hindu Dharma Klaten
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54714/widyaaksara.v29i1.255
Penelitian ini menggali fenomena reproduksi kekuasaan melalui kekerasan simbolik dalam sistem pendidikan, dengan fokus pada perspektif teori sosial Pierre Bourdieu. Melalui pendekatan sosiologisnya, Bourdieu menyoroti bagaimana kekuasaan dipertahankan dan diteruskan melalui praktik-praktik simbolik dalam dunia pendidikan. Penelitian ini menganalisis bagaimana pertarungan simbolik antara kelompok yang memegang kapital budaya yang dominan dengan kelompok yang memiliki kapital budaya yang lebih rendah dalam menciptakan ketidaksetaraan dalam kesempatan pendidikan. Pergulatan simbolik ini dapat terlihat dalam berbagai aspek, termasuk kurikulum, penilaian, dan norma-norma sosial di lingkungan pendidikan. Melalui pemahaman Bourdieu tentang konsep habitus, kapital budaya, dan lapangan sosial, penelitian ini merinci bagaimana reproduksi kekuasaan terjadi secara tersembunyi melalui mekanisme simbolik, seperti bahasa, gaya berpakaian, dan nilainilai budaya tertentu yang diterapkan dalam konteks pendidikan. Temuan penelitian ini dapatmemberikan wawasan yang mendalam tentang ketidaksetaraan sistemik dalam pendidikan dan menyoroti pentingnya memahami dan mengatasi kekerasan simbolik sebagai langkah awal menuju transformasi sosial yang lebih adil di bidang pendidikan.