cover
Contact Name
I Nyoman Santiawan
Contact Email
inyomansantiawan@gmail.com
Phone
+6281229463400
Journal Mail Official
inyomansantiawan@gmail.com
Editorial Address
Sekolah Tinggi Hindu Dharma Klaten Jawa Tengah Dukuh Macanan Baru, Morangan, Mojayan, Kec. Klaten Tengah, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah 57414 Telepon: (0272) 3352795
Location
Kab. klaten,
Jawa tengah
INDONESIA
Widya Aksara: Jurnal Agmaa Hindu
ISSN : 2085272X     EISSN : 26589832     DOI : -
Widya Aksara : Jurnal Agama Hindu merupakan Jurnal Sosial, Budaya dan Agama Hindu yang menerbitkan hasil penelitian atau pemikiran tentang studi agama dan studi sosial dan budaya menggunakan perspektif interdisipliner. Lingkup Widya Aksara : Jurnal Agama Hindu adalah: Studi agama Hindu seperti Fisafat, Etika dan Upacara Studi sosial dan budaya seperti sosiologi masyarakat Hindu Sumber pengajaran terkait: studi agama, pemikiran Hindu, filsafat Hindu, studi pendidikan agama Hindu, studi penerangan agama dan kajian budaya
Articles 168 Documents
Potret Toleransi Hindu Dan Islam Di Desa Linggoasri, Pekalongan, Jawa Tengah (Perspektif Komunikasi Antarpribadi) Untung Suhardi; Mofid Bani Adam; Dian Syanita Utami Dewi; Sukirno Hadi Raharjo; I Wayan Budha; Gilang Purnama
Widya Aksara : Jurnal Agama Hindu Vol 29 No 1 (2024)
Publisher : Lembaga Penerbit Sekolah Tinggi Hindu Dharma Klaten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54714/widyaaksara.v29i1.268

Abstract

Penelitian ini membahas implementasi moderasi beragama yang sangat dipengaruhi oleh konteks sosial dan politik di masyarakat. Negara-negara yang memiliki konflik politik atau sosial, ketidakadilan sosial, atau intoleransi antaragama yang tinggi, akan lebih sulit dalam mengimplementasikan moderasi beragama, pemimpin agama pun memiliki peran penting dalam implementasi moderasi beragama, selanjutnya pengaruh media sosial memengaruhi persepsi masyarakat tentang agama dan kultur, terakhir pendidikan di mana perannya pun tak kalah penting dalam mengajarkan nilai-nilai moderasi beragama pada generasi muda dan pada penelitian ini adalah kehidupan bermasyarakat di Linggoasri yang dijadikan potret kebersamaan dalam kehidupan beragama antara Islam dengan Hindu. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian dengan menggunakan analisis Iceberg dalam kehidupan beragama di Linggoasri adalah strategi moderasi dengan langkah rethinking, redesigning, reframing, dan reactingyang mengasilkan harmoni kebangsaan menekankan pentingnya saling pengertian, toleransi, dan kerja sama di antara anggota masyarakat yang berbeda-beda serta mempromosikan sikap yang terbuka dan inklusif terhadap perbedaan dan memperkuat kesepahaman dan kerukunan di antara masyarakat yang berbeda-beda. Keyword: Moderasi Beragama, kerukunan, toleransi, Islam dan Hindu
PENGARUH PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA HINDU DAN BUDI PEKERTI TERHADAP SIKAP TOLERANSI SISWA HINDU DI SMPN 7 MATARAM Ni Made Ayu Trisna Aprilia Sari; Nyoman Wijana
Widya Aksara : Jurnal Agama Hindu Vol 29 No 2 (2024): Widya Aksara
Publisher : Lembaga Penerbit Sekolah Tinggi Hindu Dharma Klaten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54714/widyaaksara.v29i2.271

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Pembelajaran Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti Terhadap Sikap Toleransi Siswa Hindu Di SMPN 7 Mataram yang dilatar belakangi oleh banyak terjadinya kasus-kasus intoleran salah satunya dalam beragama, intoleran merupakan sikap yang tidak menghargai dan menghormati perbedaan latar belakang, keyakinan atau agama yang di anut oleh orang lain. Biasanya, intoleransi yang sering terjadi adalah antar umat beragama ini terjadi pada agama yang minoritas. Sikap intoleransi muncul akibat dari faktor eksternal maupun internal, seperti pengalaman pribadi, media massa dan lain sebagainya. Banyaknya kasus intoleran di lingkungan sekolah yang juga akhirnya mengakibatkan tindakan pembullyan terhadap siswa yang biasanya menjadi korban adalah siswa yang minoritas. Terdapat fenomena menarik yang terjadi di salah satu Sekolah Menengah Pertama di Kota Mataram yakni, SMPN 7 Mataram. Di sekolah ini Agama Hindu menjadi agama mayoritas kedua setelah Agama Islam, meskipun demikian siswa dan siswi Hindu di sekolah ini memiliki sikap toleransi yang tinggi terhadap teman yang minoritas, terlihat dari observasi awal yang peneliti lakukan siswa dan siswi Hindu baik di kelas maupun di luar kelas memiliki hubungan baik dengan teman yang minoritas maupun teman yang mayoritas. Siswa dan sisiwi Hindu berteman, bermain, dan berkomunikasi dengan baik antara satu dan lain. Tidak terlihat mengucilkan satu sama lain, hal ini mencerminkan kebalikan dari banyaknya kasus intoleran yang banyak terjadi di sekolah-sekolah. Sikap mau berteman dengan siapa saja mencerminkan penerapan dari ajaran yang terkandung di dalam Agama Hindu. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif, teori yang digunakan dalam menyusun hipotesis penelitian ini yaitu teori pengembangan moral Lawrence Kohlberg dan teori pluralisme budaya oleh Horace Kallen. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 153 orang, dan sampel dalam penelitian ini berjumlah 107 orang yang merupakan siswa Hindu kelas VII. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakkan kuesioner. Dalam penelitian ini Skala Likert digunakan oleh peneliti untuk mengukur penilaian responden terhadap kuesioner yang telah diberikan. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yakni uji prasyarat yang dilakukan dengan cara Uji Normalitas, Linearitas, dan Regresi Linier Sederhana. Hasil perhitungan dengan menggunakan bantuan program SPSS Versi 23. menunjukkan bahwa t hitung>t tabel (3.966>1.663) maka H­o ditolak Ha diterima. Artinya terdapat pengaruh antara pembelajaran pendidikan agama hindu dan budi pekerti terhadap sikap toleransi siswa hindu dengan kategori rendah dan hasil uji t diketahui nilai signifikansi sebesar 0.000<0.05 ini berarti terdapat pengaruh yang erat antara Pembelajaran Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti Terhadap Sikap Toleransi Siswa Hindu di SMPN 7 Mataram.
PERAN PERKUMPULAN MAJAPAHID NUSANTARA DALAM MELESTARIKAN NILAI BUDAYA JAWA (PERSPEKTIF KOMUNIKASI ORGANISASI) Pratiwi, Sifania; Suhardi, Untung; Dewi, Dian Syanita Utami
Widya Aksara : Jurnal Agama Hindu Vol 29 No 2 (2024): Widya Aksara
Publisher : Lembaga Penerbit Sekolah Tinggi Hindu Dharma Klaten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54714/widyaaksara.v29i2.272

Abstract

Penelitian ini mengkaji peran Perkumpulan Majapahid Nusantara dalam melestarikan nilai budaya jawa melalui perspektif komunikasi organisasi, yang memiliki tujuan untuk mengetahui bagaimana Perkumpulan Majapahid Nusantara berperan dalam melestarikan budaya jawa dengan menguraikan perannya dan menganalisis pola komunikasi organisasi dalam menjalankan tugas tersebut. Penelitian dilakukan dengan metode kualitatif yang melibatkan wawancara, observasi, dan studi pustaka, dengan menggunakan Teori Budaya Organisasi dan Teori Komunikasi Organisasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Perkumpulan Majapahid Nusantara memainkan peran krusial dalam menghidupkan kembali ritual tradisional, menjaga komitmen generasi muda, serta berkolaborasi dengan lembaga keagamaan dan pemerintah untuk pelestarian budaya. Hasil penelitian selanjutnya menunjukan bahwa pola komunikasi organisasi dalam Perkumpulan Majapahid terlihat dari partisipasi aktif anggota, penggunaan inovasi teknologi, interaksi antaranggota, dan kepemimpinan yang baik. Upaya pelestarian ini juga mencakup strategi komunikasi yang terstruktur, pemanfaatan media digital, dan kegiatan budaya yang inklusif. Kesimpulan dari temuan ini yaitu memberikan wawasan mengenai bagaimana strategi komunikasi yang efektif dan kolaboratif dapat mendukung pelestarian budaya lokal di tengah tantangan globalisasi, serta menekankan pentingnya adaptasi dan inovasi dalam menjaga keberlanjutan nilai- nilai budaya Jawa.
PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA HINDU BERBASIS LOCAL GENIUS HINDU KAHARINGAN Mardwiatmoko
Widya Aksara : Jurnal Agama Hindu Vol 29 No 2 (2024): Widya Aksara
Publisher : Lembaga Penerbit Sekolah Tinggi Hindu Dharma Klaten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54714/widyaaksara.v29i2.273

Abstract

Salah satu kendala yang ditemui oleh para guru pendidikan Agama Hindu adalah sulitnya menyelenggarakan pembelajaran yang menarik, menyenangkan, dan efektif. Guru pendidikan Agama Hindu hendaknya dapat menerapkan model pembelajaran konstektual supaya materi pendidikan Agama Hindu yang bersifat abstrak dapat diubah menjadi real melalui contoh-contoh peristiwa dalam kehidupan sehari-hari. Maksud dari pembelajaran kontekstual dalam artikel ini adalah pembelajaran pendidikan Agama Hindu yang berbasis local genius Hindu Kaharingan Kalimantan Tengah. Pembelajaran local genius dapat diterapkan dalam standar kompetensi panca yajña dengan kompetensi dasar contoh-contoh pelaksanaan yajňa dalam masyarakat sebab masyarakat Hindu Kaharingan juga melaksanakan ajaran yajña sesuai dengan kaidah-kaidah yang dimuat dalam susastra suci Hindu walaupun berbeda dalam hal penyebutannya. Dalam Standar Kompetensi asta aiswarya, Kompetensi Dasar yang relevan untuk dilakukan pembelajaran berbasis local genius adalah menemukan sloka dan mantram terkait asta aiswarya, sebab dalam Panaturan juga memuat tentang sifat-sifat kemahakuasaan Ranying Hatalla. Dengan mengakomodasi materi yang bersifat kearifan lokal, siswa cenderung lebih mudah dalam hal pemahaman konsep. Sebab materi pembelajaran dikaitkan dengan fenomena yang tidak asing baginya karena siswa sering bersinggungan langsung dalam kehidupan sehari-hari.
DHARMASANTI AGEN PEMBELAJARAN Sujaelanto
Widya Aksara : Jurnal Agama Hindu Vol 29 No 2 (2024): Widya Aksara
Publisher : Lembaga Penerbit Sekolah Tinggi Hindu Dharma Klaten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54714/widyaaksara.v29i2.274

Abstract

Abstrak Dharmasanti adalah rangkaian kegiatan hari suci Nyepi oleh umat Hindu di Indonesia. Pelaksanaan dharmasanti menyesuaikan dengan tingkatan dan kondisi umat Hindu. Dharmasanti merupakan kegiatan keagamaan Hindu yang bersifat profan yang didalamnya sarat sumber nilai pendidikan. Nilai pendidikan tidak serta merta diperoleh hanya dari pendidikan formal, tetapi dapat diperoleh disetiap saat, termasuk kegiatan dharmasanti yang kaya akan sumber pembelajaran. Apakah kegiatan dharamsanti di Jenawi menjadi agen pembelajaran Hindu. Penelitian ini dilakukan pada saat acara dharmasanti di Jenawawi Karanganyar pada bulan April 2024. Data diperoleh menggunakan observasi dan di analisis dengan teori social kognitif. Hasil yang diperoleh dari penelitian adalah Dharmasanti adalah metode pembinaan umat Hindu melalui kegiatan hari Nyepi. Rangkaian acara dharmasanti umat Hindu Jenawi meliputi pengisian melodi seni, penampilan tari, pembacaan weda wakya, melagukan Indonesia raya, pengucapan ikrar, sambutan dan dharmawaca. Rangkaian acara dharmasanti tidak saja disajikan untuk melengkapi kegiatan secara formal dan ritual, tetapi nilai-nilai terkandung disetiap sesi acara memberikan motivasi dan inspirasi umat Hindu dalam menjalankan sradha dan bakti kepada Tuhan, negara dan sesamanya. Peran dharmasanti sebagai agen pembelajaran Hindu adalah sebagai fasilitator, motivator, pemberi inpirasi pembelajaran umat Hindu di Jenawai. Dharmasanti sebagai tempat untuk bersimakrama (silaturami) umat Hindu dengan para tokoh umat Hindu serta pemimpin wilayah untuk melaksanakan dharma agama dan dharma negara.
JOYFULL LEARNING: MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA PASRAMAN MELALUI MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MULTIMEDIA INTERAKTIF Wisnu Wardani, Dewi Ayu
Widya Aksara : Jurnal Agama Hindu Vol 29 No 2 (2024): Widya Aksara
Publisher : Lembaga Penerbit Sekolah Tinggi Hindu Dharma Klaten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54714/widyaaksara.v29i2.278

Abstract

Learning motivation is important for students to improve the quality of education. Technology can be used to make the learning environment more interesting and interactive. The purpose of this study is to determine how effective technology-based learning is in increasing students' desire to learn at school. To achieve this goal, this study uses a literature study method that collects data from a number of articles that have been published on the subject.By using media, applications, and e-learning, students can be more motivated to learn. Therefore, schools must pay attention to the use of technology in learning to increase students' motivation to learn. The solution offered in this study is an interactive learning media with the Joyful Learning method. The Joyful Learning method is a very good method used to involve students in learning the material that has been delivered considering that students are less active in the learning process. The results of the media expert validation in the visual communication category and ease of use are in the very valid category, with a percentage of the feasibility of 92%, while for the ease of use aspect 86%. Based on the calculation of validity by the material validator, the percentage of assessment for material suitability is 82%, material presentation is 80%, and material coverage is 92%. So the media summary for all aspects of evaluation by the material validator is very valid. Then the validation of the user value was obtained in the form of 86% of the content of the learning material, 82% of learning, and 84% of the display of learning media, with a valid category. The results of the analysis show that the use of technology-based learning methods can make students more motivated to learn.
MEMBANGUN NILAI-NILAI MODERASI BERAGAMA DI TENGAH MASYARAKAT PLURAL: SEBUAH PENDEKATAN FILSAFAT AGAMA Siswadi, Gede Agus; Candrawan, Ida Bagus Gede; Puspadewi, I Dewa Ayu
Widya Aksara : Jurnal Agama Hindu Vol 29 No 2 (2024): Widya Aksara
Publisher : Lembaga Penerbit Sekolah Tinggi Hindu Dharma Klaten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54714/widyaaksara.v29i2.280

Abstract

This research aims to examine and develop the values of religious moderation in a plural society through a philosophy of religion approach. Religious moderation is a very important attitude in maintaining harmony and social stability in a diverse society. This is because when religion is only interpreted as a doctrine, it will lead to excessive religious fanaticism. Therefore, believing in religious teachings must be understood with rationality, so that the principles that exist in every religious teaching can provide peace and harmony between human beings. This research uses a qualitative method with a philosophical descriptive approach. The results of this study show that religion actually provides guidance for people in thinking, acting or speaking well, by prioritising ethics and morals and humanitarian principles. However, if religious teachings are understood only as doctrine, it will be vulnerable to religious fanaticism, therefore religion should be understood rationally. Therefore, religious moderation by promoting the values of tolerance, harmony, and peace should be based on rational, critical principles in understanding religious teachings, so it is important to understand the philosophy of religion as a foundation in building religious moderation values.
PURUSA DAN PRADANA SEBAGAI KONSEP KESETARAAN GENDER DALAM AGAMA HINDU Warta, I Nyoman
Widya Aksara : Jurnal Agama Hindu Vol 29 No 2 (2024): Widya Aksara
Publisher : Lembaga Penerbit Sekolah Tinggi Hindu Dharma Klaten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54714/widyaaksara.v29i2.283

Abstract

The equality of Purusa and Pradana in its essence is to maintain the health of the universe and its contents. With their respective duties and functions, harmony is created. Likewise, the equality of men and women is created differently but in essence is the same. The understanding of gender or equality has become an important subject in various aspects of human life, including in the context of religion and spirituality. In Hinduism, the concept of gender is not only limited to biological differences between men and women, but also includes social structures, cultural norms, and expanded spiritual roles. Equality in the Hindu perspective reflects the complexity of human life, which is reflected in sacred texts, religious rituals, and daily practices. Gender issues in Hinduism have far-reaching implications in the understanding of gender roles in society and spiritual life. The concept not only encompasses the relationship between men and women in the context of family and society, but also involves the role of gods and goddesses who reflect different principles in the universe. Thus, the understanding of gender in Hinduism provides a rich view of the dynamics of human relationships with humans, humans with other life and humans with God (Brahman). The understanding of these positions contradicts the depiction of gender in Hinduism. Men are portrayed as protectors and women as providers of prosperity who are worshipped in the form of deities, and are even portrayed as transcending gender understanding in the exploration of social roles and sexuality. Thus, there is no aspect that distinguishes the position of men and women, both in their duties and responsibilities as human beings. The main difference between women and men is limited to biological differences, so the concept of gender is entirely a socio-cultural concept that applies in certain societies according to their nature or karmic purposes.
NILAI-NILAI SUSILA DAN ETOS EKONOMI DALAM AGAMA HINDU Setyaningsih; Subawa, I Wayan Tudy
Widya Aksara : Jurnal Agama Hindu Vol 29 No 2 (2024): Widya Aksara
Publisher : Lembaga Penerbit Sekolah Tinggi Hindu Dharma Klaten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54714/widyaaksara.v29i2.284

Abstract

This article discusses moral values and economic ethos from a Hindu perspective. The aim of this research is to find out how Hindu moral values and economic ethos teach and practice. This research uses descriptive qualitative methods. Susila is one of the three basic frameworks of Hindu religious teachings, which is good and noble behavior that is in line with the provisions of Dharma (good deeds) and Yadnya (holy sacrifice). The aim of morals is to foster a harmonious relationship between a person and the living creatures around him. Susila has a very broad meaning, so the author limits the scope of morality to economic ethos. The word economy cannot be separated from welfare and prosperity. In Hinduism, economics is called Artha. Morals are the most important, therefore moral values as well as economic ethos in Hinduism are very important things to balance life and prosperity. The results of this research will provide an understanding of Hindu teachings regarding the moral values and economic ethos of Hindu society.
PENDIDIKAN DAN KESETARAAN: IMPLEMENTASINYA PADA SEKOLAH INKLUSI PERSPEKTIF FILSAFAT MANUSIA April Juwan, Dian Paula; Dwiputri Maharani, Septiana; Siswadi, Gede Agus
Widya Aksara : Jurnal Agama Hindu Vol 29 No 2 (2024): Widya Aksara
Publisher : Lembaga Penerbit Sekolah Tinggi Hindu Dharma Klaten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54714/widyaaksara.v29i2.285

Abstract

Inclusive education is being promoted to ensure equal education for all students, regardless of background or special needs. Human philosophy emphasises respect for each person's dignity and potential. Nevertheless, the execution of the notion of inclusive education frequently encounters intricate obstacles. This study examines how human philosophy values and principles might promote equality in inclusive schools. The research methodology employs a qualitative approach, primarily emphasising literature analysis and case studies. The literature analysis will examine inclusive education-related human philosophy principles and theories, while the case studies will examine how inclusive schools use these concepts. This research integrates theoretical and empirical data to better understand the relationship between human philosophy and inclusive education and promote more inclusive and humane educational practices. Inclusive education is an education that supports equality. Because basically, all humans need education as an effort to develop their talents and interests.