cover
Contact Name
Arief Hidayatullah
Contact Email
arief.stisipbima@gmail.com
Phone
+6281334936780
Journal Mail Official
arief.stisipbima@gmail.com
Editorial Address
Jl. Pierre Tandean Kelurahan Mande Kecamatan Mpunda Kota Bima
Location
Kab. bima,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Kombud
ISSN : 24433519     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Komunikasi dan Kebudayaan sebagai media publikasi karya ilmiah yang dihasilkan oleh akademisi, peneliti dan mahasiswa.
Articles 97 Documents
KAJIAN PERUBAHAN PERILAKU INDIVIDU BIASA MENJADI TERORIS Adilansyah NN; Aini Annisya; Adi Hidayat Argubi
Jurnal Komunikasi dan Kebudayaan Vol 5, No 2 (2018): Volume 5, Nomor 2, Desember 2018
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (STISIP) Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (301.802 KB)

Abstract

Penelitian dengan judul Kajian Perubahan Perilaku Individu Biasa Menjadi Teroris ini diharapkan dapat menghasilkan sebuah produk berupa informasi bagaimana perubahan perilaku individu biasa menjadi terorisme di Kota Bima sebagai dasar kebijakan penanganan teroris di Kota Bima. Tujuan penelitian yaitu 1). Ingin mengetahui bagaimana informasi mengenai terorisme dan  radikalisme di Bima ; 2). Ingin mengkaji bagaimana perubahan perilaku individu biasa menjadi teroris dan radikal di Bima.  Hasil penelitian diharapkan menjadi input bagi penanganan terorisme serta dapat dijadikan dasar pengambilan kebijakan. penelitian ini mengunakan metode deskriptif. Sumber data primer diperoleh dari kuesioner, wawancara dan pengamatan langsung di lapangan. Sumber data primer dan sekunder juga diperoleh dari beberapa pihak terkait seperti data yang dimiliki oleh BNPT NTB terkait aktivitas terorisme di Kota Bima, Kepolisian, Bakesbanglinmas, Pemerintahan Kecamatan dan Kelurahan serta masyarakat. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini selain menggunakan metode Participatory Rural Appraisal (PRA) dan Focus Group Discussion (FGD), juga menggunakan metode Rapid Rural Apprasial (RRA),  Indept Interview, observasi, dan dokumentasi. Sedangkan teknik analisis data Analisis menggunakan perpaduan kualitatif. Hasil penelitian menemukan bahwa proses menjadi teroris dimulai pada tahapan perubahan perilaku. Pada tahapan kedua mulai muncul semangat untuk mencari musuh dan melawan pihak (kambing hitam) yang dianggap melakukan ketidakadilan terhadap kelompok sendiri. Tahapan ketiga terjadi proses pengolahan ideologi untuk melakukan perlawanan terhadap pihak-pihak yang telah membuat ketidakadilan terhadap kelompok. Tahap keempat yaitu aktifitas yang dilakukan dalam bentuk melihat dunia sebagai hal yang hitam dan putih. Tahap kelima terjadi proses polarisasi kelompok kawan dan lawan. Dan pada tahap terakhir seseorang mulai terlibat dalam aksi terorisme karena doktrin yang ditanamkan kelompok begitu sudah masuk dan susah untuk diluruskan kembali. Pada tahapan pemikiran yang seperti ini anggota kelompok mudah sekali untuk tunduk pada kata-kata guru dan pemimpin mereka bahkan untuk melakukan hal dalam bentuk teror sekalipun.
Proses Komunikasi Pewarisan Nilai Kearifan Lokal Melalui Komunikasi Keteladanan Dalam Masyarakat Perkotaan Di Kota Bima Rahmi Rahmi; Yayu Rahmawati
Jurnal Komunikasi dan Kebudayaan Vol 6, No 2 (2019): Komunikasi Kearifan Lokal
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (STISIP) Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (196.839 KB)

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi keingintahuan peneliti tentang proses komunikasi pewarisan nilai-nilai kearifan lokal melalui komunikasi keteladanan yang dilakukan orang tua kepada anaknya. Karena sesungguhnya komunikasi dalam keluarga akan berpengaruh terhadap perilaku anak baik di dalam rumah maupun di luar rumah, baik di dalam keluarga maupun di lingkungan sosial. Komunikasi dalam keluarga yang paling berpengaruh terhadap sikap dan tindakan anak dalam lingkungan sosial. Bentukan dalam kelurga bentuk itu pula yang tercermin dalam sikap dan perbuatan anak dalam lingkungan sosial. Oleh karena itu keluarga mempunyai peranan yang besar dalam membentuk dan melestarikan budaya suatu masyarakat. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana Proses Komunikasi Pewarisan Nilai-Nilai Kearifan Lokal Melalui Komunikasi Keteladanan Dalam Keluarga?. Tujuan penelitian yakni untuk mengetahui proses komunikasi keteladanan yang dilakukan orang tua kepada anak dalam mewariskan nilai-nilai kearifan lokal. Hasil penelitian ini adalah Peran orang tua atau ayah dan ibu sama-sama memberikan teladan yang baik dan mencerminkan nilai-nilai kearifan lokal Bima kepada anaknya. Selanjutnya pewarisan nilai kearifan lokal tersebut diajarkan melalui media-media internet serta memberikan nasihat-nasihat secara langsung yang dilakukan secara informal seperti saat ngobrol bersama di ruang TV atau saat selesai Sholat berjamaah. Saat orang tua telah meneladani serta menasihati namun mereka tidak mengimplementasikan dengan perbuatan sehari-harinya, maka orang tua atau lebih tepatnya ayah akan menegurnya dengan cara yang lembut hingga keras. Cara orang tua mewariskan nilai-nilai kearifan lokal melalui keteladanan, kebisaan, nasehat, dan memberikan contoh keteladan yang sesuai dengan nilai-nilai kearifan lokal maja labo dahu, nggahi rawi pahu, dan Ketada Rawi Ma Tedi, Ketedi Rawi Ma Tada. Tujuannya agar anak-anak mereka mengetahui dan meneladani nilai-nilai kearifan lokal tersebut.
DAMPAK KEBERADAAN PERGURUAN TINGGI TERHADAP KEHIDUPAN SOSIAL MASYARAKAT DI KELURAHAN MANDE KAMALUDDIN KAMALUDDIN
Jurnal Komunikasi dan Kebudayaan Vol 4, No 2 (2017): Juli-Desember 2017
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (STISIP) Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (250.051 KB)

Abstract

Penelitian ini berjudul “Dampak Keberadaan Perguruan Tinggi Terhadap Kehidupan Sosial Masyarakat di Kelurahan Mande”. Dengan permasalah sebagai berikut: 1). Apakah ada perbedaan tingkat pendidikan penduduk sebelum dan sesudah adanya Perguruan Tinggi? 2). Apakah ada perbedaan tingkat pendapatan penduduk sebelum dan sesudah adanya Perguruan Tinggi? 3). Bagaimana penilaian masyarakat sekitar Perguruan Tinggi terhadap keberadaan mahasiswa pondokan? Hasil penelitian menunjukkan bahwa Dampak keberadaan perguruan tinggi terhadap kehidupan sosial masyarakat kelurahan Mande kecamatan mpunda Kota bima dapatlah disimpulkan sebagai berikut: 1. Tingkat pendidikan penduduk sebelum dan sesudah adanya Perguruan Tinggi terhadap kehidupan Masyarakat Kelurahan Mande. a. Tingkat pendidikan sebelum adanya perguruan tinggi sangat rendah dengan jumlah responden sebanyak 15 orang atau 50,00% sedangkan b. Tingkat pendidikan sesudah adanya perguruan tinggi sangat tinggi dengan jumlah  responden sebanyak  20 orang atau 64,44%. 2. Tingkat Pendapatan penduduk sebelum dan sesudah adanya perguruan tinggi terhadap kehidupan Masyarakat Kelurahan Mande Kecamatan Mpunda Kota Bima. a. Tingkat Pendapatan penduduk sebelum adanya perguruan tinggi yaitu sangat rendah dengan jumlah responden mengatakan sebanyak 14 orang atau 46,66 sedangkan  b. Tingkat Pendapatan penduduk sesudah adanya perguruan tinggi yaitu sangat tinggi dengan jumlah responden 17 orang atau 56,66%. 3. Penilaian masyarakat terhadap keberadaan Mahasiswa Pondokan di Kelurahan Mande Kecamatan Mpunda Kota Bima. a. Penilaian masyarakat terhadap keberadaan Mahasiswa Pondokan sangat tinggi dengan jumlah responden 15 orang atau 55,00% dan di dukung dengan Wawancara sedangkan b. Penilaian masyarakat terhadap keberadaan Mahasiswa Pondokan sangat rendah dengan jumlah responden 14 orang atau 46,66% dan di dukung dengan Wawancara yang dilakukan oleh peneliti. Jadi Dampak keberadaan perguruan tinggi terhadap kehidupan sosial masyarakat kelurahan Mande kecamatan mpunda Kota bima ada pengaruh yang kuat terhadap keberadaan perguruan tinggi dengan kehidupan masyarakat sekitar.
Front Matters (halaman cover, susunan redaksi dan daftar isi) editor jurnal komunikasi
Jurnal Komunikasi dan Kebudayaan Vol 3 No 1 (2016): Januari-Juni 2016
Publisher : Universitas Mbojo Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (928.24 KB)

Abstract

KOMUNIKASI INTERPERSONAL GURU DALAM PEMBENTUKAN KARAKTER MURID DI SDN 11 KOTA BIMA Yayu Rahmawati Mayangsari
Jurnal Komunikasi dan Kebudayaan Vol 6, No 1 (2019): KOMUNIKASI DAN KEBUDAYAAN
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (STISIP) Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (157.876 KB)

Abstract

Komunikasi Interpersonal Guru dalam Pembentukan Karakter Murid di SDN 11 Kota Bima. Penelitian bertujuan untuk mengetahui komunikasi interpersonal guru dalam pembentukan karakter anak di SDN 11 Kota Bima. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif. Data diperoleh melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Data dianalisis secara (1) deskriptif melalui proses pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi interpersonal guru dalam pembentukan karakter anak, pada dasarnya sudah terlaksana dengan baik melalui: Pertama, percakapan dilakukan dengan melontarkan pertanyaan-pertanyaan seperti bertanya kabar anak murid serta nasihat-nasihat agar mereka memiliki bribadi yang baik. Kedua, dialog dilakukan oleh guru ketika proses belajar mengajar. Hal ini dilakukan agar materi yang diberikan dapat lebih diingat karena dilakukan dengan dialog dan disertai contoh-contoh kasus dalam bentuk cerita. Ketiga, sharing antara guru dan murid dilakukan sebagai cara berbagi kisah-kisah teladan pembentuk karakter anak. Keempat, wawancara dilakukan apabila ada murid yang bermasalah. Hal ini dilakukan agar guru tahu penyebab anak tersebut melakukan masalah hingga dapat dicarkan solusinya. Dan kelima, konseling dilakukan juga untuk anak-anak yang memiliki masalah. Konseling biasanya lebih dalam dari sharing sebab Konseling dilakukan secara langsung kepada murid-murid yang mengalami masalah, baik masalah di sekolah maupun kesulitan dilingkungannya dengan mengurangi beban batin, pengembangan wawasan, pemikiran, sikap penemuan masalah dan pemecahannya, melatih kecakapan komunikasi interpersonal: mendengarkan dan menanggapi rekan bicara dengan baik.
POLA INTEGRASI ETNIS KETURUNAN ARAB DALAM MASYARAKAT BIMA SITA KOMARIAH
Jurnal Komunikasi dan Kebudayaan Vol 5, No 1 (2018): Januari-Juni 2018
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (STISIP) Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (218.694 KB)

Abstract

Penelitian dengan judul Pola Integrasi Etnis Keturunan Arab dalam Masyarakat Bima, dengan permasalahan sebagai berikut: 1. Bagaimana Pola Integrasi Etnis Keturunan Arab dengan Masyarakat Bima. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif deskriptif yang menggambarkan secara sistematis, faktual, akurat  mengenai fakta-fakta, sifat, serta fenomena yang dijadikan obyek penelitian. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara dan dokumentasi. Penentuan informan dipilih berdasarkan pada kriteria pertimbangan sebagai berikut: 1. Individu-individu tertentu dari etnis keturunan Arab dan non-Arab. 2. Tokoh masyarakat etnis keturunan Arab yang dianggap memiliki pengaruh dalam masyarakat bersangkutan. 3. Mengetahui masalah-masalah yang berkaitan dengan penelitian. Berdasarkan pada keseluruhan rangkaian pembahasan dalam penelitian ini, telah menggambarkan pola integrasi keturunan Arab yang meliputi: aspek politik etnis Arab memperoleh kesempatan politik yang sama dengan masyarakat pribumi. Pada aspek ekonomi, etnis keturunan Arab mendominasi sektor jasa publik dibandingkan dengan masyarakat pribumi. Pada aspek organisasi sosial etnis Arab tidak membentuknya secara formal, tetapi ibu-ibu rumah tangga kedua kelompok etnis membentuk kelompok arisan yang bertujuan memperat hubungan sosial kedua kelompok. Pada aspek agama etnis Arab membentuk kelompok kajian keagamaan dengan masyarakat pribumi dan etnis Arab mengajarkan anak-anak pribumi mengaji tanpa dipungut biaya. Pada aspek perkawinan, etnis Arab dapat menerima dan membuka kesempatan bagi terjadinya perkawinan lintas etnis.
POLA KOMUNIKASI KEPALA SUKU DALAM PELESTARIAN BUDAYA PERNIKAHAN DAN KESENIAN TRADISONAL Arief Hidayatullah
Jurnal Komunikasi dan Kebudayaan Vol 3 No 1 (2016): Januari-Juni 2016
Publisher : Universitas Mbojo Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (213.221 KB)

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi realitas keberagaman identitas yang dimiliki manusia. Bahwa manusia baik sebagai individu maupun kelompok, memiliki ciri masing­masing yang disebutbudaya atau kebudayaan. Begitu juga dengan kebudayaan masyarakat Donggo (dou Donggo)di Bima, NTB. Dou Donggo merupakan masyarakat asli suku Mbojo (Bima), yang mendiamisalah satu wilayah administratif kecamatan di Kabupaten Bima, yaitu Kecamatan Donggo. DouDonggo menjadi bagian masyarakat Bima yang masih memegang teguh nilai­nilai kebudayaanasli suku Mbojo. Kepatuhan mereka dengan tetap memegang teguh nilai­nilai kebudayaan,tidak terlepas dari peran pemimpin mereka, yakni Ncuhi. Ncuhi merupakan sebutan dou donggountuk kepala sukunya. Menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dengan studi lapangandi Desa Kala, Kecamatan Donggo, Kabupaten Bima, peneliti meneliti bentuk komunikasi Ncuhidalam upayanya melestarikan budaya pernikahan dan kesenian tradisional dou Donggo. Darihasil penelitian ditemukan, keberadaan Ncuhi sebagai penerus atau pewaris kebudayaan lokaltidak lagi berfungsi secara maksimal. Ncuhi hanya melakukan komunikasi antarpersonal,kelompok dan publik kepada generasi yang lebih muda untuk mewarisi nilai­nilai kebudayaan.Tidak ada lagi komunikasi secara organisasi, maupun menyebarkan dengan media massa untukmelestarikan kebudayaan pernikahan dan kesenian.
FUNGSI KEPALA SEKOLAH DALAM PEMBINAAN GURU PADA SEKOLAH MENENGAH KELAUTAN NEGERI 10 DI KABUPATEN BIMA Rizkiani, Firliah; Salahuddin, Salahuddin
Jurnal Komunikasi dan Kebudayaan Vol 7, No 1 (2020): KOMUNIKASI DAN KEBUDAYAAN
Publisher : Jurnal Komunikasi dan Kebudayaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (474.372 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan: Untuk mengetahui Fungsi Kepala Sekolah Dalam Pembinaan Guru Pada Sekolah Menengah Kelautan Negeri 10 Kabupaten Bima. Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Penelitian deskriptif yang bertujuan untuk menggambarkan tentang permasalahan. Lokasi penelitian adalah Sekolah Menengah Kelautan Negeri 10 Kabupaten Bima. Populasi dalam penelitian adalah berjumlah 180 orang. Teknik sampling yang digunakan adalah sampling Teknik Probability Sampling. Penarikan sampel adalah ditentukan sebesar 20 % dari 193 orang populasi, sehingga jumlah sampel adalah 40 orang. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah Kuesioner, dokumentasi, dan observasi. Teknik analisis data menggunakan analisa deskriptif dengan menggunakan tabel frekuensi. Hasil penelitian berdasarkan presepsi responden menunjukan: (1) Berkenaan dengan Fungsi Kepala Sekolah sebagai Educator (Pendidik) dalam pembinaan guru, maka hasil yang diperoleh yaitu: Pertama, Tanggapan responden terhadap item Kepala Sekolah dalam menjalankan fungsinya sebagai Educator (Pendidik) dalam pembinaan guru dengan mengikutsertakan para guru dalam kegiatan ilmiah adalah sebagian besar responden menjawab Jarang diikutsertakan dalam kegiatan ilmiah. Hal ini didukung data di mana sebanyak 18 orang responden atau 45% menyatakan jarang. Kedua, Tanggapan responden terhadap item Kepala Sekolah dalam menjalankan fungsinya sebagai Educator (Pendidik) dalam pembinaan guru dengan membina guru dalam membuat RPP adalah sebagian besar responden menjawab Jarang guru dibina dalam membuat RPP. Hal ini didukung data di mana sebanyak 17 orang responden atau 42,50% menyatakan jarang. Ketiga, Tanggapan responden terhadap item Kepala Sekolah dalam menjalankan fungsinya sebagai Educator (Pendidik) dalam pembinaan guru, menggunakan waktu belajar secara efektif di sekolah adalah sebagian besar responden menjawab selalu. Hal ini didukung data di mana sebanyak 22 orang responden atau 55% menyatakan selalu. Berkenaan dengan Fungsi Kepala Sekolah sebagai Manager dalam pembinaan guru, maka hasil yang diperoleh yaitu: Tanggapan responden terhadap item Kepala Sekolah dalam menjalankan fungsinya sebagai manager dalam pembinaan guru dengan memberdayakan guru melalui kerjasama atau kooperatif untuk meningkatkan tenaga profesional di lingkungan sekolah.
PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP EKSISTENSI KEARIFAN BUDAYA LOKAL (Studi Pada Desa Wisata “Uma Lengge” Maria Kecamatan Wawo Kab. Bima) Lubis Hermanto; Ariani Rosadi
Jurnal Komunikasi dan Kebudayaan Vol 5, No 2 (2018): Volume 5, Nomor 2, Desember 2018
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (STISIP) Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (249.649 KB)

Abstract

Budaya merupakan salah satu sistem tatanan yang mengatur kehidupan manusia. Hadirnya budaya merupakan khazanah kehidupan yang selalu harus dijaga kelestariannya. Indonesia adalah Negara yang memiliki sejarah akan warisan budaya yang sangat berpengaruh akan tatanan sistem Negara. Melalui semboyan Bhineka Tunggal Ika, jelas bahwa Negara kita dibangun atas pondasi sebuah budaya melalui kearifan lokal budaya di tiap-tiap Daerahnya. Selain terkenal karena pacuan kudanya, daya tarik wisata lainnya yang bisa dikunjungi di Bima adalah rumah tradisionalnya yang disebut Uma Lengge dan Uma Jompa, salah satu rumah adat tradisional yang berdiri sejak ratusan tahun silam dimana rumah tradisonal itu adalah peninggalan asli nenek moyang suku Bima. Seiring perubahan zaman, kualitas Uma Lengge maupun Uma Jompa banyak yang mengalami perubahan. Oleh karena perkembangan zaman juga, masyarakat lebih memilih tinggal di rumah yang lebih luas dan nyaman, maka keberadaan uma lengge ini sudah semakin terkikis dan tertinggal. Fungsinya pun yang dahulunya sebagai tempat tinggal sudah dialihkan hanya sebagai lumbung padi dan terpisah dari rumah penduduk. Metode penelitian menggunakan jenis penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus dengan teknik pengumpulan data penelitian antara lain : observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Kemudian teknik analisa data dengan menggunakan reduksi data, display data dan pengambilan kesimpulan (verifikasi). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertama, peran Pemerintah Pusat, Pemerintah Kabupaten Bima, maupun Pemerintah Kecamatan Wawo dalam mendukung serta menjaga dari nilai-nilai budaya kearifan lokal yaitu eksistensi desa wisata “Uma Lengge” sudah dirasakan oleh masyarakat Maria Wawo, terlihat dari keseriusan Pemerintah dalam mengelola dan melestarikan aset Daerah maupun Negara antara lain dengan ditetapkan oleh Kementerian Pariwisata sebagai kategori Desa Wisata, serta dibentuknya petugas-petugas pelaksana yang menjaga Desa Wisata “Uma Lengge” yang sekaligus digaji khusus oleh Pemerintah. Kedua, Lembaga adat Desa Maria sebagai sebuah organisasi yang dibentuk oleh Pemerintah Kabupaten Bima adalah wadah pemangku budaya yang bersinergi dengan masyarakat dalam menjaga dan melestarikan kearifan budaya lokal khususnya “Uma Lengge”. Ketiga, Persepsi masyarakat akan eksistensi dari Desa Wisata “Uma Lengge” Maria Wawo menunjukkan bahwasannya masyarakat Wawo sangat bangga akan warisan leluhur kebudayaan “Uma Lengge”. Eksistensi “Uma Lengge” tercermin dari berbagai kegiatan yang dilakukan oleh segenap unsur baik masyarakat, pemerintah, swasta, pemerhati budaya, yaitu dengan mengadakan festival “Uma Lengge” yang diadakan di Desa Wisata “Uma Lengge” Maria Wawo.
DAMPAK SOSIAL EKONOMI MASYARAKAT TERHADAP AKTIVITAS PERTAMBANGAN BATU MARMER DI KELURAHAN OI FO’O KOTA BIMA LUBIS HERMANTO FIRDAUS
Jurnal Komunikasi dan Kebudayaan Vol 4, No 2 (2017): Juli-Desember 2017
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (STISIP) Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (554.111 KB)

Abstract

Berdirinya kawasan industri diikuti dengan semakin banyaknya kawasan pertambangan sebagai salah satu penunjang pertumbuhan ekonomi dan pembangunan suatu wilayah, Indonesia memiliki potensi yang sangat besar akan pertumbuhan pertambangan, hal dikarenakan wilayah Indonesia yang memiliki Sumber Daya Alam (SDA) yang sangat melimpah.Kegiatan pertambangan banyak dilakukan pada kawasan hutan yang dianggap memiliki potensi galian yang ingin dicari, salah satunya adalah batu marmer. Aktifitas pertambangan juga ada di Kota Bima tepatnya di lingkungan Kadole Kelurahan Oi FO’O, pertambangan di lingkungan Kadole lebih pada penggalian batu marmer. Kehadiran aktifitas pertambangan di lingkungan Kadole Kelurahan Oi FO’O, memicu lahirnya banyak permasalahan seperti permasalahan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat. Metode penelitian menggunakan jenis penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan fenomenologi dengan teknik pengumpulan data penelitian antara lain: observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Kemudian teknik analisa data dengan menggunakan reduksi data, display data dan pengambilan kesimpulan (verifikasi). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Dampak yang ditimbulkan dari aktifitas pertambangan batu marmer di lingkungan Oi FO’O Kota Bima terhadap perubahan ekosistem lingkungan antara lain berupa adanya sisa-sisa batu yang terlihat di atas bukit atau disebut dengan ampas buangan (tailing). Dari aktifitas pertambangan tersebut tidak menimbulkan ganguan ekosistem lingkungan yang buruk seperti ketersediaan air untuk irigasi pertanian dan perkebunan masyarakat masih terjaga dengan baik terlihat terawatnya mata air di bawah kaki gunung tempat aktifitas pertambangan berlangsung. Dampak secara sosial dan budaya antara lain : Pertama, masyarakat sangat menggapresiasi hadirnya pertambangan karena masyarakat mendapatkan kehidupan yang layak dari ganti rugi atas lahan tempat tinggal dan lahan pertanian dengan dipindahkan pada lahan pemekaran pemukiman yang baru. Kedua, secara strata sosial masyarakat Kelurahan Oi FO’O sudah mendapatkan banyak informasi dan soft skill maupun hard skill dari bekerja dengan perusahaan pertambangan. Ketiga, perubahan sosial dan budaya dengan hadirnya pertambangan ini terlihat dari gaya hidup masyarakat yang sekarang lebih konsumtif dan modern, yaitu dengan penggunaan alat-alat telekomunikasi dan hadirnya internet masuk desa. Dampak secara ekonomi secara nyata telah memberikan kontribusi tambahan bagi nilai perekonomian masyarakat Oi FO’O. Dimana dengan hadirnya pertambangan ini secara tidak langsung maupun secara langsung masyarakat menjadi tuan rumah di daerahnya sendiri yaitu dengan menjadi pegawai pertambangan. Berdasarkan perjanjian antara perusahaan dan masyarakat bahwa pegawai atau karyawan perusahaan harus diambil dari masyarakat sekitar area pertambangan.

Page 2 of 10 | Total Record : 97