cover
Contact Name
Fera Sartika
Contact Email
mohammadrizkifadhilpratama@gmail.com
Phone
+6287815093560
Journal Mail Official
lp2m@umpalangkaraya.ac.id
Editorial Address
Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya Building B 1st Floor RTA Milono St. Km.1,5 Palangka Raya 73111 INDONESIA
Location
Kota palangkaraya,
Kalimantan tengah
INDONESIA
Borneo Journal of Medical Laboratory Technology
ISSN : -     EISSN : 26226111     DOI : https://doi.org/10.33084/bjmlt.v2i2
Core Subject : Health, Science,
Borneo Journal of Medical Laboratory Technology is a Scientific Journal managed by Department of Medical Laboratory Technology Faculty of Health Science Universitas Muhammadiyah Palangkaraya and published twice a year (in October and April) by Institute for Researches and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya, contains articles of research and critical-analysis studies in Blood-transfusion Science, Clinical Chemistry, Hematology, Histopathology, Immunology, Microbiology, Parasitology, Toxicology, Food and drink Analysis, Molecular Biology, and other Medical Laboratory aspects.
Articles 196 Documents
Uji Efektivitas Infusa Rimpang Lengkuas Merah (Alpinia Purpurata K. Schum) Terhadap Kematian Larva Aedes Aegypti: Effectiveness Test Of Red Galangal (Alpinia Purpurata K. Schum) Rhizome Extract Against Aedes aegypti Juariah, Siti; Yusrita, Eli; Nurliuta, Nurliuta
Borneo Journal of Medical Laboratory Technology Vol. 6 No. 2 (2024): Borneo Journal of Medical Laboratory Technology
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/bjmlt.v6i2.6719

Abstract

Aedes aegypti merupakan jenis nyamuk yang berperan sebagai vektor utama penyakit demam berdarah dengue (DBD), Dengue Hemorhagic Fever (DHF), filariasis, demam kuning (yellow fever), chikungunya dan demam Zika yang disebabkan oleh virus Zika. Banyak upaya yang telah dilakukan untuk menanggulangi penyakit DBD, diantaranya pemberantasan sarang nyamuk (PSN) lewat 3M (Menguras,Menutup, dan Mengubur), melakukan fogging dan pemberian abate, serta memelihara ikan pemakan jentik, pemberantasan jentik/larva nyamuk A. Aegypti dengan  pemberian larvasida sintetik dan penggunaan insektisida kimiawi. Penggunaan insektisida kimiawi dan larvasida sintetik secara terus menerus dapat menyebabkan nyamuk jadi resisten, umumnya meninggalkan residu yang dapat membahayakan kesehatan manusia dan mengganggu keseimbangan lingkungan serta dapat membunuh hewan peliharaan dan juga manusia. Sehubungan dengan hal tersebut, maka perlu adanya penelitian mengenai biolarvasida sebagai pengganti larvasida sintetik dari tanaman yang memiliki senyawa yang dapat membunuh jentik/larva yang tidak memiliki efek samping terhadap kesehatan dan juga lingkungan yang dapat membahayakan penggunanya. Salah satu tanaman yang berpotensi sebagai biolarvasida adalah rimpang lengkuas merah (Alpinia Purpurata K. Schum). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jumlah kematian larva setelah diberikan infusa rimpang lengkuas merah (Alpinia Purpurata K. Schum). Jenis penelitian yang digunakan adalah Eksperimen Laboratorium dengan desain penelitian fokus untuk menguji efektifitas infusa rimpang lengkuas (Alpinia Purpurata K. Schum) terhadap kematian larva Aedes aegypti. Konsentrasi 25% merupakan konsentrasi yang paling efektif dalam membunuh larva nyamuk Aedes aegypti. Dengan begitu maka semakin tinggi konsentrasi maka semakin tinggi pula tingkat kematian larva nyamuk.
Potensi Dan Uji Stabilitas Ekstrak Lawsonia Inermis Sebagai Cat Penutup Pada Gram Staining Dengan Variasi Suhu: Potency and Stability Test of Lawsonia inermis Extract as Counterstain on Gram Staining with Temperature Variation Asfiya, Nida Azki; Novalina, Dhiah; Astuti, Tri Dyah
Borneo Journal of Medical Laboratory Technology Vol. 6 No. 2 (2024): Borneo Journal of Medical Laboratory Technology
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/bjmlt.v6i2.6736

Abstract

Gram staining is one of the methods used for bacterial identification. Safranin is one of the dye substances employed in Gram staining. The toxicity and health hazards associated with the use of safranin have been extensively reported, especially the risk of contamination from synthetic dye waste. The use of synthetic dyes is highly hazardous as it can lead to cancer, kidney, and liver damage. A potential alternative for Gram staining is the use of henna leaves (Lawsonia inermis), which contain the dye substance lawsone. However, natural dyes are susceptible to temperature changes.This research aims to determine the ability of henna leaves to stain bacteria as a counterstain in Gram staining and to assess the temperature stability of the henna leaf extract under various temperature variations. This study is a qualitative descriptive research with an experimental design conducted in the Microbiology Laboratory of the Faculty of Health Sciences at 'Aisyiyah University Yogyakarta. The results of Gram staining for Gram-negative bacteria (Escherichia coli) at temperatures of 40°C and 80°C show no contrast with the background, while Gram-positive staining for Staphylococcus aureus appears contrasting against the background. It can be concluded that the Gram staining of Escherichia coli bacteria with Lawsonia inermis extract at temperatures of 40°C and 80°C yields staining results that lack contrast between bacterial cells and the background. In contrast, Staphylococcus aureus bacteria exhibit contrasting staining results between bacterial cells and the background. The stability test of Lawsonia inermis extract indicates greater stability at 40°C compared to 80°C
Analisis Kadar Kalsium (Ca) Pada Lansia Di Panti Perlindungan Dan Rehabilitasi Sosial Lanjut Usia Provinsi Kalimantan Selatan: Analysis of Calsium (Ca) Levels In The Elderly At The “Budi Sejahtera” Social Shalter and Rehabilitation Home For The Elderly in Sout Kalimantan Amalia, Nurul; Arsyad, Muhammad; Khafifah, Khafifah
Borneo Journal of Medical Laboratory Technology Vol. 6 No. 2 (2024): Borneo Journal of Medical Laboratory Technology
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/bjmlt.v6i2.6877

Abstract

The elderly, or senior citizens, are a group of individuals who have reached old age. People in this age group are usually more susceptible to health problems. Calcium is a nutrient that is essential for the body and is the most abundant mineral found in the body, accounting for approximately 1.5-2% of an adult's body weight or about 1kg. Insufficient or excessive calcium intake can lead to abnormal metabolism. Calcium deficiency can result in osteoporosis and hypocalcemia, while excess calcium can cause hypercalcemia. The purpose of this study is to determine the calcium (Ca) levels in the elderly at the "Budi Sejahtera" Social Protection and Rehabilitation Home for the Elderly in South Kalimantan Province. The research design used in this study is a descriptive survey, which is a method used to describe or analyze research findings but not to draw broader conclusions. The calcium levels in the elderly were measured using a cross-sectional design, which observes population or sample data only once at the same time. The sampling was conducted on June 10, 2023. The sample used was blood from the elderly at the "Budi Sejahtera" Social Protection and Rehabilitation Home for the Elderly in South Kalimantan Province, with purposive sampling technique, which is a sampling technique based on specific criteria, resulting in 30 participants out of 69. The calcium levels (Ca) of the 30 respondents were calculated to have a mean of 6.81mg/dl, a maximum of 10.80 mg/dl, and a minimum of 3.30 mg/dl. The results showed that 21 respondents had low calcium levels, 8 respondents had normal levels, and 1 respondent had high calcium levels. Based on the characteristics of the 30 respondents, there were 18 male and female respondents in the younger age group (60-74 years), and 3 respondents in the older age group (75-95 year).
Perbandingan Kadar Fe Serum, TIBC dan Ferritin Pada Pasien Gagal Ginjal Kronik Pre dan Post Hemodialisa di RSUD Leuwiliang: Comparison of Serum Fe, TIBC and Ferritin Levels in Failed Patients Chronic Kidney Pre and Post Hemodialysis at SRUD Leuwiliang Prasetyorini, Tri; Lestari, Diah; Lesmana, Kartika
Borneo Journal of Medical Laboratory Technology Vol. 6 No. 2 (2024): Borneo Journal of Medical Laboratory Technology
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/bjmlt.v6i2.6890

Abstract

Gagal ginjal kronik (GGK) adalah salah satu penyebab gangguan fungsi ginjal yang progresif dan irreversible sehingga kemampuan tubuh gagal untuk mempertahankan metabolisme, keseimbangan cairan dan elektrolit, dan menyebabkan uremia serta membutuhkan terapi pengganti ginjal yang tetap, berupa dialisis atau transplantasi ginjal. Hemodialisa (HD) bertujuan mengganti fungsi ginjal sehingga dapat memperpanjang kelangsungan hidup dan memperbaiki kualitas hidup pada penderita gagal ginjal kronik. Penderita GGK yang melakukan hemodialisa dapat menderita anemia yang disebabkan oleh defisiensi eritropoietin, sehingga dilakukan penilaian status besi pada PGK meliputi Ferritin, Fe Serum dan Total Iron Binding Capacity (TIBC). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan kadar Fe Serum, TIBC dan Ferritin pada pasien GGK yang menjalani hemodialisa. Penelitian ini merupakan penelitian cross-sectional berdasarkan pengumpulan data pasien yang menjalani hemodialisa di RSUD Leuwiliang periode tahun 2021-2022. Dikumpulkan data sebanyak 63 pasien dan didapatkan hasil uji Wilcoxon pada Fe Serum dan Ferritin dengan α 0,05 diperoleh nilai p-value 0,240 dan 0,840 dengan tingkat kepercayaan 95%, dapat diputuskan bahwa Ha ditolak artinya tidak ada perbedaan kadar Fe Serum dan Ferritin pada pasien GGK pre dan Post HD. Sedangkan uji Paired T-Test pada TIBC didapatkan nilai p-value 0,000 dapat diputuskan bahwa Ha diterima artinya ada perbedaan kadar TIBC pasien GGK pre dan post HD. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu tidak terdapat perbedaan kadar Fe Serum dan Ferritin pada pasien GGK pre dan post hemodialisa, dan terdapat perbedaan kadar TIBC pada pasien GGK pre dan post hemodialisa di RSUD Leuwiliang.
Pengaruh Aromaterapi Lavender Terhadap Intensitas Nyeri Persalinan Kala 1 Di Desa Sungai Keledang Kota Samarinda Provinsi Kalimantan Timur: The Effect Of Lavender Aromatherapy On The Intensity Of Pain In The 1st Stage Of Labor In Sungai Keledang Village Samarinda City, East Kalimantan Province Lestari, Shelvi Ovi; Rahmawati, Renyta
Borneo Journal of Medical Laboratory Technology Vol. 6 No. 2 (2024): Borneo Journal of Medical Laboratory Technology
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/bjmlt.v6i2.7092

Abstract

Salah satu cara non-farmakologis untuk mengurangi nyeri persalinan yaitu dengan aromaterapi lavender. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh aromaterapi lavender terhadap intensitas nyeri persalinan kala I di desa sungai keledang kota Samarinda Provinsi Kalimantan Timur.  Jenis penelitian ini Pre-Eksperimen dengan model rancangan One-Group Pretest-Posttest Design. Populasi dalam penelitian ini adalah semua ibu bersalin di PMB Siti Murtofiah A.Md Keb dan klinik Kusuma desa sungai keledang kota Samarinda Provinsi Kalimantan Timur. Sampel penelitian diambil dengan teknik Accidental Sampling sebanyak 30 sampel. Hasil analisis bivariat dengan uji statistik Wilxocon Signed Ranks pada batas kemaknaan α=0,05 diperoleh nilai ρ value =0,000 (ρ < 0,05) artinya terdapat pengaruh yang bermakna antara tingkat nyeri sebelum dan setelah diberikan aromaterapi lavender sehingga dapat disimpulkan ada pengaruh aromaterapi lavender terhadap intensitas nyeri persalinan kala I di di desa sungai keledang kota Samarinda Provinsi Kalimanta Timur. Diharapkan aromaterapi lavender dapat dijadikan sebagai alternatif non-farmakologi untuk mengurangi nyeri persalinan dan dapat diaplikasikan dalam pelayanan kebidanan maternitas.
Efektifitas Pemberian Non Nutritive Sucking Terhadap Respon Nyeri Neonatus Pada Pemberian Imunisasi Hb0 Diruang Perinatologi Rs X Husada Malang: Effect Of Non-Nutritive Sucking Administration On Neonate Pain Response In Hb0 Immunization In The Perinatology Room Of X Husada Hospital Malang Nengrum, Lilis Sulistiya; Istiqomah, Mahmudatul
Borneo Journal of Medical Laboratory Technology Vol. 6 No. 2 (2024): Borneo Journal of Medical Laboratory Technology
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/bjmlt.v6i2.7093

Abstract

Neonatal pain response is an unpleasant experience due to subjective damage to body tissues which can be assessed by facial expressions, body movements, crying and resting using a pain scale. This study aims to determine the effect of Non-Nutritive Sucking on neonatal pain response to HB0 immunization at Wava Husada Malang Hospital. This study used a quasi-experimental post test only control group design. The sample of this study were neonates with a maximum age of less than 24 hours as many as 28 respondents. Using Accidental sampling technique. The independent variable is Non-Nutritive Sucking and the dependent variable is neonatal pain response. Data collection is by taking samples according to the inclusion criteria which are divided into the intervention group and the control group, the data ratio scale. Data analysis used the Mann-Whitney U test (alpha 0.05). The mean response to pain in the control group was higher than the average response to pain in the intervention group. The results of the Mann-Whitney U statistical test obtained a value of Z = -3.90 with a p value = 0.000 which indicated that there was a significant difference in neonatal pain responses in infants during HB0 immunization between the intervention group and the control group.
Gambaran Kadar Glukosa Darah Pada Tikus Wistar Sebagai Pendahuluan Uji Terapi Ektrak Daun Bandotan: Description of Blood Glucose Levels In Wistar Rats as an Introduction to The Therapy Test of Bandotan Leaf Extract Kurniasiwi, Putri; Rosa, Hilari Rio; Nastiti, Nastiti; Maulana, Mochamad Rizal
Borneo Journal of Medical Laboratory Technology Vol. 6 No. 2 (2024): Borneo Journal of Medical Laboratory Technology
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/bjmlt.v6i2.7094

Abstract

Diabetes Melitus (DM) termasuk salah satu penyakit tidak menular yang telah menjadi masalah serius bagi kesehatan masyarakat di Indonesia maupun di dunia. Indonesia menduduki peringkat ke 7 di dunia dengan penderita diabetes sebanyak 10,7 juta pada tahun 2019 dan jumlah tersebut diperkirakan akan meningkat menjadi 13,7 juta pada tahun 2030 dan 16,6 juta pada tahun 2045 (1,2). Komplikasi yang terjadi pada penderita DM adalah karena kerusakan dan kematian sel yang disebabkan peningkatan stress oksidatif dan aktivitas mediator inflamasi temasuk interleukin-6 (Il-6). Pemberian obat hipoglikemi oral pada pasien DM tidak menunjukkan perbaikan pada stress oksidatif. Oleh karena itu, diperlukan terapi tambahan untuk pasien DM yang dapat menurunkan stress oksidatif dan mediator inflamasi serta mendukung kerja antioksidan endogen. Daun bandotan merupakan tanaman yang mengandung antioksidan dan digunakan sebagai obat tradisional untuk pasien DM. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kadar guloksa darah sebetlum terapi ekstrak daun bandotan. Penelitian ini menggunakan tikus wistar jantan yang diinduksi dengan streptozotocin (stz) untuk menjadi DM tipe 2. Kemudian diperiksa kadar glukosa darah pada hari ke lima setelah induksi stz. Hasil menunjukkan secara keseluruhan kadar glukosa darah telah mencapai lebih dari 200 mg/dl. Hal tersebut menunjukkan bahwa tikus telah mengalami hiperglikemi dan bisa dilanjutkan untuk perlakuan terapi.
Cover, Content, and Editorial Note from Borneo J Med Lab Tech Vol. 6 No. 2 April 2024 Sartika, Fera
Borneo Journal of Medical Laboratory Technology Vol. 6 No. 2 (2024): Borneo Journal of Medical Laboratory Technology
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/bjmlt.v6i2.7095

Abstract

Assalamu’alaikum Wr. Wb. Alhamdulillahirabbil ‘alamin. After a long wait of almost 12 years from the first stand, the scientific journal of the Department of Analyst Health (Medical Laboratory Technology) Universitas Muhammadiyah Palangkaraya can be published. BJMLT is published every 6 months (2 issues/year) every October and April. This journal aims to publish high-quality articles dedicated to all aspects of the latest outstanding developments in the field but not limited to Blood transfusion, Clinical Chemistry, Hematology, Histopathology, Immunology, Microbiology, Parasitology, Toxicology, Food and Beverage Analysis, Molecular Biology, Medical Biology, and related fields that are of interest to medical laboratory technologies, such as epidemiology, health promotion, professional ethics, and laboratory management, It was first published online in October 2018 using Open Journal System (OJS) 3.1 platform with e-ISSN 2622-6111 by URL http://journal.umpr.ac.id/index.php/bjmlt. This edition contains 14 articles on Hematology, Microbiology, Clinical Chemistry, and Epidemiology. Editorial boards are fully aware that there is still room for improvement in this edition; hence with all humility, they are willing to accept constructive suggestions and feedback for improvements to the publication for the next editions. The publication of BJMLT certainly participates in disseminating the results of research and review of science and technology development conducted by lecturers and researchers from UM Palangkaraya and other universities. The editorial board would like to thank the University, all editors and reviewers, and contributors of the scientific articles who have provided the repertoire in this issue. We hope that all parties, especially the contributors of the articles, could re-participate the publication's success in the next edition in October 2024.
Evaluasi Pemeriksaan Kreatinin Dengan Penundaan 12 Jam Pada Pasien Diabetes Melitus: Evaluation Of Creatinine Screening With 12-hour Delay In Diabetes Mellitus Patients Kesuma, Suryanata; Farpina, Eka; Sultan, Sultan
Borneo Journal of Medical Laboratory Technology Vol. 6 No. 2 (2024): Borneo Journal of Medical Laboratory Technology
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/bjmlt.v6i2.7096

Abstract

Laboratorium klinik harus selalu memperhatikan mutu pelayanan dan mutu pemeriksaan. Laboratorium klinik akan memberikan informasi berupa hasil pemeriksaan kepada para klinisi sehingga dapat digunakan untuk menegakkan diagnosis dan tindak lanjut pengobatan terhadap pasien. Para klinisi selalu mengharapkan hasil pemeriksaan merupakan hasil yang tepat dan akurat sesuai dengan kondisi pasien saat itu. Hasil pemeriksaan dan pengukuran yang tepat dapat memperkecil kesalahan dalam menentukan diagnosis penyakit yang diderita pasien saat itu. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui perbedaan klinis penundaan pemeriksaan kreatinin segera dan ditunda 12 jam pada pasien diabetes melitus. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif, spesimen yang digunakan adalah serum, teknik pengumpulan data menggunakan data primer, data diperoleh dengan melakukan pemeriksaan kadar kreatinin menggunakan alat Chemistry Analyzer Mindray BS240, pengolahan data pada penelitian ini menggunakan Microsoft Excel. Hasil dari penelitian ini didapatkan rata-rata pada pemeriksaan segera sebesar 0.9 mg/dL dan penundaan 12 jam sebesar 0.6 mg/dL. Akurasi (d%) pada pemeriksaan kreatinin segera terhadap penundaan 12 jam sebesar -24.8%. Presisi (CV%) pada pemeriksaan kreatinin segera terhadap penundaan 12 jam sebesar 20.0% dan total error pada pemeriksaan kreatinin segera terhadap penundaan 12 jam sebesar 64.8%. Berdasarkan hasil tersebut menunjukkan bahwa adanya perbedaan hasil secara klinis pada pemeriksaan kreatinin segera dan penundaan selama 12 jam.
Kajian Program Dashat Dalam Percepatan Penurunan Stunting di Kampung Keluarga Berkualitas Desa Sungai Tabuk, Sukamara: Study Of The Dashat Program In Accelerating The Reduction Of Stunting In The Kampung Keluarga Berkualitas Of Sungai Tabuk Village, Sukamara Faradila, Faradila; Yuliani, Ni Nyoman Sri; Suryadini, Halida; Sari, Rahmita
Borneo Journal of Medical Laboratory Technology Vol. 6 No. 2 (2024): Borneo Journal of Medical Laboratory Technology
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/bjmlt.v6i2.7097

Abstract

Provinsi Kalimantan Tengah pada tahun 2022 memiliki angka kejadian stunting yang tinggi . BKKBN sebagai ketua pelaksana Tim Percepatan Penurunan Stunting memiliki program Kampung Keluarga Berkualitas (KB) sebagai wadah pelaksanaan program dengan integrasi dan kovergensi dalam berbagai dimensi. Program DASHAT (Dapur Sehat Atasi Stunting) merupakan salah satu program Kampung KB (Keluarga Berkualitas) yang dibuat sebagai salah satu bentuk upaya mencegah stunting lewat kegiatan pemberdayaan masyarakat. Tujuan dari kajian ini adalah guna memberikan gambaran pelaksanaan DASHAT serta inovasi program stunting di Kampung KB Desa Sungai Tabuk Kabupaten Sukamara yang merupakan kampung KB berprestasi. Hasil dari penelitian ini diketahui beberapa determinan stunting pada kelompok sasaran dan praktik pelaksanaan DASHAT pada kelompok sasaran. Masalah sosial ekonomi serta ketersedian sumber daya masih menjadi kendala kelompok sasaran untuk dapat memperoleh gizi seimbang dalam upaya untuk pencegahan stunting. Namun demikian, dukungan dari Pemerintah Desa Sungai Tabuk, Puskesmas Pantai Lunci, PKB Kecamatan Pantai Lunci, TP PKK Desa Sungai Tabuk, Kader yang kompak dan bertanggung jawab, serta tingginya partisipasi masyarakat menjadi faktor pendukung utama penurunan angka stunting di Desa Sungai Tabuk.