cover
Contact Name
Fera Sartika
Contact Email
mohammadrizkifadhilpratama@gmail.com
Phone
+6287815093560
Journal Mail Official
lp2m@umpalangkaraya.ac.id
Editorial Address
Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya Building B 1st Floor RTA Milono St. Km.1,5 Palangka Raya 73111 INDONESIA
Location
Kota palangkaraya,
Kalimantan tengah
INDONESIA
Borneo Journal of Medical Laboratory Technology
ISSN : -     EISSN : 26226111     DOI : https://doi.org/10.33084/bjmlt.v2i2
Core Subject : Health, Science,
Borneo Journal of Medical Laboratory Technology is a Scientific Journal managed by Department of Medical Laboratory Technology Faculty of Health Science Universitas Muhammadiyah Palangkaraya and published twice a year (in October and April) by Institute for Researches and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya, contains articles of research and critical-analysis studies in Blood-transfusion Science, Clinical Chemistry, Hematology, Histopathology, Immunology, Microbiology, Parasitology, Toxicology, Food and drink Analysis, Molecular Biology, and other Medical Laboratory aspects.
Articles 196 Documents
Kajian Program CANGKAL Dalam Percepatan Penurunan Stunting Di Kampung Keluarga Berkualitas Puruk Cahu Seberang, Kabupaten Murung Raya: Study of The CANGKAL Programme in Accelerating The Reduction of Stunting in The Kampung Keluarga Berkualitas of Puruk Cahu Seberang, Murung Raya District Yuliani, Ni Nyoman Sri; Faradila, Faradila; Suparyani, Ni Ketut Adhi; Riduan, Muhammad; Sari, Rahmita
Borneo Journal of Medical Laboratory Technology Vol. 6 No. 2 (2024): Borneo Journal of Medical Laboratory Technology
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/bjmlt.v6i2.7098

Abstract

Kampung KB di Provinsi Kalimantan Tengah dilaksanakan dengan mengutamakan daerah yang masuk prioritas stunting termasuk Kabupaten Murung Raya yang prevalensi stuntingnya pada status merah yaitu 40,9 % tahun 2022. Kampung KB Puruk Cahu Seberang melaksanakan upaya percepatan penurunan stunting melalui Program kerja Puskesmas Puruk Cahu Seberang yaitu Program CANGKAL yang telah berhasil menurunkan angka stunting. Penelitian ini merupakan kajian praktik baik menggunakan cross sectional study dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data yaitu data Primer diperoleh wawancara mendalam (in depth interview), Focus Group Disscusion dan observasi kepada informan, observasi dan telaah dokumen. Analisis secara deskriptif dan validitas data mengunakan triangulasi metode, triangulasi sumber dan triangulasi data. Pelaksanaan program CANGKAL berupa pendataan keluarga berisiko stunting,, audit kasus stunting di tingkat kabupaten, edukasi sosialisasi pengetahuan tentang risiko kesehatan stunting, gerebek stunting, bantuan sosial kepada keluarga sasaran stunting, dan praktik Dapur Sehat Atasi Stunting (DASHAT). Pengasuhan anak stunting secara berkala telah dilakukan berupa kunjungan secara langsung datang ke rumah KRS. Pendampingan terintegrasi pada anak remaja putri, ibu hamil, ibu bersalin dan ibu balita kegiatan Posyandu rutin setiap bulannya. Program CANGKAL memberikan dampak positif dalam penurunan angka stunting di Kampung KB Puruk Cahu Seberang. Namun terdapat beberapa faktor hambatan yang memerlukan perbaikan agar program ini dapat berjalan dengan optimal untuk dapat mempertahankan hasil pemulihan stunting.
Lama Pemanasan Carbol Fuchsin Pada Pewarnaan Preparat BTA: Heating Time Carbol Fucshin In BTA Staining Preparations Maulida, Riska; Sartika, Fera; Hidayani, Al
Borneo Journal of Medical Laboratory Technology Vol. 6 No. 2 (2024): Borneo Journal of Medical Laboratory Technology
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/bjmlt.v6i2.7099

Abstract

Tuberkulosis (TB paru) adalah penyakit infeksi menular yang menyerang paru-paru di sebabkan oleh bakteri Mycrobacterium tubercolusis. Salah satu pemeriksaan laboratorium yang digunakan untuk diagnosa Tubercolusis yaitu metode mikroskopis dengan pewarwaan Ziehl neelsen komponen dalam pewarnaan ini seperti Carbol Fuchsin membutuhkan adanya proses pemanasan dimana pemanasan itu akan menyerap zat warna dan akan tahan diikat tanpa mampu dilunturkan oleh peluntur yang kuat sekalipun seperti asam alkohol, tujuan penelitian ini untuk mengetahui lama pemanasan Carbol Fuchsin pada pewarnaan preparat dengan variasi waktu lama pemanasan yaitu 0 detik, 10 detik, 45 detik dan 120 detik. Sampel yang digunakan adalah sputum BTA positif yang berjumlah 6 sampel. Hasil penelitian menunjukan waktu pemanasan larutan Carbol fuchsin yang baik adalah direntang waktu 10-45 detik dimana hasil yang didapatkan warna BTA terlihat jelas, leukosit dan BTTA terlihat jelas dibandingkan dengan waktu 0 detik dan 120 detik terlihat jelas dan ada bercak merah dapat menggangu pemeriksaan.
Perbedaan EDTA Konvensional Dan EDTA Vacutainer Pada Pemeriksaan Kadar Hemoglobin: Differences Between Conventional EDTA And Vacutainer EDTA In Hemoglobin Level Examination Hariyanto, Hariyanto; Hermawati, Andyanita Hanif; Prastama, Hizkia Yustin
Borneo Journal of Medical Laboratory Technology Vol. 6 No. 2 (2024): Borneo Journal of Medical Laboratory Technology
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/bjmlt.v6i2.7102

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi perbedaan hasil kadar hemoglobin yang diukur menggunakan EDTA Konvensional dan EDTA Vacutainer. Desain penelitian yang digunakan adalah pre-eksperimen, dengan total 30 sampel yang diambil dari populasi mahasiswi prodi TLM STIKes Hutama Abdi Husada Tulungagung. Hasil analisis menunjukkan rata-rata kadar hemoglobin menggunakan EDTA Konvensional sebesar 15.6 g/dL, sedangkan menggunakan EDTA Vacutainer sebesar 15.2 g/dL. Meskipun terdapat perbedaan, uji statistik menunjukkan bahwa perbedaan tersebut tidak signifikan secara statistik (p = 0.425). Kesimpulan dari penelitian ini adalah tidak ada perbedaan yang signifikan dalam hasil kadar hemoglobin antara penggunaan EDTA Konvensional dan EDTA Vacutainer. Namun, terdapat beberapa keterbatasan dalam penelitian ini, termasuk keterbatasan waktu pengambilan sampel dan adanya responden yang sedang menstruasi. Antikoagulan seperti EDTA digunakan untuk mencegah pembekuan sampel.
Hubungan Lingkungan, Pendidikan, Dan Ekonomi Masyarakat Terhadap Kejadian TB Paru Di Kedungmundu Kota Semarang: The Relationship Between The Environment, Education, And Economy Of The Community To The Incidence Of Pulmonary TB In Kedungmundu, Semarang City Salsabilah , Kania Shafa; Afriansya, Roni
Borneo Journal of Medical Laboratory Technology Vol. 6 No. 2 (2024): Borneo Journal of Medical Laboratory Technology
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/bjmlt.v6i2.7103

Abstract

Tuberkulosis merupakan penyakit yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Kejadian TB Paru berkaitan dengan sanitasi lingkungan, Pendidikan dan ekonomi merupakan faktor predisposisi yang dapat mempengaruhi terjadinya TB Paru. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan lingkungan, Pendidikan dan ekonomi masyarakat terhadap kejadian TB Paru di Kedungmundu Tahun 2022. Jenis penelitian ini adalah observasinal analitik dengan desain penelitian cross sectional study. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Hubungan lingkungan, pengetahuan, dan ekonomi terhadap kejadian TB Paru diuji menggunakan Uji Korelasi Spearman. Rata-rata keadaan lingkungan responden penelitian ini masuk dalam kategori cukup baik. Rata – rata tingkat Pendidikan responden penelitian ini adalah SD dan SMP. Sedangkan untuk ekonomi responden dalam penelitian ini mayoritas masuk kedalam kategori sedang. Ada hubungan yang signifikan antara Lingkungan, Pendidikan, dan Ekonomi masyarakat terhadap kejadian TB Paru dengan nilai Sig (2-tailed) 0.00 < 0.05. Terdapat Hubungan cukup kuat antara Lingkungan, Pendidikan, Ekonomi masyarakat terhadap Kejadian TB Paru di Kedungmundu Tahun 2022.
Potensi antibakteri Ekstrak Kulit Buah Pisang Kepok Mentah (Musa paradisiaca forma typica) Terhadap Staphylococcus aureus Secara in Vitro : Antibacterial Potential Of Raw Kepok Banana Peel Extract (Musa paradisiaca Forma Typica) Against Staphylococcus aureus In Vitro Ariani, Novia; Febrianti, Dwi Rizki; Puteri, Naimah
Borneo Journal of Medical Laboratory Technology Vol. 7 No. 1 (2024): Borneo Journal of Medical Laboratory Technology
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/bjmlt.v7i1.7140

Abstract

Staphylococcus aureus (S. aureus) merupakan bakteri gram positif yang secara alami berfungsi sebagai flora normal pada kulit. Pada konsentrasi yang besar S. aureus dapat menjadi bakteri patogen penyebab penyakit kulit pada anak maupun orang dewasa. Salah satu alternatif terapi yang dapat digunakan adalah bahan alami dari kulit buah pisang kepok (Musa paradisiaca forma typica). Kulit buah pisang kepok (Musa paradisiaca forma typica) mengandung senyawa flavonoid, alkaloid, tanin, dan saponin yang memiliki aktivitas sebagai antibakteri yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daya hambat ekstrak kulit buah pisang kepok (Musa paradisiaca forma typica), dengan berbagai konsentrasi. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan menggunakan metode Difusi Sumuran yang terbagi menjadi 8 kelompok uji yaitu 6 kelompok konsentrasi perlakuan, 1 kelompok kontrol negatif dan 1 kelompok kontrol positif dengan 4 kali pengulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak kulit buah pisang kepok (Musa paradisiaca forma typica) dapat menghambat pertumbuhan bakteri S. aureus. Daya hambat esktrak pada kosentrasi 70%, 80%, 90%, 100%, 110%, 120% dengan rata-rata diameter zona hambat masing-masing 3,06 mm; 3,59 mm; 3,72 mm; 4,77 mm; 6,49 mm; 5,87 mm. Dapat disimpulkan bahwa ekstrak pisang kepok mentah memiliki potensi sebagai antibakteri terhadap S. Aureus.
Modifikasi Larutan Fiksasi Menggunakan Gliserol Bertingkat pada Pembuatan Preparat Awetan Telur Soil Transmitted Helminths : Modification of Fixative Solution Using Gradual Glycerol in the Preparation of Preserved Slides of Soil Transmitted Helminths Egg Mufti, Meyda Fianisa; Afrianti, Dina
Borneo Journal of Medical Laboratory Technology Vol. 7 No. 1 (2024): Borneo Journal of Medical Laboratory Technology
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/bjmlt.v7i1.7434

Abstract

Preparat awetan merupakan bentuk media pemeriksaan dan pembelajaran mikroskopis yang dapat digunakan secara berulang dengan waktu pemakaian yang lama. Kesulitan dalam pembuatan preparat awetan telur Soil Transmitted Helminths (STH) menyebabkan terbatasnya pengadaan preparat awetan. Preparat awetan yang dibuat menggunakan metode wet mount tidak bertahan lama karena dapat mengering dalam waktu yang singkat yaitu kurang dari satu bulan. Penelitian dilakukan untuk mengetahui pengaruh pemberian larutan fiksasi gliserol terhadap ketahanan preparat awetan telur STH selama 12 minggu. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan 4 perlakuan dan 6 pengulangan, dengan total sampel sebanyak 27. Sampel yang digunakan adalah suspensi sampel feses positif STH. Analisis data yang digunakan adalah Kruskal Wallis dan Man Whitney U. Hasil uji Kruskal Wallis menunjukkan adanya perbedaan yang bermakna antara preparat tanpa gliserol dan dengan gliserol 30%, 50%, dan 70% (p = 0.002). Dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan yang bermakna antara preparat tanpa gliserol dan dengan gliserol 30%, 50%, dan 70% (p = 0.002) dan didapatkan hasil pada konsentrasi gliserol 50% lebih optimal dalam mempertahankan preparat hingga bulan ketiga.
Analisis Kadar Ureum Dalam Serum Penderita Tuberkulosis Paru Yang Menjalani Terapi OAT Kategori 1 Di Puskesmas Sidomulyo Kota Samarinda: Analysis Of Ureum Levels In The Serum Of Pulmonary Tuberculosis Patients Undergoing Category 1 Oat Therapy At The Sidomulyo Health Center, Samarinda City Helmi, Helmi; Saputri, Maulida Julia; Yusran, Dini Indriaty
Borneo Journal of Medical Laboratory Technology Vol. 7 No. 1 (2024): Borneo Journal of Medical Laboratory Technology
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/bjmlt.v7i1.7519

Abstract

Tuberkulosis merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri berbentuk batang yang dikenal dengan nama Mycobacterium tuberculosis. Kasus tuberkulosis di dunia semakin meningkat dari tahun ke tahun. Peningkatan kasus tersebut juga terjadi di Indonesia. Kebijakan Pemerintah dalam penanggulangan tuberkulosis melalui pengadaan obat anti tuberkulosis (OAT). Terapi OAT dalam jangka waktu lama dapat menyebabkan gangguan fungsi ginjal, sehingga diperlukan pemeriksaan kadar ureum untuk melihat fungsi ginjal penderita tuberkulosis paru. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar ureum dalam serum penderita tuberkulosis paru yang menjalani terapi OAT kategori 1 di Puskesmas Sidomulyo Kota Samarinda berdasarkan usia, jenis kelamin dan lama pengobatan. Metode penelitian deskriptif observasional dengan teknik total sampling dengan jumlah sampel 20. Sampel berupa serum darah yang diambil pada vena penderita tuberkulosis paru dan dilakukan pemeriksaan kadar ureum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penderita tuberkulosis paru terdiri dari 14 orang kadar ureum normal dan 6 orang kadar ureum meningkat. Kadar ureum meningkat terjadi pada penderita tuberkulosis paru sebanyak 33,3%, jenis kelamin laki-laki sebanyak 21,4% dan perempuan sebanyak 16,7%, serta pada pengobatan fase lanjutan sebanyak 50%. Dapat disimpulkan bahwa kadar ureum meningkat pada usia lanjut berjenis kelamin laki-laki dan perempuan dengan pengobatan fase lanjutan.
Perbedaan Kadar Hemoglobin Pada Sampel Darah EDTA Yang Hemolisis dan Tidak Hemolisis: The Differences Of Hemoglobin Levels In Hemolysis And Non-Hemolysis Edta Blood Samples Ramdhani, Fitria Hariati; Ardina, Rinny; Rahmah, Windya Nazmatur; Ainah, Nur
Borneo Journal of Medical Laboratory Technology Vol. 7 No. 1 (2024): Borneo Journal of Medical Laboratory Technology
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/bjmlt.v7i1.7630

Abstract

Pemeriksaan kadar hemoglobin (Hb) merupakan parameter penting dalam mengevaluasi status fisiologis seseorang. Maka dari itu sangatlah penting untuk memperhatikan tahap pra analitik, analitik, dan pasca analitik pada saat pemeriksaan terutama di laboratorium untuk mendapatkan hasil yang akurat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui ada atau tidak adanya perbedaan kadar hemoglobin pada sampel darah EDTA yang hemolisis dan tidak hemolisis yang diukur menggunakan alat Hematology Analyzer. Metode penelitian ini adalah deskriptif dengan jumlah sampel sebanyak 15 yang terdiri dari sampel yang tidak hemolisis 15 sampel dan sampel hemolisis sebanyak 45 sampel yang dibuat berseri (100 µL, 300 µL, 600 µL). Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata kadar hemoglobin pada sampel darah EDTA yang hemolisis 100 µL adalah 13,0 g/dL , 300 µL adalah 12,7 g/dL, 600 µL adalah 12,4 g/dL sedangkan pada sampel darah EDTA yang tidak hemolisis adalah 13,2 g/dL. Pada uji statistik One Way ANOVA didapatkan nilai signifikansi 0,670 (p > 0,05) sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak ada perbedaan kadar hemoglobin pada sampel darah EDTA yang hemolisis dan sampel darah EDTA yang tidak hemolisis.
Gambaran Kadar Albumin pada Pasien Tuberkulosis Paru yang Menjalani Terapi Obat Anti Tuberkulosis (Oat) di Puskesmas Sidomulyo Kota Samarinda: Description Of Albumin Levels In Pulmonary Tuberculosis Patients Undergoing Anti-Tuberculosis Drug Therapy (Oat) At Sidomulyo Health Center, Samarinda Edyson, Winda Indrawati; Safitri, Maulida Julia; Rica, Fitriani Nur
Borneo Journal of Medical Laboratory Technology Vol. 7 No. 1 (2024): Borneo Journal of Medical Laboratory Technology
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/bjmlt.v7i1.7645

Abstract

Tuberkulosis merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Rangkaian pengobatan tuberkulois yaitu dengan pemberian Obat Anti Tuberkulosis (OAT) yang dikonsumsi dalam jangka waktu 6 bulan. Konsumsi OAT menimbulkan berbagai macam efek samping, salah satunya ialah penurunan fungsi hati, OAT menimbulkan efek samping tidak nafsu makan hingga penurunan berat badan, sehingga perlu dilakukan pemeriksaan kadar albumin. Penelitian ini bertujuan untuk melihat gambaran kadar albumin pada serum pasien tuberkulosis yang mengkonsumsi OAT kategori 1 di Puskesmas Sidomulyo Kota Samarinda berdasarkan usia, jenis kelamin, dan lama pengobatan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif observasional dengan teknik total sampling sebanyak 20 sampel. Hasil penelitian didapatkan gambaran kadar albumin menurun sebesar 15% dan 75% memiliki kadar albumin normal. kadar albumin menurun sebanyak 10% pada usia produktif (15-64 tahun) dan 5% pada usia non produktif (>65 tahun), 10% pada jenis kelamin laki-laki dan 5% pada jenis kelamin perempuan, dan penurunan kadar albumin terjadi paling banyak pada fase intensif yakni sebesar 15%. Dapat disimpulkan bahwa pada penelitian ini pasien tuberkulosis paru yang mengkonsumsi OAT di dapatkan hasil kebanyakan dengan kadar albumin normal, dan penurunan kadar albumin paling banyak terjadi pada jenis kelamin laki-laki, usia produktif, dan fase intensif.
Efektivitas Daya Hambat Ekstrak Lidah Buaya (Aloe vera) Terhadap Pertumbuhan Bakteri Staphylococcus aureus Dengan Metode Difusi: The Effectiveness Of Aloe Vera Extract On The Growth Of Staphylococcus aureus Bacteria Using Diffusion Method Hidayani, Al; Sukmawati, Vina Anggraini; Rahmah, Windya Nazmatur
Borneo Journal of Medical Laboratory Technology Vol. 7 No. 1 (2024): Borneo Journal of Medical Laboratory Technology
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/bjmlt.v7i1.7670

Abstract

Staphylococcus aureus is one of the gram-positive bacteria that causes infection in the world. Extracts from the aloe vera plant contain several ingredients, one of which is saponins, anthraquinones, and tannins. This type of research is an experiment with a laboratory observation approach because the researcher only wants to know the effectiveness of the inhibition of aloe vera extract as a natural antibiotic on the growth of Staphylococcus aureus bacteria by diffusion method. Researchers used concentrations of 75%, 50% and 25% in the diffusion method. The results showed that the average resistance obtained at a concentration of 25% was 7 mm, a concentration of 50% and 75% was 0 mm (Negative). So based on the category according to CLSI the inhibitory ability of aloe vera (Aloe vera) extract against the growth of Staphylococcus aureus bacteria is resistant, which means that aloe vera (Aloe vera) extract at concentrations of 25%, 50% and 75% is not able to inhibit the growth of Staphylococcus aureus bacteria.