Jurnal Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (JP2M)
Jurnal Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (JP2M) dengan nomor registrasi ISSN 2721-5156 (cetak) 2721-5148 (online) adalah jurnal multidisiplin ilmu yang diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Islam Malang. Jurnal Ini mencakup banyak masalah secara umum dari hasil penelitian yang diimplementasikan kepada masyarakat. Tujuan publikasi jurnal ini adalah untuk menyebarluaskan pemikiran konseptual atau gagasan dan hasil penelitian yang telah dicapai di bidang pengabdian kepada masyarakat.
Articles
30 Documents
Search results for
, issue
"Vol. 5 No. 4 (2024)"
:
30 Documents
clear
Peran lembaga pemberdayaan masyarakat kelurahan (LPMK) dalam meningkatkan partisipasi masyarakat
Azkiya, Itsnaini Iflachatun;
Kriswanto, Hendra Dedi
Jurnal Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (JP2M) Vol. 5 No. 4 (2024)
Publisher : Universitas Islam Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33474/jp2m.v5i4.22088
Kesejahteraan masyarakat merupakan tujuan utama pembangunan daerah dan nasional, yang memerlukan pembangunan yang menyeluruh dan melibatkan partisipasi masyarakat. Melalui Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan, pemerintah daerah diberi kewenangan untuk memfasilitasi pembangunan dan pemberdayaan masyarakat. LPMK Kelurahan Candi sempat vakum, namun kembali aktif dalam pembangunan fisik dan pemberdayaan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur partisipasi masyarakat setelah LPMK aktif kembali, serta peran dan faktor pendukung serta penghambat LPMK dalam meningkatkan partisipasi masyarakat. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif dengan informan penelitian yaitu ketua LPMK, 2 anggota LPMK dan 1 masyarakat umum. Data dikumpulkan menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik keabsahan data menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Teknik analisis data meliputi tahap pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini adalah partisipasi masyarakat termasuk dalam partisipasi sedang/Degrees of tekonism pada tangga Peredaman (Placation). Peran LPMK sebagai fasilitator, mediator, motivator, dan dinamisator sudah berjalan dengan baik. Faktor pendukung yaitu pola kepemimpinan ketua, anggota LPMK yang solid, bantuan dari mitra. Faktor penghambat yaitu dana dan ada beberapa orang yang tidak sejalan dengan LPMK.
Pembentukan peraturan desa partisipatif bagi aparatur dan masyarakat menuju tata kelola desa yang berkeadilan
Yulianingrum, Aullia Vivi;
Riza, Wahyu Friyonanda;
Muslim, Ikhwanul;
Nurfadillah, Mursidah
Jurnal Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (JP2M) Vol. 5 No. 4 (2024)
Publisher : Universitas Islam Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33474/jp2m.v5i4.22220
Dalam setiap Desa pasti memiliki sistem pemerintahan maupun tata kelola desa guna mewujudkan kesejahteraan masyarakat dan keadilan bagi masyarakatnya. Namun rata-rata masyarakat justru belum mengetahui sepenuhnya bagaimana suatu aturan dibentuk serta seberapa penting aturan tersebut dibuat. Masyarakat Desa memiliki anggapan bahwa Peraturan Desa (Perdes) hanya menjadi kewenangan Pemerintah Desa. Pengabdian ini bertujuan untuk menginventarisir kebutuhan Desa yang dituangkan dalam Perdes serta memberikan pengetahuan hukum dan pemberdayaan masyarakat melalui program KADARKUM (Keluarga Sadar Hukum) untuk menciptakan tata kelola desa yang berkeadilan. Adapun metode yang digunakan adalah service learning (SL) dengan memfokuskan pada pendampingan hukum oleh Akademisi dan brain storming terhadap materi muatan Perdes yang dibutuhkan saat ini. Kegiatan ini dilaksanakan di Desa Loa Duri Ulu, Kabupaten Kutai Kartanegara, Provinsi Kalimantan Timur dengan diikuti 25 orang yang terdiri dari Badan Permusyawaran Desa (BPD) dan masyarakat. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa masyarakat dan Pemerintah Desa memahami mengenai pembuatan Perdes dan urgensinya terhadap penyelenggaraan Pemerintahan Desa. Beberapa aspirasi yang disampaikan oleh masyarakat juga sangat erat kaitannya dengan pembentukan Perdes yang lebih partisipatif dalam mewujudkan tata kelola desa yang berkeadilan.
Penguatan unit kesehatan sekolah sebagai dasar peningkatan kesadaran kesehatan remaja
Anggraini, Ika Rizki;
Alifatin, Aini;
Aini, Nurul;
Handayani, Tri Lestari
Jurnal Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (JP2M) Vol. 5 No. 4 (2024)
Publisher : Universitas Islam Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33474/jp2m.v5i4.22234
Siswa SMA Aisyiyah Boarding School Malang (SMA ABSM), adalah remaja yang dalam perkembangannya mulai memperhatikan penampilan diri, mulai tertarik dengan lawan jenis, berusaha menarik perhatian, namun tidak menjamin bahwa perilaku hidupnya bersih dan sehat, sehingga bisa berdampak pada kesehatan diri. Tujuan dari pengabdian ini adalah untuk meningkatkan kesadaran tentang kesehatan melalui penguatan Unit Kesehatan Sekolah (UKS). Metoda pengabdian Masyarakat yang tepat dilakukan adalah PKM PAR/Participatory Action Research (PAR), dengan pemberdayan SDM dan pengembangan sarana UKS, diantaranya pelatihan pengelolaan UKS dan manajemen kasus, pelatihan skill rawat luka dan deteksi dini kesehatan, literasi pendidikan kesehatan. Dampak program pengabdian dirasakan adalah, terjadi peningkatan pemahaman tentang UKS, peningkatan kunjungan UKS sebagai bentuk kepuasan terhadap manajemen UKS, serta meningkatnya ketrampilan dalam layanan keperawatan, baik tentang deteksi dini kesehatan dan perawatan luka dengan Tingkat keberhasilan rata-rata 85%. Pemberdayaan SDM dan pengembangan sarana, sebagai bagian terpenting dari Pendekatan PKM Participatory Action Research, sangat berdampak signifikan dalam pembentukan kemandirian pengurus UKS baik dalam pengelolaan, manajemen kasus maupun peningkatan kesadaran dalam peningkatan Kesehatan.
Mengolah minyak bekas pakai menjadi sabun cuci pakaian
Sinanang, Siska K.;
Bulia, Miranti;
Ramadani, Gina;
Fitri;
Della;
Mutmaina
Jurnal Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (JP2M) Vol. 5 No. 4 (2024)
Publisher : Universitas Islam Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33474/jp2m.v5i4.22265
Limbah minyak bekas pakai masih menjadi masalah pencemaran lingkungan di Kelurahan Lambara dengan rata-rata 1,5 liter/minggu dihasilkan per Rumah tangga. Tujuan dari kegiatan ini adalah melatih para ibu PKK dalam melakukan pengelolaan limbah minyak bekas pakai. Metode kegiatan pengabdian masyarakat ini terdiri dari 4 bagian, yaitu survei lokasi, sosialisasi awal, praktik awal pembuatan sabun cuci pakaian berbahan dasar minyak bekas pakai, serta monitoring dan evaluasi. Sejumlah 16 Ibu-ibu PKK terpilih sebagai mitra dalam pengelolaan limbah minyak bekas pakai di Kelurahan Lambara, kecamatan Tawaeli mengikuti program ini. Kegiatan pelatihan ini terbukti efektif dalam upaya peningkatan pengetahuan ibu-ibu Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga (PKK) mengenai limbah minyak bekas pakai, dan keterampilan ibu-ibu PKK dalam mengedukasi masyarakat. Hal tersebut dapat di lihat dari presentase selama pre-test pengetahuan yaitu 40% kategori baik, 50% cukup, dan 10% kurang. Dan terjadi peningkatan pengetahuan selama post-test dengan kategori baik menjadi 100% pada seluruh ibu-ibu PKK. Di simpulkan bahwa adanya peningkatan pengetahuan setelah di lakukan pelatihan. Peran ibu-ibu PKK dalam pengelolaan limbah minyak bekas pakai di harapkan di optimalkan dan di terapkan di wilayah kelurahan Lambara serta dapat turut mengedukasi keterampilan pengolahan limbah minyak bekas pakai dalam kehidupan sehari-hari pada masyarakat untuk mengurangi masalah pencemaran limbah minyak bekas pakai.
Penerapan konsep community based tourism pada objek wisata masjid walima emas
Sulila, Ismet;
Dungga, Weny Almoravid;
Wolok, Tineke;
Yusuf, Barmin Rahmat;
Anugrah, Krisna;
Usman, Sartika Dewi;
Santoso, Ivan Rahmat
Jurnal Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (JP2M) Vol. 5 No. 4 (2024)
Publisher : Universitas Islam Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33474/jp2m.v5i4.21889
Desa Wisata adalah suatu bentuk integrasi antara atraksi, akomodasi dan fasilitas pendukung yang disajikan dalam suatu struktur kehidupan masyarakat yang menyatu dengan tata cara dan tradisi yang berlaku. Kegiatan ini bertujuan untuk mengembangkan tata kelola objek wisata Masjid Walima Emas desa Bongo. Desa Wisata Bongo Provinsi Gorontalo memiliki beberapa objek wisata yang memadukan antara alam, budaya, religi dan kearifan lokal. Salah satu objek wisata yang menarik adalah masjid walima emas yang berada dipuncak gunung desa Bongo. Secara empiris objek wisata ini belum dikelola dengan baik mengikuti standar yang berlaku. Oleh karena itu salah satu upaya yang dilaksanakan adalah melalui penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi community-based tourism. Tahapan kegiatan meliputi: perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi terhadap tata kelola objek wisata masjid walima emas. Hasilnya menunjukkan 1) terdapat peningkatan tata kelola pada wisata masjid walima emas, 2) meningkatnya partisipasi aktif masyarakat dalam tata kelola wisata masjid walima emas, 3) adanya peran aktif dari sektor UMKM selaku penyedia kerajinan dan Kelompok Pokdarwis sebagai penyelenggara wisata masjid walima emas. Pada masa yang akan datang untuk mengupayakan keberlanjutan tata kelola wisata masjid walima emas melalui pendampingan operasionalisasi tata kelola pariwisata bersama wisata lainnya.
Pemanfaatan limbah kulit rajungan mejadi kitosan
Fatnah, Nurwanti;
Cahyani, Mutiara Dwi;
Azizah, Dewiantika
Jurnal Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (JP2M) Vol. 5 No. 4 (2024)
Publisher : Universitas Islam Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33474/jp2m.v5i4.21898
Perguruan Tinggi sebagai pencetak generasi penerus bangsa memiliki peranan penting dalam pencapaian target SDGs yang diintegrasikan ke dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian. Cirebon merupakan wilayah pesisir pantai yang masyarakatnya bermata pencaharian sebagai nelayan atau sebagai produsen yang mengolah hasil laut. Desa Mertasinga merupakan desa di wilayah Kecamatan Gunungjati Kabupaten Cirebon yang memiliki potensi laut yang cukup tinggi karena terletak di pesisir laut Pantura. Salah satu hasil laut yang cukup melimpah yaitu rajungan. Salah satu alternatif upaya pemaafaatan limbang cangkang rajungan yang memiliki nilai ekonomis tinggi dan daya guna adalah dengan mengolahnya menjadi kitosan. Metode dalam pengabdian kali ini menggunakan metode Asset Based Commuity Development (ABCD). Tim KKN-PPM Universitas Muhammadiyah bermitra dengan salah produsen limbah cangkang rajungan melakukan demonstrasi dan pelatihan pembuatan kitosan dari cangkang rajungan. Program KKN-PPM ini dilaksanakan selama 1 bulan melalui beberapa tahapan: (1) Pembuatan kitosan dalam skala laboratorium dengan berbahan limbah cangkang rajungan. (2) Pemberdayaan masyarakat Desa Mertasinga melalui pelatihan dan keterampilan pembuatan kitosan dari limbah cangkang rajungan. (3) Pemberdayaan masyarakat Desa Mertasinga dengan memberikan pelatihan dan keterampilan bagaimana mengaplikasikan kitosan sebagai absorben. Hasil dari pelatihan diketahui dapat meningkatkan pemahaman dan keterampilan mitra dalam mengolah limbah cangkang rajungan menjadi kitosan dan mengaplikasikan kitin dan kitosan dalam berbagai bidang industri.
Upgrading tata kelola keuangan melalui digitalisasi pelaporan keuangan
Triani, Khoiri Indah;
Ainy, Rintan Nuzul
Jurnal Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (JP2M) Vol. 5 No. 4 (2024)
Publisher : Universitas Islam Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33474/jp2m.v5i4.21912
SP Alumunium adalah salah satu perusahaan manufaktur yang berfokus pada pencetakan dan peleburan alumunium, serta produksi peralatan rumah tangga dan kerajinan tangan. Perusahaan ini sedang menghadapi tantangan yang signifikan terkait dengan pengelolaan keuangan yang masih dilakukan secara manual, yang mengakibatkan rendahnya efisiensi, tingginya potensi kesalahan, dan keterbatasan dalam analisis pelaporan data. Akibatnya proses pencatatan keuangan belum optimal dan memerlukan perbaikan. Untuk mengatasi permasalahan ini, tim pengabdian menyediakan solusi berupa pendampingan dalam memanfaatkan teknologi digital dan pembuatan database berbasis Microsoft Access. Metode Tindakan Partisipatif (PAR) digunakan untuk menarik partisipan untuk bekerja sama, dimana partisipan tidak hanya menjadi sumber informasi, tetapi juga dapat kolaborasi dalam pengelolaan penelitian tindakan Langkah dari pendampingan ini bertujuan untuk mengevaluasi penggunaan pencatatan keuangan digital, pemberian pelatihan, dan peningkatan kemampuan mitra dalam mengelola laporan keuangan secara digital. Kegiatan ini bertujuan untuk mengatasi tantangan pengelolaan keuangan di SP Alumunium dengan memanfaatkan teknologi digital yang telah ada. Dengan memberikan pelatihan dan dukungan dalam penggunaan Microsoft Access kepada mitra SP Alumunium, diharapkan SP Alumunium dapat meningkatkan efisiensi, akurasi, dan kemampuan analisis laporan keuangan, serta mencapai pengelolaan keuangan yang lebih optimal.
Fasilitasi UMKM go digital melalui jasa konsultasi dan inovasi digital marketing
Rianti, Titis Surya Maha;
Putri, Nabilla Ardiyan;
Mudawamah, Siti Rohmatul;
Rafli;
Firdaus, Aura Lintang;
Anshori, Moh Zakaria;
Royhana, Imalatul;
Asnafi, Nisfaturrohmalia;
Dzulfikri, M. Aqil;
Nafi’izzuddin, M.;
Fauzhi, Nurul
Jurnal Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (JP2M) Vol. 5 No. 4 (2024)
Publisher : Universitas Islam Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33474/jp2m.v5i4.22127
UMKM yang tersebar di Indonesia sebanyak 58 juta. Akan tetapi karakteristik dari UMKM yang tersebar di Indonesia sebagian besar mengalami kesulitan di bidang pemasaran, belum memilih pasar yang akan dilayani, perencanaan produk, produk spesifik yang dijual, pembentukan lini produk dan desain penawaran individual pada masing-masing lini. Maka dari masalah tersebut, JANNATI hadir sebagai layanan jasa terkait dengan digital marketing yang bertujuan mendukung UMKM untuk memulai Go Digital, dengan metode pelaksanaan yang meliputi proses 1) analisis potensi dan masalah, 2) penetapan program, 3) pelaksanakan kegiatan, 4) monitoring & evaluasi. Jannati menggunakan metode pendekatan (ABCD) Asset Based Community Development. Jannati telah menjalin kerjasama dengan dua UMKM dengan rasionalisasi pemilihan UMKM berdasarkan kategori makanan dan minuman yang memiliki potensi untuk dikembangkan, yaitu kripik (tempe, menjes dan bayam) dan es teler. Pelaku UMKM tersebut belum memiliki katalog produk, video promosi bahkan logo dengan adanya Jannati para pelaku UMKM mendapatkan penyuluhan tentang pentingnya pada aspek digital marketing sehingga dua UMKM tersebut mendapatkan pelayanan katalog produk, desain label dan video promosi. Berdasarkan uraian tersebut, program konsultan jasa dengan tema JANNATI (Jasa Konsultan Digital Marketing) sudah berhasil dilaksanakan dengan tercapainya semua indikator keberhasilan, sehingga untuk keberlanjutan program dapat dikatakan layak dan berpeluang besar untuk dikembangkan lebih baik lagi kedepannya.
Peningkatan pengetahuan akuntansi untuk usaha kecil pedesaan
Hendarmin, RM Rum;
Putra, Mgs. Prima Darma
Jurnal Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (JP2M) Vol. 5 No. 4 (2024)
Publisher : Universitas Islam Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33474/jp2m.v5i4.22244
Usaha kecil di pedesaan sering menghadapi berbagai tantangan dalam mengelola keuangan mereka secara efektif. Salah satu kendala utama adalah kurangnya pengetahuan akuntansi yang memadai. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan akuntansi bagi pelaku usaha kecil di pedesaan melalui program pelatihan yang terstruktur. Metode yang digunakan dalam penelitian ini meliputi survei awal untuk mengidentifikasi tingkat pengetahuan akuntansi, pelatihan berbasis modul, dan evaluasi pasca pelatihan untuk mengukur peningkatan pengetahuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program pelatihan ini berhasil meningkatkan pemahaman peserta tentang prinsip-prinsip dasar akuntansi, pengelolaan laporan keuangan, dan pencatatan transaksi. Peningkatan pengetahuan akuntansi ini diharapkan dapat membantu pelaku usaha kecil dalam membuat keputusan keuangan yang lebih baik, meningkatkan efisiensi operasional, dan pada akhirnya meningkatkan keberlanjutan usaha mereka. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa peserta mampu memahami dan menerapkan konsep-konsep dasar akuntansi dengan lebih baik dibandingkan sebelum pelatihan. Selain itu, pendampingan yang dilakukan secara berkala juga membantu peserta dalam mengaplikasikan pengetahuan yang telah mereka peroleh ke dalam pengelolaan usaha mereka sehari-hari. Peserta melaporkan bahwa mereka merasa lebih percaya diri dalam mencatat transaksi, membuat laporan keuangan, dan mengambil keputusan finansial yang lebih baik.
Pembentukan kadarkum PKK desa dalam upaya pencegahan perkawinan anak
Sirait, Resmaya Agnesia Mutiara;
Serah, Yenny Aman;
Setiawati, Rini
Jurnal Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (JP2M) Vol. 5 No. 4 (2024)
Publisher : Universitas Islam Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33474/jp2m.v5i4.22286
Dalam mendukung pencapaian kesejateraan masyarakat menuju desa sadar hukum, sangat perlu dilakukan sosisalisasi masyarakat. Sosialisasi masyarakat dilakukan dengan melalui metode penyuluhan hukum berupa pendampingan kepada oprganisasi kemasyarakatan yang ada. Berkaitan dengan pencapaian desar sadar hukum, maka diperlukan pembentukan kelompok keluarga sadar hukum (kadarkum) dengan pelibatan peran dari organiasi Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK). Salah satu bagian dimensi implementasi hukum untuk pemenuhan indeks pencapaian desa sadar hukum yang harus dicapai adalah tidak adanya angka perkawinan anak di desa, realitasnya masih adanya perkawianan anak yang terjadi di Desa Arang Limbung. Pengabdian ini berkerjasama dengan TP PKK Desa Arang Limbung yang berjumlah 30 orang. Hasil pengabdian ini menunjukan perlu dilakukan pendampingan terhadap anak dan orangtua di desa, selain itu terbentuknya kelompok kadarkum oleh PKK desa sebagai penyuluh desa untuk membantu pelaksanaan upaya pencapaian desa sadar hukum dalam memaksimalkan pencegahan perkawinan anak. Melalui pendampingan terhadap PKK Desa Arang limbung, maka diharapkan dapat melakukan komunikasi dan edukasi kepada masyarakat setempat mengenai Gerakan Cegah Perkawinan Anak (CEPAK).