cover
Contact Name
Livana PH
Contact Email
livana.ph@gmail.com
Phone
+6289667888978
Journal Mail Official
globalhealthsciencegroup@gmail.com
Editorial Address
Marina Regency C21 Bandengan Kendal, Jawa Tengah, Indonesia 51312
Location
Kab. kendal,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Peduli Masyarakat
ISSN : 27156524     EISSN : 27219747     DOI : -
Core Subject : Health, Education,
JURNAL PEDULI MASYARAKAT merupakan jurnal pengabdian masyarakat yang diterbitkan oleh Global Health Science Group pada volume 1 nomor 1 November 2019 dengan p-ISSN 2715-6524 dan e-ISSN 2721-9747 Jurnal ini menerima manuskrip yang berfokus pada kegiatan yang ada di masyarakat baik dalam bidang kesehatan, pendidikan, dan kegiatan lain di masyarakat pada semua usia mulai infant hingga lansia. JURNAL PEDULI MASYARAKAT terbit 4 kali dalam setahun yaitu bulan terbitan Maret, Juni, September, dan Desember. Artikel yang terbit di JURNAL PEDULI MASYARAKAT telah melalui proses telaah sejawat yang memiliki keahlian yang relevan.
Articles 1,007 Documents
Intervensi Waktu Tunggu Pelayanan Obat Rawat Jalan di Instalasi Farmasi Rumah Sakit Umum Daerah Pringsewu Triyani Rositasari; Bambang Setiaji; Kodrat Pramudho
Jurnal Peduli Masyarakat Vol 4 No 3 (2022): Jurnal Peduli Masyarakat: September 2022
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jpm.v4i3.1263

Abstract

Pelayanan Kefarmasian adalah suatu pelayanan langsung dan bertanggung jawab kepada pasien yang berkaitan dengan sediaan farmasi dengan maksud mencapai hasil yang pasti untuk meningkatkan mutu kehidupan pasien. Salah satu parameter untuk menilai pelayanan kefarmasian di rumah sakit adalah waktu tunggu. Waktu tunggu merupakan salah satu Standar Pelayanan Minimal farmasi rumah sakit. Waktu tunggu pelayanan obat non racik adalah tenggang waktu mulai pasien menyerahkan resep sampai dengan menerima obat non racik dengan standar minimal yang ditetapkan Kementerian Kesehatan yaitu ≤ 30 menit, sedangkan waktu tunggu pelayanan obat racikan adalah tenggang waktu mulai dari pasien menyerahkan resep sampai dengan menerima obat racikan yaitu ≤ 60 menit. Tujuan kajian ini adalah untuk mengetahui intervensi waktu tunggu pelayanan obat rawat jalan di instalasi farmasi Rumah Sakit Umum Daerah Pringsewu. Jenis kajian yaitu kualitatif dengan metode pengumpulan data dengan cara wawancara mendalam (indepth interview). Hasil pengamatan, penyebab lamanya waktu tunggu pelayanan obat rawat jalan di instalasi farmasi Rumah Sakit Umum Daerah Pringsewu yaitu tempat duduk tunggu belum memadai, ruang tunggu kurang luas, jumlah SDM kurang, tidak semua petugas paham administrasi, alat pemanggil kurang memadai, resep datang bersamaan, dan E-resep belum berjalan.
Peningkatkan Motivasi Kader dalam Pelaksanaan Posbindu PTM Masa Pandemi Covid-19 melalui Penyegaran Kader di Kota Solok Tintin Sumarni; Novi Herawati; Deharnita Deharnita; Yudistira Afconneri; Anita Mirawati
Jurnal Peduli Masyarakat Vol 4 No 3 (2022): Jurnal Peduli Masyarakat: September 2022
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jpm.v4i3.1266

Abstract

Pos Pembinaan Terpadu Penyakit Tidak Menular (Posbindu-PTM) merupakan salah satu upaya pengendalian penyakit tidak menular yang berbasis masyarakat. Kunjungan masyarakat ke Posyandu PTM masih rendah dari target nasional yaitu < 50%. Sebagai upaya pencegahan agar masyarakat Kota Solok tetap aman dari penularan Covid-19, pemerintah kota Solok memiliki kebijakan untuk sementara menghentikan kegiatan Posbindu-PTM sejak bulan Maret 2020. Pelaksanaan Posbindu-PTM di Kota Solok selama ini mengandalkan peran aktif dari kader kesehatan. Memasuki masa adaptasi kebiasaan baru pandemi covid-19, pengetahuan kader dalam pelaksanaan Posbindu PTM berbasis penerapan protokol kesehatan perlu ditingkatkan. Tujuan kegiatan yang merupakan salah satu bentuk pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh tim dosen dan mahasiswa Prodi D3 Keperawatan Solok Poltekkes Kemenkes Padang ini adalah untuk meningkatkan kemampuan kader dalam pelaksanaan Posbindu-PTM berbasis penerapan protokol kesehatan. Upaya penguatan dilakukan dengan metode pendidikan kesehatan dan simulasi pelaksanaan Posbindu-PTM berbasis penerapan protokol kesehatan. Kegiatan ini dilaksanakan selama 4 minggu dan telah mampu meningkatkan pemahaman serta kemampuan kader tentang pelaksanaan Posbindu PTM berbasis penerapan protokol kesehatan.
Upaya Menurunkan Ansietas pada Penderita Hipertensi melalui Murottal Qur’an Ulfa Suryani; Velga Yazia; Nurleny Nurleny; Hidayatul Hasni; Delvi Hamdayani
Jurnal Peduli Masyarakat Vol 4 No 3 (2022): Jurnal Peduli Masyarakat: September 2022
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jpm.v4i3.1280

Abstract

Pada data World Health Organization (WHO) tahun 2015 menunjukkan sekitar 1,13 miliar orang di dunia menyandang hipertensi, dan jumlahnya akan meningkat setiap tahunnya, bahkan diprediksi akan mencapai 1,56 miliar pada tahun 2025 dan diperkirakan 10,44 juta orang meninggal akibat hipertensi dan komplikasinya, Pada wilayah Asia Tenggara, hipertensi berada diposisi ke-3 tertinggi dengan prevalensi sebesar 25% terhadap total penduduk dunia.(Forouzanfar et al., 2017). Hipertensi dapat menyebabkan penurunan fungsi tubuh secara fisiologis dan efek psikologisnya menyebabkan ansietas sampai depresi yang dirasakan pasien setelah didiagnosa. Ansietas yang tidak ditangani dengan baik akan memperburuk kondisi pasien dan akan menimbulkan dampak seperti depresi, gangguan tidur, risiko bunuh diri, dan menurunkan kualitas hidup pasien hipertensi. Secara farmakologi, sebuah penelitian menjelaskan bahwa sebesar 35% wanita (3.611 dari 10.408 pasien) mendapatkan obat anti ansietas dalam waktu satu tahun didiagnosis hipertensi.(Smeltzer, C & Bare, G, 2013). Tujuan dari kegiatan ini adalah resolusi (perubahan) permasalahan dengan segera, seseorang melakukan evaluative situation yaitu menilai penderita hipertensi berdasarkan sikap, pengetahuan, kemampuan, dan pengalaman yang dimiliki Jika stressor dinilai berbahaya maka reaksi kecemasan akan timbul. Peserta dari penyuluhan merupakan dewasa akhir yang berjumlah 10 orang. Metode yang digunakan dalam pelaksanaan penyuluhan adalah ceramah, demonstrasi dan diskusi. Hasil dari penyuluhan ini adalah klien mampu mengola kecemasan dengan cara terapi murottal qur’an.
Pendampingan Peningkatan Kesehatan Balita pada Kader Kesehatan di Wilayah Puskesmas Neglasari Dewi Indah Sari; Endang Suartini; Suyatini Suyatini; Ema Hikmah; Ayi Tansah
Jurnal Peduli Masyarakat Vol 4 No 3 (2022): Jurnal Peduli Masyarakat: September 2022
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jpm.v4i3.1281

Abstract

Anak dengan pertumbuhan dan perkembangan yang optiml akan menjadi penopang keberhasilan suatu bangsa. Mulai dari periode janin hingga usia anak 2 tahun merupakan periode yang penting dalam tumbuh kebang anak sehingga dalam perjalanannya perlu adanya stimulus untuk merangsang otak anak, asupan gizi seimbang untuk kebutuhan nutrisinya, pola asuh yang tepat, imunisasi sesuai dengan usia anak. Posyandu menjadi sarana masyarakat untuk memperoleh informasi dan pemenuhan hak anak agar dapat tumbuh kembang sesuai dengan usia anak. Oleh karena itu peran kader kesehatan menjadi penting sebagai fasilitator untuk melakukan deteksi, sebagai educator kepada masyarakat. Pengabdian masyarakat ini dilakukan untuk membantu kader kesehatan dalam meningkatkan kapasitasnya dalam hal melakukan stimulasi deteksi dini dan intervensi tumbuh kembang (SDIDTK) pada anak, mengingkatkan pengetahuan mengenai imunisasi, makanan dengan gizi seimbang. Metode kegiatan yang dilakukan dengan diskusi, simulasi dan pendampingan. Peserta yang mengikuti kegiatan ini adalah perwakilan dari setiap kelurahan berjumlah 15 orang. Hasil kegiatan pengabdian masyarakat diperoleh pengetahuan peserta mengalami peningkatan sebelum dan setelah dilakukan kegiatan pengabdian masyarakat, adanya regulasi kegiatan kader kesehatan dalam upaya peningkatan kesehatan anak balita, adanya alat ukur yang portable sehingga memudahkan saat digunakan di berbagai tempat atau posyandu. Implikasi kegiatan ini yaitu balita memdapatkan screening tumbuh kembang, peningkatan keterampilan kader dalam melakukan SDIDTK dan untuk Puskesmas memperoleh informasi mengenai masalah dan kompetensi kader kesehatan.
Pelatihan Kader Kesehatan tentang Pijat Bayi dengan Teknik Tibbun Nabawi Velga Yazia; Ulfa Suryani; Hidayatul Hasni; Siska Rahmadani; Theresia Eldes Wisely Gea
Jurnal Peduli Masyarakat Vol 4 No 4 (2022): Jurnal Peduli Masyarakat: Desember 2022
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jpm.v4i4.1288

Abstract

Dikelurahan Pasir Nan Tigo merupakan salah satu kelurahan yang ada di Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang. Di kelurahan Pasir Nan tigo saat ini memiliki masalah yang tidak diperhatikan sehingga berakhir pada gizi buruk dan gizi lebih. Balita harus diupayakan untuk dapat terus dalam gizi normal. Permasalahan yang ditemukan adalah anak sulit makan. Untuk mengatasi masalah sulit makan ini, maka para kader kesehatan dan ibu-ibu perlu upaya untuk meningkatkan derajat kesehatan ibu dan anak maka perlu dikembangkan upaya pelatihan Pijat Bayi dengan Teknik Tibbun Nabawi pada kader kesehatan. Di masyarakat saat ini, walaupun pijat bayi mempunyai manfaat yang besar bagi bayi dan ibu bila dilakukan secara mandiri, namun saat ini pihak kader belum mendapatkan pelatihan terkait pijat bayi yang dapat di lakukan pada anak, sehingga sedikit sulit bagi kader untuk memotivasi ibu-ibu dan mendorong ibu agar melakukan pijat bayi secara mandiri di rumah. Disisi lain ibu belum mau memijat bayinya sendiri dengan alasan takut jika salah pijat dan kurang puas jika dipijat sendiri oleh ibu, dan lebih suka memijatkan bayinya ke dukun pijat. Penyebab dalam hal ini adalah kurang pengetahuan tentang pentingnya pelaksanaan pijat bayi secara mandiri sehingga menimbulkan sikap dan perilaku negatif terhadap stimulasi pemijatan bayi secara mandiri. masalah sulit makan pada anak diatasi dengan memberikan pelatihan pada kader kesehatan tentang pijat bayi dengan Teknik Tibbun Nabawi dengan kegiatan meliputi edukasi mengenai “Pijat Bayi dengan Teknik Tibbun Nabawi”, Pelatihan kader kesehatan sebagai health volunteer terkait pencapaian kesehatan pada anak dan diharapkan kader kesehatan juga mampu memberikan pelatihan sederhana jika terjadi masalah Kesehatan pada anak, membuat tempat pelatihan atau ruangan khusus bagi kader dalam memberikan informasi terkait kesehatan kepada masyarakat dan memberikan bantuan sederhana berupa peralatan yang dibutuhkan untuk latihan pijat bayi dengan Teknik Tibbun Nabawi sebagai pertolongan kesehatan pertama ibu dan menyediakan informasi kesehatan berupa leaflet dan poster. Pada mitra sasaran pelatihan pijat bayi dapat berjalan optimal. Terdapat peningkatan pengetahuan yaitu hampir seluruh sasaran (90%) dan peningkatan keterampilan kader kesehatan tentang Pijat Bayi dengan Teknik Tibbun Nabawi secara mandiri dengan demonstrasi kepada ibu-ibu dan kader Kesehatan, telah disediakan Leaflet dan poster diruangan khusus pijat bayi, tersedia dan berfungsinya ruangan khusus dalam melakukan Pijat Bayi. Hasil pelaksanaan program pengabdian kepada masyarakat ini dipublikasikan di jurnal nasional ber-ISSN, dipublikasikan secara online melalui youtube.
Pelatihan Kelas Ibu Mentor: Tumbuh Kembang Anak sesuai Usia di Kelurahan Ampang Kota Padang Rifka Putri Andayani; Ises Reni; Mitayani Mitayani; Viki Yusri; Rizka Ausrianti; Winda Listia Ningsih; Putri Nelly Syofiah; Gina Muthia
Jurnal Peduli Masyarakat Vol 4 No 3 (2022): Jurnal Peduli Masyarakat: September 2022
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jpm.v4i3.1289

Abstract

Setiap anak akan mengalami tahapan tumbuh kembang yang berbeda pada setiap anak. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan oleh Tim Pengabdian dari STIKes MERCUBAKTIJAYA Padang yaitu dengan mengadakan kelas pendamping ibu terkait tumbuh kembang anak sesuai usia anak yang diberikan per RW. Kelas pendamping diselenggarakan dalam bentuk pemberian pendidikan atau pelatihan klasikal dengan jumlah peserta 20 orang per RW. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan pada tanggal 2 Juni sd 13 Juni 2022 di RW 01, RW 02, RW 03, RW 04, dan RW 06. Kegiatan dimulai dari tahap penyusunan proposal, perizinan dan persiapan pada tanggal 20-25 Mei 2022 Sebelum dilakukan kelas ibu binaan didapatkan bahwa sebagian besar pengetahuan ibu terkait tumbuh kembang balita yaitu 38,89% cukup dan kurang dan setelah dilakukan penyuluhan ibu klaster terkait tumbuh kembang anak balita, data menunjukkan bahwa 66,67% pengetahuan ibu meningkat menjadi baik. Kesimpulan: Responden diharapkan mampu merangsang tumbuh kembang anak di rumah. Mampu memenuhi gizi anak sesuai usia dan tahap tumbuh kembang anak balita. Diharapkan kegiatan ini dapat dijadikan agenda rutin oleh pihak kelurahan agar risiko keterlambatan tumbuh kembang tidak terjadi pada anak di lingkungan Desa Ampang.
Pelatihan Peningkatan Kemampuan Public Speaking pada Mahasiswa Nova Maulana
Jurnal Peduli Masyarakat Vol 4 No 4 (2022): Jurnal Peduli Masyarakat: Desember 2022
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jpm.v4i4.1299

Abstract

Dunia kerja membutuhkan personal yang kompeten dan mampu menampilkan kemampuannya termasuk komunikasi yang baik. Sebagai upaya mempersiapkan mahasiswa yang siap bersaing di dunia kerja maka pengabdian ini bertujuan melakukan pelatihan guna membangun kepercayaan diri berbicara di depan umum, memahami materi yang akan disampaikan, serta mampu mengaplikasikan teknik public speaking. Sasaran kegiatan ini adalah mahasiswa STIE Widya Wiwaha yang berjumlah 30 orang. Kegiatan ini dilakukan 4 hari di kampus STIE Widya Wiwaha pada Juli 2022. Kegiatan dimulai dengan perijinan, observasi masalah, pelaksaaan dan evaluasi. Metode yang digunakan adalah observasi, ceramah, tanya jawab, dan pengukuran pretest-posttest kuesioner. Pelatihan ini mendapatkan respon yang sangat baik, peserta datang tepat waktu, antusias dalam mendengarkan penjelasan, aktif diskusi dan mampu melakukan persentasi dengan baik. Evaluasi dengan observasi menunjukkan peserta pelatihan terbukti lebih percaya diri untuk berbicara di depan umum. Melihat hasil peningkatan kemampuan public speaking pada mahasiswa STIE Widya Wiwaha maka pelatihan ini dinyatakan berhasil dan memberikan dampak positif.
Peningkatan Kemampuan Kader melalui Pelatihan Pijat Oksitosin dan Teknik Marmet untuk Ibu Menyusui Menik Kustriyani; Heny Prasetyorini; Arifianto Arifianto; Dwi Nur Aini; Mariyati Mariyati; Priharyanti Wulandari
Jurnal Peduli Masyarakat Vol 4 No 4 (2022): Jurnal Peduli Masyarakat: Desember 2022
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jpm.v4i4.1300

Abstract

Pelaksanaan pengabdian pada masyarakat ini berfokus pada upaya pengembangan peran serta kader dalam memotivasi ibu memberikan ASI Ekslusif. Program ASI Ekslusif sangat penting dilaksanakan, bayi yang tidak diberikan ASI Eklsusif lebih rentan sakit. Program Pengabdian Kepada Masyarakat bertujuan agar kader mengetahui dan memahami pentingnya mengetahui cara meningkatkan produksi ASI ibu menyusui, dan dapat mempraktikkan cara meningkatkan produksi ASI dengan Pijat Oksitosin dan Teknik Marmet sehingga kader dapat memotivasi ibu untuk menyusui bayinya minimal sampai dengan enam bulan. Kegiatan dalam Program PKM ini antara lain: 1) Mengajarkan prosedur Pijat Oksitosin dan Teknik Marmet pada Kader, dan 2) melakukan pendampingan dalam pelaksanaan Pijat Oksitosin dan Teknik Marmet, 3) monitoring dan evaluasi program. Hasil dalam kegiatan- kegiatan tersebut adalah terdapat 21 kader di RW IX Kelurahan Tambak Aji, yang mengikuti kegiatan 13 kader dari 5 RT. Hasil pelaksanaan pengabdian masyarakat didapatkan 92% kader mampu menjelaskan tentang manfaat pemberian ASI Ekslusif, 82% kader mampu melakukan prosedur Pijat Oksitosin dan Teknik Marmet (POTM) sesuai prosedur. Kegiatan monitoring dan evaluasi juga dilakukan untuk memastikan kader kesehatan dapat melakukan sesuai prosedur yang sudah diberikan. Outcome kegiatan PKM ini adalah kader kesehatan mengetahui manfaat pemberian ASI ekslusif, kader dapat melakukan Pijat Oksitosin dan Teknik Marmet.
Pelatihan Senam Ergonomis sebagai Upaya Pencegahan Nyeri Sendi pada Pekerja Vinyl di Bantul Sri Setyowati; Bety Agustina Rahayu; Parmadi Sigit
Jurnal Peduli Masyarakat Vol 4 No 4 (2022): Jurnal Peduli Masyarakat: Desember 2022
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jpm.v4i4.1301

Abstract

Nyeri sendi merupakan kondisi ketidaknyamanan pada sendi yang dirasakan ketika bergerak bahkan beristirahat juga. Penyebabnya bervariasi dan perlu penanganan segera agar tidak mengganggu aktivitas. Senam ergonomic adalah salah satu intervensi yang dipilih untuk mengaktifkan fungsi organ tubuh, membangkitkan biolistrik sehingga melancarkan sirkulasi oksigen. Tujuan dari pengabdian ini adalah untuk melakukan pelatihan senam ergonomis sebagai upaya pencegahan nyeri sendi pada pekerja vinyl di Bantul. Waktu pelaksanaan dimulai tanggal 20 September 2022 hingga 23 Oktober 2022. Peserta kegiatan adalah para karyawan dan pemilik usaha mitra zaal handiycraft 18 peserta. Pelaksanaan dimulai dari perijinan, observasi masalah, perencanaan intervensi, implementasi dan melakukan evaluasi kegiatan. Hasil kegiatan pengabdian ini telah terlaksana pelatihan senam ergonomis sebagai upaya pencegahan nyeri sendi pada pekerja vinyl di bantul pada 18 peserta. Kegiatan berjalan lancar, peserta menyampaikan merasakan nyaman dari para pekerja setelah rutin melakukan senam ergonomis. Melihat hasil ini maka kegiatan ini maka dinyatakan pelatihan senam ergonomis sebagai upaya pencegahan nyeri sendi pada pekerja vinyl di mitra zaal handiycraft Bantul berhasil.
Edukasi Pentingnya Kepatuhan Minum Obat dalam Keberhasilan Terapi Diabetes Melitus Maya Arfania; Maulana Yusuf Alkandahri; Dedy Frianto; Surya Amal; Lina Aliyani Mardiana; Ermi Abriyani; Himyatul Hidayah
Jurnal Peduli Masyarakat Vol 4 No 3 (2022): Jurnal Peduli Masyarakat: September 2022
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jpm.v4i3.1315

Abstract

International Diabetes Federation (IDF) tahun 2021 menyatakan sebanyak 537 juta populasi dengan usia 20-79 tahun di seluruh dunia hidup dengan diabetes melitus (DM). DM juga menyebabkan 6,7 juta kematian atau 1 orang per 5 detik. Tingkat kepatuhan minum obat DM yang rendah masih menjadi masalah dalam pengelolaan DM. Kepatuhan yang rendah merupakan salah satu faktor yang mengganggu kontrol gula darah sehingga pada akhirnya mempengaruhi hasil terapi. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah memberi edukasi mengenai pentingnya kepatuhan minum obat dalam keberhasilan terapi DM serta cara yang bisa dilakukan untuk meningkatkan kepatuhan tersebut. Pengabdian masyarakat ini dilakukan secaya offline dengan target sasaran siswa SMK Farmasi Purwakarta. Kegiatan dilakukan dengan metode ceramah kepada peserta. Hasil evaluasi dalam bentuk post test menunjukkan peserta telah memahami dengan baik mengenai materi pengabdian kepada masyarakat ini. Dengan mengikuti kegiatan ini diharapkan peserta dapat mengaplikasikan ilmu yang didapat kepada masyarakat utamanya penderita DM.

Page 42 of 101 | Total Record : 1007


Filter by Year

2019 2025