cover
Contact Name
Livana PH
Contact Email
livana.ph@gmail.com
Phone
+6289667888978
Journal Mail Official
globalhealthsciencegroup@gmail.com
Editorial Address
Marina Regency C21 Bandengan Kendal, Jawa Tengah, Indonesia 51312
Location
Kab. kendal,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Peduli Masyarakat
ISSN : 27156524     EISSN : 27219747     DOI : -
Core Subject : Health, Education,
JURNAL PEDULI MASYARAKAT merupakan jurnal pengabdian masyarakat yang diterbitkan oleh Global Health Science Group pada volume 1 nomor 1 November 2019 dengan p-ISSN 2715-6524 dan e-ISSN 2721-9747 Jurnal ini menerima manuskrip yang berfokus pada kegiatan yang ada di masyarakat baik dalam bidang kesehatan, pendidikan, dan kegiatan lain di masyarakat pada semua usia mulai infant hingga lansia. JURNAL PEDULI MASYARAKAT terbit 4 kali dalam setahun yaitu bulan terbitan Maret, Juni, September, dan Desember. Artikel yang terbit di JURNAL PEDULI MASYARAKAT telah melalui proses telaah sejawat yang memiliki keahlian yang relevan.
Articles 1,007 Documents
Implementasi E- Information Motivation Behavior Skill (IMBS) sebagai Upaya Peningkatan Self Care Prediabetes pada Komunitas Joglo Listrikawati, Martini; Nurlaily, Ari Febru; Nusantoro, Agik Priyo
Jurnal Peduli Masyarakat Vol 6 No 2 (2024): Jurnal Peduli Masyarakat: Juni 2024
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jpm.v6i2.3254

Abstract

Diabetes Mellitus saat ini masih menjadi issue kesehatan penyakit tidak menular yang mematikan. Kondisi awal seseorang sebelum mengalami diabetes mellitus disebut sebagai kondisi Prediabetes. Angka kejadian prediabetes mengalami peningkatan signifikan di seluruh dunia dan para ahli memprediksi bahwa lebih dari 470 juta orang akan mengalami prediabetes pada tahun 2030. Kondisi pesakitan ini akan berdampak pada gangguan baik fisik berupa peningkatan kadar gula darah maupun psikologis berupa kualitas hidup yang lebih rendah, kecemasan dan depresi. Intervensi yang mendukung strategi koping positif adalah langkah penting dalam membantu individu memiliki status fisik dan psikologis yang lebih baik Salah satu intervensi yang diapliksikan adalah model Information-Motivation-Behavioral Skills (IMBS) terhadap self care prediabetes. Tujuan pengabdian ini berupa pengaplikasian E-IMBS ini diharapkan dapat menjadi upaya promotif pada komunitas dengan resiko prediabetes. Metode pengabdian berupa Comunity Based Research dengan tehnik edukasi dan demonstrasi (IMBS) dan screening kadar gula darah mengenai prediabetes. Hasil dari pengabdian ini adalah komunitas joglo yang beresiko prediabetes menunjukkan peningkatan informasi, motivasi, sikap dan skill terhadap self care pencegahan diabetes mellitus.
Edukasi Brisk Walking sebagai Pencegahan Peningkatan Kadar Glukosa Darah Penderita Diabetes Mellitus Tipe 2 di Wilayah Kerja Puskesmas Cilongok I Kabupaten Banyumas Yudha, Magenda Bisma; Suhendro, Anton
Jurnal Peduli Masyarakat Vol 6 No 2 (2024): Jurnal Peduli Masyarakat: Juni 2024
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jpm.v6i2.3263

Abstract

Diabetes ialah sekumpulan gangguan metabolisme yang ditandai dengan kadar glukosa darah yang lebih tinggi yang diakibatkan oleh kurangnya produksi insulin, resistensi insulin, atau keduanya. Penatalaksanaan diabetes dibagi menjadi dua yaitu terapi non farmakologis dan farmakologis. Pengelolaan diabetes melitus non farmakologis, yaitu seperti perencanaan makanan dan latihan fisik. Perencanaan makanan dapat dilakukan dengan membuat daftar diit, sedangkan latihan fisik dilakukan dengan aktivitas fisik seperti jalan kaki, bersepeda, santai, dan berenang. Jenis latihan fisik ringan yang direkomendasikan untuk penderita diabetes melitus tipe II ialah jalan kaki selama 30 menit dan berjalan cepat (Brisk Walking) selama 20 menit. Tujuan penelitian ini membantu meningkatkan pengetahuan penderita diabetes mellitus tipe 2 terkait penatalaksanaan terapi non obat dengan melakukan gerakan brisk walking sebagai upaya menurunkan kadar glukosa darah pada penderita diabetes mellitus tipe 2. Metode yang digunakan ceramah dengan presentasi materi, diskusi, tanya jawab, dan meliputi tahap persiapan hingga evaluasi. Hasil kegiatan penyuluhan ini yaitu ada perbedaan tingkat pengetahuan antara sebelum dan setelah diberikan edukasi brisk walking sehingga dapat diartikan ada pengaruh edukasi brisk walking sebagai pencegahan peningkatan kadar glukosa darah penderita diabetes mellitus tipe 2 di wilayah kerja Puskesmas Cilongok I Kabupaten Banyumas.
Upaya Pencegahan Krisis Hipertensi melalui Green Color Breathing Therapy bagi Masyarakat RW 2 Kadipiro, Banjarsari, Surakarta Fitriyani, Noor; Vioneery, Deoni; Listrikawati, Martini
Jurnal Peduli Masyarakat Vol 6 No 2 (2024): Jurnal Peduli Masyarakat: Juni 2024
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jpm.v6i2.3266

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu Penyakit Tidak Menular (PTM) dan penyebab kematian. Fase lanjut pasien hipertensi yakni krisis hipertensi sebagai akibat pasien hipertensi kronis yang tidak terdiagnosis dan pasien tidak patuh minum obat anti hipertensi. Krisis hipertensi merupakan kegawatan medik dan memerlukan penatalaksanaan yang tepat. Penatalaksanaan yang tepat penting dilakukan sebagai upaya pencegahan krisis hipertensi, salah satunya terapi pendamping farmakologi melalui penerapan green color breathing therapy. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat yang akan dilakukan yakni edukasi green color breathing therapy sebagai upaya pencegahan krisis hipertensi. Target kegiatan pengabdian kepada masyarakat RW 2 Kadipiro yakni masyarakat dengan hipertensi sejumlah 25. Kegiatan pengabdian masyarakat dilakukan 17 Desember 2023 di Ruang Pertemuan RW 2 Kadipiro, Banjarsari, Surakarta. Metode edukasi melalui ceramah tanya jawab, dan simulasi. Hasil pengabdian menunjukkan peningkatan pengetahuan sebelum diberikan edukasi pada kategori cukup 12%, kurang 88% dan setelahnya didapatkan peningkatan pengetahuan pada kategori baik 92 % dan cukup 8%. Ketepatan simulasi green color breathing therapy sebelumnya 100% responden tidak tepat melakukan simulasi dan setelahnya 96 % responden mampu melakukan simulasi dengan tepat. Kesimpulan pada kegiatan pengabdian edukasi green color breathing therapy sangat penting sebagai upaya pencegahan krisis hipertensi dan kualitas hidup tetap terjaga baik.
Implementasi Guided Imagery untuk Mengurangi Nyeri pada Pasien Post Spinal Anestesi Saputra, Dafid Rehas; Novitasari, Dwi; Setyawati, Martyarini Budi
Jurnal Peduli Masyarakat Vol 6 No 2 (2024): Jurnal Peduli Masyarakat: Juni 2024
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jpm.v6i2.3282

Abstract

Pembedahan dapat menyebabkan ketidaknyamanan bagi pasien karena tindakan pembedahan dapat menyebabkan trauma pada jaringan yang dapat menimbukan nyeri. Penatalaksanaan nyeri dapat dilakukan dengan teknik non farmakologi salah satu nya yaitu dengan terapi guided imagery. Terapi guided imagery tidak menimbukan efek samping, tidak memerlukan biaya dan merupakan kegiatan non invasive yang mendukung model keperawatan holistik. Tujuan. Tujuan dari PKM ini adalah untuk mengetahui efektivitas guided imagery terhadap penurunan nyeri pada pasien post operasi sectio caesarea spinal. Metode. Metode yang digunakan dalam program PKM ini dengan memberikan implementasi guided imagery menggunakan media audio, kegiatan ini dilakukan diruang recovery room. Hasil. Secara keseluruhan kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM) berjalan dengan lancar walaupun ada bebarapa faktor penghambat, peserta kegiatan antusias dalam mengikuti acara. Jumlah peserta 30 orang. Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan mengenai implementasi guided imagery memiliki hasil yang signifikan dalam menurunkan nyeri sehingga dapat membantu menurunkan nyeri pasien post operasi sectio caesarea. Rencana Luaran. Rencana luaran pada PKM ini adalah dengan video pengukuran nyeri kegiatan implementasi Guided Imagery untuk mengurangi nyeri pada pasien post spinal di RSUD Dr. Soedirman Kebumen.
Skrining Tumbuh Kembang sebagai Upaya Deteksi Dini Penyimpangan Tumbuh Kembang Anak di Daycare Sahabat Sinar Alam Kota Kediri Sulistyawati, Wiwin; Suharto, Idola Perdana Sulistyoning; Ramayanti, Eva Dwi; Nurseskasatmata, Satria Eureka; Christianingsih, Siska
Jurnal Peduli Masyarakat Vol 6 No 2 (2024): Jurnal Peduli Masyarakat: Juni 2024
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jpm.v6i2.3283

Abstract

Golden Age merupakan masa yang penting untuk membangun karakter anak. Skrining tumbuh kembang sangat diperlukan pada periode ini untuk melihat tumbuh kembang anak, mengidentifikasi keterlambatan atau disabilitas, serta memberikan rekomendasi untuk melakukan rujukan kepada tenaga kesehatan ahli seperti dokter. Daycare merupakan tempat yang menyediakan pelayanan kesehatan anak, dan pemantauan tumbuh kembang serta pengasuhan anak. Permasalahan yang terjadi di daycare Sahabat Sinar Alam adalah belum pernah dilakukan skrining tumbuh kembang anak. Tujuan dari kegiatan ini adalah melakukan deteksi dini tumbuh kembang anak di daycare. Skrining tumbuh kembang anak sangat membantu menemukan penyimpangan tumbuh kembang pada anak sehingga anak yang mengalami gangguan tumbuh kembang segera mendapatkan intervensi yang tepat dan anak bisa mendapatkan stimulasi yang tepat untuk tumbuh kembangnya. Berdasarkan hasil skrining didapatkan data dari 9 anak terdapat 8 (88,9%) anak memiliki tumbuh kembang baik yang meliputi motorik kasar, motorik halus, kemampuan bicara, sosialisasi dan kemandirian normal . Ada satu anak (11,1%) yang mengalami penyimpangan dalam perkembangan motorik kasar yaitu anak belum bisa duduk dan belum bisa berdiri tanpa bantuan pada umur 12 bulan. Berdasarkan kegiatan ini orang tua anak yang mengalami penyimpangan disarankan membawa anak ke Poli Tumbuh Kembang Rumah Sakit sehingga bisa mendapatkan intervensi lebih lanjut.
Peningkatan Pengetahuan dan Keterampilan Masyarakat pada Henti Jantung dan Bantuan Hidup Dasar Afni, Anissa Cindy Nurul; Saputro, Sutiyo Dani; Rosida, Nikma Alfi
Jurnal Peduli Masyarakat Vol 6 No 2 (2024): Jurnal Peduli Masyarakat: Juni 2024
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jpm.v6i2.3353

Abstract

Reresusitasi jantung paru bergantung pada seberapa cepat penilaian dilakukan. Penolong yang berpengalaman dalam keadaan darurat yang mengancam jiwa meningkatkan kemungkinan korban bertahan hidup. Tidak hanya petugas pelayanan kesehatan saja, tetapi orang awam, termasuk didalamnya remaja diharapkan untuk dilatih dalam bantuan hidup dasar (BLS) sebagai merupakan manuver sederhana namun sangat efektif untuk menghadapi situasi serangan jantung setiap saat. Tujuan dari pengabdian ini adalah meningkatkan Pengetahuan dan Keterampilan Masyarakat dalam Bantuan Hidup Dasar pada remaja di Desa Pendem Kecamatan Mojogedang Kabupaten Karanganyar yang berjumlah 35 orang dan mahasiswa keperawatan dan non keperwatan Universitas Kusuma Husada Surakarta serta Mahasiswa Instituto Ciencias De Saude Timor Leste yang berjumlah 236 orang. Hasil dari kegiatan tersebut adalah peningkatan status kesehatan masyarakat dan kemandirian masyarakat dengan tolak ukur kesiapan pengetahuan dan keterampilan memberikan bantuan hidup dasar. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa pengetahuan bantuan hidup dasar meningkat hingga 100% dan keterampilan remaja dapat mempraktikan bantuan hidup dasar secara mandiri.
Penerapan Self Massage untuk Mengurangi Stres pada Remaja di Wilayah Pertanian Aristawati, Evy; Cahyono, Bagus Dwi; Huda, Nurul; Susanto, Tantut
Jurnal Peduli Masyarakat Vol 6 No 2 (2024): Jurnal Peduli Masyarakat: Juni 2024
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jpm.v6i2.3355

Abstract

Remaja adalah fase peralihan dari masa anak menuju dewasa di mana konteks perubahan pertumbuhan dan perkembangan sangat terlihat. Remaja dianggap sebagai masa "Storm and Stress" karena mereka dituntut untuk menyesuaikan diri dengan kehidupan dewasa. Remaja mungkin mengalami stres karena banyaknya perselisihan yang ada di lingkungan mereka, seperti keluarga dan teman sebaya. Studi ini bertujuan untuk mengeksplorasi efektivitas teknik self massage dalam mengurangi tingkat stres pada remaja. Tujuan self massage untuk mengurangi stres, dimana penerapan terapi self massage dapat membantu individu untuk menghentikan pikiran yang mengganggu atau mengancam. Latihan rutin dapat membantu mengurangi stres dan kecemasan sehari-hari, meningkatkan kualitas tidur, meningkatkan energi dan suasana hati, serta meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan secara keseluruhan. Metode Pengabdian Masyarakat kali ini adalah dengan melakukan penerapan self massage selama 5 menit untuk menurunkan stress. Metode pengabdian kepada masyarakat ini adalah ceramah, diskusi dan tanya jawab sesuai dengan prosedur operasional standar psikoedukasi, menggunakan media X-banner dan brosur. Selama kegiatan para peserta antusias mendengarkan penjelasan dari pemateri dan setelah mendengarkan penyuluhan serta berlatih cara untuk mengurangi stress dengan teknik self message, para peserta bisa mempraktekan cara menurunkan stress dan lebih tenang dan menghadapi kehidupan di masa tumbuh kembangnya yaitu sebagai remaja.
Pemanfaatan Pekarangan Rumah untuk Tanaman Sayur dan Buah sebagai Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) di Lingkungan Masyarakat Pesisir Pasuruan Nastiti, Ayu Dewi; Kusuma, Erik; Puspitasari, R.A Helda; Handayani, Dwining
Jurnal Peduli Masyarakat Vol 6 No 2 (2024): Jurnal Peduli Masyarakat: Juni 2024
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jpm.v6i2.3356

Abstract

Dalam konteks tingginya insiden penyakit menular dan semakin menonjolnya permasalahan penyakit tidak menular, pencegahan penyakit dan promosi kesehatan sangatlah penting. Meningkatnya beban permasalahan kesehatan masyarakat saat ini menunjukkan bahwa promosi dan pencegahan kesehatan yang ada mempunyai kontribusi yang lemah terhadap peningkatan kesehatan masyarakat. Banyak penelitian menemukan bahwa upaya promosi kesehatan dan pencegahan penyakit yang bersifat top-down dari pemerintah kurang efektif dibandingkan program berbasis masyarakat. Oleh karena itu, untuk mendukung Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GEMAS) yang baru saja dicanangkan pemerintah, perlu dilakukan mobilisasi masyarakat untuk menerapkan perilaku hidup sehat sesuai dengan tujuan rencana GEMAS. Meskipun GERMAS baru diluncurkan pada tahun 2017, namun dimulai dari kelompok masyarakat terkecil seperti dasa wisma. Kegiatan pengabdian ini akan fokus pada salah satu sub kegiatan GERMAS yaitu pemanfaatan pekarangan rumah untuk menanam sayuran dan buah-buahan. Acara diawali dengan memberikan edukasi pemanfaatan pekarangan rumah untuk menanam sayuran dan buah-buahan, kemudian mengajak masyarakat untuk bersama-sama berkontribusi dalam menanam bibit sayur dan buah di sekitar pekarangan. Masyarakat sangat aktif dan antusias mengikuti acara ini dan menyatakan akan terus melaksanakan acara ini.
Kampanye Keselamatan Berkendara oleh Tim IYRSW (Indonesia Youth Road Safety Warrior) Politeknik Transportasi Darat Bali Batch 3 di Kampus I Politeknik Transportasi Darat Bali Sastra, I Kadek Krisna Ananta; Krisnanta, I Gede Angel; Yanthi, Luh Komang Ary Sukma; Sulistyo, Aris Budi
Jurnal Peduli Masyarakat Vol 6 No 2 (2024): Jurnal Peduli Masyarakat: Juni 2024
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jpm.v6i2.3357

Abstract

Kecelakaan lalu lintas merupakan fenomena yang memiliki dampak signifikan pada masyarakat dan lingkungan. Setiap tahun, ribuan nyawa manusia hilang dan lainnya mengalami cedera serius akibat kecelakaan. Persentase angka kecelakaan lalu lintas masih tergolong sangat tinggi, dimana penyumbang kecelakaan sebesar 73% adalah sepeda motor, dan 58% terjadi pada usia 14-29 tahun dimana usia tersebut adalah usia remaja yang menduduki bangku sekolah menengah atas hingga mahasiswa Dalam menanggapi masalah tersebut, perlu adanya suatu pencegahan yang dapat diimplementasikan guna mencegah terjadinya kecelakaan di usia remaja. Upaya pencegahan tersebut dapat dilakukan melalui Kampanye Keselamatan Berkendara pada remaja siswa SMA ataupun para taruna yang sedang menempuh pendidikan di Kampus Politeknik Transportasi Darat Bali guna meningkatkan kepedulian terkait keselamatan berkendara di jalan raya oleh Taruna Politeknik Transportasi Darat Bali Batch 3 yang sebelumnya telah mendapatkan pelatihan mengenai Safety Riding di Sidoarjo, Jawa Timur. Kampanye ini dilaksanakan pada hari Rabu, 9 Agustus 2023 dan dilaksanakan pada pukul 08.30 – 12.00 WITA. Metode yang digunakan yakni kampanye secara sinkronus dalam bentuk diskusi terbuka dan sesi tanya jawab, pengetahuan Taruna diukur dengan menggunakan pre test sebelum kegiatan dan post test setelah diberikan paparan materi. Berdasarkan hasil pre test dan post test dapat diketahui bahwa rata - rata presentase peserta yang menjawab benar pada pre-test sebesar 79, sedangkan rata - rata presentase menjawab benar pada post-test 83. Hal tersebut menunjukan jika pemaparan materi dapat menambah wawasan dan pemahaman peserta dalam hal safety riding.
Kampanye Keselamatan Berkendara oleh Tim IYRSW (Indonesia Youth Road Safety Warrior) Politeknik Transportasi Darat Bali Batch 3 di SMA Negeri 1 Kediri Pradnyadipta, I Made Hary; Pratiwi, Kadek Herlina Putri; Setiawan, Dimas Wahyu Nova; Sulistyo, Aris Budi
Jurnal Peduli Masyarakat Vol 6 No 2 (2024): Jurnal Peduli Masyarakat: Juni 2024
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jpm.v6i2.3358

Abstract

Keselamatan berkendara bagi generasi muda telah menjadi isu yang semakin mendesak dalam beberapa tahun terakhir. Dengan semakin kompleksnya lalu lintas dan potensi risiko yang lebih tinggi, penting untuk memahami tantangan yang dihadapi oleh para pengemudi remaja dan mengembangkan strategi yang efektif untuk mengurangi kecelakaan dan cedera terkait. Banyaknya kecelakaan yang terjadi, diperlukan adanya pemberian sosialisasi pada pengguna jalan. Kegiatan IYRSW ( Indonesia Youth Road Safety Warrior) merupakan suatu kegiatan rutin tahunan yang dilaksanakan untuk menciptakan generasi-generasi pejuang keselamatan berkendara yang nantinya para pejuang ini akan menjadi pelopor keselamatan berkendara dan akan memberikan edukasi kepada masyarakat betapa pentingnya keselamatan berkendara. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan berupa sosialisasi secara langsung. Sasaran kampanye yaitu di Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Kediri, Tabanan-Bali sebanyak 50 orang. Materi yang dipaparkan meliputi 5 behaviour, prediksi bahaya, pemeriksaan, perlengkapan, postur tubuh saat berkendara, faktor kecelakaan. Pelaksanaan kampanye berupa pemberian pre-test, pemberian materi, post-test, permainan ular tangga, dan praktek di lapangan. Hasil yang diperoleh taruna yaitu mampu menerima materi keselamatan berkendara dengan baik. Terlihat dengan adanya peningkatan pemahaman siswa dan perbedaan signifikan antara nilai pre-test dan post-test melalui Uji Wilcoxon. Adapun Peningkatan pemahaman siswa sebagai indikasi keberhasilan Kampanye Keselamatan Berkendara oleh Pejuang Muda Keselamatan Jalan Poltrada Bali.

Page 64 of 101 | Total Record : 1007


Filter by Year

2019 2025