cover
Contact Name
Ikhsan Rosyid Mujahidul Anwari
Contact Email
journal@lppm.unair.ac.id
Phone
+6285230081552
Journal Mail Official
journal@lppm.unair.ac.id
Editorial Address
Lembaga Pengabdian dan Pengembangan Masyarakat (LPPM), Universitas Airlangga Gedung Kahuripan Lantai 2 Kampus C Universitas Airlangga Mulyorejo, Surabaya 031) 5995246, Mulyorejo, Kec. Mulyorejo, Kota SBY, Jawa Timur 60115
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Layanan Masyarakat (Journal of Public Service)
Published by Universitas Airlangga
ISSN : 25808680     EISSN : 2722239X     DOI : 10.20473/jlm.v3i2.2019.50-52
Jurnal Layanan Masyarakat (Journal of Public Service) (p-ISSN: 2580-8680 , e-ISSN: 2722-239X) is a scientific journal that publishes articles of community service from the application of various scientific disciplines. The purpose of this journal publication is to disseminate the results of community service activities that have been achieved in the field of community service. JLM, in particular, focuses on the main problems in developing the following sciences in community service: health, social sciences, entrepreneurship, technology, and teaching education.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 419 Documents
PEMBERDAYAAN KADER MELALUI PELATIHAN PENCEGAHAN DAN PENANGGULANGAN PENYAKIT GIGI DI SURABAYA Titiek Berniyanti; Retno Palupi; Adriani Sari Fadilah; Nabilah Khansa Salsabila
Jurnal Layanan Masyarakat (Journal of Public Services) Vol. 5 No. 2 (2021): JURNAL LAYANAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jlm.v5i2.2021.259-266

Abstract

AbstrakDiketahui bahwa perilaku ibu dan anak memiliki hubungan yang signifikan dengan kejadian karies. Kesehatan mulut dan gigi merupakan sesuatu yang sangat penting bagi setiap individu di berbagai skala usia, termasuk anak-anak. Artikel ini bertujuan untuk mengetahui perilaku ibu tentang kesehatan gigi rongga mulut ditinjau dari predisposisi, pendorong, dan penguat sebagai faktor risiko keparahan karies gigi pada anak usia 4-6 tahun di Surabaya. Metode: Pelatihan dan Pemberdayaan kader / ibu tentang pencegahan dan penanggulangan penyakit gigi (Cegatan Pagi / Cegah dan Tangani Penyakit Gigi), dan edukasi melalui Game Edukasi Ular Tangga tentang Kesehatan Mulut dan Gigi Anak (Beruang Imut / Bermain). Ular Tangga Kesehatan Gigi Dan Mulut). Kesulitan ibu dalam mendidik anaknya tentang kesehatan gigi dan mulut dapat diatasi melalui permainan edukatif. Permainan ular tangga ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman dan minat anak dalam menjaga kesehatan mulut. Kesulitan ibu dalam mendidik anaknya tentang kesehatan gigi dan mulut dapat diatasi melalui permainan edukasi. Hasil Utama: Nilai korelasi antara 2 variabel tersebut adalah -7,242 yang berarti hubungan tersebut kuat dan positif dengan tingkat signifikan 0,000. Nilai rata-rata sebesar -3,750 bertanda negatif, artinya nilai tersebut cenderung meningkat setelah diberikan perlakuan. Artinya negatif artinya ada kecenderungan skor meningkat setelah perawatan. Kesimpulan: Ada peningkatan tingkat pengetahuan tentang kesehatan gigi dan mulut pada responden kader ibu wali dan guru Taman Kanak-kanak.Kata kunci: deft, Keparahan karies Gigi, Pencegahan Penyakit Mulut, Perilaku Ibu AbstractIt is known that the behavior of mothers and children has a significant relationship to the incidence of caries. Oral and dental health is something that is very important for every individual at various age scales, including children. This article aims to determine Mothers behavior regarding oral dental health in terms of predisposing, enabling, and reinforcing as A Risk Factor of Dental Caries Severity Of 4-6 Years Children in Surabaya. Methods: Training and Empowerment of cadres/mothers about the prevention and management of dental disease (Cegatan Pagi/Cegah dan Tangani Penyakit Gigi) and providing education through the Snake and Ladder Educational Game on Children's Oral and Dental Health or (Beruang Imut/Bermain Ular Tangga Kesehatan Gigi Dan Mulut). Difficulties for mothers in teaching their children about oral and dental health can be overcome through educational games. It is hoped that the snakes and ladders game will be able to increase children's understanding and interest in maintaining oral health Difficulties for mothers in teaching their children about oral and dental health can be overcome through educational games. Main Result: The correlation value between the 2 variables is -7,242, which means that the relationship is strong and positive with a significant level of 0.000. The mean value of -3,750 is negative, it means that the score tends to increase after being given treatment. The mean is negative, it means the tendency of the score to increase after treatment Conclusion: There was an increase in the level of knowledge about dental and oral health among the respondents of the cadres of mother guardians and teachers of kindergarten.Keywords: Dental Carries Severity, def-mother’s Behavior, Oral Health Prevention
KELAS MOTIVASI PENDIDIKAN UNTUK MENCEGAH PERNIKAHAN DINI PADA REMAJA DI DESA PILANGSARI Diah Astri Permatasari
Jurnal Layanan Masyarakat (Journal of Public Services) Vol. 5 No. 2 (2021): JURNAL LAYANAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jlm.v5i2.2021.302-308

Abstract

AbstractEarly marriage refers to the marriage of girl or boy who is less than 18 years old. Early marriage has a negative impact on the education, psychological and reproductive health of adolescents. Reproductive health problem that found in Pilangsari is the prevalence of mothers who have children (<5 years old) that married at age 16-18 years is 47.11%. This is influenced by various factors, one of them is individual aspect, including low education levels, lack of information and knowledge from individuals about the impact of early marriage. Community empowerment intervention activities are carried out in the form of motivational class to continue higher education. The target of this activity is Pilangsari adolescents aged 13-18 years. The main objective is preventing early marriage in adolescents. The materials provided, including adolescent reproductive health, especially early marriage, motivation continuing higher education and the spirit of pursuing goals. Based on the results of the questionnaire, 93% of all participants have high level of motivation to continue their education. Based on the results of the evaluation, the motivational class met all indicators of success, so it can be said that the motivational class activity was successful.Keywords: Early Marriage; Adolescent Reproductive Health; Motivation class in education. AbstrakPernikahan dini merujuk pada pernikahan perempuan atau laki-laki usia kurang dari 18 tahun. Pernikahan dini memiliki dampak negatif bagi pendidikan, psikologis dan kesehatan reproduksi remaja. Masalah kesehatan terkait reproduksi yang ditemukan di Desa Pilangsari, Kecamatan Kalitidu, Kabupaten Bojonegoro adalah prevalensi ibu yang memiliki balita menikah pada usia 16-18 tahun sebesar 47,11%.  Hal tersebut dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunya dari aspek individu, antara lain tingkat pendidikan rendah, kurangnya informasi dan pengetahuan dari individu tentang dampak pernikahan dini. Kegiatan intervensi pemberdayaan masyarakat dilakukan dalam bentuk kegiatan kelas motivasi untuk melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi. Sasaran kegiatan ini adalah remaja Desa Pilangsari yang berusia 13-18 tahun dengan tujuan utama untuk mencegah pernikahan dini pada remaja. Materi yang diberikan antara lain penyuluhan terkait kesehatan reproduksi remaja, khususnya pernikahan dini, memberikan motivasi tentang melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi dan semangat mengejar cita-cita, Berdasarkan hasil kuesioner, 93% dari seluruh peserta memiliki tingkat motivasi tinggi untuk melanjutkan pendidikan. Berdasarkan hasil evaluasi kegiatan, kelas motivasi memenuhi semua indikator keberhasilan, maka dapat dikatakan bahwa kegiatan kelas motivasi berhasil.Kata Kunci: Pernikahan dini, kesehatan reproduksi remaja, kelas motivasi pendidikan
KNOWLEDGE IMPROVEMENT AMONG MIDWIVES AS CHAMPIONS IN THE PREVENTION AND MANAGEMENT OF MATERNAL COVID CASES IN EAST JAVA Muhammad Ardian Cahya Laksana; Muhammad Ilham Aldika Akbar; Dwi Izzati
Jurnal Layanan Masyarakat (Journal of Public Services) Vol. 5 No. 2 (2021): JURNAL LAYANAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jlm.v5i2.2021.333-337

Abstract

AbstrakTingginya angka kematian ibu disebabkan oleh masalah kualitas pelayanan kesehatan yang dipengaruhi oleh faktor organisasi, personal dan lingkungan (Kemenkes, 2018a; Mahmood et al., 2018). Pandemi Covid-19 di Indonesia terus berlanjut, dan kemungkinan akan menyebabkan peningkatan kematian ibu lebih lanjut, sehingga diperlukan kepemimpinan dan bantuan klinis. Metode yang digunakan dalam program pengabdian masyarakat ini adalah dengan memberikan pelatihan dan pendampingan kepada bidan dalam pencegahan dan penanganan kasus ibu hamil di rumah sakit. Pelatihan ini berhasil meningkatkan pengetahuan bidan tentang penanganan kasus covid ibu, pencegahan dan kepemimpinan bidan dalam pelayanan ibu sebesar 35%. Implikasi dari hasil pengabdian kepada masyarakat ini adalah perlu adanya pelatihan pengetahuan dan keterampilan bidan dalam penanganan kasus ibu covid pada masa pandemi dengan mempertimbangkan aspek kebijakan internal rumah sakit, alur pelayanan ibu, kompetensi petugas, APD, sarana dan prasarana rumah sakit, sehingga diperlukan berbagai metode pendekatan dalam melakukan intervensi kebidanan dalam asuhan ibu hamil dengan konfirmasi COVID-19.Kata Kunci : Bidan, COVID-19, Maternal, Pengetahuan AbstractThe high incidence of maternal mortality is caused by problems in the quality of health services which are influenced by organizational, personal, and environmental factors. The Covid-19 pandemic in Indonesia continues and is likely to lead to a further increase in maternal mortality, so clinical leadership and assistance are needed. The method used in this community service program was providing training and assistance to midwives in preventing and handling maternal COVID cases in hospitals. This training succeeded in increasing the knowledge of midwives about handling maternal covid cases, prevention, and midwives’ leadership in maternal services by 35%. The implication of the results of this community service is the need for training on the knowledge and skills of midwives in handling maternal covid cases during the pandemic by considering aspects of hospital internal policies, maternal service flow, officer competence, PPE, hospital facilities and infrastructure, so we need various methods of approach in conducting midwifery interventions in the care of pregnant women with confirmed COVID-19.Keyword : COVID-19, Knowledge, Midwife, Maternal
PENDAMPINGAN PROGRAM JARING PENGAMAN SOSIAL: STUDI DAMPAK SOSIO EKONOMI COVID-19 BERDASARKAN MAQASHID SYARIAH DI KABUPATEN NGANJUK Tika Widiastuti; Puji Sucia Sukmaningrum; Muryani Muryani; Aufar Fadlul Hady
Jurnal Layanan Masyarakat (Journal of Public Services) Vol. 5 No. 2 (2021): JURNAL LAYANAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jlm.v5i2.2021.338-345

Abstract

AbstractThis community service activity, which is packaged in the form of mentoring, aims to assist stakeholders in Sugihwaras village, Prambon sub-district, Nganjuk Regency to synergize with each other in handling the impact of the COVID-19 pandemic. In addition, this assistance aims to provide a model of distribution of assistance that meets basic human needs following the Dharurriyatul Khams concept in Maqashid Syariah. These basic needs include the protection of religion, soul, mind, lineage, and property. Community service has increased public awareness regarding the importance of synergy between stakeholders during the pandemic and understanding the types of assistance that must be prioritized referring to the maqashid sharia concept. The impact of this assistance is the strength of the village economic structure because the community helps each other strengthen the collaborative economy.Keywords: Assistance, Sinergyz, Maqashid ShariahAbstrakKegiatan pengabdian masyarakat yang dikemas dalam bentuk pendampingan ini bertujuan untuk memberikan pendampingan kepada stakeholder di desa Sugihwaras, kecamatan Prambon, Kabupaten Nganjuk untuk saling bersinergi dalam penanganan dampak pandemi COVID-19. Selain itu, pendampingan ini bertujuan untuk memberikan sebuah model penyaluran bantuan yang memenuhi kebutuhan dasar manusia sesuai dengan konsep Dharurriyatul Khams dalam Maqashid Syariah. Kebutuhan dasar tersebut meliputi perlindungan agama, jiwa, akal, keturunan, dan harta. Pengabdian masyarakat berhasil meningkatkan kesadaran masyarakat terkait pentingnya sinergi antar pemangku kepentingan stakeholder dalam masa pandemi serta pemahaman mengenai jenis bantuan yang harus diprioritaskan mengacu kepada konsep maqashid syariah. Dampak dari pendampingan ini adalah kuatnya struktur ekonomi desa karena masyarakat saling membantu dalam penguatan ekonomi bersama.Kata Kunci: Pendampingan, Sinergi, Maqashid Syariah
PENINGKATAN VOLUME USAHA ANGGOTA MELALUI OPTIMALISASI PENGGUNAAN PLATFORM DIGITAL PADA KOPERASI DISABILITAS INDONESIA Tri Haryanto; Angga Erlando; M Khoerul Mubin; Zidna Fitriyana; Wahyu Setyorini; Shochrul Rohmatul Ajija
Jurnal Layanan Masyarakat (Journal of Public Services) Vol. 5 No. 2 (2021): JURNAL LAYANAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jlm.v5i2.2021.372-381

Abstract

AbstractIndonesia is one of the countries affected by the Covid-19 pandemic, so many victims died. Seeing an increase in Covid-19 cases, the government made a physical distancing policy to reduce the spread of Covid-19. However, this policy has an impact on hampered economic activity. Badan Pusat Statistik (BPS) in 2020, the number of poor people in March 2020 was 26.42 million people, an increase of 1.63 million people compared to September 2019. In addition, the Indonesian economy in the second quarter of 2020 compared to the second quarter of 2019 experienced a growth contraction of 5.32 percent (y-on-y). One of the groups of people who feel the impact of the Covid-19 on the family's economic condition is a group of people with disabilities. Since the Covid-19 pandemic, many people with disabilities have lost their jobs. In addition, some of them have succeeded in developing cooperatives. Currently, there are many Cooperatives for Persons with Disabilities. However, their work is lacking in demand due to declining demand in the market. Therefore, this is the background for community service activities to increase business volume through optimizing the use of digital platforms at the Indonesian Disability Cooperative. With business assistance for people with disabilities, it can help improve the skills of people with disabilities and help promote their products so that they can expand the marketing reach of products for people with disabilities. Thus, the income of persons with disabilities will increase.Keywords: Cooperatives, Disability, Digital Platform, Covid-19AbstrakIndonesia merupakan salah satu negara yang terdampak pandemi Covid-19, sehingga banyak korban meninggal. Melihat adanya peningkatan kasus Covid-19, pemerintah membuat kebijakan pysical distancing untuk mengurangi penyebaran Covid-19. Namun, kebijakan tersebut berdampak pada aktivitas perekonomian yang terhambat. Badan Pusat Statistik (BPS) pada tahun 2020, jumlah penduduk miskin pada Maret 2020 sebesar 26,42 juta orang, meningkat 1,63 juta orang terhadap September 2019. Selain itu, ekonomi Indonesia triwulan II-2020 terhadap triwulan II-2019 mengalami kontraksi pertumbuhan sebesar 5,32 persen (y-on-y). Salah satu kelompok masyarakat yang merasakan dampak adanya Covid-19 terhadap kondisi perekonomian keluarga yaitu kelompok masyarakat penyandang disabilitas. Sejak adanya pandemi Covid-19, banyak dari para penyandang disabilitas yang kehilangan pekerjaannya. Disamping itu, sebagian dari mereka telah berhasil mengembangkan koperasi. Saat ini telah banyak Koperasi Penyandang Disabilitas. Namun demikian, hasil karya mereka sepi peminat karena permintaannya yang menurun di pasar. Oleh karena itu, hal tersebut menjadi latar belakang kegiatan pengabdian masyarakat dalam rangka peningkatan volume usaha melalui optimalisasi penggunaan plaftom digital pada Koperasi Disabilitas Indonesia. Dengan adanya pendampingan usaha untuk penyandang disabilitas, maka dapat membantu meningkatkan keterampilan para penyandang disabilitas serta membantu memasarkan produknya sehingga dapat memperluas jangkauan pemasaran produk para penyandang disabilitas. Dengan demikian, maka pendapatan para penyandang disabilitas akan meningkat.Kata Kunci: Koperasi, Disabilitas, Platform Digital, Covid-19
PELATIHAN BRANDING DALAM RANGKA PEMBERDAYAAN EKONOMI MASYARAKAT PETANI MENTE DESA SOKET LAOK, KABUPATEN BANGKALAN, MADURA Santi Isnaini; Dina Septiani; IGAK Satrya Wibawa; Rani Sukma Ayu Suteja; Irfan Wahyudi; Andria Saptyasari; Suko Widodo; Kristian Jaya Hamonangan Pasaribu
Jurnal Layanan Masyarakat (Journal of Public Services) Vol. 5 No. 2 (2021): JURNAL LAYANAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jlm.v5i2.2021.418-425

Abstract

AbstractSoket Laok is a village located in Tragah District, Bangkalan Regency, Madura. This village has the greatest economic potential in agriculture because the majority of its residents, which are around 4000 people, work as farmers. However, the village, which is not far from the city of Surabaya, is still lagging behind and has not been able to properly utilize the village's potential for community empowerment. Cashew product is the greatest potential by the residents of Soket Laok Village, but the community does not understand how to create and design proper packaging for their cashew products. In addition, Soket laok community also has no experience and knowledge utilising information and communication technology to optimalise the marketing of the cashew products. Therefore, the Communications Department of FISIP Unair conducts a community service program entitled Branding Workshop for Economic Empowerment of the Cashew Farmer in Soket Laok Village, Bangkalan Regency, Madura. This program is an extended program that has been carried out in 2020. This community service focuses on creating and training to manage the community website, training on packaging and brands, as well as registration of brands and business license for their business.Keywords: Economic Potential, Marketing Communications, BrandingAbstrakSoket Laok merupakan salah satu desa yang terletak di Kecamatan Tragah, Kabpupaten Bangkalan, Madura. Desa ini  memiliki potensi ekonomi terbesar di bidang pertanian karena mayoritas warganya yang berjumlah sekitar 4000 jiwa berprofesi sebagai petani. Meskipun demikian, desa yang berada tidak jauh dari Kota Surabaya tersebut masih tertinggal dan belum mampu memanfaatkan dengan baik potensi desa untuk pemberdayaan masyarakat. Produksi mente merupakan potensi terbesar yang dimiliki oleh warga Desa Soket Laok namun para petaninya sendiri belum mengerti cara mengemas produk mente untuk dipasarkan di luar daerah Soket Laok sesuai dengan standar yang berlaku. Ditambah lagi dengan kurangnya pemahaman terkait penggunaan teknologi informasi dan komunikasi juga menjadi faktor kurang optimalnya pemasaran produk mente. Dengan berbagai alasan tersebut, Departemen Komunikasi FISIP Unair kembali mengadakan pengabdian masyarakat bertajuk Pelatihan Branding dalam Rangka Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Petani Mente Desa Soket Laok, Kabupaten Bangkalan, Madura. Kegiatan tersebut merupakan lanjutan dari pengabdian masyarakat yang telah dilaksanakan pada tahun 2020. Pengabdian masyarakat kali ini berfokus pada pembuatan dan pelatihan mengelola website Desa Soket Laok, pelatihan membuat kemasan dan merek, serta pendaftaran merek dan perizinan usaha pada produk yang telah dihasilkan.Kata kunci: potensi ekonomi desa, komunikasi pemasaran, branding,
PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT DI DESA PUPUS KEC. LEMBEYAN KAB. MAGETAN SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN PRODUKSI TERNAK SAPI POTONG RAKYAT Nanik Hidayatik; M. Gandul Atik Yuliani; Widya Paramita Lokapirnasari; Retno Sri Wahjuni; Ratna Damayanti; Annise Proboningrat
Jurnal Layanan Masyarakat (Journal of Public Services) Vol. 5 No. 2 (2021): JURNAL LAYANAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jlm.v5i2.2021.450-455

Abstract

Abstract Community service of Faculty of Veterinary Medicine Universitas Airlangga aimed to overcome problems related to the continuous supply of animal feed. This implementation of community service activities in collaboration with Pupus Village, Lembeyan District, Magetan Regency. The activities started from preparation to implementation in July – September 2021. This program introduces the use of agricultural waste and secondary crops for the manufacture of haylage feed and the manufacture of Temulawak Molasses Block (TMB) to increase the productivity of beef cattle and also as an effort to increase the income and prosperity of farmers. The method used to achieve the output target is through coaching and evaluation. Based on the results of the posttest, it shows an increase in the understanding of farmers about 80% regarding the manufacture of animal feed using the haylage and TMB techniques as a way to provide sustainable animal feed.Keywords: haylage, TMB, beef cattle, meat self-sufficiency, agriculture productivityAbstrakPengabdian kepada Masyarakat Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Airlangga bertujuan untuk mengatasi permasalahan yang berhubungan dengan penyediaan pakan ternak secara kontinu. Pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat ini bekerja sama dengan Desa Pupus, Kecamatan Lembeyan, Kabupaten Magetan. Kegiatan dimulai dari persiapan sampai dengan pelaksanaan pada bulan Juli – September 2021. Program ini memperkenalkan pemanfaatan limbah pertanian dan palawija untuk pembuatan pakan haylage dan pembuatan Temulawak Molases Blok (TMB) untuk meningkatkan produktivitas ternak sapi potong dan juga sebagai upaya meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan para peternak. Metode yang digunakan untuk dapat mencapai target luaran tersebut adalah melalui yaitu pembinaan dan evaluasi. Berdasarkan hasil post-test menunjukkan peningkatan pemahaman peternak sebesar 80% terkait pembuatan pakan ternak dengan teknik haylage dan TMB sebagai salah satu cara untuk menyediakan pakan ternak berkelanjutan.Kata kunci: haylage, TMB, ternak sapi potong, swasembada daging, agriculture productivity
PEMANFAATAN SUMBER DAYA ALAM YANG BERKESINAMBUNGAN YANG BERORIENTASI PADA PENCAPAIAN PROFIT YANG MEMBAWA KEMASLAHATAN BAGI LINGKUNGAN Prawitra Thalib; Faizal Kurniawan; Maradona Maradona; Mohamad Nur Kholiq
Jurnal Layanan Masyarakat (Journal of Public Services) Vol. 5 No. 2 (2021): JURNAL LAYANAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jlm.v5i2.2021.456-462

Abstract

AbstractDe Durian Park Wonosalam is a durian farming community in the Wonosalam community that does not cooperate with any party. De Durian Park Wonosalam's activities are engaged in the economy, environment, tourism, and utilization of natural resources. However, there are existing problems regarding De Durian Park, namely partners need an understanding of the topic of Utilization of Natural Resources that is oriented towards bringing maximum profit for the benefit of the surrounding community and Partners still lack understanding of plantation law and licensing as the foundation in managing De Durian Park. The method used in this community service is to provide a thorough understanding and understanding regarding awareness of plantation licensing and the use of natural resources that bring benefits and prosperity to the surrounding community. This includes providing guidance on how to apply plantation permits and involving the government to avoid conflicts. The solution to the problems faced is that the PengMas Team participates in conducting socialization so that the goals of developing De Durian Park can be understood and accepted by all parties and provide legal consultation sessions and plantation licensing when the next activity takes place until it is finished.Keywords: Natural Resources Utilization, De Durian Park, Development AbstrakDe Durian Park Wonosalam ini adalah komunitas petani durian di masyarakat Wonosalam yang tidak bekerjasama dengan pihak manapun. Kegiatan De Durian Park Wonosalam ini bergerak dalam bidang ekonomi, lingkungan hidup, wisata dan pemanfaatan sumber daya alam. Tetapi terdapat permasalahan yang ada mengenai De Durian Park yaitu mitra membutuhkan pemahaman terkait topik Pemanfaatan Sumber Daya Alam yang berorientasi membawa keuntungan yang maksimal untuk kemaslahatan masyarakat sekitar dan Masih mininmya pemahaman Mitra mengenai hukum dan perijinan perkebunan sebagai fondasi dalam pengelolaan De Durian Park. Metode yang digunakan dalam pengabdian masyarakat ini yaitu dengan memberikan pengertian dan pemahaman secara menyeluruh terkait kesadaran perizinan perkebunan dan pemanfaatan sumber daya alamnya yang membawa keuntungan dan kesejahteraan masyarakat sekitar. Termasuk memberikan pengarahan bagaimana menerapkan izin perkebunan dan melibatkan pemerintah agar tidak terjadi konflik. Solusi dari permasalahan yang dihadapi yaitu Tim PengMas turut serta dalam melakukan sosialisasi agar tujuan dari pengembangan De Durian Park ini dapat dipahami dan diterima oleh semua pihak dan menyediakan sesi konsultasi hukum dan perijinan perkebunan pada saat kegiatan selanjutnya berlangsung hingga selesai.Kata Kunci : Pemanfaatan SDA, De Durian Park, Pengembangan 
PENYULUHAN MASTITIS SUBKLINIS DAN KEGIATAN UJI CALIFORNIA MASTITIS TEST PADA SAPI PERAH DI KOPERASI UNIT DESA KECAMATAN NGANCAR, KABUPATEN KEDIRI, JAWA TIMUR Yulianna Puspitasari; Wiwiek Tyasningsih; Jola Rahmahani; Suwarno Suwarno; Sri Chusniati
Jurnal Layanan Masyarakat (Journal of Public Services) Vol. 5 No. 2 (2021): JURNAL LAYANAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jlm.v5i2.2021.489-495

Abstract

AbstractSubclinical mastitis is an inflammation of the udder that often attacks livestock, especially milk-producing livestock. The impact of the subclinical mastitis losses is quite large, including a drastic decrease in the quantity and quality of milk, but no pathological changes were found in cows. The Karya Bhakti Village Unit Cooperative (VUC) is a center for milk production in the Kediri Regency which accommodates dairy cows' milk products from people's farms in the Kediri Regency. The low awareness of farmers in the management of livestock health care and hygiene results in low productivity and quality of milk and the high incidence of subclinical mastitis. This encourages counseling about subclinical mastitis. The socialization method used for counseling were carried out by presenting material about subclinical mastitis with lecture techniques (power point slides), videos about the method of early detection of subclinical mastitis using California Mastitis Test (CMT), conducting demonstrations of testing milk samples using the CMT method and discussion about the material that has been delivered as an indicator of the success of counseling. This series of counseling activities is an effort to reduce the incidence of subclinical mastitis through increasing public knowledge and understanding. This activity also has a positive impact by reducing infectious diseases, especially subclinical mastitis in livestock so that the health of livestock and products from livestock will also be guaranteed both in terms of quality and quantity.Keywords: mastitis, subclinical mastitis, cows, Counseling, CMTAbstrakMastitis subklinis merupakan radang ambing yang sering menyerang hewan ternak khususnya ternak penghasil susu. Dampak kerugian mastitis subklinis diantaranya penurunan kuantitas dan kualitas susu secara drastis, namun tidak ditemukan adanya perubahan patologis pada sapi.  Koperasi Unit Desa (KUD) Karya Bhakti merupakan KUD yang menjadi sentra penghasil susu di Wilayah Kabupaten Kediri yang menampung hasil susu sapi perah dari peternakan – peternakan rakyat di Wilayah Kabupaten Kediri. Rendahnya kesadaran peternak dalam manajemen kesehatan ternak dan hiegienitas kandang mengakibatkan rendahnya produktivitas dan kualitas susu serta masih tingginya angka kejadian mastitis subklinis.  Angka kejadian mastitis subklinis yang tinggi ini mendorong untuk dilakukan penyuluhan mengenai mastitis subklinis. Metode sosialisasi yang digunakan untuk penyuluhan adalah menggunakan alat peraga berupa slide power point yang berisikan materi mastitis subklinis, video metode deteksi dini mastitis subklinis menggunakan California Mastitis Test(CMT), demonstrasi CMT pada sampel susu serta tanya jawab seputar materi yang telah disampaikan sebagai salah satu indikator keberhasilan penyuluhan. Rangkaian kegiatan penyuluhan ini sebagai upaya untuk menekan angka kejadian mastitis subklinis melalui peningkatan pengetahuan dan pemahaman masyarakat. Kegiatan ini juga memberikan dampak positif dengan menurunnya penyakit infeksi khususnya mastitis subklinis pada hewan ternak sehingga kesehatan hewan ternak dan produk asal hewan ternak juga akan terjamin baik dari segi kualitas maupun kuantitasnya.Kata Kunci: mastitis, mastitis subklinis, sapi perah, penyuluhan, CMT
PEMERIKSAAN PAP SMEAR SEBAGAI UPAYA DETEKSI DINI KANKER SERVIK DI PUSAT KESEHATAN MASYARAKAT REJOSO, NGANJUK Gondo Mastutik; Sjahjenny Mustokoweni
Jurnal Layanan Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2022): JURNAL LAYANAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jlm.v6i2.2022.244-250

Abstract

Tujuan kegiatan ini adalah menyampaikan informasi tentang tata cara deteksi dini kanker servik untuk menurunkan jumlah kasus kanker servik stadium lanjut. Kegiatan ini diikuti oleh 71 orang wanita di Pusat Kesehatan Masyarakat (PKM) Rejoso, Nganjuk, yang berusia 28-59 tahun. Peningkatan pemahaman peserta tentang faktor risiko kanker servik diukur dengan kuisioner yang diberikan sebagai pre-test dan post-test. Setelah mengikuti pemaparan materi, terdapat peningkatan pemahaman sebanyak 11,18%. Faktor risiko peserta terhadap kanker servik adalah melakukan hubungan seksual pada usia kurang dari 20 tahun sebanyak 29,27%, melakukan hubungan seksual dengan lebih dari satu orang termasuk apabila menikah lebih dari satu kali sebanyak 17,07%, melahirkan banyak anak yaitu > 5 kali yaitu 7,32%, sering mengalami infeksi daerah kelamin atau keputihan yaitu 21,95%, dan tidak rutin melakukan pemeriksaan pap smear yaitu 24,39%. Hasil pemeriksaan pap smear menunjukkan bahwa semua peserta kegiatan pengabdian kepada masyarakat dinyatakan normal yang meliputi papanicolau class I dan II yaitu dengan diagnosis normal smear, normal atopic smear, dan tidak terdapat lesi intra epithelial maupun keganasan. Kesimpulannya adalah kegiatan ini dapat meningkatkan pemahaman masyarakat tentang tata cara deteksi dini kanker servik. Hasil pemeriksaan pap smear pada kegiatan ini menunjukkan bahwa semua peserta dinyatakan sehat sehingga bisa mengulang pemeriksaan pap smear 2 tahun lagi.