cover
Contact Name
Akhyarnis Febrialdi
Contact Email
febrialdi1@umb-bungo.ac.id
Phone
+628117408799
Journal Mail Official
febrialdi1@umb-bungo.ac.id
Editorial Address
Kampus 1 Universitas Muara Bungo, Jl. Lintas Sumatera, Sungai Binjai Muara Bungo
Location
Kab. bungo,
Jambi
INDONESIA
Jurnal Sains Agro
ISSN : -     EISSN : 25800744     DOI : 10.36355
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Sains Agro Merupakan media yang bertujuan untuk mempublikasikan artikel dari peneliti yang berkaitan dengan ilmu Pertanian. Ruang Lingkup Jurnal Sains Agro adalah kajian ilmu agronomi, hortikultura, pembibitan, Ilmu Tanah, agroforestri, perlindungan tanaman, keanekaragaman tanaman dan lingkungannya
Articles 170 Documents
PENGARUH KOMPOS JERAMI JAGUNG DAN FOSFOR TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI JAGUNG MANIS (Zea mays saccharata Sturt) Pajri Irfan; Widodo Haryoko; Fatimah Fatimah
Jurnal Sains Agro Vol 6, No 2 (2021): Jurnal Sains Agro
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/jsa.v6i2.631

Abstract

Percobaan pengaruh kompos jerami jagung dan fosfor terhadap pertumbuhan dan produksi jagung manis (Zea mays saccharata sturt) telah dilakukan di Kelurahan Ampang, Kecamatan Kuranji, Kota Padang dari November 2020 - Februari 2021 dengan tujuan mengetahui interaksi kompos jerami jagung dengan P terhadap pertumbuhan dan produksi jagung manis. Percobaan dilakukan menggunakan Rancangan Acak Lengkap Faktorial. Faktor pertama adalah kompos jerami jagung dan faktor kedua adalah pupuk P. Faktor pertama kompos jerami jagung terdiri 3 taraf yakni 0, 5, dan 10 tha-1. Faktor kedua adalah dosis pupuk P terdiri 3 taraf yakni, 0, 150, dan 300 kg ha-1. Berdasarkan hasil percobaan disimpulkan bahwa interaksi kompos jerami jagung dengan pupuk P meningkatkan tinggi tanaman, indeks luas daun, umur muncul bunga jantan, umur muncul bunga betina, dan bobot tongkol berkelobot. Berdasarkan kesimpulan disarankan pemupukan kompos jerami jagung dosis 5 t ha-1 dan pupuk P dengan dosis 150 kg ha-1. Kata Kunci : jagung manis, kompos jerami jagung, fosfor
PENGARUH PEMBERIAN VERMIKOMPOS TERHADAP BIBIT KOPI VARIETAS ROBUSTA (Coffea canephora Eko Saryanto; Acep Sopandi
Jurnal Sains Agro Vol 6, No 2 (2021): Jurnal Sains Agro
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/jsa.v6i2.656

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh dan mendapatkan dosis pupuk Vermikompos yang terbaik terhadap pertumbuhan bibit bibit kopi Robusta (Coffea canephora), yang dilakukan di Desa Pasar Masurai Kecamatan Lembah Masurai Kabupaten Merangin Provinsi Jambi. Dengan ketinggian tempat ± 540 m dpl, dengan suhu 20-280 C, dan pH tanah 5-6,5. Penelitian ini dilakukan pada bulan April 2020 sampai Juni 2020.Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan yaitu : V0 (tanpa pemberian Vermikompos), V1 (pupuk Vermikompos dosis 37,5 g/10 kg tanah, V2 (pupuk Vermikompos dosis 75 g/10 kg tanah), V3 (pupuk Vermikompos dosis 112,5 g/10 kg tanah) dan V4 (pupuk Vermikompos dosis 150 g/10 kg tanah). Adapun parameter yang diamati dalam penelitian ini adalah tinggi tanaman (cm), diameter batang (mm), jumlah daun (helai) dan luas daun total (cm2). Untuk mengetahui pertumbuhan bibit kopi varietas Robusta (Coffea canephora)terhadap pemberian pupuk Vermikompos dianalisis secara statistik dengan menggunakan analisis ragam, apabila berpengaruh nyata maka dilanjutkan dengan uji jarak Berganda Duncan Multipe Range Test (DMRT) pada taraf 5 %.Hasil penelitian menunjukan bahwa pemberian vermikompos berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman (cm), diameter batang (mm), jumlah daun (helai) dan luas daun total (cm2) bibit kopi varietas Robusta (Coffea canephora). Perlakuan V2 merupakan dosis yang optimal untuk diameter batang (mm), jumlah daun (helai) dan luas daun total (cm2) sedangkan V3 adalah dosis yang optimal untuk tinggi bibit kopi varietas Robusta (Coffea canephora)
PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI KACANG HIJAU (Vigna radiata L.) TUMPANG SARI DENGAN JAGUNG MANIS YANG DIPERLAKUKAN PUPUK KANDANG SAPI DAN PUPUK TSP Muhammad Antoni; Chairil Ezward; Seprido Seprido
Jurnal Sains Agro Vol 6, No 2 (2021): Jurnal Sains Agro
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/jsa.v6i2.650

Abstract

Green beans have a fairly high protein content and are a source of important minerals, including calcium and phosphorus. This study aims to determine the effect of cow manure and TSP on the growth and production of green beans (Vigna radiata L.) which are intercropped with sweet corn. This research was conducted in Kinali Village, Kuantan Mudik District, Kuantan Singingi Regency, from January 2020 to April 2020. The method used was factorial randomized block design (RBD), namely the first factor was the application of cow manure S which consisted of 4 treatment levels: S0 (control), S1 (0.75 kg / plot), S2, (1.5 kg / plot. ), S3 (2.25 kg / plot). The second factor is TSP (P) which consists of 4 levels of treatment: P0, (control), P1, (0.3 gr / plant), P2 (0.6 gr / plant), P3 (0.9 gr / plant ). The results showed that single cow manure had a significant effect on plant height. The best treatment was giving S3 cow dung (2.25 g / plot) with a plant height of 29.92 cm. Meanwhile, the interaction and administration of TSP alone did not have a significant effect on all observed parameters.
PENGARUH JUMLAH RUAS STEK TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT KOPI ROBUSTA (Coffea canephora) Sapri Sapri; Akhyarnis Febrialdi
Jurnal Sains Agro Vol 6, No 2 (2021): Jurnal Sains Agro
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/jsa.v6i2.657

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui pengaruh dan mendapatkan jumlah ruas stek yang terbaik terhadap pertumbuhan bibit kopi Robusta (Coffea canephora). Penelitian dilaksanakan di desa Talang Tembago Kecamatan Jangkat Timur Kabupaten Merangin Provinsi Jambi. Terletak pada ketinggian tempat ± 800 m dpl, pada Andosol dengan pH tanah 6-7. Penelitian ini dilakukan dari tanggal 18 Januari 2021 sampai 30 April 202.Percobaan ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan      4 perlakukan dan 5 ulangan yaitu S1     (1 Ruas Stek kopi Robusta), S2 (2 Ruas Stek kopi Robusta), S3 (3 Ruas Stek kopi Robusta) dan S4 (4 Ruas Stek kopi Robusta). Parameter yang diamati dalam penelitian ini adalah panjang Tunas (cm), diameter tunas (mm), jumlah daun (Helai), luas daun (cm2), panjang akar (mm) dan volume akar (ml). Untuk mengetahui pertumbuhan bibit kopi (Coffea canephora.) pengaruh jumlah ruas stek dianalisis secara statistik dengan menggunakan analisis ragam, apabila berpengaruh nyata maka dilanjutkan dengan uji jarak Berganda Duncan Multipe Range Test (DMRT) pada taraf 5 %.Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah ruas stek berpengaruh sangat nyata terhadap panjang tunas (cm), diameter tunas (mm), luas daun total (cm2), dan panjang akar (mm), berpengaruh nyata terhadap volume akar (ml) dan tidak berpengaruh terhadap jumlah daun (helai) bibit kopi Robusta (Coffea canephora). Perlakuan S2 (2 Ruas Stek Kopi Robusta) adalah perlakuan yang terbaik terhadap pertumbuhan bibit kopi Robusta (Coffea canephora)
PENGARUH PEMBERIAN PLANT GROWTH PROMOTING RHIZOBACTERIA (PGPR) TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN CABE (Capsicum annum L) Harwadi Harwadi; Effi Yudiawati
Jurnal Sains Agro Vol 6, No 2 (2021): Jurnal Sains Agro
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/jsa.v6i2.653

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian konsentrasi PGPR terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman cabe varietas TM 999. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan perlakuan yaitu P0 : Tanpa PGPR sebagai kontrol, P1 :  konsentrasi 3,75 cc/ liter air, P2 : konsentrasi 7,50 cc/liter  air , P3 : konsentrasi 11,25 cc/ liter air  dan  P4 : konsentrasi 15,00 cc/ liter air. Parameter  yang diamati dalam penelitian ini adalah tinggi tanaman (cm), jumlah buku cabang  (buah), umur berbunga (HST),  panjang buah  (cm), diameter buah (mm), jumlah buah pertanaman (buah), berat buah pertanaman (g) dan hasil tanaman (ton/ha). Data yang diperoleh dari pengamatan dianalisis dengan menggunakan sidik ragam (Anova), bila hasil analisis berpengaruh nyata maka dilanjutkan dengan uji Duncan News Multiple Range Test (DNMRT) pada taraf 5 %. Hasil penelitian menunjukkan bahwa  pemberian konsentrasi PGPR berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman (cm), jumlah buku cabang  (buah), umur berbunga (HST), jumlah buah pertanaman (buah), berat buah pertanaman (g) dan hasil tanaman (ton/ha), tetapi tidak berpengaruh nyata terhadap  panjang buah  (cm) dan  diameter buah (mm), Konsentrasi PGPR 7,5 cc/liter air  memberikan hasil terbaik terhadap pertumbuhan  dan hasil tanaman cabe varietas TM-999..
HASIL BAWANG PUTIH (Allium sativum L.) GENERASI M0V0 VARIETAS LUMBU PUTIH Gusni Yelni
Jurnal Sains Agro Vol 6, No 2 (2021): Jurnal Sains Agro
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/jsa.v6i2.673

Abstract

Penelitian bawang putih dengan perlakuan radiasi sinar gamma, bertujuan untuk mengetahui hasil umbi bawang putih generasi M0V0 varietas Lumbu Putih. Varietas Lumbu Putih didapatkan dari daerah Gunung Kidul Yogyakarta. Dosis radiasi sinar gamma yang dipakai adalah; 0 gray, 3 gray, 6 gray, 9 gray, 12 gray, dan 15 gray. Radiasi dilakukan di PTKMR BATAN, Jakarta. Penelitian dilaksanakan di kebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Muara Bungo, Jambi, tahun 2020. Pengamatan secara singel plant terhadap parsentase tanaman hidup sampai panen, berat basah dan kering umbi, diameter, serta jumlah siung dilakukan secara manual. Hasil penelitian generasi M0V0 dengan dosis 3 gray parsentase hidupnya 87,33%, 6 gray 72,67 %, 9 gray 64,67%, 12 gray 42,33%, dan 15 gray 23,67%. Diameter umbi lebih beragam pada dosis 3-9 gray, rata-rata berat umbi dosis 3 gray mencapai 3,09 gram dan lebih berat dibanding dosis lainnya, dan jumlah siung terbanyak yaitu pada dosis 6 gray. Dosis radiasi berbeda menunjukan karakter hasil umbi pada generasi M0V0 yang beragam.
RESPON PERKECABAHAN BENIH KURMA (Phoenix dactylifera L.) DENGAN APLIKASI ZPT ATONIK Nurlismawati Nurlismawati; Subagiono Subagiono
Jurnal Sains Agro Vol 6, No 2 (2021): Jurnal Sains Agro
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/jsa.v6i2.654

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di Kelurahan Manggis Kecamatan Bathin III Dengan ketinggian tempat ± 101 m dpl, jenis tanah Ultisol dengan pH 4,5. Penelitian telah dilaksanakan pada tanggal 14 Oktober 2019 sampai 30 November 2019. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui respon perkecambahan benih kurma (Phoenix dactylifera L.) dan konsentrasi yang terbaik dari aplikasi ZPT Atonik. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 4 perlakuan yaitu : A0 (kensentrasi Atonik 0 ml/L air), A1 (Konsentrasi Atonik 0,5 ml/L air), A2 (Konsentrasi Atonik 1 ml/L air) dan A3 (Konsentrasi Atonik 1,5 ml/L air). Varaibel yang diamati dalam penelitian ini yaitupersentase perkecambahan (%), persentase kecambah normal (%), persentase perkecambahan rusak (%), laju perkecambahan (hari) dan panjang radikal (cm). Untuk mengetahui pengaruh terbaik dari aplikasi ZPT Atonik yang dapat mempercepat proses perkecambahan kurma tehadap peubah yang diamati, maka dianalisis dengan menggunakan analisis ragam (anova). Apabila berpengaruh nyata maka dilanjutkan dengan uji Duncan Multiple Range Test (DMRT) pada taraf 5%. Dari hasil penelitian diperoleh bahwa respon perkecambahan benih kurma (Phoenix dactylifera L.), persentase perkecambahan normal (%), persentase perkecambahan rusak (%), laju perkecambahan (hari) dan panjang radikal (cm) menunjukan respon yang berbeda sementara pada persentase perkecambahan (%) menunjukan respon yang sama. Perlakuan A1 (Konsentrasi Atonik 0,5 ml/L air) merupakan konsentrasi terbaik terhadap laju perkecambahan (hari) dan panjang radikal (cm) benih kurma (Phoenix dactylifera L.).
BREAKING DORMANCY OF Casuarina equisetifolia SEED WITH LONG IMMERSION IN HOT WATER Yopa Dwi Mutia; Muhammad Fauzan Farid Al Hamdi; Afri Rona Diyanti; Widodo Haryoko; M. Zulman Harja Utama
Jurnal Sains Agro Vol 7, No 1 (2022): Jurnal Sains Agro
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/jsa.v7i1.766

Abstract

Due to physical dormancy, Casuarina equisetifolia seeds have a poor germination rate, which makes it difficult to supply the seeds' needs. Soaking the seeds in hot water is a natural technique to promote water access to the seeds, especially those with a hard outer shell structure. The study's goal was to test if Casuarina equisetifolia seed dormancy could be broken by immersing them in hot water. The experiment used a completely randomized design with a long soaking treatment in hot water, which included soaking for 6 hours in normal temperature water, soaking for 6 hours with water with an initial temperature of 600C, and soaking for 12 hours with water with an initial temperature of 600C, each repeated 8 times. The observed data were subjected to a variance analysis and a F level 0.05 test. If there is a significant effect, the Honestly Significant Difference test is performed at a level of 0.05. According to the findings, breaking the dormancy of Casuarina equisetifolia seeds by soaking them in hot water for 12 hours at an initial temperature of 600C resulted in the best maximal growth potential, germination, and first count germination.
PENINGKATAN NILAI TAMBAH KOMODITAS DURIAN MELALUI TEKNOLOGI PENGOLAHAN HASIL Kasma Iswari
Jurnal Sains Agro Vol 6, No 2 (2021): Jurnal Sains Agro
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/jsa.v6i2.640

Abstract

Permasalah klasik yang selalu terjadi pada komoditas durian adalah masalah umur simpan, dan pemasaran karena, komoditas ini mudah rusak setelah panen, dan harga jual sangat berfluktuasi. Dalam kasus ini petani durian sering merugi. Oleh karena itu perlu diupayakan agar umur simpan durian dapat diperpanjang dan dapat meningkatkan nilai tambah. Hal ini dapat dilakukan dengan berbagai inovasi teknologi pengolahan durian dan limbah biji durian. Pengolahan daging buah durian menjadi tepung dapat memperpanjang umur simpan menjadi 261,42 hari. Tepung durian dapat digunakan sebagai bahan baku pembuatan bolu, es krim, dan olahan lainnya, sehingga dapat mengurangi penggunaan perasa dan aroma sintetis. Demikian juga dengan pengolahan durian beku juga dapat mempertahankan umur simpan durian. Pengolahan biji durian menjadi tepung juga dapat dimanfaatkan sebagai bahan pangan pengganti sumber karbohidrat, protein, fospor dan kalsium, dan  tepung ini dapat diproses lebih lanjut sebagai substitusi terigu untuk bahan baku produk olahan pangan. Pengolahan daging buah durian dan biji durian menjadi tepung durian memberikan nilai tambah yang cukup besar yaitu Rp. 10.639/kg buah durian atau 71%, dengan R/C 1,60
PENGARUH LAMA PENYIMPANAN TERHADAP VIABILITAS BENIH KEDELAI (Glycine max (L) Merrill) VARIETAS ANJASMORO Nur Hayati; Setiono Setiono
Jurnal Sains Agro Vol 6, No 2 (2021): Jurnal Sains Agro
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/jsa.v6i2.655

Abstract

The purpose of this study was to determine the effect of storage time and best storage time on the viability of Anjasmoro soybean seeds. This research was conducted in Benteng Village, Sungai Manau District, Merangin Regency with an altitude of ± 204 m asl and a temperature ranging from + 25-31oC. This research was conducted on 17 October 2019 to 17 February 2020.This study used a completely randomized design (CRD) with 5 treatments, namely: P0 (without storage), P1 (1 month of storage), P2 (2 months of storage), P3 (3 months of storage) and P4 (4 months of storage). The parameters observed were the percentage of normal sprouts (%), percentage of dead seeds (%), percentage of damaged germination (%), germination rate (days), hypocotyl length (cm) and root length (cm). To see the effect of treatment on the observed variables, the data obtained were analyzed statistically using variance fingerprints and if the results of the analysis had a significant effect, then proceed with the Duncan New Multiple Range Test (DNMRT) at the 5% real levelThe results showed that storage time affected the percentage of normal sprouts (%), percentage of dead seeds (%), percentage of damaged germination (%), germination rate (days), hypocotyl length (cm) and root length (cm) of Anjasmoro soybean seeds. . Storage time of 1 month (P1) is the best treatment for the viability of Anjasmoro soybean seeds

Page 8 of 17 | Total Record : 170