Journal of Nursing and Public Health (JNPH)
Journal of Nursing and Public Health is an open access and peer-reviewed journal. Journal of Nursing and Public Health is an international journal which provides a forum for publishing the scientific works of nurse practitioners, academics, and researchers. It publishes original papers, reviews and short reports on all aspects. The journal is published regularly in every year. Journal of Nursing and Public Health considers submissions on any aspect of public health across age groups and settings. The focus and scopes of the journal include adult Nursing, Emergency nursing, Gerontological nursing, Community nursing, Mental health nursing, Pediatric nursing, Maternity nursing, nursing leadership and management, complementary and alternative medicine (CAM) in nursing, education in nursing, Public health practice and impact, Epidemiology and Biostatistic, Applied Epidemiology, Need or impact assessments, Health service effectiveness, management and re-design, Health Protection including control of communicable diseases, Health promotion and disease prevention, Evaluation of public health programmes or interventions, Public health governance, audit and quality, Public health law and ethics, Health policy and administration, Capacity in public health systems and workforce, Public health nutrition, Environmental health, Occupational health and safety, Reproductive health and Maternal and child health, science, philosophy, and practice of public health, especially in under-developed and developing countries. Journal of Nursing and Public Health is published by Universitas Dehasen Bengkulu in cooperation with Association of Indonesian Public Health Experts (Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) and Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) ). It is aimed at all public health practitioners and researchers and those who manage and deliver public health services and systems. It will also be of interest to anyone involved in provision of public health programmes, the care of populations or communities and those who contribute to public health systems in any way. This is not an exhaustive list and the Editors will consider articles on any issue relating to nursing and public health.
Articles
420 Documents
HUBUNGAN PATRIARKI DI MASYARAKAT LAMAHOLOT (FLORES TIMUR) DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA BALITA
LOLAN, YOSEF PANDAI;
SUTRIYAWAN, AGUNG
Journal of Nursing and Public Health Vol 11 No 2 (2023)
Publisher : UNIVED Press, Universitas Dehasen Bengkulu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37676/jnph.v11i2.5188
Pendahuluan: Pada tahun 2021 Jawa barat ada diperingkat ke 15 dengan persentasi 24,5 %, dan tahun 2019 26,2% peringkat pertama NTT dengan persentasi 37,8%. Tahun 2020 balita yang berusia 0-59 bulan dengan jumlah balita yang diukur 17.573jumlah stunting sebanyak 5277 pada persentase 30,03% dan pada balita yang berusia 6-24 bulan jumlah Stunting 1456 dengan persentase 25,52 dari jumlah balita yang diukur 5689. Tujuan: Untuk menganalisis hubungan budaya patriariki pada masyarakat Lamaholot-Flores Timur dengan kejadian stunting pada balita. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik kualitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ayah yang memiliki seluruh balita pada usia 6-24 bulan yang diukur dari keluarga yang tinggal dalam wilaya Kab. Flore Timur 5689. Sampel dalam penelitian ini adalah ayah yang memiliki balita sebesar 206, Teknik pengambilan sampel purposive sampling. Hasil dan kesimpulan: factor yang segnifikan mempengaruhi kejadian stunting adalah Pendidikan suami (p-value 0.000), pekerjaan (p-value: 0.019), ekonomi atau penghasilan (p- value: 0.009), budaya atau local wisdom Patriarki (p-value: 0.017), sikap suami (p-value: 0.005) dan pengetahuan suami (p-value: 0.020).
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPUTUSAN PASIEN RAWAT INAP NON PSIKIATRI DI RUMAH SAKIT KHUSUS DAERAH (RSKD) X JAKARTA
NINGSIH, RYLLA;
SUPRIYANTORO, SUPRIYANTORO;
NOFIERNI, NOFIERNI
Journal of Nursing and Public Health Vol 11 No 2 (2023)
Publisher : UNIVED Press, Universitas Dehasen Bengkulu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37676/jnph.v11i2.5190
Pendahuluan: Masih rendahnya BOR (Bor Occupancy Rate) pasien non psikiatri RSKD X Jakarta pada tahun 2021 dan 2022. Angka capaian yang rendah ini menunjukkan tingkat kepercayaan masyarakat yang masih rendah. Tujuan penelitian adalah untuk memperoleh bukti empiris adanya pengaruh beberapa variabel terhadap keputusan pasien untuk rawat inap non psikiatri di rumah sakit jiwa. Penelitian ini akan menganalisis variabel stigma rumah sakit jiwa, persepsi pada mutu pelayanan rumah sakit, word of mouth, dan keputusan pasien untuk rawat inap non psikiatri Metode:Penelitian ini menggunakan cross-sectional study, kuantitatif dengan teknik korelasional Hasil dan Pembahasan: Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik Non-Probability Accidental Sampling dimana jumlah sampel yang diambil adalah 105 responden.Metode analisis yang digunakan adalah Path Analysis dengan program AMOS 24. Dari hasil uji statistik terdapat hubungan antara stigma rumah sakit jiwa, persepsi pada mutu pelayanan rumah sakit, word of mouth terhadap keputusan pasien untuk rawat inap non psikiatri, terdapat hubungan antara stigma rumah sakit jiwa dan persepsi pada mutu pelayanan rumah sakit terhadap word of mouth. Kesimpulan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh stigma rumah sakit jiwa, persepsi pada mutu pelayanan rumah sakit terhadap keputusan pasien untuk rawat inap non psikiatri dengan word of mouth sebagai variabel intervening secara simultan. Secara parsial, ada pengaruh dari masing-masing variabel stigma rumah sakit jiwa, persepsi pada mutu pelayanan rumah sakit, dan word of mouth terhadap keputusan pasien untuk rawat inap non psikiatri. Dan ada pengaruh stigma rumah sakit jiwa terhadap word of mouth, persepsi mutu pelayanan rumah sakit terhadap word of mouth.
FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI AKSES PELAYANAN KESEHATAN DI PUSKESMAS: STUDY LITERATURE
SYADZA, EGA RAVA;
NAJMAH, NAJMAH;
IDRIS, HAERAWATI
Journal of Nursing and Public Health Vol 11 No 2 (2023)
Publisher : UNIVED Press, Universitas Dehasen Bengkulu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37676/jnph.v11i2.5219
Setiap orang berhak atas kesehatan yang baik, yang merupakan bagian terpenting dari kehidupan manusia. Meskipun seseorang dapat mencapai banyak hal dalam hidupnya, kesehatan yang baik bukanlah sesuatu yang terjadi begitu saja. Kesehatan harus menjadi kebutuhan dasar bagi masyarakat karena dibutuhkan berbagai macam upaya untuk menjaga tubuh dalam keadaan sehat.Bertujuan untuk meningkatkan kesadaran, kemauan, dan kemampuan untuk hidup sehat bagi semua orang. Metodologi penelitian tinjauan sistematis. Penelitian tinjauan sistematis adalah metode yang bertujuan untuk menemukan hasil terbaik yang dapat diperoleh dengan mencari literatur secara sistematismenunjukkan bahwa ada 61,2% lebih banyak responden yang merasa membutuhkan dan menggunakan layanan di puskesmas daripada ada responden yang tidak merasa perlu dan tidak menggunakan layanan di puskesmas. Premis dan motivator utama untuk menggunakan perawatan kesehatan adalah faktor kebutuhan,waktu perjalanan. Keterlambatan pasien adalah penghalang karena sulit untuk pergi ke pusat kesehatan, biaya transportasi dan tempat tinggal Akses ke fasilitas medis terhambat, Penggunaan layanan kesehatan sangat berkorelasi dengan bagaimana penduduk memandang Kesehatan.
PENGARUH JUS BUAH NAGA MERAH (HYLOCEREUS POLYRHIZUS) TERHADAP KADAR HB PADA WANITA USIA SUBUR YANG BEKERJA SEBAGAI OPERATOR DI SPBU DI KOTA BENGKULU
DESTRIANI, SRI NENGSI;
MARYANI, DENI;
HIMALAYA, DARA;
PARLINDUNGAN, DENI;
DAMAYANTI, TASYA DWI
Journal of Nursing and Public Health Vol 11 No 2 (2023)
Publisher : UNIVED Press, Universitas Dehasen Bengkulu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37676/jnph.v11i2.5220
Pendahuluan: Wanita usia subur (WUS) adalah wanita yang dimulai pada saat mendapatkan menstruasi sampai tidak lagi mendapat menstruasi. WUS sangat beresiko untuk anemia disebabkan pola makan salah, makan yang tidak bergizi, dan bekarja di daerah yang beresiko menghirup pencemaran udara. WUS yang bekerja sebagai operator di SPBU beresiko menghirup udara yang mengandung timbal yang dapat mengikat Fe sehingga menyebabkan anemia. Metode: Penelitian ini menggunakan quasi eksperimen dengan pre-test and post-test with control group. Kelompok terbagi 2 yaitu Kontrol (Tablet Tambah Darah /TTD) dan Perlakuan (TTD dan jus buah naga) selama 14 hari. Sampel merupakan WUS yang bekerja di SPBU-21.381.09, SPBU-24.381.01, SPBU-24.382.05 dan SPBU-24.382.1 berjumlah 30 orang. Penelitian dilakukan pada bulan November-oktober 2022. Data di analisis menggunakan Paired simple t-test. Hasil dan Pembahasan: Pada perlakuan pre test rata-rata Hb yaitu kelompok perlakuan 13,09 dan kelompok kontrol 13,62. Setelah dilakukan pengujian buah naga (post-test) sebanyak 200 mg/hari maka rata-rata Hb kelompok perlakuan meningkat menjadi 15,01 sedangkan Hb kelompok kontrol cenderung tidak meningkat yaitu 13,79. Paired Samples Test menunjukan pada sebelum perlakuan (Perlakuan – Kontrol) menunjukan Sig. (0,281) lebih dari 0,05 maka data tersebut tidak berbeda nyata. Setelah perlakuan menunjukan Sig. (0,037) kurang dari 0,05 maka data tersebut berbeda nyata. Kesimpulan: Ada pengaruh pemberian buah naga terhadap peningkatan kadar Hb.
HUBUNGAN KELELAHAN KERJA DENGAN RESIKO KECELAKAAN PADA SUPIR TRUK ANGKUTAN BATU BARA
APSIL, ELLA;
MARWANTO, ANDRIANA;
GAZALI, MOH.
Journal of Nursing and Public Health Vol 11 No 2 (2023)
Publisher : UNIVED Press, Universitas Dehasen Bengkulu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37676/jnph.v11i2.5221
Kelelahan pengemudi merupakan suatu faktor resiko kecelakaan dalam transportasi. Kelelahan pada pengemudi menimbulkan menurunnya daya konsentrasi, timbulnya rasa kantuk, lambatnya bereaksi, kelelahan pada mata, kejenuhan, menurunnya perhatian, tertidur sesaat dan keluar dari jalur yang seharusnya. Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui hubungan kelelahan kerja dengan resiko kecelakaan pada supir truk angkutan batu bara. Jenis penelitian ini merupakan deskriptif analitik dengan observasi pendekatan cross sectional. Pengolahan data menggunakan uji chi square. Populasi pada penelitian ini sebanyak 44 responden. Hasil penelitian didapatkan kelelahan kerja pada supir truk angkutan batu bara diperoleh (65.9%) responden mengalami tingkat kelelahan kerja sedang dan (34.1%) responden mengalami tingkat kelelahan kerja rendah. Resiko kecelakaan pada supir truk angkutan batu bara diperoleh (59.1%) responden beresiko kecelakaan dan (40.9%) responden tidak beresiko kecelakaan. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan hasil uji chi-square nilai p=0,681 (p>0,05). Berarti tidak ada hubungan yang signifikan antara kelelahan kerja dengan resiko kecelakaan pada supir truk angkutan batu bara.
HUBUNGAN ANTARA PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) SERTA LINGKUNGAN SEHAT DENGAN KEJADIAN SCABIES DI KABUPATEN BANYUASIN
THERESIANA, YUNITA;
LESTARI NURJANAH, NIMAS AYU;
WULANDARI, WULANDARI
Journal of Nursing and Public Health Vol 11 No 2 (2023)
Publisher : UNIVED Press, Universitas Dehasen Bengkulu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37676/jnph.v11i2.5222
Pendahuluan: Penyakit Scabies menjadi penyakit yang memerlukan perhatian khusus karena banyak tersebar di kehidupan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan menganalisis mengenai keterkaitan antara Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) serta keadaan lingkungan yang sehat dengan kejadian munculnya penyakit Scabies. Metode: penelitian menggunakan teknik analisis data bivariat dan analisis multivariat dengan subjek penelitian yakni pasien yang berobat di Puskesmas Suak Tapeh, Kabupaten Banyuasin Hasil dan Pembahasan: Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan ditemukan hubungan antara Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) serta lingkungan Kesehatan dengan kejadian scabies. Hasil penelitian menunjukkan kebiasaan mencuci tangan sebagai faktor yang paling dominan menekan kejadian Scabies dengan nilai p 0,030< 0,05 memiliki OR = 5,346 95% C.I.:1,180-24,232 yang berarti kebiasaan mencuci tangan berpeluang 5,346 kali mengurangi kejadian Scabies di Kabupaten Banyuasin. Kesimpulan: untuk mencegah dan mengurangi kejadian scabies perlu memperhatikan PHBS dan menciptakan lingkungan yang sehat.
PENGARUH PENYULUHAN KESEHATAN TERHADAP PENGETAHUAN IBU BALITA TENTANG POSYANDU DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PADANG SERAI KOTA BENGKULU TAHUN 2023
NOPERDI, NOPERDI;
MURWATI, MURWATI;
RUSTANDI, HANDI
Journal of Nursing and Public Health Vol 11 No 2 (2023)
Publisher : UNIVED Press, Universitas Dehasen Bengkulu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37676/jnph.v11i2.5224
Secara global 2,6 juta anak meninggal pada bulan pertama kehidupan sekitar 7.000 kematian bayi baru lahir setiap hari dengan sekitar 1 juta orang meninggal dalam 6 hari berikutnya (WHO, 2017). Salah satu program pemerintah terkait pelayanan dasar yang tekait dengan upaya kesehatan ibu dan anak adalah pelaksanaan pos pelayanan terpadu (Posyandu).Tujuan Penelitian Diketahui pengaruh penyuluhan kesehatan tentang posyandu terhadap pengetahuan ibu balita tentang posyandu di Wilayah Kerja Puskesmas Padang Serai tahun 2023. Metode penelitian yang dilakukan dengan rancangan penelitian eksperimen semu (Quasi Experiment) dengan pendekatan The One Group Pre-Post Test (The One Group Design), yaitu suatu metode penelitian yang dilakukan dengan tujuan utama untuk membuat gambaran atau deskriptif tentang suatu keadaan secara objektif (Notoatmodjo, 2018). Populasi penelitian ini adalah Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu yang memiliki Balita di wilayah puskesmas Padang Serai Tahun 2022 yang berjumlah 246 orang. jumlah sampel yang diperlukan adalah 18+ 1,9 = 19,9 atau n = 20 sampel. Hasil penelitian ini menunujuakn bahwa dari lebih dari setengah responden 13 (65%) sebelum di berikan penyuluhan berpengetahuan cukup, Sebagian besar dari responden 16 (80%) sesudah di berikan penyuluhan berpengetahuan baik.Hasil analisis uji T didapatkan nilai p=0,000 lebih kecil dari pada nilai alpha 0,05.Sehingga dapat disimpulkan ada pengaruhpenyuluhan kesehatan tentang posyandu terhadap pengetahuan ibu balita tentang posyandu di Wilayah Kerja Puskesmas Padang Serai Kota Bengkulu tahun 2023. Disarankan hasil penelitian ini Kepada pihak Puskesmas Padang serai , diharapkan hasil penelitian ini dapat menjadi acuan dalam upaya peningkatan pelayanan kesehatan pada ibu dan anak terutama pada pra lansia.
ANALISIS DAN UPAYA PENGENDALIAN PENURUNAN KUALITAS AIR SUNGAI
ADEKO, RIANG
Journal of Nursing and Public Health Vol 11 No 2 (2023)
Publisher : UNIVED Press, Universitas Dehasen Bengkulu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37676/jnph.v11i2.5225
Kualitas air yang menurun dapat mengganggu Kesehatan baik secara langsung maupun bertahap. Sungai Petai, Sungai Kulam dan Sungai Lake di Kabupaten Musi Rawas Utara dapat dijadikan sebagai alternatif sumber air baku untuk memenuhi kebutuhan masyarakat sekitar. Tujuan dari penelitian ini menganalisis dan melakukan Upaya strategis dalam pengendalian penurunan kualitas air Sungai Petai, Sungai Kulam dan Sungai Lake di Kabupaten Musi Rawas Utara yang ditinjau berdasarkan kriteria mutu air menurut Peraturan Pemerintah Nomor 82 Tahun 2001. Metode deskriptif dengan pendekatan purposive sampling dengan melakukan pengamatan pada parameter pH, TSS, BOD, COD, DO, Pospat, Nitrat, dan Fecal Coliform. Peningkatan peran serta masyarakat dalam pengelolaan sungai untuk mengurangi beban pencemar. Penegakan hukum terhadap pelaku usaha ataupun masyarakat yang melangar baku mutu lingkungan yang telah ditetapkan sebagai fungsi pengawasan dan kontrol terhadap pelanggar yang mencemari badan Sungai, Pembuatan IPAL Komunal dibutuhkan untuk mengurangi beban cemaran air sungai. Status mutu air Sungai Petai, Sungai Kulam, dan Sungai Lake di Kabupaten Musi Rawas Utara masuk dalam kategori cemaran ringan dengan nilai kisaran 0.803 mg/l–3.270 mg/l dan direkomendasikan sebagai sumber air baku dalam memenuhi kebutuhan dan pengolahan air bersih. Strategi dalam pengendalian cemaran status mutu air Sungai Petai, Sungai Kulam, dan Sungai Lake di Kabupaten Musi Rawas Utara dapat dilakukan dengan menjalin kerjasama antar instansi baik pemerintah maupun swasta dan masyarakat sekitar dalam upaya mengurangi beban pencemaran, membuat IPAL Komunal yang lebih efektif dalam teknis pengelolaannya, adanya penegakan hukum yang tegas terkait cemaran badan sungai tersebut serta adanya upaya dalam pemantauan terkait kualitas sungai tersebut secara berkesinambungan sehingga sumber-sumber cemaran dapat dikendalikan secara cepat.
PENGARUH PENGETAHUAN DAN SIKAP PASIEN ABORTUS TERHADAP PERILAKU ABORSI DI RSUD CHASAN BOESOERIE TERNATE
DUWILA, ABDUL MUNIR;
RAMLI, RAMLI;
ISHAK, SITTI NURHIDAYANTI
Journal of Nursing and Public Health Vol 11 No 2 (2023)
Publisher : UNIVED Press, Universitas Dehasen Bengkulu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37676/jnph.v11i2.5226
Perilaku aborsi yang dilakukan oleh remaja saat ini semakin memprihatinkan. Hal ini dapat dilihat dari adanya peningkatan tindakan aborsi yang dilakukan oleh remaja setiap tahunnya. Kondisi ini tentunya menjadi sebuah permasalahan baik sosial, budaya, agama maupun hukum di Indonesia. Untuk itu, penelitian ini bertujuan melihat faktor yang menyebabkan seorang abortus melakukan Tindakan tersebut. Selain itu, kami juga melihat sikap pasien terhadap tindakan aborsi yang dilakukan. Sebanyak 27 informan penelitian yang terdiri dari dokter, bidan dan pasien abortus diwawancarai yang berada di RSUD Chasan Boesoerie kota Ternate. Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa tingkat pengetahuan pasien abortus terhadap perilaku aborsi masih rendah dan pasien telah mengetahui sikap yang harus dilakukan seseorang ketika terjadi kasus aborsi. Penelitian ini memiliki implikasi pada peningkatan pengawasan dari keluarga dan lingkungan sosial para remaja untuk membentengi remaja dari perilaku seks pranikah. Selain itu pihak sekolah juga perlu mengambil bagian dalam meminimalisir terjadinya permasalahan aborsi yang dilakukan oleh remaja, khususnya di kota Ternate.
ABUNDANCE MENTALITY TIDAK MEMEDIASI KOMPETENSI SPIRITUAL DAN WORK LIFE BALANCE TERHADAP KEPUASAN KARIR PADA PERAWAT
M, MUSTAINAH MULIA;
SUPRIYANTORO, SUPRIYANTORO;
PAMUNGKAS, RIAN ADI
Journal of Nursing and Public Health Vol 11 No 2 (2023)
Publisher : UNIVED Press, Universitas Dehasen Bengkulu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37676/jnph.v11i2.5228
Kepuasan karir menggambarkan ringkasan atau kesimpulan perasaan yang dirasakan selama bekerja. Tingkat kepuasan karir yang diperoleh perawat merupakan elemen dasar namun penting dalam berfungsinya sistem perawatan kesehatan. Masalah yang terjadi di RS Haji Jakarta berdasarkan prasurvey yang dilakukan sebesar 72.5% perawat merasa belum puas dengan karirnya di RS Haji Jakarta. Rendahnya kepuasan karir perawat tersebut disebabkan karena kurangnya kemampuan dan pengetahuan perawat dalam memberi asuhan spiritual pasien yang membuat perawat merasa kurang maksimal dalam bekerja, kurangnya keseimbangan waktu antara pekerjaan dan kehidupan pribadi sehingga menimbulkan konflik antar keduanya, serta kurangnya rasa bersyukur dan optimisme perawat terhadap pekerjaanya saat ini. Melihat kendala-kendala tersebut, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kompetensi spiritual, work life balance terhadap kepuasan karir dengan abundance mentality sebagai variabel intervening. Penelitian ini merupakan penelitian explanatory research dengan pendekatan kuantitatif dalam bentuk penggunaan kausalita hipotesis dengan sampel 173 perawat. Metode dalam penelitian ini menggunakan Structural Equation Modeling (SEM). Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat pengaruh signifikan kompetensi spiritual, work life balance terhadap kepuasan karir yang dimediasi oleh abundance mentality, terdapat pengaruh signifikan abundance mentality terhadap kepuasan karir, tidak terdapat pengaruh signifikan work life balance terhadap kepuasan karir, terdapat pengaruh signifikan kompetensi spiritual terhadap abundance mentality dan terdapat pengaruh signifikan work life balance terhadap abundance mentality.