Journal of Nursing and Public Health (JNPH)
Journal of Nursing and Public Health is an open access and peer-reviewed journal. Journal of Nursing and Public Health is an international journal which provides a forum for publishing the scientific works of nurse practitioners, academics, and researchers. It publishes original papers, reviews and short reports on all aspects. The journal is published regularly in every year. Journal of Nursing and Public Health considers submissions on any aspect of public health across age groups and settings. The focus and scopes of the journal include adult Nursing, Emergency nursing, Gerontological nursing, Community nursing, Mental health nursing, Pediatric nursing, Maternity nursing, nursing leadership and management, complementary and alternative medicine (CAM) in nursing, education in nursing, Public health practice and impact, Epidemiology and Biostatistic, Applied Epidemiology, Need or impact assessments, Health service effectiveness, management and re-design, Health Protection including control of communicable diseases, Health promotion and disease prevention, Evaluation of public health programmes or interventions, Public health governance, audit and quality, Public health law and ethics, Health policy and administration, Capacity in public health systems and workforce, Public health nutrition, Environmental health, Occupational health and safety, Reproductive health and Maternal and child health, science, philosophy, and practice of public health, especially in under-developed and developing countries. Journal of Nursing and Public Health is published by Universitas Dehasen Bengkulu in cooperation with Association of Indonesian Public Health Experts (Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) and Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) ). It is aimed at all public health practitioners and researchers and those who manage and deliver public health services and systems. It will also be of interest to anyone involved in provision of public health programmes, the care of populations or communities and those who contribute to public health systems in any way. This is not an exhaustive list and the Editors will consider articles on any issue relating to nursing and public health.
Articles
420 Documents
PENGARUH EDUKASI SEKS MELALUI MEDIA VIDEO ANIMASI LAGU MENGENAL SENTUHAN TERHADAP PENGETAHUAN SEKSUALITAS ANAK USIA SEKOLAH DASAR
HUSNI, HUSNI;
PARDOSI, SARIMAN;
VELIA, RIZKI
Journal of Nursing and Public Health Vol 12 No 1 (2024)
Publisher : UNIVED Press, Universitas Dehasen Bengkulu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37676/jnph.v12i1.6344
Pendahuluan: Pravalensi kejadian kekerasan seksual anak meningkat kepada usia yang lebih deawasa, hal ini ditunjukkan bahwa korban kekerasan seksual anak pada usia 6-12 tahun meningkat menjadi 33%. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apakah ada pengaruh edukasi seks melalui media video animasi lagu mengenal sentuhan terhadap pengetahuan seksualitas pada anak usia sekolah dasar. Desain penelitian yang digunakan adalah quasi experiment dengan pre-post test with control group design. Teknik pengambilan sampel secara purposive sampling dengan jumlah responden 60 responden yang terdiri dari 30 responden untuk kelompok intervensi dan 30 responden untuk kelompok kontrol. Pemberian intervensi selama 2 siklus (2 hari) dimana dalam 1 siklus terdapat 2 sesi dan pada kelompok kontrol dilakukan selama 2 siklus (2 hari) dalam 1 siklus terdapat 2 sesi yang dilakukan dalam 4 minggu yang terdiri dari 2 minggu pada kelompok intervensi dan 2 minggu pada kelompok kontrol. Instrumen yang digunakan video animasi “Mengenal Sentuhan” dan leaflet “AKU MANDIRI”, lembar kuisioner pengetahuan, dan lembar karakteristik responden. Analisis menggunakan paired sample t-test dengan nilai hasil p-value 0.000 < 0.05 yang berarti ada perbedaan rata-rata nilai pengetahuan sesudah dilakukan intervensi antara kelompok intervensi dan kelompok kontrol sehingga dapat disimpulkan Ho ditolak dan Ha diterima yang berarti ada pengaruh edukasi seks melalui media video animasi lagu mengenal sentuhan terhadap pengetahuan seksualitas pada anak usia sekolah dasar di Kota Bengkulu.
EFEKTIVITAS MEDIA EDUKASI VIDEO DAN LEAFLET TERHADAP PENGETAHUAN DAN SIKAP TENTANG PENGELOLAAN SAMPAH DI SMA NEGERI 11 KOTA BENGKULU
ANGRAINI, WULAN;
FEBRIAWATI, HENNI;
YANUARTI, RISKA;
FATMAWATI, TRESNA;
RIZAL, ACHMAD FAISAL
Journal of Nursing and Public Health Vol 12 No 1 (2024)
Publisher : UNIVED Press, Universitas Dehasen Bengkulu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37676/jnph.v12i1.6345
Pendahuluan: Sampah merupakan masalah yang terjadi dilingkungan yang dapat menimbulkan penyakit. Pencegahan penumpukan sampah dilingkungan sekolah bersifat direktif dan edukasional sangat diperlukan bagi anak-anak untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap agar terhindar dari penyakit yang disebabkan oleh sampah Penelitian bertujuan untuk menganalisis pengetahuan dan sikap tentang pengolahan sampah di sekolah menegah atas negeri Kota Bengkulu. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan Desain penelitian adalah quasy eksperimental dengan pre-test and post-test. Jumlah sampel 90 orang terdiri dari 45 kelompok Video media vidio dan 45 kelompok Video leaflet. Teknik sampling adalah simple random sampling. Analisis menggunakan wilxocon α < 5%. Menunjukkan bahwa rata-rata nilai pengetahuan setelah diberikan Video media Video dan leaflet nilai p= 0,000. Rata-rata nilai sikap setelah diberikan Video media Video dan leaflet nilai p = 0,266. Hasil dari tabulasi data menggunakan SPSS didapatkan bahwa media edukasi video dan leaflet memiliki perbedaan efektifitas dalam meningkatkan pengetahuan tentang pengolahan sampah. Ada perbedaan efektivitas antara media edukasi video dan leaflet, edukasi dengan menggunakan media vidio dan leaftlet sangat efektif untuk menambah pengetahuan sedangkan untuk sikap penggunaan leaftlet sebagai media edukasi tidak efektif.
ANALISIS FAKTOR RISIKO YANG MEMPENGARUHI KEJADIAN CAMPAK DI INDONESIA: LITERATUR REVIEW
RIANTINA, ANITA;
NAJMAH, NAJMAH;
SITORUS, RICO JANUAR
Journal of Nursing and Public Health Vol 12 No 1 (2024)
Publisher : UNIVED Press, Universitas Dehasen Bengkulu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37676/jnph.v12i1.6349
Pendahuluan: Penyakit Campak ialah jenis penyakit demam dan ruam kemerahan yang dapat menyebabkan komplikasi serius. Penyakit ini juga sebagai penyakit yang mudah sekali menyebarkan kepada orang lain melalui droplet atau benda yang terkontaminasi, adapun penyebabnya adalah virus yang dapat mengakibatkan kematian, namun penyakit ini dapat dicegah dengan pemberian vaksinasi. Di sebagian besar belahan dunia, terutama di negara miskin dan berkembang, penyakit campak masih menjadi penyebab morbiditas dan mortalitas terutama kelompok anak-anak yang tidak mempunyai kekebalan. Metode: Mengacu pada pendekatan studi literatur dalam rentang waktu 6 tahun terakhir (2018-2023) penelitian ini bertujuan untuk mempelajari faktor risiko yang berkontribusi pada kejadian campak di Indonesia. Penelitian ini dirancang untuk melakukan review literatur dengan menggunakan metode PRISMA (Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta Analysis). Penelitian ini dilakukan melalui pencarian artikel bersumber dari Google scholar dan Pubmed. Artikel penelitian asli yang dipublikasikan selama enam tahun terakhir mulai tahun 2018-2023 adalah kriteria yang dimasukkan dalam penulisan ini. Hasil dan Pembahasan: Dari hasil telaah yang dilakukan secara keseluruhan diperoleh 11 faktor yang berpengaruh terhadap kejadian campak dengan 3 faktor utama yaitu status imunisasi, pengetahuan ibu serta adanya kontak penderita dalam keluarga. Walaupun tidak mengabaikan beberapa faktor lainnya seperti usia yang paling dominan terserang virus campak, pendidikan ibu, riwayat campak ibu, sikap ibu, tindakan ibu, serta status gizi dari kasus campak. Kesimpulan: Dari anlisis yang dilakukan terhadap faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian campak di Indonesia dapat disimpulkan bahwa faktor-faktor yang berdampak terhadap kejadian campak terdapat pada 8 artikel yang ditelaah, dimana status vaksinasi pada anak balita dan usia sekolah berpengaruh secara signifikan terhadap kejadian campak di beberapa wilayah di Indonesia. Selain itu tingkat pengetahuan ibu yang kurang memadai juga mempengaruhi kejadian campak, karena ibu yang pengetahuannya kurang memadai akan mengakibatkan seorang ibu tidak memahami pentingnya imunisasi campak bagi anaknya. Selain kedua faktor tersebut, status gizi yang buruk serta adanya kontak dengan penderita dalam keluarga juga menjadi faktor yang dapat mempengaruhi kejadian campak dalam suatu keluarga yang ditunjang dengan kondisi rumah yang tidak memadai dengan tingkat hunian yang banyak.
ANALISIS TINGKAT RISIKO MUSCULOSKELETAL DISORDERS (MSDS) PADA PEKERJA ADMINISTRATIF DI PT. X DENGAN METODE ROSA
KEUMALA MUDA, CUT ALIA;
MAHARANI, PREYSITA PUAN;
HERYANA, ADE;
HANDAYANI, RINI
Journal of Nursing and Public Health Vol 12 No 1 (2024)
Publisher : UNIVED Press, Universitas Dehasen Bengkulu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37676/jnph.v12i1.6350
Pendahuluan: Pekerja administratif PT. X bekerja dengan komputer 5 jam/hari dengan posisi duduk 8 jam atau lebih dapat menyebabkan musculoskeletal disorders (MSDs). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat risiko musculoskeletal disorders (MSDs) pada pekerja administratif PT. X. Metode: Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain cross sectional. Sampel pada penelitian ini menggunakan total sampling yaitu sebanyak 30 pekerja. Penelitian ini dilakukan dengan metode observasi dan pengukuran postur kerja dengan kuisioner Rapid Office Strain Assessment (ROSA) terhadap pekerja administratif PT. X. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis univariat. Hasil dan Pembahasan: Hasil Rapid Office Strain Assessment (ROSA) proporsi tertinggi yang memiliki postur kerja yang berisiko sebanyak 22 pekerja (73,3%) sedangkan proporsi terendah pekerja yang memiliki postur kerja tidak berisiko sebanyak 8 pekerja (26,7%). Kesimpulan: Peralatan kerja dapat diperbaiki karena masih terdapat peralatan kerja yang kurang mendukung ergonomi, pekerja dapat melakukan peregangan otot selama 10 hingga 15 menit setiap dua jam, perusahaan harus menyediakan tempat penyimpanan dokumen dan pihak perusahaan melakukan pelatihan dan sosialisasi tentang pentingnya penerapan ergonomi dalam bekerja agar dapat meminimalisir tingkat resiko pada karyawan.
IMPLEMENTASI PELAKSANAAN POS PEMBINAAN TERPADU PENYAKIT TIDAK MENULAR (POSBINDU PTM) DI PUSKESMAS PEKIK NYARING BENGKULU TENGAH
KUSNIATI, ETTI;
PAULINDA, DELLA;
WIDIAWATI, ROSI
Journal of Nursing and Public Health Vol 12 No 1 (2024)
Publisher : UNIVED Press, Universitas Dehasen Bengkulu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37676/jnph.v12i1.6351
Pendahuluan: Pos Pembinaan Terpadu Penyakit Tidak Menular merupakan peran serta masyarakat dalam melakukan kegiatan deteksi dini dan pemantauan factor risiko PTM yang dilaksanakan secara terpadu, rutin, dan periodic Sasaran utama program Pos bindu PTM adalah kelompok masyarakat sehat, berisiko dan penyandang PTM berusia 15 tahun keatas. Tujuan penelitian ini mendeskripsikan Implementasi Program Pelaksanaan Pos PembinaanTerpadu Penyakit Tidak Menular di Puskesmas Pekik Nyaring Bengkulu Tengah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Dalam menganalisis implementasi program Posbindu PTM menggunakan model implementasi George C. Edward III. Fokus yang digunakan dalam penelitian ini yaitu komunikasi, sumberdaya, disposisi, dan struktur birokrasi. Hasil dan Pembahasan: hasil penelitian Implementasi Pelaksanaan Posbindu PTM menunjukkan 1) Komunikasi yang dilakukan oleh pihak pelaksana kepada kelompok sasaran sudah baik dimulai dengan sosialisasi secara tatap muka langsung sehingga diharapkan kelompok sasaran jelas memahami program Posbindu PTM 2) Sumberdaya manusia,informasi, dan fasilitas untuk implementasi program Posbindu PTM masih kurang memadai 3) Disposisi dari pihak yang terlibat sudah baik dan ramah, namun untuk insentif perlu adanya penambahan uang pengganti transportasi untuk semua kader pendamping 4) Struktur birokrasi pelaksana program sudah berjalan baik dan sesuai SOP begitu juga tanggung jawabnya.
PENGARUH HUBUNGAN INTERPERSONAL TERHADAP STRESS KERJA PADA GURU DI SD NEGERI X SELAMA PEMBELAJARAN TATAP MUKA TERBATAS
MILLAH, IZZATU;
PRILIANA, ALVIANI PUTRI;
HANDAYANI, PUTRI
Journal of Nursing and Public Health Vol 12 No 1 (2024)
Publisher : UNIVED Press, Universitas Dehasen Bengkulu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37676/jnph.v12i1.6353
Pendahuluan: Dampak covid-19 terhadap dunia pendidikan sangat besar dan dirasakan oleh berbagai pihak terutama guru, kepala sekolah, peserta didik dan orang tua. Salah satu keputusan pemerintah yaitu proses pembelajaran tetap berlangsung tapi tidak dengan tatap muka melainkan dengan online. Berbagai masalah muncul akibat pembelajaran online seperti situasi rumah yang tidak mendukung, masalah koneksi, dan sulitnya komunikasi juga dapat menyebabkan stress. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis hubungan antara hubungan interpersonal dengan stress kerja yang dialami oleh Guru SDN X Jakarta Timur. Metode: Jenis penelitian yang digunakan yaitu kuantitatif desain studi crossectional. Sebanyak 31 Guru di SDN X terlibat dalam penelitian ini. Pengambilan sampel menggunakan metode simple random sampling. Hasil dan Pembahasan: hubungan interpersonal yang dialami guru sebagian besar termasuk dalam kategori hubungan yang tidak baik. Sebagian besar guru di SDN X mengalami stress kerja.. Hasil uji korelasi menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara hubungan interpersonal dengan stress kerja yang dialami oleh Guru (P Value 0,006) dengan koefisien korelasi sebesar 0,438. Kesimpulan: Hubungan interpersonal yang tidak baik menyebabkan stress kerja oleh karena itu upaya yang perlu dilakukan oleh sekolah seperti berkumpul bersama secara rutin, dan perlu dilakukan gathering/ rekreasi bersama untuk menciptkan hubungan dan komunikasi yang lebih baik dan bisa lebih mengenal karakter dari masing-masing Guru.
PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN DENGAN MEDIA MODUL TERHADAP PENINGKATAN PENGETAHUAN IBU DALAM MEMBERIKAN STIMULASI MOTORIK KASAR PADA ANAK USIA 1-2 TAHUN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS JEMBATAN KECIL
APRIANTI, DELTA;
SUSANTI, MERI EPRIANA;
SARI, LEZI YOVITA
Journal of Nursing and Public Health Vol 12 No 1 (2024)
Publisher : UNIVED Press, Universitas Dehasen Bengkulu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37676/jnph.v12i1.6355
Pendahuluan: Stimulasi perkembangan anak bertujuan untuk membantu anak agar dapat mencapai tingkat perkembangan yang optimal sesuai dengan usia anak. Stimulasi perkembangan yang diberikan pada anak dapat dilakukan oleh orangtua, tenaga kesehatan dan guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Ibu sebagai pengasuh terdekat seorang anak harus mengetahui lebih banyak proses pertumbuhan dan perkembangan anak serta faktor-faktor yang mempengaruhi proses itu. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan dengan media modul terhadap peningkatan pengetahuan ibu dalam memberikan stimulasi perkembangan pada anak usia 1-2 tahun di wilayah kerja Puskesmas Jembatan Kecil Kota Bengkulu. Metode: Desain pada penelitian ini menggunakan quasy-experimental dengan metode Pretest-posttest Control Group Design. Pengambilan sampel dengan metode nonprobability sampling dengan teknik total sampling, sampel yang berjumlah 34 responden adalah ibu yang memiliki anak usia 1-2 tahun bulan di wilayah kerja Puskesmas Jembatan Kecil. Variabel independent dalam penelitian ini adalah pendidikan kesehatan sedangkan variabel dependentnya adalah pengetahuan ibu. Uji statistik pada penelitian ini menggunakan Analisa univariat dan bivariat uji paired t test. Hasil dan Pembahasan: Hasil penelitian yang diperoleh terdapat setengah responden memiliki pengtehuan cukup sebelum diberikan pendidikan kesehatan dan seluruh responden memiliki pengetahuan baik setelah diberikan pendidikan kesehatan. Dari hasil Analisa bivariat diketahui adanya pengaruh pendidikan kesehatan dengan media modul terhadap peningkatan pengetahuan tentang stimulasi perkembangan dengan nilai p 0,003 ≤ 0,005.Kesimpulan: Diharapkan kedepannya perlu memberikan pendidikan kesehatan secara rutin kepada ibu yang mempunyai balita usia 1-2 tahun mengenai perlunya pemantauan perkembangan anak saat usia balita, perlunya merangsang perkembangan motorik kasar anak yang bisa ibu lakukan dirumah, perlunya ibu menyediakan fasilitas yang bisa menunjang pemberian stimulasi perkembangan pada anak.
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN PENDAPATAN DENGAN KEPEMILIKAN SARANA PEMBUANGAN AIR LIMBAH
FAUZI, YUSRAN;
SARI, FIKITRI MARYA
Journal of Nursing and Public Health Vol 12 No 1 (2024)
Publisher : UNIVED Press, Universitas Dehasen Bengkulu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37676/jnph.v12i1.6356
Sarana pembuangan air limbah merupakan saluran yang digunakan untuk membuang dan mengumpulkan air buangan kamar mandi tempat cuci, dapur, sehingga air limbah tersebut dapat meresap ke dalam tanah dan tidak menjadi penyebab penyebaran penyakit serta tidak mengotori lingkungan pemukiman. Sarana pembuangan air limbah yang tidak memenuhi syarat kesehatan dipengaruhi oleh faktor pendidikan, faktor pengetahuan, faktor tingkat ekonomi atau pendapatan, partisipasi masyarakat, peranan petugas kesehatan, dan faktor perilaku dan kebiasaan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan pendapatan dengan kepemilikan sarana pembuangan air limbah dengan menggunakan data primer yang diperoleh dari hasil isian kuesioner. Jenis penelitian merupakan survei analitik menggunakan rancangan cross sectional. Sampel pada penelitian ini 97 orang kepala keluarga di wilayah kerja Puskesmas Retak Mudik Kabupaten Mukomuko. Pengambilan sampel dengan menggunakan teknik proportional random sampling. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan dan pendapatan dengan kepemilikan sarana pembuangan air limbah.
HUBUNGAN INDEKS MASSA TUBUH (IMT) TERHADAP KADAR GLUKOSA URINE SISWA SISWI SDN 01 KOTA BENGKULU
FEBRIYANTO, TEDY;
LAKSONO, HERU;
FARIZAL, JON;
AKRI, MUHAMMAD FERDIAN
Journal of Nursing and Public Health Vol 12 No 1 (2024)
Publisher : UNIVED Press, Universitas Dehasen Bengkulu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37676/jnph.v12i1.6357
Permasalahan: Overweight dan obesitas pada anak sekolah pada saat ini menjadi salah satu masalah serius yang jika dibiarkan akan berlanjut pada usia dewasa yang akan menyebabkan terjadi nya penyakit metabolik dan degeneratif. Kelompok usia sekolah dasar merupakan kelompok umur yang berisiko terjadinya penyakit diabates. Overweight dan obesitas berkaitan erat dengan gula darah. Jika glukosa darah dalam tubuh meningkat dan tidak dapat diserap kembali oleh ginjal, maka akan terjadi sekresi glukosa urine atau glukosuria, yaitu glukosa yang terdapat dalam urine. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Hubungan Indeks massa Tubuh Terhadap kadar Glukosa Urine Siswa Siswi SD N 01 Kota Bengkulu Tahun 2023. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mengetahui Hubungan indeks massa tubuh (IMT) terhadap kadar glukosa urine siswa siswi SD N 01 Kota Bengkulu tahun 2023. Metode: Penelitian ini menggunakan desain cross sectional dengan analisis chi-square. Sampel pada penelitian ini sebanyak 34 orang dengan menggunakan teknik purposive sampling dengan menggunakan rumus slovin. Pemeriksaan glukosa urine dilakukan dengan metode carik celup menggunakan strip. Hasil: Diperoleh hasil responden sebagian besar overweight 74% dan sebagian kecil obesitas 26%, hampir seluruh responden 97% responden negatif glukosa urine dan sebagian kecil 3% positif glukosa urine, Siswa Siswi overweight dan obesitas hampir sebagian 38% laki-laki dan sebagian besar 62% Perempuan, dan tidak ada hubungan antara indeks massa tubuh terhadap kadar glukosa urine responden (0,098 > 0,05). Kesimpulan: Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa tidak ada hubungan antara indeks massa tubuh terhadap kadar glukosa urine siswa siswi SD N 01 Kota Bengkulu Tahun 2023. Penelitian ini diharapkan agar responden selalu memeperhatikan pola hidup yang sehat agar gula darah tetap terkontrol sehingaa tidak menyebabkan glukosuria.
HUBUNGAN PERILAKU HIDUP SEHAT TERHADAP KEJADIAN ISPA PADA PASIEN DI PUSKESMAS KANDANG KOTA BENGKULU
ALI, HAIDINA
Journal of Nursing and Public Health Vol 12 No 1 (2024)
Publisher : UNIVED Press, Universitas Dehasen Bengkulu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37676/jnph.v12i1.6364
Komponen rumah yang baik yaitu meliputi: langit-langit yang bersih dan tidak rawan, dinding, lantai, jendela ruang keluarga, ruang tidur, pecahayaan, ventilasi, sarana pembuangan asap dapur, dan suasana dalam rumah, dimana dari semua komponen itu memenuhi kriteria persyaratan rumah sehat. Sebuah rumah yang dibangun dengan komponen-komponen rumah yang tidak memenuhi criteria rumah sehat akan dapat menimbulkan terjadinya factor resiko penularan penyakit sehyingga berpengaruh terhadap kesehatan penghuninya Tujuan penelitian ini adalah Untuk mengetahui hubungan perilaku hidup sehat terhadap kejadian penyakit ISPA pada pasien di Puskesmas Puskesmas Kandang Kota Bengkulu. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif, dengan desain cross sectional. Hasil Dari uji bivariat menunjukan dari sebagian responden dengan anak balita yang terkena ISPA, dari 37 responden berusia 20-35 tahun sebagian besar (73%) mengatakan anaknya terkena ISPA dan dari 23 responden berusia > 35 tahun hampir separuhnya (39.1%) anaknya terkena ISPA. Hasil uji Chi Square didapat nilai p = 0,031 dengan nilai α = 0,05, untuk komponen rumah jenis lantai didapat nilai p = 0,022, ventilasi (p=0,017), jenis dinding (p=0,035) dan kepadatan hunia (p=0,018) dengan nilai α = 0,05. Diharapkan kejadian ISPA pada pasien di Puskesmas Kandang dapat diatasi melalui upaya-upaya kesehatan seperti tingkatkan pemberian penyuluhan tentang ISPA dan perilaku hidup sehat.