cover
Contact Name
Eko Sumartono
Contact Email
ekosumartono@relawanjurnal.id
Phone
+6282138129668
Journal Mail Official
ekosumartono@relawanjurnal.id
Editorial Address
Faculty of Health Studies, Universitas Dehasen Bengkulu Jl. Merapi Raya No.Kel, Kebun Tebeng, Kec. Ratu Agung, Kota Bengkulu, Bengkulu 38226
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
Journal of Nursing and Public Health (JNPH)
ISSN : 23387033     EISSN : 27220613     DOI : https://doi.org/10.37676/jnph.v8i1
Core Subject : Health,
Journal of Nursing and Public Health is an open access and peer-reviewed journal. Journal of Nursing and Public Health is an international journal which provides a forum for publishing the scientific works of nurse practitioners, academics, and researchers. It publishes original papers, reviews and short reports on all aspects. The journal is published regularly in every year.  Journal of Nursing and Public Health considers submissions on any aspect of public health across age groups and settings. The focus and scopes of the journal include adult Nursing, Emergency nursing, Gerontological nursing, Community nursing, Mental health nursing, Pediatric nursing, Maternity nursing, nursing leadership and management, complementary and alternative medicine (CAM) in nursing, education in nursing, Public health practice and impact, Epidemiology and Biostatistic, Applied Epidemiology, Need or impact assessments, Health service effectiveness, management and re-design, Health Protection including control of communicable diseases, Health promotion and disease prevention, Evaluation of public health programmes or interventions, Public health governance, audit and quality, Public health law and ethics, Health policy and administration, Capacity in public health systems and workforce, Public health nutrition, Environmental health, Occupational health and safety, Reproductive health and Maternal and child health, science, philosophy, and practice of public health, especially in under-developed and developing countries. Journal of Nursing and Public Health is published by Universitas Dehasen Bengkulu in cooperation with Association of Indonesian Public Health Experts (Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) and Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) ).  It is aimed at all public health practitioners and researchers and those who manage and deliver public health services and systems. It will also be of interest to anyone involved in provision of public health programmes, the care of populations or communities and those who contribute to public health systems in any way. This is not an exhaustive list and the Editors will consider articles on any issue relating to nursing and public health.
Articles 471 Documents
DETERMINAN SOSIAL KESEHATAN PADA ANAK INFEKSI KECACINGAN DERAJAT RINGAN KARLINA MAHARDIENI; JULIAN CHENDRASARI; IMELDA YUNITRA; SURIYANI SURIYANI
Journal of Nursing and Public Health Vol 14 No 1 (2026)
Publisher : UNIVED Press, Universitas Dehasen Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37676/jnph.v14i1.11497

Abstract

Pendahuluan: Infeksi kecacingan atau Soil-Transmitted Helminth (STH) merupakan salah satu penyakit infeksi tropis yang terabaikan dan masih menjadi permasalahan kesehatan masyarakat global. Pengalaman berbagai studi menunjukkan bahwa keberhasilan pengendalian kecacingan sangat bergantung pada Determinan Sosial Kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk memaparkan profil Determinan Sosial Kesehatan pada anak dengan infeksi kecacingan derajat ringan. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif observasional dengan desain studi crossectional. Sebanyak 36 responden terlibat dalam penelitian ini merupakan anak usia prasekolah dan sekoah. Pengambilan sampel menggunakan metode convenience sampling. Data informasi responden berupa usia, jenis kelamin, dan Determinan Sosial Kesehatan yang dikumpulkan melalui peoses wawancara dan pengisian kuesioner. Sedangkan untuk mengetahui infeksi kecacingan dilakukan uji sampel tinja di Laboratorium Klinik dengan memakai teknik Kato-Katz. Data dianalisis dengan metode deskriptif kualitatif untuk melihat gambaran setiap variabel dengan infeksi kecacinga. Hasil dan Pembahasan: Hasil Kato-Katz menunjukkan bahwa infeksi kecacingan ada seluruh responden berada pada derajat ringan. Terdapat sebesar 25% responden dengan kategori Determinan Sosial Kesehatan yang rendah, dan sebesar 75% rensponden dengan kategori sedang. Dampak infeksi kecacingan tidak hanya menimbulkan gejala klinis ringan hingga berat seperti anemia, malnutrisi, dan gangguan tumbuh kembang, tetapi juga dapat menurunkan produktivitas, prestasi belajar, dan kualitas hidup individu yang terinfeksi. Kerangka Determinan Sosial Kesehtan yang dikemukakan WHO menegaskan bahwa kesehatan tidak hanya ditentukan oleh faktor biologis, tetapi juga oleh kondisi sosial tempat individu lahir, tumbuh, bekerja, dan hidup. Faktor-faktor sosial ini berinteraksi dengan determinan lingkungan dan perilaku untuk memengaruhi status kesehatan, termasuk penyakit menular. Dalam kasus kecacingan, rendahnya pendidikan menghambat pemahaman perilaku hidup bersih dan sehat, sementara keterbatasan ekonomi membatasi akses terhadap sanitasi dan air bersih. Akibatnya, kelompok dengan determinan sosial yang kurang menguntungkan memiliki risiko lebih tinggi mengalami infeksi berat dan reinfeksi berulang. Kesimpulan: Determinan Sosial Kesehatan responden hanya pada tingkat rendah-sedang mengindikasikan bahwa kondisi pengetahuan, sanitasi, higienitas, dan ketersediaan air bersih pada populasi anak yang diteliti masih belum optimal. menjadi perhatian bahwa edukasi. Dengan demikian, maka diperlukan suatu tindakan integrasi untuk meningkatkan pengetahuan dan prilaku masyarakat dalam perbaikan Deteminan Sosial Kesehatan.
HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU DAN POLA PEMBERIAN MP ASI DENGAN STATUS GIZI ANAK UMUR 6-23 BULAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS CURUP DESTRI MUTIARA DWI PUTRI; MISNIARTI MISNIARTI; EVA SUSANTI; SRI HARYANI
Journal of Nursing and Public Health Vol 14 No 1 (2026)
Publisher : UNIVED Press, Universitas Dehasen Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37676/jnph.v14i1.11499

Abstract

Pendahuluan: Pengetahuan ibu dan pola pemberian MP ASI merupakan salah satu faktor yang berhubungan dengan status gizi. Gizi memiliki peran penting dalam siklus kehidupan manusia, sejak dalam kandungan hingga lanjut usia. Kekurangan gizi pada anak baduta dapat menyebabkan gangguan tumbuh kembang yang berlanjut hingga dewasa jika tidak ditangani sejak dini. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian diskreptif dengan pendekatan Cross Sectional. Teknik pengambilan sampel yaitu Probability Sampling dengan cara Cluster Random Sampling didapatkan sampel sebanyak 100 orang. Pengumpulan data menggunakan kuisoner yang diadaptasi dari penelitian sebelumnya yang telah dilakukan uji validitas dan reabilitas. Uji statistik yaitu menggunakan uji Chi Square. Hasil dan Pembahasan: Diperoleh nilai p value 0,000 < 0,005 sehingga terdapat hubungan antara pengetahuan ibu dengan status gizi anak dan nilai OR 4,086 dan hasil analisa data diperoleh nilai p value 0,000 < 0,005 sehingga terdapat hubungan antara pola pemberian MP ASI dengan status gizi anak dan nilai OR 3,796. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan ibu dan pola pemberian MP ASI dengan status gizi anak umur 6-23 bulan diwilayah kerja Puskesmas Curup.
HUBUNGAN SANITASI LINGKUNGAN DENGAN KEJADIAN DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD) DI KABUPATEN BENGKULU SELATAN TAHUN 2025 RESMI DARTI; YUNITA THERESIANA; TUTI ROHANI
Journal of Nursing and Public Health Vol 14 No 1 (2026)
Publisher : UNIVED Press, Universitas Dehasen Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37676/jnph.v14i1.11502

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Kabupaten Bengkulu Selatan dan berkaitan erat dengan kondisi sanitasi lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan sanitasi lingkungan dengan kejadian DBD serta menentukan faktor yang paling dominan. Penelitian ini menggunakan desain case–control dengan jumlah sampel 232 responden, terdiri dari 116 kasus dan 116 kontrol. Variabel independen meliputi kondisi tempat penampungan air, sistem pengelolaan sampah, dan kondisi lingkungan rumah, sedangkan variabel dependen adalah kejadian DBD. Data dikumpulkan melalui wawancara dan observasi menggunakan kuesioner terstruktur. Analisis dilakukan secara univariat, bivariat menggunakan uji Chi-square dan Odds Ratio (OR), serta multivariat menggunakan regresi logistik ganda. Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa kondisi tempat penampungan air (OR = 1,75; p = 0,035), sistem pengelolaan sampah (OR = 1,81; p = 0,025), dan kondisi lingkungan rumah (OR = 2,20; p = 0,003) berhubungan signifikan dengan kejadian DBD. Analisis multivariat menunjukkan bahwa kondisi lingkungan rumah merupakan faktor paling dominan (Adjusted OR = 2,36; 95% CI = 1,36–4,08). Kesimpulannya, sanitasi lingkungan berhubungan dengan kejadian DBD di Kabupaten Bengkulu Selatan, dengan kondisi lingkungan rumah sebagai faktor dominan. Oleh karena itu, pencegahan DBD perlu difokuskan pada perbaikan lingkungan rumah melalui penguatan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dan penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).
PROFIL EFEK SAMPING PADA PENGGUNA KONTRASEPSI HORMONAL DI APOTEK KOTA PALU RIRIEN HARDANI; AMELIA RUMI; M. FAKHRUL HARDANI; GINAMEDIKA PUTRI
Journal of Nursing and Public Health Vol 14 No 1 (2026)
Publisher : UNIVED Press, Universitas Dehasen Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37676/jnph.v14i1.11556

Abstract

Pendahuluan: kontrasepsi hormonal merupakan salah satu pilihan metode kontrasepsi yang saat ini paling banyak digunakan karena dianggap memiliki tingkat efektifitas yang tinggi. Akan tetapi, kontrasepsi ini juga mempunyai beberapa efek samping yang ditimbulkan yang dapat mengganggu kesehatan serta menimbulkan ketidaknyamanan pada penggunanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil jenis kontrasepsi hormonal yang digunakan, gambaran kejadian efek samping serta prevalensi adverse drug reactions (ADRs) kontrasepsi hormonal di apotek Kota Palu. Metode: penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan instrumen kuesioner berupa algoritma Naranjo yang diberikan kepada responden di apotek Kota Palu. Hasil dan Pembahasan: dari 100 responden pada penelitian ini, distribusi jenis kontrasepsi hormonal yang digunakan terdiri atas kontrasepsi suntik sebanyak 52 responden (52%), pil sebanyak 30 responden (30%) dan implan sebanyak 18 responden (18%). Kejadian efek samping yang dilaporkan meliputi kenaikan berat badan pada 51 responden (51%), pusing/sakit kepala pada 25 responden (25%), gangguan menstruasi pada 24 responden (24%), jerawat pada 20 responden (20%), mual 13 responden (13%) dan keputihan pada 4 responden (4%). Adapun prevalensi kejadian ADRs penggunaan kontrasepsi hormonal sebesar 34% tergolong sebagai ADRs probable, sedangkan 66% lainnya tergolong sebagai ADRs possible. Kesimpulan: penggunaan kontrasepsi hormonal di apotek Kota Palu berpotensi menimbulkan reaksi efek samping yang dapat diidentifikasi sebagai ADRs probable pada sekitar 34% pengguna.
ANALISIS KEPADATAN POPULASI JENTIK NYAMUK AEDES AEGYPTI DI RT. 09 KELURAHAN SUMBER JAYA KECAMATAN KAMPUNG MELAYU KOTA BENGKULU KANIA PUTRI MENDARE; HAIDINA ALI
Journal of Nursing and Public Health Vol 14 No 1 (2026)
Publisher : UNIVED Press, Universitas Dehasen Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37676/jnph.v14i1.11558

Abstract

Latar Belakang: Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) disebabkan oleh virus dengue yang tergolong Arthropod-Borne Virus, genus Flavivirus, famili Flaviviridae. Penularan penyakit DBD terjadi dari orang ke orang melalui gigitan nyamuk dari genus Aedes yang merupakan vektor utamanya. Tujuan Penelitian untuk mengetahui Analisis Kepadatan Populasi Jentik Nyamuk Aedes Aegptyi di RT. 09 Kelurahan Sumber Jaya Kecamatan Kampung Melayu Kota Bengkulu.Metode: Penelitian ini direncanakan menggunakan metode deskriptif, metode penelitian ini bertujuan mengambarkan fenomena atau karakteristik populasi yang sedang diteliti.Hasil: Hasil survei menunjukkan nilai House Imdex (HI) sebesar 86%, Container Index (CI) sebesar 60,53%, Breteau Index (BI) sebesar 138, dan Angka Bebas Jentik (ABJ) hanya 14%. Kombinasi HI, CI, dan BI menunjukkan Density Figure (DF) pada tingkat sangat tinggi (kategori 8–9). Data dikumpulkan melalui survei lapangan terhadap 50 rumah dengan 114 tempat penampungan air dan dianalisis secara deskriptif. Hal ini menandakan wilayah RT. 09 berisiko tinggi terhadap penyebaran DBD akibat tingginya populasi jentik Aedes Aegypti. Saran: Diharapkan masyarakat dapat meningkatkan kesadaran dan partisipasi aktif dalam kegiatan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN), khususnya 3M Plus, seperti menguras, menutup, dan mendaur ulang wadah air yang berpotensi menjadi sarang nyamuk. Langkah ini penting untuk menurunkan kepadatan populasi jentik dan mencegah penyebaran penyakit DBD.
HUBUNGAN PIJAT BAYI TERHADAP KEJADIAN INFEKSI SALURAN PERNAFASAN AKUT (ISPA) PADA BALITA DI WILAYAH BINAAN PUSKESMAS SAWAH LEBAR DIYAH TEPI RAHMAWATI; DES METASARI; ICE RAKIZAH SYAFRIE; EKA MARDIANA AFRILIA
Journal of Nursing and Public Health Vol 14 No 1 (2026)
Publisher : UNIVED Press, Universitas Dehasen Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37676/jnph.v14i1.11899

Abstract

Latar Belakang: Infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) merupakan salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas akibat penyakit menular di dunia. World Health Organization (WHO) mencatat bahwa hampir 4 juta orang meninggal setiap tahun akibat ISPA, dan 98% di antaranya disebabkan oleh infeksi saluran pernapasan bawah, seperti pneumonia. Angka kematian tertinggi terjadi pada bayi, anak-anak, dan lansia, terutama di negara berpendapatan rendah dan menengah. Infeksi pernapasan akut juga menjadi salah satu penyebab paling umum konsultasi medis di fasilitas kesehatan primer, terutama dalam pelayanan anak (WHO, 2020). Secara global, kasus ISPA masih menjadi ancaman serius kesehatan anak, sekitar 50% dari seluruh penyakit anak berusia dibawah 5 tahun, dan 30% pada anak berusia 5-12 tahun disebabkan oleh ISPA. Sebagian besar terjadi pada saluran pernafasan atas, tetapi sekitar 5% melibatkan saluran pernafasan bawah terutama pneumonia (Nugrahaeni, 2024).Tujuan Penelitian : Diketahuinya Hubungan Pijat Bayi Terhadap Pencegahan Kejadian ISPA padaBalita di Wilayah Kerja Puskesmas Sawah Lebar. Metode Penelitian : Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi penelitian adalah seluruh balita usia 12–59 bulan di wilayah kerja Puskesmas Sawah Lebar sebanyak 660 balita, dengan jumlah sampel 87 responden yang diambil menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil penelitian: Menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pijat bayi dengan pencegahan kejadian ISPA pada balita dengan nilai p = 0,007 (p < 0,05). Balita yang rutin dilakukan pijat bayi memiliki risiko lebih rendah mengalami ISPA. Disimpulkan bahwa pemberian imunisasi lengkap dan pijat bayi berhubungan secara signifikan dengan pencegahan kejadian ISPA pada balita. Disarankan tenaga kesehatan dapat meningkatkan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya imunisasi dasar lengkap dan pijat bayi sebagai upaya promotif dan preventif dalam menurunkan kejadian ISPA pada balita.
EFEKTIVITAS EDUKASI DIGITAL BERBASIS VIDEO TERHADAP PENINGKATAN PENGETAHUAN IBU TENTANG PENANGANAN KEJANG DEMAM PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TELAGA DEWA DELTA APRIANTI; MERI EPRIANA SUSANTI
Journal of Nursing and Public Health Vol 14 No 1 (2026)
Publisher : UNIVED Press, Universitas Dehasen Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37676/jnph.v14i1.11901

Abstract

Pendahuluan: Kejang demam merupakan salah satu kegawatdaruratan yang sering terjadi pada anak usia balita akibat peningkatan suhu tubuh di atas 38°C tanpa adanya infeksi sistem saraf pusat. Kondisi ini sering menimbulkan kecemasan pada orang tua, khususnya ibu, karena kurangnya pengetahuan mengenai penanganan pertama saat anak mengalami kejang demam. Tujuan : untuk mengetahui efektivitas edukasi digital berbasis video terhadap peningkatan pengetahuan ibu tentang penanganan kejang demam pada balita di wilayah kerja Puskesmas Telaga Dewa Tahun 2026. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain pre-experimental melalui pendekatan one group pre-test post-test. Sampel penelitian berjumlah 48 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner pengetahuan sebelum dan sesudah diberikan edukasi digital berbasis video mengenai penanganan kejang demam pada balita. Hasil dan Pembahasan : Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum diberikan edukasi digital berbasis video, sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan kategori cukup sebanyak 43,8%. Setelah diberikan edukasi, sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan kategori baik sebanyak 64,6%. Nilai rata-rata pengetahuan meningkat dari 62,50 pada pre-test menjadi 84,79 pada post-test. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai p-value <0,001 yang berarti terdapat pengaruh edukasi digital berbasis video terhadap peningkatan pengetahuan ibu tentang penanganan kejang demam pada balita. Kesimpulan : hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa edukasi digital berbasis video efektif meningkatkan pengetahuan ibu mengenai penanganan kejang demam pada balita. Media video dapat digunakan sebagai alternatif inovasi promosi kesehatan karena mampu menyampaikan informasi secara menarik, mudah dipahami, dan meningkatkan pemahaman responden terhadap materi kesehatan.
HUBUNGAN SOSIAL BUDAYA DENGAN MINAT IBU HAMIL DALAM MENGIKUTI KELAS PRENATAL YOGA DI TPMB IDA LAINA, SST RONALEN BR. SITUMORANG; BERLIAN KANDO SIANIPAR; TIKA LUBIS
Journal of Nursing and Public Health Vol 14 No 1 (2026)
Publisher : UNIVED Press, Universitas Dehasen Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37676/jnph.v14i1.11902

Abstract

Dalam kehamilan yang sehat serta kehamilan yang diinginkan atau didambakan oleh setiap para ibu hamil yang sehat. Dengan rajin untuk mengkonsumsi makanan-makanan yang sehat, rajin berlatih yoga sehat dan teratur akan menjadi salah satu upaya yang baik dilakukan dari awal kehamilan buat para ibu hamil untuk mendukung kesehatan ibu dan janinnya. Adapun prenatal yoga buat ibu hamil merupakan salah satu olahraga moderen dan terbaik yang diketahui dapat memperlancar proses persalinan, mengurangi potensi komplikasi atau ketidaknyamanan pada ibu hamil dan mempercepat proses pemulihan setelah persalinan. Namun demikian, adapun kelas prenatal yoga yang diadakan setiap dua minggu sekali pasien yang mau datang ternyata kurang diminati oleh para ibu ibu hamil. Tujuan penelitian ini untuk diketahuinya Hubungan sosial budaya dengan minat ibu hamil Dalam mengikuti kelas prenatal Yoga di TPMB Ida Laina, SST. Penelitian kuantitatif telah dilakukan untuk menganalisa Hubungan sosial budaya dengan minat ibu hamil Dalam mengikuti kelas prenatal Yoga di TPMB Ida Laina, SST. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif korelasi dengan rancangan cross sectional. Sampel penelitian berjumlah 70 orang ibu hamil yang diambil dengan teknik total sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sebagian besar dari responden yaitu 55,7 persen responden dengan sosial budaya negatif dalam minat mengikuti senam prenatal yoga Di TPMB Ida Laina, SST kota Bengkulu. Sebagian besar responden yaitu 57,1 persen responden dengan minat ibu hamil sedang dalam minat mengikuti senam prenatal yoga Di TPMB Ida Laina, SST kota Bengkulu. Melalui uji statistik chi square dengan tingkat kepercayaan 95% (α: 0.05) diperoleh nilai sosial budaya dengan minat ibu hamil dalam mengikuti kelas prenatal yoga sebesar 0,000 (p-value=0,000<0,05) sehingga H1 diterima. Kesimpulannya, ditemukan Hubungan sosial budaya dengan minat ibu hamil Dalam mengikuti kelas prenatal Yoga di TPMB Ida Laina, SST. Disarankan agar peneliti selanjutnya lebih mengembangkan dengan pemahaman yang lebih luas mengenai faktor yang mempengaruhi minat ibu hamil dalam mengikuti khusus buat kelas prenatal yoga dan di Puskesmas, TPMB, Rumah Sakit juga dapat disiapkan kelas prenatal yoga.
PENGARUH PENERAPAN AKUPLESUR DAN KOMPRES AIR HANGAT PADA ANAK KASUS GASTRENTERITIS (GEA) DI RUANGAN EDELWEIS RSUD DR M YUNUS BENGKULU LIZA PUTRI; SISKA ISKANDAR
Journal of Nursing and Public Health Vol 14 No 1 (2026)
Publisher : UNIVED Press, Universitas Dehasen Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37676/jnph.v14i1.11914

Abstract

Gastroenteritis Akut (GEA) merupakan salah satu penyakit yang umum terjadi pada anak di seluruh dunia termasuk Indonesia. Dampak dari GEA jika tidak segera ditangani dapat menyebabkan dehidrasi. Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan asuhan keperawatan pada An. AB dengan masalah keperawatan hipovolemia menggunakan proses keperawatan yaitu: pengajian, diagnose keperawatan, intervensi, implementasi, dan evaluasi. Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan bentuk studi kasus. Pengambilan data dilakukan dengan wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, pemeriksaan penunjang, dan dokumentasi dengan data fokus data nyeri, BAB cair ˃5x sehari dan muntah ˃3x sehari. Penelitian ini dalam pendekatan asuhan keperawatan selama homecare. Hasil Penelitian dalam perawatan selama 3x24 jam menunjukkan terdapat penurunan skala nyeri abdomen setelah dilakukan terapi akupresur dan kompres hangat pada pasien gastritis dari skala nyeri 5 menjadi 2. Terapi akupresur dan kompres hangat sangat baik dilakukan dirumah, sehingga penelitian ini direkomendasikan untuk diterapkan dalam mengatasi nyeri pada asuhan keperawatan pasien gastritis.
HUBUNGAN HARGA DIRI DENGAN QUARTER LIFE CRISIS PADA USIA DEWASA AWAL DI KECAMATAN RUPIT KABUPATEN MUSI RAWAS UTARA SUSILAWATI SUSILAWATI; NADAA NAIFAH; LUSSYEFRIDA YANTI
Journal of Nursing and Public Health Vol 14 No 1 (2026)
Publisher : UNIVED Press, Universitas Dehasen Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan: Quarter Life Crisis menjadi bagian permasalahan mental yang kebanyakan terjadi pada kepada individu yang beranjak dewasa. karena tekanan dari pendidikan, pekerjaan, hubungan dengan orang lain, dan kemandirian dalam hal ekonomi. Salah satu faktor psikologis yang mungkin memengaruhi cara seseorang menghadapi situasi tersebut Adalah kepercayaan diri. Individu dengan kepercayan dir yang tinggi biasanya akan mudah beradaptasi, lebih siap menghadapi berbagai kesulitan saat sedang berpindah ke masa kehidupan dewasa. Studi ini dilakukan untuk memahami keterkaitan harga diri terhadap krisis usia 20-an pada orang dewasa muda yang berdomisili di Kecamatan Rupit, Kabupaten Musi Rawas Utara. Metode: Pendekatan yang diterapkan pada studi ini adalah rancangan cross-sectional. Penelitian ini menggunakan 65 orang sampel yang pemilihannya menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen Rosenberg Self-Esteem Scale (RSES) serta instrumen Quarter Life Crisis digunakan untuk mengumpulkan data dan uji statistik menggunakan Chi-square. Hasil dan Pembahasan : Hasil penelitian memperlihatkan mayoritas responden dengan tingkat self-esteem yang rendah yaitu sebesar 80,0% dan mayoritas berada pada kategori Quarter Life Crisis tinggi yaitu 81,5%. Analisis bivariat menunjukkan adanya kaitan yang penting antara harga diri terhadap Quarter Life Crisis dengan nilai p = 0,001. Kesimpulan : Terdapat keterkaitan yang bermakna antara harga diri dan Quarter Life Crisis pada kelompok usia muda yang berada di Kecamatan Rupit, Kabupaten Musi Rawas Utara. Meningkatkan rasa percaya diri bisa menjadi salah satu cara yang membantu dalam menjaga kesehatan mental dan mengurangi kemungkinan mengalami krisis fase empat puluhan pada usia muda.Kata kunci: self-esteem, Quarter Life Crisis, dewasa awal, kesehatan mental.