Articles
34 Documents
Search results for
, issue
"Vol. 2 No. 3 (2021): Pages 459-724"
:
34 Documents
clear
Sistem Informasi Aplikasi Pendataan (SIAP) UMKM Berbasis Kecamatan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung
Hilyah Magdalena;
Hadi Santoso;
Ade Septryanti
Jurnal Abdidas Vol. 2 No. 3 (2021): Pages 459-724
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/abdidas.v2i3.328
Kegiatan pengabdian masyarakat ini berlatar belakang adanya kebutuhan mendata ulang Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang masih bertahan selama masa pandemi Covid-19. Hal ini mendorong Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Kepulauan Bangka Belitung bekerja sama dengan dosen-dosen dari Institut Sains dan Bisnis Atma Luhur untuk membangun sistem pendataan UMKM berbasis kecamatan. Metode prototyping adalah metode yang dipilih untuk mengembangkan sistem informasi aplikasi pendataan UMKM ini. Sedangkan metode kegiatan pengabdian masyarakat dilakukan dalam beberapa tahap, yaitu tahap focus group discussion survey data UMKM berdasarkan nama dan alamat, kemudian mempresentasikan prototype aplikasi pendataan UMKM berdasarkan nama dan alamat berbasis web, lalu tahap Webinar Bimtek sebagai bentuk sosialisasi dan pelatihan operator kecamatan. Hasil dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah Sistem Informasi Aplikasi Pendataan (SIAP) UMKM berbasis kecamatan. Aplikasi ini mampu mendata pelaku UMKM lengkap dengan nama dan lokasi usaha yang di deteksi dengan sistem informasi geografis. Kegiatan mendata ulang UMKM ini agar Dinas Koperasi dan UMKM Bangka Belitung mempunyai data UMKM yang akurat yang dapat mempermudah akses bantuan dari Pemerintah kepada pelaku usaha UMKM. Pemanfaatan sistem informasi aplikasi pendataan UMKM ini diharapkan mampu mendorong perubahan perilaku bisnis UMKM di Bangka Belitung dari yang berbisnis secara konvensional beralih menjadi berbisnis di platform digital.
Revitalisasi Pembelajaran Kitab Kuning di Era Revolusi Industri 4.0 bagi Mahasiswa di Pondok Pesantren Tahfidz Al-Qur’an “Oemah Al-Qur’an” Merjosari Lowokwaru Malang
Nur Chanifah
Jurnal Abdidas Vol. 2 No. 3 (2021): Pages 459-724
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/abdidas.v2i3.329
Tantangan pesantren di era revolusi industri 4.0 adalah menghadapi kecanggihan teknologi informasi dan komunikasi yang menimbulkan berbagai macam perubahan aspek kehidupan. Pesantren tidak bisa lagi bersikukuh mengunakan metode konvensional, seperti ceramah (sorogan dan bandongan). Akan tetapi, media pembelajaran yang dilaksanakan oleh pesantren tersebut masih minim, mengingat fasilitas dan dana yang terbatas. Oleh karena itu, perlu adanya solusi dan pendampingan dalam rangka revitalisasi media pembelajaran kitab kuning di pesantren tersebut. Metode yang digunakan adalah dengan sosialisasi tentang pentingnya revitalisasi media pembelajaran kitab kuning ke pesantren, kemudian dilanjutkan dengan pendampingan penerapan media pembelajaran kitab kuning berbasis teknologi. Hasilnya menunjukkan bahwa untuk revitalisasi media pembelajaran kitab kuning di pesantren, maka perlu ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, yaitu: 1) mengubah mindset kyai atau ustadz tentang perlunya media pembelajaran berbasis teknologi, 2) penggunaaan media berbasis teknologi harus diimbangi dengan pengetahuan agama yang mendalam agar tidak disalahgunakan, 3) Pengguna media berbasis teknologi harus tetap mengontrol kegiatan pembelajaran secara langsung sebagai upaya untuk mengantisipasi pengaruh negatif dari teknologi.
Sosialisasi Penggunaan Kodefikasi (ICPC) di Puskesmas Kota Padang
Oktamianiza Oktamianiza;
Yulfa Yulia;
Deni Maisa Putra;
Niki Febriandari;
Zani Safitri;
Irvan Zafrant Pratama;
Tasya Nurul Huda
Jurnal Abdidas Vol. 2 No. 3 (2021): Pages 459-724
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/abdidas.v2i3.330
Pengodean merupakan salah satu kegiatan pengolahan data rekam medis untuk memberikan kode dengan huruf atau dengan angka atau kombinasi huruf dan angka yang mewakili komponen data. Pemberian kode ini merupakan kegiatan klasifikasi penyakit dan tindakan yang mengelompokan penyakit dan tindakan kriteria tertentu yang telah disepakati. Tujuan dari pengabdian kepada masyarakat ini untuk dapat tersosialisasinya penggunaan dari ICPC ini. Metode dengan FGD dan pemberian materi tentang penggunaan ICPC dan ICD-10 sebagai alat kodefikasi, yang digunakan pada sarana pelayanan kesehatan yang berbeda. Dalam hal ini untuk ICPC digunakan pada unit pelayanan kesehatan primer, seperti puskesmas dan dokter keluarga. Sedangkan ICD-10 dirancang untuk kodefikasi rumah sakit. Hasil kegiatan yang dilakukan secara umum untuk sosialisasi ini baik untuk pengenalan dan pengadaan alokasi waktu dalam menyampaikan materi berjalan dengan baik, lancar dan tetap pada sasaran yang dicapai. Jadi dalam pelaksanaan pengabdian masyarakat antara staf dosen, mahasiswa dengan petugas saling bekerjasama dengan sangat baik. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dapat diselenggarakan dengan baik dan berjalan dengan lancar sesuai dengan rencana yang telah disusun. Didapatkan adanya pemahaman petugas dalam pelaksanaan kodefikasi dengan menggunakan ICPC. Implementasi ICPC diharapkan segera di sosialisasikan oleh pemerintah. Motivasi petugas Puskesmas mendengarkan pemberian materi yang sangat baik dan memberikan kontribusi yang bagus untuk kelancaran pemaparan materi.
Pendampingan Menulis Esai Sejarah bagi Kelompok Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Sejarah SMA di Kota Lubuklinggau
Agus Susilo;
Sarkowi Sarkowi;
Yaswan Rilau Nisas;
Abu Soli;
Yuni Septalia
Jurnal Abdidas Vol. 2 No. 3 (2021): Pages 459-724
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/abdidas.v2i3.331
Alasan memilih topik pelatihan menulis esai Sejarah adalah sebagai langkah untuk menambah pengalaman bagi Guru-guru Sejarah SMA di Lubuklinggau agar dapat memiliki keterampilan tambahan dalam mengembangkan karya ilmiah esai. Tim pelaksana melakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan tema pelatihan esai didasarkan pengalaman sebagai instruktur esai nasional yang mendapatkan pelatihan dari Guru Mengajar untuk Nusantara. Dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini, tim pelaksana menggunakan metode yang berbentuk pendampingan dengan mendampingi guru-guru yang tergabung dalam Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Sejarah SMA di Kota Lubuklinggau untuk lebih berinovatif dalam mengembangkan diri. Esai adalah tulisan yang sederhana, namun membutuhkan ketelitian agar dapat menjadi karya ilmiah yang baik. Hasil dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini menghasilkan bahwa semangat Guru Sejarah SMA semakin tinggi untuk terus belajar. esai Sejarah dinilai sangat mudah, namun membutuhkan kejelian agar dapat dipertahankan keasliannya. Antusias dalam pendampingan ini memunculkan tanya jawab tentang esai tersebut. Pelaksanaan pendampingan menulis esai ini dilaksanakan selama dua hari untuk memaksimalkan waktu yang ada. Simpulan dari kegiatan ini adalah pendampingan menulis esai Sejarah sangat bermanfaat bagi guru. Pengalaman yang baru dapat muncul dari pendampingan tersebut. Di era globalisasi memang guru harus terus berinovasi agar dapat menjaga eksistensi dalam pengajaran.
Pelatihan Bisnis Online Shop dalam Membentuk Jiwa Entrepreneur Remaja Kota Prabumulih pada Masa Pandemi Covid-19
Rikie Dekas;
Santi Oktavianti
Jurnal Abdidas Vol. 2 No. 3 (2021): Pages 459-724
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/abdidas.v2i3.332
Alasan dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini mengambil tema pelatihan bisnis online shop karena berdasarkan observasi dan pengamatan di lapangan, bisnis online shop sangat dibutuhkan untuk mengatasi kesulitan mencari lapangan pekerjaan di masa pandemik Covid-19. Dalam pengabdian ini, tim pelaksana ingin memberikan pelatihan agar generasi muda di Kota Prabumulih dapat hidup mandiri dengan menjadi entrepreneur. Metode dalam pengabdian kepada masyarakat ini adalah pelatihan langsung dengan menggunakan aplikasi Bisnis Online Shop. Beberapa masyarakat yang mengikuti kegiatan pengabdian kepada masyarakat sebagian adalah pedagang yang belum banyak mengenal bisnis online shop. Sehingga adanya pelatihan ini dapat menjadi solusi. Hasil dari kegiatan ini yaitu pelatihan bisnis online shop ini banyak memberikan pengalaman yang berharga kepada para peserta. Hal ini dibuktikan dengan antusias peserta yang banyak memberikan pertanyaan-pertanyaan terkait bisnis online shop. Dalam pelatihan ini, peserta tidak hanya dibimbing saja, namun juga diarahkan untuk memanfaatkan bisnis online shop agar barang dagangannya yang dijual dapat laku banyak. Di masa pandemik Covid-19 ini memang peran teknologi dalam dunia ekonomi sangat membantu sekali. Simpulan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini jelas bahwa bisnis online shop di masa pandemik Covid-19 sangat bagus diterapkan. Meskipun demikian, sistem perdagangan langsung harus masih dikembangkan. Adanya bisnis online shop ini akan membentuk jiwa generasi muda menjadi entrepreneur.
Pendampingan Masyarakat dalam Penguatan Imunitas Tubuh dengan Gizi Seimbang dan Suplemen di Era Adaptasi Kebiasaan Baru
Rosmauli Jerimia Fitriani;
Margala Juang Bertorio;
Rahmat A. Hi Wahid;
Suharman Suharman
Jurnal Abdidas Vol. 2 No. 3 (2021): Pages 459-724
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/abdidas.v2i3.333
Pandemi Covid-19 sudah terjadi lebih dari satu tahun. Pada masa adaptasi kebiasaan baru diharapkan dapat menerapkan adaptasi kebiasaan baru di segala lini masyarakat, tempat pendidikan, kantor, tempat umum dan lainnya. Perlu adanya pendampingan masyarakat untuk meningkatkan protokol kesehatan. Pendampingan masyarakat bertujuan untuk menumbuhkan pengetahuan masyarakat tentang gizi seimbang dan suplemen kesehatan, menumbuhkan pengetahuan masyarakat dalam membedakan suplemen kesehatan dan obat sebagai terapeutik serta menumbuhkan pengetahuan masyarakat tentang PHBS. Pendampingan ini dilaksanakan di Padukuhan Karang Tengah, Desa Nogotirto, Kecamatan Gamping, Kabupaten Sleman, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Kegiatan pengabdian ini menggunakan metode ceramah dan demonstrasi. Metode ceramah untuk menjelaskan tentang tentang gizi seimbang dan suplemen kesehatan, membedakan suplemen kesehatan dan obat sebagai terapeutik dan pengetahuan masyarakat tentang PHBS. Metode demonstrasi untuk mempraktikkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) yaitu 3M (Memakai masker, Mencuci tangan, Menjaga jarak dan Menghindari kerumunan) di era adaptasi kebiasaan baru. Pengabdian ini dilakukan secara tatap muka, kemudian dilanjutkan dengan dibentuknya grup WhatsApp untuk berdiskusi lebih lanjut. Pengabdian ini mendapat respon yang baik oleh masyarakat dan peserta mendapatkan ilmu baru mengenai gizi seimbang dan suplemen di era adaptasi kebiasaan baru.
Pelatihan PKB Berbasis Peserta Didik bagi Guru Bahasa Indonesia SMA
M. Ridha Anwari;
Muhammad Yunus;
Istiqamah Istiqamah;
Akhmad Syakir;
Jamiatul Hamidah
Jurnal Abdidas Vol. 2 No. 3 (2021): Pages 459-724
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/abdidas.v2i3.334
Dalam rangka menyiapkan peserta didik yang memiliki kecakapan abad ke-21, pemerintah akan melakukan Asesmen Kemampuan Minimun (AKM) pada tahun 2021. Penilaian dalam AKM mengacu pada tolak ukur yang termuat dalam Programme for International Student Assesment (PISA) dan Trends in International Mathematics and Science Study (TIMSS). Pengembangan soal AKM disusun untuk membantu sekaligus memberi inspirasi kepada peserta didik dan sekolah dalam mengembangkan soal-soal yang dapat menuntut peserta didik memiliki kemampuan kecakapan abad ke-21. Masalah dalam pengabdian ini adalah belum diketahuinya soal AKM terbarukan program pemerintah bagi guru-guru bahasa Indonesia pada khususnya. Tujuan dilaksanakannya pengabdian ini adalah melatih guru-guru untuk bisa berinovasi dalam pengembangan soalnya, khususnya soal AKM yang menjadi program pemerintah di tahun 2021. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah bentuk sosialisasi daring mengenai pengembangan soal-soal AKM bagi guru-guru Bahasa Indonesia se- Kota Banjarmasin. Hasil dalam pelaksanaan pengabdian ini adalan hasil cipta berupa soal-soal yang sesuai dengan program pemerintah melalui soal-soal AKM bagi guru-guru Bahasa Indonesia. Berdasarkan hal tersebut, melalui bahan ajar ini guru-guru dapat meningkatkan kemampuan pemahaman dan bagaimana soal AKM literasi membaca, serta melatihkan kepada peserta didik di sekolahnya masing-masing.
Pendampingan Pembuatan Mural Edukasi sebagai Upaya Meningkatkan Minat Belajar Siswa Sekolah Dasar dengan Konsep Belajar dan Bermain
Zhilli Izzadati Khairuni;
Liana Atika;
Rumila Harahap;
Kemala Jeumpa
Jurnal Abdidas Vol. 2 No. 3 (2021): Pages 459-724
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/abdidas.v2i3.335
Target kegiatan pengabdian adalah sebuah sekolah yang terletak di pinggiran Kota Medan tepatnya Perumnas Simalingkar Medan Tuntungan. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mewujudkan visual yang baik dan menarik adalah memperbaiki fisik bangunan. Upaya tersebut berupa aplikasi seni mural, selain dianggap memperindah tampilan fisik bangunan, seni mural ini juga dapat memperkuat karakter sebuah kawasan. Metode yang dilakukan adalah dengan metode sosialisasi, membuat konsep desain, kemudian praktik dengan bimbingan pembuatan mural, serta monitoring dan evaluasi. Mural yang dihasilkan dalam bentuk mural edukasi dengan beberapa ragam pengetahuan. Hasil kegiatan ini berupa adanya peningkatan ekonomi, peningkatan ilmu seni bagi mitra terpilih sekaligus memperbaiki visual bangunan sekolah. Evaluasi kegiatan ini menghasilkan umpan balik yang positif, potensi keberlanjutan kegiatan pembuatan mural ini bisa dilakukan pada lokasi yang lain dengan konsep atau tema yang berbeda sehingga semakin banyak masyarakat yang mendapat edukasi dan keterampilan dalam memperbaiki visual bangunan. Pengabdian masyarakat berupa pembuatan mural disekolah ini terlaksana dengan baik sesuai dengan yang telah direncanakan, dari hasil sosialisasi sampai dengan proses pengerjaan para peserta sangat antusias dan sangat senang bisa mempelajari cara-cara dalam pembuatan mural. Peserta mendapat keterampilan baru yang belum pernah diperoleh sebelumnya sebagai bekal dalam membuat suatu inovasi juga memberi warna baru pada tampilan visual sekolah dalam meningkatkan proses belajar mengajar.
Penyuluhan Hukum Terkait Penggunaan Dana Desa di Tengah Pandemi Covid-19
Yusrizal Yusrizal;
Hadi Iskandar;
Zulkifli Zulkifli;
Romi Asmara;
Ferdy Saputra;
Hasan Basri;
Muhammad Nasir
Jurnal Abdidas Vol. 2 No. 3 (2021): Pages 459-724
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/abdidas.v2i3.339
Dana desa yang diberikan oleh pemerintah seringkali tidak terkelola dengan baik. Penggunaan dana desa yang tidak maksimal serta sesuai kebutuhan masyarakat disinyalir menjadi penghambat kemajuan desa. Dalam rangka mensukseskan program dana desa ini, tim pelaksana kegiatan pengabdian kepada masyarakat Fakultas Hukum Universitas Malikussaleh mengadakan “Penyuluhan Hukum Terkait Penggunaan Dana Desa di Tengah Pandemi Covid-19”. Kegiatan penyuluhan hukum ini dilakukan dengan menggunakan metode ceramah dan diskusi. Peserta penyuluhan hukum diberikan pemahaman mengenai penggunaan dana desa sesuai dengan peraturan perundang-undangan serta variasi penggunaan dana desa. Selanjutnya, peserta penyuluhan hukum diberikan kesempatan untuk bertanya serta mendiskusikan persoalan yang berkaitan dengan kebijakan prioritas penggunaan dana desa di tengah pandemi Covid-19, kegiatan diskusi ini dilakukan sebagai bagian dari menjaring persoalan yang terjadi dalam masyarakat, khususnya Desa Mon Geudong, Kota Lhokseumawe. Kegiatan penyuluhan hukum terkait penggunaan dana desa dan tupoksi di tengah pandemi Covid-19 di Desa Mon Geudong, Kota Lhokseumawe berjalan dengan baik. Hasil penyuluhan hukum yang didapatkan adalah adanya perubahan pola penggunaan anggaran desa untuk yang sifatnya produktif. Dapat disimpulkan dari kegiatan ini, semua peserta penyuluhan sangat antusias mengikuti acara hingga selesai dan merasakan manfaat penyuluhan hukum bagi perencanaan dan kemajuan desa demi kesejahteraan masyarakat. Banyak pertanyaan yang muncul terkait persoalan desa, masyarakat mengharapkan supaya kampus jangan meninggalkan desa dan terus bersinergi dalam pembinaan sumberdaya manusia serta penyuluhan-penyuluhan hukum yang sangat banyak memberikan manfaat, terutama kondisi ditengah pandemi-Covid-19.
Pengenalan Profesi Apoteker dan Mengenali Obat Sejak Usia Dini
Christina Astutiningsih;
Nur Patria Tjahjani;
Listyani Listyani
Jurnal Abdidas Vol. 2 No. 3 (2021): Pages 459-724
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/abdidas.v2i3.344
Mengenalkan profesi apoteker dan obat sejak usia dini kepada anak sekolah dasar dirasa sangat perlu untuk memberikan tambahan wawasan kepada anak-anak tentang profesi apoteker, mengenalkan cara mendapat, menggunakan, menyimpan, dan membuang (DAGUSIBU) obat dengan benar. Untuk mendukung hal tersebut maka dilakukan kegiatan pengabdian ini untuk memberikan informasi terkait profesi apoteker dan edukasi penggunaan obat yang tepat. Kegiatan sosialisasi dilaksanakan di SD Negeri Sendangmulyo 02 Semarang dengan sasaran siswa kelas V menggunakan metode ceramah yaitu dengan memaparkan berbagai informasi tentang pengenalan apoteker, apoteker cilik (APOCIL). Kegiatan ini diawali dengan apel bersama selanjutnya kegiatan pemberian materi di dalam kelas, dengan memberikan materi terkait profesi apoteker tugas dan wewenangnya, materi tentang apoteker cilik disajikan dengan bernyanyi lagu yang berjudul “Apoteker Cilik” dan selanjutnya disampaikan materi Gerakan Masyarakat Cerdas Menggunakan obat (Gema Cermat). Kesimpulan yang diperoleh dari kegiatan ini adalah dapat dicapai tujuan kegiatan yaitu adanya peningkatan citra positif siswa siswi terhadap profesi apoteker dan mampu menumbuhkan semangat anak-anak untuk dapat mengenal dan mencintai profesi apoteker yang akan tertuang ketika mereka menjadi Apoteker Cilik (Apocil). Dan siswa siswi yang masih berusia belia semakin mengenal hal-hal yang berkaitan dengan obat yaitu cara mendapatkan, menggunakan, menyimpan, dan membuang obat yang benar (DAGUSIBU).