cover
Contact Name
Yasinta Embu Ika
Contact Email
sinta83ika@gmail.com
Phone
+6281238607106
Journal Mail Official
melkycitra15@gmail.com
Editorial Address
Jl. Sam Ratulangi Kampus 1 Universitas Flores Kel. Paupire Kec. Ende Tengah Kab. Ende Propinsi NTT Telp. (0381) 21094 Fax. (0381) 21536
Location
Kab. ende,
Nusa tenggara timur
INDONESIA
Optika : Jurnal Pendidikan Fisika
Published by Universitas Flores
ISSN : 27158063     EISSN : 27162729     DOI : https://doi.org/10.37478/optika
Core Subject : Science, Education,
OPTIKA adalah jurnal yang mengkomunikasikan kemajuan ilmiah di bidang pendidikan fisika dan ilmu fisika. OPTIKA juga melaporkan temuan baru yang signifikan terkait dengan pendidikan sains (IPA) pada tingkat dasar dan menengah, termasuk: pengembangan media pembelajaran, pengembangan metode pembelajaran, penerapan metode pembelajaran, dan beberapa aplikasi fisika.
Articles 243 Documents
PEMANFAATAN ENERGI MATAHARI: MASA DEPAN ENERGI TERBARUKAN Dwisari, Verina; Sudarti, Sudarti; Yushardi, Yushardi
OPTIKA: Jurnal Pendidikan Fisika Vol. 7 No. 2 (2023): OPTIKA: Jurnal Pendidikan Fisika
Publisher : Department of Physics Education, Faculty of Teacher Training and Education, Universitas Flores

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37478/optika.v7i2.3322

Abstract

Energi surya merupakan inti dari upaya diversifikasi sumber energi global karena potensinya yang melimpah di seluruh dunia. Tujuan penelitian ini membahas beberapa strategi untuk memanfaatkan energi surya, antara lain penggunaan pembangkit listrik tenaga surya yang dapat mengubah sinar matahari menjadi sumber energi listrik, pemanas air Tenaga surya efektif mengurangi biaya kebutuhan energi rumah tangga, begitu pula kemajuan yang menjanjikan dalam bidang energi surya, transportasi tenaga surya. Inovasi teknologi penyimpanan energi sangat penting, selain pengembangan panel surya yang lebih efisien. Pengembangan sistem penyimpanan yang andal akan memastikan bahwa energi surya yang dihasilkan  dapat diakses dan  berkelanjutan, terlepas dari kondisi cuaca atau perubahan seiring berjalannya waktu. Melalui upaya berkelanjutan untuk mengembangkan teknologi tenaga surya, diharapkan dapat melakukan transisi signifikan dari sumber energi  fosil yang berdampak negatif ke sumber energi yang lebih bersih, berkelanjutan, dan lebih ramah lingkungan. Mencapai transisi ini merupakan tantangan besar, namun penting untuk mengurangi dampak negatif bahan bakar fosil terhadap lingkungan. Melalui investasi  berkelanjutan dan penelitian yang cermat, potensi tenaga surya sebagai pilar utama portofolio energi masa depan dapat terwujud. Dengan cara ini, masyarakat dapat menikmati manfaat energi yang terjangkau dan berkelanjutan serta mengurangi emisi karbon secara signifikan, sekaligus melindungi dan melestarikan lingkungan alam sekitar.
ANALISIS KUALITAS AIR MINUM BERDASARKAN KADAR PH AIR MINERAL DAN REBUSAN SEBAGAI SUMBER ENERGI TERBARUKAN Handayani, Sri; Sudarti, Sudarti; Yushardi, Yushardi
OPTIKA: Jurnal Pendidikan Fisika Vol. 7 No. 2 (2023): OPTIKA: Jurnal Pendidikan Fisika
Publisher : Department of Physics Education, Faculty of Teacher Training and Education, Universitas Flores

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37478/optika.v7i2.3334

Abstract

Konsumsi air setiap harinya memang merupakan hal yang wajib bagi setiap makhluk hidup. Dalam mengkonsumsi air tentunya selain memperhatikan kandungan vitamin dan mineral yang terkandung di dalamnya juga harus memperhatikan kadar pH pada air tersebut. batas pH air minum menurut PERMENKES No. 416 tahun 1990, yaitu berkisar antara 6.5-8.5. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui perbandingan kualitas air minum antara air mineral dan air rebusan yang ditinjau berdasarkan nilai pH pada masing-masing sampel. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu obeservasi deskriptif. Penelitian ini menggunakan data secara langsung dengan melakukan pengukuran pH pada setiap sampel yang kemudian membandingkannya dengan teori (deskriptif) pada berbagai sumber yang sesuai. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwasannya, kedua air baik air rebusan maupun air mineral memiliki pH yang layak untuk dikonsumsi. pH pada air mineral yaitu bernilai 7.4 dan pH pada air rebusan bernilai 6.8. Hasil ini menunjukkan bahwa, kedua air yang diteliti, jika ditinjau dari pH nya maka dapat dikatakan memiliki kualitas yang baik dan layak untuk dikonsumsi. Namun jika ditinjau dari pH air yang lebih mendekati pH netral, maka air rebusan sedikit lebih baik daripada air mineral dari segi kualitas. Hal ini karena pH pada air rebusan lebih mendekati pH netral air yang baik untuk dikonsumsi. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu, kualitas air mineral dan air rebusan berdasarkan kadar nilai pHnya memiliki kualitas yang baik karena masih berada di kisaran ketetapan pH air minum yaitu antara 6.5-8.5.
IMPLEMENTASI KEGUNAAN SUMUR RESAPAN UNTUK MENGURANGI BANJIR SERTA GENANGAN AIR Wahyudi, Farhan Arif; Sudarti, Sudarti; Yushardi, Yushardi
OPTIKA: Jurnal Pendidikan Fisika Vol. 7 No. 2 (2023): OPTIKA: Jurnal Pendidikan Fisika
Publisher : Department of Physics Education, Faculty of Teacher Training and Education, Universitas Flores

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37478/optika.v7i2.3337

Abstract

Air merupakan salah satu sumber yang sangat penting bagi kehidupan di bumi. Bentuk ari air adalah cair, air juga merupakan zat universal yang mendukung proses terjaganya keseimbangan lingkungan. Selain sebagai sumber kehidupan di bumi air juga dapat mengakibatakan terjadinya bencana. Bencana yang biasa disebabkan oleh air adalah diantaranya banjir dan genangan air. Banjir sendiri merupakan kejadian dimana air meluap atau melimpah dari tempat asalnya, banjir dapat disebabakan danya curah hujan yang tinggi serta disebabkan oleh manusia. Banjir dapat menyebabkan dampak yang serius bagi manusia antara lain adalah rusaknya bangunan bangunan dan rumah rumah Masyarakat yang terdampak banjir, serta menimbulkan berbagai penyakit kulit bagi manusia. Genangan air yaitu dimana kondisi air berkumpul atau dapat dikatakan membentuk area tergenang di suatu wilayah. Genangan air ini biasanya dapat disebabkan oleh hujan serta kurangnya area drainase di lingkungan Masyarakat. Genangan air mengakibatkan keruskan bangunan serta membuat jalan berlubang. Bencana banjir dan genangan air dapat dicegah dengan menggunakan sumur resapan, akan tetapi masih banyak masyrakat yang belum tahu kegunaan dari sumur resapan. Tujuan dari penelitian ini adalah mengukur kegunaan dari sumur resapan untuk solusi banjir dan genangan air. Dengan menggunakan metode studi literatur yang dimana menggunkan teknik pengumpulan data, serta mengolah data hasil dari peneliti sebelumnya yang relevan. Hasil dari penelitian menghasilkan kegunaan dari sumur resapan adalah untuk mengatasi terjadinya banjir, air hujan yang turun akan mengalir ke dalam umur resapan hal itu dapat mengantisipasi terjadinya banjir dan genangan air, serta terdapat kelebihan serta kekurangan dari sumur resapan.
PERMASALAHAN KUALITAS AIR PERMUKAAN SEBAGAI SUMBER KEHIDUPAN DALAM MENJAGA KELESTARIAN LINGKUNGAN Fadila, Wildan Adi; Sudarti, Sudarti; Yushardi, Yushardi
OPTIKA: Jurnal Pendidikan Fisika Vol. 7 No. 2 (2023): OPTIKA: Jurnal Pendidikan Fisika
Publisher : Department of Physics Education, Faculty of Teacher Training and Education, Universitas Flores

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37478/optika.v7i2.3338

Abstract

Di muka bumi, air adalah kebutuhan bagi semua makhluk hidup. Kehidupan membutuhkan air sebagai kebutuhan dasar. Namun jika tidak tersedia dalam kondisi yang tepat, air bisa menjadi bencana. Fokus utama diperlukan pada masalah air. Mengingat bahwa air telah terkontaminasi oleh berbagai produk limbah dari aktivitas manusia, dan karena pasokan air bersih yang terbatas, kini menjadi mahal untuk mendapatkan air bersih yang memenuhi persyaratan. Diperlukan teknologi untuk mengubah air asin menjadi air tawar untuk mengatasi kekurangan air. Terlepas dari kenyataan bahwa teknologi saat ini sudah ada, namun belum mampu mengurangi defisit air dunia secara signifikan karena harganya yang mahal. Dari penggunaan teknologi rumah tangga hingga ke tingkat perkotaan, perkembangan sektor air di sejumlah negara berkembang memperlihatkan kemajuan yang sama. Hal ini menunjukkan bahwa tidak ada satu teknologi pun yang cocok untuk industri ini. Oleh karena itu, diperlukan metode yang menyediakan berbagai perangkat untuk menjaga kelestarian lingkungan dan mengajak masyarakat ikut menangani masalah yang cukup fleksibel untuk menyesuaikan diri dengan kondisi yang berubah dan dapat disesuaikan dengan kebutuhan sosio-ekonomi masyarakat sasaran. Faktor-faktor yang dipertimbangkan terutama menyangkut keterlibatan Masyarakat dalam melestarikan lingkungan supaya menjadi bersih dan nyaman.
PENGEMBANGAN MODUL AJAR PADA PERKULIAHAN THERMODINAMIKA UNTUK MENINGKATKAN PENGUASAAN KONSEP SISTEM THERMODINAMIKA Rahmawati, Ana Silfiani; Hamidah, Ida; Samsudin, Achmad
OPTIKA: Jurnal Pendidikan Fisika Vol. 7 No. 2 (2023): OPTIKA: Jurnal Pendidikan Fisika
Publisher : Department of Physics Education, Faculty of Teacher Training and Education, Universitas Flores

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37478/optika.v7i2.3341

Abstract

Termodinamika adalah cabang ilmu fisika yang mempelajari perubahan energi, panas, dan kerja dalam suatu sistem. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan, dimana yang dikembangkan adalah modul ajar. Penelitian ini menggunakan model 3D+1I (Defining, Designing, Developing, and Implementation). Hasilnya menunjukkan bahwa modul yang dikembangkan sangat valid dengan rata-rata penilaian sebesar 85% dan praktis untuk digunakan. Penelitian ini merupakan penelitian awal yang dapat digunakan untuk pengembangan penelitian selanjutnya.
PENGEMBANGAN MODUL PRAKTIKUM GERAK PARABOLA MENGGUNAKAN KIT PELONTAR FIXED INITIAL VELOCITY Ivo Maldo Eba, Prudensius; Harso, Aloisius; Astro, Richardo Barry; Laka, Antonia Fransiska
OPTIKA: Jurnal Pendidikan Fisika Vol. 7 No. 2 (2023): OPTIKA: Jurnal Pendidikan Fisika
Publisher : Department of Physics Education, Faculty of Teacher Training and Education, Universitas Flores

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37478/optika.v7i2.3378

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan modul praktikum gerak parabola dengan menggunakan kit pelontar fixed initial velocity yang layak digunakan sebagai sistem percobaan fisika kelas XI untuk mendukung pembelajaran berbasis projek berdasarkan karakteristik kurikulum Merdeka 2022. Penelitian ini dilakukan melalui 5 tahapan ADDIE. Instrumen penelitian berupa lembar validasi dan angket siswa. Produk dikembangkan dan diuji validitas oleh 2 dosen sebagai ahli media dan 2 guru Mata pelajaran Fisika SMA sebagai ahli materi. Respon siswa sebanyak 36 orang digunakan untuk menentukan tingkat kepraktisan modul. Pedoman dalam pengambilan kesimpulan dari analisis data menggunakan skala kualifikasi untuk menentukan kesimpulan dari persentase validitas. Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa Modul praktikum gerak parabola dengan menggunakan kit pelontar fixed initial velocity dapat mendukung pembelajaran fisika di SMA kelas XI fase F karena layak secara media (92,75%, sangat valid, dapat digunakan tanpa revisi) dan layak secara materi (77,60%, valid, dapat digunakan namun perlu revisi). Modul praktikum gerak parabola ini juga memiliki kualitas instruksional dan praktis sebagai sistem percobaan fisika untuk digunakan oleh peserta didik, dengan rerata persentase sangat setuju sebesar 88,57%.Modul praktikum gerak parabola.
PENGARUH METODE PEMBELAJARAN BLENDED LEARNING TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP FISIKA SISWA KELAS XI IPA SMAK NEGERI ENDE Rau, Klaudia Sintia; Ilyas, Ilyas; Doa, Hamsa
OPTIKA: Jurnal Pendidikan Fisika Vol. 8 No. 1 (2024): OPTIKA: Jurnal Pendidikan Fisika
Publisher : Department of Physics Education, Faculty of Teacher Training and Education, Universitas Flores

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37478/optika.v8i1.3382

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya pengaruh menggunakan metode pembelajaran Blended Learning terhadap pemahaman konsep fisika kelas XI. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan model group pretest – posttest design. Populasi dalam penelitian ini yaitu peserta didik kelas XI IPA SMAK Negeri Ende yang berjumlah 42 orang, dan sampel penelitian berjumlah 21 orang yang diperoleh dengan teknik purposive sampling. Data yang diperoleh dari sampel penelitian berupa nilai pemahaman konsep fisika materi suhu dan kalor. Analisis data dilakukan dengan uji-t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran fisika menggunakan metode blended learning lebih efektif dalam meningkatkan pemahaman konsep fisika dibandingkan dengan pembelajaran fisika menggunakan metode ceramah (konvensional) hasil ini ditunjukan berdasarkan nilai signifikansi (Sig two-Tailed) < 0,05, maka Ho ditolak, sehingga terdapat perbedaan yang signifikan antara sebelum dan setelah diberi metode pembelajaran Blended Learning.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH BERBANTUAN SIMULASI PhET UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR DAN AKTIVITAS FISIKA DI SMAS ADVENT MANOKWARI Widyaningsih, Sri Wahyu; Rumansara, Tamariska Herlindo; Yenusi, Kaleb Amaghi
OPTIKA: Jurnal Pendidikan Fisika Vol. 8 No. 1 (2024): OPTIKA: Jurnal Pendidikan Fisika
Publisher : Department of Physics Education, Faculty of Teacher Training and Education, Universitas Flores

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37478/optika.v8i1.3383

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penerapan model pembelajaran berbasis masalah (PBL) yang didukung simulasi PhET serta mengkaji hasil belajar dan aktivitas belajar siswa. Penelitian ini dilaksanakan di SMAS Advent Manokwari pada semester genap 2022/2023. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK) dengan subjek penelitian kelas X IPA yang berjumlah 23 siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes berupa soal pretest-posttest dan nontes berupa lembar observasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif, analisis deskriptif hasil belajar, dan analisis aktivitas belajar siswa. Pada siklus I nilai rata-rata sebesar 52 dan pada siklus II sebesar 90. Daya serap klasikal siswa pada siklus I sebesar 50% dan pada siklus II sebesar 87,5%. Ketuntasan belajar siswa pada siklus I sebesar 50% dengan kriteria tuntas, dan pada siklus II sebesar 87,5% dengan kriteria tuntas. Pada tindakan pertama nilai rata-rata sebesar 52 dan pada tindakan kedua sebesar 90. Kemampuan serapan klasikal siswa pada tindakan pertama sebesar 50% dan pada tindakan kedua sebesar 87,5%. Tingkat ketuntasan akademik siswa pada siklus I sebesar 50% yang tidak memenuhi kriteria, dan pada siklus II sebesar 87,5% yang tidak memenuhi kriteria. Begitu pula dengan peningkatan aktivitas belajar siswa selama proses pembelajaran, dibuktikan dengan nilai rata-rata aktivitas siswa khususnya pada aktivitas pertama sebesar 15,33 atau 47,92% tergolong cukup baik, sedangkan pada aktivitas kedua nilai rata-ratanya meningkat menjadi 21 atau 65,63% dalam kategori baik. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa penerapan model PBL yang didukung simulasi PhET dapat meningkatkan hasil belajar dan aktivitas belajar siswa Kelas X IPA SMAS Advent Manokwari pada mata pelajaran fisika.
PRESTASI BELAJAR FISIKA PESERTA DIDIK SMA KELAS XI FASE F: APAKAH BERHUBUNGAN DENGAN LITERASI? DIGITAL? Simarona, Nuri; Maria, Haratua Tiur; Karolina, Venny
OPTIKA: Jurnal Pendidikan Fisika Vol. 7 No. 2 (2023): OPTIKA: Jurnal Pendidikan Fisika
Publisher : Department of Physics Education, Faculty of Teacher Training and Education, Universitas Flores

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37478/optika.v7i2.3384

Abstract

Literasi digital menjadi sebuah keniscayaan dalam kegiatan belajar mengajar, khususnya pembelajaran fisika SMA. Penelitian ini bertujuan menentukan hubungan literasi digital yang meliputi komunikasi dan kolaborasi, berpikir kritis, melek data, melek teknologi informasi dan komunikasi, keamanan perangkat, dan keamanan data diri terhadap prestasi belajar fisika peserta didik kelas XI fase F yang memilih mata Pelajaran fisika di SMA Katolik Santu Petrus. Sebanyak 73 peserta didik diambil dari kelas XIF6 dan XIF8 dilibatkan sebagai subyek penelitian. Dengan menggunakan instrument G20 Toolkit for Measuring Digital Skills and Digital Literacy diperoleh data literasi digital peserta didik. Metode penelitian menggunakan metode deskriptif dan dianalisis menggunakan uji korelasi Rank Spearman. Penelitian ini menghasilkan hubungan yang sangat lemah antara literasi digital dan prestasi belajar fisika. Penelitian ini menjadi bahan refleksi dan tindak lanjut bagi peserta didik, guru dan sekolah dengan mengoptimalkan penerapan literasi digital dalam pembelajaran dan melibatkan pemberdayaan literasi digital peserta didik untuk lebih terarah dan bermanfaat dalam pembelajaran dan kehidupannya sehari-hari.
ANALISIS LIMBAH PENCEMARAN AIR SUNGAI DI KOTA DAN DESA Indriyani, Amalia Rosyida; Sudarti, Sudarti; Yushardi, Yushardi
OPTIKA: Jurnal Pendidikan Fisika Vol. 8 No. 1 (2024): OPTIKA: Jurnal Pendidikan Fisika
Publisher : Department of Physics Education, Faculty of Teacher Training and Education, Universitas Flores

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37478/optika.v8i1.3386

Abstract

Penggunaan flipbook menjadikan pembelajaran lebih menarik, interaktif, dan komunikatif di dalam kelas. Hasil belajar yang diiginkan guru merupakan keterampilan berpikir tingkat tinggi (HOTS). Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas atau PTK (Classroom Action Research). SMKS Mutiara Ilmu adalah lokasi sekolah yang dijadikan sebagai tempat penelitian. Penelitian ini dilakukan pada bulan Oktober - November semester ganjil tahun ajaran 2023/2024. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas X yang berjumlah 165 sedangkan sampelnya adalah siswa kelas X PPLG yang berjumlah 30. Dalam penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data berupa observasi terhadap keterlaksanaan pembelajaran dan menggunakan tes hasil belajar yang berorientasi pada soal-soal HOTS berupa soal essay pada tingkat pengetahuan C4 dan C5. Soal essay yang diberikan pada siklus 1 sebanyak 3 soal dan soal yang diberikan pada siklus 2 sebanyak 4 soal. Pada Siklus I menunjukkan siswa yang telah berhasil dalam belajar sebesar 46,67% sedangkan pada siklus II meningkat menjadi 90%. Hal ini dapat dilihat dari persentase peningkatan siswa yang telah berhasil dalam belajar pada siklus I sebesar 46,67% meningkat menjadi 90% pada siklus II. Dengan demikian penelitian ini menunjukkan terjadinya peningkatan hasil belajar melalui pembelajaran berorientasi HOTS berbantuan filpbook.