cover
Contact Name
Anak Agung Ayu Sri Ratih Yulianasari
Contact Email
jurnalanala@gmail.com
Phone
+6285738776698
Journal Mail Official
jurnalanala@undwi.ac.id
Editorial Address
JALAN KAMBOJA NO 17, DENPASAR - BALI
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Anala
Published by Universitas Dwijendra
ISSN : 19075286     EISSN : 27225682     DOI : 10.46650
Core Subject : Social, Engineering,
Jurnal Anala is a peer-reviewed academic journal published by the Faculty of Engineering at Dwijendra University, Denpasar, Bali, Indonesia (P-ISSN: 1907-5286; E-ISSN: 2722-5682). The aim of the journal is to publish original and high-quality articles in the field of architecture, landscape architecture, interior design, building science, building construction, civil engineering and the built environment. Jurnal Anala is published twice a year, in February and September. We accept original articles that have not been previously published elsewhere and are not currently under review for publication.
Articles 141 Documents
Strategi Pengembangan Arsitektur dalam Penyediaan Ruang Homestay di Kampung Homestay Ngaran II Borobudur, Magelang Shafa Amalia Sukowati; Dwita Hadi Rahmi
Jurnal Anala Vol. 13 No. 2 (2025): Jurnal Anala
Publisher : Universitas Dwijendra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46650/anala.13.2.1658.1-10

Abstract

Borobudur is one of Indonesia's top tourist destinations, attracting millions of visitors each year. As a UNESCO World Heritage Site, Borobudur Temple plays a significant role in driving the growth of the tourism sector and creating various economic opportunities for the local community. One of the emerging business ventures in the area is community-based homestays, where residents offer accommodations to tourists by utilizing available land around their homes. This initiative reflects the community’s adaptation to the rapid development of Borobudur’s tourism industry. However, it also raises concerns about architectural development strategies in homestay design while maintaining the traditional characteristics of village houses. This study aims to: (1) identify architectural development strategies in homestay design and (2) determine the key factors influencing these strategies. The research focuses on four homestays in Kampung Homestay Ngaran II, Borobudur. Findings reveal that local communities have adapted to tourism opportunities and demands by providing homestay accommodations without compromising the distinctive features of traditional village houses. Homestays are typically built within the same yard as the main house, carefully designed to balance privacy for both the homeowners and guests while maximizing land use efficiency. The main factors influencing homestay development include land utilization, economic needs, and the tourism potential of the Borobudur area.
Organisasi Ruang Dan Konfigurasi Sirkulasi Restoran Cepat Saji Mcdonald’s Simpang Dago Bandung Desthyo Pangestu; Cecilia Irene
Jurnal Anala Vol. 13 No. 2 (2025): Jurnal Anala
Publisher : Universitas Dwijendra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46650/anala.13.2.1679.11-26

Abstract

Restoran cepat saji menjadi tempat dilakukan ragam kegiatan penunjang ketika makan dan minum, dilakukan secara berkelompok atau sendiri, salah satu contohnya adalah pada McDonald’s, secara umum dengan bentuk arsitektur kubus, maka keoptimalan kebutuhan ruang secara organisasi ruang dan konfigurasi sirkulasi dapat optimal untuk dilakukan ragam aktivitas oleh pelanggan dan pegawai. Namun berbeda dengan McDonald’s Simpang Dago Bandung yang memiliki bentuk tabung pada fasad bangunan, sehingga diasumsikan bahwa organisasi ruang dan konfigurasi sirkulasi tidak akan optimal. Dilakukan secara kualitatif menggunakan tahapan Design Thinking (empathise, define, ideate), menghasilkan dua jenis permasalahan (dapat ditoleransi dan perlu renovasi), setelah dilakukan pengolahan data dan korelasi dengan literatur, maka telah dihasilkan usulan alternatif solusi desain interior terhadap kedua jenis permasalahan tersebut. Pola analisis yang telah dilakukan berpeluang untuk digunakan pada ragam restoran atau bangunan lainnya dengan bentuk unik pada sisi tertentu atau keseluruhannya, untuk mengetahui ketercapaian keoptimalan organisasi ruang dan konfigurasi sirkulasi, namun tetap dikontekstualkan terlebih dahulu terkait pengguna ruang, aktivitas pengguna ruang, kondisi ruang interior eksisting bangunan dan kebutuhan ruangnya.
Kajian Arsitektur Berkelanjutan Terhadap Konsep Kearifan Lokal Studi Kasus: Rumah Adat Bandung Rangki, Desa Pedawa, Buleleng Nyoman Ratih Prajnyani Salain
Jurnal Anala Vol. 13 No. 2 (2025): Jurnal Anala
Publisher : Universitas Dwijendra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46650/anala.13.2.1728.52-60

Abstract

pengendali arsitektur tersebut adalah kearifan lokal di suatu daerah, yang akan selalu diwariskan kepada generasi berikutnya. Bandung Rangki merupakan salah satu jenis rumah adat yang berasal dari Desa Pedawa, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng. Eksistensi Bandung Rangki masih dapat dilihat hingga saat ini, namun tidak dapat dipungkiri terdapat beberapa perubahan. Arsitektur berkelanjutan merupakan arsitektur yang dapat berfungsi penuh pada saat ini, tanpa mengurangi fungsinya untuk generasi mendatang. Fungsinya akan selalu berbeda-beda, tergantung tempat, waktu dan pengguna. Sama seperti pembangunan berkelanjutan, arsitektur berkelanjutan harus mampu memberikan dampak positif terhadap lingkungan, sosial, dan ekonomi. Dalam arsitektur berkelanjutan, terdapat proses pembangunan, pemanfaatan, pemeliharaan, pelestarian, dan pembongkaran yang akan selalu diatur oleh kearifan lokal. Penelitian ini akan menggunakan metode studi kasus dan deskriptif kualitatif karena Bandung Rangki di Desa Pedawa memilih dengan cara penunjukan langsung yang akan diuraikan berdasarkan data fisik dan data kearifan lokal yang diperoleh melalui teknik observasi dan wawancara. Hasil dari penelitian ini adalah analisis Bandung Rangki berdasarkan tiga aspek arsitektur berkelanjutan yaitu lingkungan, sosial dan ekonomi yang masing-masing aspeknya akan dikendalikan oleh kearifan lokal di Desa Pedawa. Kata Kunci: Kearifan Lokal, Rumah Bandung Rangki, Arsitektur Berkelanjutan.
TRANSFORMASI HUNIAN TRADISIONAL MENJADI AKOMODASI PENGINAPAN: KAJIAN POLA SPASIAL DAN ARSITEKTUR LOKAL BALI DI DESA PELIATAN, UBUD I Putu Hartawan; Putu Siskha Pradnyaningrum
Jurnal Anala Vol. 14 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Dwijendra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pertumbuhan pariwisata di Ubud telah memicu perubahan ruang hunian tradisional menjadi guest house atau homestay. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan pola pemanfaatan ruang dan gaya arsitektur dalam transformasi fungsi hunian di Desa Peliatan. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif studi kasus dengan observasi lapangan terhadap empat sampel hunian dari total 47 rumah yang mengalami perubahan fungsi. Data dikumpulkan melalui dokumentasi spasial, wawancara dengan pemilik dan wisatawan, serta studi literatur. Hasil menunjukkan bahwa penginapan umumnya berada di area tengah (61,7%) dan belakang (27,7%) dengan kecenderungan mempertahankan struktur rumah Bali tradisional. Gaya arsitektur yang dominan adalah Neo-Vernakular (68,1%) dan sebagian menggunakan pendekatan Modern Minimalis (31,9%). Studi ini menyoroti adaptasi ruang berbasis budaya lokal sebagai strategi pelestarian identitas arsitektural dalam dinamika pariwisata.
Analisis Desain Bangunan Kafe Berbasis Adaptasi Alam: Studi Kasus WYAH, Ubud Ni Putu Yunita Laura Vianthi; Widiastuti
Jurnal Anala Vol. 13 No. 2 (2025): Jurnal Anala
Publisher : Universitas Dwijendra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46650/anala.13.2.1730.38-51

Abstract

Perkembangan industri pariwisata dan kesadaran akan keberlanjutan lingkungan mendorong pertumbuhan kafe dengan konsep desain yang responsif terhadap alam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan prinsip arsitektur bioklimatik, adaptasi alam, dan desain adaptif pada bangunan WYAH Art and Creative Space di Ubud, Bali. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan studi kasus tunggal, meliputi observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi selama periode Maret-Juli 2025. Objek penelitian terdiri dari lima massa poligon bangunan kafe yang dirancang oleh PSA Studio dengan mempertahankan 100% pohon eksisting dan mengikuti kontur alami tapak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa WYAH berhasil menerapkan keempat prinsip arsitektur bioklimatik (solar control, natural ventilation, thermal mass, dan daylighting) dengan tingkat implementasi 95-100%. Penerapan adaptasi alam tercapai melalui responsive form terhadap topografi, material integration menggunakan bahan lokal seperti sirap kayu ulin, ecosystem preservation tanpa penebangan pohon, dan symbiotic relationship antara bangunan dan lingkungan. Desain adaptif diimplementasikan melalui spatial flexibility dengan lima massa modular, environmental responsiveness terhadap perubahan iklim, social integration untuk berbagai kegiatan komunitas, dan technological integration yang fleksibel. Penelitian ini membuktikan bahwa pendekatan arsitektur yang responsif terhadap alam tidak hanya meningkatkan efisiensi energi hingga 100% untuk pendinginan dan 90% untuk pencahayaan, tetapi juga menciptakan pengalaman spasial yang unik dan harmonis antara manusia, ruang, dan alam.
Pendekatan Tema Eco Arsitektur Dalam Perencanaan dan Perancangan Agrowisata Pertanian Organik di Desa Sayan Ubud I Wayan Wirya Sastrawan; I Kadek Merta Wijaya; Ni Wayan Nurwarsih; I Kadek Dwi Saputra
Jurnal Anala Vol. 13 No. 2 (2025): Jurnal Anala
Publisher : Universitas Dwijendra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46650/anala.13.2.1736.61-76

Abstract

Desa Sayan di Ubud, Bali, memiliki potensi besar dalam sektor pertanian dan pariwisata yang dapat disinergikan melalui konsep agrowisata. Penelitian ini bertujuan untuk merancang kawasan agrowisata pertanian organik yang mampu mendukung pemberdayaan masyarakat lokal serta pelestarian lingkungan dengan pendekatan eco arsitektur. Metode yang digunakan meliputi studi literatur, observasi lapangan, wawancara dengan masyarakat dan pemangku kepentingan, serta analisis tapak dan kebutuhan ruang. Hasil perencanaan menghasilkan kawasan agrowisata yang menyatukan aktivitas edukatif, rekreatif, dan produksi pertanian organik dalam satu sistem yang harmonis. Desain kawasan menerapkan prinsip-prinsip eco arsitektur seperti pemanfaatan material lokal, sistem sirkulasi alami, pengolahan limbah terpadu, dan tata ruang yang adaptif terhadap kontur serta vegetasi eksisting. Agrowisata ini diharapkan menjadi model pengembangan pariwisata berkelanjutan yang mendukung ketahanan pangan, ekonomi lokal, serta pelestarian budaya dan alam Bali.
ANALISIS MODEL KENYAMANAN VISCHER DALAM EVALUASI RUANG BELAJAR OPEN LIBRARY TELKOM UNIVERSITY: TINJAUAN FISIK, FUNGSIONAL DAN PSIKOLOGIS Mohd Ridho Kurniawan; Citra Kania Dewi; Ignatius Dendrow Krisnantio
Jurnal Anala Vol. 14 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Dwijendra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya desain interior perpustakaan yang adaptif terhadap kebutuhan civitas akademik di era open-space learning. Masalah yang diidentifikasi meliputi potensi glare fatigue akibat pencahayaan jendela, kepadatan sirkulasi furniture, serta tantangan privasi pada area komunal. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kualitas ruang Open Library Telkom University melalui tiga tingkatan Model Kenyamanan Vischer: fisik, fungsional, dan psikologis. Metodologi yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan observasi lapangan dan analisis komparatif berdasarkan standar SNI 6197:2020 serta standar antropometri. Temuan menunjukkan bahwa kenyamanan fisik telah terpenuhi melalui pencahayaan buatan dan suhu ruangan. Secara fungsional, terdapat variasi zona kerja yang mendukung produktivitas, meski sirkulasi antar meja mezzanine (60 cm) masih di bawah standar minimal. Dari sisi psikologis, penggunaan elemen rumput sintetis efektif menciptakan batas teritorialitas semu bagi pengunjung. Simpulannya, interior Open Library telah mencapai tingkat kenyamanan fungsional yang baik, namun memerlukan penataan ulang tata letak furnitur untuk mengoptimalkan privasi dan aksesibilitas penyandang disabilitas di area mezzanine. Kata-kunci: Model Vischer, Perpustakaan, Kenyamanan Interior, Psikologi Interior
Kebertahanan Spasial dan Fungsional Puri Bali di Era Pariwisata: Analisis Puri Agung Peliatan dan Puri Agung Ubud Nyoman Ratih Prajnyani Salain; Ni Made Mitha Mahastuti
Jurnal Anala Vol. 14 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Dwijendra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini menganalisis kebertahanan spasial dan fungsional dua puri tradisional di Bali, Puri Agung Peliatan dan Puri Agung Ubud, dalam konteks perkembangan pariwisata dan perubahan sosial ekonomi. Kebertahanan dipahami sebagai kemampuan puri mempertahankan struktur ruang, bentuk fisik, dan fungsi sosial-budaya sekaligus beradaptasi terhadap dinamika zaman tanpa kehilangan nilai signifikansi kulturalnya. Kedua puri dipilih karena memiliki keterkaitan sejarah melalui Kawitan Dalem Sukawati, berada dalam satu kawasan Ubud, serta sama-sama mengalami transformasi menjadi daya tarik wisata budaya sambil tetap difungsikan sebagai hunian penglingsir dan pusat aktivitas adat. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan dukungan data kuantitatif terbatas untuk memperkuat penilaian, melalui observasi tata ruang, dokumentasi visual, dan wawancara mendalam dengan keluarga puri, pelaku seni, serta pihak yang terlibat dalam pengelolaan kegiatan wisata. Analisis dilakukan dengan membaca ulang pola spasial puri berdasarkan konsep Tri dan Sanga Mandala, kemudian mengaitkannya dengan pergeseran fungsi ruang akibat pariwisata. Hasil kajian menunjukkan bahwa kedua puri mempertahankan struktur ruang sakral profan dan palebahan utama, sementara perubahan fisik dan fungsi terutama diarahkan ke zona yang sejak awal bersifat lebih profan. Puri tetap berfungsi sebagai hunian, pusat ritual, dan simbol identitas lokal, namun kini juga berperan sebagai panggung seni, ruang ekonomi kreatif, dan ikon wisata. Kebertahanan tersebut dimungkinkan oleh kombinasi kontrol internal keluarga puri, pemaknaan ulang nilai lokal, dan selektivitas dalam membuka ruang bagi wisatawan. Temuan ini menegaskan pentingnya melihat puri bukan sebagai objek pasif pelestarian, tetapi sebagai pelaku yang aktif mengkondisikan perubahan.
Evolusi Bentuk Arsitektur Bale Banjar di Era Pariwisata: Analisis Relasi Fungsi-Spasial di Kecamatan Kuta Ni Made Mitha Mahastuti; Nyoman Ratih Prajnyani Salain
Jurnal Anala Vol. 14 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Dwijendra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bale Banjar merupakan pusat kegiatan komunal masyarakat adat Bali yang merepresentasikan nilai Tri Hita Karana. Perkembangan pariwisata massal di Kecamatan Kuta sejak 1970-an mendorong transformasi sosial-ekonomi yang memengaruhi bentuk dan fungsi Bale Banjar. Penelitian ini bertujuan menganalisis evolusi arsitekturnya sebagai respons terhadap tekanan pariwisata serta menilai keberlanjutan identitas budaya yang dikandungnya. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif-analitik dengan studi kasus multi-situs melalui observasi, wawancara, dan studi dokumen. Hasil menunjukkan adanya ekspansi fisik 30–50% dan pergeseran dari tipologi terbuka ke semi-tertutup/tertutup, dengan orientasi kosmologis makro tetap dipertahankan namun zona sakral menyempit. Transformasi material dan integrasi fungsi ekonomi memunculkan pola hibridisasi yang menggeser tata kelola komunal, meski awig-awig tetap diadaptasi. Secara konseptual, evolusi ini mencerminkan adaptive resilience, yakni negosiasi antara pelestarian nilai adat dan tuntutan ekonomi pariwisata, yang menegaskan sifat dinamis arsitektur vernakular.
PEMANFAATAN LIMBAH PLASTIK DALAM DESAIN INTERIOR: INOVASI PRODUK BERKELANJUTAN UNTUK MENGURANGI DAMPAK LINGKUNGAN I Made Agus Eka Mahardika
Jurnal Anala Vol. 14 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Dwijendra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Meningkatnya jumlah limbah plastik di Indonesia menjadi salah satu permasalahan lingkungan yang mendesak untuk ditangani melalui pendekatan kreatif dan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi potensi pemanfaatan limbah plastik sebagai material alternatif dalam desain interior berkelanjutan. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan eksperimen desain, yaitu melalui proses pengolahan limbah plastik rumah tangga—seperti botol, kantong, dan wadah makanan—menjadi produk interior fungsional dan estetis. Proses pengolahan meliputi pemilahan, pembersihan, pencacahan, peleburan, pencetakan, serta pembentukan produk seperti panel hias, tatakan gelas, dan meja kecil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa plastik jenis PET dan PP memiliki karakteristik kuat, ringan, serta bernilai estetika tinggi dengan tekstur unik yang menyerupai efek terrazzo. Pemanfaatan limbah plastik ini tidak hanya mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan, tetapi juga membuka peluang inovasi desain dan peningkatan nilai ekonomi masyarakat. Dengan demikian, hasil penelitian ini menegaskan bahwa pengolahan limbah plastik menjadi produk interior merupakan langkah nyata dalam mendukung prinsip desain berkelanjutan dan ekonomi sirkular di bidang arsitektur dan desain interior.