cover
Contact Name
Jurnal Tarbiyah Al-Awlad
Contact Email
tarbiyah.alawlad@uinib.ac.id
Phone
+6285274713400
Journal Mail Official
tarbiyah.alawlad@uinib.ac.id
Editorial Address
Prodi Pendidikan Guru Madarasah Ibtidauyah Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Imam Bonjol Padang. Jl. Prof Mahmud Yunus Lubuk Lintah, Kuranji Kota Padang Sumatera Barat
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Tarbiyah Al-Awlad: Jurnal Kependidikan Islam Tingkat Dasar
ISSN : 20868065     EISSN : 2723004X     DOI : https://doi.org/10.xxx/xxxx
Core Subject : Education,
Terbit dua kali setahun pada bulan Juni dan Desember mulai tahun 2009, setiap volume ada 2 edisi. Berisi tulisan yang diangkat dari hasil penelitian dan pemikiran orisinil dibidang pendidikan khusus pendidikan dasar atau madrasah ibtidaiyah
Articles 151 Documents
KOMPETENSI MEMBACA AL-QUR’AN MAHASISWA JURUSAN PGMI FAKULTAS TARBIYAH DAN KEGURUAN UIN IMAM BONJIOL PADANG Ilman Nasution; Syafrijal Syafrijal; Hidayati Hidayati
Tarbiyah al-Awlad Vol 8, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (914.825 KB) | DOI: 10.15548/alawlad.v8i2.1605

Abstract

Al-Qur’an adalah bacaan/ yang dibaca. Allah memerintahkan agar al-Qur’an dibaca dengan baik dan  Nabi saw pun sangat berhati-hati, jelas, dan terurai setiap huruf saat membacanya. Cara ini diikuti oleh sahabat dan tabi’ tabi’in. Namun, belakangan ini banyak umat Islam termasuk mahasiswa PTAI yang tidak mampu membacanya dengan baik. Standar bacaan yang baik diacu kepada ilmu tajwid. Penelitian ini ingin mengetahui kemampuan membaca al-Qur’an mahasiswa PGMI Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN ImamBonjol pada aspek: makharij al-huruf, ahkam al-huruf, dan mad thabi’iy. Penelitian ini bersifat deskriptif dan evaluatif. Maksudnya, peneliti ingin menggambarkan variabel: masa lalu dan sekarang karena mereka sudah mengikuti tahsin al-Qur’an. Setelah data diolah, disimpulkan bahwa kemampuan mahasiswa pada aspek makharij al-huruf, ahkam al-huruf dan mad thabi’iy berada pada kategori baik namun masih terdapat yang berada pada kategori kurang baik dan kurang sekali.  
PENDIDIKAN ANAK DI ERA DISRUPSI: PERANAN KELUARGA SEBAGAI LEMBAGA PENDIDIKAN DALAM MENANAMKAN NILAI-NILAI ISLAM Rahmi Rahmi; Martin Kustati; Mahyudin Ritonga
Tarbiyah al-Awlad Vol 9, No 2 (2019): Vol 9, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15548/alawlad.v9i2.1912

Abstract

Kebiasaan penerapan nilai-nilai agama dalam keluarga akan berpengaruh dalam pembentukan kepribadian anak. Keluarga merupakan suatu institusi atau lembaga. Istilah lembaga biasa diartikan badan atau organisasi yang bertujuan melakukan usaha tertentu. Tujuan penelitian ini adalah untuk menggambarkan pentingnya peranan keluarga dalam menanamkan pendidikan anak di era distrupsi. Penelitian kepustakaan digunakan untuk mengungkap data penelitian yang berasal dari sumber  referensi. Temuan penelitian memperlihatkan bahwa lembaga pendidikan anak adalah badan atau organisasi termasuk organisasi yang paling kecil sekalipun yaitu organisasi rumah tangga yang bertujuan melakukan usaha pendidikan bagi anak-anak. Keluarga ditinjau dari sudut kependidikan merupakan lapangan pendidikan yang pertama, dan pendidiknya adalah kedua orang tua. Mereka sebagai pendidik kodrati karena secara kodrat ibu dan bapak diberikan oleh Tuhan berupa naluri sebagai orang tua. Rekomendasi dari hasil penelitian ini mengharapkan agar secara umum orang-orang memandang bahwa keluarga merupakan sumber pendidikan moral yang paling utama bagi anak-anak, orang tua adalah guru pertama mereka dalam pendidikan. Tujuan pendidik dalam rumah tangga ialah agar anak mampu berkembang secara maksimal. Itu meliputi seluruh aspek perkembangan anaknya, yaitu jasmani, akal dan rohani. Tujuan lain ialah membantu sekolah atau lembaga kursus dalam mengembangkan pribadi anak didiknya.
ANALISIS PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN CONNECTING ORGANIZING REFLECTING EXTENDING (CORE) PADA PEMBELAJARAN IPA DI KELAS V SD/MI Sasmi Nelwati; Debi Febrianto; Septia Zeliana
Tarbiyah al-Awlad Vol 10, No 1 (2020): Vol 10, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15548/alawlad.v10i1.2534

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh permasalahan yang ada pada pembelajaran IPA dikelas V SD/MI. Diantara solusi yang dapat dilakukan yaitu dengan menggunakan model pembelajaran CORE (connecting organizing reflecting extending). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis rancangan model pembelajaran CORE (connecting organizing reflecting extending), menganalisis langkah-langkah model CORE (connecting organizing reflecting extending) serta menganalisis keunggulan dan kelemahan model pembelajaran CORE (connecting organizing reflecting extending) pada pembelajaran IPA dikelas V SD/MI. Jenis penelitian ini yaitu penelitian deskriptif analitis dengan metode library research (Kajian Pustaka). Sumber data penelitian ini seperti jurnal dan buku-buku yang terkait dengan penelitian. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu pencatatan penelitian dan teknik analisis data menggunakan content anayisis. Hasil analisis yang penulis lakukan menunjukkan bahwa rancangan model pembelajaran CORE berupa RPP pada pembelajaran IPA dikelas V SD/MI berpedoman dengan peraturan menteri pendidikan dan kebudayaan nomor 22 tahun 2016 tentang standar proses pendidikan dasar dan menengah dan permendikbud Nomor 103 Tahun 2014 yang didalamnya terdapat LKPD yang disesuaikan dengan salah satu indikator kemampuan abad 21 yaitu berfikir kritis. Dalam rancangan tersebut terdapat langkah-langkah yaitu tahap connecting, organizing, reflecting, extending yang diperkirakan mampu menyelesaikan permasalahan pada pembelajaran IPA dikelas V SD/MI hal ini disebabkan karena model CORE memiliki keunggulan-keunggulan seperti dapat mengembangkan keaktifan dan memberikan pembelajaran yang bermakna, melatih dan mengembangkan daya ingat peserta didik tentang konsep pada materi pembelajaran dan mengembangkan daya berfikir kritis sekaligus mengembangkan keterampilan pemecahan suatu masalah IPA di kelas V SD/MI.
VALIDITAS LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK BERBASIS MUATAN LOKAL MINANGKABAU DI KELAS IV SD/MI Ratih Yuliasih; Media Roza; Duski Samad
Tarbiyah al-Awlad Vol 10, No 1 (2020): Vol 10, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15548/alawlad.v10i1.2528

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan LKPD Berbasis Muatan Lokal Minangkabau di kelas IV SD/MI pada tema Daerah Tempat Tinggalku yang valid, agar peserta didik mudah dalam memahami materi dan mengaplikasikannya ke dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan dengan menggunakan model pengembangan model ADDIE (Analisys, Design, Development, Implementation, dan Evaluation). Produk LKPD yang dikembangkan diberi nama Keunikan Ranah Minangkabau dan diujikan kepada subjek penelitian yang sudah disesuaikan dengan alur penelitian yaitu uji kepada validator ahli, pendidik dan peserta didik. Aspek yang diuji yaitu aspek validitas LKPD. Hasil penelitian menemukan aspek validitas yang diberikan kepada 4 validator ahli diperoleh sebesar 89,45 % dengan kategori sangat valid. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa LKPD Tematik Berbasis Muatan Lokal Minangkabau kelas IV SD/MI tergolong sangat valid sebagai penunjang pembelajaran pada tema Daerah Tempat Tinggalku.
Membangun Sebuah Pengajaran Filosofi Personal : Konsep dari Pengembangan dan Pendidikan Dasar Alfurqan Alfurqan; Zulvia Trinova; M Tamrin; Annisaul Khairat
Tarbiyah al-Awlad Vol 10, No 2 (2020): Vol 10, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15548/alawlad.v10i2.2579

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat filosofi pengembangan pendidikan dasar. Dimana para guru harus mempertimbangkan serangkaian masalah yang muncul ketika merencanakan pendidikan dasar anak. Dengan cara apa konsep, prinsip, dan perspektif perkembangan tercermin dalam ruang kelas dasar, Apa itu pendidikan, mengapa filosofi pendidikan penting, mengapa kemitraan keluarga-sekolah-komunitas penting. Guru yang memahami perkembangan anak lebih mampu membangun lingkungan belajar yang efektif dan berkomunikasi dengan profesional anak dari berbagai bidang. Mengembangkan filosofi personal pendidikan dasar yang menghubungkan perkembangan anak-anak dengan praktik pendidikan sangat penting dalam menerapkan informasi baru tentang pembelajaran dan perkembangan masa kanak-kanak, menjelaskan pentingnya perilaku anak-anak kepada orang lain, dan membenarkan praktik pengajaran pribadi. Sebagai seorang guru, akan dituntut menjelaskan bagaimana pelaksanaan pembelajaran kelasnya. Sulit untuk menjelaskannya tanpa memahami filosofi pendidikan dasar yang mencerminkan konsep, prinsip, dan perspektif perkembangan dan pendidikan. Filosofi pendidikan tidak hanya akan memandu interaksi dengan peserta didik, tetapi juga akan membantu untuk lebih memahami dan membenarkan perbedaan antara praktik mengajar dilakukan dan praktik yang dilakukan guru.
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN IPA BERBASIS DISCOVERY LEARNING DI KELAS V SEKOLAH DASAR Dorisno Dorisno; Oktri Nanda
Tarbiyah al-Awlad Vol 9, No 2 (2019): Vol 9, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15548/alawlad.v9i2.1918

Abstract

Perangkat pembelajaran merupakan suatu sumber informasi yang membantu dalam proses pembelajaran agar mencapai hasil yang maksimal. Perangkat pembelajaran IPA yang digunakan masih ada yang kurang memfasilitasi siswa dalam mengembangkan ide-ide dan penemuannya. Oleh karena itu, pentingnya pengembangan perangkat pembelajaran IPA berbasis discovery learning. Tujuan yang hendak dicapai dari upaya pengembangan ini adalah menghasilkan perangkat pembelajaran berbasis discovery learning yang valid, praktis, dan efektif. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian pengembangan (research and development). Model pengembangan  yang digunakan adalah model 4-D yang terdiri dari  pendefinisian (define), perancangan (design), pengembangan (development), dan penyebaran (disseminate). Hasil  pada tahap define diperoleh analisis kurikulum, analisis kebutuhan, dan analisis siswa. Hasil pada tahap design diperoleh rancangan silabus, RPP, dan bahan ajar. Tahap development dari uji validitas memperoleh nilai rata-rata silabus 3,84 kategori sangat valid,  RPP 3,7 kategori sangat valid, dan bahan ajar 3,87 kategori sangat valid. Tahap praktikalitas memperoleh nilai rata-rata keterlaksanaan RPP 3,82 kategori sangat praktis, angket respon guru memperoleh persentase 88,63% kategori sangat praktis, dan angket respon siswa memperoleh persentase 90,4% kategori sangat praktis.  Tahap uji efektivitas memperoleh  hasil aktivitas siswa dengan persentase 85,43% kategori sangat aktif. Hasil belajar siswa aspek pengetahuan memperoleh persentase 91% tuntas, aspek sikap dengan persentase 81,44% kategori sangat baik, dan aspek keterampilan dengan persentase 93,43% kategori sangat baik. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan perangkat pembelajaran IPA  berbasis discovery learning di kelas V Sekolah Dasar yang  dikembangkan dinyatakan valid, praktis, dan efektif.
PENANAMAN NILAI-NILAI TOLERANSI PADA IBADAH SHOLAT TERHADAP ANAK USIA 9 – 11 TAHUN DI JALAN LOLO GUNUNG SARIK KELURAHAN GUNUNG SARIK KECAMATAN KURANJI KOTA PADANG Gusmaneli Gusmaneli; Nada Qumala Arnum
Tarbiyah al-Awlad Vol 10, No 2 (2020): Vol 10, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15548/alawlad.v10i2.2574

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi kurangnya peran orang dalam menanamkan sikap toleransi yang di ajarkan pada ibadah sholat, hal ini terlihat dari pelaksanaan sholat yang tidak tepat waktu, susah untuk di ajak melaksanakan sholat berjamaah, membeda-membedakan teman, tidak saling berbagi antar sesama, tidak tolong menolong, dan durhaka kepada orang tua. Salah satu cara dalam menghadapi masalah tersebut ialah dengan menanamkan nilai- nilai toleransi yang di ajarkan pada ibadah sholat terhadap anak usia 9-11 tahun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penanaman nilai toleransi yang terdapat dalam ibadah sholat terhadap anak usia 9-11 tahun serta kendala yang dihadapi orang tua dalam menanaman nilai toleransi yang terdapat dalam ibadah sholat terhadap anak usia 9-11 tahun di di jalan Lolo Gunung Kelurahan Gunung Sarik Kecamatan Kuranji Kota Padang. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research) yang bersifat deskriptif kualitatif, yaitu metode yang digunakan untuk menggambarkan keadaan objek yang diteliti sebagaimana adanya. Sumber data dalam penelitian ini adalah anak berumur 9-11 tahun sebanyak 5 orang anak beserta orangtua. Adapun teknik pengumpulan data yang penulis lakukan yaitu: observasi, wawancara dan dokumentasi. Dari Hasil Penelitian diperoleh: Pertama cara yang dilakukan orang tua dalam penanaman nilai-nilai toleransi yang terdapat dalam ibadah sholat terhadap anak usia 9-11 tahun adalah: (1) Menyuruh anak usia 9-11 tahun melaksanakan sholat tepat waktu, (2) Menanamkan kepada anak agar tidak membeda-bedakan teman, (3) Menasehati anak agar tidak durhaka kepada orang tua.(4) menanamkan kepada anak untuk sikap saling berbagi antar sesama. Kedua Kendala orangtua dalam menanamkan nilai-nilai toleransi yang ada pada Ibadah sholat terhadap anak usia 9 – 11 tahun di jalan Lolo Gunung Kelurahan Gunung Sarik Kecamatan Kuranji Kota Padang adalah (1) Kurangnya pengetahuan orang tua tentang pelaksanaan sholat, (2) lambatnya anak dalam melakukan perintah orang tua, (3) Lingkungan tempat tinggal orangtua kurang mendukung.(4) kurang perhatian orang tua terhadap anak, (5) pengaruh negative perkembangan teknologi komunikasi khusus HP (hand phone)
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PROGRAM TAHFIDZ AL-QURAN (MI SUMBEGO SLEMAN YOGYAKARTA) Muhammad Husni Muslim
Tarbiyah al-Awlad Vol 9, No 2 (2019): Vol 9, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15548/alawlad.v9i2.1913

Abstract

Secara faktual, kebijakan yang dilaksanakan oleh setiap lembaga pendidikan formal baik itu pada tingkat satuan dasar, menengah maupun tingkat atas merupakan hal yang lazim. Namun sebuah fenomena yang menarik terjadi di Madrasah Ibtidaiyah (MI) Sumbego yang melaksanakan sebuah program Tahfidz alquran yang mungkin oleh sebagian golongan menganggap sebagai program yang jadul akibat demam arus globalisasi. Program Tahfidz alquran ini dimasukkan kedalam kurikulum pendidikan MI Sumbego dan diajarkan dalam bentuk mata pelajaran.
ANALISIS BAHAN AJAR SISWA KELAS IV MADRASAH IBTIDAIYAH DARI PERSPEKTIF PENDIDIKAN KRITIS Mawadah Rahmawati; isti ningsih
Tarbiyah al-Awlad Vol 10, No 1 (2020): Vol 10, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15548/alawlad.v10i1.2536

Abstract

memahami agama secara dogmatis, bukan nalar kritis. Karenanya penelitian ini focus pada Bahan Ajar Siswa Mata Pelajaran Akidah Akhlak Kelas IV Madrasah Ibtidaiyah Kurikulum 2013 dengan metode studi pustaka melalui analisis isi (content analysis) dan interpretasi isi (content interpretation). hasil dari penelitian mendapati bahwa terdapat relevansi pendidikan kritis dengan materi dan gambar buku ajar, kesadaran kritis dibangun melalui prosedur pendekatan saintifik pada proses mengamati, menanya, mengeksplorasi, mengasosiasi, dan mengkomunikasikan. Melalui tradisi kritis, peserta didik mampu memahami realitas dan mengubahnya menjadi lebih baik, damai, adil, aman, dan sejahtera. Penelitian ini berkontribusi bagi pembuktian sekaligus dorongan perlunya pemaknaan ulang atas model sosialisasi wacana kesadaran kritis yang mengintegrasikan prinsip keadilan dengan prinsip pendidikan Islam agar dapat mengakomodasi tuntutan kesadaran kritis, salah satunya, melalui perumusan bahan ajar yang berkesadaran kritis.
Upaya Mengatasi Prilaku Adiksi Terhadap Game Online Misra Misra
Tarbiyah al-Awlad Vol 10, No 1 (2020): Vol 10, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15548/alawlad.v10i1.2529

Abstract

Penelitian ini mengangkat suatu fenomena Game Online di kalangan peserta didik di madrasah. Waktu belajar banyak dihabiskan akan kecanduan Game Online dengan dalih menghilangkan rasa penat dan bosan dalam aktivitas madarsah. Tanpa sadar dampak buruk yang ditimbulkan dari aspek mental-spritual, pisik-psikis, ekonomi-sosial dan agama serta budaya akademik tentunya. Melalui penelitian ini diharapkan agar pihak yang berkepentingan dalam pendidikan terutama orangtua dan guru agar memberikan perhatian lebih terhadap prilaku anak, baik di rumah maupun di madrasah. Peran serta masyarakat sebagai warga madrasah juga menjadi penting ikut berpartisipasi aktif mengatasi berbagai penyimpangan yang dilakukan generasi muda sebagai kaum pembelajar. Metode kualitatif yang bersifat deskriptif penulis gunakan agar temuan lapangan dapat digambarkan seonjektif mungkin menurut apa adanya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa, adanya upaya guru dan orangtua dalam mengatasi perilaku adiksi game online peserta didik. Dalam bidang akademik guru membangun karakter positif peserta didik melalui proses pembelajaran. Orangtua turut mengontrol perilaku anaknya dengan membangun pergaulan yang harmonis, hangat dan berimbang dalam rumah tangganya. Selanjutnya mengintensivkan kegiatan ekstrakurikuler berupa latihan pramuka, drum band, tahfidz dan forum Annisa, dibimbing oleh guru pendamping yang sudah berpengalaman secara berkelanjutan. Kesimpulannya bahwa kemajuan sains dan teknologi sangat menarik perhatian generasi muda. Celakanya banyak yang tidak sadar efek negatif yang ditimbulkannya makakehadiran guru, orangtua dan masyarakat sangat urgent memberikan kepedualian untuk masa depan mereka.

Page 6 of 16 | Total Record : 151