cover
Contact Name
Johannis Siahaya
Contact Email
jurnal@stakterunabhakti.ac.id
Phone
+6281322661998
Journal Mail Official
jurnal@stakterunabhakti.ac.id
Editorial Address
Ds. Daratan 2, Sendang Arum, Kec. Minggir, Kab. Sleman, D.I. Yogyakarta 55562
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
JURNAL TERUNA BHAKTI
ISSN : 2622514X     EISSN : 26225085     DOI : 10.47131
Jurnal Teruna Bhakti merupakan wadah publikasi hasil penelitian teologi dan Pendidikan Agama Kristen yang dikelola oleh Sekolah Tinggi Agam Kristen Teruna Bhakti, Yogyakarta, dengan Scope: Teologi Sistematika, Teologi Biblika, Pendidikan Agama Kristen, Kepemimpnan Kristen, Teologi Praktika.
Articles 133 Documents
Konseling sebagai Kepedulian Pastoral Berbasis Cinta Kasih terhadap Penanganan Kekerasan dalam Rumah Tangga Arifianto, Yonatan Alex
JURNAL TERUNA BHAKTI Vol 6, No 2: Pebruari 2024
Publisher : SEKOLAH TINGGI AGAMA KRISTEN TERUNA BHAKTI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47131/jtb.v6i2.204

Abstract

Domestic violence is a social problem that has a devastating impact not only on the individuals involved but also on the family and society as a whole. In this context, a pastoral approach provides a holistic and love-oriented solution to assist the recovery process for victims of violence. The purpose of this study is to explore the role of pastoral counseling in assisting the healing and reconciliation process for victims of domestic violence, with an emphasis on the love aspect of the pastoral approach. This research used a qualitative descriptive method by analyzing literature and case studies to strengthen the understanding of pastoral efforts in addressing this issue. The results show that a pastoral approach that prioritizes love can create a safe environment for victims to overcome trauma and recover. Pastoral counseling sensitive to Biblical values and norms in spiritual morality provides a strong foundation in the healing process. In addition, a loving approach in pastoral counseling promotes reconciliation and transformation, helping victims and abusers to form healthier relationships in the context of family and society. This article emphasizes the importance of the care effort in pastoral counseling, highlighting the need for deep concern and empathy towards victims of domestic violence, as well as an emphasis on the love approach as a critical foundation in facilitating the healing process. Abstrak Kekerasan rumah tangga menjadi sebuah permasalahan sosial yang memiliki dampak yang merusak, tidak hanya terhadap individu yang terlibat, tetapi juga terhadap keluarga dan masyarakat secara keseluruhan. Dalam konteks ini, pendekatan pastoral memberikan solusi yang menyeluruh dan berorientasi pada cinta untuk membantu proses pemulihan bagi korban kekerasan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi peran konseling pastoral dalam membantu proses penyembuhan dan rekonsiliasi bagi korban kekerasan rumah tangga, dengan penekanan pada aspek kasih dalam pendekatan pastoral. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan menganalisis literatur dan studi kasus untuk memperkuat pemahaman tentang upaya pastoral dalam menangani permasalahan ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan pastoral yang mengutamakan kasih mampu menciptakan lingkungan yang aman bagi korban untuk mengatasi trauma dan memulihkan diri. Konseling pastoral yang sensitif terhadap nilai-nilai alkitabiah dan norma dalam moralitas spiritual memberikan fondasi yang kuat dalam proses penyembuhan. Selain itu, pendekatan kasih dalam konseling pastoral mendorong rekonsiliasi dan transformasi, membantu korban dan pelaku kekerasan untuk membentuk hubungan yang lebih sehat dalam konteks keluarga dan masyarakat. Artikel ini menekankan pentingnya upaya kepedulian dalam konseling pastoral, yang menyoroti perlunya perhatian yang mendalam dan empati terhadap korban kekerasan rumah tangga, serta penekanan pada pendekatan kasih sebagai landasan utama dalam memfasilitasi proses penyembuhan.
Agama dan Pembentukan Karakter Generasi Alfa di Era Postdigital Sakoan, Siskawaty
JURNAL TERUNA BHAKTI Vol 6, No 2: Pebruari 2024
Publisher : SEKOLAH TINGGI AGAMA KRISTEN TERUNA BHAKTI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47131/jtb.v6i2.201

Abstract

Generation Alfa is a demographic group that follows Generation Z, a generation (born 2010-onwards) growing up in an all-digital world and facing significant challenges in character formation. The phenomenon of gadget addiction and lack of social interaction in children raises concerns about hampering their emotional and spiritual development. Religion and the development of digital technology have an essential role in shaping the character of Generation Alfa. The digital era has significantly impacted how Generation Alfa understands values, ethics, and social interactions. As a moral and ethical filter, religion also influences this generation's character formation. This article aims to explain the role of religion in shaping the character of alpha-generation children to control digital addiction and strengthen their social-emotional intelligence. This research uses qualitative methods and a literature review approach. Where researchers collect data and information regarding character formation in the postdigital era in early childhood, sourced from various research journals, both national and international, magazines, various supporting books, and newspapers. This research shows that religious education plays a vital role in shaping the children's character of the digital generation by instilling empathy, caring, and responsibility as wise, intelligent, and ethical digital filters. Abstrak Generasi Alfa adalah kelompok demografi yang mengikuti generasi Z, generasi yang (lahir 2010-seterusnya) tumbuh besar dalam dunia serba digital dan menghadapi tantangan besar dalam pembentukan karakter. Fenomena kecanduan gadget dan kurangnya interaksi sosial pada anak menimbulkan kekhawatiran akan terhambatnya perkembangan emosi dan spiritual mereka. Agama dan perkembangan teknologi digital memiliki peran penting dalam membentuk karakter Generasi Alfa. Era digital membawa dampak signifikan terhadap cara Generasi Alfa memahami nilai, etika, dan interaksi sosial. Agama, sebagai filter moral dan etika, turut memengaruhi pembentukan karakter generasi ini. Tulisan ini bertujuan menguraikan peran agama dalam dalam membentuk karakter anak generasi alpha untuk mengendalikan kecanduan digital dan menguatkan kecerdasan sosial-emosi mereka. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan menggunakan pendekatan literature review. Dimana peneliti melakukan pengumpulan data dan informasi mengenai pembentukan karakter di era postdigital pada anak usia dini yang bersumber dari berbagai jurnal penelitian baik nasional maupun internasional, majalah, berbagai buku penunjang maupun surat kabar. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Pendidikan agama berperan penting membentuk karakter anak generasi digital melalui penanaman nilai empati, kepedulian, dan tanggung jawab sebagai filter digital yang bijak, cerdas, dan beretika.
Panggilan Gereja dalam Memperjuangkan Keadilan Sosial bagi Kelompok Marginal: Sebuah Tantangan Etis-Teologis Rusli, Rusli; Balang, Nekson
JURNAL TERUNA BHAKTI Vol 5, No 2: Pebruari 2023
Publisher : SEKOLAH TINGGI AGAMA KRISTEN TERUNA BHAKTI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47131/jtb.v5i2.137

Abstract

Social justice has become a significant concern in Paul's theology, especially in his letters to the New Testament Church. However, this concept's application and relevance in today's marginalized communities requires deep understanding and wise application. This research aims to investigate theological views on social justice and analyze the challenges and calls they pose for the church in today's marginalized communities. Using qualitative research methods with a literature study approach, data obtained from the analysis is compiled and synthesized to understand views on social justice comprehensively. So, it can be concluded that with a theology of social justice, the church can face the challenges faced by marginalized communities more effectively. Understanding justice from an ethical-theological perspective will bring the church a responsible attitude to fighting for justice for marginalized people as a form of concern and involvement in its calling. Abstrak Konsep keadilan sosial telah menjadi perhatian utama dalam konteks teologi Paulus, terutama dalam surat-suratnya kepada Jemaat Perjanjian Baru. Namun, aplikasi dan relevansi konsep ini dalam konteks masyarakat marginal saat ini memerlukan pemahaman yang mendalam dan penerapan yang bijaksana. Tujuan penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi pandangan teologis tentang keadilan sosial dan menganalisis tantangan serta panggilan yang ditimbulkannya bagi gereja dalam konteks masyarakat marginal saat ini. Menggunakan metode Penelitian kualitatif dengan pendekatan studi literature di mana data yang diperoleh dari analisis disusun dan disintesis untuk memperoleh pemahaman yang komprehensif tentang pandangan tentang keadilan sosial. Maka dapat disimpulkan bahwa teologi tentang keadilan sosial, gereja dapat menghadapi tantangan-tantangan yang dihadapi oleh masyarakat marginal dengan lebih efektif. Dengan memahami keadilan dalam persepktif etis-teologis, hal ini akan membawa gereja pada sikap yang bertanggung jawab untuk memperjuangkan keadilan bagi kaum marginal, sebagai bentuk kepedulian dan keterlibatan dalam panggilannya.
Model Kepemimpinan Kristen Inovatif-Efektif: Sebuah Tawaran dalam Merespons Tantangan di Era Disruptif Parhusip, Akdel
JURNAL TERUNA BHAKTI Vol 5, No 2: Pebruari 2023
Publisher : SEKOLAH TINGGI AGAMA KRISTEN TERUNA BHAKTI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47131/jtb.v5i2.71

Abstract

Christian leadership cannot be separated from church ministry, so the challenge of actualizing the church in the digital era full of disruption issues must be accompanied by the empowerment of gifts by the leader, in addition to equipping oneself with various other digital capabilities. This is needed to respond to the challenges of the digital era that require innovative abilities. This article offers a leadership model that can respond to challenges in the digital disruption era. Using descriptive analysis methods, it was found that the situation and needs in the digital era require an effective and innovative service response. In conclusion, Christian leadership must be innovative and effective to respond to the digital disruption era.  AbstrakKepemimpinan Kristen tidak dapat dipisahkan dari pelayanan gerejawi, sehingga tantangan pengaktualisasian gereja di era digital yang penuh dengan isu dirupsi harus dibarengi dengan pemberdayaan karunia oleh pemimpin selain melengkapi diri dengan berbagai kemam-puan digital lainnya. Hal ini dibutuhkan demi menjawab tantangan era digital yang membutuh-kan kemampuan yang inovatif. Artikel ini bertujuan menawarkan sebuah model kepemimpinan yang dapat menjawab tantangan di era disrupsi digital. Dengan menggunakan metode analisis deskriptif, didapati bahwa situasi dan kebutuhan di era digital membutuhkan respons pelayanan yang efektif dan inovatif. Kesimpulannya, kepemimpinan Kristen harus bersifat inovatif dan efektif agar dapat merespons situasi di era disrupsi digital. 
Generasi Berkarakter sebagai Implikasi Pendidikan Kristiani: Membangun Kedisiplinan dan Takut Akan Tuhan pada Anak Melalui Pendidikan Kristiani Pasaribu, Joel Elroy
JURNAL TERUNA BHAKTI Vol 6, No 1: Agustus 2023
Publisher : SEKOLAH TINGGI AGAMA KRISTEN TERUNA BHAKTI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47131/jtb.v6i1.189

Abstract

Values and norms: Discipline and a God-fearing life are two essential characteristics that children must have from an early age. Christian education plays a vital role in fostering character. Using a descriptive qualitative method, it can be concluded that forming the next generation with character is to build discipline and live in fear of God in children through Christian education. What must be done is that Christian educators understand the principles and nature of discipline and fear of God as the basis of character in Biblical values. So that the Church and family can be actualized in Christian education to educate children, by prioritizing Biblical values in education, the next generation can grow into individuals with moral integrity, obedience to God, and service to others. Thus, Christian education has great potential to foster disciplined and God-fearing characters in children. By applying the right strategies and implementation, schools and parents can help children become moral and responsible and have a strong relationship with God. Abstrak Nilai dan norma Kedisiplinan dan hidup takut akan Tuhan merupakan dua karakter penting yang perlu ditanamkan pada anak sejak usia dini. Pendidikan Kristen memainkan peran vital dalam menumbuhkan karakter. Mengunakan metode kualitatif deskritif makadapat disimpulkan bahwa membentuk generasi penerus yang memiliki karakter hal itu untuk membangun kedisiplinan dan hidup dalam takut akan Tuhan pada anak melalui pendidikan Kristen. Yang harus dilakukan haruslah para pendidik Kristen mampu memahami prinsip dan hakikat Kedisipilinan dan Takut akan Tuhan yang sebagai dasar dari Karakter dalam nilai Alkitabiah. Sehingga hal itu dapat menjadi aktualisasi Gereja dan keluarga dalam Pendidikan Kristen Untuk mendidik anak. Seba dengan memprioritaskan nilai-nilai Alkitabiah dalam pendidikan, generasi penerus dapat tumbuh menjadi individu yang memiliki integritas moral, ketaatan kepada Tuhan, dan pelayanan kepada sesama. Maka diperlukan pendidikan Kristen memiliki potensi besar untuk menumbuhkan karakter disiplin dan takut akan Tuhan pada anak. Dengan menerapkan strategi dan implementasi yang tepat, sekolah dan orang tua dapat membantu anak untuk menjadi individu yang bermoral, bertanggung jawab, dan memiliki hubungan yang kuat dengan Tuhan.
Pendidikan Kristiani Sebagai Core Value Dalam Pembentukan Karakter Remaja Generasi Z Nainggolan, Tio Nursarida
JURNAL TERUNA BHAKTI Vol 6, No 2: Pebruari 2024
Publisher : SEKOLAH TINGGI AGAMA KRISTEN TERUNA BHAKTI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47131/jtb.v6i2.200

Abstract

With its uniqueness, Generation Z often presents a challenge for parents in assisting them. Generation Z is in a transitional period, and the digital context of abundant information and communication media often carries them away with negative currents. Therefore, Christian education is needed to direct Generation Z to Christian values. And Generation Z teenagers have a positive character, forming a solid character; adolescents can distinguish between good and bad actions, enabling them to make the right decisions in every situation, especially His character, just like the example of Christ. This paper uses a qualitative approach to studying relevant literature. The results of this study are: provide solutions so that Generation Z teenagers are strong in facing worldly challenges and their faith does not waver, have a strong understanding of the values of Christian education, understand the concept of character building of Generation Z teenagers and PAK as a Core Value in shaping the character of Generation Z teenagers. The recommendation of this paper is the attitude of parents and Christian educators in schools in assisting Generation Z. Abstrak Generasi Z dengan keunikannya sering kali menjadi tantangan tersendiri bagi para orang tua dalam mendampingi mereka. Generasi Z dalam masa transisi dan konteks digital yang berlimpah media informasi dan komunikasi seringkali membuat mereka terbawa arus negatif. Oleh sebab itu dibutuhkan peran pendidikan kristiani yang dapat mengarahkan generasi Z ke nilai-nilai kristiani dan anak remaja generasi Z memiliki karakter yang positif, membentuk karakter yang kuat, remaja akan memiliki kemampuan untuk membedakan antara tindakan yang baik dan buruk, memungkinkannya untuk membuat keputusan yang tepat dalam setiap situasi dan terlebih karakterNya sama seperti teladan Kristus. Tulisan ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka yang relevan. Hasil dari penelitian ini yaitu: memberikan solusi agar remaja generasi Z kuat menghadapi tantangan duniawi serta iman percaya mereka tidak goyah, memiliki pemahaman yang kuat tentang nilai-nilai pendidikan kristen, memhami konsep pembentukan karakter remaja generasi Z dan PAK sebagai Core Value Dalam membentuk karakter anak remaja Generasi Z. rekomendasi tulisan ini ialah sikap orang tua dan pendidik kristen di sekolah dalam mendampingi generasi Z.
Kecerdasan Spiritual dalam Memfasilitasi Kesembuhan Luka Batin: Memetakan Pengaruhnya pada Kehidupan Rohani Jemaat Nugroho, Binuko Edi; Purwonugroho, Daniel Pesah
JURNAL TERUNA BHAKTI Vol 7, No 1: Agustus 2024
Publisher : SEKOLAH TINGGI AGAMA KRISTEN TERUNA BHAKTI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47131/jtb.v7i1.210

Abstract

This article is designed to explore the role of spiritual intelligence in facilitating the healing of emotional wounds and its impact on the spiritual life of congregants. Spiritual intelligence is an essential aspect of human life, including the life of believers within a congregation. It facilitates emotional and cognitive functions, enabling individuals to comprehend truth and foster personal growth. Moreover, spiritual intelligence is correlated with emotional healing, as it helps believers grasp the meaning of forgiveness by influencing their emotional state. Forgiveness from spiritual intelligence can lead congregants to experience healing from emotional wounds. The healing of these wounds is crucial in congregants' lives, allowing them to live in peace, individually and communally. Congregants can undergo a personal transformation when they experience emotional healing. Through a descriptive qualitative approach, the author examines the role of spiritual intelligence in facilitating the healing of emotional wounds and its influence on the congregation's spiritual life. The author concludes that spiritual intelligence is vital in emotional healing and positively influences the congregation's spiritual life. Abstrak Artikel ini didesain untuk memahami peran kecerdasan spiritual dalam menyediakan kesembuhan luka batin dan pengaruhnya pada kehidupan rohani jemaat. Kecerdasan spiritual adalah kecerdasan yang berperan di dalam kehidupan manusia termasuk juga di dalam kehidupan jemaat orang percaya. Kecerdasan spiritual memfasilitasi fungsi emosi dan kognitif sehingga seseorang dapat memahami kebenaran dan dapat mengembangkan diri. Kecerdasan spiritual juga berkolerasi dengan kesembuhan batin. Kecerdasan spiritual dapat membantuk jemaat orang percaya memahami makna pengampunan dikarenakan kecerdasan spiritual berpengaruh pada sisi emosional jemaat. Pengampunan yang muncul oleh kecerdasan spiritual dapat membawa jemaat mengalami kesembuhan dari luka batin. Kesembuhan luka batin berdampak vital di dalam kehidupan jemaat. Jemaat dapat hidup dengan damai dalam konteks individu maupun komunal. Jemaat juga dapat bertransformasi diri saat mengalami kesembuhan luka batin. Melalui pendekatan kualitatif deskriptif, penulis mencoba untuk menelusuri peran kecerdasan spiritual dalam memfasilitasi kesembuhan luka batin dan pengaruhnya dalam kehidupan rohani jemaat. Penulis menyatakan bahwa kecerdasan spiritual berperan penuh secara aktif & vital. Kecerdasan spiritual juga dibutuhkan dalam kesembuhan luka batin serta memberikan pengaruh positif dalam kehidupan rohani jemaat.
Berteologi secara Sistematis sebagai Ekspresi Hidup Menggereja di Era Disrupsi Digital: Sebuah Relevansi dalam Belajar Teologi Sistematika Patora, Marianus; Sutiono, Vicky Samuel
JURNAL TERUNA BHAKTI Vol 7, No 1: Agustus 2024
Publisher : SEKOLAH TINGGI AGAMA KRISTEN TERUNA BHAKTI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47131/jtb.v7i1.72

Abstract

In the ever-growing digital era, the relevance of systematic theology in church life is becoming increasingly important. Systematic theology is a branch of theology that systematically summarizes and organizes the doctrines of the Christian religion. In the modern church context, a deep understanding of systematic theology can help Christians understand their beliefs, respond to contemporary questions, and face complex moral challenges. This article will discuss the importance of systematic theology in church life in the digital era and how theological concepts can be applied in modern technology and communication. The research method used is qualitative. So, by integrating the principles of systematic theology into ecclesiastical activities, Christians can deepen their faith, broaden their spiritual insight, and strengthen their faith community. Abstrak Dalam era digital yang terus berkembang, relevansi teologi sistematika dalam kehidupan menggereja menjadi semakin penting. Teologi sistematika merupakan cabang teologi yang mencoba untuk merangkum dan menyusun doktrin-doktrin agama Kristen secara sistematis. Dalam konteks gereja modern, pemahaman yang mendalam tentang teologi sistematika dapat membantu umat Kristen di dalam memahami keyakinan mereka, merespons pertanyaan-pertanyaan kontemporer, dan menghadapi tantangan-tantangan moral yang kompleks. Artikel ini akan membahas pentingnya teologi sistematika dalam hidup menggereja di era digital, serta bagaimana konsep-konsep teologis dapat diterapkan dalam konteks teknologi dan komunikasi modern. Metode Penelitian yang digunakan adalah kualitatif. Maka dapat di simpilkan bahwa, Dengan mengintegrasikan prinsip-prinsip teologi sistematika ke dalam aktivitas gerejawi, maka umat Kristen dapat memperdalam iman, memperluas wawasan rohani, dan memperkuat komunitas iman mereka.
Tantangan Beragama di Era Posmodern: Memetakan Dinamika Spiritual dan Praktik Keberagamaan dalam Dunia Digital Herlim, Leonardi; Fernando, Andreas
JURNAL TERUNA BHAKTI Vol 7, No 1: Agustus 2024
Publisher : SEKOLAH TINGGI AGAMA KRISTEN TERUNA BHAKTI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47131/jtb.v7i1.215

Abstract

The postmodern era brings new challenges to religious practice, especially with the advancement of digital technology that changes the way individuals interact with faith and spiritual communities in this digital age. This article aims to map the spiritual dynamics that emerge in the context of the digital world, as well as how digital platforms affect traditional, conventional religious practices. Using a descriptive qualitative method with a literature review approach, it can be concluded that the experiences of adherents of various religions adapting to these changes, including the phenomenon of virtual rituals, online religious learning, and interactions between communities on social media show that while the digital world offers new opportunities for the dissemination and understanding of religion, there are also challenges related to spiritual authority, authenticity of practice, and ethical issues. Thus, the influence of the evolution of Virtual Media and Worship in Spiritual Identity Amidst Diversity and Pluralism. Playing an important role in ethics and Social Responsibility in Digital Religious Practices so that pluralism and Tolerance in Digital Religion must continue to be actualized to face religious challenges in the postmodern era. Abstrak Era posmodern membawa tantangan baru bagi praktik keberagamaan, terutama dengan kemajuan teknologi digital yang mengubah cara individu berinteraksi dengan iman dan komunitas spiritual di era digital ini. Artikel ini bertujuan untuk memetakan dinamika spiritual yang muncul dalam konteks dunia digital, serta bagaimana platform digital memengaruhi praktik keberagamaan tradisional yang komvesional. Menggunakan metode kualitatif deskritif dengan pendekatan studi literature, maka dapat disimpulkan bahwa pengalaman para penganut berbagai agama yang beradaptasi dengan perubahan ini, termasuk fenomena ritual virtual, pembelajaran agama online, dan interaksi antar komunitas di media sosial menunjukkan bahwa meskipun dunia digital menawarkan peluang baru untuk penyebaran dan pemahaman agama, terdapat juga tantangan terkait otoritas spiritual, autentisitas praktik, dan isu-isu etika. Sehingga pengaruh dari evolusi Media dan Ibadah Virtual dalam Identitas Spiritual di Tengah Keberagaman dan Pluralisme. Memainkan peran penting etika dan Tanggung Jawab Sosial dalam Praktik Keberagamaan Digital sehingga pluralisme dan Toleransi dalam Keberagamaan Digital harus terus diaktualisasikanuntuk menghadapi tantangan beragama di era posmodern.
Pembinaan Warga Gereja melalui Manajemen Strategis: Studi Kasus di HKBP Cikini Jakarta Sirait, Jannes Eduard; Runesi, Anastasia; Butarbutar, Adolf Bastian
JURNAL TERUNA BHAKTI Vol 7, No 1: Agustus 2024
Publisher : SEKOLAH TINGGI AGAMA KRISTEN TERUNA BHAKTI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47131/jtb.v7i1.211

Abstract

In the era of continuous change, strategic management for developing church members is essential in dealing with the existing dynamics. The research aims to analyze efforts to optimize the quality of congregational formation through strategic management of church community development at HKBP Cikini Jakarta. The research technique applied is a qualitative approach that focuses on natural research objects. The initial information collection method used was interviews. This research provides insight into the church facing growing challenges by paying attention to aspects of effective strategic management. The conclusion is that strategic management for the development of church members plays a role as a catalyst in facilitating congregational development through a holistic approach, including strengthening spiritual, organizational, and personal aspects. Through coordinated strategic management, the congregation can develop into a solid entity, providing mutual support and being active in the church's ministry mission, creating an inclusive environment for sustainable growth. Abstrak Dalam era perubahan yang terus-menerus, manajemen strategis pembinaan warga gereja menjadi kunci penting dalam menghadapi dinamika yang ada. Tujuan penelitian adalah melakukan analisis tentang upaya optimalisasi kualitas pembinaan jemaat melalui manajemen strategis pembinaan warga gereja di HKBP Cikini Jakarta. Teknik riset yang diterapkan adalah pendekatan kualitatif yang menitikberatkan pada objek riset yang bersifat alami. Metode pengumpulan informasi awal yang digunakan adalah wawancara. Penelitian ini memberikan wawasan gereja menghadapi tantangan yang berkembang dengan memperhatikan aspek-aspek manajemen strategis yang efektif. Kesimpulan bahwa manajemen strategis pembinaan warga gereja berperan sebagai katalisator dalam memfasilitasi perkembangan jemaat melalui pendekatan holistik, termasuk penguatan aspek spiritual, organisasional dan personal. Melalui manajemen strategis yang terkoordinasi, maka jemaat dapat berkembang menjadi entitas solid, saling memberi dukungan dan aktif dalam misi pelayanan gereja, menciptakan lingkungan inklusif untuk pertumbuhan yang berkelanjutan.