cover
Contact Name
Johannis Siahaya
Contact Email
jurnal@stakterunabhakti.ac.id
Phone
+6281322661998
Journal Mail Official
jurnal@stakterunabhakti.ac.id
Editorial Address
Ds. Daratan 2, Sendang Arum, Kec. Minggir, Kab. Sleman, D.I. Yogyakarta 55562
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
JURNAL TERUNA BHAKTI
ISSN : 2622514X     EISSN : 26225085     DOI : 10.47131
Jurnal Teruna Bhakti merupakan wadah publikasi hasil penelitian teologi dan Pendidikan Agama Kristen yang dikelola oleh Sekolah Tinggi Agam Kristen Teruna Bhakti, Yogyakarta, dengan Scope: Teologi Sistematika, Teologi Biblika, Pendidikan Agama Kristen, Kepemimpnan Kristen, Teologi Praktika.
Articles 133 Documents
Pendidikan Seksualitas kepada Warga Gereja Lanjut Usia: Suatu Tinjauan Psikososial Kristiantoro, Sony
JURNAL TERUNA BHAKTI Vol 5, No 2: Pebruari 2023
Publisher : SEKOLAH TINGGI AGAMA KRISTEN TERUNA BHAKTI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47131/jtb.v5i2.131

Abstract

The issue of sexuality is rarely discussed in the church, except during pre-marital counseling. It is even rarer when discussing sexuality issues related to elderly citizens. The elderly citizens, whoever and whatever the circumstances they face, are social beings and sexual beings. So far, the general assumption states that their problems are related to physical and psychological health and social relations. This is due to declining health, death of spouse and peers, worry, and limited access to meet many people. However, they experience other problems, namely those related to sexual issues. Through interviews, mentoring, observation, and literature studies, the authors found that sex education is also very much needed by the elderly because it affects happiness, health, and good relations between husband and wife. For this reason, the church's role is to help elderly church members through the Elderly Fellowship, Bible Study, Family Fellowship, special events such as Family Month, or providing consulting bureaus by doctors, psychologists, counselors, or other professionals. AbstrakPersoalan seksualitas jarang dibahas di gereja, kecuali pada saat diadakan pembinaan pranikah. Lebih langka lagi ketika membahas persoalan seksualitas yang berkaitan dengan para warga lanjut usia. Para warga lanjut usia, siapa pun dan bagaimana pun keadaan yang mereka hadapi, mereka adalah makhluk sosial sekaligus makhluk seksual. Selama ini anggapan umum menyatakan bahwa persoalan mereka adalah yang berkaitan dengan kesehatan fisik dan psikis, serta relasi sosial. Ini disebabkan oleh kesehatan yang menurun, pasangan hidup dan teman sebaya yang meninggal, kekuatiran, dan terbatasnya akses untuk bertemu banyak orang. Namun, ada persoalan lain yang mereka alami, yaitu yang berkaitan dengan persoalan seksual. Melalui metode wawancara, pendampingan, observasi, dan studi literatur, penulis menemukan fakta bahwa pendidikan seksualitas juga sangat dibutuhkan oleh para warga lanjut usia, karena hal tersebut berpengaruh kepada kebahagiaan, kesehatan, dan relasi yang baik antara suami dan istri. Untuk itu, peran gereja dibutuhkan untuk menolong warga gereja lanjut usia dalam persoalan ini melalui Persekutuan Warga Usia Lanjut, Pemahaman Alkitab, Persekutuan Keluarga, dalam peristiwa khusus seperti Bulan Keluarga, atau menyediakan biro konsultasi oleh dokter, psikolog, konselor, atau profesional lain.  
Pentingnya Pembinaan Gereja dalam Meningkatkan Mutu Rohani Keluarga Kristen Mambrasar, Rosalina Is; Wattimury, Wiesye Agnes; Elias, Thomson Framonty Eframinto
JURNAL TERUNA BHAKTI Vol 5, No 2: Pebruari 2023
Publisher : SEKOLAH TINGGI AGAMA KRISTEN TERUNA BHAKTI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47131/jtb.v5i2.162

Abstract

Salah satu aspek yang mempengaruhi menurunnya mutu rohani keluarga kristen adalah kurangnya penerapan pelayanan –pelayanan berbasis  keluarga.  Itulah tugas gereja yang harus dilaksanakan sebagai baagian dari pelayanan demi terwujudnya Mutu rohani keluarga kristen yang baik. Namun dalam kenyataan terlihat masih kurangnya Peranan gereja dalam menyikapi pembentukan keluarga kristen dalam meningkatkan Mutu rohani setiap keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aspek   apa saja yang mempengaruhi menurunnya mutu rohani keluarga diera modern ini,dan upaya gereja dalam menyikapi kondisi keluarga kristen untuk memperkokoh mutu rohani keluarga, dan manfaat dari setiap pelayanan-pelayanan gereja bagi keluarga kristen.Metode penelitian yang digunakan dalan penelitian ini adalah metode kualitatif Deskriptif, dengan metode wawancara, melalui para responden kunciHasil dari penelitian ini adalah terkikisnya  mutu rohani keluarga akibat dari pengaruh beberapa aspek  duniawi, yaitu Pekerjaan ,Pergaulan bebas  yang tidak  terkontrol, konsumsi miuman keras, dan lainnya.dan masih kurangnya  penerapan program pelayanan berbasis keluarga  kristen yang dibuat oleh gereja yang merupakan aspek pendukung  dalam pembentukan mutu rohani  keluarga kristen.
Kontekstualisasi Menuju Inkulturasi Koperatif-Prolektif: Nilai Budaya Mapalus dan Falsafah Pemimpin Negeri di Minahasa dalam Konstruksi Manajemen Pendidikan Kristiani Rumbay, Christar Arstilo; Hutagalung, Stimson; Sagala, Rudolf W
JURNAL TERUNA BHAKTI Vol 5, No 2: Pebruari 2023
Publisher : SEKOLAH TINGGI AGAMA KRISTEN TERUNA BHAKTI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47131/jtb.v5i2.166

Abstract

: Christian Religious Education (PAK) encourages the inclusion of religious and cultural values in its construction. The presence of cultural values still needs to be met; religion dominates the elements of PAK. This requires the correct pattern of PAK management. Mapalus cultural values and leadership philosophy in Minahasa are part of a promising heritage. But the educational contextualization approach needs to make the right formula. This research recommends a cultural approach model for education that contributes to the Minahasa context. By using an analytical-descriptive approach, this qualitative research takes references from articles, books, and interviews with several sources. As a result, the values of mapalus solidarity and communal leadership are cultural elements that can be incorporated into the construction of PAK with a cooperative-prolective inculturation approach.  AbstrakPendidikan Agama Kristen (PAK) mendorong masuknya nilai agama dan budaya pada konstruksinya. Kehadiran nilai budaya masih jauh dari harapan, agama mendominasi unsur-unsur PAK. Kenyataan ini membutuhkan pola manajemen PAK yang tepat. Nilai budaya mapalus dan falsafah kepemimpinan di Minahasa merupakan bagian dari warisan leluhur yang menjanjikan. Namun pendekatan kontekstualisasi pendidikan perlu untuk membuat formula yang tepat. Penelitian ini mencoba untuk merekomendasikan model pendekatan budaya bagi pendidikan yang kontributif bagi konteks Minahasa. Dengan menggunakan pendekatan analisis-deskriptif, penelitian kualitatif ini mengambil referensi dari artikel, buku dan wawancara ke beberapa narasumber. Sebagai hasilnya, nilai solidaritas mapalus dan komunal kepemimpinan merupakan unsur budaya yang dapat dilibatkan kedalam konstruksi PAK dengan pendekatan inkulturasi koperatif-prolektif.  
Banalitas Spiritual Pemimpin Kristiani dalam Kajian Teologis Maleakhi 1:6-14; 2:1-9 Sugiyarto, Eko; Anjaya, Carolina Etnasari
JURNAL TERUNA BHAKTI Vol 5, No 2: Pebruari 2023
Publisher : SEKOLAH TINGGI AGAMA KRISTEN TERUNA BHAKTI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47131/jtb.v5i2.164

Abstract

Spiritual quality is the main requirement for Christian leaders in carrying out their duties. The essence of Christian leadership is only fulfilled with an adequate spiritual quality, according to biblical standards. Today the world of Christian leadership has been polluted by spiritual banality, namely conditions characterized by shallowness or spiritual decline due to the influence of worldly principles or philosophies. This study aims to provide an overview of the spiritual banality among Christian leaders by the Book of Malachi study and its implications. The study method uses descriptive qualitative through a literature study approach. The study results conclude that tolerance towards worldly principles and philosophies is the root of spreading spiritual banality among Christian leaders today. Spiritual banality has implications for God's punishment because this situation is interpreted as deceiving people and an unholy life. Several actions can be taken together to prevent and overcome spiritual banality, namely through preventive and curative actions by churches, families, educational institutions, and the wider Christian community.  AbstrakKualitas spiritual menjadi syarat utama bagi para pemimpin Kristiani dalam menjalankan tugasnya. Tanpa kualitas spiritual yang memadai yaitu sesuai dengan standar Alkitab maka hakikat dari kepemimpinan Kristiani tidaklah terpenuhi. Faktanya, saat ini dunia kepemimpinan Kristiani telah tercemar oleh banalitas spiritual yaitu kondisi yang bercirikan pendangkalan atau kemerosotan spiritual sebagai pengaruh dari prinsip atau filosofi duniawi. Kajian ini bertujuan memberikan gambaran tentang banalitas spiritual yang terjadi di kalangan pemimpin Kristiani sesuai dengan kajian dari Kitab Maleakhi dan implikasi yang ditimbulkannya. Metode kajian menggunakan deskriptif kualitatif melalui pendekatan studi pustaka. Hasil kajian menyimpulkan bahwa toleransi terhadap prinsip-prinsip dan filosofi dunia menjadi akar dari merebaknya banalitas spiritual di kalangan pemimpin Kristiani dewasa ini. Banalitas spiritual berimplikasi kepada hukuman Tuhan sebab keadaan tersebut dimaknai sama dengan penyesatan umat dan kehidupan yang tidak kudus. Terdapat beberapa tindakan yang dapat dilakukan secara bersama untuk mencegah dan mengatasi banalitas spiritual yaitu melalui tindakan preventif dan kuratif oleh gereja, keluarga, lembaga pendidikan maupun masyarakat Kristiani secara luas. 
Pendidikan Kristiani Kontekstual dan Signifikansinya bagi Implementasi Profil Pelajar Pancasila Yohanes Hadi Wibowo; Suhadi Suhadi; Yonatan Alex Arifianto
JURNAL TERUNA BHAKTI Vol 3, No 2: Pebruari 2021
Publisher : SEKOLAH TINGGI AGAMA KRISTEN TERUNA BHAKTI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47131/jtb.v3i2.113

Abstract

Christian education aims to build and live a Christian worldview, practice evangelism and equip oneself to live a more impactful life based on the Bible's metanarrative. Christian education must be able to integrate interrelated learning faiths that impact not only academic matters but also character change. An effective Christian education enables one to study the history of Christianity, both past and present; develop skills to practice faith; reflect a conscious life of the truth of the Christian faith; and maintain the sensitivity needed to live as God's people, helping a sinner to realize his sinfulness which is marked by a change in his image to become like Christ. A good Christian education will be very accommodating to implementing the Pancasila student profile launched by the government. Contextual Christian education will succeed in the government's plan to achieve it and will help Christian schools to maintain their existence amid existing challenges. AbstrakTujuan pendidikan Kristen adalah membangung dan menghidupi Christian world view,  menjalankan penginjilan dan memperlengkapi diri untuk hidup berdasarkan metanarasi Alkitab yang lebih berdampak. Pendidikan Kristen harus mampu mengintegrasikan antara iman pembelajaran yang saling berketerkaitan yang berdampak tidak hanya pada hal akdemis tetapi juga perubahan kharakter. Pendidikan Kristen yang efektif memungkinkan seseorang mempelajari sejarah kekristenan, baik dimasa lalu maupun terkini; mengembangkan keterampilan untuk mempraktekan iman; merefleksikan hidup yang sadar kebenaran iman Kristiani; dan memelihara kepekaan yang diperlukan untuk hidup sebagai umat Allah,  menolong seseorang yang berdosa menyadari keberdosaannya yang ditandai perubahan citra dirinya menjadi serupa dengan Kristus. Pendidikan Kristen yang baik akan sangat akomodatif terhadap impelmentasi profil pelajar Pancasila yang dicanangkan oleh oleh pemerintah. Pendidikan Kristen secara kontekstual akan menyukseskan rencana pemerintah dalam mencapainya dan akan menolong sekolah-sekolah Kristen untuk tetap mempertahankan eksistensinya di tengah-tengah tantangan yang ada.
1 Tes Create Jurnal Submite 1 terunasuper terunasuper
Jurnal Teruna Bhakti Vol. 1 No. 1 (2023): Tes Create Issue
Publisher : Jurnal Teruna Bhakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Test Deskripsi Jurnal Submit 1
Relevansi Filsafat dan Pendidikan Agama Kristen dalam Pembelajaran Anak Usia Dini Supit, Sugijanti
JURNAL TERUNA BHAKTI Vol 4, No 2: Pebruari 2022
Publisher : SEKOLAH TINGGI AGAMA KRISTEN TERUNA BHAKTI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to show that philosophy and Christian religious education are relevant in early childhood learning. An innovative collaboration between Christian values, experiential learning, and children's character growth provides a good foundation for holistic development in early childhood. This goal has been pursued by using a qualitative research method of literature study, resulting in an understanding that philosophy and Christian education make a positive contribution to early childhood learning in the form of a solid moral foundation while developing Christian character values that have an impact on the growth of faith in early childhood.  AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menunjukkan bahwa filsafat dan pendidikan agama Kristen memiliki relevansi yang penting dalam konteks pembelajaran anak usia dini. Kolaborasi yang cerdas antara nilai-nilai Kristen, pembelajaran berdasarkan pengalaman, dan pertumbuhan karakter anak memberikan tempat pijakan yang baik bagi perkembangan secara holistik bagi anak usia dini. Tujuan tersebut telah ditempuh dengan menggunakan metode penelitian kualitatif studi kepustakaan, sehingga menghasilkan suatu pemahaman bahwa filsafat  dan pendidikan Kristeni memberikan sumbangan positif dalam pembelajaran anak usia dini, berupa landasan moral yang kuat sambil mengembangkan nilai-nilai karakter Kristen yang berdampak pada pertumbuhan iman anak usia dini. 
Religious Moderation and Hospitality in the Context of Jeremiah 29:7 Silaban, Tri Oktavia Hartati; Sitorus, Herowati
JURNAL TERUNA BHAKTI Vol 6, No 1: Agustus 2023
Publisher : SEKOLAH TINGGI AGAMA KRISTEN TERUNA BHAKTI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47131/jtb.v6i1.194

Abstract

A multicultural and multireligious society demands the existence of social harmony that underlies the order of life together. Therefore, it is necessary to take proactive actions to achieve inclusive togetherness among religious communities. The teaching of Jeremiah 29:7 provides instructions for taking that proactive action. The verse instructs His people to "seek the welfare of the city where they live" and "pray for the city to the LORD." In this view, religious moderation and hospitality are the keys to achieving this goal. This article is qualitative research to examine the biblical-theological ideas in Jeremiah 29:7. This study aims to strengthen the understanding of religious moderation and hospitality in the context of Jeremiah 29:7. The results of the study show that religious moderation and hospitality refer to respect for religious beliefs and the beliefs of other people without ignoring one's own religious identity. In addition, hospitality emphasizes the importance of sharing compassion and understanding when serving others.
Pelayanan Konseling Pastoral dengan Logoterapi: Sebuah Pendekatan pada Makna Hidup Penderita Systemic Lupus Erithematosus (SLE) Ria, Natal; Hermanto, Yanto Paulus
JURNAL TERUNA BHAKTI Vol 6, No 1: Agustus 2023
Publisher : SEKOLAH TINGGI AGAMA KRISTEN TERUNA BHAKTI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47131/jtb.v6i1.75

Abstract

Pastors as counselors are essential in providing pastoral counseling assistance to people with lupus. This research aims to answer the church's challenge of pastoral counseling services and psychological approach methods for Odapus to have a meaningful life. The qualitative research is a literature review to answer how pastoral counseling services and Victor E. Frankl's logotherapy approach are used to give patients a more meaningful life. The discussion results explain that pastors must carry out pastoral counseling services such as fostering good relationships and creating trust, being open to problems, encouraging joint evaluation, and conclusions containing steps that must be taken. Viktor E. Frankl's logotherapy methods, such as Deflection, Paradoxical Intention, and Medical Ministry, are ways to help Odapus find meaning in life. From the discussion, it is concluded that the congregation's pastor needs to take steps to help the Odapus face their illness. Abstrak Gembala sebagai konselor berperan penting melakukan pendampingan konseling pastoral kepada penderita lupus. Penelitian ini bertujuan untuk menjawab tantangan gereja bagaimana pelayanan konseling pastoral dan metode pendekatan psikologis odapus agar memiliki hidup yang bermakna. Adapun penelitian kualitatif berupa kajian pustaka untuk menjawab bagaimana pelayanan konseling pastoral dan pendekatan logoterapi Victor E.Frankl yang digunakan sehingga penderita memiliki hidup yang lebih bermakna ?. Hasil pembahasan menjelaskan bahwa langkah-langkah yang harus dilakukan gembala adalah melakukan pelayanan konseling pastoral seperti: tahap membina hubungan baik dan menciptakan rasa percaya, terbuka terhadap masalah, mendorong evaluasi bersama serta kesimpulan berisi langkah yang harus diambil. Metode logoterapi Viktor E. Frankl seperti: dereflection, paradoxical intention, medical ministry merupakan cara untuk membantu odapus menemukan kebermak-naan hidup. Dari pembahasan maka diperoleh kesimpulan bahwa gembala sidang jemaat perlu melakukan langkah-langkah dalam menolong odapus menghadapi penyakitnya.
Peran Guru Pendidikan Agama Kristen dalam Menanamkan Sikap Inklusif Generasi Z Putri, Ribka Rahelni; Undras, Indraldo; Marampa, Elieser R.; Triyanto, Yoel
JURNAL TERUNA BHAKTI Vol 6, No 1: Agustus 2023
Publisher : SEKOLAH TINGGI AGAMA KRISTEN TERUNA BHAKTI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47131/jtb.v6i1.135

Abstract

Radicalism is an ideology that causes an individual to have an extreme mindset in claiming the single truth of the religion he adheres to and using violence to spread it. This makes radicalism a significant threat, especially for Generation Z, because it can form highly radical groups that threaten the peace of society and bring division in a pluralistic society so the author, who works as a PAK teacher, is trying to prevent this radicalism from spreading to generation Z, predominantly Christian students. So, the author began to instill an attitude of inclusivism in PAK learning to prevent the entry of radicalism in the current generation Z. So this research aims to analyze the extent to which instilling an attitude of inclusivism can be used to prevent radicalism from entering Generation Z. So the author uses a descriptive qualitative research approach with a literature study method to analyze the extent to which instilling an attitude of inclusivism can be applied to PAK learning to prevent radicalism in generation Z. The results of this study show that it is important to instill an attitude of inclusivism in Generation Z through one, Teaching students always to love everyone and two, Teaching students an attitude of tolerance. Thus, an inclusive attitude helps students appreciate and respect each religious teaching in a pluralistic society. Abstrak Radikalisme merupakan paham yang membuat seorang individu memiliki pola pikir ekstrim dalam mengklaim kebenaran tunggal agama yang dianutnya dan dalam penyebarannya menggunakan kekerasan. Hal ini membuat radikalisme menjadi ancaman besar khususnya bagi generasi Z karena dapat membentuk kelompok radikal ekstrim yang mengancam kedamaian masyarakat serta membawa perpecahan dalam masyarakat majemuk maka penulis yang berprofesi sebagai guru PAK mengupayakan pencegahan paham radikalisme ini agar tidak menyebar pada generasi Z terkhusus siswa Kristen. Maka penulis mulai menanamkan sikap inklusivisme pada pembelajaran PAK untuk mencegah masuknya paham radikalisme di dalam diri generasi Z sekarang. Sehingga tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis sejauh mana penanaman sikap inklusivisme dapat digunakan dalam mencegah radikalisme masuk pada diri generasi Z. Maka penulis menggunakan pendekatan penelitian kualitatif deskriptif dengan metode studi pustaka untuk menganalisis sejauh mana penerapan penanaman sikap inklusivisme ini dapat diterapkan pada pembelajaran PAK untuk mencegah radikalisme pada generasi Z. Adapun hasil dari kajian ini menunjukkan bahwa pentingnya menanamkan sikap inklusivisme pada generasi Z melalui: Satu, Mengajarkan peserta didik untuk selalu mengasihi semua orang, dan dua, mengajarkan peserta didik sikap toleransi. Dengan demikian sikap inklusivisme bermanfaat untuk membantu peserta didik dalam menghargai dan menghormati setiap ajaran agama yang berbeda di tengah masyarakat majemuk.

Page 10 of 14 | Total Record : 133