cover
Contact Name
Prananda anugrah
Contact Email
prananda.anugrah@um.ac.id
Phone
+6281331386404
Journal Mail Official
journal.jp2t@gmail.com
Editorial Address
Universitas Negeri Malang Jl. Semarang No.5, Kota Malang Jawa Timur, Indonesia.
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Pengabdian, Pendidikan dan Teknologi
ISSN : -     EISSN : 26861232     DOI : -
Core Subject : Education,
Focus and Scope Terbitan Berkala Ilmiah ini merupakan publikasi ilmiah di bidang pengabdian pendidikan dan teknologi kepada masyarakat dengan cakupan bidang: 1. Pembangunan manusia dan daya saing bangsa 2. Penerapat teknologi yang berbasi pengembangan sumber daya lokal 3. Pengelolaan wilayah pedesaan melaluim bidang pendidikan dan teknologi 4. Pengembangan pendidikan dan pembelajaran pada lembaga-lembaga pendidikan 5. Pengembangan teknologi berwawasan lingkungan 6. pendidikan, teknologi, sosial, pengembangan mitra serta integrasi nasional dan harmoni sosial
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 111 Documents
BANTUAN PERENCANAAN REDESAIN BALAI DESA SUPITURANG BERBASIS KONSEP SUSTAINABLE ARCHITECTURE DI DESA SUPITURANG, KECAMATAN KARANGPLOSO Dewi, Cynthia
Jurnal Pengabdian Pendidikan dan Teknologi (JP2T) Vol 3, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um080v3i22022p92-98

Abstract

Balai desa Supiturang merupakan bangunan multifungsi yang digunakan untuk mewadahi aktivitas warga desa Supiturang, kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang. Bangunan balai desa ini merupakan satu-satunya fasum yang dimiliki oleh masyarakat desa. Namun demikian, balai desa ini masih minim perhatian untuk pemeliharaan sehingga saat ini ada beberapa kerusakan di balai desa membutuhkan renovasi. Hal ini melatarbelakangi dilakukannya kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat meliputi desain zonasi (zoning) berdasarkan analisis konsep sustainable architecture, desain gambar kerja 2D dan visualisasi 3D. Kegiatan pengabdian ini dilakukan oleh tim pengabdian masyarakat FT UM berdasarkan hasil wawancara dengan kepala desa setempat. Hasil kegiatan pengabdian masyarakat ini berupa dokumen gambar kerja dan gambar visual 3D gedung balai desa. Diharapkan dari hasil perancangan ini dapat dimanfaatkan bagi masyarakat setempat dalam melaksanakan tahapan renovasi dan mengenal desain bangunan yang responsif terhadap iklim setempat sebagai respon konsep sustainable architecture.
BANTUAN PERENCANAAN GAPURA PINTU MASUK KE DUSUN BADUT KELURAHAN KARANGBESUKI KECAMATAN SUKUN KOTA MALANG Karyadi, Karyadi
Jurnal Pengabdian Pendidikan dan Teknologi (JP2T) Vol 3, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um080v3i22022p123-129

Abstract

Dusun Badut di Kelurahan Karangbesuki Kecamatan Sukun Kota Malang memiliki ikon Candi Badut. Dengan demikian maka Dusun ini memiliki potensi untuk menjadi kampung tematik dengan tema Kampung Kepurbakalaan. Untuk mewujudkan tema tersebut perlu dibangun berbagai infrastruktur yang salah satunya adalah gapura pada pintu masuk ke Dusun tersebut. Gapura dengan menampilkan karakteristik Dusun Badut akan memberi pesan kepada siapapun yang melewati daerah tersebut tentang adanya Kampung Tematik.Untuk keperluan ini Tim Pelaksana Pengabdian Kepada Masyarakat dari Jurusan Teknik Sipil Universitas Negeri Malang telah membantu perencanaanya dengan hasil: (1) gambar arsitektural, (2) gambar struktural, dan (3) rencana anggaran beaya.
PKM PENERAPAN RECIRCULATING AQUACULTURE SYSTEM UNTUK PENGELOLAAN AIR DAN KESEHATAN IKAN BERKELANJUTAN DI POKDAKAN ROI LELE KABUPATEN MALANG Yanuhar, Uun; Wuragil, Dyah Kinasih; Suryanto, Heru; Mufidah, Rhobithotus; Fauliza, Tifa; Wardani, Nezya Pramudya; Pahlefi, Reval; Adhitya, Dewa Sukma Trinanda; Caesar, Nico Rahman
Jurnal Pengabdian Pendidikan dan Teknologi (JP2T) Vol 3, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um080v3i22022p159-165

Abstract

Pemeliharaan ikan lele yang dilakukan pembudidaya di Pokdakan ROI Lele sebagian besar tidak melakukan upaya pengelolaan kualitas air seperti, filtrasi, sirkulasi maupun penggantian air (water exchange). Hal ini menyebabkan penurunan mutu air sebagai akibat dari penumpukan sisa pakan maupun feses ikan serta sisa hasil metabolisme lainnya. Lingkungan perairan merupakan suatu hal yang sangat berperan penting dalam pertumbuhan ikan lele (Clarias sp.). Oleh karena itu, perlu adanya manajemen lingkungan dan kesehatan pada pemeliharaan ikan lele (Clarias sp.). Keberhasilan suatu usaha budidaya sangat erat kaitannya dengan kondisi lingkungan yang optimum untuk kelangsungan hidup dan pertumbuhan ikan yang dipelihara. Setelah Tim PKM Mengidentifikasi pemecahan masalah yang ada, maka kegiatan pemecahan atau pengembangan yang dilakukan harus sesuai dengan kebutuhan yakni dengan menerapkan teknologi Recirculating Aquaculture System (RAS) pada kolam budidaya ikan di Pokdakan ROI Lele.  Dalam penerapan sistem RAS, penggunaan filtrasi air sangat menentukan keberhasilan sirkulasi air. Pada progam PKM ini akan menggunakan Filtrasi air terdiri dari filter mekanis, filter biologi dan filter kimia. Hasil dari kegiatan pengabdian masyarakat PKM terhadap mitra adalah Pengetahuannya meningkat, keterampilannya meningkat, kapasitas produksi meningkat dan keuntungannya meningkat.
IMPLEMENTASI EFISHERY SMART FEEDER SEBAGAI INOVASI PENGONTROL DAN PEMBERI PAKAN OTOMATIS Puspitasari, Poppy
Jurnal Pengabdian Pendidikan dan Teknologi (JP2T) Vol 3, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um080v3i22022p99-105

Abstract

Budidaya ikan sudah dengan mudah kita jumpai diberbagai daerah karena kecendrungan masyarakat yang mengkonsumsi ikan, selain itu dalam budidaya ikan juga tidak memerlukan usaha yang ekstra namun harus dengan perhatian yang cukup. Seringkali budidaya ikan gagal dalam hasil panen karena beberapa kendala seperti biaya produksi yang terlalu tinggi yang dikarenakan overfeeding, hal ini juga akan membuat kualitas air menjadi jelek. Ibu Hunaebah juga mengalami hal serupa, karena pemberian pakan yang tidak terkontrol membuat hasil panen tidak menguntungkan. Tim PKM UM memperkenalkan eFishery Smart Feeder sebagai pengontrol dan pemberi pakan otomatis, tim mendatangi lokasi mitra untuk menyerahkan eFishery dan memberikan sosialisasi tentang penggunaan eFishery. Nantinya eFishery akan memberikan pakan secara otomatis sesuai waktu yang sudah ditentukan melalui aplikasi, penentuan ini sangat fleksibel mulai dari jumlah pakan hingga hingga frekuensi pemberian pakan. Data pemberian pakan juga akan tercatat dalam sistem dan dengan mudah dikontrol langsung oleh mitra melalui smartphone, adanya eFishery ini diharapkan akan membantu mitra untuk mengontrol pemberian pakan dan mendapatkan hasil panen yang maksimal.
WARALABA SEBAGAI SARANA EKSPANSI USAHA FOOD STREET MIE AYAM WONOGIRIAN Megasari, Rizza; Rachmawati, Dian; Putri, Rizky Dwi
Jurnal Pengabdian Pendidikan dan Teknologi (JP2T) Vol 3, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um080v3i22022p130-134

Abstract

Permasalahan yang dihadapi oleh UKM Mie Ayam Wonogirian dapat dijabarkan sebagai berikut: (1) Aspek Manajemen, setelah membuka cabang kemudian menutupnya dan membuka cabang kembali pada lokasi yang berbeda, terlihat perlunya pengaturan pengelolaan manajerial pada UKM Mie Ayam Wonogirian terhadap keberlangsungan usaha. (2) Aspek Pemasaran dan Produksi, pemasaran dari mulut ke mulut memang menambah pelanggan, namun karena persaingan dalam industri makanan yang ketat perlu adanya pemasaran yang gencar melalui sosial media dengan memanfaatkan endorsement kuliner lokal di Kota Malang. Berdasarkan permasalahan diatas, maka solusi yang ditawarkan diantaranya adalah melakukan pendampingan pembuatan Waralaba Mie Ayam Wonogirian untuk menarik investor sebagai langkah dalam peningkatan dan perluasan usaha. kegiatan pendampingan Waralaba dilakukan dengan pembuatan prospektus usaha, pembuatan struktur organisasi yang jelas, pendaftaran merek untuk meningkatkan kepercayaan konsumen dan investor terhadap keberlangsungan usaha. Metode pelaksanaan kegiatan pengembangan UKM ini dilakukan melalui FGD (Focus Group Discussion), pendampingan dan sosialisasi untuk mencapai target pelaksanaan pengembangan UKM Mie Ayam Wonogirian.
IMPLEMENTASI TEKNOLOGI MESIN PENCACAH SAMPAH TIPE CRUSHER DALAM UPAYA PENINGKATAN PERKEMBANGBIAKAN MAGGOT BAGI WARGA BINAAN LEMBAGA PERMASYARAKATAN 1 KOTA MALANG Widiyanti, Widiyanti; Edy, Duwi Leksono
Jurnal Pengabdian Pendidikan dan Teknologi (JP2T) Vol 3, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um080v3i22022p106-111

Abstract

Lembaga Permasyarakatan (Lapas) merupakan lembaga dibawah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia yang memiliki tugas dan fungsi untuk membina dan mendidik napi supaya dapat kembali menjadi manusia yang memiliki kreatifitas, produktivitas dan berguna dalam masyarakatnya. Permasalahan yang timbul dalam lingkungan lapas antara lain: 1) Bagaimana cara memproduksi pelet pakan ikan dengan bahan dasar maggot yang masih di lakukan secara konvensional supaya terjadi peningkatan produktivitas warga binaan di Lapas Lowokwaru Kota Malang, 2) Bagaimana meningkatkan kualitas hasil produksi pelet ikan bahan dasar maggot yang dapat bersaing di pasar lokal, 3) Bagaimana proses produksi pelet ikan yang memiliki standart sehingga kualitas dan kuantitas tetap terjaga. Solusi permasalahan yang dihadapi mitra antara lain: 1) Penerapan inovasi teknologi mesin pelet ikan yang dapat mempercepat proses produksi dengan kualitas dan kuantitas siap bersaing di pasar lokal, 2)Pembuatan SOP proses produksi pelet ikan yang sesuai standart. Hasil dari kegiatan ini dalam proses produksi mengalami peningkatan, hal ini dapat dilihan dimana yang selama ini proses produksi dilakukan secara manual, dengan menggunakan mesin pellet ini proses produksi dapat menghasilkan 150-200 kg per jam.
TEKNOLOGI HULLER–PULPER 2-IN-1 KOPI UNTUK MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS UMKM KAMPOENG KOPI DI DESA SUMBERDEM, KABUPATEN MALANG Pradana, Yanuar Rohmat Aji
Jurnal Pengabdian Pendidikan dan Teknologi (JP2T) Vol 3, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um080v3i22022p135-143

Abstract

Sebagai upaya untuk mengatasi kekurangan tersebut diperlukan adanya alat pengelupas (pemecah) kulit buah kopi yang dinamakan huller and pulper 2-in-1, dengan tujuan meningkatkan efisiensi waktu dan biaya operasional pada proses tersebut. Selain itu, untuk mengatasi aspek pemasaran yang optimal, sharing info soal foto produk kopi dan media instagram toko akan dilaksanakan sebagai sarana pemasaran atau pemasangan iklan produk. Dengan upaya tersebut diharapkan UMKM mampu meningkatkan pendapatan usahanya. Metode pelaksanaan yang direncanakan berjalan 9 bulan mencakup pemecahan masalah aspek manajemen dan produksi, meliputi: (1) analisis kebutuhan mitra, (2) perancangan mesin huller and pulper (3) fabrikasi dan uji coba mesin (4) pelatihan/transfer teknologi, (5) penerapan mesin kepada mitra dan (6) monitoring dan evaluasi
IMPLEMENTASI MESIN MEJA PUTAR ELEKTRIK BAGI WARGA DESA PAGELARAN KEC. PAGELARAN KAB. MALANG UNTUK PENINGKATAN HASIL PRODUKSI GERABAH Edy, Duwi Leksono
Jurnal Pengabdian Pendidikan dan Teknologi (JP2T) Vol 3, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um080v3i22022p81-86

Abstract

Desa pagelaran merupakan sebuah desa yang terdapat di kecamatan pagelaran Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur, Indonesia. Masyarakat desa pagelaran merupakan penghasil gerabah seperti vas bunga, cobek, kendi, dll. Hasil kerajinan gerabah masyarakar pagelaran banyak dijual ke wilayah Pasuruan termasuk Kalimantan, Bali dan Lumajang. Permasalahan yang timbul dalam lingkungan lapas antara lain: 1) Bagaimana cara peningkatan hasil produksi gerabah masyarakat desa Pagelaran kabupaten Malang, 2) Bagaimana meningkatkan kualitas hasil produksi gerabah yang dapat bersaing di pasar lokal, 3) Bagaimana proses produksi gerabah di desa Pagelaran yang memiliki standart sehingga kualitas dan kuantitas tetap terjaga. Hasil kegiatan pengabdian masyrakat yang dilakukan dan diterapkan di Desa Pagelaran terdapat peningkatan hasil produksi gerabah melalui penggunaan mesin meja putar elektrik semakin meningkat. Dengan bervariasinya hasil produk gerabah yang dihasilkan maka peminat konsumen terhadap hasil gerabah akan semakin tinggi. Hal ini yang sekarang mulai ditingkatkan oleh Desa Pagelaran dalam produksi gerabah
PENINGKATAN HASIL PRODUKSI GERABAH MELALUI PENERAPAN MESIN HAMMER MILL BAGI WARGA DESA PAGELARAN KEC. PAGELARAN KAB. MALANG Yoto, Yoto; Edy, Duwi Leksono; Marsono, Marsono
Jurnal Pengabdian Pendidikan dan Teknologi (JP2T) Vol 3, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um080v3i22022p112-117

Abstract

Desa pagelaran merupakan sebuah desa yang terdapat di kecamatan pagelaran Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur, Indonesia. Masyarakat desa pagelaran merupakan penghasil gerabah seperti vas bunga, cobek, kendi, dll. Hasil kerajinan gerabah masyarakar pagelaran banyak dijual ke wilayah Pasuruan termasuk Kalimantan, Bali dan Lumajang. Permasalahan yang timbul dalam lingkungan lapas antara lain: 1) Bagaimana cara peningkatan hasil produksi gerabah masyarakat desa Pagelaran kabupaten Malang dengan pengolahan limbah gerabah?, 2) Bagaimana meningkatkan kualitas hasil produksi gerabah yang dapat bersaing di pasar lokal, 3) Bagaimana proses produksi gerabah di desa Pagelaran yang memiliki standart sehingga kualitas dan kuantitas tetap terjaga. Solusi permasalahan yang dihadapi mitra antara lain: 1) Penerapan inovasi teknologi mesin hummer mill yang dapat mengolah limbah gerabah, 2)Pembuatan SOP proses produksi gerabah yang sesuai standart. Hasil dari kegiatan PKM ini dimana mitra sudah secara efektif mengelolah limbah gerabah yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan dasar pembuatan gerabah. Proses pengolahan limbah gerabah dengan menggunakan mesin hummer mill bisa mencapai kurang lebih 500 kg per 15 menit. Dengan pemanfaatan mesin ini diharapkan masyarakat bisa lebih mengembangkan olahan limbah gerabah yang sudah tidak terpakai lagi.
PELATIHAN TANGGAP BENCANA GEMPA BUMI SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN LITERASI MITIGASI BENCANA SISWA SD NEGERI 4 KEDOYO KABUPATEN TULUNGAGUNG Pratama, M. Mirza Abdillah; Hadhinata, Christian; Yudho Putri, Julieta Eka; Wahyuni, Kartika Indah; Mufida, Ummi Afifatul; Fadya, Syafa Aqilla; Dewi, Cynthia Permata; Ichwanto, Muhammad Aris
Jurnal Pengabdian Pendidikan dan Teknologi (JP2T) Vol 3, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um080v3i22022p144-152

Abstract

Gempa bumi menjadi salah satu bencana yang sering terjadi di Indonesia, tidak terkecuali di Jawa Timur. Bencana ini juga biasa menimbulkan dampak yang serius, mulai kerusakan bangunan hingga korban jiwa. Oleh karena itu, perlu adanya upaya untuk meminimalisasi adanya dampak tersebut dengan upaya mitigasi di lingkungan sekolah dasar (SD). Namun, terdapat beberapa SD yang belum memiliki fasilitas mitigasi gempa bumi. Tujuan dari pelaksanaan pengabdian ini yaitu untuk menambah pengetahuan mengenai literasi mitigasi gempa bumi dengan melakukan sosialisasi, simulasi, dan pemasangan rambu-rambu evakuasi. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini dimulai dengan menganalisis kebutuhan, dilanjutkan dengan perencanaan desain pra kegiatan, pelaksanaan kegiatan, hingga pasca kegiatan pengabdian. Pengabdian ini dilaksanakan pada hari Jum’at, 30 September 2022 di SD Negeri 4 Kedoyo dan diikuti oleh 15 peserta dari kalangan siswa kelas IV hingga VI. Pelaksanaan kegiatan dimulai dengan persiapan ruangan, pemasangan fasilitas mitigasi gempa bumi yang dilanjutkan dengan pengisian kuesioner pretest. Setelah itu, pelaksanaan sosialisasi materi mitigasi gempa bumi, permainan kartu, dan simulasi evakuasi saat dan pasca terjadi gempa bumi. Kegiatan diakhiri dengan pengisian kuesioner post-test dan foto bersama. Hasil evaluasi pengisian kuesioner didapatkan terjadi peningkatan pengetahuan dan pemahaman peserta mengenai mitigasi gempa bumi sebesar 40,67 persen untuk indikator penguasaan materi kegempabumian dan 36,67 persen untuk indikator simulasi evakuasi saat dan pasca terjadi gempa bumi para peserta.

Page 7 of 12 | Total Record : 111