cover
Contact Name
Anis Hidayatul Imtihanah
Contact Email
jurnalelwasathiya@gmail.com
Phone
+682136673531
Journal Mail Official
jurnalelwasathiya@gmail.com
Editorial Address
STAINU MADIUN JL. JEND. SUDIRMAN, NO. 08 MADIUN
Location
Kota madiun,
Jawa timur
INDONESIA
El-Wasathiya: Jurnal Studi Agama
ISSN : 23389648     EISSN : 2527631X     DOI : -
El-Wasathiya: Journal of Religious Studies is a scientific journal which contains articles and working papers that discuss about religious studies in a portrait of the contemporary problems of the Ummah. The El-Wasathiya Journal was published by the Research and Community Service Center (P3M) of the Nahdlatul Ulama Islamic High School (STAINU) Madiun. The El-Wasathiya Journal is published once a semester or two editions in one year.
Articles 181 Documents
REVITALISASI ESENSI HUKUM PERKAWINAN PERSPEKTIF PENGADILAN AGAMA DI INDONESIA (Rekontruksi Pemahaman Tujuan Perkawinan Sebagai Paradigma Kritis terhadap Fenomena Maraknya Gugat Cerai yang Dilakukan TKW di Pengadilan Agama) Toni, Agus
El-Wasathiya: Jurnal Studi Agama Vol. 7 No. 1 (2019)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1301.321 KB) | DOI: 10.5281/zenodo.3522913

Abstract

Abstrak: Sebagai sunatullah yang berlangsung dalam kehidupan masyarakat memiliki kontribusi terhadap perkembangan dan dalam hal mempertahankan klain kehidupan manusia. Perkawinan yang baik dan sah dalam konteks regulasi positif dan normatif bersandar pada kesamaan akidah meskipun terdapat pernyataan yang disyartakan dalam kebiasaan di struktur masyarakat seperti kesamaan dalam strata sosial. Sebagai konsekwensi logis dalam perkawinan adalah terwujudnya tatanan keluarga dan masyarakat yang harmonis secara absolut. Akan tetapi sebuah tujuan dari perkawinan tersebut dalam perjalanannya mengalami kendala yaitu perceraian dengan berbagai faktor yang melatar belakangi seperti jarangnya komunikasi antar pasangan, jarak yang begitu jauh, faktor ekonomi dan adanya pihak ketiga. Meskipun perceraian adalah suatu hal perlu dijauhi namun kondisi tersebut terkadang menjadi tuntunan untuk dilakukan sebagai alternatif dalam menyelesaikan masalah keluarga setelah mediasi tidak menemukan titik penyelesaian. Aspek alternatif terakir sebagai solusi penyelesaian masalah dalam keluarga, perceraian menjadi indikator terhadap keretakan dalam menjaga dan membangun esensi keharmonisan keluarga. Terlepas dari perubahan kultur masyarakat yang syarat akan pemenuhan kebutuhan ekonomi dan pergaulan, menjadi dasar akan pentingnya pemahaman kembali terhadap fungsi dan tujuan pernikahan oleh masyarakat menjadi langkah kongkrit diawal seseorang dalam memutuskan untuk menikah. Kata Kunci: Perkawinan, Perceraian, Esensi.
PENGARUH FEMINISME TERHADAP CERAI GUGAT DI PENGADILAN AGAMA Toni, Agus
El-Wasathiya: Jurnal Studi Agama Vol. 7 No. 2 (2019)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3369.271 KB) | DOI: 10.35888/el-wasathiya.v7i2.3824

Abstract

Islam sebagai agama yang dapat memayungi setiap kepentinganmanusia dalam menjaga dan memperjuangkan hak-haknya. Sebagai agamasamawi yang fungsi ajaranya dapat dirasakan oleh seluruh makhluk terlebih olehmanusia tanpa terkecuali menjustifikasi terhadap relevansi Islam sebagai agamarahmatan lil alamin. Diskriminasi pada manusia baik dalam kontek strata danstatus sosial merupakan perwujuadan perilaku egoisme superior yang berakibatpada pengebirian kebebasan pihak-pihak lemah. Perempuan sebagai manusia yangdiidentikkan sebagai sosok yang lemah dan inferior menjadi doktrinasi dalambudaya yang kurang sensitif terhadap ajaran agama yang menekankan persamaanderajat. Dalam realitanya ajaran Islam menolak akan diskriminasi sosial karenasetiap manusia memiliki hak yang sama dan adapun yang membedakan terletakpada tingkat ketaqwaannya. Oleh karena itu dalam masalah hukum keluargayang menyangkut pengambilan kemaslahatan dari solusi permasalahan sumi istridalam bentuk cerai gugat merupakan bagian peletakan syariat Islam dalammenjalankan fungsinya sebagai pembawa rahmat kepada manusia tanpa pilihkasih dan tanpa melihat faktor genderisasi. Pihak istri untuk memperjuangkannilai feminimisme nya diberi kebebasan untuk mengajukan gugatan dengan dalihsebagaimana yang undangkan baik dalam hukum positif, maupun hukum Islamsebagai legalitas yang secara formilnya.
MANAJEMEN PESERTA DIDIK BERBASIS PESANTREN DALAM PEMBENTUKAN KARAKTER (Studi atas MA Salafyah Mu’adalah Pondok Tremas Pacitan) Shaifudin, Arif; Nafi'i, Wildan
El-Wasathiya: Jurnal Studi Agama Vol. 7 No. 2 (2019)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (756.277 KB) | DOI: 10.35888/el-wasathiya.v7i2.3829

Abstract

Fenomena degradasi moral adalah bukti masih belum utuhnyapembinaan yang dilakukan sekolah kepada peserta didik, khususnya dalampenanaman karakter. Kemerosotan moral ini adalah tanggung jawab bersamaseluruh komponen bangsa. Oleh karena itu, MA Salafyah Mu’adalah PondokTremas Pacitan merasa berkewajiban untuk memberikan tawaran solusi, yaitudalam bentuk manajemen peserta didik berbasis pesantren dalam pembentukankarakter yang menjadi tema penelitian penulis. Penelitian ini bertujuan untukmendeskripsikan; (1) implementasi manajemen peserta didik berbasis pesantrendalam pembentukan karakter, (2) keberhasilan yang dicapai, dan (3) faktorpendukung dan penghambatnya. Penelitian ini didesain dalam bentuk penelitiankualitatif, dengan mengambil lokasi MA Salafyah Mu’adalah Pondok TremasPacitan. Metode pengumpulan datanya; observasi, interview, dan dokumentasi.Dan analisis model miles dan Huberman, yaitu analisis model interaktif.Hasilpenelitian menunjukkan bahwa, manajemen peserta didik berbasis pesantrendalam pembentukan karakter di MA Salafyah Mu’adalah menggunakan tigalangkah strategi, yaitu moral knowing, moral feeling, dan moral action, yangdalam aplikasinya menggunakan empat fungsi manajemen; (1) Perencanaan,(2) Pengorganisasian: membentuk struktur organisasi melalui Tim MajelisMa’arif. (3) Pelaksanaan: mencanangkan program-program, (4) Pengawasan.Faktor pendukung dan penghambatdigunakan analisis SWOT, ditemukan faktorpendukung: (a) motivasi kyai, ustadz, dan siswa yang menunjang, (b) iklim dantradisi pesantren yang mendukung, (c) fgurisasi kyai dan ustadz sebagai teladankonkrit, (d) program vokasional dengan media yang memadai, dan (e) komunikasiyang akrab antara lembaga dengan masyarakat. Faktor penghambat: (a) Komponenpendidikan belum sinergis, (b) tradisi peantren dengan corak kesederhanaannya, (c) minimnya budaya kritis, (d) efektivitas kegiatan belum merata, (e) budaya negatif dariluar
PENGGUNAAN METODE KOOPERATIF DAN MEDIA KOMPUTER UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERBICARA SISWA TUNAGRAHITA KELAS XI Rohmah, Kristiana Rizqi
El-Wasathiya: Jurnal Studi Agama Vol. 7 No. 2 (2019)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (651.982 KB) | DOI: 10.35888/el-wasathiya.v7i2.3830

Abstract

Siswa tunagrahita merupakan siswa dengan kekurangan IQ yang dapatmenghambat perkembangan otak. Siswa tunagrahita memiliki beberapa klasifkasiyaitu; ringan, sedang, berat. Klasifkasi tersebut berdasarkan tingkat IQ siswa.Pada sekolah yang peneliti gunakan sebagai bahan penelitian, siswa tunagrahitayang ada termasuk dalam tunagrahita sedang. Jadi, mereka tidak perlu penangananyang terlalu serius karena sebenarnya mereka sedikit demi sedikit masih bisamemahami pembelajaran yang diberikan guru. Tetapi, pembelajaran tersebut akanmembuat mereka bingung kalau tidak diberikan contoh yang membuat merekatertarik dengan pembelajaran. Salah satunya dengan metode kooperatif danmedia komputer. Guru bisa menggunakan kedua alat tersebut untuk membuatsiswa menjadi aktif dan bisa mengikuti instruksi guru. Memang benar hasil yangditunjukkan, siswa mengalami peningkatan dalam hal keaktifan dan nilainya.Meskipun mungkin nilai yang diperoleh tidak sebagus siswa normal tetapi dengansiswa mengikuti pembelajaran dari awal sampai akhir dan bisa mengikuti inetruksiguru dengan benar sudah menunjukkan bahwa siswa tersebut mampu dan berhakmendapat nilai. Masalah angka itu tidak perlu diperdebatkan, karena dari segi IQnya saja juga sudah berbeda.
STRATEGI PEMASARAN MADRASAH DINIYAH DALAM UPAYA MENINGKATKAN JUMLAH MURID (Studi Kasus Madrasah Diniyah Darul Ulum Mangunsuman) Mardayanti, Mella; Muttaqin, Amirul
El-Wasathiya: Jurnal Studi Agama Vol. 7 No. 2 (2019)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (548.735 KB) | DOI: 10.35888/el-wasathiya.v7i2.3831

Abstract

Peningkatan jumlah murid dapat dijadikan acuan tanda keberhasilanmadrasah dalam menjalankan perannya sebagai lembaga pendidikan. Dimanasemakin baik produk dan layanan dari sebuah lembaga pendidikan maka akansemakin baik citra dan pandangan masyarakat terhadap lembaga pendidikantersebut. permasalahan menurunnya jumlah murid pendaftar terhadap madrasahmenandakan berkurangnya tingat kepercayaan masyarakat terhadap sebuahlembaga pendidikan, sehingga harus segera dicarikan solusinya. Hal ini terjadi diMadrasah Diniyah Darul Ulum Mangunsuman dimana terdapat penguranganjumlah pendaftar dibeberapa tahun terakhir.Jenis penelitian yang digunakanadalah penelitian kualitatif dengan analisis logis dimana pengambilan datamenggunakan wawancara, obeservasi, dan dokumentasi. Sedangkan dalammenentukan kredibelitas data menggunakan teknik triangulasi, dilanjutkandengan analasis data dengan pengumpulan data, reduksi data, penyampaian data,dan penarikan kesimpulan.Hasil penelitian terkait strategi pemasaran madrasahdiniyah ini dilakukan untuk mengatasi masalah madrasah terkait denganjumlah murid pendaftar yang kian berkurang pada 3 tahun terakhir. Sedangkanimplementasinya strategi pemasaran yakni dengan menerapkan konsep bauranpemasaran 7P (product, price, place, promotion, people, process, dan physicalevidence) dengan hasil dapat meningkatkan jumlah murid pendaftar sebanyak 13murid, meskipun masih belum mencapai kuota yang disediakan yakni sebanyak20 kursi.
RELASI HIPONIM (ISYTIMAL) SUBORDINAT DAN SUPERORDINAT DALAM SEMANTIK LEKSIKOLOGI Kuswoyo, Kuswoyo
El-Wasathiya: Jurnal Studi Agama Vol. 7 No. 2 (2019)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (596.325 KB) | DOI: 10.35888/el-wasathiya.v7i2.3832

Abstract

Hubungan makna antara hipernim sebagai makna umum denganhiponim sebagai makna khusus yang hubungan keduannya bersifat searah, yangmana hiponim ini akan menjadi hipernim apabila ditemukan makna yang lebihkhusus dari hiponim tersebut dan begitu seterusnya. Hubungan antara leksemleksem yang merupakan hiponim dengan leksem yang memayunginya (lekseminilah yang biasa diistilahkan superordinat) disebut dengan hiponimi, sementaraitu hubungan antara leksem yang satu dengan leksem yang lain yang sama-samasebagai hiponim disebut dengan kohiponim. Sebutan mawar, melati, dahlia, dansejenisnya adalah hiponim dari bunga dan bunga merupakan superordinat atauhipernim dari mawar, dahlia, melati, dan lain sebagainya. Dalam tulisan ini akanmembahas lebih dalam bagaimana relasi dari keduanya dalam kajian semantik.Kata Kunci: hiponim, semantik, superordinat, subordinat.
BAHASA DAN PIKIRAN Hamdan, Muhammad; Huda, Muhammad Muchlish
El-Wasathiya: Jurnal Studi Agama Vol. 7 No. 2 (2019)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (795.351 KB) | DOI: 10.35888/el-wasathiya.v7i2.3833

Abstract

Bahasa merupakan rangkain bunyi yang mempunyai maknaterrtentu. Rangkain bunyi yang dikenal sebagai kata, melambangkan suatukonsep. Kumpulan lambang bunyi, dalam pemikirannya, tidak terlepas dariyang satu dengan yang lainnya. Kata-kata itu kemudian dipergunakan dalamsuatu sistem yang terpola. Walaupun bunyi-bunyi bahasa itu di gunakan sudahbenar dan sesuai dengan konvensi (kesepakatan pengguna bahasa), tetapi bilahubungan antar kata-katanya itu tidak berpola, maka proses komunikasi tidakakan berjalan dengan baik. Semenata Pikiran bisa dikatakan sebagai prosespengolahan stimulus yang berlangsung dalam domain representasi utama. Prosestersebut dapat dikatagorikan sebagai proses perhitungan (computational process).Dalam prakteknya bahasa digunakan sebagai media manusia untuk berpikirsecara abstrak yang memungkinkan objek-objek faktual ditransformasikan kedalam simbol-simbol abstrak. Dengan adanya bahasa kita dapat memikirkansesuatu meskipun objek yang kita pikirkan itu tidak berada di dekat kita.Dengan simbol-simbol bahasa yang abstrak, manusia dapat memikirkan sesuatusecara terus-menerus dan kemudian mewariskan pengalamannya itu kepadagenerasi-generasi berikutnya. manusia dapat pula mengkomunikasikan sesuatuyang dipikirkan dan dapat pula belajar sesuatu dari orang lain. Terdapatbeberapa pengelompokan keterkaitan bahasa dengan Pikiran, yaitu: (a) BahasaMemengaruhi Pikiran. Pemahaman terhadap kata mempengaruhi pikirannyaterhadap realitas. Pikiran manusia dapat terkondisiikan oleh kata yang manusiagunakan. Tokoh yang mendukung hubungan ini adalah Benjamin Whorf dangurunya, Edward Sapir. (b) Pikiran Memengaruhi Bahasa.kemampuan manusiaberpikir muncul lebih awal ditinjau dari aspek evolusi dan berlangsung belakangandari aspek perkembangannya dibandingkan kemampuan menggunakan bahasa.(c) Bahasa dan pikiran saling mempengaruhibahasa dan pikiran pada tahap permulaan berkembang secara terpisah dan tidak saling mempengaruhi. Jadi, mulamula pikiran berkembang tanpa bahasa, dan bahasa mula-mula berkembang tanpapikiran. Lalu pada tahap berikutnya, keduanya bertemu dan saling bekerja sama,serta saling mempengaruhi.
DIASPORA MUSLIM ROHINGYA DI INDONESIA: Minoritas, Militansi dan Pencarian Identitas Dwijayanto, Arik; Fathoni, Khoirul; Afif, Yusmicha Ulya
El-Wasathiya: Jurnal Studi Agama Vol. 7 No. 2 (2019)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1011.02 KB) | DOI: 10.35888/el-wasathiya.v7i2.3834

Abstract

Identitas merupakan salah satu masalah utama dari Muslim Rohingya dalam menghadapi diskriminasi sosial dan kekerasan di Myanmar. Sebagian besar dari mereka tidak diakui sebagai warga negara meskipun mereka telah menetap di Myanmar selama beberapa generasi. Hal ini mendorong mereka menyeberang ke negara-negara Asia Tenggara, khususnya di Indonesia dan Malaysia sebagai tujuan negara-negara yang mayoritas Muslim. Di sisi lain krisis Rohingya telah memicu gerakan baru atas nama "jihad" oleh kelompok-kelompok Muslim militan. Tulisan ini membahas isu-isu krusial dari krisis Rohingya di Myanmar dan dampaknya di negara-negara lain khususnya di Indonesia. Pertama, tulisan ini akan menyajikan berbagai bukti sejarah kehadiran Rohingya di Myanmar sejak kemerdekaan kerajaan Arakan. Bukti-bukti ini menyaksikan bahwa Rohingya merupakan salah satu kelompok masyarakat adat di Arakan serta bagian dari negara-bangsa di Myanmar. Meskipun ada tekanan dari komunitas internasional, pemerintah Myanmar berulang kali menyangkal identitas Rohingya sebagai bagian dari identitas nasional Myanmar. Krisis Rohingya yang muncul sejak akhir abad ke-18 telah bergeser pada isu etnis dan agama. Tulisan ini menunjukkan fakta bahwa setelah penjajahan di Arakan, Rohingya menjadi kelompok minoritas dalam hal agama dan etnis. Kedua, artikel ini mendeskripsikan tentang konsep identitas Rohingya dalam hal agama dan etnis serta bagaimana identitas tersebut dikonstruksi di Myanmar. Terakhir, tulisan ini mengeksplorasi berbagai penyebab krisis Rohingya yang telah memicu munculnya gerakan baru atas nama "jihad" oleh kelompok-kelompok Muslim militan khususnya di Indonesia.
مهارة القراءة : محتواها وطريقة تدريسها (تجربة قسم اللغة العربية بالجامعة الإسلامية الحكومية) Munir, Moh.
El-Wasathiya: Jurnal Studi Agama Vol. 8 No. 1 (2020)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3641.375 KB) | DOI: 10.35888/el-wasathiya.v8i1.3928

Abstract

Abstrak: Salah satu keterampilan berbahasa yang empat adalah keterampilan membaca. Keterampilan ini meskipun dikatagorikan sebagai keterampilan berbahasa pasif, namun keterampilan ini merupakan keterampilan yang sangat penting terutama bagi mahasiswa jurusan pendidikan bahasa arab. Hal tersebut dikarenakan ia menjadi jendela untuk mengetahui dan memahami berbagai referensi dan literatur kebahasa araban yang mayoritas memang masih tertulis dengan Bahasa al-qur’an ini. Jurusan pendidikan bahasa arab IAIN Ponorogo dengan segala keterbatasannya telah berupaya untuk melakukan berbagai upaya agar pengajaran keterampilan ini berhasil sesuai goal yang diharapkan. Artikel sederhana ini akan mengurai hal tersebut dari dua sisi yaitu dari sisi content yang diajarkan dan metode yang digunakan. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan analisis model interaktif yang digagas oleh Miles dan Huberman, artikel ini menyimpulkan bahwa content keterampilan membaca yang diajarkan telah mengikuti teori Rushdī Ţu’aimah yang mengatakan bahwa content tersebut haruslah tertulis dengan bahasa arab fuşħâ, sesuai dengan kecenderungan dan usia pembelajar, serta terdiri dari berbagai kosa kata yang saling terkait. Di samping itu, metode yang digunakan adalah metode membaca yang dimulai dengan pengenalan bunyi bahasa dan diakhiri dengan pengungkapan content dengan bahasa arab oleh pembelajar.
PENDIDIKAN ISLAM UNTUK KEUTUHAN NEGARA KESATUAN REPUBLIK INDONESIA (NKRI) Shaifudin, Arif; Muhammad Muhlas
El-Wasathiya: Jurnal Studi Agama Vol. 8 No. 1 (2020)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3441.569 KB) | DOI: 10.35888/el-wasathiya.v8i1.3929

Abstract

Abstrak: Setiap agama pasti memiliki cita-cita yang baik untuk menjaga keutuhan seluruh pemeluknya, baik keutuhan dalam normatiftas agama, sosial, ekonomi, politik dan lain sebagainya.Hal ini memberikan arti bahwa tidak ada satu pun agama yang menghendaki perpecahan yang berimplikasi pada disintegrasi berbagai dimensi kehidupan umat. Islam sebagai agama mayoritas di Negara Indonesia juga memiliki visi dalam menjaga keutuhan dalam berbagai hal, termasuk dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.Di antara jalur yang ditempuh agama Islam dalam menjaga keutuhan Negara Indonesia adalah melalui pendidikan.Pendidikan Islam yang secara umum memiliki dua orientasi, yakni dunia dan akhirat menaruh perhatian yang besar dalam menjaga keutuhan Negara Indonesia. Bahkan Islam memandang bahwa mencintai negara merupakan bagian dari keimanan seorang muslim.Cinta terhadap negara disandingkan dengan iman yang merupakan bagian paling prinsip dalam pendidikan Islam menjadi bukti perhatian serius pendidikan Islam dalam menjaga Negara kesatuan republik Indonesia.

Page 10 of 19 | Total Record : 181