cover
Contact Name
Muhammad Affan Ramadhana
Contact Email
madaniyapustaka@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
madaniyapustaka@gmail.com
Editorial Address
Divisi Jurnal Pusat Studi Bahasa & Publikasi Ilmiah Palopo, Sulawesi Selatan, Indonesia
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Madaniya
ISSN : -     EISSN : 27214834     DOI : -
Madaniya (ISSN 2721-4834) adalah jurnal ilmiah yang menerbitkan artikel tentang pengabdian kepada masyarakat dalam perspektif multidisiplin ilmu. Jurnal ini merupakan wadah untuk para akademisi, praktisi, dan masyarakat untuk mengeksplorasi isu-isu dan praktik yang berkaitan dengan penelitian, implementasi teknologi, dan kebijakan tentang pemberdayaan masyarakat.
Articles 703 Documents
Pelatihan Model Pembelajaran Multiple Intelligences bagi Guru SMA LPP UMI Makassar Andi Puspitasari; Akmal Hamsa
Madaniya Vol. 3 No. 2 (2022)
Publisher : Pusat Studi Bahasa dan Publikasi Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53696/27214834.181

Abstract

Sebuah proses pembelajaran sebagai sistem dapat dipengaruhi dari berbagai faktor. Salah satunya yakni seorang guru yang menjadi pelaksana utama suatu pendidikan di lapangan. Kualitas dari seorang guru baik dilihat dari kualitas akademiknya maupun non akademik juga dapat ikut mempengaruhi kualitas dari proses pembelajaran. Untuk mewujudkan kualitas pembelajaran, perlu ditempuh upaya-upaya yang bersifat komperehensif terhadap kemampuan guru dalam mengembangkan model-model pembelajaran yang akan digunakan di dalam kelas. Model Pembelajaran Multiple intelligences merupakan model pembelajaran yang melibatkan kecerdasan siswa dalam mengelola kemampuan untuk memecahkan masalah atau melakukan sesuatu yang ada nilainya dalam kehidupan sehari-hari. Kecerdasan dari siswa bukanlah sesuatu yang bisa dilihat ataupun dihitung, namun melainkan adalah potensi sel otak aktif dan nonaktif tergantung dari pengalaman hidup setiap hari, baik dirumah, disekolah ataupun di tempat lain. Pelatihan ini dimaksudkan untuk meningkatkan kemampuan guru dalam hal penerapan model pembelajaran yang efektif dan menyenangkan dengan penerapan model pembelajaran multiple intelligences yang dapat dijadikan alternatif model pembelajaran yang menyenangkan di ruang-ruang kelas. Secara khusus, pelatihan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada guru SMA LPP UMI tentang pembelajaran yang efektif dan menyenangkan dengan penerapan model pembelajaran multiple intelligences, peningkatan kemampuan guru SMA LPP UMI Makassar dalam merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi dengan menggunakan model pembelajaran multiple intelligences, terimplementasinya model pembelajaran multiple intelligences di sekolah menengah atas sesuai dengan kondisi dan potensi yang dimiliki siswa. Metode yang digunakan dalam keseluruhan program pelatihan ini meliputi metode ceramah, tanya jawab, diskusi, latihan, dan pemberian tugas.
Pemberdayaan Karang Taruna dalam Meningkatkan Potensi Alam Desa Lonjokboko Kabupaten Gowa Ihramsari Akidah; Rizkariani Sulaiman
Madaniya Vol. 3 No. 2 (2022)
Publisher : Pusat Studi Bahasa dan Publikasi Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53696/27214834.182

Abstract

Karang taruna merupakan wadah pengembangan generasi muda nonpartisan, yang tumbuh atas dasar kesadaran dan rasa tanggung jawab sosial dari, oleh, dan untuk masyarakat khususnya generasi muda di wilayah desa/kelurahan atau komunitas sosial sederajat, yang terutama bergerak dibidang kesejahteraan sosial. Keberadaan kelompok pemuda yang tergabung dalam karang taruna di desa menjadi satu wadah inti, untuk menyamakan paradigma dan membangkitkan minat dan bakat agar memberdayakan para pemuda, hal ini tidak lepas dari dorongan pemerintah setempat dan masyarakat agar para pemuda karang taruna menjadi wadah produktif demi kemajuan dan kelestarian Desa Lonjoboko. Dilihat dari kondisi alam Desa Lonjoboko memiliki ragam kekayaan alam yang harusnya dapat dipelihara dan dikembangkan bahkan dapat dijadikan lahan pendapatan yang bernilai ekonomis bagi individu dan kelompok masyarakat setempat, lingkungan yang indah, air terjun hingga perbukitan serta tambang batu yang sangat menjanjikan. Hal inilah yang dijadikan dasar permasalan untuk diselesaikan sebagai upaya untuk tercapainya tujuan yang diharapkan. Salah satu desa yang kaya potensi alam tetapi belum dioptimalkan. Berdasarkan permasalahan mitra, maka permasalahan dapat diselesaikan dengan beberapa metode pendekatan, yakni observasi dan sosialisasi program dan tujuan; ceramah; diskusi; tukar pendapat dan tanggapan; dan evaluasi. Kegiatan workshop memberikan dampak yang baik terhadap peserta karang taruna. Hal tersebut dibuktikan dengan dengan antusias dari anggota karang taruna mengikuti workshop dan banyaknya pertanyaan yang masuk untuk mengetahui lebih lanjut lagi tentang pengembangan potensi alam di desa wisata Lonjokboko. Selain itu, adanya studi wisata yang dilakukan untuk melihat tempat-tempat yang baik untuk melakukan pengembangan potensi alam desa wisata dengan mengkombinasikan berbagai jenis produk wisata yang dimiliki Desa Lonjokboko seperti wisata air yang ada dan penggabungan antara wisata trekking dengan wisata spiritual, dimana paket penggabungan tersebut digabungkan dalam satu peta paket wisata.
Pengembangan Kemampuan Manajemen Guna Peningkatan Produktivitas Usaha Kuliner Jember Gusti Ayu Wulandari; Ema Desia Prajitiasari; Fivien Muslihatiningsih
Madaniya Vol. 3 No. 2 (2022)
Publisher : Pusat Studi Bahasa dan Publikasi Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53696/27214834.180

Abstract

Kuliner adalah usaha yang paling banyak memberikan peluang bagi pengusaha masa kini khususnya di masa pandemi. Pelaku usaha pada bisnis ini dituntut untuk banyak belajar tentang proses pengelolaan usaha yang mencakup kegiatan proses produksi, pengelolaan keuangan serta kegiatan pemasaran guna mempertahankan dan mengembangkan usaha kuliner hasil olahan ayam UMKM di Jember. Pengabdian ini bertujuan untuk memberikan pendampingan dan membantu memberi solusi terhadap permasalahan riil yang dihadapi mitra di bidang manajemen produksi, pemasaran dan keuangan secara sederhana untuk meningkatkan produktivitas penjualan dan pemasaran usaha kuliner itu sendiri. Tim pengabdian memberikan pendampingan bagaimana kegiatan produksi yang efektif dan efisien, pemanfaatan sosial media sebagai sarana promosi dan pemasaran, serta pencatatan keuangan sederhana. Dengan adanya pendampingan dan pemberian bantuan alat produksi sesuai kebutuhan mitra, kini mitra dapat berproduksi lebih banyak, memiliki akun sosial media sebagai sarana promosi dan pemasaran, serta membuat pencatatan keuangan sederhana agar mitra sendiri dapat mengetahui posisi modal dan laba usaha dengan lebih tepat.
Speak Up Confidently: Pelatihan English Public Speaking Bagi Siswa-Siswi English Club SMAN 1 Kotagajah E. Ngestirosa Endang Woro Kasih; Suprayogi Suprayogi; Dian Puspita; Rindi Nur Oktavia; Dimas Ardian
Madaniya Vol. 3 No. 2 (2022)
Publisher : Pusat Studi Bahasa dan Publikasi Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53696/27214834.189

Abstract

Kegiatan ekstrakurikuler yang melibatkan siswa merupakan salah satu kegiatan yang dapat meningkatkan kemampuan hard skill dan soft skill siswa. Akan tetapi, semenjak masa COVID-19, siswa memiliki keterbatasan dalam melakukan kegiatan pelatihan, terutama bagi siswa baru. Hal ini yang melatarbelakangi perlunya pelatihan ekstrakurikuler kembali untuk siswa English Club SMAN 1 Kotagajah. Pada era normal, sekolah ini seringkali mengikuti berbagai perlombaan Bahasa Inggris oleh siswa mereka. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian dilakukan dengan beberapa aktivitas; pelatihan speech, pelatihan storytelling, pelatihan newscasting. Berdasarkan kuesioner yang diberikan pada tiap divisi pelatihan, terlihat bahwa rerata pengetahuan dan kemampuan siswa meningkat setelah mengikuti pelatihan. Sebagai rekomendasi, kegiatan serupa dapat dilakukan secara mandiri dengan lebih intensif untuk memperoleh hasil lebih maksimah dengan poin kunci bahwa siswa memiliki tujuan latihan yang sama, kemandirian dalam belajar, dan keterbukaan terhadap masukan.
Pemanfaatan Lahan Kosong Untuk Pembuatan Aquaponik Sebagai Dapur Hidup di Dusun Sambirejo 1 Desa Sambirejo Kecamatan Saradan Kabupaten Madiun Vivi Rulviana; Tatang Ridho Nurgiyanto; Siti Irfani Fergianti; Florianus Widia Catur; Wiwin Andriani; Citra Yulindasari; Merlian Ristama; Rendy Masga Putra Prakasa; Nuraeni Dwi Wardani; Okta Nur Wahyu Pratama; Yoga Adi Pratama; Fanny Ruzaini Rahmanna Ari; M. Kholifahudin; Diana Kartika Dewi; Susiani Ananda Hariyanti; Werly Ichwan Riantirta
Madaniya Vol. 3 No. 3 (2022)
Publisher : Pusat Studi Bahasa dan Publikasi Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53696/27214834.186

Abstract

Dusun Sambirejo 1 memiliki potensi yang belum dikembangkan secara maksimal terutamanya tentang pemanfaatan dan pengelolaan lahan pekarangan rumah yang kebanyakan tidak dipergunakan sama sekali. Oleh sebab itu kegiatan ini bertujuan untuk memberikan wawasan dan pengembangan terhadap warga masyarakat Dusun Sambirejo 1 akan pentingnya pengelohan dan pengembangan lahan pekarangan rumah yang dapat dimanfaatkan untuk pembuatan aquaponik. Lahan yang kosong dapat dimanfaatkan menjadi dapur hidup dengan ketersediaan sayuran dan pemeliharaan ikan yang dikembangkan sendiri sehingga dapat dimanfaatkan atau didistribusikan untuk menggerakkan perekonomian. Kegiatan ini menggunakan metode deskriptif dan studi kasus untuk memecahkan masalah tersebut. Sasaran kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah warga Dusun Sambirejo 1 yang terdiri dari 5 RT dengan perwakilan setiap RT dengan dasawisma. Pengabdian ini dilaksanakan pada kegiatan KKN-T Kelompok 43 pada bulan Februari 2022 dengan dilakukannya sosialisasi dan demontrasi. Hasil pengabdian ini dapat memotivasi warga Dusun Sambirejo 1 untuk memanfaatkan lahan yang kosong untuk pembuatan aquaponik yang menciptakan dapur hidup yang lebih bermanfaat.
Peningkatan Kompetensi Manajemen Organisasi dan Administrasi Pengurus BUM Desa Lombo Kabupaten Sidenreng Rappang Sunandar Said; Aksal Mursalat; Asmila Asmila
Madaniya Vol. 3 No. 3 (2022)
Publisher : Pusat Studi Bahasa dan Publikasi Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53696/27214834.188

Abstract

Desa merupakan satuan wilayah terkecil dari negara yang memiliki kedekatan secara nyata dengan masyarakat sehingga desa dapat menjadi perwakilan negara dalam mengelola masyarakat secara langsung. Keberadaan BUM Desa diharapkan dapat menjadi motor penggerak perekonomian di desa sehingga pembangunan di desa dapat terlaksana sesuai dengan nawacita pemerintah yaitu membangun dari Desa. Selanjutnya kedudukan BUM Desa lebih diperkuat dalam Undang-Undang Nomor; 11 Tentang Cipta Kerja pada pasal (117) yang menyatakan bahwa BUM Desa merupakan badan hukum yang didirakan oleh desa mengelola usaha, memanfaatkan aset, mengembangkan investasi dan produktivitas, menyediakan jasa pelayanan, dan/atau menyediakan jenis usaha lainnya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Desa. Dengan kedudukan BUM Desa sebagai badan hukum, maka pengelolaannya harus dilaksanakan secara profesional agar dapat betul-betul memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi masyarakat. Profesionalisme dalam menjalankan sebuah organisasi, salah satu indikatornya adalah menjalankan fungsi-fungsi manajemen dengan baik. BUM Desa Karya Bersama Lombo sebagai mitra dalam pengabdian kepada masyarakat merupakan organisasi dalam masyarakat desa produktif secara ekonomi. Namun ada beberapa permasalahan yang dihadapi yaitu kemampuan manajemen organisasi pengurus yang masih kurang. Dengan permasalahan tersebut maka solusi yang ditawarkan adalah memberikan penyuluhan dan pelatihan manajemen kepada pengurus BUM Desa. Kegiatan pengabdian dilakukan di Desa Lombo Kecamatan Pitu Riase Kabupaten Sidenreng Rappang dengan sasaran adalah pengurus BUM Desa Karya Bersama Lombo. Pelaksanaan kegiatan dilakukan dengan beberapa tahapan yaitu, persiapan, penyuluhan, pendampingan dan evaluasi kegiatan. Setelah kegiatan dilaksanakan pengurus BUM Desa telah memahami cara pengelolaan BUM Desa serta mampu membuat dokumen-dokumen penting dalam pengelolaan BUM Desa. Pelaksanaan pendampingan BUM Desa diharapkan bisa lebih diperluas lingkupnya serta perlunya peran serta pemerintah daerah dalam kegiatan pendampingan BUM Desa agar kinerjanya lebih baik lagi.
Pengembangan Desa Wisata Aan Klungkung Melalui Potensi Desa dan Pemberdayaan Masyarakat I Nyoman Abdi; Putu Adi Suprapto; Ni Luh Ayu Kartika Yuniastari Sarja; Ni Ketut Pradani Gayatri Sarja
Madaniya Vol. 3 No. 3 (2022)
Publisher : Pusat Studi Bahasa dan Publikasi Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53696/27214834.211

Abstract

Desa Aan merupakan desa wisata berlokasi di wilayah Kecamatan Banjarangkan, Kabupaten Klungkung Desa Aan memiliki potensi dibidang pariwisata dan perdagangan. Potensi pariwisata desa Aan salah satunya adalah Petapan Park yang menyajikan berbagai wahana permainan. Selain itu, Desa Aan juga dikenal sebagai salah satu wilayah penghasil virgin coconut oil (VCO). Dalam pengembangan potensi desa, Desa Aan mengalami beberapa permasalahan dari segi penunjang pariwisata, promosi, pengelolaan keuangan serta pengolahan limbah. Metode pelaksanaan kegiatan ini terdiri dari persiapan, pembuatan fasilitas penunjang pariwisata, pelatihan serta evaluasi. Melalui kegiatan pengabdian ini diharapkan dapat membantu desa dalam mengembangkan potensinya serta meningkatkan pengetahuan masyarakat desa sehingga Desa Aan ini menjadi desa wisata yang unggul. Hasil dari kegiatan pengabdian ini adalah menghasilkan fasilitas papan petunjuk arah, gate untuk jalur cycling dan hand sanitizer. Selain itu, peningkatan pengetahuan terkait dengan pengelolaan keuangan dan cara melakukan promosi desa melalui media sosial. Kegiatan pengabdian ini juga menghasilkan produk baru hasil dari pengolahan sampah organik berupa pupuk kompos yang dapat digunakan untuk kebun masyarakat dan juga menghasilkan produk bernilai jual berupa cookies yang dibuat dengan memanfaatkan limbah ampas kelapa.
Pemanfaatan Media Sosial pada Usaha Giri Klepon I Made Hendra Mahajaya Pramayasa; Putu Adi Guna Permana; Ni Putu Nanik Hendayanti; Ni Luh Gede Pivin Suwirmayanti; I Gusti Ngurah Ady Kusuma
Madaniya Vol. 3 No. 3 (2022)
Publisher : Pusat Studi Bahasa dan Publikasi Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53696/27214834.212

Abstract

Usaha produksi Giri Klepon merupakan salah satu usaha industri rumah tangga yang cukup profitable karena tidak memerlukan modal yang terlampaui besar dan dapat dijalankan pada lokasi dengan ukuran yang kecil seperti dapur rumah. Salah satu usaha pembuatan kue klepon yaitu Giri Klepon yang beralamat di Banjar Kedungu, Desa Belalang, Kecamatan Kediri, Tabanan. Berdasarkan kondisi produksi mitra yang dihadapi, maka permasalan yang ditemukan pada mitra Giri Klepon adalah dari sisi pemasaran mitra belum memiliki media sosial khusus untuk Giri Klepon yang dapat memperluas jangkuan pasar yang dimiliki mitra, dan mitra perlu menggunakan foto atau gambar yang menarik ketika nantinya produk dipasarkan di media pemasaran online. Berdasarkan uraian permasalahan tersebut, maka dilaksanakan kegiatan melalui Program Kemitraan Masyarakat (PKM) berupa pelatihan media sosial khusus untuk Giri Klepon yang nantinya dapat digunakan untuk memperluas jangkauan pemasaran mitra, namun sebelumnya akan ada kegiatan pendampingan mitra dalam mengambilan foto produk yang menarik yang dapat meningkatkan visualisasi atas produk yang akan diunggah, sehingga dapat menarik perhatian pembeli. Hasil dari pengabdian ini mitra sudah mampu melakukan pengambilan foto dengan latar yang menarik, sehingga dapat meningkatkan estetika dari foto yang diambil serta sudah memiliki cakupan pemasaran dalam media sosial khusus untuk Giri Klepon baik untuk Facebook dan Instagram, untuk memperluas area pemasaran produk mitra.
Gerakan PANDAI: Pelatihan Computational Thinking Guru MAN pada Mata Pelajaran Bahasa di Kabupaten Magelang Meidar Hadi Avizenna; Muhammad Resa Arif Yudianto; Ardhin Primadewi; R. Arri Widyanto; Tuessi Ari Purnomo
Madaniya Vol. 3 No. 3 (2022)
Publisher : Pusat Studi Bahasa dan Publikasi Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53696/27214834.213

Abstract

Sesuai dengan regulasi yang dikeluarkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) bahwa saat ini seorang pendidik diharuskan dapat menerapkan konsep Computational Thinking dalam memberikan pengajaran. Computational thinking merupakan sebuah metode penyelesaian masalah secara terstruktur, logis dan menyeluruh. Salah satu karakteristik penyelesaian masalah dengan konsep ini yaitu berpikir secara komputasi dalam menguraikan setiap masalah kompleks menjadi lebih kecil sehingga penyelesaian masalah lebih efektif dan efisien. Kemampuan tersebut harus dikuasai oleh guru dan siswa di Era Revolusi Industri 4.0 bahkan Society 5.0. Untuk mendorong kebijakan pemerintah maka dilakukan serangkaian kegiatan pelatihan untuk mewujudkan kemampuan berpikir secara komputasi kepada guru MAN yang mengampu mata pelajaran Bahasa di wilayah Kabupaten Magelang. Beberapa kegiatan tersebut diantaranya yaitu: (1) Persiapan dan koordinasi dengan Kemenag Kabupaten Magelang terkait data guru-guru yang akan diikutkan sebagai peserta, (2) menyelenggarakan webinar untuk guru tentang gerakan Pandai dan Computational Thinking, (3) menyelenggarakan pelatihan untuk guru tentang Computational Thinking dan penyelesaian soal melalui konsep Computational Thinking, dan (3) Melakukan evaluasi terhadap pemahaman guru tentang Computational Thinking melalui tugas. Hasil dari kegiatan ini adalah diperoleh peningkatkan 88,3% pengetahuan dari guru tentang berpikir secara komputasi. Namun masih ada 9,3% yang tetap dan 2,3 % yang menurun. Hasil pelatihan ini akan diterapkan dalam proses pengajaran terhadap siswa, sehingga diharapkan siswa akan memahami mata pelajaran khususnya mata pelajaran Bahasa secara lebih mudah serta dapat menyelesaikan setiap soal lebih mudah dan cepat dengan konsep berpikir secara komputasional.
Penyuluhan Penanganan Biofouling Sebagai Upaya Peningkatkan Kualitas Rumput Laut Kepada Pembudidaya Rumput Laut di Desa Allumang Paulus Edison Plaimo; Imanuel Lamma Wabang; Efrin Antonia Dollu; Andri Permata Timung; Emirensiana Latuan; Isak Feridikson Alelang; Jublina Bakoil; Hemy Ratmas Djasibani; Anita Trisia Dimu Lobo; Elia Maruli; Fredrik Abia Kande; Setia Budi Laoepada; Thomas John Tanglaa
Madaniya Vol. 3 No. 3 (2022)
Publisher : Pusat Studi Bahasa dan Publikasi Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53696/27214834.215

Abstract

Budidaya rumput laut yang dilakukan oleh petani rumput laut di Desa Allumang, Kecamatan Pantar Barat Laut, Kabupaten Alor, Propinsi Nusa Tenggara Timur, belum sepenuhnya memperhatikan biofouling yang tumbuh bersama rumput laut, baik pada thallus rumput laut maupun pada tali atau longline yang digunakan untuk mengikat benih rumput laut dari awal budidaya, serta setelah panen. Hal ini berdampak pada penurunan kualitas rumput laut karena pertumbuhannya terhambat akibat adanya kompetisi unsur hara antara rumput laut dan biofouling. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman masyarakat mengenai penanganan biofouling sebagai pesaing dalam pengambilan sumberdaya (nutrisi) untuk meningkatkan mutu atau mutu rumput laut. Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan dalam beberapa tahapan, antara lain: (1) Tahap Persiapan; (2) tahap pelaksanaan kegiatan; (3) tahap evaluasi. Pelaksanaan kegiatan sosialisasi ini ditujukan kepada pembudidaya rumput laut di Desa Alumang yang berjumlah 582 KK dan perkembangannya dikatakan berhasil secara signifikan yaitu 100% karena secara kognitif psikologis terjadi perubahan pola pikir petani mengenai penanganan biofouling. untuk meningkatkan mutu atau mutu rumput laut karena berkorelasi dengan mutu rumput laut yang dihasilkan. Selanjutnya untuk lebih memastikan pemahaman pembudidaya rumput laut, dilakukan contoh kegiatan demonstrasi penanganan biofouling di lokasi budidaya.