cover
Contact Name
Arif Rahman Hikam
Contact Email
bioeksakta@gmail.com
Phone
+6285741954045
Journal Mail Official
bioeksakta@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman Jl. dr. Soeparno No. 63 Purwokerto, Kabupaten Banyumas Kode Pos 53122
Location
Kab. banyumas,
Jawa tengah
INDONESIA
BioEksakta : Jurnal Ilmiah Biologi Unsoed
ISSN : -     EISSN : 27148564     DOI : -
Jurnal BioEksakta menerbitkan artikel ilmiah hasil penelitian dalam bidang biologi umum termasuk Ekologi dan konservasi, Taksonomi dan Struktur, Biogeografi, Evolusi, Biodeversitas, Fisiologi dan Reproduksi, Biologi sel, Biologi Molekuler dan Genetika.
Articles 401 Documents
Potensi Antikapang Ekstrak Etanol Daun Benalu teh (Scurrula atropurpurea (Bl.) Dans) terhadap Candida albicans Secara in Vitro Husain, Muhammad Hafizh; Sjakoer, Nour Athiroh Abdoes; Faisal, Faisal
BioEksakta : Jurnal Ilmiah Biologi Unsoed Vol 7 No 2 (2025): BioEksakta
Publisher : Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.bioe.2025.7.2.15801

Abstract

Benalu teh (Scurrula atropurpurea (Bl.) Dans) merupakan tanaman yang mengandung senyawa bioaktif seperti flavonoid, alkaloid, tanin, fenolik, dan terpenoid yang berpotensi sebagai antifungi alami. Candida albicans adalah jamur oportunistik yang secara alami terdapat dalam tubuh manusia, namun dapat menyebabkan infeksi apabila terjadi ketidakseimbangan sistem imun atau perubahan lingkungan mikroba. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas ekstrak etanol daun benalu teh dalam menghambat pertumbuhan Candida albicans secara in vitro. Metode yang digunakan adalah eksperimen dengan desain Rancangan Acak Lengkap (RAL) menggunakan teknik pengenceran bertingkat (serial dilution) dan metode sebar (spread plate) pada media Potato Dextrose Broth (PDB) dan Potato Dextrose Agar (PDA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak mulai efektif terhadap Candida albicans pada konsentrasi ≥12,5%, dengan Kadar Hambat Minimum (KHM) optimal pada 6,25% (OD 1,310 nm). Uji ANOVA menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan terhadap pertumbuhan Candida albicans (p<0,05). Ekstrak etanol daun benalu teh memiliki potensi sebagai antifungi terhadap Candida albicans. Kata kunci : Antikapang, Benalu teh, Candida albicans.
Karakter Morfometrik dan Truss Morfometrik Ikan Manfish (Pterophyllum scalare) di Wilayah Purwokerto, Jawa Tengah Anisa, Henta Ria; Sukmaningrum, Sri; Suryaningsih, Suhestri
BioEksakta : Jurnal Ilmiah Biologi Unsoed Vol 7 No 2 (2025): BioEksakta
Publisher : Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.bioe.2025.7.2.15822

Abstract

Manfish, Pterophyllum scalare merupakan ikan hias air tawar yang banyak diminati oleh masyarakat. Ikan manfish mempunyai pola warna yang baragam dan mempunyai ciri khas yaitu sirip dorsal dan sirip anal membentang sampai ke ekor. Ikan manfish yang diperdagangkan di sekitar Purwokerto terdiri atas beberapa strain, namun belum banyak informasi tentang jumlah strain serta karakter morfologinya. Tujuan penelitian untuk mengetahui karakter pembeda antar ikan manfish yang terdapat di wilayah Purwokerto berdasarkan morfologi dan truss morfometrik. Metode yang digunakan adalah survey dengan teknik pengambilan sampel secara purposive random sampling pada pedagang ikan manfish yang terdapat di wilayah Purwokerto. Variabel yang diamati adalah karakter morfologi dan truss morfometrik. Parameter yang diukur adalah perbandingan rasio antara jarak truss dengan panjang standar. Data karakter morfologi dianalisis secara deskriptif. Karakter truss morfometrik dianalisis menggunakan Multiple Variance Anova untuk mengetahui karakter yang paling membedakan antar strain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakter pembeda antar strain ikan manfish berdasarkan karakter morfologi terdapat pada warna tubuh, warna sirip dan bentuk caudal. Karakter pembeda berdasarkan truss morfometrik menggunakan analisis Multiple Variance Anova antar strain menunjukkan bahwa yang paling menonjol terdapat pada strain black yaitu bagian kepala lebih kecil serta jarak antara pertengahan batas kepala bagian ventral sampai pangkal belakang sirip ventral lebih kecil. Kata kunci : karakter morfologi, Pterophyllum scalare, truss morfometrik
Asesmen Morfo-Fisiologi Nepenthes adrianii Liar dan Budidaya Ramadani, Didi; Juwarno, Juwarno; Yuniaty, Alice; Kurniawan, Esa
BioEksakta : Jurnal Ilmiah Biologi Unsoed Vol 7 No 2 (2025): BioEksakta
Publisher : Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.bioe.2025.7.2.15848

Abstract

N. adrianii, salah satu spesies Nepenthes asli Pulau Jawa, menghadapi tantangan konservasi karena kerentanan terhadap stress lingkungan serta kesulitan dalam perbanyakan dan budidayanya. Studi ini membandingkan karakteristik morfologi dan fisiologi N. adrianii yang telah dibudidaya dan dikonservasi di Kebun Raya Baturraden – terdiri dari generasi tetua (parental) dan F1 – dengan individu yang tumbuh liar di alam, untuk memahami bagaimana lingkungan budidaya mempengaruhi ekspresi fenotipik dan adaptasi. Analisis parametrik dilakukan terhadap data yang terdistribusi normal, sementara analisis nonparametrik diterapkan pada data yang tidak terdistribusi normal. Hasil studi menunjukkan penurunan signifikan pada semua ukuran kantung dan tendril, disertai peningkatan klorofil b, specific leaf area (SLA), dan kadar air daun pada generasi F1 N. adrianii yang dibudidayakan dibandingkan dengan N. adrianii yang tumbuh liar. Perbedaan ini terindikasi disebabkan oleh intensitas cahaya yang lebih rendah di lingkungan budidaya N. adrianii dibandingkan di lingkungan habitat alami N. adrianii liar.Kata kunci: ex situ, fisiologi, in situ, morfologi, Nepenthes adrianii
Isolasi dan Karakterisasi Rhizobakteri Bawang Merah dari Lahan salin di Kabupaten Brebes sebagai Agen Pemacu Pertumbuhan Tanaman Amalia, Dwi Ayu Lutfiani; Oedjijono, Oedjijono; Aziz, Saefudin
BioEksakta : Jurnal Ilmiah Biologi Unsoed Vol 7 No 2 (2025): BioEksakta
Publisher : Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.bioe.2025.7.2.15864

Abstract

Salinitas tanah merupakan salah satu kendala utama dalam budidaya bawang merah (Allium ascalonicum L.), terutama di wilayah pesisir. Salah satu pendekatan yang dapat digunakan untuk mendukung pertumbuhan tanaman di bawah tekanan salin adalah dengan memanfaatkan Plant Growth-Promoting Rhizobacteria (PGPR). Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan isolat bakteri dari rizosfer bawang merah yang mampu tumbuh di tanah salin dan memiliki karakteristik sebagai PGPR. Sebanyak lima isolat bakteri, yaitu K4K3, K3AM1, K4IS1, K3RZ1, dan K3IS4 berhasil diisolasi dari tanah rizosfer bawang merah dan mampu tumbuh pada salinitas 3–8% NaCl. Semua isolat menunjukkan kemampuannya sebagai kandidat PGPR yaitu mampu menambat nitrogen, melarutkan fosfat dan kalium, menghasilkan hormon Indole -3-acetic Acid (IAA), serta memproduksi siderofor. Uji antagonis antar isolat menunjukkan bahwa empat isolat bersifat sinergis, kecuali interaksi antara K3RZ1 dan K3AM1 yang saling menghambat. Isolat yang bersifat sinergis diuji kemampuannya dalam fiksasi nitrogen secara kuantitatif menggunakan metode Acetylene Reduction Assay (ARA), dengan hasil aktivitas nitrogenase sebesar 0,044 μmol C₂H₄/mL/jam untuk isolat K4IS1 dan 0,066 μmol C₂H₄/mL/jam untuk isolat K3IS4. Hasil uji kuantitatif untuk sifat lainnya menunjukkan kemampuan pelarutan fosfat hingga 16,04 µg/mL dan produksi IAA hingga 2,01 µg/mL. Berdasarkan Bergey’s Manual of Determinative Bacteriology kelima isolat teridentifikasi sebagai Kocuria rosea (K4K3), Bacillus subtilis (K3AM1), Kocuria rhizophila (K4IS1), Rhizobium sp. (K3RZ1), dan Pseudomonas fluorescens (K3IS4). Berdasarkan karakter fungsional dan sinergisme antar isolat, beberapa isolat potensial untuk dikembangkan sebagai bioinokulan dalam mendukung pertumbuhan bawang merah di tanah salin. Kata kunci : Bawang merah (Allium ascalonicum L.), IAA, nitrogenase, PGPR, tanah salin
Diversitas Morfologi Nepenthes spp. Dataran Rendah Hasil Budidaya Maryanti Sitio, Risma Leonny; Dwiati, Murni; Yuniaty, Alice; Ramadani, Didi
BioEksakta : Jurnal Ilmiah Biologi Unsoed Vol 7 No 2 (2025): BioEksakta
Publisher : Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.bioe.2025.7.2.15870

Abstract

Nepenthes merupakan tanaman karnivora khas dengan diversitas morfologi tinggi yang menarik untuk diteliti, khususnya dalam mendukung upaya konservasi ex situ. Studi ini bertujuan untuk mengkarakterisasi sifat morfologi kualitatif beberapa spesies Nepenthes dataran rendah yang telah dibudidayakan selama 3-4 tahun di Purwokerto, Banyumas, Jawa Tengah. Karakterisasi dilakukan secara deskriptif terhadap karakter visual utama. Hasil studi menunjukkan diversitas morfologi yang khas, khususnya dalam hal struktur dan morfologi kantong dengan setiap spesies menampilkan bentuk dan karakteristik kantong yang berbeda. Kata kunci: Budidaya, Dataran Rendah, Diversitas, Morfologi, Nepenthes
Uji Efektifitas Pelarut Metanol dan Etanol pada Proses Identifikasi Metabolit Sekunder Cairan Kantong Nepenthes spp. Arafat, Sultan Faishal Rizky; Hernayanti, Hernayanti; Wiraswati, Sri Martina
BioEksakta : Jurnal Ilmiah Biologi Unsoed Vol 7 No 2 (2025): BioEksakta
Publisher : Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.bioe.2025.7.2.15900

Abstract

Kantong semar (Nepenthes spp.) merupakan salah satu jenis tanaman karnivora karena memiliki kemampuan untuk menangkap dan mencerna serangga atau hewan kecil lain. Nepenthes melakukan adaptasi morfologi dan fisiologi berupa pembentukan kantong pada ujung daun dan mensekresikan enzim pada cairan kantong tersebut. Cairan kantong Nepenthes diduga mengandung senyawa metabolit sekunder yang berpotensi sebagai zat antioksidan serta zat antimikroba. Kandungan senyawa metabolit sekunder tersebut dapat diidentifikasi secara kualitatif menggunakan skrining fitokimia. Proses ekstraksi cairan kantong Nepenthes menggunakan pelarut yang tepat merupakan salah satu tahap penting untuk mendapatkan kandungan senyawa metabolit sekunder yang optimal. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui efektivitas pelarut etanol dan metanol dalam proses ekstraksi cairan kantong Nepenthes spp.Penelitian ini dilakukan menggunakan metode survei. Identifikasi senyawa metabolit sekunder dilakukan secara kualitatif untuk mengetahui senyawa flavonoid, tanin, saponin, dan alkaloid. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa cairan kantong Nepenthes spp. mengandung senyawa metabolit sekunder seperti flavonoid, tanin, saponin dan alkaloid. Pelarut metanol dan etanol dapat mengekstraksi komponen senyawa aktif metabolit sekunder pada cairan kantong Nepenthes spp., namun pelarut metanol memiliki efektivitas yang lebih tinggi karena menunjukkan perubahan warna yang lebih signifikan. Kata Kunci: Cairan kantong, Ekstraksi, Nepenthes spp., Metabolit sekunder, Skrining fitokimia
Induksi Kalus Embrio Somatik Bawang Putih Doulu dengan Perlakuan BAP dan Picloram Secara in vitro Aisyah, Fitri Nur; Sugiyono, Sugiyono; Rudiyanto, Rudiyanto; Noorrohmah, Siti
BioEksakta : Jurnal Ilmiah Biologi Unsoed Vol 7 No 3 (2025): BioEksakta
Publisher : Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.bioe.2025.7.3.13449

Abstract

Bawang putih (Allium sativum L.) cv. Doulu merupakan bawang putih lokal yang berasal dari Desa Doulu Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, Indonesia. Secara konvensional, A. sativum cv. Doulu diperbanyak melalui umbi sehingga kurang efektif karena rentan hama dan penyakit. Alternatif perbanyakan bibit A. sativum cv. Doulu dapat dilakukan melalui pembentukan kalus embrio somatik secara in vitro untuk memproduksi bibit tanaman yang seragam, bebas hama penyakit, stabil dan dapat diproduksi dalam waktu yang relatif singkat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jenis eksplan A. sativum cv. Doulu yang dikultur pada media DKW dengan penambahan zat pengatur tumbuh BAP dan picloram terhadap pembentukan kalus embrio somatik secara in vitro. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan acak lengkap faktorial dengan faktor pertama yang diuji yaitu jenis eksplan (daun, bonggol, akar) dan faktor kedua yakni konsentrasi zat pengatur tumbuh (0; 0.5; 1; 2 dan 3 mg L-1 BAP dan Picloram). Parameter yang diamati yakni, jumlah quadran eksplan membentuk kalus, diameter kalus, bobot kalus dan volume kalus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa eksplan bonggol dan akar A. sativum cv. Doulu mampu membentuk kalus lebih baik dibandingkan dengan eksplan daun. Pemberian zat pengatur tumbuh BAP dan picloram dengan konsentrasi 0.5 dan 3 mg L-1 secara signifikan meningkatkan pertumbuhan kalus A. sativum cv. Doulu, yang terlihat dari tingginya nilai diameter kalus, bobot kalus, dan volume kalus yang terbentuk. Pada perlakuan tanpa penambahan zat pengatur tumbuh BAP dan Picloram (kontrol) tidak terbentuk kalus. Kata kunci: BAP, bawang putih Doulu, embrio somatik, induksi kalus, Picloram.
Pengaruh Perbedaan Konsentrasi Nacl pada Pertumbuhan Varietas Padi Logawa, Situ Bagendit, dan Inpari Secara In Vitro Rosyid Ridho, Muhammad Ainur; Aprilia, Veranita; Irwandi, Shafannisa Febrina; Helan, Maria Elfiana Ina Kewa
BioEksakta : Jurnal Ilmiah Biologi Unsoed Vol 7 No 3 (2025): BioEksakta
Publisher : Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.bioe.2025.7.3.15581

Abstract

Studi ini menyelidiki pengaruh konsentrasi natrium klorida (NaCl) terhadap pertumbuhan tiga varietas padi: Logawa, Situ Bagendit, dan Inpari, menggunakan kultur in vitro. Media kultur disiapkan dengan konsentrasi NaCl bervariasi (150 mM, 250 mM, dan 255 mM) dan parameter pertumbuhan diukur, termasuk panjang dan jumlah daun, panjang dan jumlah akar, berat segar, kandungan klorofil, dan tinggi total tanaman. Hasil menunjukkan bahwa varietas Logawa memiliki toleransi tertinggi terhadap stres salinitas, dengan pertumbuhan yang lebih baik dibandingkan Situ Bagendit dan Inpari. Peningkatan konsentrasi NaCl menyebabkan penurunan kandungan klorofil dan berat segar pada semua varietas, mengindikasikan dampak negatif salinitas terhadap efisiensi fotosintesis dan kesehatan tanaman.
Struktur Struktur Komunitas dan Keanekaragaman Floristik Mangrove dalam Lanskap Ekowisata Kuala Langsa, Aceh Nasution, Hasbi Assidiqi; Syahputra, Viqi; Suwardi, Adi Bejo
BioEksakta : Jurnal Ilmiah Biologi Unsoed Vol 7 No 3 (2025): BioEksakta
Publisher : Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.bioe.2025.7.3.15869

Abstract

Hutan mangrove merupakan ekosistem penting yang menyediakan berbagai jasa ekosistem, namun mengalami tekanan antropogenik yang menyebabkan penurunan kualitas dan kuantitas habitat. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji komposisi jenis dan struktur komunitas mangrove di kawasan ekowisata Hutan Mangrove Kuala Langsa, Aceh. Metode Line-Transect Plot digunakan pada tiga stasiun, yaitu area pertambakan, area komersial, dan area tower mangrove. Data dianalisis berdasarkan kerapatan relatif, frekuensi relatif, dominansi relatif, serta indeks Shannon-Wiener untuk menilai keanekaragaman. Hasil menunjukkan sebanyak 16 jenis mangrove ditemukan dari 10 genus dan 8 famili. Stasiun 1 (area pertambakan) memiliki nilai indeks keanekaragaman tertinggi (H’ = 1,985) dengan keseragaman tinggi (J’= 0,862) dan dominansi rendah (C < 0,5), mencerminkan komunitas yang stabil dan beragam. Sebaliknya, Stasiun 2 dan 3 menunjukkan keanekaragaman yang lebih rendah (H’ = 0,543 dan 0,877) dengan keseragaman sedang hingga rendah (J’= 0,279 dan 0,422) serta dominansi tinggi akibat dominasi Rhizophora apiculata. Akibat dominansi oleh Rhizophora apiculata, berpotensi mengurangi keanekaragaman hayati secara fungsional. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengelolaan berkelanjutan, berbasis ekosistem yang mengintegrasikan konservasi mangrove berpotensi meningkatkan keanekaragaman spesies. Implikasi hasil ini menekankan perlunya pengelolaan terpadu yang mempertimbangkan aspek ekologis dan sosial ekonomi guna menjaga keberlanjutan habitat mangrove di Kota Langsa. Kata kunci: diversitas, ekowisata, line-transect plot, mangrove.
Analisis Kualitas Dan Keamanan Pangan Terasi Melalui Uji TPC Dan Coliform di Laboratorium Kesmavet Sidoarjo Puspitasari, Nurfadilah; Khumairo, Nuris Khumairo; Listianti, Nindira Cahya; Wardiyah, Sri; Faizah, Hanik
BioEksakta : Jurnal Ilmiah Biologi Unsoed Vol 7 No 3 (2025): BioEksakta
Publisher : Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.bioe.2025.7.3.16156

Abstract

Terasi merupakan salah satu bumbu tradisional Indonesia yang tidak hanya memberikan cita rasa unik pada masakan, tetapi juga mengandung nilai gizi yang tinggi. Kualitas terasi sangat ditentukan oleh mutu bahan baku, metode pengolahan, penanganan produk akhir, serta jenis mikroorganisme yang tumbuh selama proses fermentasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas pangan terasi berdasarkan jumlah total bakteri yang terdapat pada sampel terasi melalui uji TPC, mengetahui tingkat kontaminasi bakteri coliform pada sampel terasi yang diuji di UPTD Laboratorium Keswan Kesmavet Sidoarjo dan mengevaluasi keamanan pangan terasi dengan membandingkan hasil uji TPC dan coliform terhadap standar yang berlaku di bidang keamanan pangan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif untuk menganalisis kualitas dan keamanan pangan dengan menentukan nilai TPC dan nilai MPN pada enam sampel terasi yang beredar di pasaran. Hasil penelitian menunjukkan hasil uji Total Plate Count (TPC) pada enam sampel terasi, lima di antaranya memenuhi standar SNI yaitu TR 0 sebesar 2,5 x 10⁴ CFU/gr, TR 1 sebesar 3,7 x 105 CFU/gr, TR 2 sebesar 3,9 x 10⁵ CFU/gram, TR 4 sebesar 7,8 x 10³ CFU/gr dan TR 5 sebesar 3,0 x 10⁵ , sementara 1 sampel terasi melebihi batas yang ditetapkan yaitu TR 3 sebesar 5,7 x 10⁵. Sedangkan hasil uji coliform pada seluruh sampel terasi dari TR 0 hingga TR 5 menunjukkan hasil negatif dengan nilai MPN sebesar <3 MPN/gr. Kata kunci : Coliform, MPN, Terasi, TPC