cover
Contact Name
AKBAR ALFA
Contact Email
selodang.mayang.bappeda.inhil@gmail.com
Phone
+628122742652
Journal Mail Official
selodang.mayang.bappeda.inhil@gmail.com
Editorial Address
Kantor BAPPEDA Kabuapaten Indragiri Hilir Jl. Akasia no. 1 Tembilahan
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
SELODANG MAYANG
ISSN : 24427845     EISSN : 26203332     DOI : https://doi.org/10.47521/selodangmayang
Jurnal “SELODANG MAYANG” menerima artikel ilmiah mengenai hasil penelitian, tinjauan hasil-hasil penelitian, methodology dan pendekatan-pendekatan baru dalam penelitian yang berkaitan dengan Ekonomi, Industri, Pembangunan Infrastruktur, Teknologi, Energi, Sosial, Budaya, Lingkungan, Pertanian, Kesehatan, Pendidikan, Kemaritiman dan lain-lain. Tema sentral yang diutamakan adalah tentang Innovasi di bidang Infrastruktur, Ekonomi Kreatif dan DMIJ Plus Terintegrasi yang erat kaitannya dengan pembangunan dan pengembangan di Kabupaten Indragiri Hilir.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 290 Documents
APPLICATION OF CHATGPT IN THE ANALYSIS OF INTERNAL FORCES OCCURRING IN SIMPLE BEAMS USING LISA V.8 FEA Efendi, Aco Wahyudi
Selodang Mayang: Jurnal Ilmiah Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Indragiri Hilir Vol. 10 No. 1 (2024): JURNAL SELODANG MAYANG
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Indragiri Hilir Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47521/selodangmayang.v10i1.313

Abstract

ChatGPT (Chat Generative Pre-trained Transformer, literally Trained Chat Generative Transformer) is an artificial intelligence chatbot in the form of a generative language model that employs transformer technology to anticipate the likelihood of the next sentence or word in a conversation or text command. The increasing use of ChatGPT in all scientific lines has a positive impact as in some previous research results. In this research, we will apply the use of ChatGPT in the field of structural engineering by analyzing a steel portal due to lateral loads which will produce the drift value that occurs by validating it using the finite element analysis program LISA V.8 FEA (license) and against manual calculations. it is hoped that this research can provide satisfactory results as in previous research in other engineering and social fields. The research looked at the results and data processing outputs, as well as the comparison of the three methodologies, which were manual analysis, ChatGPT, and the Finite Element Method. Because the value of manual computation, ChatGPT, and FEA agrees with the results 95% of the time, the results of the instant value that occurs in the three reviews above are extremely satisfying. The greatest torque obtained by calculating manually, for example, is 750,000 N, which is the same as the maximum torque obtained using ChatGPT. Furthermore, the working pressure is 500 N, which is consistent with physical pressure, chatGPT, and LISA FEA V.8 (license) results. ChatGPT (Chat Generative Pre-trained Transformer, secara harfiah berarti Trained Chat Generative Transformer) adalah sebuah chatbot kecerdasan buatan berupa model bahasa generatif yang menggunakan teknologi transformator untuk mengantisipasi kemungkinan kalimat atau kata berikutnya dalam sebuah percakapan atau perintah teks. Meningkatnya penggunaan ChatGPT di semua lini keilmuan dan memberikan dampak positif seperti pada beberapa hasil penelitian sebelumnya. Pada penelitian kali ini, kami akan mengaplikasikan penggunaan ChatGPT pada bidang teknik struktur dengan menganalisa sebuah portal baja akibat beban lateral yang akan menghasilkan nilai drift yang terjadi dengan melakukan validasi menggunakan program analisis elemen hingga LISA V.8 FEA (lisensi) dan terhadap perhitungan manual. diharapkan penelitian ini dapat memberikan hasil yang memuaskan seperti pada penelitian terdahulu pada bidang teknik dan sosial lainnya. Penelitian ini melihat hasil dan output pengolahan data, serta perbandingan dari ketiga metodologi, yaitu analisis manual, ChatGPT, dan Metode Elemen Hingga. Karena nilai perhitungan manual, ChatGPT, dan FEA setuju dengan hasil 95%, maka hasil nilai instan yang terjadi pada ketiga tinjauan di atas sangat memuaskan. Torsi terbesar yang didapatkan dengan hitung manual misalnya adalah 750.000 N, sama dengan torsi maksimum yang didapatkan dengan menggunakan ChatGPT. Selanjutnya, tekanan yang bekerja adalah 500 N, yang sesuai dengan tekanan fisik, chatGPT, dan hasil LISA FEA V.8 (lisensi).
ANALISA POTENSI CARBON TRADE SEBAGAI SUMBER PENDAPATAN DAERAH (KASUS: KABUPATEN INDRAGIRI HILIR): ANALISA POTENSI CARBON TRADE SEBAGAI SUMBER PENDAPATAN DAERAH (KASUS: KABUPATEN INDRAGIRI HILIR) Husein, Zainal Arifin; Harahap, Amal Riski; Surya, Roberta Zulfhi
Selodang Mayang: Jurnal Ilmiah Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Indragiri Hilir Vol. 9 No. 3 (2023): JURNAL SELODANG MAYANG
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Indragiri Hilir Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47521/selodangmayang.v9i3.321

Abstract

Indragiri Hilir is a coastal area that has a very wide mangrove forest of 131,658 hectares. Mangroves have the ability to store large carbon reserves, 3-5 times that of the heaviest mainland forest carbon reserves. Mangrove secondary forests can also be assessed as storing 54.1–182.5 tons of carbon per hectare. Carbon prices on the international market are priced at IDR 30,000 to IDR 270,000 per tonne of CO2. With the great potential of mangrove forests in Indragiri Hilir to meet international demand for carbon, carbon trade can be used as an alternative regional income that is earmarked as a budget for development in the environmental and forestry sectors. This research was conducted by Desk Review and Survey Research. Primary data collection through QSPM to related stakeholders. To plan carbon trade action, this study also formulates a business model canvas and a SWOT analysis to map the strategic directions to be executed going forward. Based on the analysis above, Indragiri Hilir Regency has great potential in the carbon trade. However, the most important notes for treatment are [1]: making records of carbon emission production, absorption, and the gap between emissions and emission absorption and [2]: strengthening institutional capacity related to carbon trade. Indragiri Hilir merupakan daerah pesisir yang memiliki hutan mangrove yang sangat luas 131.658 Hektar. Mangrove memiliki kemampuan untuk menyimpan besar cadangan Carbon besar, 3-5 kali dari cadangan Carbon hutan daratan yang terlebat. Hutan sekunder mangrove mampu juga dinilai menyimpan Carbon 54,1-182,5 ton Carbon setiap hectare. Harga Carbon di pasar Internasional dibanderol Rp 30 ribu-Rp 270 ribu per Ton CO2. Dengan besarnya potensi hutan mangrove di Indragiri Hilir untuk memenuhi permintaan Carbon internasional, dengan demikian maka Carbon Trade dapat dijadikan alternatif pendapatan daerah yang diperuntukkan sebagai anggaran untuk pembangunan bidang lingkungan dan kehutanan. Penelitian ini dilakukan dengan Desk Review dan Penelitian Survey. Pengumpulan Data Primer melalui QSPM kepada stakeholder terkait. Untuk merencanakan aksi Carbon Trade, penelitian ini juga merumuskan Business Model Canvas dan Analisa SWOT untuk memetakan arah strategi yang dijalankan kedepan. Berdasarkan analisa di atas, Kabupaten Indragiri Hilir memiliki Potensi yang besar didalam Carbon Trade. Namun catatan paling penting untuk dilakukan treathment adalah [1] Melakukan record terhadap Produksi Emisi Carbon, Emisi Carbon yang deserap dan gap antara emisi dengan serapan emisi dan [2] Penguatan Kapasitas Kelembagaan terkait Carbon Trade.
TINJAUAN TEKNIS POTENSI PENDAPATAN ASLI DAERAH (PAD) UNTUK KABUPATEN INDRAGIRI HILIR BERDASARKAN UU NOMOR 1 TAHUN 2022 TENTANG HUBUNGAN KEUANGAN PEMERINTAH PUSAT DAN PEMERINTAH DAERAH (HKPD) DAN UNDANG UNDANG NOMOR 32 TAHUN 2009 TENTANG PERLINDUNGAN DAN P Yusriwarti, Yusriwarti; Alpiyandri, Alpiyandri; Surya, Roberta Zulfhi; Indra Putra, Edi Susrianto
Selodang Mayang: Jurnal Ilmiah Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Indragiri Hilir Vol. 9 No. 3 (2023): JURNAL SELODANG MAYANG
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Indragiri Hilir Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47521/selodangmayang.v9i3.322

Abstract

The Ministry of Energy and Mineral Resources issued Decree of the Minister of Energy and Mineral Resources Number 100.K/MB.01/MEM.B/2022 concerning Mining Areas in Riau Province. Mining potential in Riau Province includes mining business areas, special mining areas, and Artisanal Small Scale mining areas. This research is a technical review to look at the potential sources of local revenue originating from the management of Artisanal Small Scale mining areas. This research examines the regulations of Law No. 1 of 2022 concerning financial relations between the Central Government and Regional Governments (HKPD) and Law No. 32 of 2009 concerning Environmental Protection and Management. The results of this study are that: (1) the potential for local revenue for regions that have Artisanal Small Scale mining areas originates from the people's mining area management levies and income sharing fund (PPh 21 WPOPDN) at 8.4%. (2) For neighboring regions that do not have Artisanal Small Scale mining areas but are affected by Artisanal Small Scale mining activities, they are entitled to compensation for inter-regional environmental services and profit-sharing funds from PPh 21. Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral menetapkan Keputusan Mentri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 100.K/MB.01/MEM.B/2022 tentang Wilayah Pertambangan Provinsi Riau. Potensi Pertambangan di Provinsi Riau meliputi Wilayah Usaha Pertambangan, Wilayah Pertambangan Khusus dan Wilayah Pertambangan Rakyat. Penelitian ini merupakan Tinjauan Teknis untuk melihat potensi-potensi sumber Pendapatan Asli Daerah yang bersumber pada Pengelolaan Wilayah Pertambangan Rakyat. Penelitian ini mengkaji regulasi yang menjadi payung hukum yaitu Undang-Undang No.1 Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah (HKPD) dan Undang Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. Hasil dari penelitian ini yaitu (1) potensi Pendapatan Asli Daerah bagi daerah yang memiliki Wilayah Pertambangan Rakyat bersumber dari Retribusi Pengelolaan Wilayah Pertambangan Rakyat dan Dana Bagi Hasil PPh 21 WPOPDN sebesar 8,4%. (2) Bagi daerah tetangga yang tidak memiliki Wilayah pertambangan rakyat namun terdampak dari aktivitas pertambangan rakyat maka berhak atas Kompensasi jasa lingkungan hidup antar daerah dan dana bagi hasil dari PPh Pasal 21.
PERAN KEPEMIMPINAN INOVATIF DALAM MERESPON TANTANGAN DAN PELUANG DI ERA DIGITALISASI: STUDI KASUS PADA KODIM 0314 KABUPATEN INDRAGIRI HILIR Roshid, Muhammad Nahruddin; Susanto, Bayu Fajar; Muchlis, Muchlis; Alfa, Akbar; Aprianto, Mulono
Selodang Mayang: Jurnal Ilmiah Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Indragiri Hilir Vol. 9 No. 3 (2023): JURNAL SELODANG MAYANG
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Indragiri Hilir Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47521/selodangmayang.v9i3.323

Abstract

This research will explore some of the issues faced by Kodim 0314 in adopting new technologies, developing relevant skills and knowledge, changing organizational culture, managing security risks, leveraging data and analytics, facilitating effective communication and coordination, and dealing with structural changes. Through an in-depth case study analysis, this research will uncover the important role that innovative leadership plays in overcoming challenges. The research method that can be used is a qualitative approach where information is collected through interviews, observation, and analysis of relevant documents. The survey was answered by administrators and members of Kodim 0314 Indragiri Hilir who are involved in decision-making and technology implementation in the unit. The results of this study aim to provide a deeper understanding of the role of innovative leadership in overcoming challenges and capturing opportunities in the digitalization era. The findings of this study will provide practical recommendations for leaders in Kodim 0314 and other military units in responding to rapid and complex changes in the digitalization era, including optimizing the use of technology, developing relevant skills and knowledge, changing organizational culture, managing security risks, leveraging data and analysis, facilitating communication and coordination, and dealing with structural changes that may be required. Penelitian ini akan mengeksplorasi beberapa permasalahan yang dihadapi oleh Kodim 0314 dalam mengadopsi teknologi baru, mengembangkan keterampilan dan pengetahuan yang relevan, mengubah budaya organisasi, mengelola risiko keamanan, memanfaatkan data dan analisis, memfasilitasi komunikasi dan koordinasi yang efektif, serta menghadapi perubahan struktural. Melalui analisis studi kasus yang mendalam, penelitian ini akan mengungkap peran penting yang dimainkan oleh kepemimpinan inovatif dalam mengatasi tantangan. Metode penelitian yang dapat digunakan adalah pendekatan kualitatif dimana informasi dikumpulkan melalui wawancara, observasi dan analisis dokumen terkait. Survei ini dijawab oleh pengurus dan anggota Kodim 0314 Indragiri Hilir yang terlibat dalam pengambilan keputusan dan penerapan teknologi di unit tersebut. Hasil penelitian ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang peran kepemimpinan inovatif dalam mengatasi tantangan dan menangkap peluang di era digitalisasi. Temuan-temuan penelitian ini akan memberikan rekomendasi praktis bagi pemimpin di Kodim 0314 dan unit militer lainnya dalam merespon perubahan yang cepat dan kompleks di era digitalisasi, termasuk dalam mengoptimalkan penggunaan teknologi, mengembangkan keterampilan dan pengetahuan yang relevan, mengubah budaya organisasi, mengelola risiko keamanan, memanfaatkan data dan analisis, memfasilitasi komunikasi dan koordinasi, serta menghadapi perubahan struktural yang mungkin diperlukan.
ANALISIS ELECTRONIC PARKING UNTUK MENDUKUNG PENINGKATAN PENDAPATAN ASLI DAERAH (PAD) KABUPATEN INDRAGIRI HILIR Rianto, Bayu; Syah, Muhammad Rayhan; Karudin, Arwizet; Jalil, Muhammad; Chrismondari, Chrismondari
Selodang Mayang: Jurnal Ilmiah Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Indragiri Hilir Vol. 9 No. 3 (2023): JURNAL SELODANG MAYANG
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Indragiri Hilir Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47521/selodangmayang.v9i3.327

Abstract

There are several sources of Regional Own-Source Revenue (PAD) in accordance with Law number 1 of 2022, one of which is parking fees that falls under local fees. To optimize and enhance the Regional Own-Source Revenue (PAD), professional and transparent management of parking fees is necessary. This study aims to determine the design of an information system, its effectiveness, and the advantages and disadvantages of using an electronic parking system for paying parking fees in Indragiri Hilir Regency. This research falls within the realm of qualitative research. The data sources used in this study include primary and secondary data. Data was collected through interviews, observations, documentation, and literature review. Data analysis techniques employed encompass data collection, data reduction, data presentation, verification, and conclusions. The management of parking fees still encounters several obstacles, including a lack of field supervision, exploitation by irresponsible individuals taking advantage of negligence for personal gain, and incomplete allocation of parking revenue to local governments. One solution to address leakages in the management of parking fee funds is the implementation of electronic parking, enabling effective monitoring of all parking-related aspects, thereby contributing to an increase in Regional Own-Source Revenue from the local fee sector, specifically parking fees.
POTENSI PENDAPATAN ASLI DAERAH (PAD) BERSUMBER DARI DANA BAGI HASIL SUMBER DAYA ALAM PADA KAYU CERUCUK BAKAU Susanti, Novriani; Febrina, Ria; Rosliana, Rosliana; Sudeska, Endy; Thaher. DS, Syafrizal
Selodang Mayang: Jurnal Ilmiah Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Indragiri Hilir Vol. 9 No. 3 (2023): JURNAL SELODANG MAYANG
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Indragiri Hilir Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47521/selodangmayang.v9i3.346

Abstract

The unstable soil condition causes the need for foundation engineering to build a sturdy building for the long term. Cerucuk are wooden poles used as the foundation for houses and high-rise buildings in swampland with the aim of (1) increasing the carrying capacity of the soil; (2) reducing the occurrence of foundation settlement; and (3) avoiding the occurrence of a skid. As development increases, of course, the need for mangrove wood will increase every time. This research was conducted to find a solution to a development budget originating from the mangrove wood trade, which has the potential to become the regional original income (PAD) for Indragiri Hilir Regency. The research uses a qualitative approach to describe the potential sources of local revenue from the forestry sector. The conclusions from this study are: (1) Referring to Permen LHK 64/2017 and PP 74/1999, the state has the right to receive Rp. 15,000 x 10% = Rp. 1,500 per cerucuk log traded; (2) Potential PAD from Provision of Forest Resources, namely 32%; fees for forest utilization business permits are 64% and 40% for reforestation funds. The suggestions from this study are: (1) The Central, Provincial, and District Governments are expected to look at forestry DBH as potential state revenue; (2) Revenue from PAD originating from the forestry sector must be consistent with forest reforestation so that it does not damage the environment. Keadaan tanah labil menyebabkan perlu adanya rekayasa teknik pondasi untuk mendapatkan bangunan kokoh untuk jangka panjang. Cerucuk adalah tiang-tiang kayu yang digunakan sebagai pondasi rumah dan gedung bertingkat di tanah rawa dengan tujuan: (1) Meningkatkan daya dukung tanah; (2) Mengurangi terjadinya penurunan pondasi; (3) Menghindari terjadinya gelinciran. Seiring meningkatnya pembangunan, tentu akan meningkatkan kebutuhan akan kayu bakau setiap waktunya. Penelitian ini dilakukan untuk menemukan solusi untuk mencari anggaran Pembangunan berasal dari perdagangan kayu bakau yang berpotensi sebagai Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Indragiri Hilir. Penelitian menggunakan pendekatan Kualitatif untuk menggambarkan potensi-potensi sumber pendapatan asli daerah dari sektor kehutanan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah: (1) Merujuk pada Permen LHK 64/2017 dan PP 74/1999 negara berhak menerima sebesar Rp.15.000 x 10% = Rp. 1.500 per batang kayu cerucuk yang diperjual-belikan; (2) Potensi PAD dari Provisi Sumber Daya Hutan yaitu sebesar 32%; Iuran Izin Usaha Pemanfaatan Hutan sebesar 64% dan Dana Reboisasi 40%. Sedangkan saran dari penelitian ini adalah: (1) Pemerintah Pusat, Provinsi dan Kabupaten diharapkan melirik DBH kehutanan sebagai salah satu potensi Penerimaan negara yang potensial; (2) Penerimaan PAD bersumber dari sektor kehutanan harus selaras dengan reboisasi hutan sehingga tidak merusak lingkungan.
MODEL PENGUKURAN KINERJA DAN NILAI TAMBAH RANTAI PASOK AGROINDUSTRI KOPRA UNTUK MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN PETANI KELAPA (Studi Kasus: CV. X di KABUPATEN INDRAGIRI HILIR) wardah, siti; Surya, Roberta Zulfhi; Yoanda, Deby
Selodang Mayang: Jurnal Ilmiah Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Indragiri Hilir Vol. 10 No. 1 (2024): JURNAL SELODANG MAYANG
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Indragiri Hilir Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47521/selodangmayang.v10i1.347

Abstract

The level of sales of copra coconuts fell during the pandemic in proportion to the decrease in consumer demand. It is a problem caused by improper handling in the supply chain. The Agroindustry needs to maintain and improve its supply chain performance. Objectives This research analyses supply chain structure, performance, value creation, and supply chain state. Performance measurement was carried out using the Supply Chain Operations Reference Method (SCOR), Analytical Hierarchy Procedure (AHP), and the Hayami method for added value analysis. CV. X comprises several supply chain members, including farmers, collectors, the copra industry, and consumers. Business push starts with farmers, collectors, industry, which produces products, and consumers. The profit rate for farmers is 3.5156 percent, and for collectors is -5.525 percent; the industry profit rate is -7,656,590.90 percent. Tingkat penjualan kelapa kopra turun selama pandemi, sebanding dengan penurunan permintaan konsumen. Ini adalah masalah yang disebabkan oleh penanganan yang tidak tepat dalam rantai pasokan. Oleh karena itu, agroindustri perlu mempertahankan dan meningkatkan kinerja rantai pasoknya. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis struktur rantai pasokan, kinerja, penciptaan nilai dan keadaan rantai pasok. Pengukuran kinerja dilakukan menggunakan Metode Referensi Operasi Rantai Pasokan (SCOR), Prosedur Hierarki Analitik (AHP), dan metode Hayami untuk analisis nilai tambah. CV. X. terdiri dari beberapa anggota rantai pasokan, termasuk petani, pengepul, industri kopra, dan konsumen. Bisnis push dimulai dengan petani, diikuti oleh pengepul, industri, yang menghasilkan produk, dan terakhir konsumen. Tingkat keuntungan petani adalah 3,5156 persen dan pengepul adalah -5.525 persen; tingkat keuntungan industri adalah -7.656.590,90 persen.
KAJIAN POTENSI GALIAN MINERAL KAOLIN DI KABUPATEN INDRAGIRI HILIR PROVINSI RIAU Hasibuan, Monalisa; Hadiyanto, Anton Suprojo; Lukman, Indra Agus
Selodang Mayang: Jurnal Ilmiah Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Indragiri Hilir Vol. 10 No. 1 (2024): JURNAL SELODANG MAYANG
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Indragiri Hilir Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47521/selodangmayang.v10i1.349

Abstract

Riau Province is rich in natural resources in the form of minerals, coal, oil, gas, and alternative energy sources. For natural resources to be utilized more optimally, careful planning is needed in their management. As is known, wealth in the mining and energy sectors is generally a non-renewable natural resource and therefore needs to be managed properly and correctly, so that it can provide benefits for development and prosperity to the community. The development of minerals, especially non-metallic minerals, needs to be packaged in an integrated systematic manner in the mineral resource management system as one of the basic capital to produce optimal added value to increase regional income in Indragiri Hilir Regency. This research aims to determine the potential distribution of Kaolin mineral minerals obtained from a survey conducted by the Riau Province Energy and Mineral Resources Service in Indragiri Hilir Regency, Riau Province. This research method is based on a study of secondary data obtained from the results of a survey carried out by the Department of Energy and Mineral Resources in 2013. Literature search for journal articles that support this research and statutory regulations. The potential of kaolin minerals in Kab. Indragiri Hilir is located in Lubuk Besar Village, District. Keritang and Sencalang Village, District. Reteh. The total volume of hypothetical kaolin resources at the two locations is 1,100,000 m3. Provinsi Riau kaya akan sumber daya alam berupa bahan galian mineral, batubara, minyak, gas dan sumber energi alternatif. Sumber daya alam agar dimanfaatkan lebih optimal, diperlukan perencanaan yang matang dalam pengelolaannya. Sebagaimana diketahui bahwa kekayaan di sektor pertambangan dan energi pada umumnya merupakan sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui, untuk itu perlu dikelola dengan baik dan benar, agar dapat memberikan manfaat bagi pembangunan dan kemakmuran kepada masyarakat. Pengembangan mineral, khususnya mineral non logam perlu dikemas secara sistemis terpadu dalam sistem manajemen sumber daya mineral sebagai salah satu modal dasar untuk menghasilkan nilai tambah secara optimal guna peningkatan pendapatan daerah Kabupaten Indragiri Hilir. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui potensi sebaran galian mineral Kaolin yang diperoleh dari survey yang telah di lakukan Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Provinsi Riau di Kabupaten Indragiri Hilir Provinsi Riau. Metode penelitian ini berdasarkan kajian data sekunder yang diperoleh dari hasil survey yang dilaksanakan oleh Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral tahun 2013. Penelusuran literatur artikel jurnal yang mendukung penelitian ini dan peraturan perundang-undangan. Potensi mineral kaolin di Kab. Indragiri Hilir terdapat di Desa Lubuk Besar, Kec. Keritang dan Desa Sencalang, Kec. Reteh. Total volume sumberdaya hipotetik kaolin pada kedua lokasi tersebut yaitu 1.100.000 m3.
URGENSI SANKSI PIDANA BAGI MUZAKKI YANG INGKAR MEMBAYAR ZAKAT DALAM RANGKA PENGEMBANGAN UNDANG-UNDANG ZAKAT DI INDONESIA wahyuni, Fitri; Junaidi, Junaidi; Wandi, Wandi
Selodang Mayang: Jurnal Ilmiah Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Indragiri Hilir Vol. 9 No. 3 (2023): JURNAL SELODANG MAYANG
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Indragiri Hilir Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47521/selodangmayang.v9i3.350

Abstract

Zakat is one of the pillars of Islam and is one of the main elements for the upholding of Islamic law, whose obligations for Muslims have been stipulated in the Al-Qur'an, the Sunnah of the Prophet, and the consensus of the ulama. However, in reality, there are still many Muslims who are reluctant or refuse to pay zakat. This certainly requires efforts by imposing criminal sanctions so that the Muslim community becomes more aware of paying zakat. This research is normative legal research whose data is sourced from secondary data by collecting primary, secondary, and tertiary legal materials. Meanwhile, the analysis in this research uses qualitative analysis. Conclusions are drawn deductively. The urgency of criminal sanctions for muzakki who refuse to pay zakat in the framework of developing zakat law in Indonesia can be carried out in the following ways: 1. Internally within the Islamic community: First, building religious awareness that zakat is an instrument for alleviating poverty; Second, Unifying the opinion that based on sociological, philosophical, juridical, theological-normative, historical considerations or reasons, and the purpose of punishment, the application of criminal sanctions for muzakki is absolutely necessary; Third, fighting politically because political channels are one of the entry points for the application of Islamic law. 2. Government: First, build awareness that Indonesia's zakat potential is very large, while awareness of zakat is still small. So, the government should be proactive with the pick-up system by changing the zakat system from voluntary to mandatory (compulsory system); Second, the issue of zakat is an issue that applies specifically to the Muslim community. Thus, it would be better for the government to listen more to the aspirations of Muslims. Zakat merupakan salah satu rukun Islam, dan menjadi salah satu unsur pokok bagi tegaknya syariat Islam yang kewajibannya bagi umat Islam telah ditetapkan dalam Al-Qur’an, Sunnah Nabi, dan ijma’ para ulama. Namun pada kenyataannya masih banyak umat Islam yang enggan atau ingkar dalam membayar zakat. Hal ini tentu perlu upaya dengan memberlakukan sanksi pidana agar ummat islam lebih sadar lagi dalam membayar zakat. Penelitian ini merupakan penelitian hukum Normatif yang data-datanya bersumber data sekunder dengan mengumpulkan bahan hukum primer, sekunder dan tersier. Sedangkan analisa dalam penelitian ini menggunakan analisa kualitatif. Penarikan kesimpulan dilakukan dengan cara deduktif. Urgensi sanksi pidana bagi muzakki yang ingkar membayar zakat dalam rangka pengembangan undang-undang zakat di indonesia dapat dilakukan dengan cara 1. Internal Umat Islam: Pertama, Membangun kesadaran beragama bahwa zakat adalah salah satu instrument untuk mengentaskan kemiskinan; Kedua, Menyatukan pendapat bahwa berdasarkan pertimbangan atau alasan sosiologis, filosofis, yuridis, teologis-normatif, historis, dan tujuan pemidanaan penerapan sanksi pidana bagi muzakki mutlak dilakukan; Ketiga, Berjuang secara politik dikarenaka jalur politik merupakan salah satu pintu masuknya penerapan hukum Islam. 2.Pemerintah: Pertama, Membangun kesadaran bahwa potensi zakat Indonesia sangatlah besar, sedangkan kesadaran berzakat masih kecil. Sehingga, pemerintah seharusnya proaktif dengan sistem jemput bola dengan mengganti sistem zakat dari sukarela (voluntary system) menjadi wajib (compulsory system); Kedua, Persoalan zakat adalah persoalan yang berlaku khusus bagi ummat Islam. Dengan demikian, ada baiknya pemerintah lebih mendengarkan aspirasi umat Islam.
KONTRIBUSI PENDAPATAN PEREMPUAN DALAM MENURUNKAN TINGKAT KEMISKINAN: BUKTI DATA PANEL DI PROVINSI RIAU Amri, Khairul; Fitri, Cut Dian; Ikhsan, Ikhsan; Sani, Sri Rosmiati
Selodang Mayang: Jurnal Ilmiah Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Indragiri Hilir Vol. 9 No. 3 (2023): JURNAL SELODANG MAYANG
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Indragiri Hilir Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47521/selodangmayang.v9i3.351

Abstract

This research aims to analyze the effect of women's income on poverty levels. Using panel data from city districts in Riau province during the 2011-2022 period, the analysis model used is panel regression with a fixed effect approach. This research reveals that women's income contributions to the family can significantly reduce poverty levels. The greater the contribution of women's income to total family income, the lower the poverty level. On the other hand, a decrease in women's income contribution results in an increase in poverty levels. These findings have implications that regional government efforts to reduce poverty levels in Riau province can be carried out through policy interventions related to increasing women's income, especially married women. Therefore, increasing women's participation in income-generating programs can be one of the strategic policies that should be considered in efforts to reduce the poverty rate. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pendapatan perempuan terhadap tingkat kemiskinan. Menggunakan data panel kabupaten kota di provinsi Riau selama periode 2011-2022, model analisis yang digunakan adalah regresi panel pendekatan fixed effect. Penelitian ini mengungkapkan bahwa sumbangan pendapatan perempuan dalam keluarga secara signifikan dapat menurunkan tingkat kemiskinan. Semakin besar kontribusi pendapatan perempuan terhadap total pendapatan keluarga, semakin rendah tingkat kemiskinan. Sebaliknya, penurunan kontribusi pendapatan perempuan berdampak pada peningkatan tingkat kemiskinan. Temuan ini berimplikasi bahwa upaya pemerintah daerah dalam menurunkan tingkat kemiskinan di provinsi Riau dapat dilakukan melalui intervensi kebijakan yang berhubungan peningkatan pendapatan perempuan, terutama perempuan menikah. Karena itu, peningkatan partisipasi perempuan dalam income generating program dapat menjadi salah satu kebijakan strategis yang seharusnya dipertimbangkan bagi upaya penurunan tingkat kemiskinan.