cover
Contact Name
Spektrum Sipil
Contact Email
spektrum_sipil@unram.ac.id
Phone
+62370-638436
Journal Mail Official
spektrum_sipil@unram.ac.id
Editorial Address
Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Mataram Jl. Majapahit No. 62 Mataram Nusa Tenggara Barat Kode Pos: 83125
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Spektrum Sipil
Published by Universitas Mataram
ISSN : 18584896     EISSN : 25812505     DOI : https://doi.org/10.29303/spektrum.v7i1
Core Subject : Engineering,
Spektrum Sipil merupakan Jurnal Teknik Sipil yang bertujuan menjadi wadah komunikasi ilmiah untuk menyebarluaskan informasi, hasil-hasil penelitian, hasil kajian pustaka dan teori, yang mencakup bidang Struktur, Transportasi, Hidro, Geoteknik, Manajemen Konstruksi, dan Lingkungan. Spektrum Sipil diterbitkan dua kali dalam setahun (Maret dan September), dipublikasikan secara online dan akses terbuka dengan Nomor Seri Standar Internasional elektronik e-ISSN 2581-2505.
Articles 204 Documents
KUAT TEKAN DAN KUAT GESER BAMBU KOMPOSIT SETEMPAT BERPENGISI PLASTIK DAN SERBUK GERGAJI KAYU: Compressive Strength and Shear Strength of Local Composite Bamboo Filled Plastic and Wood Sawdust Sugiartha, I Wayan; Rofaida, Aryani; Handayani, Teti; Saptaningtyas, Rini S
Spektrum Sipil Vol 8 No 1 (2021): SPEKTRUM SIPIL
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/spektrum.v8i1.194

Abstract

Bambu merupakan salah satu alternatif bahan bangunan ramah lingkungan,yang dapat menggantikan kayu. Disamping memiliki banyak keunggulan, bambu juga memiliki kelemahan yaitu kuat geser sejajar seratnya rendah. Solusi untuk mengatasi kelemahan tersebut adalah dengan memberikan bahan pengisi pada ruas bambu disekitar sambungan sehingga terjadi komposit setempat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sifat mekanik (kuat tekan dan kuat geser) bambu komposit setempat berpengisi plastik Polyethylane Terephthalate (PET) dan serbuk gergaji kayu. Lima variasi benda uji dibuat yaitu BK-0 (bambu tanpa pengisi sebagai kontrol), BK-1 (bambu berpengisi plastik PET), BK-2 (bambu berpengisi plastik PET + dilabur perekat), BK-3 (bambu berpengisi plastik PET + serbuk gergaji kayu), BK-4 (bambu berpengisi plastik PET + serbuk gergaji kayu dan dilabur perekat). Hasil pengujian memberikan nilai kuat tekan bambu dari BK-0 sampai dengan BK-4 berturut-turut sebesar 22.7 MPa, 29.4 MPa, 32.7 MPa, 33.2 MPa, 35.7 MPa atau terjadi peningkatan kuat tekan terhadap BK-0 berturut-turut sebesar 30%, 44%, 46%, dan 57%. Sedangkan nilai kuat geser bambu dari BK-0 sampai dengan BK-4 berturut-turut sebesar 4.55 MPa, 5.00 MPa, 5.05 MPa, 5.40 MPa, 5.50 MPa atau terjadi peningkatan kuat geser terhadap BK-0 berturut-turut sebesar 10%, 11%, 19%, dan 21%.
INDEKS KEKERINGAN HIDROLOGI BERDASARKAN DEBIT (STUDI KASUS DAERAH ALIRAN SUNGAI SIDUTAN): Hydrology Drought Index Based on Discharge (Case Study Sidutan Watershed) Budianto, Muh Bagus; Putra, IB Giri; Saidah, Humairo
Spektrum Sipil Vol 7 No 2 (2020): SPEKTRUM SIPIL
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/spektrum.v7i2.178

Abstract

Kekeringan adalah salah satu bencana yang terjadi secara alamiah. Salah satu indikator kekeringan adalah berkurangnya curah hujan yang mengakibatkan penurunan debit sungai, danau dan air tanah yang akan menyebabkan terjadinya kekeringan hidrologi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui debit andalan dan indeks kekeringan hidrologi. Metode yang digunakan untuk menganalisis debit andalan adalah metode Flow Duration Curve (FDC). Indeks kekeringan hidrologi ditentukan dengan membandingkan volume defisit dengan debit ambang batas (Q80). Hasil analisis debit andalan Q80 yaitu berkisar antara 0.10 m3/s sampai dengan 1.5 m3/dt dan nilai debit normal Q50 sebesar 0.20 m3/dt sampai dengan 2.15 m3/dt. Hasil analisis durasi defisit dan volume defisit terbesar terjadi pada tahun 2016 dengan durasi defisit 8.5 bulan dengan volume defisit 95.398 x 106 m3. Indeks kekeringan hidrologi menunjukan terjadinya kekeringan terparah terjadi pada tahun 2016 dengan nilai IKH berkisar antara -0.70 sampai dengan- 2.98 dengan kriteria terparah yaitu amat sangat kering.
STUDI EFISIENSI JARINGAN IRIGASI DI DAERAH IRIGASI PEKATAN KABUPATEN LOMBOK UTARA: The Study of Irrigation Network Efficiency of Pekatan Irrigation Area in North Lombok District Hidayat, Ari Ramadhan; Sulistiyono, Heri; Budianto, M Bagus
Spektrum Sipil Vol 8 No 1 (2021): SPEKTRUM SIPIL
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/spektrum.v8i1.200

Abstract

Irigasi merupakan salah satu bentuk usaha dari pemanfaatan air dalam menunjang hasil pertanian. Usaha penyaluran air diperlukan sebuah sistem jaringan yang memadai. Dalam memenuhi kebutuhan air tanaman untuk setiap sawah harus memperhatikan beberapa faktor diantaranya jenis tanaman, kondisi tanah, topografi, sosial, ekonomi, dan budaya masyarakat. penelitian ini dilakukan untuk mengetahui besarnya tingkat efisiensi jaringan irigasi pada jaringan irigasi Pekatan dalam mengalirkan air ke petak-petak sawah. Penelitian ini juga bermaksud untuk mengetahui factor-faktor yang mempengaruhi besarnya tingkat efisiensi pada jaringan irigasi Pekatan. Penelitian ini hanya menganalisis jaringan irigasi Pekatan Kiri. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu dengan melaksanakan pengukuran langsung dilapangan. Pengukuran dilakukan untuk mendapatkan data debit dari masing-masing ruas pada saluran primer, sekunder, dan tersier dengan menggunakan alat current meter. Hasil pengukuran debit kemudian dianalisis untuk mendapatkan besarnya tingkat efisiensi pada masing-masing ruas saluran. Hasil analisis menunjukkan tingkat efisiensi rata-rata pada saluran primer sebesar 85.436%, saluran sekunder sebesar 69.579% dan pada saluran tersier sebesar 69.863%. Sehingga tingkat efisiensi total pada jaringan irigasi Pekatan Kiri adalah sebesar 41.53%. Nilai ini masih berada di bawah standar yang ditentukan dalam Standar Kriteria Perencanaan, dimana efisiensi saluran irigasi sebesar 65%. Sehingga jaringan irigasi Pekatan Kiri tergolong kurang baik. Rendahnya tingkat efisiensi pada saluran irigasi Pekatan Kiri disebabkan oleh faktor usia dari saluran.
ANALISIS TEBAL PERKERASAN RUNWAY DI BANDARA INTERNASIONAL LOMBOK AKIBAT PERKEMBANGAN PROGRAM KAWASAN EKONOMI KHUSUS: Analysis of Pavement Thickness in Lombok International Airport (LIA) Runway due to the Development of Special Economic Zone (KEK) Octavia, Nuralifa Dea; Sideman, I A O Suwati; Suteja, I Wayan
Spektrum Sipil Vol 7 No 2 (2020): SPEKTRUM SIPIL
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/spektrum.v7i2.175

Abstract

Dengan label daerah wisata menyebabkan peningkatan penerbangan melalui Bandara Internasional Lombok (BIL). Peningkatan ini diprediksi akan semakin meningkat dengan program pemerintah Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika. Potensi peningkatan ini tentu memberikan dampak pada peningkatan jumlah pergerakan pesawat pada sisi land side khususnya runway. Penelitian ini menggunakan metode FAA secara manual dan membandingkan dengan software FAARFIELD. Tujuan Penelitian ini ialah untuk mengevaluasi tebal perkerasan runway yang ada saat ini dengan tebal perkerasan runway dengan adanya program Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika pada tahun 2024. Tebal perkerasan runway dengan program KEK Mandalika menggunakan pesawat rencana B739 untuk tahun 2024 adalah sebesar 4 inci untuk lapisan surface, 11.5 inci untuk lapisan base course, dan sebesar 33.5 inci untuk lapisan subbase course. Sedangkan tahun 2038 adalah sebesar 4 inci untuk lapisan surface, 11.9 inci untuk lapisan base course, dan sebesar 34.1 inci untuk lapisan subbase course. Sedangkan dengan menggunakan software adalah sebesar 5 inci untuk lapisan surface, 5 inci untuk lapisan base course, dan sebesar 29.67 inci untuk lapisan subbase course.
ANALISIS KESEIMBANGAN AIR DAERAH IRIGASI GEBONG, KECAMATAN NARMADA LOMBOK BARAT: Water Balance Analysis of Gebong Irrigation Area, Narmada West Lombok Aprilestari, Nadia; Setiawan, Agustono; Saidah, Humairo
Spektrum Sipil Vol 7 No 2 (2020): SPEKTRUM SIPIL
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/spektrum.v7i2.172

Abstract

Daerah Irigasi Gebong yang terletak di Kecamatan Narmada Kabupaten Lombok Barat, yang terdapat pada DAS Babak dengan sumber air utama berasal dari Sungai Babak dan Bendung Gebong sebagai bangunan utama serta memiliki luas layanan irigasi sebesar 2.161 Ha. Perubahan iklim yang tidak menentu belakangan ini, membuat ketersediaan air di beberapa wilayah menjadi berbeda-beda karena jumlah air yang turun tidak sama menyebabkan ketersediaan debit di beberapa sumber air irigasi juga menjadi menurun. Berubahnya iklim berpengaruh pada kondisi hidrologi wilayah tersebut, selain akan menyebabkan pergeseran musim, jika terjadi terus menerus juga akan berpengaruh terhadap perubahan pola tanam dan produksi pertanian. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kondisi keseimbangan air untuk tahun basah, tahun normal, dan tahun kering DI Gebong. Kebutuhan air dianalisis menggunakan standar perencanaan irigasi, ketersediaan air dianalisis menggunakan metode Basic Month. Menentukan nilai faktor keseimbangan air (Faktor K) dengan debit bendung kemudian dicari alternatif Pola tanam terbaik untuk memaksimalkan penggunaan air. Berdasarkan hasil analisa, maka dapat disimpulkan bahwa besar kebutuhan air irigasi rata-rata untuk Daerah Irigasi Gebong sebesar 1,52 lt/dt/Ha dan besar ketersediaan air rata-rata Daerah Irigasi Gebong sebesar 2,89 lt/dt/Ha. Hasil analisa faktor keseimbangan air (Faktor K) pada Daerah Irigasi Gebong diperoleh rata-rata sebesar 0,73 dengan persentase sukses 72,50 %. Alternatif terbaik yang dipilih berdasarkan hasil analisa yaitu pola tanam Padi-Palawija-Palawija awal musim tanam Oktober I dengan persentase sukses untuk Q20 sebesar 95,83%, untuk Q50 sebesar 87,50%, dan untuk Q80 sebesar 66,67%.
POLA DISTRIBUSI HUJAN JAM-JAMAN DI STASIUN HUJAN JURANG SATE DAN STASIUN HUJAN LINGKOK LIME PADA WILAYAH LOMBOK TENGAH: Hourly Rainfall Distribution in Jurang Sate and Lingkok Lime Station in Central Lombok Regency Yuli Yani, Puji Rizki; Saidah, Humairo; Wirahman, Lalu
Spektrum Sipil Vol 8 No 1 (2021): SPEKTRUM SIPIL
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/spektrum.v8i1.199

Abstract

Kebanyakan hujan di Indonesia diukur menggunakan alat ukur manual sehingga tidak diketahui berapa lama durasi hujan berlangsung dan bagaimana distribusi hujannya. Padahal penentuan distribusi hujan dari data harian menjadi hujan jam-jaman sangat menentukan bentuk hidrograf yang dihasilkan, Dan sangat berpengaruh pada ketelitian debit rancangan yang dihasilkan. Penelitian ini bertujuan menguji pemakaian beberapa model perhitungan distribusi hujan jam-jaman untuk stasiun hujan Jurang Sate dan stasiun hujan Lingkok Lime di Lombok Tengah. Penelitian ini menggunakan metode Modified Mononobe, Alternating Block Method (ABM), dan Triangular Hyetograph Method (THM). Hasil ketiga metode dibandingkan dengan pola distribusi hujan jam-jaman dari hasil observasi berdasarkan nilai RMSE (Root Mean Squared Error) dan NSE (Nash-Sutcliffe Efficiency). Hasil yang diperoleh pada studi ini menyimpulkan bahwa metode Triangular Hyetograph Method (THM) memiliki pola distribusi hujan yang paling mendekati data observasi, dengan nilai RMSE dan NSE terbaik pada durasi hujan 2, 3, 6, 8 dan 9 jam. Distribusi hujan jam-jaman hasil observasi memiliki dua bentuk pola, yakni pada hujan yang berdurasi di bawah 5 jam memiliki pola intensitas hujan yang tinggi pada jam pertama dan semakin menurun hingga akhir durasi hujan. Pada hujan yang berdurasi lebih dari 6 jam, intensitas hujan cenderung membentuk pola segitiga yaitu kecil pada jam pertama dan naik hingga tercapai intensitas puncak, lalu menurun hingga akhir durasi hujan.
SIFAT FISIK DAN MEKANIK PAPAN PARTIKEL AKIBAT PENAMBAHAN FILLER SERAT BAMBU: Physical and Mechanical Properties of Particle Board Due to Addition of Filler Bamboo Fibre Rofaida, Aryani; Pratama, Rizki Mikroji; Sugiartha, I Wayan; Widianty, Desi
Spektrum Sipil Vol 8 No 1 (2021): SPEKTRUM SIPIL
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/spektrum.v8i1.187

Abstract

Bambu adalah salah satu sumber daya alam yang mudah diperoleh dan diperbaharui, sehingga menjadi alternatif pengganti untuk pembuatan papan partikel kayu. Studi ini mengelaborasi sifat fisik maupun mekanik papan partikel kayu yang diperoleh secara eksperimen kemudian dibandingkan dengan ketentuan yang terdapat dalam Standar SNI 03-2105-2006. Ukuran papan partikel yang akan diuji sesuai dengan standar SNI 03-2105-2006, Pengujian yang dilakukan yaitu pengujian sifat fisik dan mekanik meliputi : uji kerapatan, kadar air, daya serap air, pengembangan tebal setelah direndam air, Modulus of Rupture (MOR), Modulus of Elasticity (MOE), keteguhan rekat, dan keteguhan cabut sekrup.Tujuannya adalah untuk mengetahui perilaku fisik dan mekanik papan partikel akibat adanya penambahan filler serat bambu. Hasil pengujian pengembangan tebal papan partikel menunjukkan bahwa pengembangan tebal papan partikel dengan penambahan filler serat bambu mempunyai nilai pengembangan tebal terendah yaitu 4,504 %. Berdasarkan standar SNI 03-2015-2006 nilai pengembangan tebal yaitu ≤ 12 %. Sedangkan nilai sifat mekanik dengan rata-rata nilai MOR adalah 95.395 MPa, nilai MOE adalah 68,7996 MPa,nilai keteguhan rekat adalah 48,38 MPa, dan uji kuat tarik sekrup 1105,25 N.
PENGARUH SIFAT FISIK ASPAL MODIFIKASI LIMBAH PVC DAN LLDPE TERHADAP SIFAT VOLUMETRIK ASPHALT CONCRETE WEARING COURSE: Effect of Waste PVC and LLDPE Modified Asphalt Physical Characteristics on Volumetric Properties of Asphalt Concrete Wearing Course Hasyim, Hasyim
Spektrum Sipil Vol 7 No 2 (2020): SPEKTRUM SIPIL
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/spektrum.v7i2.169

Abstract

Aspal yang digunakan sebagai bahan perkerasan jalanharusmemenuhipersyaratantertentuyang ditetapkanDirektoratJenderal Bina Margaagar dapat memikul beban lalu lintas selama umur yang telah direncanakan. Namun seringkali ditemukan bahwa aspal yang digunakan tidak sesuai dengan standar. Karena itu, perlu ada upaya untuk meningkatkan kualitas aspal dengan modifikasi menggunakan bahan-bahan lain.Tulisan ini ingin mengkaji hubungan antara sifat fisik aspal yang dimodifikasi limbah PVC dan LLDPE dengan sifat-sifat volumetrik campuran, yaitu rongga di antara mineral agregat (VMA), rongga dalam campuran (VIM) dan rongga terselimuti aspal (VFB).Sifat fisik aspal modifikasi limbah PVC dan LLDPE yang dikaji adalah daktilitas, penetrasi dan titik lembek. Dari analisa yang dilakukan, disimpulkan bahwa daktilitas, penetrasi dan titik lembek aspal modifikasi limbah PVC dan LLDPE berpengaruh sangat signifikan terhadap sifat volumetrik campuran aspal-agregat. Campuran asphalt concrete wearing course yang menggunakan aspalmodifikasi limbah PVC menghasilkan ikatan antara aspal dan agregat yang lebih kuatdibandingkan dengan campuran yang menggunakan aspal modifikasi limbah LLDPE.
FAKTOR KEAMANAN LERENG JALAN RAYA PUSUK KECAMATAN PEMENANG KABUPATEN LOMBOK UTARA MENGGUNAKAN METODE FELLENIUS DAN BISHOP: Slope Safety Factors of Pusuk Road Pemenang North Lombok District using Fellenius and Bishop Methods Aprianti, Emilda; Pujiastuti, Heni; Isfanari, Isfanari; Rahmawati, Eti
Spektrum Sipil Vol 8 No 1 (2021): SPEKTRUM SIPIL
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/spektrum.v8i1.201

Abstract

Jalan Raya Pusuk merupakan salah satu ruas jalan di Kecamatan Pemenang Kabupaten Lombok Utara dengan topografi yang sedikit curam, sehingga memungkinkan akan terjadinya longsor ketika hujan deras melanda. Rembesan dan aktivitas geologi adalah faktor lain yang menyebabkan timbulnya longsor. Pada penelitian ini, penyelidikan dikhususkan untuk menganalisa hasil perhitungan pada metode Fellenius dan Bishop di Jalan Raya Pemenang yang bertujuan untuk mengetahui faktor keamanan kestabilan lereng dengan menggunakan metode Fellenius dan Bishop. Data yang digunakan sebagai acuan untuk analisa perhitungan metode Fellenius dan Bishop adalah data sekunder yang terdiri dari data sifat fisik dan mekanik tanah yaitu: nilai kohesi (c), sudut geser dalam tanah (Ø), berat isi tanah (γ), tinggi lereng (m), dan sudut kemiringan lereng (α). Proses analisis perhitungan metode Fellenius dan Bishop dilakukan menggunakan tabel perhitungan manual. Berdasarkan hasil analisis dan perhitungan factor keamanan lereng pada jalan raya Pusuk, Kecamatan Pemenang, diperoleh bahwa faktor keamanan dengan metode Bishop lebih besar di bandingkan dengan metode Fellenius. Ditemukan bahwa faktor yang mempengaruhi kestabilan lereng adalah kemiringan lereng (α), kohesi (c) dan nilai sudut gesek dalam tanah (Ø).
STUDI KINERJA DAERAH IRIGASI IRENG DAYE, KECAMATAN GUNUNG SARI KABUPATEN LOMBOK BARAT: Performance Study of Ireng Daye Irrigation Area, Sub-district of Gunung Sari, West Lombok Regency Salehudin, Salehudin; Rohani, Rohani; Wirahman, Lalu; Hasyim, Hasyim; Wahyuningsih, Widya
Spektrum Sipil Vol 8 No 1 (2021): SPEKTRUM SIPIL
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/spektrum.v8i1.192

Abstract

Daerah Irigasi Ireng Daye memiliki luas baku 192,81 ha dengan luas Daerah Irigasi (DI) 138,57 ha. Sumber air utama yang digunakan untuk mengairi areal irigasi Ireng Daye berasal dari sungai Jangkok. Kondisi Bendung Ireng Daye serta salurannya saat ini mengalami penumpukan sedimentasi berupa endapan lumpur dan sampah, terjadi kerusakan pada pintu bendung, bangunan penguras dan sebagian ruas saluran primer maupun skunder yang disebabkan oleh penumpukan sampah dan sedimen pasir dan lumpur , disebagian besar saluran primer aktifitas warga sekitar yang memanfaatkan saluran dengan memelihara keramba ikan, permasalahan diatas dikhawatirkan akan berdampak pada Kinerja Daerah Irigasi Ireng Daye. Dengan analisis Indeks Kinerja PERMEN PU No.32/PRT/M/2007 tentang Pedoman Operasional dan Pemeliharaan , dapat kita ketahui kondisi kinerja daerah irigasi Ireng Daye dengan cara memperhatikan beberapa parameter yang digunakan yaitu kondisi fisik, produktifitas tanam, sarana penunjang, organisasi personalia, dokumentasi, dan P3A. Hasil analisis indeks kinerja daerah irigasi Ireng Daye pada tahun 2017 menurut PERMEN PU No.32/PRT/M/2007 adalah sebesar 53,43% , lebih kecil dari nilai indeks persyaratan yang ditentkan dalam kondisi normal sebesar 77,50% (Permen PU No.32/PRT/M/2007), sehingga dapat disimpulkan bahwa indeks kinerja daerah Irigasi Ireng Daye kurang maksimal dan diperlukan perhatian khusus dari pemerintah maupun masyarakat untuk segera melakukan tindakan berupa renovasi saluran dan bangunan yang ada dalam skema jaringan irigasi Ireng Daye. Rencana usulan kerja yang ditawarkan dalam analiis ini adalah mengangkat sedimen sepanjang saluran primer dan sekunder, memperbaiki semua bangunan bagi beserta pintu bangunan, dan saluran dilapisi dengan beton yudith.

Page 11 of 21 | Total Record : 204