cover
Contact Name
Spektrum Sipil
Contact Email
spektrum_sipil@unram.ac.id
Phone
+62370-638436
Journal Mail Official
spektrum_sipil@unram.ac.id
Editorial Address
Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Mataram Jl. Majapahit No. 62 Mataram Nusa Tenggara Barat Kode Pos: 83125
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Spektrum Sipil
Published by Universitas Mataram
ISSN : 18584896     EISSN : 25812505     DOI : https://doi.org/10.29303/spektrum.v7i1
Core Subject : Engineering,
Spektrum Sipil merupakan Jurnal Teknik Sipil yang bertujuan menjadi wadah komunikasi ilmiah untuk menyebarluaskan informasi, hasil-hasil penelitian, hasil kajian pustaka dan teori, yang mencakup bidang Struktur, Transportasi, Hidro, Geoteknik, Manajemen Konstruksi, dan Lingkungan. Spektrum Sipil diterbitkan dua kali dalam setahun (Maret dan September), dipublikasikan secara online dan akses terbuka dengan Nomor Seri Standar Internasional elektronik e-ISSN 2581-2505.
Articles 204 Documents
KAPASITAS SAMBUNGAN KAYU TAMPANG DUA DENGAN VARIASI SUDUT MENGGUNAKAN ALAT SAMBUNG PASAK KAYU DILAPISI PEREKAT: The Capacity of Double Shear Timber Connection with Angle Variation by using Dowel Fastener with Adhesive Coating Anshari, Buan; Rofaida, Aryani; Suryadi, Muhammad
Spektrum Sipil Vol 6 No 2 (2019): SPEKTRUM SIPIL
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/spektrum.v6i2.141

Abstract

Sambungan merupakan bagian yang terlemah dari suatu konstruksi kayu, sehingga membutuhkan alat sambung yang kuat dan tahan lama. Sambungan dengan variasi sudut khususnya pada struktur rangka merupakan suatu hal yang sangat vital dan sering kita jumpai dalam konstruksi kayu. Diharapkan dari hasil penelitian ini dapat memberikan salah satu alternatif agar menggunakan sambungan pasak kayu dilapisi perekat dengan sudut tertentu pada konstruksi kayu kedepannya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar kekuatan sambungan kayu tampang dua dengan variasi sudut menggunakan alat sambung pasak kayu dilapisi perekat. Pada penelitian dilakukan uji pendahuluan untuk mengetahui sifat-sifat karakteristik bahan. Uji pendahuluan dalam penelitian ini meliputi pengujian sifat fisik maupun mekanik kayu dan pengujian kuat cabut pasak. Setelah mengetahui sifat-sifat karakteristik bahan, dilanjutkan pengujian kekuatan sambungan dengan variasi sudut menggunakan alat sambung pasak kayu. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah variasi sudut 0º, 30º, 45º, 60º, 90º, sedangkan variable tetap adalah sambungan tampang dua menggunakan pasak kayu dilapisi perekat. Hasil uji sambungan dianalisis kemudian dibandingkan dengan hasil perhitungan teoritis. Hasil pengujian kekuatan sambungan dengan variasi sudut 0°, 30°, 45°, 60° dan 90° berturut-turut sebesar 39 kN, 31 kN, 30 kN, 29 kN, dan 27 kN. Hasil pengujian kekuatan sambungan maksimum terjadi pada sambungan dengan sudut 0° sebesar 39 kN. Dari hasil pengujian terlihat bahwa semakin besar sudut sambungan, kekuatan sambungan semakin kecil. Hasil perbandingan antara rumus teoritis dengan pengujian eksperimen memberikan hasil yang tidak jauh berbeda. Pada penelitian dilakukan uji pendahuluan untuk mengetahui sifat-sifat karakteristik bahan. Uji pendahuluan dalam penelitian ini meliputi pengujian sifat fisik maupun mekanik kayu dan pengujian kuat cabut pasak. Setelah mengetahui sifat-sifat karakteristik bahan, dilanjutkan pengujian kekuatan sambungan dengan variasi sudut menggunakan alat sambung pasak kayu. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah variasi sudut 0º, 30º, 45º, 60º, 90º, sedangkan variable tetap adalah sambungan tampang dua menggunakan pasak kayu dilapisi perekat. Hasil uji sambungan dianalisis kemudian dibandingkan dengan hasil perhitungan teoritis. Hasil pengujian kekuatan sambungan dengan variasi sudut 0°, 30°, 45°, 60° dan 90° berturut-turut sebesar 39 kN, 31 kN, 30 kN, 29 kN, dan 27 kN. Hasil pengujian kekuatan sambungan maksimum terjadi pada sambungan dengan sudut 0° sebesar 39 kN. Dari hasil pengujian terlihat bahwa semakin besar sudut sambungan, kekuatan sambungan semakin kecil. Hasil perbandingan antara rumus teoritis dengan pengujian eksperimen memberikan hasil yang tidak jauh berbeda.
The OPTIMASI PROPORSI SUPERPLASTICIZER DENGANPENDEKATAN CHEMICAL BASE UNTUKBETON MEMADAT SENDIRI(SELF COMPACTING CONCRETE): The Optimization of Superplasticizer Proportion on Chemically Based Self Compacting Concrete havior of Porous Particles Due to Cyclic Load Merdana, I Nyoman Merdana; Kencanawati, Ni Nyoman; Maida, Nurul Meli
Spektrum Sipil Vol 7 No 2 (2020): SPEKTRUM SIPIL
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/spektrum.v7i2.170

Abstract

Beton memadat sendiri merupakan beton yang mampu mengalir sendiri dan dapat dicetak pada bekisting dengan penggunaan alat pemadat yang sedikit atau alat pemadat sama sekali. SCC mempunyai kelemahan dalam memproduksinya, dibutuhkan workability dan kohesi yang tinggi secara bersamaan. Untuk mencapainya dilakukan mix design dosis superplasticizer. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proporsi superplasticizer dengan pendekatan chemical base pada SCC terhadap kuat tekan dan kuat tarik belah optimum. Benda uji berbentuk silinder disiapkan dalam penelitian ini dengan ukuran diameter 150 mm dan tinggi 300 mm sebanyak 48 buah, 6 buah beton normal dan 42 buah beton SCC. Kadar superplasticizer viscoCreteR-10 yang digunakan sebesar 0,6%, 0,8%, 1,0%, 1,2%, 1,4%, 1,6% dan 1,8%. Perencanaan proses pengadukan beton SCC menggunakan metode trial and error yang mengacu pada rekomendasi EFNARC. Pengujian kuat tekan dan kuat tarik belah dilakukan setelah beton SCC mengalami perawatan selama 28 hari.Kuat tekan yang direncanakan terhadap benda uji SCC adalah sebesar 25 MPa. Dari hasil penelitian diperoleh kuat tekan beton normal (BN) sebesar 37,08 MPa. Pada kadar superplasticizer 0,6%, 0,8%, 1,0%, 1,2%, 1,4%, 1,6%, dan 1,8% diperoleh kuat tekan masing-masing sebesar 36,33 MPa, 32,41 MPa, 30,57 MPa, 31,8 MPa, 31,23 MPa, 35,39 MPa, dan 31,14 MPa. Pada kadar superplasticizer 0,6% diperoleh hasil kuat tekan maksimum, tetapi kadar 0,6%, dieliminir karena pada pengujian j-ring test tidak memenuhi kriteria sebagai beton SCC. Sehingga pada penelitian ini disimpulkan superplasticizer 1,6% sebagai kadar optimum
KAJIAN MANFAAT EKONOMI PEMBANGUNAN JALAN PENGHUBUNG KOTA MATARAM–PATUNG SAPI GERUNG KABUPATEN LOMBOK BARAT: Economic Benefits Evaluation of the Road Construction Connecting Mataram City – Patung Sapi Gerung, West Lombok Harzuan, Harzuan; Munawar, Ahmad; Murtiadi, Suryawan
Spektrum Sipil Vol 5 No 2 (2018): SPEKTRUM SIPIL
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/spektrum.v5i2.140

Abstract

Keberadaan jalan penghubung kota Mataram bagian Selatan dengan pusat kota Kabupaten Lombok Barat di Gerung sangat diperlukan. Studi kelayakan telah dilaksanakan pada tahun 2008 terhadap pembangunan jalan ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kembali, khususnya ditinjau dari aspek ekonomi, rencana pembangunan jalan penghubung Mataram–Gerung Kabupaten Lombok Barat. Metode rasio manfaat biaya digunakan untuk mengevaluasi proyek selama 30 tahun setelah masa operasi jalan baru ini. Penelitian diawali dengan pengumpulan data berupa biaya pembangunan jalan baru. Selanjutnya data yang dikumpulkan berupa potongan melintang, panjang jalan dan kondisi lingkungan kedua jalan tersebut. Data arus lalu lintas jalan lama juga diperlukan guna menghitung distribusi arus pada perhitungan pemilihan rute kendaraan. Perhitungan biaya operasional kendaraan dilakukan dengan pendekatan metode Sugianto, dkk. Perhitungan kapasitas jalan baru berdasarkan MKJI dilakukan dengan software KAJI 2000 dari Departemen PU. Hasil analisis menunjukkan besarnya nilai manfaat pada tahun ke 30 sebesar Rp.20.074.650.247,- dengan biaya pengeluaran Rp.19.737.234.993,- sehingga didapat nilai Benefit Cost Ratio (BCR) = 1,017. Nilai manfaat yang terhitung ini hanyalah manfaat yang ditimbulkan akibat penghematan nilai waktu dan biaya operasional kendaraan (BOK) saja. Dalam kenyataannya manfaat yang timbul bukan hanya itu tetapi juga penurunan angka kecelakaan, pengurangan polusi udara, meningkatnya harga tanah di sepanjang jalan baru, dan sebagainya. Apabila manfaat-manfaat ini disertakan dalam perhitungan maka rasio B/C akan meningkat sehingga proyek tersebut layak untuk dilaksanakan.
PREDIKSI PERUBAHAN KURVA INTENSITAS-DURASI-FREKUENSI HUJAN UNTUK WILAYAH SUMBAWA: Curve Change Prediction of Intensity-Duration-Frequency of Rain for Sumbawa District saidah, Humairo; Supriyadi, Anid
Spektrum Sipil Vol 7 No 1 (2020): SPEKTRUM SIPIL
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/spektrum.v7i1.145

Abstract

Kurva Intensitas-Durasi-Frekuensi (IDF) adalah salah satu kurva hubungan yang umum digunakan dalam pengelolaan sumberdaya air, baik untuk perencanaan, perancangan maupun pengoperasian sumber daya air. Perubahan iklim yang terjadi diyakini akan membuat bentuk dari lengkung IDF di wilayah ini juga akan mengalami perubahan. Studi ini ingin memprediksikan perubahan bentuk kurva IDF di daerah Sumbawa untuk kepentingan penyesuaian sekaligus prediksi persamaan umumnya untuk masa yang akan datang. Studi dimulai dari perhitungan curah hujan rancangan yang dihitung dengan analisis frekuensi. Intensitas hujan dihitung dengan mempergunakan metode Mononobe. Penelitian Analisa Lengkung IDF wilayah Sumbawa menghasilkan Persamaan untuk menentukan besaran Intensitas Hujan, menurut kala ulang adalah 100 tahun, I = 1091.7 t-0.667; 50 tahun, I = 1039.3 t-0.667; 25 tahun, I = 949.65 t-0.667; 10 tahun, I = 895.46 t-0.667; 5 tahun, I = 813.24 t-0.667; 2 tahun, I = 656.27 t-0.667 . Sedangkan prediksi lengkung IDF pada 2030 adalah, untuk kala 100 tahun, I = 1578.2 t-0.667; 50 tahun, I = 1461.4 t-0.667; 25 tahun, I = 1396.2 t-0.667; 10 tahun, I = 1178 t-0.667; 5 tahun, I = 1037.5 t-0.667; 2 tahun, I = 839.5 t-0.667
PENGARUH RETAKAN PERMUKAAN TANAH TERHADAP STABILITAS LERENG BUKIT GUNTUR MACAN, GUNUNG SARI. LOMBOK BARAT: The Effect of Soil Surface Crack on Slope Stability in Bukit Guntur Macan, Gunung Sari, West Lombok Muchtaranda, Ismail H; Sulistyowati, Tri
Spektrum Sipil Vol 8 No 1 (2021): SPEKTRUM SIPIL
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/spektrum.v8i1.185

Abstract

Peristiwa longsor sering terjadi pada saat hujan lebat atau sesaat setelah hujan reda. Hal ini dikarenakan air hujan berinfiltrasi ke dalam tanah, sehingga tanah menjadi jenuh, tekanan air pori di dalam tanah meningkat dan mengurangi kekuatan tanah, akibatnya terjadi peristiwa longsor. Salah satu penyebab air hujan cepat berinfiltrasi ke dalam tanah adalah adanya retakan (crack) pada permukaan tanah, baik pada permukaan tanah datar maupun pada bagian yang miring dari suatu lereng. Retakan dapat terjadi karena sifat kembang susut tanah, kegiatan pembangunan oleh manusia, penurunan tanah tidak seragam dan masih banyak penyebab lainnya. Dalam penelitian ini dilakukan pemodelan lereng dengan retakan pada permukaan puncak lereng yaitu jarak dan kedalaman retakan. Selanjutnya air pada retakan yang berasal dari air hujan ataupun air dari rumah–rumah penduduk dapat menimbulkan rembesan dan akan terinfiltrasi. Analisa stabilitas lereng, analisa infiltrasi dan rembesan dilakukan dengan menggunakan metode elemen hingga. Hasil analisis yang diperoleh adalah angka keamanan dari lereng terhadap letak dan kedalaman retakan tanah. Hasil analisis menunjukkan bahwa retakan yang terisi oleh air akibat hujan atau tanpa hujan, angka keamanan berkurang dibandingkan dengan tanpa retakan. Demikian pula jarak retakan semakin dekat dengan bidang longsor, angka keamanan semakin menurun. Angka keamanan juga semakin menurun seiring dengan semakin dalam retakan. Kedalaman retakan memberi jalan air yang lebih cepat meresap ke dalam tanah sehingga mendekati bidang longsor, demikian pula jarak retakan. Nilai SF kondisi awal lereng = 0,785, dengan adanya retakan nilai SF =0,777, jika ada pengaruh aliran transient yang berasal dari hujan SF = 0,754 dan pada kondisi aliran tetap (steady) SF = 0,715
PENGARUH JUMLAH TUMBUKAN PADA ASPHALT CONCRETE WEARING COURSE (AC-WC) DENGAN MENGGUNAKAN ASPAL MURNI DAN ASPAL MODIFIKASI LLDPE TERHADAP BESARAN MARSHALL: Effect of Number of Blow for Asphalt Concrete Wearing Course (AC-WC) by using Pure Asphalt and LLDPE Modified Asphalt on the Marshall Value Shavira, Adelia Okta; Widianty, Desi
Spektrum Sipil Vol 7 No 2 (2020): SPEKTRUM SIPIL
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/spektrum.v7i2.176

Abstract

Salah satu faktor yang mempengaruhi kinerja beton aspal (AC-WC) adalah pemadatan. Pada spesifikasi bina marga 2018 ditetapkan jumlah tumbukan untuk kondisi lalu lintas berat pada campuran AC-WC yaitu 75 kali tumbukan. Pemadatan kurang dari ketentuan maka akan menyebabkan tingkat keawetan perkerasan yang buruk karena banyaknya rongga yang tersisa, sedangkan jika pemadatan dilakukan lebih dari ketentuan menyebabkan tidak ada rongga dalam campuran sehingga terjadi bleeding. Pengaruh dari variasi jumlah tumbukan terhadap campuran AC-WC murni dan AC-WC modifikasi LLDPE dilakukan dengan pemeriksaan sifat volumetrik dan sifat mekanis campuran. Nilai Indeks Kekuatan Sisa campuran dari masing-masing variari tumbukan dianalisa berdasarkan hasil marshall standard dan marshall immersion. Hubungan antara variasi jumlah tumbukan dengan nilai IKS didapatkan persamaan untuk menghitung jumlah tumbukan optimum. Hasil pemeriksaan sifat volumetrik dan mekanis campuran AC-WC dengan menggunakan aspal murni dan aspal modifikasi LLDPE jumlah tumbukan yang memenuhi Spesifikasi Umum Bina Marga 2018 adalah 75 kali, 80 kali dan 85 kali. Dari hasil nilai indeks kekuatan sisa menunjukkan bahwa nilai indeks kekuatan sisa optimum pada campuran AC-WC menggunakan aspal murni dengan nilai 98.76% terjadi pada jumlah tumbukan 76 kali sedangkan nilai indeks kekuatan sisa optimum pada campuran AC-WC dengan aspal modifikasi LLDPE dengan nilai 97.83% terjadi pada jumlah tumbukan 78 kali.
DEVELOPING AN AHP-BASED MODEL FOR EVALUATING MITIGATION PROGRAMS FOR FLOOD DISASTER: CASE STUDY IN JAKARTA, INDONESIA: Pengembangan Model AHP- Based untuk Mengevaluasi Program Mitigasi Bencana Banjir: Studi Kasus di Jakarta, Indonesia Sari, Dharwati Pratama; Anwar, M Ruslin
Spektrum Sipil Vol 8 No 2 (2021): SPEKTRUM SIPIL
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/spektrum.v8i2.205

Abstract

Throughout the centuries flood disasters have taken a loss of human lives property damage, and economic impacts all over the world. In Jakarta, Indonesia, various alternatives of strategies after flood disasters have been implemented during the past reconstruction project due the high severe damage losses. Unfortunately the programs just issues, based on the damage and losses assessment after recent disasters happened, it indicated the necessity of better flood disaster management for future life’s people in Indonesia. The research focused on flood disaster mitigation program and used as some implementation program from other countries for comparison to propose an appropriate design of mitigation and planned. The approaches use the Analytic Hierarchy Process (AHP) as a decision analysis tool, in order to develop a Program Evaluation Model (PEM) for flood disaster management in Jakarta. In addition, data will be gathered through direct survey with experts. The PEM’s concept is concerned with the selecting the major factors which influence the management of flood disaster in Jakarta, and use the identified factors to evaluate different flood mitigation program from other countries (Taiwan, Japan, Netherlands, United States, and United Kingdom).
PENGARUH CAMPURAN BELERANG DAN SEMEN PORTLAND TERHADAP UJI GESER LANGSUNG DAN KUAT TEKAN BEBAS TANAH GAMBUT: Effect of Sulfur and Portland Cement Mix on Direct Shear and Unconfined Compression Strength of Peat Soil Triutami, Nova; Gandi, Suradji; Hendri, Okrobianus
Spektrum Sipil Vol 8 No 2 (2021): SPEKTRUM SIPIL
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/spektrum.v8i2.210

Abstract

Tanah gambut merupakan tipe tanah yang kurang baik sebagai tanah dasar konstruksi, dan memiliki karakteristik yang sangat lunak. Untuk memperbaiki sifat tanah gambut tersebut, maka dilakukan dengan cara stabilisasi tanah. Metode stabilisasi tanah yang digunakan yaitu menggunakan belerang dan semen portland sebagai bahan campurannya. Pengujian dilakukan dengan metode observari lapangan dan eksperimental, yang diawali pada pengambilan sampel tanah (hand boring) dan dilakukan pemeriksaan di Laboratorium yaitu sifat fisik tanah asli, pengujian geser langsung dan kuat tekan bebas. Hasil pengujian sifat fisik tanah diperoleh kadar air (w) 244,74 % , menurut ASTM D 2980 termasuk kategori slightly absorbent, diperoleh berat jenis (Gs) sebesar 1,28. Jumlah kadar serat yang diperoleh 76,74 %, menurut ASTM D 4427 tanah gambut termasuk dalam kategori gambut fibric dengan kadar serat antara > 67 %. Hasil pengujian kuat geser langsung nilai kohesi (c) meningkat sebesar 9 % dari kadar optimum belerang 5 % dan semen portland 10 % pada pemeraman 14 hari, dan sudut geser (φ) meningkat sebesar 7 % dari kadar optimum belerang 2,5 % dan semen portland 10 % pada 14 hari pemeraman. Untuk pengujian kuat tekan bebas terjadi peningkatan kuat tekan bebas (qu) sebesar 20,9 % diperoleh dari kadar optimum belerang 5 % dan semen portland 10 % dengan waktu pemeraman 14 hari sedangkan pada kohesi (c) terjadi kenaikan sebesar 10,4 % pada kadar optimum belerang 5 % dan semen portland 10 % pada pemeraman 7 hari.
ANALISIS HUBUNGAN ANTARA VARIABEL PEMILIHAN MODA TRANSPORTASI DI KOTA PALANGKA RAYA: Analysis of The Relationship Between Variables Selection Mode of Transportation In Palangkaraya City Yuslye, Devis Dwi; Murniati, Murniati; Riani, Desi
Spektrum Sipil Vol 8 No 2 (2021): SPEKTRUM SIPIL
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/spektrum.v8i2.216

Abstract

Peralihan dari kendaraan pribadi ke angkutan umum merupakan salah satu solusi dalam mengurangi kemacetan di Kota Palangka Raya. Untuk itu perlu diketahui kriteria-kriteria yang dapat mengalihkan penggunaan angkutan umum, seperti kondisi sosial dan ekonomi pengguna jasa angkutan, biaya, waktu tunggu dan waktu perjalanan. Hal ini akan memengaruhi seseorang dalam memilih moda transportasi yang akan digunakan. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi hubungan antara variabel yang mempengaruhi pengambilan keputusan dalam pemilihan moda transportasi di Kota Palangka Raya. Survei dilaksanakan dengan penyebaran kuesioner kepada 100 responden berisi karakteristik umum dan karakteristik perjalanan responden, meliputi kondisi sosio-ekonomi, dengan atribut selisih biaya perjalanan, selisih waktu tunggu, dan selisih waktu tempuh. Berdasarkan hasil uji tabulasi silang tidak terdapat hubungan yang signifikan antar variabel penelitian yang di uji. Menurut hasil analisis korelasi dan determinasi yang dilakukan terhadap data dengan tiga macam atribut diperoleh hasil untuk atribut biaya perjalanan R = 0,889 dan R2 = 70,2%, untuk atribut waktu tunggu R = 0,881 dan R2 = 70,2%, dan untuk waktu tempuh R = 0,904 dan R2 = 75,5%. Berdasarkan hasil uji-t didapatkan t hitung > t tabel dan signifikan < dari 0,05, hal ini menunjukkan terdapat pengaruh antara variabel terhadap pemilihan moda transportasi secara signifikan.
ASESMEN KESEHATAN STRUKTUR JEMBATAN DENGAN PERALATAN NDT SERTA ALTERNATIF REKOMENDASI PERBAIKAN (Studi Kasus Jembatan Puskesmas Narmada - Lombok Barat): Health Assessment Structure of Bridge with NDT Equipment and Alternative Recommendations for Improvement (Case Study of Narmada Bridge Public Health Center - West Lombok) Irpan, Zainul; Kencanawati, Ni Nyoman; Akmaluddin, Akmaluddin
Spektrum Sipil Vol 4 No 1 (2017): SPEKTRUM SIPIL
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Untuk mengetahui apakah struktur jembatan Puskesmas Narmada Kabupaten Lombok Barat sehat atau masih laik fungsi, maka perlu dilakukan evaluasi kesehatan strukturnya, jika tidak sehat atau aman harus dilakukan tindakan rehabilitasi terhadap struktur jembatan agar jembatan tersebut masih bisa diteruskan pemggunannya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melakukan asesmen kesehatan struktur dengan metode non destructive test (NDT) dan mengevaluasi kapasitas dan kemampuan layannya, sehingga dari penelitian tersebut dapat diperoleh gambaran kondisi eksisting jembatan serta solusi perbaikannya. Peralatan NDT yang digunakan adalah hammer test, micro crack detector dan total station. Dari hasil pengukuran di lapangan diperoleh nilai lendutan yang sudah melebihi lendutan maksimal sebesar 130.5 mm, nilai tersebut sudah melebihi nilai lendutan ijin maksimum (L/300) yaitu sebesar 83.3 mm. Adapun dari hasil pengukuran lebar retak didapat nilai lebar retak maksimal sebesar 1.83 mm pada daerah tumpuan dan lebar retak minimal sebesar 0.60 mm pada daerah tengah bentang, sedangkan nilai kuat tekan rerata didapat sebesar 42.09 MPa. Dari hasil asesmen disimpulkan bahwa, kondisi jembatan Puskesmas Narmada tidak aman untuk dilalui kendaraan terutama kendaraan berat, sehingga direkomendasikan untuk segera dilakukan perbaikan dengan perkuatan struktur yaitu dengan penambahan bahan fibre reinforced polymers (FRP), injeksi bagian yang retak dengan bahan epoxy dan dilakukan perubahan sistem struktur dari sistem gelagar sederhana menjadi gelagar menerus.