cover
Contact Name
Spektrum Sipil
Contact Email
spektrum_sipil@unram.ac.id
Phone
+62370-638436
Journal Mail Official
spektrum_sipil@unram.ac.id
Editorial Address
Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Mataram Jl. Majapahit No. 62 Mataram Nusa Tenggara Barat Kode Pos: 83125
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Spektrum Sipil
Published by Universitas Mataram
ISSN : 18584896     EISSN : 25812505     DOI : https://doi.org/10.29303/spektrum.v7i1
Core Subject : Engineering,
Spektrum Sipil merupakan Jurnal Teknik Sipil yang bertujuan menjadi wadah komunikasi ilmiah untuk menyebarluaskan informasi, hasil-hasil penelitian, hasil kajian pustaka dan teori, yang mencakup bidang Struktur, Transportasi, Hidro, Geoteknik, Manajemen Konstruksi, dan Lingkungan. Spektrum Sipil diterbitkan dua kali dalam setahun (Maret dan September), dipublikasikan secara online dan akses terbuka dengan Nomor Seri Standar Internasional elektronik e-ISSN 2581-2505.
Articles 204 Documents
PEMANFAATAN PASIR BEKAS TAMBANG EMAS UNTUK CAMPURAN LAPIS TIPIS ASPAL PASIR (LATASIR): Utilization of Ex-Gold Mining Sand for Mixed Layers Thin Asphalt Sand Yani, Achmad; Desriantomy, Desriantomy; Supiyan, Supiyan
Spektrum Sipil Vol 9 No 1 (2022): SPEKTRUM SIPIL
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/spektrum.v9i1.219

Abstract

Lapis tipis aspal pasir (Latasir) merupakan campuran aspal panas sebagai lapis permukaan jalan yang banyak menggunakan pasir, kebutuhan akan material pasir juga meningkat dengan adanya pembangunan prasarana jalan yang semakin pesat. Material yang baik akan mempengaruhi kualitas jalan, penggunaan pasir bekas tambang emas yang ada di desa Hampalit dapat meningkatkan nilai karakteristik Marshall dan dapat memperoleh fleksibilitas pada campuran Latasir. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode uji Marshall dengan membuat variasi kadar aspal, Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan pasir bekas tambang emas didua titik pegambilan disatu desa yaitu Lokasi 1 (STA 7+300) dan Lokasi 2 (STA 8+700). Berdasarkan hasil pemeriksaan Sifat-sifat fisik agregat dilaboratorium untuk Lokasi 1 (STA 7+300) pada saringan No.200 lolos sebanyak 4,24% sedangkan umtuk Lokasi 2 (STA 8+700) pada saringan No.200 lolos sebanyak 8,04%. Kemudian didapat nilai variasi kadar aspal masing-masing komposisi. Untuk komposisi I (STA 7+300) dengan variasi kadar aspal yaitu 6%, 6,5%, 7%, 7,5%, 8% dan untuk komposisi II (STA 8+700) dengan variasi kadar aspal yaitu 6,5%, 7%, 7,5%, 8%, 8,5%. Sehingga masing-masing komposisi campuran menggunakan pasir bekas tambang emas semua Parameter Marshall memenuhi spesifikasi yang disyaratkan oleh Bina Marga tahun 2018 (revisi 2) dimana kedua komposisi tersebut memiliki karakteristik yang berbeda, yaitu didapat nilai Kadar Aspal Optimum (KAO) Kompsoisi I (STA 7+300) sebesar 7,93% dan Kadar Aspal Optimum (KAO) komposisi II (STA 8+700) sebesar 8,20%.
PERUBAHAN NILAI CBR PADA TANAH LEMPUNG AKIBAT PENAMBAHAN ZEOLITE, GARAM (NaCl), DAN KAPUR (CaO): Change in CBR Value in Clay Due to Addition of Zeolite, Salt (NaCl), and Lime (CaO) Huda, Yandi Nur; Sarie, Fatma; Gandi, Suradji
Spektrum Sipil Vol 9 No 1 (2022): SPEKTRUM SIPIL
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/spektrum.v9i1.226

Abstract

Dalam berbagai pembangunan konstruksi ada beberapa kesulitan dapat ditemui, diantaranya kondisi tanah yang tidak mendukung untuk dijadikan sebagai dasar pekerjaan konstruksi. Tanah lempung umumnya memiliki nilai CBR yang rendah, sehingga bisa dikatakan tanah lempung memiliki sifat yang kurang baik untuk dijadikan sebagai tanah dasar. Survei yang telah dilakukan di Desa Tangkahen, Kabupaten Pulang Pisau, Provinsi Kalimantan Tengah. Di sekitar daerah tersebut didominasi tanah lempung dengan daya dukung yang rendah, dan mengakibatkan beberapa ruas jalan diatasnya retak, dan berlobang. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui sifat fisik dan mekanik tanah asli di Desa Tangkahen dan mengetahui perubahan nilai CBR setelah ditambah campuran Zeolite, garam (NaCl), dan, Kapur (CaO). Pengolahan data dimulai pada bulan Mei 2021 di laboratorium Mekanika Tanah Jurusan/Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Palangka Raya, dengan melakukan pengujian sifat fisik tanah asli dan pengujian sifat mekanik tanah dengan pengujian CBR. Hasil pengujian sifat fisik tanah, klasifikasi AASHTO tanah tergolong kelompok A-7-6 (7), klasifikasi USCS tanah tergolong kelompok CL, yaitu tanah lempung anorganik dengan plastisitas rendah sampai sedang. Untuk pengujian CBR, persentase nilai CBRrencana sampel tanah asli didapat 2,80%. Tanah dengan campuran Zeolite, garam (NaCl), dan, Kapur (CaO) variasi 2%, 6%, 8%, 10% dengan pemeraman 3 hari mengalami peningkatan nilai CBRrencana sebesar 4,60%, 5,90%, 6,70%.
KARAKTERISASI PELUANG DAN RESIKO KECELAKAAN LALU LINTAS PADA BEBERAPA SEGMEN EKSTRIM RUAS JALAN SENGGIGI-PEMENANG: Characterization Opportunities and Risk of Traffic Accident on some Extreme Segments of the Senggigi - Pemenang Road Widianty, Desi; Karyawan, I Dewa Made Alit
Spektrum Sipil Vol 4 No 2 (2017): SPEKTRUM SIPIL
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Senggigi dan Pemenang merupakan destinasi wisatawan yang datang ke Pulai Lombok. Senggigi dikenal dengan wisata pantainya. Sedangkan Pemenang merupakan lokasi tujuan wisatawan untuk menyeberang menuju 3 gili, yaitu Gili Air, Gili Meno dan Gili Trawangan. Karena itu maka Ruas Jalan Senggigi-Pemenang sangat strategis dalam mendukung perkembangan dan pertumbuhan pariwisata. Dengan kondisi lokasi jalan yang berada di pesisir pantai dengan medan yang tidak rata, maka banyak dijumpai geometrik jalan yang berpeluang menimbulkan kecelakaan.Geometrik merupakan salah satu faktor penyebab terjadi kecelakaan. Salah satu upaya untuk meningkatkan keamanan atau menanggulangi kecelakaan yang terjadi di jalan raya adalah audit infrastruktur. Data analisis yang digunakan adalah hasil ukur dan pengamatan defisiensi keselamatan infrastruktur jalan di lokasi penelitian, serta data sekunder dari Kepolisian Resort Lombok Barat dan Lombok Utara. Hasil audit keselamatan jalan dapat digunakan sebagai petunjuk dalam perbaikan untuk memperkecil potensi terjadinya kecelakaan. Hasil yang didapatkan menunjukkan bahwa bahwa peluang kejadian tidak pernah terjadi kecelakaan per tahun, didominasi oleh kondisi perkerasan jalan, karena jalan masih relatif baru, sehingga belum mengalami kerusakan yang berarti. Dalam hal Kategori Resiko, pada kategori Berbahaya dan Sangat Berbahaya, prosentase terbesar diakibatkan oleh geometrik dan keberadaan fasilitas pelengkap.
PERGESERAN BALOK-KOLOM AKIBAT BEBAN GEMPA PADA BANGUNAN YANG BERHIMPITAN DENGAN PERIODA GETARAN YANG BERBEDA: Beam Column Movement Due to Earthquake Load on near by Buildings with Different Vibration Period Joedono, Joedono
Spektrum Sipil Vol 3 No 1 (2016): SPEKTRUM SIPIL
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kerusakan pada struktur gedung diakibatkan oleh respons selama gempa bumi yang menimbulkan deformasi yang besar di atas batas elastis atau deformasi inelastis, dengan deformasi yang menetap setelah gempa bumi berakhir. Namun pertimbangan seperti itu seolah-olah tidak dipedulikan lagi dengan banyaknya kita temukan pembangunan struktur gedung yang berhimpitan. Subjek penelitian yaitu Ruko di Pajang, Jalan Pejanggik. Data yang dikumpulkan adalah: As build drawing ruko, data gempa Selat Banyuwangi dari BMG, data kondisi umum tanah wilayah proyek. Data yang ada digunakan sebagai Data input dalam SAP 2000. Besarnya perubahan displacement/ perpindahan akibat beban gempa selat Banyuwangi mempunyai hubungan yang teratur jika dilakukan peningkatan beban gempa tersebut secara beraturan dimana tiap kenaikan 25% dari gempa Selat Banyuwangi struktur mengalami penambahan displacement untuk gedung timur lantai satu sebesar 2,523 mm, lantai dua sebesar 3,5 mm, lantai tiga sebesar 3,9 mm, sedangkan untuk gedung barat lantai satu sebesar 2,392 mm, lantai dua sebesar 3,3 mm, lantai tiga sebesar 3,8 mm. Jika suatu struktur dirancang dengan menggunakan data gempa respon spectrum berdasarkan SNI 2002 tentu saja struktur ini akan sangat aman jika mendapat gempa sebesar gempa Selat Banyuwangi, tetapi tentu saja bangunan tersebut tidak berhimpitan seperti pada kasus bangunan yang dianalisis karena besarnya jumlah displacement kedua struktur pada lantai tiga mencapai 36,5 cm.
PENENTUAN KOEFISIEN RESESI UNTUK PERAMALAN DEBIT SETENGAH BULANAN SUNGAI JANGKOK: The Determination of Recession Coefficient for a Half Monthly Jangkok River Flow Forecasting Saidah, Humairo; Budianto, Muh Bagus; Hanifah, Lilik; Sulistyono, Heri; Setiawan, Agustono
Spektrum Sipil Vol 5 No 1 (2018): SPEKTRUM SIPIL
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkiraan debit sungai pada dua minggu atau sepuluh hari yang akan datang adalah hal krusial yang harus diketahui sebelum Panitia Irigasi melakukan pembagian air. Teknik perkiraan yang tepat akan mendukung Rencana Alokasi Air Global (RAAG) yang andal, efisien dan memenuhi rasa keadilan bagi masyarakat. Metode resesi dipilih untuk diaplikasikan karena debit yang akan datang ditentukan dengan cara mengenali karakteristik aliran saat aliran rendah yang dianggap lebih sesuai dan masuk akal, khususnya dalam memprediksikan debit pada saat aliran rendah. Hasil studi menyimpulkan bahwa penentuan nilai faktor resesi (faktor k) menjadi penentu keberhasilan kinerja metode ini. Faktor k akan memberi kinerja lebih baik jika diperoleh dari data debit saat musim kemarau saja, yaitu sekitar awal Juni hingga akhir September. Faktor k yang diperoleh untuk Sungai Jangkok adalah sebesar 0.0459, sehingga persamaan untuk peramalan debit pada Sungai Jangkok adalah Qt = Q0 e-0.0459 t. Kinerja nilai faktor k ini dalam memprediksi debit 10 harian (dasarian) mendatang adalah cukup baik dengan mean errors -0.46 m3/det, RMSE 0.26 m3/det dan koefisien korelasi sebesar 0.67.
ANALISIS RANCANG BANGUN SISTEM IRIGASI HEMAT AIR TERPADU BERBASIS JARINGAN IRIGASI AIR TANAH (JIAT) PADA LAHAN KERING TANAH BERGRADASI HALUS DI PRINGGABAYA KABUPATEN LOMBOK TIMUR: Design of Irrigation System Collaboration Analysis on Ground Water Irrigation (JIAT) at Smooth Gradation Dry Land in Pringgabaya West Lombok sub-Province Jaya Negara, I Dewa Gede; Supriyadi, Anid
Spektrum Sipil Vol 3 No 1 (2016): SPEKTRUM SIPIL
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penerapan irigasi sprinkler besar pada jaringan irigasi air tanah (JIAT) di lahan kering Pringgabaya, masih menghadapi banyak kendala di lapangan. Rendahnya kemampuan tanah untuk meresapkan air karena bergradasi halus, air irigasi lebih dominan menguap daripada meresap ke dalam tanah. Oleh karena itu keterbatasan JIAT dan sistem irigasi yang ada dilapangan akibat kondisi lokasi yang kurang mendukung, maka perlu diatasi dengan pengembangan JIAT agar penggunaan air menjadi lebih efektif dan efisien sampai dilahan. Pengujian sistem irigasi hemat air terpadu baik dengan sistem tetes maupun sprinkler mini yang ada dipasaran lokal, perlu dilakukan agar petani dapat dibantu dalam memanfaatkan air JIAT ditingkat lahan yang lebih sesuai. Penelitian ini bertujuan mendapatkan rancangan sistem irigasi hemat air terpadu tetes sprinkler mini dan leb di laboratorium Hidrolika Fak.Teknik Unram, dengan data lapangan, debit aliran dan luas lahan layanan sebagai dasar perancangan. Perancangan irigasi sistem jaringan terbuka dan tertutup, diuji pada debit pompa sekitar 2,8 l/dt sd 7 l/dt. Data-data analisis data keseragaman irigasi, kinerja irigasi dan debit luaran irigasi,di presentasikan dalam bentuk tabel dan grafik serta kesimpulan diambil secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan irigasi sprinkler mini, pada jaringan tertutup diperoleh radius irigasi terendah R1=1,67m pada Q= 3,1 lt/dt, R2=2,24m pada Q=4,7 l/dt dan pada Q= 5,1lt/dt diperoleh R3= 2,88m, Qrata-rata sprinkler mini 0,02 lt/dt dengan koefisien keseragaman(Cu) 72,24%. Pada sistem jaringan terbuka diperoleh R = 2,45 m dengan Q rata-rata 0,11 lt/dt dan Cu = 73 %. Pada irigasi tetes sistem terbuka diperoleh Cu 70,3%, dengan debit rata-rata pipa lateral 0,24 cm3/dt, sedangkan pada sistem jaringan tertutup diperoleh Cu 71,3% dengan debit luaran 0,32 cm3/dt. Irigasi leb sistem jaringan tertutup menunjukkan nilai Cu lebih tinggi dari pada sistem terbuka.Pada irigasi leb dengan 4 bok luaran, diperoleh debit luaran berkisar 0,16 l/dt sd 0,21 lt/dt sedangkan pada 7 bok luaran diperoleh debit luaran bok sekitar 0,09 lt/dt sd 0,14 lt/dt. Keseragaman debit luaran sistem tertutup lebih baik dari pada sistem terbuka. Sehingga sistem irigasi yang potensial terpadu adalah irigasi leb dengan sprinkler mini pada jaringan sistem tertutup, dan irigasi tetes sistem terbuka dengan sprinkler mini.
PENGARUH EKSTRAK DAUN MIMBA SEBAGAI BAHAN ALAMI PENGAWET BAMBU TERHADAP SIFAT MEKANIK BAMBU PETUNG: The Influence of the Extraction of Mimba Leaves as a Natural Preservation Towards the Mechanical Properties of Petung Bamboo Gunawan, Ivan; Sugiartha, I Wayan; Anshari, Buan
Spektrum Sipil Vol 2 No 1 (2015): SPEKTRUM SIPIL
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bambu sebagai bahan konstruksi sudah dikenal sejak lama oleh masyarakat Indonesia, namun bambu memiliki daya tahan yang kurang baik terhadap serangan perusak biologis, hal ini juga berpengaruh terhadap kekuatan dari bambu itu sendiri. Pemanfaatan bahan kimia untuk pengawetan dapat dikatakan cukup efektif, namun penggunaan bahan kimia tersebut memiliki kendala seperti tidak ramah lingkungan dan untuk mendapatkan ijin membeli bahan kimia tersebut tergolong susah. Salah satu bahan alami yang memiliki daya racun terhadap serangga adalah tanaman mimba. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar pengaruh pengawetan dengan ekstrak daun mimba terhadap kekuatan mekanik bambu petung. Penelitian ini didahului dengan melakukan pengujian pendahuluan berupa pengujian kadar air dan berat jenis bambu. Selanjutnya dilakukan pengawetan, dan diakhiri dengan pengujian sifat mekanik berupa uji kuat tekan, kuat tarik, dan kuat geser bambu petung. Dari hasil pengujian terlihat bahwa adanya variasi perubahan sifat mekanik bambu petung setelah diawetkan dengan ekstrak daun mimba yaitu ada yang meningkat dan ada pula yang menurun. Perubahan sifat mekanik tersebut menunjukkan perbedaan yang tidak signifikan. Hal ini membuktikan bahwa pengawetan bambu dengan ekstrak daun mimba tidak begitu berpengaruh terhadap kekuatan mekanik bambu petung.
PENINGKATAN PELAYANAN ANGKUTAN PEMADU MODA PENUMPANG PESAWAT BANDARA INTERNASIONAL LOMBOK MELALUI PENYUSUNAN SKENARIO OPERASIONAL: Service Improvement Transportation Modes Integrator Passenger Plane Lombok International Airport Through the Preparation of Operational Scenarios Karyawan, I Dewa Made Alit; Mahendra, Made
Spektrum Sipil Vol 1 No 1 (2014): SPEKTRUM SIPIL
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemindahan fungsi Bandara Selaparang ke Bandara Internasional Lombok menimbulkan masalah baru, mengingat jaraknya yang cukup jauh dari Mataram yaitu sekitar 21,3 kilometer dan memerlukan waktu tempuh sekitar 45 menit. Jarak dari Mataram ke Bandara Internasional Lombok dipadu oleh beberapa angkutan penumpang yaitu Bus Damri, trevel, dan taksi. Namun pengaturan operasional angkutan pemadu moda ini belum optimal, mengingat penumpang belum terlayani dengan maksimal. Kondisi saat ini menunjukkan angkutan yang beroperasi belum tertata rapi. Sehubungan dengan masalah di atas, dilakukan penelitian dengan tujuan menyusun skenario operasional angkutan pemadu moda meliputi jenis, jumlah, jadwal dan frekwensi layanan berdasarkan jumlah permintaan serta prospek ke depan. Metode yang dipakai dalam upaya peningkatan pelayanan angkutan pemadu moda ini adalah metode eksperimen dengan melakukan simulasi operasional, yang tetap menjamin baiknya kinerja pelayanan. Fokus luaran adalah berupa skenario operasional angkutan pemadu moda. Hasil penelitian untuk Tahun 1 ini, khusus untuk Bus Damri dengan 3 alternatif skenario yaitu pelayananan dengan: 1) mengoperasikan bus kapasitas 17; 2) mengoperasikan bus kapasitas 27; dan 3) mengoperasikan gabungan bus kapasitas 17 dan 27. Seluruh skenario menggunakan waktu antar keberangkatan selam 1 jam. Skenario terbaik untuk Tahun 2013 adalah dengan alternatif 3 yang menghasilkan load factor 71%, yaitu dengan bus kapasitas 17 sebanyak 4 unit dan kapasitas 27 sebanyak 1 unit. Jumlah taxi dan trevel sebanyak 76 unit dan 8 unit
KOMBINASI FILLER LIMESTONE DAN ABU BATU PADA CAMPURAN LASTON LAPIS AUS MENGGUNAKAN METODE MARSHALL: Combination of Limestone and Stone Ash Filler on Asphalt Concrete Wearing Course using the Marshall Method Widianty, Desi; Mahli, Moh; Yuniarti, Ratna; Mahendra, Made; Rofaida, Aryani
Spektrum Sipil Vol 9 No 1 (2022): SPEKTRUM SIPIL
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/spektrum.v9i1.240

Abstract

Filler digunakan untuk meningkatkan stabilitas dan kerapatan dari campuran aspal. Limestone dengan unsur utamanya kalsium dalam bentuk halus dapat meningkatkan viskositas campuran yang membuat daya lekat antar agregat menjadi tinggi. Penelitian ini menggunakan kombinasi filler antara limestone dan abu batu sebesar 0%, 25%, 50%, 75% dan 100% serta kadar aspal optimum sebesar 6,75% pada campuran laston wearing course. Pengujian dan analisis menggunakan metode marshall berupa pemeriksaan volumetric dan mekanis. Pengaruh penambahan filler limestone lebih dari 50% pada abu batu menunjukkan penurunan nilai VIM dan VMA, sedangkan VFB semakin meningkat. Nilai stabilitas dan marshall quotient dengan penambahan limestone cenderung menurun, hal ini disebabkan karena interlocking antar agregat semakin berkurang dan banyak aspal yang bisa mengisi rongga campuran. Nilai marshall quotient mengalami penurunan berarti tingkat plastisitasnya tinggi maka campuran tidak akan mudah mengalami retak. Sebaliknya, semakin banyak aspal yang mengisi rongga nilai flow cenderung meningkat. Penggunaan filler limestone lebih dari 50% pada campuran laston wearing course tidak memenuhi persyaratan karena mempunyai nilai flow di luar interval 2-4%.
ANALISIS TINGKAT KONDISI JALAN MENGGUNAKAN METODE SURFACE DISTRESS INDEX DI KOTA PALANGKA RAYA (Studi Kasus: Jalan Rajawali): Analysis of Road Condition Level Using Surface Distress Index Method nn Palangka Raya City (Case Study: Rajawali Street) Prayudha, Muhammad Indra; Riani, Desi; Desriantomy, Desriantomy
Spektrum Sipil Vol 9 No 2 (2022): SPEKTRUM SIPIL
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/spektrum.v9i2.218

Abstract

Jalan Rajawali merupakan jalan yang terletak di Kota Palangka Raya. Berdasarkan pengamatan secara visual, Jalan Rajawali pada bagian persimpangan Jalan Rajawali-Jalan Beliang sampai persimpangan Jalan Rajawali-Jalan Tingang  ditemukan beberapa kerusakan pada permukaan jalan yang mempengaruhi kenyamanan berkendara. Maka dalam penelitian ini dilakukan analisis untuk mengetahui tingkat kondisi jalan menggunakan metode Surface Distress Index (SDI). SDI merupakan metode perhitungan untuk mengetahui tingkat kondisi jalan yang diperoleh dari data survei kondisi jalan dengan pengamatan secara visual. Pada metode SDI dipengaruhi oleh lebar retak, persentase luas retak, bekas roda, dan jumlah lubang. Pada penelitian ini, Jalan Rajawali dibagi menjadi 15 segmen dengan jarak masing-masing 100 meter. Hasil perhitungan nilai SDI pada segmen I memiliki nilai SDI sebesar 0 (baik), segmen II 18 (baik), segmen III 23 (baik), segmen IV 98 (sedang), segmen V 20 (baik). Segmen VI 20 (baik), segmen VII 40 (baik) segmen VIII 115 (rusak ringan), segmen IX 75 (sedang), segmen X 80 (sedang), segmen XI 155 (rusak berat), segmen XII 80 (sedang), segmen XIII 80 (sedang), segmen XIV 95 (sedang), segmen XV 80 (sedang).