cover
Contact Name
Spektrum Sipil
Contact Email
spektrum_sipil@unram.ac.id
Phone
+62370-638436
Journal Mail Official
spektrum_sipil@unram.ac.id
Editorial Address
Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Mataram Jl. Majapahit No. 62 Mataram Nusa Tenggara Barat Kode Pos: 83125
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Spektrum Sipil
Published by Universitas Mataram
ISSN : 18584896     EISSN : 25812505     DOI : https://doi.org/10.29303/spektrum.v7i1
Core Subject : Engineering,
Spektrum Sipil merupakan Jurnal Teknik Sipil yang bertujuan menjadi wadah komunikasi ilmiah untuk menyebarluaskan informasi, hasil-hasil penelitian, hasil kajian pustaka dan teori, yang mencakup bidang Struktur, Transportasi, Hidro, Geoteknik, Manajemen Konstruksi, dan Lingkungan. Spektrum Sipil diterbitkan dua kali dalam setahun (Maret dan September), dipublikasikan secara online dan akses terbuka dengan Nomor Seri Standar Internasional elektronik e-ISSN 2581-2505.
Articles 204 Documents
ANALISIS KELANDAIAN MELINTANG SEBAGAI ELEMEN GEOMETRIK PADA BEBERAPA TIKUNGAN RUAS JALAN MATARAM-LEMBAR: Analysis Superelevation on Alignment Horisonal as Elements Geometric on The Road Section Mataram - Lembar Karyawan, I Dewa Made Alit; Widianty, Desi; Sideman, Ida Ayu Oka Suwati
Spektrum Sipil Vol 2 No 1 (2015): SPEKTRUM SIPIL
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ruas jalan Mataram-Lembar, merupakan jalur lalu lintas dengan volume yang cukup tinggi. Pada tahun-tahun mendatang volume lalu lintas yang akan melewati ruas jalan ini akan semakin meningkat, mengingat ruas jalan ini menghubungkan/ melayani dua obyek vital yaitu Pelabuhan Lembar dan Bandara Internasional Lombok. Pada beberapa tikungan sering terjadi kecelakaan akibat kurangnya kelandaian melintang yang dapat mengakibatkan tergesernya posisi kendaraan menuju pinggir lajur jalan akibat gaya sentrifugal. Melihat kondisi tersebut perlu dilakukan penelitian dengan tujuan:1) Mengetahui kelandaian melintang pada area tikungan berdasarkan diagram superelevasi yang direncanakan dengan kecepatan rencana dan kecepatan riil lapangan pada ruas jalan Mataram-Lembar, 2) Mengetahui kelandaian melintang jalan berdasarkan hasil pengukuran topografi tikungan pada ruas jalan Mataram-Lembar, dan 3) Mengevaluasi kesesuaian antara kelandaian melintang rencana dengan kemiringan melintang jalan berdasarkan hasil pengukuran. Penelitian dilakukan dengan metode eksperimen. Eksperimen yang dimaksud adalah melakukan uji terhadap kondisi lapangan dalam hal ini kelandaian melintang tersedia dengan kelandaian melintang yang diperlukan. Hasil dari pengujian ini akan berupa rekomendasi apakah kelandaian melintang yang tersedia di lapangan sudah cukup atau harus diperbaiki dengan melakukan perbaikan terhadap elevasi permukaan jalan di tikungan. Hasil penelitian menunjukkan, kelandaian melintang existing sisi dalam pada Tikungan 1 sampai Tikungan 5 adalah: -5.63%, -5.86%, -7.11%, -3.09%, 0,03%, sedangkan sisi luar adalah: 2,86%, -0.03%, 5.14%, 2.94%, 9.29%. Kebutuhan kelandaian berdasarkan hasil analisis kecepatan rencana, kelandaian melintang pada Tikungan 1 sampai Tikungan 5 adalah: 8.3%, 9.6%, 8.4%, 7.0%, 9,6%. Sedangkan berdasarkan kecepatan riil, dibutuhkan: 3.7%, 8.1%, 8.3%, 3.2%, 4.9%. Sehingga untuk perbaikan direkomendasikan hasil kelandaian melintang analisis, karena kelandaian di lapangan lebih kecil, sehingga jalan dapat memberikan pelayanan maksimum, khususnya terhadap kemampuan untuk mereduksi gaya sentrifugal.
ANALISIS PELIMPAH EMBUNG JEROWARU DESA JEROWARU KECAMATAN JEROWARU KABUPATEN LOMBOK TIMUR: Analysis of Spillway Jerowaru DAM Jerowaru Village in District of East Lombok Salehudin, Salehudin; Wirahman, Lalu; Agus K N, Agus K N
Spektrum Sipil Vol 1 No 1 (2014): SPEKTRUM SIPIL
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fungsi Embung sebagai penampung air limpasan Daerah Aliran Sungai (DAS) di musim hujan dapat dimanfaatkan pada saat musim kemarau sebagai kebutuhan air irigasi, ternak, air baku dll. Pelimpah Embung merupakan salah satu bagian yang terpenting untuk dapat difungsikan sebagai pembuang kelebihan air, untuk itu diperlukan analiasis pelimpah dari segi persyaratan teknis agar dapat difungsikan dengan baik. Perencanaan pelimpah Embung Jerowaru meliputi analisis hidrologi, hidrolika, stabilitas dan analisis harga satuan. Dari hasil analisis hidrologi didapatkan debit banjir rancangan metode Nakayasu kala ulang 50 tahun sebesar 157.64 m3/dtk. Sedangkan dari hasil analisis Hidrolika didapatkan lebar pelimpah (L) yang efektif untuk melimpaskan debit banjir dengan kala ulang 50 th pada Embung Jerowaru dengan lebar L = 21 m. Debit banjir yang melimpas melalui bangunan pelimpah sebesar 157.64 m3/dtk dengan tinggi air di atas mercu Hd = 2.2 m, Dengan tipe kolam olak yang cocok untuk meredam energi yakni kolam olak USBR Tipe III, panjang kolam olak 13 m dengan tebal lantai kolam olak 2 (dua) m. Dari hasil analisis stabilitas pelimpah terhadap gaya guling, gaya geser dan daya dukung tanah dapat dinyatakan bahwa bangunan pelimpah aman terhadap gaya-gaya tersebut baik dalam kondisi kosong, normal maupun banjir. Dari hasil analisis Ekonomi menunjukkan bahwa besarnya Biaya konstruksi diperkirakan sebesar Rp 2,710,086,670.00.(Dua Milyard Tujuh Ratus Sepuluh Juta Delapan puluh Enam Ribu Enam Ratus Tujuh Puluh Rupiah).
PERUBAHAN IKLIM DAN PERGESERAN AWAL TANAM DI PULAU LOMBOK: Climate Change and Shift Early Planting in Lombok Island Budianto, Muh. Bagus; Saidah, Humairo; Hanifah, Lilik
Spektrum Sipil Vol 1 No 2 (2014): SPEKTRUM SIPIL
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perubahan iklim saat ini telah terjadi secara global dan menyebabkan bahaya langsung berupa perubahan pola curah hujan, kenaikan temperatur, kenaikan muka air laut, dan kejadian iklim ekstrim. Sebagai salah satu pulau dibagian wilayah timur Indonesia Pulau Lombok termasuk pulau yang sangat rentan terhadap perubahan iklim. Perubahan pola curah hujan menyebabkan berubahnya awal dan panjang musim hujan. Perubahan ini tentunya sangat berkaitan dengan sektor pertanian. Perubahan iklim akan mempengaruhi hasil panen yang kemungkinan besar akan berkurang disebabkan oleh semakin keringnya lahan akibat musim kemarau yang lebih panjang. Pada skala yang ekstrem, berkurangnya hasil panen dapat mengancam ketahanan pangan. Penelitian yang akan dilaksanakan menggunakan analisis data-data historis klimatologi berupa data hujan, penguapan, dan suhu dengan panjang data yang tersedia selama periode pencatatan. Hal tersebut diharapkan dapat memberikan gambaran hasil analisis perubahan karakter klimatologi sampai dengan tahun 2012. Analisis yang dilakukan yaitu analisis pergeseran bulan kejadian hujan, analisis perubahan penguapan, analisis perubahan suhu, dan analisis perubahan curah hujan. Dari analisis yang telah dilakukan diperoleh hasil pola pergesran awal musim hujan berkisar antara bulan Juli s/d Desember. Pola perubahan penguapan di Pulau Lombok mengalami peningkatan dengan gradient antara 0,41 s/d 0,52, sedangkan suhu mengalami peningkatan bervariasi antara0,2 s/d 1,6 oC. Curah hujan di Pulau Lombok secara umum mengalami kenaikan sebesar 5,39% dalam periode pencatatan.
APLIKASI ANALYTIC HIERARCHY PROCESS (AHP) DALAM ASESMEN RISIKO PROYEK KONSTRUKSI DI PULAU LOMBOK: Aplication of Analytic Hierarchy Process (AHP) in Risk Assessment for Construction Projects in Lombok Island Prihatin, Yulianto Saputra; Hariyadi, Hariyadi; Sulistiyono, Heri
Spektrum Sipil Vol 4 No 1 (2017): SPEKTRUM SIPIL
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proyek konstruksi di Pulau Lombok mengalami peningkatan sebagai konsekuensi dari bertambahnya jumlah penduduk dan meningkatnya kebutuhan akan sarana dan prasarana infrastruktur. Untuk menyukseskan hal tersebut, Kontraktor harus mampu bekerja sebaik-baiknya dengan mengutamakan kinerja manajemen yang efisien dan dapat mengidentifikasi, mengevaluasi serta mengontrol faktor-faktor risiko yang mungkin akan terjadi secara tak terduga. Tindakan asesmen terhadap faktor-faktor risiko tersebut dilakukan dengan menggunakan Analytic Hierarchy Process (AHP). AHP dapat menyederhanakan masalah yang kompleks dan tidak terstruktur, strategik dan dinamik, serta menjadikan variabel dalam suatu hirarki. Penelitian ini mempelajari asesmen risiko dalam tahap pelaksanaan proyek konstruksi hanya dari sudut pandang kontraktor. Metode yang digunakan adalah metode kuantitatif. Data diperoleh dengan cara penyebaran kuesioner pada responden yang telah melaksanakan proyek konstruksi gedung di Pulau Lombok pada tahun 2013-2016. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 12 dari 25 faktor risiko yang dominan memengaruhi pelaksanaan proyek konstruksi di Pulau Lombok yang tertinggi diantaranya adalah: kegagalan keuangan pada kontraktor dengan bobot 7,9%, pembayaran tertunda dan tidak sesuai kontrak dengan bobot 7%, perbedaan kuantitas pekerjaan dengan kontrak dengan bobot 6,5% dan komunikasi yang buruk antara pihak yang terlibat dengan bobot 5,9%. Sedangkan prioritas risiko tertinggi dari 9 kelompok risiko adalah kelompok keuangan dengan bobot sebesar 16,9%. Alternatif preventif yang paling realistis dan optimal adalah menyusun schedule yang tepat dengan cara mendapat informasi terbaru dari proyek dengan bobot sebesar 25,9%.
TINJAUAN TERHADAP SIFAT VOLUMETRIK CAMPURAN BETON ASPAL BERDASARKAN DISTRIBUSI UKURAN AGREGAT: Review on Volumetric Properties of Asphalt Concrete Mixture Based on Aggregate Size Distribution Yuniarti, Ratna; Widianty, Desi
Spektrum Sipil Vol 5 No 2 (2018): SPEKTRUM SIPIL
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/spektrum.v5i2.136

Abstract

Agregat yang digunakan sebagai bahan perkerasan jalan harus memenuhi persyaratan tertentu agar dapat memikul beban lalu lintas selama umur yang telah direncanakan. Salah satu karakteristik agregat yang menentukan mutu campuran perkerasan adalah gradasi atau distribusi ukuran partikel agregat tersebut. Gradasi yang digunakan dalam campuran perkerasan merujuk pada spesifikasi yang telah ditetapkan Direktorat Jenderal Bina Marga. Tulisan ini ingin mengkaji perbedaan gradasi agregat dan pengaruhnya terhadap sifat-sifat volumetrik campuran. Berdasarkan distribusi ukuran partikel agregat, dianalisa hubungan antara ketebalan selimut aspal dengan sifat-sifat volumetrik yaitu rongga dalam campuran (VIM), rongga di antara mineral agregat (VMA), rongga terselimuti aspal (VFB) dan tingkat kepadatan (density). Dari analisa yang dilakukan, disimpulkan bahwa distribusi ukuran partikel agregat sangat menentukan luas permukaan agregat yang diselimuti aspal. Gradasi agregat yang lebih kasar menghasilkan nilai VMA dan VFB yang lebih kecil dan nilai VIM yang lebih besar. Kepadatan campuran mengalami peningkatan dengan bertambahnya ketebalan selimut aspal. Pada semua parameter yang dianalisa, distribusi ukuran partikel agregat berpengaruh secara signifikan.
PENGARUH PENGGUNAAN CERUCUK DENGAN PEMASANGAN SECARA HORIZONTALTERHADAP KUAT TEKAN TANAH LEMPUNG LUNAK: The Effect of Cerucuk with Horizontal Design to the Compressive Strength of Soft Clays Ramdhani, Arif; Sulistyowati, Tri Sulistyowati; Prabowo, Agung
Spektrum Sipil Vol 6 No 2 (2019): SPEKTRUM SIPIL
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/spektrum.v6i2.149

Abstract

Tanah lempung lunak adalah jenis tanah yang memiliki daya dukung yang rendah. Salah satu daerah Lombok Tengah yang sebagian besar tanahnya berjenis lempung lunak dan memiliki karakteristik yang unik adalah daerah Tanak Awu. Keunikan tanahnya yaitu karena memiliki warna yang gelap dan bau yang khas dan kuat sehingga disebut sebagai lempung hitam. Jenis lempung ini mempunyai sifat mengembang (swelling) pada musim hujan (kadar air tinggi) dan menyusut musim kemarau (kadar air rendah), peristiwa ini akan menimbulkan dampak kerusakan pada lantai bangunan, keretakan pada dinding tembok, dan permukaan jalan yang bergelombang. Oleh sebab itu agar dapat digunakan sebagai pondasi bangunan dan perkerasan jalan yang baik, diperlukan adanya usaha perkuatan dengan tujuan meningkatkan kekuatan tanah, salah satunya dengan menggunakan cerucuk. Oleh karena itu, perlu dilakukan penelitian mengenai pengaruh penggunaan cerucuk terhadap kuat tekan tanah. Pengujian kuat tekan ini dilakukan pada sampel tanah undisturb (tak terganggu) dan juga disturb (terganggu) menggunakan seperangkat alat uji kuat tekan bebas (Unconfined Compressive Strength) yang mengacu pada metode ASTM D 2166-66. Dalam pengujian ini diusahakan kondisi masing-masing benda uji sama, kemudian dibebani diatas tanah lempung yang diperkuat cerucuk bambu dan diukur peningkatannya sampai mengalami keruntuhan. Dalam pengujian ini diperoleh persentase peningkatan paling besar pada saat penggunaan cerucuk dengan panjang 10 cm dan spasi 1,5 cm yaitu sebesar 347,60 %, sedangkan untuk persentase peningkatan paling rendah pada saat penggunaan cerucuk dengan panjang 8 cm dan spasi 2 cm yaitu sebesar 259,11 %. Dari kenaikan kuat tekan tersebut terlihat bahwa cerucuk memberikan kontribusi yang cukup besar pada lempung lunak dimana semakin panjang cerucuk dan juga semakin kecil spasi antar cerucuk dapat memberikan peningkatan pada kuat tekan (qu) tanah.
PENGARUH PENYULINGAN AIR TANAH TERHADAP KONFIGURASI AQUIFER DI GILI TRAWANGAN: The Effect of Ground Water Destilationto the Aquifer Configuration in Gili Trawangan Yasa, I Wayan; Budianto, Budianto; Hanifah, Lilik; Suparjo, Suparjo
Spektrum Sipil Vol 3 No 1 (2016): SPEKTRUM SIPIL
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pertumbuhan pariwisata di Gili Trawangan mengalami perkembangan yang sangat pesat dan merupakan salah satu andalan pariwisata di Provinsi Nusa Tenggara Barat. Saat ini Gili Trawangan sudah menjadi destinasi pariwisata tidak hanya dikunjungi wisatawan domestik bahkan didominasi oleh wisatawan mancanegara. Perkembangan pariwisata tersebut telah mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat Gili Trawangan serta telah dapat menciptakan peluang kerja bagi masyarakat di Provinsi Nusa Tenggara Barat. Pengadaan air bersih untuk kebutuhan pariwisata selama beberapa tahun disuplai dari wilayah Pemenang dengan menggunakan boat/perahu nelayan sehingga harga air bersih menjadi sangat mahal serta ketersediaannya sangat terbatas. Hal demikian yang sering menjadi keluhan dari pengusaha pariwisata. Berdasarkan kendala/ keterbatasan air bersih dalam mendukung pertumbuhan pariwisata di Gili Trawangan maka saat ini telah ada usaha penyulingan air tanah berupa air payau diolah menjadi air tawar. Air tanah yang digunakan berupa air payau yang diambil dengan membuat sumur pada kedalaman 10 meter dan saat ini ini hampir 90% masyarakat dan pariwisata kebutuhan air bersihnya disediakan dari perusahaan yang melakukan penyulingan air tanah tersebut. Usaha penyulingan tersebut perlu mendapatkan perhatian selain sudah membantu penyediaan air bersih untuk pengembangan pariwisata tetapi juga perlu dilakukan usaha pemantauan perubahan aquifer dibawah permukaan sehingga tidak terjadi perubahan terutama penurunan elevasi muka tanah di Gili Trawangan. Metode yang digunakan yaitu dengan melakukan pengukuran resistivity lapisan batuan dengan Geolistrik langsung di lokasi penelitian dibeberapa titik dengan bentangan yang sesuai dengan kondisi dilokasi penelitian. Analisis kondisi batuan dan aquifer bawah permukaan mengunakan software RES2DIN. Hasil yang diperoleh yaitu berupa nilai resistivity masing-masing batuan penyusun lapisan bawah permukaan serta layer-layer lapisan batuan pada beberapa kedalam dengan berbagai kondisi sifat fisik dan kimianya yang menggambarkan kondisi lapisan aquifer/air tanah dibawah permukaan. Periode pengukuran rentang tahun 2012 dan tahun 2014 kondisi aquifer air tanah pada umumnya tidak menunjukkan perubahan secara signifikan walaupun adanya pengambilan air tanah secara terus menerus. Kedalaman air tanah bebas tidak mengalami penurunan karena pengisian selalu berlangsung dari air laut. Pengisian secara terus menerus ini disebabkan karena lapisan batuan penyusunnya sangat porus sehingga mempermudah masuknya air laut ke daratan menggantikan air yang diambil untuk disuling. Air tanah yang diambil dan disuling yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat dan dunia usaha pariwisata di Gili Trawangan belum mempengaruhi kedalaman aquifer air tanah di wilayah tersebut
EVALUASI KELAYAKAN TARIF ANGKUTAN PENYEBERANGAN (PELAYARAN RAKYAT) DI KAWASAN WISATA GILI PEMENANG LOMBOK UTARA: Feasibility Evaluation of Freight Rates (Traditional Shipping) in the Tourist Area of Pemenang in Northern Lombok Rohani, Rohani; Hasyim, Hasyim; Ainuddin, Nurun
Spektrum Sipil Vol 2 No 2 (2015): SPEKTRUM SIPIL
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Angkutan pelayaran rakyat di kawasan wisata Gili Kecamatan Pemenang adalah angkutan penyeberangan yang beroperasi di Kabupaten Lombok Utara yaitu lintas Bangsal - Gili Air, Gili Meno, dan Gili Terawangan. Dalam operasi awalnya, angkutan ini menggunakan tarif yang telah ditetapkan oleh Koperasi Angkutan Laut ”Karya Bahari” di Bangsal. Tarif tersebut dirasakan kurang memadai jika dibandingkan dengan biaya operasional, apalagi akhir-akhir ini terjadi kenaikan harga diberbagai sektor. Sehubungan dengan masalah di atas, penelitian ini dilakukan dengan target untuk menghasilkan suatu landasan kebijakan dalam pengaturan penetapan tarif angkutan umum khususnya Angkutan pelayaran rakyat dengan mengevaluasi tarif yang berlaku saat ini. Tarif yang diterapkan sekarang apakah layak jika ditinjau dari sisi kemauan (willingness to pay) dan kemampuan membayar (ability to pay) masyarakat pengguna angkutan penyeberangan. Untuk mencapai target di atas, disusun tujuan khusus yaitu untuk mengetahui kemauan membayar (willingness to pay) dan kemampuan membayar (ability to pay), dan kemudian menentukan kelayakan tarif berdasarkan ATP dan WTP. Metode yang akan dipakai untuk mengetahui kemampuan membayar (ability to pay/ATP) adalah dengan metode Household Budget sedangkan untuk mengetahui kemauan membayar (willingness to pay/WTP) adalah dengan metode persepsi. Hasil analisis menunjukkan bahwa kemampuan membayar (ability to pay) masyarakat pengguna angkutan penyeberangan yang melebihi tarif yang berlaku dari Bangsal menuju Gili Air sebesar 89,47%, ke Gili Meno 90,9% , yang ke Gili Trawangan 85,71%. Kemauan membayar (willingness to pay) masyarakat pengguna angkutan penyeberangan yang melebihi tarif dari Bangsal menuju Gili Air sebesar 78,94%, ke Gili Meno 68,18% dan yang ke Gili Trawangan 58,24%. Lintas Bangsal – Gili Air ATP rata-rata Rp 34.278,2/pnp, WTP rata-rata adalah Rp 10.210,53/pnp, lintas Bangsal – Gili Meno ATP rata-rata adalah Rp 30.098,5/pnp, WTP rata-rata Rp 16.000/pnp, lintas Bangsal – Gili Trawangan ATP rata-rata adalah Rp 22.351,1/pnp, dan WTP rata-rata Rp13.505,5/pnp.ATP dan WTP yang melebihi tarif cukup tinggi (lebih dari 50%), begitu juga ATP dan WTP rata-rata lebih besar dari tarif resmi yang berlaku, maka dapat disimpulkan bahwa tarif yang diterapkan sekarang masih layak jika ditinjau dari sisi kemampuan membayar (ATP) dan kemauan membayar (WTP) masyarakat pengguna angkutan penyeberangan.
KAJIAN KAPASITAS EKSISTING DAN PERKUATAN STRUKTUR BETON BERTULANG MASJID AGUNG KOTA BIMA: Study of Existing and Strengthening Capacity of Reinforced Concrete Structure of Bima City Great Mosque Ngudiyono, Ngudiyono; Joedono, Joedono; Ainuddin, Nurun
Spektrum Sipil Vol 2 No 1 (2015): SPEKTRUM SIPIL
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kerusakan pada struktur beton bertulang akan menyebabkan penurunan kinerja pada sebuah bangunan. Pada penelitian ini akan dilakukan kajian terhadap bangunan Masjid Agung di Kota Bima yang telah mengalami kerusakan akibat beban gempa. Untuk keperluan analisis dan justifikasi terhadap permasalah yang ada, maka dilakukan inverstigasi dilapangan. Inverstigasi tersebut meliputi uji Hammer Test, pengamatan dan pengukuran lebar retak, dimensi penampang, diameter dan jumlah tulangan, bentang balok dan tinggi kolom. Selain itu data sekunder berupa informasi tambahan diperoleh dari Gambar Rencana. Hasil kajian menunjukan bahwa retak-retak pada struktur balok dan pelat disebabkan karena mutu beton yang terpasang tidak memenuhi persyaratan kuat tekan rencana, sehingga menyebabkan kapasitas balok induk tidak mampu menerima beban layan. Sedangkan korosi pada tulangan terjadi, karena tulangan tidak tertutup dengan baik dengan selimut beton. Agar struktur dapat berfungsi dengan baik maka retak-retak yang terjadi harus dilakukan injeksi/grouting dengan bahan epoxy resin, demikian juga dengan korosi-korosi yang terjadi harus dibersihkan dan ditutup kembali dengan mortar. Untuk meningkatkan kapasitas balok/kolom dilakukan dengan menambahkan tulangan dan pelat baja. Dari hasil analisis terbukti mampu meningkatkan kapasitas tahanan kondisi existing.
PENGGUNAAN PASIR SILIKA DAN PASIR LAUT SEBAGAI AGREGAT BETON: The Use of Sea and Silica Sand for Concrete Aggregate Joedono, Joedono; Wahyudi, Mudji
Spektrum Sipil Vol 1 No 2 (2014): SPEKTRUM SIPIL
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pasir laut dimungkinkan untuk digunakan dengan mengadakan perlakuan khusus, yaitu dengan mencuci dengan air tawar sehingga kandungan garamnya dapat berkurang. Pada penelitian ini mencoba untuk menggabungkan pasir laut dan pasir silika sebagai agregat halus pada pembuatan campuran beton dalam upaya peningkatan mutu beton. Beton direncanakan diuji pada umur 28, 60, dan 90 hari. Benda uji yang digunakan berbentuk silinder dengan ukuran diameter 15 cm, dan tinggi 30 cm. Untuk mengetahui kekuatan beton, dilakukan pengujian kuat tekan dan kuat tarik belah beton. Dari hasil pengujian, diperoleh kuat tekan beton optimum sebesar 25,654 MPa pada benda uji dengan komposisi 15% pasir silika terhadap pasir laut, dapat meningkatkan kuat tekan beton sebesar 10,573% dari beton normal, sedangkan kuat tekan beton terendah diperoleh benda uji dengan komposisi 100% pasir silika sebesar 22,541 MPa, lebih rendah dari kuat tekan beton normal sebesar 23,201 MPa, pada umur pengujian 28 hari. Sedangkan hasil pengujian kuat tarik belah optimum diperoleh benda uji dengan komposisi 15% pasir silika terhadap pasir laut sebesar 3,678 MPa, dapat meningkatkan kuat tarik belah beton sebesar 30,011% dari beton normal. Kuat tarik belah beton terendah diperoleh benda uji dengan komposisi 100% pasir silika sebesar 2,452 MPa, lebih rendah dari kuat tarik belah beton normal sebesar 2,829 MPa, pada umur pengujian 28 hari.

Page 3 of 21 | Total Record : 204