cover
Contact Name
Spektrum Sipil
Contact Email
spektrum_sipil@unram.ac.id
Phone
+62370-638436
Journal Mail Official
spektrum_sipil@unram.ac.id
Editorial Address
Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Mataram Jl. Majapahit No. 62 Mataram Nusa Tenggara Barat Kode Pos: 83125
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Spektrum Sipil
Published by Universitas Mataram
ISSN : 18584896     EISSN : 25812505     DOI : https://doi.org/10.29303/spektrum.v7i1
Core Subject : Engineering,
Spektrum Sipil merupakan Jurnal Teknik Sipil yang bertujuan menjadi wadah komunikasi ilmiah untuk menyebarluaskan informasi, hasil-hasil penelitian, hasil kajian pustaka dan teori, yang mencakup bidang Struktur, Transportasi, Hidro, Geoteknik, Manajemen Konstruksi, dan Lingkungan. Spektrum Sipil diterbitkan dua kali dalam setahun (Maret dan September), dipublikasikan secara online dan akses terbuka dengan Nomor Seri Standar Internasional elektronik e-ISSN 2581-2505.
Articles 204 Documents
PEMILIHAN PENANGANAN KEAMANAN STRUKTUR JEMBATAN DENGAN METODE AHP (STUDI KASUS JEMBATAN SULIN – LOMBOK BARAT): Selection of Bridge Structure Safety Treatment using AHP Methode (Case Study of Sulin Bridge – West Lombok) Aryanto, Bagus Prabowo; Murtiadi, Suryawan; Sulistiyono, Heri
Spektrum Sipil Vol 3 No 2 (2016): SPEKTRUM SIPIL
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jembatan Sulin terletak di Kokok Sulin Desa Kuripan, Kecamatan Kediri, Kabupaten Lombok Barat, dibangun dalam dua tahun anggaran yaitu 2010 dan 2011. Selama beroperasi, telah terjadi dua kali luapan banjir pada lokasi jembatan tersebut, yaitu pada tahun 2013 dan tahun 2015. Kejadian banjir yang pertama mengakibatkan genangan air setinggi + 1.50 meter. Sedangkan kejadian banjir yang kedua, genangan air mencapai 1,00 meter. Kondisi tersebut dikhawatirkan dapat mengakibatkan kerusakan pada struktur jembatan. Untuk itu perlu dilakukan penanganan yang paling tepat untuk mengantisipasi terjadinya kerusakan pada struktur jembatan tersebut. Penelitian ini dilaksanakan untuk memilih alternatif penanganan terbaik dengan metode AHP. Tiga kriteria dalam studi ini meliputi waktu pelaksanaan, keamanan kerja dan biaya. Adapun alternatif penanganan meliputi peninggian elevasi jembatan, penambahan bentang jembatan dan normalisasi alur sungai. Kuesioner sejumlah 9 exemplar berisi 12 pertanyaan yang mengandung unsur-unsur dalam kriteria tersebut, jawaban dari tiap pertanyaan berupa angka sesuai dengan skala Saaty. Hasil menunjukkan bahwa berdasarkan seluruh kriteria, alternatif peninggian elevasi jembatan memiliki bobot 41.8 %, alternatif penambahan bentang jembatan dengan bobot 34.7 %, sedangkan alternatif normalisasi alur sungai memiliki bobot 23.5 %. Berdasarkan hasil pembobotan tersebut, alternatif peninggian elevasi jembatan dipilih sebagai solusi alternatif penanganan yang paling tepat untuk menjaga keamanan struktur Jembatan Sulin.
APLIKASI BETON SCC (SELF COMPACTING CONCRETE) PADA SAMBUNGAN BALOK-KOLOM AKIBAT BEBAN VERTIKAL: Application of SCC Concrete (Self Compacting Concrete) on the Joint of Columns Cause of Vertical Loads Hamdani, Hafiz; Kencanawati, Ni Nyoman; Akmaluddin, Akmaluddin
Spektrum Sipil Vol 5 No 1 (2018): SPEKTRUM SIPIL
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

SCC (Self Compacting Concrete) adalah beton yang mampu memadat sendiri dengan slump yang cukup tinggi. SCC mempunyai flowability yang tinggi sehingga mampu mengalir, memenuhi bekisting serta memadat dengan sendirinya. Kegagalan struktur yang pada umumnya terjadi pada sambungan balok-kolom terjadi akibat lemahnya kempuan menahan geser dan rendahnya daktilitas. Kesulitan campuran beton masuk ke bagian sambungan dengan sempurna mengisi jarak pembesian yang sempit, menjadi ide pokok pengaplikasian beton SCC pada sambungan balok-kolom dengan memanfaatkan flowability yang tinggi. Benda uji yang digunakan adalah beton silinder dengan dimensi diameter 15 cm; tinggi 30 cm dan beton sambungan balok-kolom berpenampang persegi dengan dimensi 20x20x125 cm untuk kolom; 20x25x100 cm untuk balok. Selain itu untuk tulangan tarik pada balok divariasikan menjadi 3 variasi penulangan, yaitu 2D13, 2D16 dan 4D16. Dengan nilai FAS 0,44 untuk beton SCC dan normal, dilakukan peninjauan terhadap kuat tekan; keseragaman beton; dan perilaku beton terhadap gaya vertikal pada sambungan balok-kolom. Pengujian yang digunakan adalah CTM (Compression Test Machine) pada beton silinder, uji hammer beton silinder dan beton sambungan balok-kolom yang dibagi menjadi beberapa segmen pengujian, serta uji struktur dengan alat bantu set frame yang dilengkapi dengan load cell untuk pemberian beban serta LVDT untuk merekam displacement yang terjadi pada balok saat diberikan beban maksimum. Dari penelitian yang telah dilakukan, didapatkan rasio kuat tekan beton normal pada nilai FAS yang sama lebih besar 21% dibandingkan dengan rasio kuat tekan beton SCC. Nilai pantul yang dihasilkan pada benda uji sambungan balok-kolom relatif sama di setiap segmen. Beton normal memiliki displacement yang lebih kecil dari beton SCC yang dapat dilihat dari nilai displacement beton normal yang lebih kecil dibandingkan dengan beton SCC (BKN 0.6; 47,42 < BKS 0.6; 70,54). Nilai regangan pada besar beban yang sama lebih besar dimiliki oleh beton SCC (BKN 0.6; 0,00139 < BKS 0.6; 0,00268), modulus elastisitas beton SCC lebih kecil dari beton normal (28066,37 Mpa < 29263,30 Mpa), sehingga beton SCC lebih mudah untuk mengalami perpanjangan atau perpendekan. Berdasarkan nilai regangan pada kedua jenis benda uji sambungan balok-kolom yang belum mencapai nilai maksimum regangan beton (0,003) pada saat runtuh, maka jenis keruntuhan yang terjadi adalah over-reinforced. Rasio beban retak pertama hasil experimental (Pcr) terhadap beban retak teoritis berturut-turut untuk benda uji BKN 0.6 dan BKS 0.6 adalah 1,291 dan 0,948. Rasio momen ultimit experimental terhadap momen ultimit hasil perhitungan berdasarkan teori berturut-turut untuk benda uji BKN 0.6 dan BKS 0.6 adalah 1,73 dan 1,52.
Pengaruh Variasi Kedalaman Muka Air Terhadap Keruntuhan Pondasi Pada Tanah Pasir Pantai Dengan Perkuatan Anyaman Bambu: The Effect of Ground Water Level Variation to the Foundation Failure at The Sand Marine Reinforced by Woven Bamboo Sholihah, Siti Maratun; Muchtaranda, Ismail Hoesain; Sulistyowati, Tri
Spektrum Sipil Vol 6 No 2 (2019): SPEKTRUM SIPIL
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/spektrum.v6i1.147

Abstract

Dalam dunia teknik sipil, tanah merupakan satu bagian yang tidak dapat dipisahkan dalam perencanaan bangunan, baik sebagai bahan konstruksi maupun sebagai pendukung pondasi. Salah satu jenis tanah yang memiliki beberapa sifat yang kurang menguntungkan bagi suatu konstruksi adalah jenis tanah pasir. Kekurangan dari tanah pasir adalah pasir tidak memiliki daya ikat antar partikel satu sama lain terutama pada tanah pasir yang memiliki nilai kerapatan relatif yang rendah (pasir lepas). Selain itu kondisi tanah pasir pantai memungkinkan adanya pengaruh pasang surut air laut yang dapat mempengaruhi kapasitas dukung tanah tersebut. Oleh karena hal itulah sehingga tanah pasir pantai perlu diberikan perkuatan. Pengujian yang dilakukan dalam penelitian ini adalah pengujian sifat fisik dan mekanik tanah pasir pantai. Penelitian yang dilakukan merupakan penelitian eksperimental di laboratorium terhadap pasir pantai yang diperkuat dengan anyaman bambu dengan pemberian beban dan variasi kedalaman muka air. Dari hasil pengujian sifat fisik didapatkan bahwa tanah pasir Pantai Tanjung Karang, Ampenan, tergolong sebagai SP (poor-graded sand), yaitu pasir bergradasi buruk dengan nilai berat jenis (Gs) sebesar 2,661. Selanjutnya, dari hasil pengujian sifat mekanik tanah pasir Pantai Tanjung Karang, Ampenan, didapatkan bahwa penambahan perkuatan anyaman bambu meningkatkan kapasitas dukung pasir pantai dari 193,344 gr/cm² menjadi 352,032 gr/cm². Variasi kedalaman muka air dapat memberikan pengaruh yaitu semakin dalam letak muka air dari dasar pondasi menyebabkan semakin besar penurunan yang terjadi. Penurunan pondasi terbesar terjadi pada pasir pantai tanpa perkuatan anyaman bambu dengan muka air berada B cm di bawah dasar pondasi (B adalah lebar pondasi rencana), yaitu sebesar 1,7 mm.
ANALISA MOTIVASI DAN KEPUASAN PEKERJA TERHADAP KINERJA PERUSAHAAN KONSTRUKSI DI PULAU LOMBOK: An Analysis of the Workers’ Motivation and Satisfaction on the Construction Companies’ Performance in Lombok Farahat, Buniamin; Agustawijaya, Didi S; Budastra, I Ketut
Spektrum Sipil Vol 4 No 2 (2017): SPEKTRUM SIPIL
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peningkatan kinerja perusahaan konstruksi berbanding lurus dengan peningkatan kinerja individu para pekerjanya. Motivasi dan kepuasan dapat mempengaruhi kinerja sumber daya manusia yang pada akhirnya berpengaruh terhadap kualitas suatu proyek. Para pelaku industri jasa konstruksi sebagai bagian dari industri yang menampung sumber daya manusia yang cukup besar perlu kiranya memahami motivasi dan kepuasan kerja dari para pekerjanya yang akan mempengaruhi pencapaian keberhasilan proyek konstruksi. Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui bagaimana pengaruh motivasi dan kepuasan pekerja terhadap kinerja perusahaan konstruksi di Pulau Lombok. Untuk mencapai tujuan tersebut dilakukan analisa terhadap data kusioner para pekerja perusahaan konstruksi sebagai responden utama dan pemilik perusahaan sebagai responden tambahan. Analisa data pada penelitian ini menggunakan teknik korelasi produk momen untuk uji validitas data, koefesien cronbach alpha untuk realibilitas data dan analisis regresi berganda. Hasil analisis menyimpulkan bahwa motivasi pekerja dan kepuasan pekerja secara simultan (bersama-sama) dan parsial (sendiri-sendiri) memberikan pengaruh yang signifikan pada kinerja perusahaan konstruksi di Pulau Lombok. Faktor pembentuk motivasi pekerja dan faktor pembentuk kepuasan pekerja juga secara simultan dan parsial memberikan pengaruh yang signifikan pada kinerja perusahaan konstruksi di Pulau Lombok. Kepuasan pekerja memberikan pengaruh yang lebih signifikan terhadap kinerja perusahaan konstruksi di Pulau Lombok dibandingkan dengan motivasi pekerja. Faktor pembentuk motivasi pekerja berpengaruh terhadap kinerja perusahaan konstruksi di Pulau Lombok meliputi kebutuhan sosial, kebutuhan fisiologis, kebutuhan keselamatan dan rasa aman, perwujudan diri, kebutuhan penghargaan. Faktor pembentuk kepuasan pekerja memberikan pengaruh terhadap kinerja perusahaan konstruksi di Pulau Lombok meliputi kerjasama organisasi, imbalan yang pantas, lingkungan kerja, kebutuhan penghargaan dan kesesuaian kepribadian pekerja. Para pemilik perusahaan kontsruksi di Pulau Lombok perlu memperhatikan faktor-faktor pembentuk motivasi pekerja dan kepuasan pekerja karena sangat mempengaruhi kinerja perusahaan.
NERACA AIR WADUK SUNGAI PAKU TERHADAP KEBUTUHAN AIR BAKU BAGI MASYARAKAT: Water Balance of Paku River Reservoir to Standart Water Needs for the People Mudjiatko, Mudjiatko; Satria Agus, Andika
Spektrum Sipil Vol 2 No 2 (2015): SPEKTRUM SIPIL
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Waduk sungai Paku merupakan waduk yang terbentuk akibat dari pembendungan pada sungai Paku yang awalnya diperuntukkan sebagai sumber air tanaman 830 Ha lahan produktif di DI Sungai Paku. Alih fungsi lahan menjadi kolam dan kebun kelapa sawit menyebabkan lahan produktif berkurang menjadi 373 Ha. Wacana waduk sebagai sumber air baku bagi masyarakat muncul akibat sudah tidak maksimalnya pemanfaatan sumber air pada waduk. Bathimetri waduk dilakukan untuk mendapatkan lengkung kapasitas waduk. Pengukuran debit keluar juga dilakukan untuk mengetahui besarnya pengurangan air waduk. Air masuk ke dalam waduk selain bersumber dari hujan dalam bentuk debit andalan dengan metode F.J. Mock dan menghasilkan debit andalan maksimum terjadi pada bulan April sebesar 2,5217 m3/detik dan minimum pada bulan Desember sebesar 0,7150 m3/detik. Disamping itu jumlah air baku masyarakat dihitung dari jumlah penduduk 3 desa di sekitar waduk tahun 2015 yang menghasilkan kebutuhan air sebesar 0.0066 m3/detik. Dari Analisis neraca air memperlihatkan bahwa terjadi defisit air pada bulan Agustus sebesar 0,1087 m3/detik dengan volume kekurangan sebesar 291,124.914 m3. Sedangkan dari nilai kapasitas tampungan hidup yang ada pada waduk ini sebesar 2,497,988.579 m3 mampu menutupi kekurangan air yang terjadi dan dapat digunakan sebagai sumber air baku bagi masyarakat.
DETEKSI PENURUNAN KADAR KEBASAAN BETON PASCA BAKAR SEBAGAI ESTIMASI AWAL TERJADINYA KOROSI PADA BAJA TULANGAN: Alkaline Onset Detection of Concrete after Fire as a Preliminary Estimation of Steel Reinforcement Corrosion Kencanawati, Ni Nyoman; Mahmud, Fatmah; Merdana, I Nyoman; Ngudiyono, Ngudiyono
Spektrum Sipil Vol 2 No 1 (2015): SPEKTRUM SIPIL
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Beton memiliki ketahanan terhadap kebakaran yang cukup tinggi bila dibandingkan dengan material konstruksi lain. Walaupun demikian, perilaku beton terhadap bahaya kebakaran masih terus tetap di pelajari karena reaksi fisik dan kimia pasti terjadi bila beton dipanaskan yang mengakibatkan kekuatan dan kekakuannya menurun. Sifat mekanik seperti kuat tekan, kuat tarik, dan kuat lentur beton pasca bakar telah banyak diteliti. Demikin pula perubahan warna pada permukaan beton pasca bakar telah menjadi suatu pedoman umum dalam investigasi konstruksi beton setelah mengalami kebakaran. Penelitian ini mencoba mengangkat tentang kadar kebasaan beton pasca bakar mengingat sifat basa beton memiliki arti penting dalam menjaga baja tulangan agar tidak terjadi korosi.pH meter digunakan untuk mendeteksi pH beton pasca bakar pada suhu 3000C, 5000C, dan 7000C. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis, didapatkan onset temperatur peralihan kondisi asam ke basa beton pasca bakar yaitu pada suhu 6600C. Hasil penelitian ini dapat dijadikan salah satu acuan dalam investigasi, audit, dan perbaikan struktur beton bertulang pasca bakar.
PENGARUH TINGKAT KEPADATAN DAN KADAR AIR TERHADAP POTENSI MENGEMBANG PADA TANAH LEMPUNG EKSPANSIF DI DESA TANAK AWU KABUPATEN LOMBOK TENGAH: The Effect of Density and Water Level in The Swelling Potential of Expansive Soil in Tanak Awu Village, Central Lombok Taufik Wirendanu, Lalu Ayup; Hoesein, Ismail; Sulistyowati, Tri
Spektrum Sipil Vol 1 No 1 (2014): SPEKTRUM SIPIL
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu daerah di Lombok Tengah yang sebagian besar tanahnya berjenis lempung ekspansif adalah daerah Tanak Awu. Tanah jenis ini merupakan tanah yang memiliki sifat kembang susut yang tinggi, apabila musim hujan (kadar air tinggi) tanah ini akan mengembang (swelling) dan pada musim kemarau (kadar air rendah) tanah ini akan menyusut (shrinkage). Peristiwa ini akan menimbulkan dampak yang tidak menguntungkan bagi bangunan yang ada di atasnya seperti kerusakan pada lantai bangunan, keretakan pada dinding tembok, dan permukaan jalan yang bergelombang. Salah satu cara menanggulangi peristiwa kembang susut pada tanah lempung, dapat dilakukan dengan menjaga kadar air dalam tanah supaya tidak mengalami perubahan yang yang cukup besar. Oleh karena itu, perlu dilakukan penelitian mengenai pengaruh tingkat kepadatan dan kadar air terhadap tingkat pengembangan tanah. Pengujian pengembangan dilakukan pada sampel tanah terganggu atau disturb sampel menggunakan oedometer, mengacu pada metode ASTM D 4546 – 90 Tipe B. Dalam penelitian ini, sampel tanah diambil dari satu titik lokasi di Desa Tanak Awu. Berat volume kering (γd) dan kadar air (w) awal yang di peroleh dari hasil pengujian pemadatan standar Proctor selanjutnya digunakan sebagai berat volume kering (γd) dan kadar air (w) awal yang digunakan untuk pengujian pengembangan dengan memberikan tekanan awal sebesar 6.9 kPa. Hasil pengujian pengembangan diperoleh potensi pengembangan terendah terjdi disaat tanah pada sisi basah (wet side) dengan berat volume kering (γd) 1.34 gr/cm3 dan kadar air awal (w) 29.43 % yaitu sebesar 24.35 % dengan nilai tekanan pengembangan sebesar 465 kPa sedangkan potensi pengembangan terbesar terjadi disaat tanah pada sisi kering (dry side) dengan berat volume kering (γd) 1.34 gr/cm3 dan kadar air awal (w) 17.64 % yaitu sebesar 37.24 % dengan tekanan pengembangan sebesar 1250 kPa. Semakin kecil kadar air awal maka potensi dan tekanan pengembangan yang terjadi akan semakin besar. Sehingga dapat disimpulkan bahwa kondisi kadar air awal (w0) sangat mempengaruhi besar tingkat pengembangan tanah ekspansif.
ANALISA DAKTILITAS KOLOM AKIBAT PENGEKANGAN METODE MANDER: Ductility Analysis of Column by Confined Concrete Mander Method Mahmud, Fathmah
Spektrum Sipil Vol 3 No 2 (2016): SPEKTRUM SIPIL
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Daktilitas merupakan suatu parameter yang dapat dipakai untuk mengukur kinerja suatu elemen maupun struktur dalam hal ketahanannya terhadap beban yang terus menerus dikenakan sampai fase inelastis Daktilitas kurvatur kolom dalam studi ini akan dihitung menggunakan bantuan program XTRACT. Adapun efek pengekangan pada kolom ikut diperhitungkan dalam perhitungan daktilitas ini, yaitu bagian inti betonnya didefinisikan sebagai confined concrete (beton terkekang) yang memakai perumusan Mander, Priestley, dan Park (1988). Karena jarak sengkang sesuai SNI - 03 – 2847 – 2002 ps. 23.4.4.2 sangat berdekatan maka dilakukan analisa dengan jarak yang lebih besar Kolom A 150 x150 tulangan memanjang 4 Φ 16 dengan jarak sengkang 90 mm, menunjukan daktilitas 16,36>16,kolom B 200 x 200 tulanangan memanjang 8 Φ 16 dengan jarak sengkang 90 mm, menunjukan daktilitas 19,36 >16. Dengan pengekangan meningkatkan kekuatan beton kolom A dari 20 MPa menjadi 24,36MPa, sedang kolom B dari 20 MPa menjadi 24,9021 MPa.
PRIORITAS IMPLEMENTASI GREEN BUILDING BERDASARKAN KLASIFIKASI BANGUNAN GEDUNG DI KOTA MATARAM: Priority of Green Building Implementation Based on Building Classification Putra, Pascaghana Jayatri; Murtiadi, Suryawan; Hariyadi, Hariyadi
Spektrum Sipil Vol 4 No 2 (2017): SPEKTRUM SIPIL
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembangunan berkonsep green building merupakan bangunan ramah lingkungan dengan kriteria tepat guna lahan; efisiensi dan konservasi energi; konservasi air; sumber dan siklus material; kesehatan dan kenyamanan dalam ruang; dan manajemen lingkungan bangunan. Mengimbangi pembangunan bangunan gedung di Kota Mataram yang semakin padat terutama pada wilayah simpul utama kegiatan perkotaan, perlu adanya implementasi green building sebagai upaya pengendalian dampak lingkungan terhadap perkembangan kota sekaligus mencari solusi terhadap berkurangnya ruang terbuka hijau khususnya di Kota Mataram. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan prioritas peruntukan bangunan berdasarkan klasifikasi bangunan gedung sebagai implementasi awal penerapan green building di Kota Mataram. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif-kuantitatif dengan metode AHP (Analytic HierarchyProcess). Enam altenatif peruntukan bangunan yang diteliti yaitu fasilitas hunian; perkantoran; perdagangan dan jasa; wisata dan rekreasi; pelayanan umum (pendidikan dan kesehatan); dan industri.Hasil analisis AHP menunjukkan bahwa peruntukan bangunan yang menjadi prioritas adalah pelayanan umum (pendidikan dan kesehatan) sebesar 22,3%; urutan selanjutnya adalah perkantoran (17,6%); perdagangan dan jasa (16,6%); wisata dan rekreasi (15,7%); hunian (14,9%); dan industri (12,9%). Hasil ini diharapkan dapat menjadi gambaran dalam penyusunan strategi ke depan dalam implementasi green building di Kota Mataram.
PERENCANAAN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K3) PADA PROYEK KONSTRUKSI DENGAN TINGKAT RESIKO TINGGI (STUDI PADA PROYEK ROYAL AVILLA MALIMBU): Safety and Health Planning (K3) in High Risk Levels Construction Project (Study on Royal Avilla Malimbu Project) Gerhan, Aditiya; Gazalba, Zaedar
Spektrum Sipil Vol 6 No 1 (2019): SPEKTRUM SIPIL
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/spektrum.v6i1.156

Abstract

Kecelakaan kerja merupakan suatu permasalahan yang banyak menyita perhatian berbagai organisasi, karena mencakup permasalahan perikemanusiaan, biaya, manfaat ekonomi, aspek hukum, pertanggungjawaban serta citra organisasi. Untuk itu diperlukan perencanaan K3 yang bertujuan untuk mencegah terjadinya kecelakaan kerja, melindungi pekerja dan orang lain di tempat kerja, serta meningkatkan kesejahteraan dan produktifitas kerja. Penelitian ini secara umum bertujuan untuk mencegah terjadinya kecelakaan kerja dan menciptakan lingkungan kerja yang aman dan nyaman pada proyek konstruksi dengan tingkat resiko tinggi. Penelitian ini diawali dengan melakukan analisa terhadap kondisi lokasi kerja yang berbahaya. Dari hasil analisa tersebut selanjutnya merencanakan K3 terkait sistem transportasi material dan support konstruksi, sehingga resiko yang tinggi tersebut tidak menyebabkan terjadinya kecelakaan kerja. Berdasarkan resiko kecelakaan maka direncanakanlah K3 pada masing-masing kegiatan dengan menggunakan beberapa peralatan kerja dan alat perlindungan diri yang aman, seperti Pekerjaan Tanah, Transportasi material, Bekerja di ketinggian

Page 4 of 21 | Total Record : 204