cover
Contact Name
Spektrum Sipil
Contact Email
spektrum_sipil@unram.ac.id
Phone
+62370-638436
Journal Mail Official
spektrum_sipil@unram.ac.id
Editorial Address
Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Mataram Jl. Majapahit No. 62 Mataram Nusa Tenggara Barat Kode Pos: 83125
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Spektrum Sipil
Published by Universitas Mataram
ISSN : 18584896     EISSN : 25812505     DOI : https://doi.org/10.29303/spektrum.v7i1
Core Subject : Engineering,
Spektrum Sipil merupakan Jurnal Teknik Sipil yang bertujuan menjadi wadah komunikasi ilmiah untuk menyebarluaskan informasi, hasil-hasil penelitian, hasil kajian pustaka dan teori, yang mencakup bidang Struktur, Transportasi, Hidro, Geoteknik, Manajemen Konstruksi, dan Lingkungan. Spektrum Sipil diterbitkan dua kali dalam setahun (Maret dan September), dipublikasikan secara online dan akses terbuka dengan Nomor Seri Standar Internasional elektronik e-ISSN 2581-2505.
Articles 204 Documents
CAKUPAN LAYANAN AIR BERSIH PUSAT PEMERINTAHAN KABUPATEN LOMBOK BARAT: Water Supply Coverage of the Government of Lombok Barat Distric Yasa, I Wayan
Spektrum Sipil Vol 1 No 2 (2014): SPEKTRUM SIPIL
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Air sebagai sumber kehidupan masyarakat secara alami, keberadaannya bersifat dinamis dan gravitasi mengalir dari tempat yang tinggi ke tempat yang lebih rendah, tanpa mengenal batas wilayah administrasi. Keberadaan air mengikuti siklus hidrologis yang erat hubungannya dengan kondisi cuaca/iklim pada suatu daerah sehingga menyebabkan ketersediaan air tidak merata dalam setiap waktu dan setiap wilayah. Peningkatan jumlah penduduk yang sangat pesat berimplikasi pada peningkatan kebutuhan akan air bersih untuk berbagai keperluan sehari-hari. Sumber-sumber air dimasing-masing wilayah seringkali tidak sesuai dengan jumlah penduduk sehingga telah menjadi permasalahan tahunan pada wilayah-wilayah tertentu terjadi kekurangan air bersih yang berdampak pada turunnya kualitas kesehatan masyarakat. Untuk mengetahui kebutuhan air pada tahun rencana, maka harus diketahui paling tidak perkiraan jumlah penduduk pada tahun tersebut, berdasarkan data yang ada pada tahun-tahun sebelumnya. Adapun metode proyeksi penduduk yang biasa digunakan ada beberapa macam yaitu, Metode Rata-rata Aritmatika, Metode Regresi Linier dan Metode Geometri. Secara keseluruhan rata-rata cakupan layanan air bersih masyarakat di Kecamatan Gerung sudah mencapai 88,90% yang sebagian besar memanfaatkan sumur pribadi. Karena sebagian besar memanfaat sumber air dari air bawah permukaan maka usaha pelestarian sumber air bawah permukaaan perlu dilakukan yaitu dengan melakukan konservasi wilayah resapan dan mempertahankan kualitas air bawah permukaan tidak sampai tercemar.
PENGARUH PERUBAHAN IKLIM TERHADAP SISA UMUR LAYANAN BENDUNGAN BATUJAI: Effect of Climate Change on the Remaining Life Time of Batujai DAM Wakidi, Wakidi; Sulistyono, Heri; Saadi, Yusron
Spektrum Sipil Vol 4 No 1 (2017): SPEKTRUM SIPIL
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bendungan Batujai terletak di Batujai, Praya Barat, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat dengan luas Daerah Aliran Sungai (DAS) 169 km2. Mulai beroperasi tahun 1982 untuk menampung kelebihan air di musim hujan, mengairi lahan pertanian 3.350 ha, dan untuk pembangkit listrik tenaga microhydro dengan daya maksimum terpasang sebesar 150 kw. Umur layanan bendungan sangat dipengaruhi oleh tampungan mati, semakin penuh volume tampungan mati, semakin pendek umur layanan bendungan. Penyusutan volume tampungan dipengaruhi oleh laju sedimentasi. Laju sedimentasi dipengaruhi perubahan iklim yaitu temperatur dan curah hujan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui volume sedimentasi Bendungan Batujai tahun 2016, tahun 2032 (umur rencana), serta untuk mengetahui pengaruh perubahan iklim terhadap laju sedimentasi. Menghitung debit air, dengan menggunakan metode Mock dibutuhkan data-data pendukung evapotranspirasi, curah hujan dan banyak hari hujan. Evapotranspirasi dihitung dengan metode Blaney-Criddle dengan menggunakan data temperatur. Dari hasil analisis diperoleh volume sedimentasi Bendungan Batujai tahun 2016 sebesar 1.349.941 m3, tahun 2032 (umur rencana 50 tahun) sebesar 2.387.035 m3. Perubahan iklim sangat signifikan mempengaruhi laju sedimentasitasi Bendungan Batujai, tahun 1982 sampai dengan tahun 2015 volume sedimen rerata sebesar 41.118 m3 dan pada tahun 2016 sampai dengan tahun 2048 volume sedimen rerata sebesar 68.872 m3.
ANALISIS MODEL PENAMPUNGAN LIMPASAN HUJAN DENGAN EMBUNG LAHAN PADA DAERAH ALIRAN SUNGAI (DAS) KRITIS TERASERING: Run off Recharge Embung Lahan Model Analysis at Critical Watershed Negara, I Dewa Gede Jaya; Supriyadi, Anid; Salehudin, Salehudin; Ainudin, Nurun
Spektrum Sipil Vol 5 No 1 (2018): SPEKTRUM SIPIL
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rusaknya daerah aliran sungai (DAS), sering kali ditunjukkan oleh adanya penurunan sumber air di sungai, aliran air sungai keruh di musim hujan dan hilangnya sumber-sumber air permukaan. Pemanfaatan DAS hulu untuk pertanian dapat menjadi penyebab terjadinya kerusakan resapan DAS tersebut. Perbaikan kondisi sumber air di DAS dengan peningkatan resapan air hujan perlu dilakukan pada petak lahan, agar limpasan hujan selesai diresapkan di petak lahan. Untuk itu uji embung lahan sebagai media peresapan limpasan hujan dipetak lahan perlu dilakukan agar limpasan tidak terbuang ke sungai. Penelitian ini bertujuan untuk menguji embung lahan (EL) di petak lahan terasering dan pengaruhnya terhadap variasi intensitas hujan, luas lahan dan kemiringan terhadap potensi limpasan yang terjadi. Uji dilakukan dengan media uji lahan terasering berukuran A1= 150 cm x 100 cm, A2=150 cm x 80 cm, A3=150cm x 60 cm dan A4= 150 cm x 40 cm dengan kadar air 20%, pada intensitas hujan yang uji I1= 64,38 mm/jam, I2=30,69mm/jam dan I3=12,35 mm/jam. Pengujian dilakukan selama 1-2 jam sampai limpasan dipetak lahan terjadi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa,limpasan hujan akan semakin besar terjadi pada intensitas hujan yang semakin besar dan pada kemiringan terasering yang semakin besar. Pada intensitas I2 dan I1, limpasan hujan terjadi dan pada intensitas I3, limpasan belum terjadi sigifikan. Selain itu pada luas terasering yang semakin besar, limpasan yang dihasilkan juga semakin besar. Dengan ukuran panjang dan lebar EL yang diperlukan masing-masing lahan 1/10 dari panjang lahan dan 1/20 dari lebar lahan. Jumlah EL terpasang dilahan disesuaikan dengan potensi limpasan yang akan ditampung.
ANALISIS KAPASITAS DAN RANCANGAN ANGGARAN BIAYA (RAB) SALURAN DRAINASE JALAN RAYA SURANADI KECAMATAN NARMADA KABUPATEN LOMBOK BARAT: Capacity Analysis and Budget Desain of the Suranadi Highway Drainage Channel, Narmada Sub-District, West Lombok District Salehudin, Salehudin; Negara, I Dewa Gede Jaya; Hasyim, Hasyim; Luvitasyari, Tirta Intan
Spektrum Sipil Vol 7 No 1 (2020): SPEKTRUM SIPIL
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/spektrum.v7i1.164

Abstract

Desa Suranadi Kecamatan Narmada adalah daerah pegunungan yang termasuk daerah wisata yang paling unggul di Kabupaten Lombok Barat. Wilayah Suranadi merupakan wilayah yang memiliki permasalah yang sangat komplek khususnya di sepanjang jalan daerah wisata sering terjadi banjir, kapasitas saluran sepanjang jalur tersebut selalu melimpah, sehingga diperlukan analisis review kapasitas saluran. Analisis Kapasitas dan Rancangan Anggaran Biaya (RAB) saluran drainase jalan raya Suranadi Kecamatan Narmada Kabupaten Lombok Barat menggunakan data curah hujan maksimum harian tahunan selama 10 tahun yaitu tahun 2009 sampai tahun 2018. Data yang ada sudah melalui tahap uji konsistensi dengan metode Rescaled Adjusted Partial Sums (RAPS) dan dinyatakan konsisten. Proses perencanaan menggunakan persamaan – persamaan umum saluran drainase yang meliputi rumus Monolobe, rumus Manning, dan rumus – rumus lainnya. Sedangkan perhitungan Rencana Anggaran Biaya menggunakan Standar Satuan Harga terbaru 2018 Kabupaten Lombok Barat. Hasil analisis Untuk rencana saluran drainase di jalan Suranadi menggunakan Beton U-Ditch dengan tiga tipe dimensi 50 x 50 cm, 80 x 80 cm, 100 x 100 cm dan 2 type bentuk gorong-gorong box culvert yaitu dimensi 50 x 50 cm dan 80 x 80 cm. Sedangkan Rencana anggaran biaya untuk pembangunan saluran ini diperkirakan sebesar Rp.14,919,000,000 (Empat belas miliar sembilan ratus sembilan puluh sembilan juta rupiah).
PERILAKU LENTUR BALOK BETON BERTULANG DENGAN BUKAAN BADAN PADA BERBAGAI VARIASI RASIO TULANGAN: Flexural Behaviour of Reinforced Concrete Beam with Web-Opening under Reinforcement Ratio Variations Zaenuddin, Moh; Akmaluddin, Akmaluddin; Kencanawati, Ni Nyoman
Spektrum Sipil Vol 4 No 2 (2017): SPEKTRUM SIPIL
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Adanya lubang pada badan balok untuk keperluan wadah instalasi mechanical dan electrical seperti instalasi AC sentral, listrik, supply air, pembuangan air kotor pada bangunan bertingkat akan mengurangi kekakuan dari struktur balok beton tersebut. Penentuan titik lubang menjadi permasalahan. Untuk itu yang menarik perhatian dalam menentukan rasio tulangan pada balok beton lubang. Pengaruh beban maksimum dan gaya geser yang tidak aman dan dapat diterapkan rasio tulangan pada balok beton lubang yang aman sesuai fungsi tulangan. Pembuatan titik lubang pada balok, maka distribusi kekuatan dan kekakuan (EI) balok tidak merata, perlu diteliti dalam beban ultimit (Pu) pada balok, perilaku balok beton lubang dengan tiga variasi rasio rendah,sedang,tinggi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kapasitas beban maksimum, perilaku lentur, perbandingan nilai uji lentur secara analitis dan secara uji laboratorium. Semua balok diuji dengan menggunakan mesin penguji kapasitas 25 ton. Balok beton bukaan badan (web-opening) diletakkan pada dua perletakan sederhana dengan bentang 275 cm. Dua beban tersebut di tempatkan secara simetris sepanjang bentang balok. Jarak antar beban tersebut 91,67 cm. Berdasarkan hasil pengujian dan hasil analisis data yang sudah dilakukan maka didapat : Kekuatan balok yaitu : Pada saat beban retak pertama (Pu), kuat lentur ultimit balok dengan nilai momen ultimit (Mu) paling besar terjdi pada balok beton lubang tengah (BBLT) rasio tinggi sebesar 76,237 kN.m, lebih besar dari momen ultimit balok beton normal (BBN) sebesat 53,838 kN.m kapasitas momen naik sebesar 41,604 % , dengan perbandinag rasio 1,664 dan 1,884. Rasio perbandingan momen ultimit paling besar terjadi pada balok beton lubang tengah (BBLT) rasio tulangan rendah dengan rasio perbandingan sebesar 2,109. Kekakuan balok yaitu : Pada beban ultimit (Pu), lendutan (𝛅u) paling besar terjadi pada balok beton lubang tengah (BBLT), rasio tulangan rendah 0,707 % sebesar 28,370 mm dengan rasio sebesar 11,016 %,. Berdasarkan hasil pengujian yang telah dilakukan, maka dapat disarankan bahwa perlu dilakukan penelitian lanjutan dengan membuat variasi rasio tulangan yang optimum dengan variasi rasio tulangan yang berbeda-beda menghasilkan kuat lentur yang maksimum. Diperlukan alat untuk mendeteksi keretakan pada balok beton lubang supaya lebih dini diketahui dan diamati untuk mendapatkan data yang representatif.
PENGENDALIAN BIAYA DAN WAKTU PADA PROYEK PEMBANGUNAN GEDUNG J (IRMA UTAMA) RSU PROVINSI NTB MENGGUNAKAN METODE EARNED VALUE: Cost and Time Control on Construction Project of NTB Province Public Hospital’s J Building (Irna Utama) using Earned Value Method Warka, I Gede Putu; Handayani, Teti; Asmina, Diana
Spektrum Sipil Vol 2 No 2 (2015): SPEKTRUM SIPIL
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelaksanaan pekerjaan proyek konstruksi memerlukan tindakan pengendalian dari segi biaya dan waktu. Metode Earned value merupakan salah satu alat yang digunakan dalam pengelolaan proyek yang mengintegrasikan biaya dan waktu. Metode Earned value memadukan tiga unsur yaitu jadwal, biaya dan presentasi kerja. Analisa Earned Value ini akan diterapkan pada proyek Pembangunan Gedung J (irna utama) RSU Provinsi NTB. Sebelum dilakukan tindakan pengendalian biaya dan waktu, perlu diketahui terlebih dahulu kinerja proyek yang telah berlangsung. Salah satu cara untuk mengetahui kinerja proyek adalah metode Earned Value. Kinerja proyek dianalisa berdasarkan indeks performansi biaya dan waktu. Perhitungan didasarkan pada nilai Planned Value, nilai Earned Value dan nilai Actual Cost. Pengontrolan performa atau kinerja proyek ditinjau dari minggu ke-17 hingga minggu ke-21. Hasil analisa pada minggu ke-21 menunjukkan bahwa pekerjaan yang dilakukan lebih cepat dari jadwal yang direncanakan dan biaya yang dikeluarkan lebih rendah dari biaya yang dianggarkan, yang ditunjukkan dengan nilai SPI sampai dengan minggu ke-21 ini adalah 1,171415809 ( SPI > 1 ) dan CPI = 1,0557959 ( CPI > 1 ).Jika performa proyek tetap seperti ini, maka akan terjadi penyimpangan positif dari segi waktu dan biaya pada proyek tersebut.
KARAKTERISTIK KINERJA IRIGASI SPRINKLER MINI PADA LAHAN KERING PRINGGABAYA UTARA KABUPATEN LOMBOK TIMUR: Characteristics of Mini Sprinkler Irrigation Performent on The Northen Pringgabaya Dry land in The East Lombok Regency Jaya Negara, I Dewa Gede; Saadi, Yusron; Putra, I.B. Giri
Spektrum Sipil Vol 2 No 1 (2015): SPEKTRUM SIPIL
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Usahatani di lahan kering Pringgabaya, telah lama menerapkan sistim irigasi sprinkler maupun irigasi penggenangan dan penerapan sistim sprinkler besar di lapangan masih terkendala oleh kemampuan penyerapan air dari tanah yang masih tergolong rendah, sehingga air irigasi akan dominan terevaporasi dipermukaan tanah. Pada kondisi tanah sekitar 80% lebih berbutiran halus, menunjukkan kemampuan infiltrasi sebesar 3,342 cm/jam pada daerah perbukitan (Randy, 2011) dan pada lahan dataran infiltrasi sebesar 0,621 cm/jam (Haki,2013). Untuk mengatasi hal tersebut, sangat perlu diteliti sistem irigasi hemat air sprinkler yang lebih spesifik seperti sprinkler mini menggunakan jaringan dari pipa PVC. untuk itu perlu diketahui karakteristik respon tanah terhadap sistem irigasi hemat air yang diuji pada lahan Kering Pringgabaya sebagai alternatife dalam membantu pertanian di lahan kering. Penelitian ini bertujuan untuk menguji sistim irigasi hemat air terpadu dalam hal ini sprinkler mini pada tanah lahan kering Pringgabaya, terhadap kemampuannya memberikan lengas tambahan pada lahan. Uji dilakukan pada lahan berukuran 10 m x 10 m, dengan 4 buah stik sprinkler pada lahan. Saluran distribusi dalam sistim irigasi sprinkler mini digunakan pipa PVC berdiameter 3” , 2” dan 1” yang dilengkapi flow meter, sedangkan jaringan perpipaan pada lahan digunakan pipa pvc 1” dan pipa stik sprinkler berdiameter ¾”.Data hasil penelitian yang dianalsis meliputi keseragaman irigasi, lengas tanah setelah dan sebelum irigasi, kedalaman capaian irigasi pada kedalaman 10 cm, 20cm dan 30cm. Untuk perubahan lengas tanah setelah irigasi sebagai indikasi evaporasi, ditinjau pada durasi 10 menit, 20 menit, 30 menit, 40menit, 50menit dan 60 menit. Hasil penelitian dipresentasikan dalam bentuk grafik maupun tabel dan disimpulkan secara deskriptif. Hasil analisis data menunjukan bahwa keseragaman (Cu) pengujian 2 sprinkler bersamaan diperoleh rerata di atas 70 %, dan tergolong baik. Besar debit sprinkler mini rerata 0,023m3/dt dengan radius irigasi (rs)=2,6m. Kedalaman capaian irigasi untuk durasi 10 menit sampai 60 menit besarnya sekitar 0,3cm – 7 cm, dan dengan lengas tanah yang mampu diberikan irigasi rerata sekitar 6,32%. Penurunan lengas tanah akibat evaporasi dalam satu harian di lahan kering Pringgabaya diperoleh rerata sebesar 5,61%, dan oleh karena itu sistem irigasi sprinkler mini ini lebih baik digunakan untuk penanganan evaporasi harian.
ANALISIS SISTIM IRIGASI TETES TERPADU PADA LAHAN KERING PRINGGABAYA KABUPATEN LOMBOK TIMUR: Collaboration Drip Irrigation Systems Analysis at Dry Farming of Pringgabaya Jaya Negara, I Dewa Made; Saadi, Yusron; Putra, I.B. Giri
Spektrum Sipil Vol 1 No 1 (2014): SPEKTRUM SIPIL
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan pertanian dilahan kering Pringgabaya telah menerapkan sistim irigasi hemat air sprinkle besar dan tetes, walaupun demikian penerapan sprinkle dilapangan masih terkandala oleh besarnya angin dan tingginya suhu lingkungan, yang memicu terjadinya kehilangan air irigasi yang lebih besar. Kemampuan infiltrasi lahan sebesar 3,342 cm/jam (Randy, 2012) untuk daerah perbukitan dan sebesar 0,621 cm/jam (Haki,2013) untuk lahan di pedataran, besarnya potensi infiltrasi tersebut masih tergolong rendah sehingga kurang mendukung teknik irigasi hemat air yang ada. Oleh karena itu perlu dilakukan penelitian untuk mendapatkan sistim irigasi hemat air terpadu, yang dapat mengadopsi rendahnya kemampuan tanah menyerap air dalam pemberian air irigasi. Penelitian bertujuan untuk menguji sistim irigasi hemat air terpadu sistim tetes dan sprinkle mini pada tanah lahan kering Pringgabaya terhadap ketersediaan air pompa tenaga surya. Uji dilakukan pada lahan berukuran 4m x 12 m, dengan pipa distribusi sepanjang 60 m dari pipa pvc 1” dilengkapi flow meter dan elevasi muka air dari lahan sekitar 4 m. Sistim irigasi tetes uji berukuran 3m x 4 m perblok, dengan pipa pvc ukuran ½”, ¾”. Irigasi sprinkle dengan pipa ¾”, 1” dikoneksi dengan jaringan tetes. Pengujian irigasi terpadu dilakukan terhadap keseragaman, kemampuan irigasi dan lengas tanah, dalam waktu 5 menit, 10 menit dan 15 menit. Data yang peroleh adalah debit pompa, debit irigasi, keseragaman tetes dan sprinkle serta kelengasan tanah. Analisis data dilakukan terhadap data debit,keseragaman irigasi dan lengas tanah.Hasil penelitian dipresentasikan dalam bentuk grafik maupun tabel Hasil analisis menunjukkan bahwa sistem irigasi tetes terpadu memiliki keseragaman rerata 72% dan sprinkle mini dengan keseragaman 77,6% berarti sudah dapat digunakan. Besar debit irigasi tetes sebesar 0,0452m3/mnt dan kemampuan sprinkle sebesar 0,038m3/mnt dengan pancaran dua sprinkle 5,2m. Kebutuhan air irigasi tetes terpadu sebesar 0,049m3/mnt, masih mampu dipenuhi oleh pompa tenaga surya pada debit rendah (Qr)<0,002m3/dt, debit sedang (Qsd) < 0,003m3/dt maupun debit tinggi (Qti) > 0,003m3/dt. Kelengasan capaian irigasi sprinkle pada waktu irigasi 5 menit, 10 menit dan 15 menit sebesar 2,9%, 4,4% dan 7% termasuk rendah, sehingga lebih cocok untuk penyediaan air evaporasi harian, sedangkan irigasi tetes lebih baik difokuskan untuk pemberiaan air tanaman saja.
PERBANDINGAN KELAYAKAN JALAN BETON DAN JALAN ASPAL DENGAN METODE ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS (AHP) - STUDI KASUS JALAN MALWATAR-LABUAN BAJO, FLORES NTT: Feasibility Comparison of Concrete Road and Asphalt Road Using Analytical Hierarchy Process (AHP) Method - A Case Study of Malwatar-Labuan Bajo Road, Flores NTT Burhamnudin, Ahmad; Munawar, Ahmad; Akmaluddin, Akmaluddin
Spektrum Sipil Vol 3 No 2 (2016): SPEKTRUM SIPIL
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Aplikasi metode AHP (Analytical Hierarchy Process) telah banyak digunakan oleh para pengambil keputusan karena respondennya cukup diwakili oleh para ahli pada bidang yang dikaji sehingga cukup efisien. Metode AHP tersebut digunakan dalam studi ini untuk membandingkan dua pilihan apakah jalan aspal lebih baik dari jalan beton pada kasus Jalan Malwatar-Labuhan Bajo, Flores, NTT. Lima belas orang responden yag berasal dari berbagai stakeholder ditentukan untuk mengisi kuisioner yang dirancang dengan lima kriteria yaitu (1) umur rencana; (2) biaya operasional kendaraan (BOK); (3) biaya pembangunan; (4) biaya perawatan; dan (5) kenyamanan berkendara. Sumber responden yang dianggap mewakili adalah Dinas Pekerjaan Umum, Konsultan, Penyedia Jasa dan Satker Pelaksanaan Jalan Nasional. Berdasarkan analisis hasil wawancara diperoleh bahwa faktor utama yang mempengaruhi pemilihan tipe jalan untuk diterapkan pada jalan Malwatar-Labuhan Bajo adalah faktor biaya perawatan dan umur rencana masing-masing 39.72 % dan 29.76 %. Berdasarkan pilihan Jalan Beton, faktor biaya perawatan dan umur rencana juga signifikan mempengaruhi masing-masing dengan bobot 39.72% dan 23.15%. Pilihan Jalan Aspal dipengaruhi signifikan oleh faktor biaya pembangunan (8.65%), kenyamanan berkendara (8.4%) dan umur rencana (6.61%). Untuk jalan Malwatar-Labuhan Bajo ini, Jalan Beton menjadi pilihan karena lebih baik dibanding Jalan Aspal dengan perbandingan 72.74% dan 27.26%.
PENGARUH KUALIFIKASI KONTRAKTOR TERHADAP KUALITAS PEKERJAAN PROYEK KONSTRUKSI DI KABUPATEN LOMBOK TIMUR: An Analysis Effect of Contractor Qualification on Construction Project Quality in East Lombok District Muliadi, Lalu; Sulistiyono, Heri; Fajrin, Jauhar
Spektrum Sipil Vol 4 No 2 (2017): SPEKTRUM SIPIL
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam pembangunan nasional, industri jasa konstruksi memiliki peranan penting dalam perekonomian negara karena mampu memberikan kontribusi terhadap produk domestik bruto sebesar tujuh persen. Dari 98.000 kontraktor yang ada di Indonesia sebanyak 1% diantaranya merupakan kualifikasi besar, 9% kualifikasi menengah dan 90% kualifikasi kecil, peningkatan jumlah perusahaan ternyata belum diikuti dengan peningkatan kualifikasi dan kinerjanya, yang dapat dilihat dari kualitas pekerjaan, ketepatan waktu penyelesaian pelaksanaan, dan efisiensi pemanfaatan sumber daya personil, modal, dan teknologi dalam penyelenggaraan jasa konstruksi belum sebagaimana yang diharapkan. Berdasarkan uraian diatas, maka yang menjadi rumusan masalah dari penelitian ini adalah Faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi kualitas pekerjaan kontraktor di Kabupaten Lombok Timur dan Menganalisis hubungan kualifikasi kontraktor dengan kualitas pekerjaan proyek konstruksi di Kabupaten Lombok Timur. Faktor utama yang mempengaruhi kualitas pekerjaan kontraktor adalah faktor sumber daya manusia seperti tenaga teknik yang kurang memahami spesifikasi teknik, gambar kerja dan modal yang cukup untuk membiayai proyek yang dikerjakan sehingga kontraktor mengalami kesulitan keuangan saat melaksanakan proyek, kontraktor kesulitan menempatkan tenaga teknik S1, mengalami kesulitan dalam pengajuan termin, modal proyek diperoleh dari pinjaman bank, tenaga teknik memahami pembuatan laporan, kesulitan menempatkan tenaga teknik STM dan D3, mengasuransikan tenaga kerja, tenaga teknik penuh waktu selalu ada di lokasi proyek, tenaga teknis yang ditempatkan sama seperti dokumen kontrak.

Page 6 of 21 | Total Record : 204