cover
Contact Name
Nurul Khairani
Contact Email
jsk@stikestrimandirisakti.ac.id
Phone
+6282175066648
Journal Mail Official
jsk@stikestrimandirisakti.ac.id
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Stikes Tri Mandiri Sakti Mail : Jalan Raya Hibrida No. 3, Sido Mulyo, Gading Cempaka, Sido Mulyo, Bengkulu, Kota Bengkulu, Bengkulu 38229 Telp :(0736) 25091 Fax (0736) 23703 email: jsk@stikestrimandirisakti.ac.id
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
Jurnal Sains Kesehatan
ISSN : 27236757     EISSN : 18298842     DOI : https://doi.org/10.37638/jsk.27.1.1-7
Core Subject : Health,
Jurnal Sains Kesehatan di terbitkan oleh STIKES TRI MANDIRI SAKTI. Terbitan Jurnal Sains Kesehatan Tiga (3) dalam setahun. Jurnal Sains Kesehatan merupakan jurnal ilmiah dalam bidang Ilmu Kesehatan Masyarakat, Keperawatan, Kebidanan dan Farmasi.
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol 31, No 2 (2024)" : 9 Documents clear
Identifikasi Kandungan Boraks pada Kerupuk Nasi di Pasar Tradisional Muntilan Menggunakan Metode Kualitatif dan Kuantitatif Firdausa, Clara Adinda; Haresmita, Perdana Priya; Agusta, Herma Fanani
Jurnal Sains Kesehatan Vol 31, No 2 (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Tri Mandiri Sakti Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37638/jsk.31.2.39-50

Abstract

Kerupuk merupakan pendamping makanan yang banyak digemari orang, salah satunya ada kerupuk nasi yang merupakan khas daerah Jawa Tengah. Kerupuk ini dibuat dari nasi yang kemudian diolah dengan rempah dan tambahan rasa. Boraks sering kali ditambahkan pada kerupuk nasi untuk memperbaiki tekstur dan menghasilkan kerupuk yang renyah. Boraks dilarang digunakan dalam BTP (Bahan Tambahan Pangan) karena dalam jangka panjang dapat menyebabkan kanker. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengidentifikasi kandungan boraks dalam kerupuk nasi yang dijual di pasar tradisional Muntilan. Metode kualitatif melibatkan uji nyala, uji pengendapan AgNO3, dan uji kertas kurkumin. Sampel yang menunjukkan hasil positif kemudian dianalisis lebih lanjut secara kuantitatif menggunakan spektrofotometri UV-Vis untuk mengukur kadar boraks yang terkandung. Panjang gelombang maksimum yang terdeteksi pada uji kali ini  adalah 431 nm dan diperoleh persamaan garis kalibrasi y = 0,2202x+0,0048. Hasil ini menunjukkan bahwa dua dari enam sampel yang diuji mengandung boraks secara kualitatif. Selanjutnya, dilakukan uji kuantitatif dan diperoleh kadar boraks berkisar 0,016% pada sampel KN 2  dan 4,366% pada sampel KN 6. Diharapkan penelitian berikutnya dapat menguji kandungan boraks pada makanan lain yang sering dikonsumsi oleh masyarakat.Kata Kunci: boraks, kerupuk nasi, spektrofotometri UV-Vis
Pola Keanekaragaman Pangan dan Status Gizi Mahasiswa Putri Poltekkes Kemenkes Bengkulu Hasanah, Ummi; Jumiyati, Jumiyati; Suryani, Desri
Jurnal Sains Kesehatan Vol 31, No 2 (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Tri Mandiri Sakti Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37638/jsk.31.2.83-92

Abstract

Remaja merupakan waktu transisi dari masa anak ke dewasa dan umumnya akan terjadi perubahan pada fisik. Selain terjadi perubahan fisik, pada masa remaja juga akan terdapat perubahan emosional dan mental yang cepat. Masa remaja merupakan masa yang sangat penting dari proses pertumbuhan dan perkembangan manusia. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pola keanekaragaman pangan dan status gizi mahasiswa putri. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah mahasiswa putri tingkat I yang indekos di Kota Bengkulu dengan teknik pengambilan sampel simple random sampling. Instrumen yang digunakan dalam pola keanekaragaman pangan yaitu menggunkan formulir FFQ, sedangkan untuk variabel status gizi diambil dengan cara pengukuran antropometri, dengan menimbang berat badan menggunakan timbangan injak dan pengukuran tinggi badan menggunakan microtoice. Hasil penelitian menunjukkan sebagian sebagian besar pola keanekaragaman pangan dengan kategori beranekaragam sebanyak (74,2%), dan kategori tidak beranekaragam sebanyak (25,8%). Sedangkan status gizi berdasarkan IMT sebagian besar dengan kategori gizi normal (61,3%) dan kategori gizi tidak normal sebanyak (38,7%). Kesimpulan pola keanekaragaman pangan mahasiswa putri yang indekos di Kelurahan Padang Harapan menunjukkan sebagian besar dengan kategori baik. Status gizi mahasiswa putri berdasarkan IMT menunjukkan sebagian besar dengan kategori gizi normal. Saran diharapkan bagi responden untuk selalu memperhatikan jenis makanan yang akan dikonsumsi yaitu makanan yang beranekaragam, seimbang yang dapat memenuhi kebutuhan zat gizi yang diperlukan didalam tubuh.
Hubungan Usia, Pekerjaan, dengan Kejadian Obesitas Sentral pada Wanita Usia 25-54 Tahun Khairani, Nurul; Saputri, Nike Aprilia; Syavani, Dini; Effendi, Santoso Ujang
Jurnal Sains Kesehatan Vol 31, No 2 (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Tri Mandiri Sakti Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37638/jsk.31.2.51-58

Abstract

Obesitas merupakan masalah kesehatan global dan berada di peringkat tiga besar faktor  penyebab penyakit kronis seperti penyakit kardiovaskuler, sindrom metabolik, dan kanker. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan usia dan pekerjaan dengan kejadian obesitas sentral pada wanita berusia 25-54 tahun di Kelurahan Tanjung RT.02 Jaya Kota Bengkulu. Jenis penelitian adalah Survey Analitik dengan desain Cross Sectional. Sampel penelitian adalah wanita berusia 25-54 tahun di Kelurahan Tanjung RT.02 Jaya Kota Bengkulu berjumlah  32 wanita. Teknik pengambilan sampel adalah Total Sampling. Data dianalisis secara univariat dan bivariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 13 wanita (40,6%) berusia  45-54 tahun, 20 wanita (62,5%) bekerja sebagai ibu rumah tangga, dan 19 wanita (59,4%) mengalami obesitas sentral. Ada hubungan yang signifikan antara usia dan pekerjaan dengan kejadian obesitas sentral  dengan kategori  hubungan sedang. Saran bagi  pihak Puskesmas untuk mengadakan pengukuran lingkar pinggang secara  rutin dan kegiatan  olahraga bersama setiap minggu bagi warga di wilayah kerjanya untuk mencegah obesitas sentral.
Studi Prevalensi dan Faktor Risiko Anemia pada Remaja Putri di Kecamatan Cigandamekar Kabupaten Kuningan Oktavia, Nova; Priatni, Haty Latifah; Nurhayatina, Rina; Nurjanah, Nourma
Jurnal Sains Kesehatan Vol 31, No 2 (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Tri Mandiri Sakti Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37638/jsk.31.2.93-102

Abstract

Prevalensi Anemia secara global pada Wanita Usia Subur (15-49 tahun) sebesar  29,9%. Prevalensi anemia pada remaja di Indonesia sebesar 32,0%. Data di Jawa Barat, 40% atau 1,7 juta remaja putri mengalami anemia. Prevalensi Anemia pada remaja putri di wilayah kerja Puskesmas Cigandamekar pada Tahun 2023 sebesar 44%. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan prevalensi anemia dan faktor risiko yang paling mempengaruhi terjadinya anemia pada remaja putri di Kecamatan Cigandamekar Kabupaten Kuningan. Jenis penelitian ini adalah studi prevalensi dengan menggunakan rancangan cross sectional survey. Sampel penelitian menggunakan total dari populasi yaitu 107 remaja putri. Untuk mengukur variabel dependen yaitu kadar haemoglobin bahan yang digunakan diantaranya sampel darah yang diambil menggunakan alat rapid test haemoglobin. Untuk mengukur variabel independen menggunakan alat ukur kuesioner. Data di analisis secara univariat, bivariat dan multivariat. Hasil penelitian ini didapatkan, terjadi peningkatan prevalensi anemia pada remaja putri, terdapat hubungan yang signifikan status gizi; konsumsi tablet Fe, lama menstruasi, ketahanan pangan, pendidikan ibu, penghasilan keluarga, asupan zat besi (protein hewani dan konsumsi sayur) dengan kejadian anemia pada remaja putri. Variabel yang paling dominan beresiko terhadap kejadian anemia pada remaja putri adalah konsumsi sayur dengan nilai Expβ=5,632, hal ini berarti remaja yang jarang konsumsi sayur beresiko 5,632 kali mengalami anemia. Meningkatkan kerjasama lintas sektor untuk mendeteksi secara dini anemia pada remaja putri, pemantauan konsumsi tablet Fe secara ketat di sekolah, menyediakan media edukasi kesehatan di sekolah dan memberdayakan lingkungan sekitar rumah siswi untuk menjaga ketahahan pangan keluarga.Kata Kunci: asupan zat besi, konsumsi tablet Fe, ketahanan pangan, lama menstruasi, sosial ekonomi, status gizi
Efektivitas Terapi Bermain Terhadap Kecemasan Perioperatif pada Anak: Scoping Review Maulana, Indra; Platini, Hesti; Amira, Iceu
Jurnal Sains Kesehatan Vol 31, No 2 (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Tri Mandiri Sakti Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37638/jsk.31.2.59-66

Abstract

Pendahuluan: Pembedahan dan rawat inap pada anak merupakan situasi stres yang menimbulkan kecemasan. Kecemasan dapat berdampak negatif terhadap perawatan perioperatif dan perilaku serta kemampuan pasien untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan Rumah Sakit. Terapi bermain merupakan  salah  satu cara mengurangi kecemasan. memiliki potensi untuk  mempersiapkan, dan/atau mengalihkan perhatian anak-anak, yang dapat mengakibatkan hasil kesehatan manfaat seperti pengurangan kecemasan perioperatif.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah terapi bermain cocok mengurangi kecemasan pada anak ketika dalam keadaan perioperative.  Metode: Seleksi artikel menggunakan Prisma Flow Diagram dengan kata kunci yang digunakan effectiveness and play therapy or theurapetic play and perioperative anxiety and child. Digunakan 4 Artikel dari 265 artikel yang telah diseleksi dari 3 pangkalan data yaitu, Cochrane, PubMed, dan ScienceDirect. Hasil: Dari hasil artikel yang sudah kami temukan bahwasannya beberapa terapi atau tindakan bermain pada anak terbukti efektif untuk menurunkan kecemasan pada anak yang akan menjalani operasi. Kesimpulan: Terapi bermain dapat menjadi alternatif dalam mengurangi kecemasan pada anak sebelum operasi namun mempunyai kekurangan pada anak disabilitas dimana perlunya modifikasi dalam pelaksaan terapi bermain. Diperlukan penelitian lanjutan terkait metode terapi bermain pada anak dengan disabilitas. Kata Kunci: efektivitas, kecemasan pada anak, perioperative, terapi bermain 
Hubungan Konsumsi Sayur dan Buah dengan Indeks Massa Tubuh (IMT) pada Mahasiswa Jurusan Gizi di Poltekkes Kemenkes Bengkulu Meliana, Indah; Mahyuddin, Meriwati; Jumiyati, Jumiyati
Jurnal Sains Kesehatan Vol 31, No 2 (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Tri Mandiri Sakti Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37638/jsk.31.2.103-113

Abstract

Berdasarkan WHO dan Kemenkes RI, status gizi merupakan suatu keadaan dimana disebabkan oleh keseimbangan asupan zat gizi dari makanan yang dikonsumsi dengan kebutuhan nutrisi yang diperlukan tubuh untuk metabolisme. Selain itu Status gizi juga disebabkan oleh zat gizi dan penyakit infeksi. Untuk menilai status gizi yaitu dengan mengukur antropometri. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi status gizi, yaitu faktor primer (asupan gizi) dan faktor sekunder (zat gizi tidak mencukupi). Faktor ini sangat mempengaruhi status gizi pada remaja dan faktor ini juga yang menentukan status gizi normal atau tidaknya berdasarkan asupan yang kita konsumsi. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan konsumsi buah dan konsumsi sayur dengan indeks massa tubuh (IMT) pada mahasiswa Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Bengkulu. Penelitian ini merupakan Deskriptif Analitik dengan menggunakan rancangan Cross Sectional. Sampel pada penelitian ini sebanyak 92 mahasiswa. Pengambilan sampel dilakukan pada bulan April–Mei tahun 2024 dengan teknik pengambilan Proportionate Stratified Random Sampling. Analisis data pada penelitian ini menggunakan uji statistik  Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan hubungan konsumsi sayur dengan indeks masa tubuh dengan hasil p-value 0,035 dan hubungan konsumsi buah denganIMT dengan p-value=0,036. Ada hubungan antara konsumsi sayur dan konsumsi buah dengan IMT. Disarankan kepada pihak dosen memberikan informasi dalam bentuk pembelajaran ataupun sosialisasi kepada mahasiswa tentang konsumsi sayur dan konsumsi buah terhadap IMT.Kata Kunci: konsumsi buah, konsumsi sayur,  indeks massa tubuh (IMT), mahasiswa
Bioaktivitas Andaliman (Zanthoxylum acanthopodium) Sebagai Tanaman Endemik Sumatera Utara Pratiwi, Dian; Panduwati, Digna Renny; Mutia, Liza; Ningsih, Sri Widia; Setiyawati, Dewi; Suparni, Suparni
Jurnal Sains Kesehatan Vol 31, No 2 (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Tri Mandiri Sakti Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37638/jsk.31.2.67-74

Abstract

Andaliman (Zanthoxylum acanthopodium) merupakan salah satu tanaman endemik Sumatera Utara yang pemanfaatannya masih sangat minim. Dengan adanya berbagai macam senyawa metabolit sekunder pada bahan alam, tidak menutup kemungkinan bahwa andaliman bisa berpotensi sebagai senyawa antioksidan. Senyawa antioksidan dapat mencegah radikal bebas disebabkan karena adanya donor elekron dari senyawa antioksidan yang dapat mengikat elektron bebas pada senyawa radikal.. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan senyawa antioksidan melalui ekstraksi andaliman, karakterisasi dengan beberapa instrumen, dan uji 1,1-difinil-2-pikrilhidrazil (DPPH). Metode yang digunakan adalah secara eksperimental di laboratorium dengan sampel bahan alam yaitu buah andaliman (Zanthoxylum acanthopodium). Berdasarkan uji FT-IR dapat dilihat bahwa peak yang muncul pada 3300 cm-1 menunjukkan adanya gugus -OH (hidroksil) pada sampel. Pada  2900 cm-1 menunjukkan adanya gugus C-H alifatik. Pada 1700 dan 1600 cm-1 menunjukkan adanya gugus karbonil. Berdasarkan uji menggunakan GC-MS diperoleh hasil ekstrak andaliman (Zanthoxylum acanthopodium) mengandung senyawa 3-karen, D-limonen, 2-karen-4-ol, Geraniol, Geranil asetat, naftol, dodekatrienol trimetil asetat, asam heksadekanoat, asam suksinat, dan oktadekadienoil klorida. Berdasarkan uji DPPH dapat disimpulkan bahwa kekuatan antioksidan dari andaliman (Zanthoxylum acanthopodium) menunjukkan hasil yang sedang sebesar 149 ppm dan dapat dimanfaatkan sebagai antioksidan. Saran dari penelitian ini adalah menvariasikan pelarut dalam pengujian DPPH.Kata Kunci: Andaliman, bioaktivitas, antioksidan, uji DPPH                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                
Hubungan Konsumsi Karbohidrat dan Aktivitas Fisik dengan Kadar Gula Darah Pegawai Poltekkes Kemenkes Bengkulu Fania, Esty; Kusdalinah, Kusdalinah; Witradharma, Tetes Wahyu
Jurnal Sains Kesehatan Vol 31, No 2 (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Tri Mandiri Sakti Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37638/jsk.31.2.114-121

Abstract

Penyakit diabetes melitus (DM) termasuk dalam sepuluh penyakit tidak menular yang menduduki peringkat teratas kasus terbanyak dan merupakan penyakit dengan beban pembiayaan terbesar. Penyakit DM yaitu tidak dapat disembuhkan dan seringkali menimbulkan komplikasi di banyak bagian tubuh, dan  meningkatkan risiko kematian dini. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan konsumsi karbohidrat dan aktivitas fisik dengan kadar gula darah pada pegawai Poltekkes Kemenkes Bengkulu. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah pegawai Poltekkes Kemenekes Bengkulu yang memiliki riwayat keluarga diabetes melitus berjumlah 33 orang. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah Total Sampling. Analisis yang dilakukan adalah analisis univariat dan bivariat  menggunakan  uji korelasi. Hasil penelitian ini menunjukan  tidak ada hubungan yang bermakna terhadap konsumsi karbohidrat dengan kadar gula darah pada pegawai Poltekkes Kemenkes Bengkulu dan ada hubungan aktivitas fisik dengan kadar gula darah pada pegawai Poltekkes Kemenkes Bengkulu. Saran yang diharapkan bagi responden menjaga makanan yang dikonsumsi terutama karbohidrat sederhana serta rutin berolahraga dan selalu mengontrol kadar gula darah.Kata Kunci: aktivitas fisik, kadar gula darah,konsumsi karbohidrat
Hubungan Keberadaan Perokok Dalam Rumah dengan Kejadian ISPA pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Sidorejo Kota Lubuklinggau Suryani, Suryani; Syavani, Dini; Aprianti, Rina; Suryani, Novi Ade; Sundari, Aliyah Restu
Jurnal Sains Kesehatan Vol 31, No 2 (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Tri Mandiri Sakti Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37638/jsk.31.2.75-82

Abstract

Infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) merupakan masalah kesehatan masyarakat yang secara luas diakui sebagai penyebab utama mortalitas dan morbiditas pada balita. ISPA disebabkan oleh beberapa faktor, salah satunya adalah paparan asap rokok yang disebabkan oleh anggota keluarga yang merokok di dalam rumah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan keberadaan perokok dalam rumah dengan kejadian ISPA pada balita di wilayah kerja Puskesmas Sidorejo Kota Lubuklinggau. Jenis penelitian ini adalah survei analitik dengan menggunakan desain Cross Sectional. Populasi pada penelitian ini adalah ibu yang memiliki balita usia 0-5 tahun yang datang berobat dan tercatat di puskesmas Sidorejo Kota Lubuklinggau pada bulan Juni-Juli 2022. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan Total sampling sebanyak 53 responden. Teknik pengumpulan data menggunakan data primer dan sekunder. Analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan uji Chi-Square, untuk mengetahui keeratan hubungan digunakan uji statistic Contingency Coefficient  melalui program SPSS. Hasil penelitia didapatkan dari 53 balita di Wilayah Kerja Puskesmas Sidorejo Kota Lubuklinggau terdapat 41 (77,4%) anggota keluarga balita yang merokok dalam rumah dan 31 balita (58,5%) menderita ISPA. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara keberadaan perokok dalam rumah dengan kejadian ISPA pada balita di Wilayah Kerja Puskesmas Sidorejo Kota Lubuklinggau dengan kategori keeratan hubungan sedang. Hasil penelitian ini diharapkan Dinas Kesehatan untuk melakukan tindakan persuasif, promosi kesehatan, dan membuat kebijakan yang menimbulkan kesadaran masyarakat sehingga dapat mengurangi angka kejadian ISPA pada balita di Kota Lubuklinggau.   Kata Kunci: balita, ISPA, keberadaan perokok 

Page 1 of 1 | Total Record : 9