cover
Contact Name
Bangkit Lutfiaji Syaefullah
Contact Email
bangkit@pertanian.go.id
Phone
+6285879835754
Journal Mail Official
triton@polbangtanmanokwari.ac.id
Editorial Address
Jl. SPMA Reremi 143. Manokwari Barat, Kabupaten Manokwari, Provinsi Papua Barat – Kode Pos 98312
Location
Kab. manokwari,
Papua barat
INDONESIA
Jurnal Triton
ISSN : 20853823     EISSN : 27453650     DOI : 10.47687
Jurnal Triton Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari with registered number p ISSN 2085-3823 and e ISSN 2745-3650 is a scientific open access journal published by Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari. Jurnal Triton has been certificated with number 0005.0036/Jl.3.02/SK.ISSN/2009.04 and 0005.27453650/JI.3.1/SK.ISSN/2020.09 as a scientific journal by the Ministry of Research-Technology and Higher Education Republic of Indonesia. Jurnal Triton aims to publish original research results and reviews such as agriculture, animal husbandry and plantation. Jurnal Triton encompasses a broad range of research topics in agriculture: extension, socio-economic, policy, cultivation, tissue culture, biotechnology, animal (health, production, nutrition, welfare, behavior, reproduction and product), and post-harvest. Jurnal Triton is published every six months (June and December).
Articles 297 Documents
Pemetaan Pengaliran Presipitasi Daerah Aliran Sungai Cisadane di Kabupaten Bogor Berdasarkan Topografi Menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG) Gina Muthia Pasya; Intan Kusuma Wardani; Soesilo Wibowo; Mulyanto Darmawan
JURNAL TRITON Vol 16 No 2 (2025): JURNAL TRITON
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47687/jt.v16i2.1367

Abstract

Air merupakan kebutuhan utama dalam budidaya pertanian, sehingga diperlukan perencanaan dan pengelolaan yang optimal. Salah satu upaya yang bisa dilakukan adalah pemetaan arah aliran sungai sebagai dasar perancangan jaringan irigasi. Penelitian dilaksanakan pada Daerah Aliran Sungai (DAS) Cisadane melingkupi Sub DAS Cianten, Cisadane Hulu, dan Cisadane Tengah yang terletak di Kabupaten Bogor. Tujuan penelitian adalah memetakan kondisi topografi, kontur curah hujan, penggunaan lahan, dan analisis arah aliran sungai. Data sekunder penelitian meliputi data topografi, curah hujan, dan penggunaan lahan yang masing-masing berasal dari Digital Elevation Model (DEM), Shuttle Radar Topography Mission (SRTM), BMKG, dan ESRI. DAS Cisadane membentang dari pegunungan di bagian Selatan ke arah Utara. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa kemiringan lereng didominasi oleh kemiringan lereng 8-15%, seluas 31,695 ha dengan persentase 29,37%. Curah hujan tahunan sebesar 2.500-3.000 mm/tahun yang termasuk klasifikasi sedang dengan persentase 85,38%. Berdasarkan penggunaan lahan, pada bagian utara dan timur yaitu Kecamatan Gunung Sindur, Parung, Tajurhalang, dan Kemang didominasi oleh daerah pembangunan dan perkebunan, sedangkan bagian selatan dan barat yaitu Kecamatan Pamijahan, Nanggung, Suka Jaya, dan Leuwisadeng didominasi hutan dengan persentase 48,41%. Hasil analisis arah aliran air menunjukkan bahwa air mengalir dari selatan ke utara. Oleh karena itu, dapat ditentukan arah aliran DAS Cisadane sebagai dasar pendugaan awal lokasi embung dan rancangan jaringan irigasi.
Kualitas Organoleptik Bakso Daging Entok dengan Penambahan Tepung Biji Nangka pada Level Berbeda Harapin Hafid; Cici Puspitasari; Fadli Ma’mun Pancar; Siti Hadrayanti Ananda
JURNAL TRITON Vol 16 No 2 (2025): JURNAL TRITON
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47687/jt.v16i2.1375

Abstract

Bakso adalah produk olahan daging yang terknenal di Indonesia, memiliki tekstur kenyal, cita rasa yang gurih, terbuat dari kombinasi daging giling, tepung dan bumbu yang dibentuk bulat, direbus hingga matang dengan variasi bahan dasar seperti daging ayam, sapi, ikan hingga daging entok. Upaya meningkatkan kualitas dan nilai gizi bakso yaitu dengan memanfaatkan bahan potensial yang mengandung bahan pengikat pati amilosa yakni tepung biji nangka. Tujuan studi ini yaitu untuk mengidentifikasi dan mengevaluasi kualitas organoleptik bakso entok yang ditambahkan tepung biji nangka dengan level yang berbeda-beda. Pelaksanaan studi ini yaitu di Laboratorium Unit Teknologi Hasil Ternak pada bulan Mei - Juni 2024. Metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) digunakan pada studi ini, melalui 4 perlakuan dan 4 ulangan. P0= tanpa penambahan tepung biji nangka; P1= 10% penambahan tepung biji nangka; P2= 15% penambahan tepung biji nangka; P3= 20% penambahan tepung biji nangka. Temuan studi menunjukkan bahwasanya penambahan tepung biji nangka pada kualitas organoleptik bakso daging entok mempengaruhi (P<0,05) bentuk, warna, tekstur, aroma, kekenyalan, rasa dan penerimaan umum secara nyata. Hal tersebut terlihat dari perlakuan terbaik pada uji kualitas organoleptik terdapat pada perlakuan P1 yang merupakan campuran 10% tepung tapioka dan 10% tepung biji nangka. Kualitas ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas dan nilai gizi produk akhir serta memberikan variasi baru yang dapat diterima oleh konsumen.
Potensi Infusa Biji Buah Pinang (Areca catechu) terhadap Tingkat Mortalitas Haemonchus contortus pada Domba Wida Wahidah Mubarokah; Lutfan Makmun; Edi Purwono; Aan Awaludin
JURNAL TRITON Vol 16 No 2 (2025): JURNAL TRITON
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47687/jt.v16i2.1381

Abstract

Haemonchosis adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi cacing Haemonchus contortus dan sering menyerang pada domba. Kerugian ekonomi terbesar karena penyakit ini adalah mortalitas, penurunan produksi, pertumbuhan terhambat, serta berat badan yang rendah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui potensi infusa biji buah pinang (IBP) terhadap tingkat mortalitas cacing Haemoncus contortus pada domba. Pada penelitian ini perlakuan pada masing-masing kelompok berisi 10 ekor cacing Haemoncus contortus. Kelompok I diperlakukan dengan infusa biji buah pinang konsentrasi 2,5%; kelompok II diberi infusa biji buah pinang konsentrasi 5%; kelompok III diberi infusa biji buah pinang konsentrasi 7,5%; kelompok IV diberi infusa biji buah pinang konsentrasi 10%; kelompok V diberi infusa biji buah pinang konsentrasi 12,5%; kelompok VI diberi infusa biji buah pinang konsentrasi 15%; kelompok VII diberi infusa biji buah pinang konsentrasi 17,5% , sebagai kontrol negatif (NaCl 0,9%) dan sebagai kontrol positif (Albendazole). Mortalitas cacing Haemonchus contortus dicatat setiap satu jam sampai kematian didapatkan 100% pada kelompok perlakuan tercepat. Analisis data dengan menggunakan ANOVA, dilanjutkan dengan uji lanjut Duncan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa infusa biji buah pinang secara signifikan mempengaruhi tingkat kematian cacing Haemonchus contortus pada berbagai konsentrasi. Diperoleh hasil terbaik untuk membunuh 100% cacing Haemonchus contortus dibutuhkan waktu selama 5 jam adalah infusa biji buah pinang konsentrasi 17,5%.
Penyuluhan Pemanfaatan Kulit Pisang Menjadi Eco Enzyme sebagai Bahan Desinfektan Kandang Kambing Hilwa Kuswandani; Nurlaili Nurlaili; Dewi Ratih Ayu Daning
JURNAL TRITON Vol 16 No 2 (2025): JURNAL TRITON
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47687/jt.v16i2.1388

Abstract

Penyuluhan peternakan merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peternak dalam mengelola usaha ternaknya. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan pemahaman dan keterampilan kepada masyarakat Desa Tambaksari, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Pasuruan, dalam memanfaatkan limbah kulit pisang menjadi ecoenzyme sebagai desinfektan alami untuk kandang kambing. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif deskriptif dengan kegiatan penyuluhan kepada 30 petani yang merupakan anggota Kelompok Tani Ampelsari Makmur II. Data dikumpulkan melalui pre-test dan post-test yang berisi pertanyaan mengenai pengetahuan, sikap dan keterampilan petani terkait ecoenzyme. Proses pembuatan ecoenzyme menggunakan kulit pisang, molasses, dan air dengan perbandingan 3:1:10, serta penambahan ragi roti untuk mempercepat fermentasi dalam 10 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ecoenzyme yang dihasilkan memiliki karakteristik dengan pH 3,6, jumlah cemaran mikroba sebesar 8,7x105 cfu/ml, warna coklat muda, dan aroma asam segar, yang memenuhi standar kualitas sebagai desinfektan alami. Selain itu, hasil evaluasi penyuluhan menunjukkan peningkatan signifikan pada pengetahuan sebesar (36,9%) sikap (28,1%) dan observasi keterampilan sebesar (90%) setelah mengikuti kegiatan penyuluhan. Hasil ini membuktikan bahwa pemanfaatan ecoenzyme dari limbah kulit pisang efektif sebagai desinfektan kandang kambing serta memberikan manfaat ekonomi dan lingkungan bagi peternak. Sebagai tindak lanjut, disarankan untuk mengembangkan variasi bahan organik lain dalam pembuatan ecoenzyme serta memperluas program penyuluhan kepada petani dan peternak di daerah lain guna mendorong adopsi teknologi yang lebih luas.
Kecernaan dan Karakteristik Fermentasi Rumen Silase Sorgum dan Indigofera sebagai Pakan Sumber Energi dan Protein secara In Vitro Anwar Efendi Harahap; Arsyadi Ali; Bakhendri Solfan
JURNAL TRITON Vol 16 No 2 (2025): JURNAL TRITON
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47687/jt.v16i2.1394

Abstract

Tanaman sorgum dan legume indigofera merupakan hijauan sumber energi dan protein yang dapat dikombinasi menjadi pakan silase lengkap kaya nutrisi dan murah sehinga dapat menjadi pengganti pakan konsentrat pabrikan yang mahal harganya berkibat mampu mengurangi biaya pakan bagi peternak. Silase merupakan pengolahan pakan dengan metode fermentasi anerob dengan melibatkan kerja bakteri asam laktat. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kualitas silase berbahan dasar sorgum dan indigofera berdasarkan penilaian karakteristik fermentasi rumen dan kecernaan secara in vitro. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap dengan 4 perlakuan dan 5 ulangan. Perlakuan yang digunakan yaitu S0 (100% sorgum), S1 (70% sorgum+30 % legume indigofera), S2 (30 % sorgum + 70% legume indigofera) + S3 (100% legume indigofera) dengan masing perlakuan ditambahkan dengan molases, tepung jagung dan dedak padi. Parameter yang diamati yaitu produksi NH3 (mM), total VFA (mM), KcBK (%) dan KcBO (%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan kombinasi sorgum + legume indigofera mempengaruhi (p<0,05) peningkatan seluruh parameter yang diamati. Berdasarkan proporsi terbaik terdapat pada perlakuan S3 (100 % legume indigofera) karena mampu meningkatkan secara optimal nilai kecernaan bahan kering (KcBK), kecernaan bahan organik (KcBO), produksi NH3, total VFA secara keseluruhan dibandingkan proporsi perlakuan lainnya. Silase dengan proporsi hijauan 100 % legume indigofera merupakan perlakuan terbaik sebagai pakan unggulan ternak ruminansia.
Kualitas Kimia Keju Berbasis Herbal Kayu Manis dengan Kultur Lactobacillus plantarum Kita-3 selama Penyimpanan Suhu Rendah Sava Talia Rahmah; Beta Novia Putri; Septi Setyas Tuty; Nadlirotun Luthfi; Ismiarti Ismiarti
JURNAL TRITON Vol 16 No 2 (2025): JURNAL TRITON
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47687/jt.v16i2.1395

Abstract

Pengembangan pangan fungsional berbasis susu salah satunya produk keju yang disuplementasi dengan herbal, sehingga menghasilkan keju herbal dengan karakeristik fisiko-kimia yang baik. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengidentifikasi kualitas keju yang diasamkan secara tidak langsung menggunakan Lactobacillus plantarum Kita-3 dengan penambahan ekstrak kayu manis. Keju dibuat dari susu sapi yang dibeli dari Fakultas Peternakan dan Pertanian Universitas Diponegoro, kulit kayu manis, rennet hewani komersial, dan kultur bakteri Lactobacillus plantarum Kita-3 dari Pusat Studi Pangan dan Gizi (PSPG) Universitas Gadjah Mada. Penelitian eksperimen ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola searah yang terdiri atas 4 perlakuan dan diulang 6 kali. Perlakuan terdiri atas penambahan ekstrak kayu manis 0% (P1), 3% (P2), 6% (P3), dan 9% (P4) (v/v). Keju disimpan selama 7 hari pada suhu rendah (4-10°C) dan dilakukan pengujian parameter. Parameter yang diuji diantaranya nilai pH, Total Asam Tertitrasi (TAT), Asam Lemak Bebas (ALB), kadar air, dan total padatan. Analisis data dilakukan dengan analisis variansi (Anova) dan post-hoc Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) untuk data yang signifikan. Berdasar hasil penelitian, penambahan ekstrak kayu manis berpengaruh nyata (p<0,05) terhadap nilai pH, TAT, dan ALB. Nilai pH menurun dan TAT serta ALB meningkat seiring dengan naiknya level ektrak kayu manis pada keju hari ke 7. Penambahan ekstrak kayu manis tidak berpengaruh nyata (p>0,05) terhadap kadar air dan total padatan. Kesimpulanya, penambahan esktrak kayu manis 6% menghasilkan keju dengan kualitas kimia terbaik pada penyimpanan suhu rendah selama 7 hari.
Strategi Komersialisasi Pertanian Berbasis Efisiensi Teknis: Studi pada Produksi Padi di Indonesia Helmi Noviar; Rollis Juliansyah
JURNAL TRITON Vol 16 No 2 (2025): JURNAL TRITON
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47687/jt.v16i2.1402

Abstract

Transformasi pertanian dari sistem subsisten ke sistem komersial menjadi salah satu strategi utama dalam meningkatkan kesejahteraan petani di Indonesia. Komersialisasi pertanian tidak hanya ditentukan oleh kemampuan produksi berlebih, tetapi juga sangat bergantung pada efisiensi teknis dalam penggunaan input. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi efisiensi produksi padi pada rumah tangga petani padi di Indonesia serta kaitan efisiensi teknis dengan komersialisasi pertanian rumah tangga petunia padi. Metode yang digunakan adalah Stochastic Frontier Analysis (SFA) dengan pendekatan fungsi produksi translog, menggunakan data sekunder dari sensus pertanian BPS dengan 3.792 observasi rumah tangga tani. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata efisiensi teknis petani padi sebesar 61,3%, menandakan masih terdapat potensi produksi sebesar 38,7% yang belum termanfaatkan. Faktor luas lahan memiliki pengaruh positif paling signifikan terhadap efisiensi teknis, sedangkan biaya pupuk dan sewa mesin justru berdampak negatif terhadap produktivitas. Temuan ini mengindikasikan bahwa komersialisasi pertanian padi tidak dapat dicapai secara optimal tanpa perbaikan dalam akses lahan, efisiensi penggunaan teknologi, serta stabilisasi harga input dan output. Oleh karena itu, kebijakan pertanian yang berfokus pada optimalisasi penggunaan input, reformasi akses lahan, dan penguatan integrasi petani dalam rantai pasok agribisnis menjadi sangat penting. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap perumusan strategi kebijakan pembangunan pertanian yang mendorong efisiensi dan daya saing dalam proses komersialisasi pertanian secara berkelanjutan.
Optimalisasi Penyuluhan pada Petani Padi Sawah dalam Menghadapi Dampak El-Nino di Kabupaten Luwu dan Kabupaten Luwu Utara Sulawesi Selatan Syafruddin Syafruddin; Siti Aisa Lamane; Maulina Maulina; Mutmainna Nurul Dwi
JURNAL TRITON Vol 17 No 1 (2026): JURNAL TRITON (Issue in Progress)
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47687/jt.v17i1.1407

Abstract

El Nino merupakan fenomena alam yang melanda dunia saat ini tidak terkecuali di Indonesia khususnya di Kabupaten Luwu dan Luwu Raya. El Nino berdampak langsung pada pertanian padi sawah karena berkurangnya pasokan air irigasi yang dibutuhkan oleh petani untuk mengairi sawah mereka. Penyuluh memiliki peran penting dalam membantu petani mengurangi dampak El Nino yang terjadi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis optimalisasi penyuluhan pada petani padi sawah dalam menghadapi dampak El Nino di Kabupaten Luwu dan Kabupaten Luwu Utara. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan disain deskriptif eksplanatori. Penelitian dilakukan pada Mei sampai Agustus 2024. Populasi penelitian adalah petani padi berjumlah 2876 orang yang menyebar di empat kecamatan yang dipilih sebagai lokasi penelitian. Jumlah sampel ditentukan menggunakan rumus Slovin pada eror 5% sehingga diperoleh sampel sebesar 351 orang. Analisis data menggunakan Structural Equation Model berbasis varian (VB-SEM) dengan aplikasi SMART PLS 3.2.9. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyuluhan berpengaruh signifikan terhadap usaha tani baik secara langsung maupun secara tidak langsung melalui karakteristik kelompok tani. Penyuluhan juga berpengaruh signifikan terhadap karakteristik kelompok tani. Sementara karakteristik kelompok tani berpengaruh signifikan terhadap usaha tani. Hasil penelitian berarti bahwa penyuluhan memegang peranan penting dalam meningkatkan kesiapan petani menghadapi El Nino dan juga mendorong penguatan kelompok tani untuk secara aktif berpartisipasi dalam kegiatan penyuluhan dan program pertanian. Oleh karena itu, optimalisasi penyuluhan dapat dilakukan dengan kegiatan penyuluhan yang tepat dan memaksimalkan peran kelompok tani dalam melaksanakan kegiatan penyuluhan untuk mengurangi dampak El Nino yang dihadapi oleh petani di Kabupaten Luwu dan Kabupaten Luwu Utara.
Pegujian Beberapa Jenis Tanaman Pokem (Setaria italica L.) dalam Mendukung Ketahanan Pangan di Kabupaten Manokwari Papua Barat Syaifullah Rahim; Nandini ayuningtias
JURNAL TRITON Vol 17 No 1 (2026): JURNAL TRITON (Issue in Progress)
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47687/jt.v17i1.1418

Abstract

Pertumbuhan jumlah penduduk Indonesia yang terus meningkat menimbulkan tantangan serius terhadap ketahanan pangan, terutama karena ketergantungan yang sangat tinggi pada beras sebagai makanan pokok. Salah satu alternatif pangan yang berpotensi adalah pokem (Setaria italica L.), tanaman lokal Papua yang memiliki kandungan gizi tinggi dan toleransi baik terhadap kondisi lingkungan kering. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi tiga genotipe pokem (hitam, merah, dan putih) yang dibudidayakan di lahan percobaan Fakultas Pertanian Universitas Papua pada Desember 2024 – Februari 2025 menggunakan rancangan kelompok lengkap teracak (RKLT) dengan sembilan ulangan. Parameter yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, diameter batang, jumlah anakan, umur berbunga, umur panen, panjang malai, bobot malai, dan produksi. Hasil analisis sidik ragam menunjukkan bahwa jumlah daun, umur berbunga, umur panen, dan panjang malai berbeda nyata antar genotipe, sementara karakter produksi tidak menunjukkan perbedaan signifikan. Produksi tertinggi dicatat pada genotipe pokem hitam sebesar 1,50 ton ha⁻¹. Analisis korelasi menunjukkan bahwa tinggi tanaman berkorelasi positif dengan produksi (r = 0,66), sedangkan diameter batang berkorelasi negatif dengan tinggi tanaman (r = -1,00), mengindikasikan adanya trade-off pertumbuhan. Selain itu, korelasi positif yang kuat teridentifikasi antara umur berbunga, umur panen, jumlah daun, dan tinggi tanaman, sementara panjang malai berkorelasi negatif dengan jumlah daun maupun umur berbunga. Temuan ini mengindikasikan bahwa pokem hitam berpotensi dikembangkan sebagai sumber pangan alternatif untuk mendukung ketahanan pangan di Papua Barat, dengan perlunya penelitian lanjutan pada aspek agronomi, lingkungan, dan pemuliaan genetik.
Review: Pendekatan Rekayasa Optik untuk Penilaian Mutu Benih Secara Non-Destruktif: Peran Biospeckle dalam Penelitian Patologi Benih Riski Meliya Ningsih; Lesta Lesta; Geby Geby
JURNAL TRITON Vol 17 No 1 (2026): JURNAL TRITON (Issue in Progress)
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47687/jt.v17i1.1422

Abstract

Perkembangan teknologi rekayasa optik telah membawa perubahan signifikan dalam sistem penilaian mutu benih, melalui penerapan metode non-destruktif seperti Biospeckle Laser Imaging (BLI). Kajian ini bertujuan untuk mereview secara sistematis publikasi ilmiah terpilih dalam 10 tahun terakhir yang membahas aplikasi BLI, pencitraan multispektral dan hiperspektral, serta Optical Coherence Tomography (OCT), evaluasi kesehatan dan kualitas benih. Artikel dianalisis berdasarkan relevansi dengan topik, kebaaruan metode, dan fokus pada metode non-destruktif berbasis optik. Hasil analisis menunjukkan bahwa BLI mampu mendeteksi aktivitas metabolik, viabilitas, vigor, dan infeksi patogen pada berbagai jenis benih dengan tingkat akurasi yang sangat tinggi, mencapai lebih dari 90%. Keunggulan utama teknik ini meliputi efisiensi waktu, sifat non-destruktif, serta ramah lingkungan dibandingkan metode konvensional. Selain itu, integrasi teknik optik dengan algoritma machine learning dan deep learning terbukti mampu meningkatkan akurasi klasifikasi dan efisiensi diagnosis, seperti pada deteksi kontaminasi aflatoksin, kerusakan mekanis, dan identifikasi varietas benih. Namun, implementasi teknologi ini di tingkat lokal masih menghadapi tantangan berupa keterbatasan infrastruktur, rendahnya literasi teknologi, serta kebutuhan akan perangkat portabel dan protokol standar yang mudah diadopsi. Secara keseluruhan, pendekatan rekayasa optik berbasis BLI dan teknik pencitraan lainnya berpotensi besar menjadi standar baru dalam sistem penjaminan mutu benih yang presisi, efisien, dan ramah lingkungan. Rekomendasi utama diarahkan pada penguatan kolaborasi lintas sektor untuk mempercepat adopsi teknologi ini dalam mendukung pertanian presisi dan ketahanan pangan nasional.