cover
Contact Name
Hamid Mukhlis
Contact Email
jiberdaya@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jiberdaya@gmail.com
Editorial Address
Lucky Arya Residence 2 No 18 RT/RW 003/001 Fajar Agung Barat Kecamatan Pringsewu
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Indonesia Berdaya
Published by Utan Kayu Institute
ISSN : 27163822     EISSN : 27210669     DOI : https://doi.org/10.47679/ib
The aim of this journal publication is to disseminate the conceptual thoughts or ideas and research results that have been achieved in the area of community services. Indonesia Berdaya particularly focuses on the main problems in the development of the sciences of community services areas as follows: - Community Services, People and Health; - Training, Marketing, Appropriate Technology, Design; - Community Empowerment, Social Access; - Student Community Services; - Border Region, Less Developed Region; - Education for Sustainable Development.
Articles 36 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 2 (2024)" : 36 Documents clear
Sosialisasi Dagusibu pada Kader PKK dan Ibu Rumah Tangga di Kecamatan Tanjung Johor Kota Jambi Muin, Dona; Sofiyetti, Sofiyetti; Sabarudin, Sabarudin
Indonesia Berdaya Vol 5, No 2 (2024)
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.2024727

Abstract

Upaya swamedikasi warga dalam menyembuhkan penyakit ringan sangat penting untuk menjadi perhatian, terutama oleh tenaga farmasi. Perihal ini terpaut dalam pencegahan meningkatnya medication error disebabkan kesalahan dalam pengelolaan obat-obatan dalam rumah tangga. Bermacam kasus mengenai obat bisa disebabkan karena warga belum menguasai pengelolaan obat dengan benar. Salah satu upaya pencegahan kesalahan tersebut yaitu edukasi mengenai DAGUSIBU (DApatkan, GUnakan, SImpan, serta BUang) yang diberikan kepada kader PKK serta Ibu rumah tangga yang merupakan mercusuar pemakaian obat yang benar dalam rumah tangga. Bersumber pada data yang diperoleh, Kader PKK dan Ibu Rumah tangga di Daerah Tanjung Johor Kota Jambi belum sempat memperoleh informasi tentang DAGUSIBU sehingga butuh dilakukan sosialisasi DAGUSIBU. Giat ini diharapkan Kader PKK serta Ibu Rumah Tangga bisa memberikan dan melanjutkan informasi tentang pemakaian serta perlakuan obat yang benar kepada anggota keluarganya dan saudara serta warga di daerah tempat tinggal mereka khususnya warga di daerah Tanjung Johor Kabupaten Jambi. Tata cara yang digunakan dalam aktivitas ini merupakan pengenalan permasalahan, penerapan sosialisasi DAGUSIBU dengan metode penyuluhan, dialog interaktif, serta pambagian buku saku DAGUSIBU, serta poster. Giat sosialisasi tentang DAGUSIBU berjalan dengan lancar. Antusias dari partisipan dalam sosialisasi sangat besar, hal ini terindikasi dengan banyaknya pertanyaan serta komunikasi interaktif antara narasumber serta partisipan. Dengan kegiatan ini diharapkan bisa menunjang keberhasilan upaya pencegahan terjadinya medication error dalam pemakaian obat dalam keluarga serta warga.Abstract: Community self-medication efforts in treating minor illnesses need attention, especially by pharmacists. This is related to the prevention of medication errors due to errors in managing medicines in the household. Various problems related to drugs can be caused by people not understanding drug management properly. One of the efforts to prevent this error is education about DAGUSIBU (Get, Use, Save and Dispose of) which is given to PKK cadres and housewives who are considered to be a beacon of correct drug use in the household. Based on the information obtained, PKK cadres and housewives in the Tanjung Johor Region, Jambi City, have never received information about DAGUSIBU, so it is necessary to socialize about DAGUSIBU. With this activity, it is hoped that PKK Cadres and Housewives can share information about the correct use and handling of drugs to their family members as well as relatives and the community in the area where they live. The methods used in this activity are problem identification, implementation of DAGUSIBU socialization by means of counseling, interactive discussions, and distribution of DAGUSIBU pocket books, and posters. Socialization activities about DAGUSIBU went smoothly. The enthusiasm of the participants who attended the socialization was very high, this was indicated by the many questions and interactive communication between the resource person and the participants. This is expected to support the success of efforts to prevent medication errors in drug use in families and communities. It is also hoped that PKK cadres and housewives can pass on this information to friends, relatives and the surrounding community, especially the people in the Tanjung Johor area, Jambi Regency.
Pengembangan Model Permainan untuk Meningkatkan Gerak Dasar Manipulatif dan Kerjasama Peserta Didik Sekolah Dasar Kelas Bawah Santoso, Nugroho Puji; Santoso, Nurhadi
Indonesia Berdaya Vol 5, No 2 (2024)
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.2024785

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan model permainan untuk mengembangkan gerak dasar manipulatif dan kerjasama secara bersama-sama bagi peserta didi SD yang telah disesuaikan dengan kurikulum serta karakteristik siswa SD. Penelitian ini menggunakan model penelitian dan pengembangan 4D, 4D merupakan kepanjangan dari Define, Design, Development, Dissemination. Define. Uji coba skala kecil dilakukan di SD N 3 Bantul. Uji coba skala besar dilakukan di SD Muh serut dan SD N 1 Bantul. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah pedoman pengamatan (observasi), catatan lapangan, lembar evaluasi, angket skala nilai validasi dan rubrik penilaian. Hasil penelitian ini menghasilkan empat macam model permainan yakni: (1) permainan boltik, (2) permainan tembakan api, (3) permainan meningjau, (4) permainan ular emas. Model permainan disusun dalam bentuk buku pedoman berjudul Model permainan untuk mengembangkan gerak dasar manipulatif dan kerjasama peserta didik sekolah dasar kelas bawah. Berdasarkan penilaian para ahli materi dan guru dapat disimpulkan bahwa model permainan untuk mengembangkan kemampuan gerak dasar manipulatif sesuai dengan kurikulum dan karakteristik SD. Selain itu, model permainan ini dapat mengembangkan kemampuan kerjasama peserta didik sehingga layak digunakan dalam pembelajaran SD.
Pendidikan kesehatan reproduksi pada remaja puteri Triani, Yuyun; Winarni, Winarni
Indonesia Berdaya Vol 5, No 2 (2024)
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.2024771

Abstract

Remaja adalah periode transisi antara masa kanak-kanak dan dewasa, ditandai dengan dimulainya kematangan seksual. Selama fase ini, remaja mengalami berbagai perubahan yang memerlukan adaptasi untuk menerima transformasi yang terjadi dalam diri mereka. Secara psikologis, remaja mengalami periode transisi yang memerlukan bimbingan, terutama terkait dengan kesehatan reproduksi mereka. Perubahan fisik, sosial, dan psikologis pada remaja membutuhkan pemahaman tentang pertumbuhan dan perkembangan mereka, memungkinkan mereka melewati masa remaja dengan sukses. Tujuan dari kegiatan pelayanan masyarakat ini adalah untuk secara langsung meningkatkan pengetahuan remaja perempuan, memungkinkan mereka mencapai kesehatan reproduksi dan mengatasi masalah kesehatan reproduksi. Kegiatan ini dilaksanakan di Pendopo Desa Joyosuran, Kecamatan Pasar Kliwon, Kota Surakarta. Layanan ini melibatkan penyampaian informasi tentang Kesehatan Reproduksi untuk Remaja Perempuan. Peserta menunjukkan antusiasme besar selama kegiatan dan menunjukkan pemahaman yang baik terhadap materi tersebut. Inisiatif ini diterima secara positif oleh masyarakat dan peserta.Abstract: Adolescence is a transitional period between childhood and adulthood, marked by the onset of sexual maturity. During this phase, adolescents undergo various changes that require adaptation to accept the transformations occurring within themselves. Psychologically, adolescents experience a transitional period that necessitates guidance, especially concerning their reproductive health. The physical, social, and psychological changes in adolescents demand an understanding of their growth and development, enabling them to navigate through adolescence successfully. The objective of this community service activity is to directly enhance the knowledge of adolescent girls, enabling them to achieve reproductive health and address reproductive health issues. This activity took place at the Pendopo Hall in the Joyosuran Village, Pasar Kliwon Subdistrict, Surakarta City. The service involved delivering information on Reproductive Health for Adolescent Girls. Participants showed great enthusiasm during the activity and demonstrated a good understanding of the material. The community and participants positively received this initiative.
Meningkatkan Keterampilan Menulis Paragraf Deskripsi dengan Menggunakan Kata Berkait pada Siswa Kelas V SDN 2 Mekarsari Tahun Pelajaran 2021/2022 Munawar, Munawar
Indonesia Berdaya Vol 5, No 2 (2024)
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.2024760

Abstract

Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan di kelas V SDN 2 Mekarsari pada pelajaran bahasa Indonesia, terlihat bahwa pembelajaran yang dilakukan adalah pembelajaran yang berpusat pada guru, sehingga tidak ada keterlibatan siswa baik secara mental maupun secara fisik. Hal ini sangat berdampak terhadap hasil belajar siswa yang mengakibatkan rendahnya keterampilan menulis siswa terutama dalam menulis Paragraf Deskripsi. Untuk mengatasi masalah tersebut maka dilakukanlah penelitian tindakan kelas dalam 2 siklus. Setiap siklus terdiri atas perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi. Indikator keberhasilan dalam penelitian ini adalah meningkatnya keterampilan siswa dalam menulis karangan deskrpsi serta ketuntasan belajar klasikal siswa mencapai lebih dari 75%. Hasil evaluasi nilai rata-rata aktivitas siswa pada siklus I dan siklus II berturut-turut adalah 51 dan 59 sedangkan nilai rata-rata kegiatan guru pada siklus I dan siklus II adalah 65,5 dan 71,5. Hal ini menunjukkan aktivitas siswa masuk dalam kategori aktif dan kegiatan guru masuk dalam kategori baik. Adapun nilai rata-rata yang diperoleh siswa dari siklus I dan siklus II berturut-turut yaitu 63 dan 67,8. Nilai yang diperoleh tersebut menunjukkan adanya peningkatan dari siklus I ke siklus II. Selain itu, ketuntasan klasikal juga meningkat dari siklus I ke siklus II berturut-turut yaitu 52% dan siklus II 77%. Dengan demikian maka dapat disimpulkan bahwa dengan menggunakan kata berkait dapat meningkatkan keterampilan menulis Paragraf Deskripsi pada siswa kelas V SDN 2 Mekarsari.
Jajanan Sehat pada Anak di Wilayah Pesisir SDN 04 Moramo Utara Kabupaten Konawe Selatan Provinsi Sulawesi Tenggara Rahmawati, Rahmawati; Kusnan, Adius; Rangki, La; Mubarak, Mubarak; Sukurni, Sukurni; Saida, Saida
Indonesia Berdaya Vol 5, No 2 (2024)
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.2024699

Abstract

Pengetahuan orang tua tentang pemilihan jajanan sehat akan berpengaruh terhadap kebiasaan jajan anak. Orang tua harus mengetahui mengenai jajanan apa saja yang bergizi baik untuk anak dan jajanan apa saja yang tidak baik untuk anak. Pengabdian ini bertujuan untuk memberikan edukasi terhadap anak di SDN 04 Moramo Utara Kabupaten Konawe Selatan sebagai perwujudan nyata dari Edukasi tentang Pentingnya jajanan sehat pada anak. Metode pelaksanaan PkM adalah memberikan edukasi berupa informasi tentang makanan jajanan sehat dan bagaimana anak dan orangtua untuk mengatur jenis jajanan anak di sekolah. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa seluruh peserta penyuluhan telah memperoleh penjelasan tentang Jajanan Sehat dan peserta telah memperoleh informasi dan telah mengetahui tentang Jajanan Sehat
Hubungan riwayat kekurangan energi kronis pada saat kehamilan dengan kejadian stunting pada balita di wilayah kerja puskesmas kalimukti kecamatan Pabedilan kabupaten Cirebon Juariah, Siti
Indonesia Berdaya Vol 5, No 2 (2024)
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.2024784

Abstract

The consequences that can occur when toddlers experience stunting include short-term and long-term impacts. Short-term impacts on children experiencing stunting include disrupted brain development that can affect intelligence, growth disorders, and metabolic disturbances. The aim of this research is to determine the relationship between a history of chronic energy deficiency during pregnancy and the occurrence of stunting in toddlers in the Kalimukti Community Health Center area, Pabedilan District, Cirebon Regency. This is quantitative research using a pre-experimental research method with a One Group Pretest Posttest approach. The research population includes all mothers with toddlers aged 0-24 months in the Kalimukti Community Health Center area, Pabedilan District, Cirebon Regency in 2023, totaling 256. The sample selection technique uses purposive sampling. Data analysis involves univariate and bivariate analysis. The chi-square test results show a significant relationship between chronic energy deficiency in pregnant women and the occurrence of stunting in toddlers aged 0-24 months (ρ=0.004). Based on the Odds Ratio (OR) calculation, pregnant women with Chronic Energy Deficiency during pregnancy are 15.4 times more likely to experience stunting in their children in the future.
Optimalisasi peran keluarga dalam perawatan masa nifas Sasanti, Dewi Ari; Elmiani, Heni; Tiara, Andi; Sarif, Ernika Putri; Febriani. R, Firdha; Kamila, Kamila
Indonesia Berdaya Vol 5, No 2 (2024)
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.2024768

Abstract

Selama periode pasca melahirkan, penting bagi ibu untuk merawat dirinya sendiri dan mendapatkan dukungan yang cukup dari pasangannya, keluarga, dan tim medis. Ini merupakan periode penting dalam perjalanan seorang perempuan menuju pemulihan fisik dan emosional setelah melahirkan. Kurangnya peran orang terdekat yang memberi motivasi, memberikan perhatian, mendorong, dan orang-orang yang selalu bersamanya serta membantu dalam menghadapi perubahan akibat persalinan dapat meningkatkan risiko ibu mengalami depresi pasca melahirkan. Metode yang digunakan untuk memberikan edukasi tentang Optimasi Peran Keluarga dalam Perawatan Pasca Melahirkan adalah metode konseling dengan media buklet. Kegiatan pelayanan masyarakat menunjukkan tanggapan positif dari masyarakat desa Gunung Samarinda dan partisipasi aktif dalam proses diskusi mengenai masalah-masalah yang dihadapi selama periode pasca melahirkan baik itu dari segi pribadi, keluarga, maupun lingkungan sosial. Diharapkan bahwa masyarakat dapat meningkatkan kesadaran keluarga dalam peran aktif membantu, melindungi, dan menemani periode pasca melahirkan istri.Abstract: During the postpartum period, it is important for the mother to take care of herself and get enough support from her partner, family and medical team. This is an important period in a woman's journey towards physical and emotional recovery after childbirth. The lack of the role of the closest people who motivate, pay attention, encourage and people who are always with her and help in dealing with changes due to childbirth can increase the risk of mothers experiencing postpartum depression. The method used to educate about Optimizing the Role of the Family in Postpartum Care is the counseling method with booklet media. Community service activities show a positive response from the community of Gunung Samarinda village and active participation in the discussion process of problems that have been faced in the postpartum period both personal, family and social environment. It is hoped that the community can increase family awareness in the active role of helping, protecting and accompanying the postpartum period of the wife.
Pencegahan bahaya radikalisme melalui penguatan karakter kebangsaan dan penanaman nilai-nilai luhur Pancasila pada siswa Listyowati, Maria Yosepin Endah; Prihatin, Lilik; Achwan, Muhammad; Nooryanto, Fista Herry; Setyaningrum, Diyah; Sudarsono, Sudarsono
Indonesia Berdaya Vol 5, No 2 (2024)
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.2024734

Abstract

Munculnya kasus dengan ajaran-ajaran yang menyesatkan dan intoleran di masyarakat merupakan penyimpangan dari nilai-nilai Pancasila terjadi di beberapa wilayah desa di kabupaten Ponorogo hingga masuk di 2 desa kecamatan Mlarak. Sangat dikhawatirkan jika anak-anak yang polos disusupi oleh pandangan sesat dan intoleran, karena kaum perempuan dan anak sangat rentan untuk dipengaruhi dengan dalih pemberian bantuan biaya pendidikan atau bantuan sosial. Ajakan atau bantuan dengan memberikan iming-iming menggiurkan dikuatirkan membuat terlena masyarakat khususnya kaum perempuan dan anak anak. SDN Candi I sebagai Mitra adalah Lembaga Pendidikan Dasar membutuhkan penguatan karakter kebangsaan bagi siswa dengan menanamkan nilai-nilai luhur Pancasila dalam kehidupan sehari-hari guna membentengi diri dari ancaman bahaya kerusakan moral dan radikalisme yang muncul dengan memanfaatkan kondisi wilayah di pedesaan. Melalui penguatan karakter di Sekolah Dasar Negeri 1 Candi dapat mewujudkan siswa berkarakter yang bernilai moral baik, mampu bertoleransi dengan sesama, berbudi luhur, dan berakhlak mulia. Penyampaian pembelajaran yang berciri khas identitas bangsa Indonesia mampu menghalau ancaman bahaya yang akan merusak anak sebagai generasi penerus bangsa dan menumbuhkan jiwa nasionalisme siswa mengikuti tata cara upacara bendera, memberi aba-aba barisan pleton dan memperagakan pengibaran bendera yang benar menjadi salah satu kegiatan penguatan karakter selain permainan edukatif yang bermuatan moral.Abstract: The emergence of cases with misleading and intolerant teachings in the community is a deviation from the values of Pancasila occurring in several village areas in Ponorogo district and even in 2 villages in Mlarak sub-district.  It is very worrying if innocent children are infiltrated by heretical and intolerant views, because women and children are very vulnerable to being influenced under the pretext of providing assistance with education costs or social assistance. Invitations or assistance by providing tantalizing lures are feared to make the community complacent, especially women and children. SDN Candi I as a partner is an elementary education institution that needs strengthening of national character for students by instilling the noble values of Pancasila in daily life in order to fortify themselves from the dangers of moral decay and radicalism that arise by utilizing the conditions of rural areas. Through character strengthening at Negeri 1 Candi Elementary School, it can realize students with good moral values, able to tolerate others, virtuous, and noble. The delivery of learning that is characterized by the identity of the Indonesian nation is able to ward off threats that will damage children as the nation's next generation and foster the spirit of nationalism. Students follow the procedures of the flag ceremony, give the signal for the platoon line and demonstrate the correct flag raising to be one of the character strengthening activities in addition to morally charged educational games.
Edukasi mengenalkan pemantauan perkembangan anak dengan Kuesioner Pra Skrining Perkembangan (KPSP) pada kader posyandu Suparno, Suparno; Estiani, Meilina; Suryanda, Suryanda
Indonesia Berdaya Vol 5, No 2 (2024)
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.2024396

Abstract

The existence of a child development disorder is an important reason for monitoring child development as early as possible. In the preliminary survey, it was found that children with speech/language delays reached 0.02%. Early detection of developmental disorders in children has an important role in the welfare of children and families. And the fact states that early detection of developmental disorders must be available in primary child health services. Monitoring of children's development can be done using the Developmental Pre-screening Questionnaire. Kader posyandu as part of primary service personnel need to be given training in monitoring child development with this questionnaire so that it can be applied to Posyandu activities for toddlers. The problem in this activity is that the kader posyandu in Desa Talang Jawa wilayah kerja Puskesmas Tanjung Agung, Kecamatan Baturaja Barat, have never received information and have not had the ability to use this Pre-screening Development Questionnaire. This educational activity aims to increase knowledge and skills about monitoring children's development using the Developmental Pre-screening Questionnaire. From this activity, it was found that the level of knowledge of participants before education was 7.4% enough, 92.6% less, and after being given education was Good 63 %, 25.9% enough and 11.1% less. The ability of participants after being given education increased by 100%. It was concluded that after the education introduced the monitoring of children's development with the Developmental Pre-screening Questionnaire, there was an increase in the knowledge and ability of kader posyandu
Edukasi manajemen diri penderita diabetes mellitus di Huta III Tanjung Pasir Kecamatan Tanah Jawa Kabupaten Simalungun Damanik, Derma Wani; Saragih, Julwansa; Yunia, Eva Anita; Dewi, Rani Sartika
Indonesia Berdaya Vol 5, No 2 (2024)
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.2024733

Abstract

Diabetes melitus (DM) adalah penyakit menahun akibat kadar gula darah yang tinggi. Diabetes Mellitus merupakan penyakit yang membutuhkan pengontrolan status metabolik untuk meminimalkan terjadinya komplikasi multi organ yang seiring waktu dapat menyebabkan kerusakan serius pada jantung, pembuluh darah, mata, ginjal, dan saraf. Jumlah kasus dan prevalensi diabetes terus meningkat selama beberapa dekade terakhir. Pada tahun 2021, lebih dari lebih dari setengah miliar manusia dari seluruh dunia hidup dengan diabetes, atau tepatnya 537 juta orang, dan jumlah ini diproyeksikan akan mencapai 643 juta pada tahun 2030, dan 783 juta pada tahun 2045. Indonesia menempati peringkat kelima dari negara-negara dengan jumlah penderita diabetes terbanyak di dunia. Pelaksanaan Pengabdian masyarakat dilakukan dalam bentuk edukasi atau pemberian informasi untuk memberikan pemahaman masyarakat tentang manajemen diri penderita diabetes melitus.  Subjek atau sasaran dalam kegiatan ini adalah masayarakat yang tinggal di Huta III Tanjung Pasir Kecamatan Tanah Jawa Kabupaten Simalungun. Hasil pengabdian masyarakat diketahui bahwa sebelum diberikan edukasi mayoritas pengetahuan responden adalah kurang sebanyak 17 orang (48,5%), pengetahuan cukup sebanyak 10 orang (28,6%), dan pengetahuan baik 8 orang (22,9%), sedangkan setelah pemberian edukasi mayoritas pengetahuan responden adalah baik sebanyak 29 orang (82,8%), pengetahuan cukup sebanyak 6 orang (17,2%) dan pengetahuan kurang 0 orang. Hasil kegiatan ini menunjukkan bahwa pemberian edukasi manajemen prilaku penderita diabetes memberikan dampak yang positif bagi peserta dan terdapat peningkatan pemahaman peserta dari sebelum dan sesudah pemberian edukasi.Abstract: Diabetes mellitus (DM) is a chronic disease caused by high blood sugar levels. Diabetes Mellitus is a disease that requires controlling metabolic status to minimize the occurrence of multi-organ complications which over time can cause serious damage to the heart, blood vessels, eyes, kidneys and nerves. The number of cases and prevalence of diabetes has continued to increase over the last few decades. In 2021, more than half a billion people from all over the world live with diabetes, or to be precise 537 million people, and this number is projected to reach 643 million in 2030, and 783 million in 2045. Indonesia is ranked fifth among the countries in the world. The country with the highest number of diabetes sufferers in the world. Implementation of community service is carried out in the form of education or providing information to provide public understanding about self-management of diabetes mellitus sufferers. The subjects or targets in this activity are the people who live in Huta III Tanjung Pasir, Tanah Jawa District, Simalungun Regency. The results of community service showed that before being given education, the majority of respondents' knowledge was 17 people (48.5%) lacking, 10 people had sufficient knowledge (28.6%), and 8 people (22.9%) had good knowledge. The majority of respondents' education knowledge was good, 29 people (82.8%), 6 people had sufficient knowledge (17.2%) and 0 people had poor knowledge. The results of this activity show that providing education on behavior management for diabetes sufferers had a positive impact on participants and there was an increase in participants' understanding before and after providing education.

Page 1 of 4 | Total Record : 36