cover
Contact Name
Hamid Mukhlis
Contact Email
jiberdaya@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jiberdaya@gmail.com
Editorial Address
Lucky Arya Residence 2 No 18 RT/RW 003/001 Fajar Agung Barat Kecamatan Pringsewu
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Indonesia Berdaya
Published by Utan Kayu Institute
ISSN : 27163822     EISSN : 27210669     DOI : https://doi.org/10.47679/ib
The aim of this journal publication is to disseminate the conceptual thoughts or ideas and research results that have been achieved in the area of community services. Indonesia Berdaya particularly focuses on the main problems in the development of the sciences of community services areas as follows: - Community Services, People and Health; - Training, Marketing, Appropriate Technology, Design; - Community Empowerment, Social Access; - Student Community Services; - Border Region, Less Developed Region; - Education for Sustainable Development.
Articles 760 Documents
Implementasi Kurikulum Merdeka Belajar di Sekolah Dasar: Dari Teori ke Praktis Mustofa Mustofa; Pance Mariati
Indonesia Berdaya Vol 4, No 1 (2023)
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.2023371

Abstract

Maarif NU Educational Institution of Surabaya City houses several schools and there are still many teachers who do not understand theoretically and practically the policy of freedom of learning, even though the teacher's understanding of curriculum reform is very essential. Teachers find it difficult to implement a policy of fredom of learning at school and in the classroom. Teachers have difficulty in developing learning methods referring to independent learning. In addition, teachers have difficulty developing an fredom of learning curriculum (just curriculum transmitter). We provide training and mentoring to teachers for three meetings intensively. The result is an increase in teacher understanding in three aspects; (1), theoretically, (2), how to implement it, and (3), how to develop curriculum. This means that training and mentoring is very important to be carried out by more competent experts. This is in line with the research by Postholm (2012), which states that it is important for teacher training to be carried out by more competent people to increase teachers' understanding of the curriculum.Abstrak: Lembaga Pendidikan Maarif NU Kota Surabaya menaungi beberapa sekolah. Namun sumber daya manusia yang dimiliki masih terbatas serta fasilitas yang dimiliki juga masih relatif terbatas. Masih banyak guru yang belum memahami secara teoretis dan praktis kebijakan merdeka belajar padahal pemahaman guru terhadap reformasi kurikulum sangat esensial. Guru merasa kesulitan menerapkan kebijakan merdeka belajar di sekolah dan di kelas. Guru kesulitan dalam mengembangkan metode pembelajaran merujuk pada merdeka belajar. Selain itu guru kesulitan mengembangkan kurikulum merdeka belajar (curriculum transmitter). Kami memberikan pelatihan dan pendampingan kepada guru-guru selama tiga kali pertemuan dengan intensif. Hasilnya terjadi peningkatan pemahaman guru dalam tiga aspek; (1), secara teoretis, (2), bagaimana mengimplementasikannya, dan (3), bagaimana mengembangkan kurikulum. Artinya pelatihan dan pendampingan sangat penting dilakukan oleh para ahli yang lebih kompeten. Ini selaras dengan penelitian  Postholm (2012), yang menyatakan bahwa pelatihan kepada guru penting dilakukan oleh orang yang lebih kompeten untuk peningkatan pemahaman guru terhadap kurikulum
Dukungan Pengembangan Bahasa Inggris Bagi Pembelajar Muda: Sebuah Program Pengabdian Masyarakat di SDN Kabupaten Probolinggo Afib Rulyansah; Rizqi Putri Nourma Budiarti; Nailul Authar; Rachma Rizqina Mardhotillah; Alfiah Alfiah
Indonesia Berdaya Vol 4, No 1 (2023)
Publisher : Utan Kayu Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.2023387

Abstract

Tujuan dari proyek pengabdian masyarakat ini adalah untuk membantu para pendidik di SDN Ranuagung III dalam membuat bahan ajar bahasa Inggris. Mitra melakukan kegiatan ini sebagai tanggapan atas beberapa masalah yang mereka alami, termasuk (1) perjuangan guru untuk membuat kelas mata pelajaran bahasa Inggris tampak menarik bagi sebagian besar siswa dan (2) kenyataan bahwa beberapa siswa berjuang untuk mengikuti pembelajaran bahan dan kegiatan kelas. Dalam upaya ini, kami menggunakan pendekatan partisipatif yang mendorong keterlibatan aktif di setiap tingkatan, mulai dari brainstorming pertama hingga penilaian akhir. Selain menjadi fokus suatu tindakan, target juga berperan penting dalam mewujudkannya. Sedangkan Tim Pelaksana berperan sebagai pemandu sorak. Menanggapi kebutuhan mitra, kami mengusulkan kegiatan berikut: (1) memberi saran kepada pendidik tentang cara terbaik untuk mengajar bahasa Inggris, dengan fokus pada Bahasa Inggris untuk Pembelajar Muda (EYL), sehingga mereka dapat memilih pendekatan yang paling membantu mereka siswa, dan (2) memberikan saran kepada pendidik tentang cara terbaik untuk mempersiapkan dan mengembangkan perangkat pembelajaran EYL agar dapat diimplementasikan secara efektif. Peserta menunjukkan antusiasme yang besar untuk kegiatan tersebut dan berhasil menggabungkan model, metode, dan saran pembelajaran untuk Bahasa Inggris Untuk Pembelajar Muda ke dalam alat pembelajaran penuh, meningkatkan kemungkinan bahwa sumber daya ini dapat digunakan dalam pengaturan dunia nyata (ruang kelas).
Integrasi Augmented Reality pada Pembelajaran Online Jenjang Sekolah Dasar: Program Pengabdian Masyarakat Rulyansah, Afib; Budiarti, Rizqi Putri Nourma; Mardhotillah, Rachma Rizqina; Mariati, Pance; Nashirin, Rohmatun
Indonesia Berdaya Vol 3, No 4: August-October 2022
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.2022322

Abstract

Minat dan motivasi siswa dapat mulai berkurang karena kebosanan dalam pembelajaran online jika media pembelajaran tidak digunakan secara maksimal. Tingkat minat siswa terhadap materi yang dipelajarinya serta tingkat motivasinya untuk melakukannya keduanya dapat ditingkatkan melalui pemanfaatan media pengajaran online dalam konteks pendidikan online. Media pembelajaran interaktif berbasis Augmented Reality akan digunakan untuk meningkatkan pengalaman belajar online siswa sekolah dasar. Sebagai bentuk Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT PPD Covid-19) yang diselenggarakan Universitas Nahdatul Ulama Surabaya bidang Pendidikan, program ini ditawarkan. Aplikasi Whatsapp Group digunakan untuk mempermudah sosialisasi online dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Aksi yang dilakukan pada tanggal 1 Desember tahun 2021. Mata uang rupiah Indonesia menjadi topik pembahasan dalam materi pendidikan yang digunakan oleh siswa. SDN Tambelang I, Kecamatan Krucil, Kabupaten Probolinggo menjadi tempat sosialisasi. Sepuluh siswa dari kelas III menjadi sasaran dari inisiatif KKNT ini. Menjelang masa pandemi Covid-19, temuan KKNT ini menunjukkan bahwa pemanfaatan media pembelajaran interaktif berbasis Augmented Reality membantu menumbuhkan rasa senang dan minat belajar di kalangan siswa. Selain itu, siswa dapat belajar tentang teknologi baru dengan menggunakan media pembelajaran interaktif.
Peningkatan Pengetahuan dan Keterampilan Masyarakat Kalurahan Pengkok, Gunung Kidul dalam Mengolah Singkong Menjadi Tepung Singkong Lukviana, Dwi Lestari; Raihan, Nisywa Dwiza; Putri, Lathifah Apriana; Kusuma, Fatma Dwi; Daima, Atika Silma; Syaltha, Puandira Caesha Naila; Cahyani, Indah Sinawang; Melani, Fani; Ridha, Muhammad Rasyid; Hadian, Hafidz Izzulhaq; Rahmadewi, Yunda Maymanah
Indonesia Berdaya Vol 3, No 4: August-October 2022
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.2022342

Abstract

Sumber Daya Alam (SDA) yang dihasilkan oleh Desa Pengkok, Kecamatan Pathuk, Kabupaten Gunung Kidul sangat melimpah namun belum sepenuhnya dimanfaatkan oleh masyarakat sehingga perlu adanya bimbingan atau pendampingan kepada untuk memanfaatkan potensi yang ada. Salah satu pendampingan yang dapat dilakukan adalah dengan pelatihan memanfaatkan produk olahan singkong yang dibuat menjadi tepung gaplek. Singkong yang diolah menjadi tepung gaplek memiliki nilai jual yang lebih tinggi dibandingkan dengan singkong utuh. Metode yang dilakukan adalah  penyuluhan dan pelatihan pembuatan tepung dari singkong. Setelah dilaksanakan program ini hasil yang didapatkan adalah peningkatan pengetahuan masyarakat tentang pengetuhan umum singkong sebelum pelatihan sebesar 76,55% dan setelah pelatihan sebesar 78,71%, sedangkan tentang pengetahuan pengolahan singkong sebelum pelatihan sebesar 67,88% setelah pelatihan sebesar 72,26%. Dan keterampilan pengolahan singkong sebelum pelatihan sebesar 40% mengalami peningkatan menjadi 70%.
Peningkatan Kompetensi Pedagogik melalui Pengembangan Soal berorientasi HOTS: Konteks Guru Sekolah Dasar bidang Matematika dan IPA Hartatik, Sri; Rulyansah, Afib; Budiarti, Rizqi Putri Nourma; Mardhotillah, Rachma Rizqina; Septyani, Marsella Duwi
Indonesia Berdaya Vol 3, No 4: August-October 2022
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.2022313

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat ini dimaksudkan untuk memberikan pendampingan kepada para guru matematika dan IPA di SDN Ranuagung III dengan penyusunan dan pengembangan soal-soal berbasis pemikiran tingkat tinggi (HOT). SDN Ranuagung III Sd Tiris, Kabupaten Probolinggo, Provinsi Jawa Timur menjadi lokasi kegiatan pendampingan. Seratus empat puluh empat anggota staf pengajar SD Probolinggo hadir. Pelatihan dan pendampingan hanyalah dua dari banyak metode yang digunakan dalam upaya sukarela ini. Teknik ceramah, diskusi, dan tanya jawab digunakan untuk mengajarkan siswa bagaimana mempersiapkan pertanyaan berbasis HOT. Untuk alasan ini, bantuan diberikan dalam mengembangkan dan mengerjakan ulang kueri berbasis HOT dan dalam mengubah kueri berbasis HOT. Guru sekarang memiliki pemahaman yang lebih baik tentang cara membuat pertanyaan berbasis HOT sebagai hasil dari kegiatan pendampingan. Hal ini terlihat dari hasil set soal berbasis HOT.
Modeling Pengajaran dengan Teknik Total Phsical Response (TPR) Sebagai Variasi Pembelajaran Bahasa Inggris di SDN Gampingrowo 02 Sidoarjo Edi Pujo Basuki; Novi Rahmania Aquariza; Tatik Muflihah; Destita Shari; Afib Rulyansyah
Indonesia Berdaya Vol 4, No 1 (2023)
Publisher : Utan Kayu Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.2023403

Abstract

English is very important and in the era of globalization English will be found in everyday life. Therefore, children must be provided with sufficient provisions as early as possible to get learning English, one of which starts from elementary school age because at that age between the ages of 6-13 years, children are in a critical period, namely experiencing very rapid development of the brain, so that easy to understand, remember and apply. SDN Gampingrowo 02 Sidoarjo, which is located in a remote area the of Tarik sub-district, is far from urban areas, making people have different thoughts about school. People in these areas tend to think that school is not important, so many children do not get an education. This results in a very small number of students in each class. The small number of students also makes teachers in the surrounding area less interested in working in the school which makes the school lack of teachers in it. Due to these conditions, we decided to do community service with the Total Physical Response (TPR) technique. TPR technique is a learning technique that focuses on body movement. This technique is often used in learning activities that require a student's memory. With movement, students are easier to memorize a vocabulary because they are not easily bored and move actively which can improve their ability to remember. This community service activity was carried out on Wednesday and Thursday, 22-23 June 2022. This activity lasted for 2 consecutive days. The results of this community service activity show that by teaching modeling with the Total Physical Response (TPR) technique 5th-grade students at SDN Gampingrowo 02 Sidoarjo, totaling 10 people, can understand English vocabulary easily. The TPR technique is very influential and succession introducing basic English to elementary school students. In addition, teachers can find out about learning with TPR strategies, namely using body movements and music. The TPR strategy can also train students' self-confidence. So, it is highly recommended to use the Total Physical Response (TPR) technique when adding English vocabulary.
Prinsip Good Corporate Governance dalam Undang-Undang No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas (Studi di Pos Indonesia Cabang Mataram) Yudanto, Aditya Rizky Haryo; Asikin, Zainal; Hirsanuddin, Hirsanuddin
Indonesia Berdaya Vol 3, No 4: August-October 2022
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.2022343

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana penerapan prinsip Good Corporate Governance pada PT Pos Indonesia cabang Mataram dan untuk menganilsis implikasi hukum terhadap penerapan GCG. Penelitian ini merupakan jenis penelitian Normatif-Empiris, menggunakan pendekatan Perundang undangan dan implementasi hukum, dengan menggunakan pendekatan Perundang undangan, pendekatan konseptual dan pendekatan kasus. Berdasarkan hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa penerapan prinsip-prinsip Good Corporate Governance pada PT Pos Indonesia telah diterapkan dengan baik oleh PT Pos Indonesia.
Peningkatan Pengetahuan Mahasiswa Bidan Terhadap Deteksi Dini Komplkasi Resiko Infeksi Torch pada Kehamilan Qurniasih, Nila; Primadevi, Inggit Primadevi; Ifayanti, Hikmah Ifayanti; Utami, Iis Tri; Mardliyana, Nova Elok; Pratiwi, Tiara Pratiwi; Jamaan, Taufik Jamaan
Indonesia Berdaya Vol 3, No 4: August-October 2022
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.2022327

Abstract

Angka kematian ibu dan bayi merupakan indikator derajat kesehatan Masyarakat. Data Supas tahun 2020, menunjukkan terjadi peningkatan angka kematian ibu dari 4.221 Kasus menjadi 4.627 kasus. sedangkan pada kematian bayi menunjukkan trend penurunan dari tahun per tahun. Angka kematian bayi tertinggi terjadi pada usia 0-28 hari yaitu 70,2% (20.266) yang dengan penyebab terbanyak BBLR 35,2%, asfiksia 27,4%, kelainan kongenital 11,4%, infeksi 3,4% dan lain-lain 22,5%. Penyakit infeksi dalam kehamilan seperti Toxoplasma, Rubela, Citomegalo Virus, dan herpes simplex, berkontribusi pada morbiditas dan mortalitas ibu dan neonates. Infeksi ini pada kehamilan dapat mengancam janin dan selanjutnya menjadi penyebab kelainan kongenital seperti, tuli, kebutaan, syndrome down, anomaly jantung, meningitis, keguguran dan kematian janin dalam rahim. Upaya pemerintah dalam menekan angka kematian neonatal akibat infeksi kongenital salah satunya adalah dengan pelayanan kesehatan janin dengan menjamin pelayanan kesehatan berkualitas oleh tenaga kesehatan yaitu dengan peningkatan pengetahuan. Studi Deskriptif Pengabdian Masyarakat melalui seminar terhadap peningkatan pengetahuan bidan terhadap infeksi TORCH dan Drown Syndrom kepada 23 Peserta, didapatkan hasil 52,2% belum mengetahui penyebaran TORCH, 52,2% belum mengetahui cara mendiagnosis, dan 56,5% tidak mengetahui tanda gejala spesifik. Simpulan dan saran peningkatan pengetahuan diperlukan untuk meningkatkan kualitas bidan dalam mendeteksi dini penyakit dan resiko penularan Infeksi TORCH dalam kehamilan.
Pelatihan Video Pembelajaran Berbasis Multimedia Bagi Guru-Guru SDIT Al-Kautsar Cikarang Purwandari, Nuraini; Angelia, Filda; Cahya, Waskita; Rifiyanti, Hafiza
Indonesia Berdaya Vol 3, No 4: August-October 2022
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.2022329

Abstract

SDIT Al-Kautsar Cikarang menghadapi masalah yaitu kurangnya kreativitas guru dalam menerapkan strategi dan model pembelajaran terhadap siswa terutama pada mata pelajaran tematik. Pembelajaran tematik merupakan salah satu mata pelajaran yang mengaitkan dengan mata pelajaran lainnya sehingga siswa memperoleh materi terpadu yang digunakan sebagai bahan pembelajaran yang bermakna. Guru-guru memerlukan kreativitas untuk mengajar tematik sehingga dituntut untuk mempelajari berbagai media pembelajaran salah satunya dengan multimedia. Sistem yang diusulkan bersifat one stop place untuk menjadi salah satu media pembelajaran yang dapat digunakan oleh guru. Saat ini, guru harus mencari satu persatu bahan ajar seperti mencari video di youtube, mencari gambar-gambar penunjang pembelajaran. Dengan usulan sistem maka guru hanya perlu membuka aplikasi media pembelajaran ini yang sudah berisi konten-konten yang diperlukan oleh guru sesuai dengan tema yang akan dipelajari.
Edukasi Pencegahan Stunting Anak pada Ibu Hamil di Desa Sijarango I Kec. Pakkat Kab. Humbang Hasundutan Ernawati Barus; Julia M Siahaan; Yunida Turisna Octavia; Indah Gowasa
Indonesia Berdaya Vol 3, No 2: February-April 2022
Publisher : Utan Kayu Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.2022299

Abstract

Stunting is a condition where a child has a length or height less when compared to his age. Children are said to be in the stunting category if their length or height shows a number below -2 standard deviation (SD). Moreover, if this condition is experienced by a child who is still under the age of 2 years. This health problem is the result of various factors that occurred in the past. These factors include poor nutritional intake, multiple infectious diseases, premature births, and low birth weight (LBW). The condition of not being adequate in the child's nutritional intake usually does not only occur after he is born, but begins when he is still in the womb. A case study proves that about 20% of stunting events already occur when the baby is still in the womb. This is due to the mother's intake during pregnancy which is less nutritious and quality so that the nutrients received by the fetus tend to be few. Finally, growth in the womb begins to be inhibited and continues after birth. The purpose of this activity is to conduct counseling related to education on child stunting prevention in pregnant women. The method of implementing this activity is counseling related to education on child stunting prevention in pregnant women, the partner in this service activity is Desa Sijarango I. Conclusions from the service activities obtained better knowledge of pregnant women related to stunting prevention in children. It is hoped that after this counseling and education, the incidence of stunting in children can decrease. Abstrak: Stunting merupakan kondisi dimana seorang anak memiliki panjang atau tinggi badan kurang jika dibandingkan dengan umurnya. Anak dikatakan masuk kategori stunting jika panjang atau tinggi badannya menunjukkan angka di bawah -2 standar deviasi (SD). Terlebih lagi, jika kondisi ini dialami anak yang masih di bawah usia 2 tahun. Masalah kesehatan ini merupakan akibat dari berbagai faktor yang terjadi pada masa lalu. Berbagai faktor tersebut antara lain asupan gizi yang buruk, berkali-kali terserang penyakit infeksi, bayi lahir prematur, serta berat badan lahir rendah (BBLR). Kondisi tidak tercukupinya asupan gizi anak ini biasanya tidak hanya terjadi setelah ia lahir saja, melainkan dimulai sejak ia masih di dalam kandungan. Sebuah studi kasus membuktikan bahwa sekitar 20% kejadian stunting sudah terjadi saat bayi masih berada di dalam kandungan. Hal ini disebabkan oleh asupan ibu selama hamil yang kurang bergizi dan berkualitas sehingga nutrisi yang diterima janin cenderung sedikit. Akhirnya, pertumbuhan di dalam kandungan mulai terhambat dan terus berlanjut setelah kelahiran. Tujuan dari kegiatan ini adalah melakukan penyuluhan terkait edukasi pencegahan stunting anak pada ibu hamil. Metode Pelaksanaan kegiatan ini adalah penyuluhan terkait edukasi pencegahan stunting anak pada ibu hamil, mitra dalam kegiatan pengabdian ini adalah Desa Sijarango I. Simpulan dari kegiatan pengabdian didapatkan pengetahuan ibu hamil semakin baik terkait pencegahan stunting pada anak. Diharapkan setelah dilakukan penyuluhan dan edukasi ini angka kejadian stunting pada anak boleh menurun.