cover
Contact Name
Hamid Mukhlis
Contact Email
jiberdaya@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jiberdaya@gmail.com
Editorial Address
Lucky Arya Residence 2 No 18 RT/RW 003/001 Fajar Agung Barat Kecamatan Pringsewu
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Indonesia Berdaya
Published by Utan Kayu Institute
ISSN : 27163822     EISSN : 27210669     DOI : https://doi.org/10.47679/ib
The aim of this journal publication is to disseminate the conceptual thoughts or ideas and research results that have been achieved in the area of community services. Indonesia Berdaya particularly focuses on the main problems in the development of the sciences of community services areas as follows: - Community Services, People and Health; - Training, Marketing, Appropriate Technology, Design; - Community Empowerment, Social Access; - Student Community Services; - Border Region, Less Developed Region; - Education for Sustainable Development.
Articles 747 Documents
Perlindungan Hak Korban Penyandang Disabilitas dalam Penuntutan Perkara Pidana Kurniawati, Dina; Parman, Lalu; Ufran, Ufran
Indonesia Berdaya Vol 3, No 4: August-October 2022
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.2022347

Abstract

Ketika individu penyandang disabilitas terlibat dalam sistem peradilan pidana, baik sebagai korban, saksi, tersangka, terdakwa, atau terpidana mereka menghadapi ketakutan, prasangka, dan kurangnya pemahaman aparat penegak hukum untuk mengetahui hambatan dan kebutuhan bagi penyandang disabilitas untuk berpartisipasi penuh dalam tiap proses peradilan, termasuk proses penuntutan tentu akan membuat perlindungan hukum terhadap korban penyandang disabilitas menjadi tidak optimal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji faktor-faktor yang mempengaruhi pemenuhan terhadap hak-hak penyandang disabilitas ketika berhadapan dengan hukum atau ketika berada dalam penuntutan perkara pidana. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian hukum normatif, dengan menggunakan pendekatan peraturan perundang-undangan, konseptual, dan pendekatan kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hambatan dan kendala pada saat pembuktian dipersidangan akibat keterbatasan fisik yang dimiliki oleh korban Penyandang Disabilitas. Karena disaat JPU meminta keterangan/kesaksian dari korban Penyandang Disabilitas, mereka mengalami kesulitan dalam berbicara, mendengar, maupun melihat apa yang telah terjadi olehnya sebagai korban kejahatan. Sehingga hal tersebut menuntut adanya terhadap hak-hak mereka ketika berhadapan dengan hukum, khususnya dari segi fasilitas, baik itu bersifat fisik maupun non-fisik.
Poster Tiga Bahasa: Program Bantuan untuk Siswa Mengidentifikasi Nama Sayuran Rachma Rizqina Mardhotillah; Afib Rulyansah; Rizqi Putri Nourma Budiarti; Andini Hardiningrum; Ashfiyatun Najjah
Indonesia Berdaya Vol 4, No 1 (2023)
Publisher : Utan Kayu Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.2023395

Abstract

Terlepas dari upaya pemerintah untuk memasukkan bahasa Inggris ke dalam lingkup konten lokal, beberapa faktor, seperti kekurangan pendidik yang berkualitas dan pendanaan, telah berkontribusi pada hasil yang kurang ideal dalam memperkenalkan bahasa Inggris. Bahasa Kambera menghadapi tantangan serupa karena belum dimasukkan ke dalam sistem pendidikan, khususnya di pusat-pusat perkotaan. Karena bahasa Inggris dan bahasa daerah memainkan peran penting di sekolah dasar sebagai bahasa pengajaran dan sebagai tema, memasukkan unsur bahasa daerah ke dalam pembelajaran adalah langkah yang diperlukan. Untuk membiasakan siswa SD di Waingapu dengan bahasa Inggris dan Kambera, dua bahasa resmi Kabupaten Krucil, proyek Pengabdian Masyarakat ini akan menggunakan poster dengan nama sayuran yang ditulis dalam kedua bahasa tersebut. Metode untuk melaksanakan tugas ini dimulai dengan mengumpulkan dan menganalisis data kualitatif. 50 jenis sayuran yang berbeda ditampilkan di 5 poster, setiap poster berfokus pada salah satu dari tiga kelompok utama: umbi dan akar; biji-bijian dan buah-buahan; dan hijau dan batang. Siswa di Kabupaten Krucil, di mana bahasa Kambera digunakan, tidak berpartisipasi dalam percobaan karena mereka tidak tahu bahasa dan itu bukan bagian dari kurikulum di sekolah mereka. Dapat ditarik kesimpulan bahwa ada kebutuhan yang berkesinambungan dalam masyarakat akan pengajaran bahasa Inggris dan Kambera, serta peningkatan kemampuan linguistik yang ada pada kedua bahasa tersebut. Karena poster dapat digunakan sebagai alat pengajaran di kelas lain, poster juga dapat berkontribusi pada kelangsungan aktivitas jangka panjang.
Pelatihan Pembelajaran Aktif di Sekolah Dasar: Sebuah Experiential Learning sebagai Upaya Mewujudkan Potensi Pembelajaran Aktif Rizqi Putri Nourma Budiarti; Afib Rulyansah; Jauharotur Rihlah; Rachma Rizqina Mardhotillah; Yusril Izza Nurfaiza
Indonesia Berdaya Vol 4, No 1 (2023)
Publisher : Utan Kayu Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.2023379

Abstract

Pelatihan pembelajaran aktif yang didasarkan pada model experiential learning mutlak diperlukan untuk berhasil menerapkan pembelajaran aktif di sekolah dasar. Pembelajaran aktif di kelas adalah sesuatu yang seharusnya dapat digunakan peserta setelah pengalaman ini, menggunakan makna sentral yang mereka pelajari dengan cara yang unik bagi kreativitas mereka sendiri (eksperimen aktif). Kami diberi pelatihan untuk memulai, dan kemudian kami diberi dukungan untuk membuat kami terus melanjutkan. Analisis tes pembelajaran mesin yang baik dan perbandingan skor sebelum dan sesudah tes memungkinkan kita untuk menyimpulkan bahwa pelatihan pembelajaran aktif dengan penekanan pada model pembelajaran aktif berguna untuk meningkatkan pengajaran yang efektif di sekolah dasar. Temuan ini dapat didukung oleh fakta bahwa tes dilakukan. Fasilitator menawarkan pendampingan kepada pendidik selama tahap evaluasi dan tindak lanjut agar pembelajaran aktif dapat diterapkan secara efektif di dalam kelas. Guru yang telah menerima laporan mentoring merasa lebih percaya diri menggunakan strategi langsung yang menarik yang mendorong partisipasi siswa.
Learning English through Literary Works Afandi, Mujad Didien; Muflihah, Tatik; Aquariza, Novi Rahmania; Machmudah, Machmudah
Indonesia Berdaya Vol 3, No 4: August-October 2022
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.2022331

Abstract

Background. The lack of awareness and knowledge possessed by English teachers about the importance of literary works in learning English in elementary schools is a significant factor that makes English learning does not runs optimally. Therefore, this community service program (PKM) needs to be carried out to help students at one of MI (Islamic Elementary School) in Pranti village, Sidoarjo learn English effectively through literary works in the form of fairy tales. Method. The implementation of this program was divided into three stages, namely planning, implementation, and evaluation. At the planning stage, location survey and preliminary observation were conducted to get an overview of the partners. The team also discussed the problems experienced by the school and offered solutions. The implementation stage was carried out by conducting dissemination on learning English through literary works and implementation of English language learning through literary works. This program involved 25 third graders of the MI. Results. The result of the pretest revealed that all of the students (25 students) had unsatisfying scores.  After the implementation, the scores increased. All of the students (100%) achieved satisfying scores. The pretest and posttest scores showed a significantly different result as evidenced by the N-Gain score of 0.72 (72.2%). Conclusion. The community service program reveals that literary works in the form of fairy tales involved in classroom English learning through a short movie and flashcards is fairly effective to help the students learn English, especially in mastering the vocabulary. Abstrak: Kurangnya kesadaran dan pengetahuan yang dimiliki oleh guru bahasa Inggris akan pentingnya karya sastra dalam pembelajaran bahasa Inggris di sekolah dasar menjadi faktor signifikan yang menyebabkan pembelajaran bahasa Inggris menjadi kurang maksimal.Oleh karena itu, program pengabdian kepada masyarakat (PKM) ini perlu dilakukan untuk membantu siswa di salah satu MI (Madrasah Ibtidaiyah) di Desa Pranti, Sidoarjo mempelajari bahasa Inggris secara efektif melaui karya sastra yang berbentuk cerita dongeng. Metode. Pelaksanaan program ini dibagi dalam tiga tahapan, yaitu perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi.  Pada tahap perencanaan, survei lokasi dan observasi awal dilakukan untuk mendapatkan gambaran dari mitra. Tim ini juga mendiskusikan masalah yang dialami oleh sekolah tersebut serta menawarkan solusinya. Tahap pelaksanaan berisi kegiatan diseminasi tentang pembelajaran bahasa Inggris melalui karya sastra (berupa cerita dongeng), implementasi pembelajaran bahasa Inggris melalui karya sastra, monitoring dan bimbingan tentang penggunaan karya sastra dalam pembelajaran bahasa Inggris. Pada tahap terakhir, evaluasi pelaksanaan program dan keberlanjutan program setelah kegiatan PKM selesai. Program ini melibatkan 25 siswa kelas 3 di MI tersebut Hasil. Hasil pretes mengungkapkan bahwa semua siswa (100%) menghasilkan nilai yang tidak memuaskan. Setelah implementasi, nilai mereka meningkat. Semua siswa memperoleh nilai yang memuaskan. Nilai pretes dan posttes menunjukkan perbedaan signifikan yang dibuktikan dengan nilai N-Gain sebesar 0,72 (72,2%). Kesimpulan. Program PKM ini mengungkapkan bahwa karya sastra dalam bentuk cerita dongeng yang dilibatkan dalam pembelajaran bahasa Inggris di kelas melalui film pendek dan flashcards cukup efektif membantu siswa dalam mempelajari bahasa Inggris, khususnya dalam penguasaan kosakata
Implementasi Program Aksara Untuk Mempercepat Peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Kabupaten Banyuwangi Muftiyah, Al; Fitriyah, Fitriyah; Handayani, Suci; Nurhayati, Nurhayati; Saputra, Aswin
Indonesia Berdaya Vol 3, No 3: May-July 2022
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.2022296

Abstract

Community service aims to increase the acceleration of HDI and the welfare of the entire community through the literacy program that has been issued by the Banyuwangi district government with non-formal learning, one of which is PKBM Asri, as well as collaboration with service providers who have carried out socialization and training activities for making knitted mask connector products along with their marketing. capable of providing economic value to society. The benefit for the community itself is business continuity that can improve the quality and standard of living of the community. The methods used are socialization, training, and discussion. The targets are residents of Bedewang village, Songgon district and Temuasri village, Kec. Perfect.
Pelatihan Literasi Digital Bagi Orangtua Dalam Mendampingi Anak Belajar Di Zaman Generasi Milenial Andini Hardiningrum; Destita Shari; Berda Asmara; Muhammad Syaikhon; Djuwari Djuwari; Afib Rulyansyah; Izahrotin Kurnia Devi
Indonesia Berdaya Vol 4, No 1 (2023)
Publisher : Utan Kayu Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.2023369

Abstract

The era of the millennial generation is an era where children quickly adapt to technology and digital media, both in everyday life and in the learning process. Parents of millennial generation children must have excellent digital literacy skills so that they can accompany children to learn according to their times. The concern is whether this digital technology can be used properly or will create new, more extreme problems in children's lives. Children learn digital media with parental assistance, but in reality, many parents are careless and let their children play digital media, namely smartphones freely without supervision, because parents are busy working or do not have time to accompany digitally literate children. So from this problem, it is necessary to give understanding to parents that the importance of parental assistance in the process of digital literacy children. Many parents complain that their children become aggressive, angry, crybaby and want to play their own smartphone without supervision. The content that is seen turns out to be a lot that is less educational and has a negative effect. According to Mustofa (2019), there are nine parts that parents need to understand when literacy is social networking, transliteration, maintaining privacy, managing digital identity, creating content, organizing and sharing content, reusing/repurposing content, filtering and selecting content, self broadcasting. Furthermore, the digital literacy process for children can be taught through several stages, namely: 1) digital literacy movement in the family 2) digital literacy in the school literacy movement 3) digital literacy movement in society (Mustofa, 2019). Abstrak: Zaman generasi milenial adalah zaman dimana anak-anak cepat beradaptasi dengan teknologi dan media digital, baik dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam prses pembelajaran. Orangtua dari anak generasi milenial harus memiliki kemampuan berliterasi digital dengan sangat baik agar dapat mendampingi anak belajar sesuai zamannya. Hal yang menjadi kekhawatiran adalah apakah teknologi digital ini dapat digunakan dengan baik atau akan membuat permasalahan baru yang lebih ekstrim dalam kehidupan anak.  Gencarnya tren literasi digital pada anak usia dini menyebabkan orangtua harus up to date dalam melakukan kegiatan literasi digital. Anak-anak juga harus dapat beradaptasi dengan kondisi tersebut. Anak-anak  belajar media digital harus dengan pendampingan orangtua, namun pada kenyataanya, banyak orangtua banyak yang lengah dan membiarkan anaknya bermain media digital yaitu smartphone dengan bebas tanpa pengawasan dengan alasan orangtua sibuk bekerja atau tidak ada waktu mendampingi anak berliterasi digital. Maka dari permaslaahn tersebut perlu diberikan pemahaman pada orangtua bahwa pentingnya pendampingan orangtua dalam proses anak berliterasi digital. Banyak orangtua yang mengeluhkan anaknya menjadi pribadi agresif, pemarah, cengeng dan semaunya sendiri saat bermain smartphone sendirian tanpa pengawasan. Konten yang dilihat ternyata banyak yang kurang mendidik dan berefek negatif. Menurut Mustofa (2019) Ada sembilan bagian yang perlu dipahami orangtua saat berliterasi adalah social networking, transliterasy, maintaining privasi, managing digital identity, creating content, organizing and sharing content, reusing/repurposing content, filtering and selecting content, self broadcasting. Selanjutnya Proses literasi digital terhadap anak dapat diajarkan melalui beberapa tahapan, yaitu: 1) gerakan literasi digital di dalam keluarga 2) literasi digital dalam gerakan literasi sekolah 3) gerakan literasi digital di dalam masyarakat (Mustofa,2019).
Flipped Learning oleh Guru Sekolah Dasar: Sebuah Program Pengabdian Masyarakat Rulyansah, Afib; Budiarti, Rizqi Putri Nourma; Mardhotillah, Rachma Rizqina; Mariati, Pance; Nurfaiza, Yusril Izza
Indonesia Berdaya Vol 3, No 4: August-October 2022
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.2022321

Abstract

Siswa sekolah dasar sangat terpukul oleh pandemi Covid-19, yang telah mempengaruhi hampir setiap bidang kehidupan mereka. Ada kebutuhan untuk menemukan model pembelajaran alternatif yang memadai dan relevan dengan fitur siswa dan dapat digunakan dalam keadaan terbatas seperti flipped learning. Sebagai bagian dari kontribusi masyarakat ini, Madrasah Ibtidaiyah telah diberi kesempatan untuk menerapkan pembelajaran terbalik sehingga sekolah lain, seperti itu, memiliki kesempatan yang sama untuk mempromosikan pembelajaran yang sukses. Teori flipped learning diperkenalkan pada hari pertama kebaktian ini, yang berlangsung selama dua hari. Sebagai bagian dari layanan ini, peserta pelatihan memiliki pilihan untuk membuat video instruksional yang akan digunakan. Untuk mengintegrasikan flipped learning di madrasah, guru mendampingi seluruh komponen pembelajaran. Menurut rata-rata skor pre-test 40 sampai 70, meningkat 30 persen, pengetahuan guru tentang flipped learning meningkat secara signifikan. Akibatnya, tidak hanya guru yang lebih mampu memahami murid mereka, tetapi siswa dan guru sama-sama mendapatkan perspektif dan perspektif baru tentang pembelajaran secara keseluruhan.
Bantuan Belajar Tematik di Luar Kelas berdasarkan Minat Bakat: Sebuah Program Pengabdian Masyarakat di SDN Jatiadi II Kabupaten Probolinggo Mujad Didien Afandi; Afib Rulyansah; Rizqi Putri Nourma Budiarti; Rachma Rizqina Mardhotillah; Marsella Duwi Septyani
Indonesia Berdaya Vol 4, No 1 (2023)
Publisher : Utan Kayu Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.2023386

Abstract

Melalui penggunaan pendidikan berbasis tema, program ini bermaksud memberikan kesempatan kepada siswa sekolah dasar untuk belajar yang berlangsung di luar pengaturan kelas tradisional. Metode pengajaran dan instruksi digunakan dalam pelaksanaan tugas ini. Siswa kelas I hingga V SDN Jatiadi II yang terletak di Kecamatan Gending Kabupaten Probolinggo mengikuti program ini. Termasuk dalam kegiatan yang dilakukan adalah kegiatan atletik, kegiatan seni, dan kegiatan akademik. Secara khusus, hasil dari upaya yang terkait dengan pemberian layanan: 1) membangkitkan rasa ingin tahu anak-anak dan 2) meningkatkan rasa kompetensi mereka. Hal ini terlihat dari keinginan dan tekad siswa untuk mengambil bagian dalam kesempatan belajar yang tersedia. 2) Siswa lebih mampu mengambil bagian dalam pengejaran yang memanfaatkan keahlian dan minat mereka yang unik. Siswa meningkatkan tingkat keahlian mereka dalam mata pelajaran yang mereka pilih. 3) Reaksi positif dari siswa diterima dalam menanggapi pengenalan program mentorship.
Upaya Peningkatan Pengetahuan Tentang Asam Urat Pada Warga RT.02/03 Kelurahan Pondok Labu Ayuda Nia Agustina; Siti Utami Dewi; Casman Casman; Tjahjanti Kristianingsih; Heny Anidhaa; Daffa Maulana; Fadly Ardiansyah
Indonesia Berdaya Vol 4, No 1 (2023)
Publisher : Utan Kayu Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.2023417

Abstract

Lansia yang menderita penyakit gout artritis sering mengalami kekambuhan, hal ini disebabkan karena adanya hubungan dengan kurangnya pengetahuan dan kesadaran penderita terkait gout artritis, dan dari penyakit tersebut bagi lansia menjadi keluhan utama terutama mengganggu aktivitas sehari-hari. Peran perawat dalam hal ini sangat dibutuhkan guna meningkatkan pengetahuan masyarakat. Tujuan kegiatan ini adalah memberikan edukasi tentang asam urat kepada para lansia di RT 02/03 Kelurahan Pondok Labu. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan oleh dosen bersama mahasiswa dan berkolaborasi dengan para kader. Kegiatan ini diikuti oleh 18 lansia yang tinggal di RT 02/03 Kelurahan Pondok Labu dengan bentuk kegiatan persuasive edukatif yaitu melakukan usaha mempengaruhi dan meyakinkan peserta dengan pemberian pendidikan kesehatan. Sebagai bagian tahap evaluasi, hasil pretest dan posttest menunjukkan peningkatan. Dapat dikatakan bahwa secara umum, kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan memberikan edukasi tentang asam urat ini dapat diterima dengan cukup baik. Hasil akhir dari pemberian edukasi ini berjalan dengan baik, peserta antusias yang dibuktikan dengan beragam pertanyaan yang diajukan, dan timbulnya kepedulian masyarakat terkait makanan yang diperbolehkan dan dibatasi bagi lansia yang memiliki tanda gejala asam urat.
Pelatihan Goal Setting Melalui Pohon Impian Untuk Meningkatkan Kebermaknaan Hidup Mahasiswa Universitas Aisyah Pringsewu Annida Dahrul; Rully Afrita Harlianty; Eka Nurzanah; Riska Agi Sawitri; Hamid Mukhlis; Rehan Dauly Putra; Nuria Audrin Melani
Indonesia Berdaya Vol 4, No 1 (2023)
Publisher : Utan Kayu Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.2023440

Abstract

Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah sebagai wadah mahasiswa di Universitas Aisyah Pringsewu dalam menyampaikan emosi yang mereka rasakan baik yang dipengaruhi bidang akademik, sosial maupun lingkungan yang terealisasikan melalui pohon impian dimana setiap mahasiswa diberikan kebebasan dalam mengekspresikan emosi yang dirasakan. Diharapkan melalui kegiatan ini setiap mahasiswa dapat mencapai kebermaknaan hidup yang sesuai dengan masa perkembangannya melalui pelatihan goal setting. Sasaran Pengabdian Kepada Masyarakat ini adalah mahasiswa Universitas Aisyah Pringsewu dengan jumlah peserta sebanyak 60 orang. Pelatihan goal setting bertujuan untuk mewujudkan dan mendorong kebermaknaan hidup. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat diberikan dengan metode praktek dan diskusi, dimana setiap mahasiswa menuliskan makna dan emosi yang mereka rasakan selanjutnya pohon impian menjadi wadah dimana mahasiswa dapat mengungkapkan emosi. Hasil dari pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat dapat diuraikan dalam indikator sebagai berikut: (1) Peserta dapat mengikuti dengan kondusif dari awal acara hingga akhir pelatihan goal setting, (2) Peserta mahasiswa dapat mengungkapkan emosi (3) Peserta terdorong untuk mewujudkan dan mendorong kebermaknaan hidup.