cover
Contact Name
M. Syaifuddin S.
Contact Email
syaifuddin@stkipjb.ac.id
Phone
+6281456060279
Journal Mail Official
corcysseminar@gmail.com
Editorial Address
Jl. Pattimura III/20 Jombang
Location
Kab. jombang,
Jawa timur
INDONESIA
Prosiding Conference on Research and Community Services
Published by STKIP PGRI Jombang
ISSN : -     EISSN : 26861259     DOI : -
Core Subject : Economy, Education,
CORCYS merupakan konferensi tahunan bersifat nasional yang diadakan oleh Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) STKIP PGRI Jombang yang bertujuan untuk mempublikasikan hasil penelitian dan pengabdian kepada masyarakat dalam bentuk prosiding. Fokus artikel hasil penelitian dan pengabdian yang akan diterbitkan adalah artikel penelitian dan pengabdian kepada masyarakakt bersifat umum yang mencakup; 1) Pendidikan 2) Ekonomi dan Bisnis, 3) Sosial Humaniora, 4) Saintek, 5) Kesehatan, dan 6) Hukum
Articles 544 Documents
PERBANDINGAN EFEKTIFITAS PENERAPAN MODEL ELEKTRONIK PROBLEM BASED LEARNING DAN PROJECK BASED LEARNING TERHADAP MOTIVASI BELAJAR MAHASISWA . Munawaroh; Nanik Sri Setyani; Lina Susilowati
Prosiding Conference on Research and Community Services Vol 3, No 1 (2021): Third Prosiding Conference on Research and Community Services
Publisher : STKIP PGRI Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan perbedaan motivasi belajar mahasiswa pada pengukuran akhir (post-test), dan menjelaskan perbedaan peningkatan (gain) motivasi belajar mahasiswa antara kelas model Elektronik Problem Based Learning (E-PBL) dan model Projeck Based Learning (PjBL). Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode quasi experiment. Desain penelitian eksperimen menggunakan “non – Equivalent group pretes-posttes desain”.Variabel penelitian yaitu  motivasi belajar. Tehnik analisis data menggunakan uji beda melalui independent sampel T-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa1) terdapat perbedaan motivasi belajar mahasiswa pada pengukuran akhir (posttest) antara kelas model E-PBL dengan kelas model  PjBL.2). terdapat perbedaan peningkatan (gain) motivasi belajar mahasiswa antara kelas model E-PBL dengan kelas model PjBL.  Disarankan bahwa penerapan  model E-PBL dan PjBL perlu di perhatikan kesesuaian materi ajar, ketersediaan sarana dan prasarana, serta alokasi waktu.
DESKRIPSI KEMAMPUAN PESERTA DIDIK DALAM MEMECAHKAN MASALAH MATEMATIKA BERDASARKAN TEORI JOHN DEWEY PADA PENERAPAN PENDEKATAN PMRI . Pamiluwati; . Nurwiani; Wiwin Sri Hidayati
Prosiding Conference on Research and Community Services Vol 3, No 1 (2021): Third Prosiding Conference on Research and Community Services
Publisher : STKIP PGRI Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemecahan masalah John Dewey, menjelaskan strategi pembelajaran berdasarkan masalah (problem solving), yaitu : merumuskan masalah, menganalisis masalah, merumuskan hipotesis, mengumpulkan data, pengujian hipotesis,  merumuskan rekomendasi pemecahan masalah. Tahapan pembelajaran PMRI yaitu memahami masalah kontekstual, menjelaskan masalah kontekstual, menyelesaikan masalah kontekstual, membandingkan dan mendiskusikan jawaban, menyimpulkan. Tujuan penelitian ini mendeskripsikan kemampuan peserta didik dalam memecahkan masalah matematika berdasarkan teori pemecahan masalah John Dewey dalam penerapan model PMRI. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Data yang dianalisis adalah data yang didapat dari tes tertulis  pemecahan masalah matematika dan hasil wawancara setelah subjek memecahkan masalah matematika. Data yang diperoleh selanjunya triangulasi melalui pemberian masalah baru yang setara untuk  dipecahkan pada waktu yang berbeda. Subjek adalah peserta didik MTs kelas VII. Data yang sudah diperoleh dalam penelitian ini dianalisis sesuai dengan teknik analisis data yakni mereduksi data, menyajikan data dan menarik kesimpulan. Penelitian ini menghasilkan subjek pada kemampuan matematika tinggi dalam merumuskan masalah: menuliskan yang diketaui dan ditanyakan, menganalisis masalah, melaksanakan: mampu memberikan contoh konkrit dan mengaitkan pengalaman belajar sebelumnya, merumuskan hipotesis: lebih dari satu cara penyelesaian, mengumpulkan data,melaksanakan: menuliskan apa yang diketahui dan menentukah langkah penyelesaian masalah, pengujian hipotesis, : memecahkan masalah,  merumuskan rekomendasi pemecahan masalah: memeriksa langkah penyelesaian dan menentukan jawaban akhir. Subjek pada kemampuan matematika sedang pada merumuskan masalah: menuliskan yang diketahui dan ditanyakan, menganalisis masalah: mampu memberikan contoh konkrit dan mengaitkan pengalaman belajar sebelumnya, merumuskan hipotesis: lebih dari satu cara penyelesaian, mengumpulkan data: menuliskan apa yang diketahui dan menentukah langkah penyelesaian masalah, pengujian hipotesis, : memecahkan masalah,  merumuskan rekomendasi pemecahan masalah: memeriksa langkah penyelesaian dan menentukan jawaban akhir. subjek dengan kemampuan matematika rendah dalam merumuskan masalah,: menuliskan yang diketahui dan ditanyakan, menganalisis masalah: mampu memberikan contoh konkrit dan mengaitkan pengalaman belajar sebeumnya, merumuskan hipotesis: penyelesaian dengan focus pada hitungan angka, mengumpulkan data: menentukah langkah penyelesaian masalah, pengujian hipotesis, : memecahkan masalah,  merumuskan rekomendasi pemecahan masalah: memeriksa langkah penyelesaian dan menentukan jawaban akhir.
ANALISIS KESULITAN SISWA DALAM MENYELESAIKAN MASALAH MATERI BANGUN RUANG SISI DATAR Esty Saraswati Nur Hartiningrum; Yulia Anggraini; . Anzora
Prosiding Conference on Research and Community Services Vol 3, No 1 (2021): Third Prosiding Conference on Research and Community Services
Publisher : STKIP PGRI Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kesulitan belajar siswa dapat diidentifikasi melalui kesalahan-kesalahan siswa dalam menjawab soal. Ada banyak cara untuk menganalisis kesalahan atau kesulitan menyelesaikan masalah matematika. Prosedur Pemecahan masalah yang digunakan dalam penelitian ini yaitu berdasarkan Teori Pemecahan Polya.  Langkah – langkah pemecahan masalah polya yaitu memahami masalah  (understanding the problem), menyusun rencana penyelesaian (devising a plan), melaksanakan rencana penyelesaian (carrying out plan) dan memeriksa hasil yang diperoleh (looking back). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kesulitan siswa kelas VIII SMP Islam Al Ummah yang berkemampuan tinggi, sedang, dan rendah dalam menyelesaikan masalah matematika Bangun Ruang Sisi Datar Balok. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kualitatif. Subjek penelitian adalah 3 siswa dari kelas VIII SMP Islam Al-Ummah yaitu 1 siswa berkemampuan matematika tinggi 1 siswa berkemampuan matematika sedang dan 1 siswa berkemampuan matematika rendah. Metode pengumpulan data menggunakan metode tes dan wawancara. Peneliti menggunakan triangulasi waktu dan teknik analisis  data, penyajian data dan kesimpulan. Berdasarkan analisis data diperoleh hasil bahwa kesulitan siswa berkemampuan tinggi dalam menyelesaikan masalah matematika pada kesulitan melaksanakan rencana penyelesaian  secara lisan dan tertulis, siswa berkemampuan tinggi kesulitan memeriksa hasil yang diperoleh, siswa berkemampuan tinggi tidak mampu  memeriksa dan menceritakan kembali secara urut langkah dan jawaban penyelesaian. Kesulitan siswa berkemampuan sedang dan rendah dalam menyelesaikan masalah matematika tidak mampu menyatakan apa yang ditanyakan dalam soal, tidak mampu merencanakan rumus dan operasi matematika yang akan digunakan dan menceritakan kembali dengan lengkap mengenai rumus dan operasi matematika yang digunakan dalam penyelesaian soal tersebut, dan tidak mampu  memeriksa dan menceritakan kembali secara urut langkah dan jawaban penyelesaian.
PENGEMBANGAN KARAKTER TANGGUNGJAWAB REMAJA DI DESA Selvi Mellenia Putri; Diah Puji Nali Brata
Prosiding Conference on Research and Community Services Vol 3, No 1 (2021): Third Prosiding Conference on Research and Community Services
Publisher : STKIP PGRI Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Remaja diera globalisasi, salah satu masalahnya adalah kurang memiliki karakter tanggungjawab, karakter tanggungjawab penting dimiliki agar para remaja tidak terjebak kedalam pergaulan yang bebas. Salah satu hal yang dapat dilakukan guna membentuk karakter tanggung jawab pada remaja adalah dengan mengikuti organisasi yang ada di desa. Organisasi kemasyarakatan yang bisa diikuti oleh remaja adalah oganisasi karang taruna. Organisasi tersebut diperuntukkan untuk remaja agar para remaja bisa memiliki karakter tanggungjawab pada dirinya. Tujuan dari penelitian adalah (1) untuk mendeskripsikan kondisi remaja, (2) Untuk medeskripsikan peran karang taruna dalam mewujudkan karakter tanggungjawab pada remaja, (3) untuk mendeskripsikan dampak peran karang taruna dalam mewujudkan karakter tanggungjawab pada remaja. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pengumpulan data menggunakan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan (1) kondisi remaja adalah rata-rata remaja lulusan SMP dan SMA, adanya hal tersebut mata pencaharian yang banyak dipilih masyarakat dengan membuka usaha mandiri dan bekerja sebagai karyawan pabrik. (2) peran karang taruna dalam menumbuhkan  tanggungjawab antara lain (a)  Mengajak para remaja untuk berperan aktif dalam organisasi Karang Taruna,dan (b) Menanamkan sikap disiplin.  (3) dampak peran karang taruna pada remaja yaitu (a) menambah teman dan saling mengenal satu sama lain, (b) anggota karang taruna dihormati dan dipercaya oleh masyarakat desa, dan (c) mampu menjaga amanat dari orang lain yang berikan. Pentingnya pembahasan topik peran karang taruna dalam mengembangkan karakter tanggungjawab remaja desa keplaksari adalah untuk mengetahui bagaimana peran karang taruna dalam terwujudnya karakter tanggungjawab pada remaja.
PERAN PERANGKAT DESA UNTUK MENINGKATKAN KESADARAN MASYARAKAT BIDANG PENDIDIKAN Nor Rohmat Syarifuddin; . Winardi
Prosiding Conference on Research and Community Services Vol 3, No 1 (2021): Third Prosiding Conference on Research and Community Services
Publisher : STKIP PGRI Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan diharapkan bahwa dapat menjadi tonggak utama dalam pembangunan dan penjagaan kelangsungan kehidupan masyarakat desa. Pemerintah desa memiliki wewenang dalam perencanaan program pembangunan salah satunya dalam bidang pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesadaran masyarakat pada pendidikan, dan mendeskripsikan peran perangkat desa  dalam meningkatkan kesadaran masyarakat dalam bidang pendidikan. Jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan  bahwa  kurang adanya kesadaran masyarakat pada pendidikan sehingga angka putus sekolah cukup tinggi. Peran Perangkat Desa dalam meningkatkan kesadaran masyarakat pada bidang pendidikan adalah memberikan fasilitas kepada masysrakat pada pendidikan non formal, memberikan pembinaan kepada masyarakat tentang pentingnya pendidikan, melakukan koordinasi dengan Dinas Pendidikan, dan optimalisasi rencana strategis pembangunan desa sebagai  terwujudnya suatu sumber daya manusia  yang unggul .
PERANAN ILMU DALAM BERKEMBANGNYA FAHAM ISLAM INTOLERAN Risda Sufidiana; Jamilatul Mala; . Masyhuri
Prosiding Conference on Research and Community Services Vol 3, No 1 (2021): Third Prosiding Conference on Research and Community Services
Publisher : STKIP PGRI Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Maraknya faham intoleran di Indonesia menyebabkan perpecahan. Pemikiran-pemikiran yang berdasarkan rasio dan tidak dilandasi dengan ilmu Islam membuat seseorang terjerumus kedalam pemikiran dan perbuatan yang justru menjauh dari ajaran yang sebenarnya. Penelitian ini bertujuan agar masyarakat memahami pentingnya peranan ilmu pengetahuan dalam perkembangan zaman agar tidak terjerumus pada paham intoleran. Dengan adanya ilmu yang berkembang yang dilandasi dengan Alquran dan hadits yang diharapkan mampu mengimbangi perkembangan yang ada. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan menggunakan pendekatan fenomenologi. Peneliti mengambil sumber data dari dokumentasi. Dalam penelitian ini ditemukan ayat Al-quran yang menjadi dasar faham intoleran yang tidak dikaji susuai asbabun nuzulnya. Hal ini berdampak pada aksi menyeleweng dari pancasila dan nasionalisme. Perkembangan ini berpotensi menggeser cara pandang budaya Indonesia, berpotensi mengarah pada demonstrasi kekejaman dan matinya falsafah Pancasila.
ANALISIS KUALITAS BELAJAR MATEMATIKA DITINJAU DARI JENIS KELAMIN PADA SISWA KELAS VIII MTsN 4 JOMBANG Ainur Rosyidah; . Nurwiani; Abd. Rozak
Prosiding Conference on Research and Community Services Vol 3, No 1 (2021): Third Prosiding Conference on Research and Community Services
Publisher : STKIP PGRI Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif untuk mendeskripsikan: (1) kualitas belajar matematika subjek laki-laki kelas VIII MTsN 4 Jombang, (2) kualitas belajar matematika subjek perempuan kelas VIII MTsN 4 Jombang. Subjek penelitian adalah 1 siswa laki-laki dan 1 siswa perempuan. Metode pengumpulan data menggunakan tes, observasi dan wawancara. Penentuan keabsahan data menggunakan triangulasi waktu. Hasil penelitian menunjukkan  bahwa: (1) kualitas belajar matematika subjek laki-laki kelas VIII MTsN 4 Jombang yaitu: Pada indikator mengetahui  hasil belajar ranah kognitif, subjek  menuliskan yang diketahui  dan   ditanya pada soal yang diberikan, Pada persiapan hasil belajar ranah psikomotor subjek menggunakan alat yang digunakan untuk mengerjakan soal, dan pada hasil belajar ranah afektif subjek memiliki sikap tanggung jawab yaitu subjek segera mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru. Pada  indikator memahami hasil belajar ranah kognitif subjek menuliskan model matematika dari soal yang diberikan, pada hasil belajar ranah afektif subjek memiliki sikap tanggung jawab yaitu subjek memeriksa kembali hasil pekerjaannya, subjek memiliki sikap jujur karena subjek mengerjakan soal dengan kemampuannya sendiri. Selain itu subjek juga memiliki sikap percaya diri subjek berani bertanya ketika ada pernyataan yang kurang jelas pada soal. Pada indikator menerapkan  hasil belajar ranah kognitif, subjek melakukan perhitungan dalam menyelesaikan soal, pada proses hasil belajar ranah psikomotor subjek mengoperasikan cara menentukan titik koordinat, subjek menggambar bidang koordinat cartesius tetapi subjek lupa tidak menempatkan atau menuliskan titik koordinat pada bidang koordinat cartesius dari masing-masing persamaan, subjek menggabungkan 2 titik koordinat dan membuat garis lurus  dari masing-masing persamaan, kemudian subjek menempatkan titik potong dari 2 persamaan, tetapi subjek kurang percaya diri pada  hasil belajar ranah afektif subjek tidak mengerjakan tugas dengan lengkap dan tepat. Pada indikator mengevaluasi/menyimpulkan  hasil belajar ranah kognitif subjek menyimpulkan hasil penyelesaian soal, pada hasil belajar ranah psikomotor subjek dapat menggambar grafik dengan rapi dan jelas, dan pada hasil belajar ranah afektif subjek memiliki sikap disiplin yaitu subjek  mengumpulkan tugas tepat waktu. (2) kualitas belajar matematika subjek perempuan kelas VIII MTsN 4 Jombang yaitu: Pada indikator mengetahui  hasil belajar ranah kognitif, subjek menuliskan yang diketahui  dan  ditanya dari soal yang diberikan, pada persiapan hasil belajar ranah psikomotor subjek menggunakan alat untuk mengerjakan soal, dan pada hasil belajar ranah afektif subjek memiliki rasa tanggung jawab yaitu subjek segera mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru. Pada indikator  memahami hasil belajar ranah kognitif subjek menuliskan model matematika dari soal yang diberikan, pada hasil belajar ranah afektif subjek memiliki sikap tanggung jawab yaitu subjek memeriksa kembali hasil pekerjaanya, subjek memiliki sikap jujur karena subjek mengerjakan soal dengan kemampuannya sendiri, dan subjek juga memiliki sikap percaya diri, subjek berani bertanya ketika ada pernyataan yang kurang jelas pada soal. Pada indikator menerapkan hasil belajar ranah kognitif subjek melakukan perhitungan dalam menyelesaikan soal, pada proses hasil belajar ranah psikomotor  subjek mengoperasikan cara menentukan titik koordinat, subjek menggambar bidang koordinat cartesius, subjek menempatkan titik koordinat pada bidang koordinat cartesius dari masing-masing persamaan, kemudian subjek menggabungkan 2 titik koordinat dan membuat garis lurus  dari masing-masing persamaan, dan subjek menempatkan titik potong dari 2 persamaan. Pada hasil belajar ranah afektif subjek memiliki sikap percaya diri yaitu subjek mengerjakan tugas  dengan lengkap dan tepat. Pada indikator mengevaluasi/menyimpulkan pada hasil belajar ranah kognitif, subjek menyimpulkan hasil penyelesaian soal, pada hasil belajar ranah psikomotor subjek dapat menggambar grafik dengan rapi dan jelas, sementara pada hasil belajar ranah afektif subjek memiliki sikap disiplin yaitu subjek mengumpulkan tugas tepat waktu
PENGARUH STRATEGI GIVING QUESTION AND GETTING ANSWER (GQGA) TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS VIII MTS AL-ASY’ARIYAH Anidiya Agustina; Ririn Febriyanti
Prosiding Conference on Research and Community Services Vol 3, No 1 (2021): Third Prosiding Conference on Research and Community Services
Publisher : STKIP PGRI Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proses pendidikan yang terencana ini diarahkan untuk mewujudkan suasana  belajar dan proses pembelajaran, hal ini berarti pemilihan strategi pembelajaran yang tepat dapat menciptakan sauasana belajar yang menyenangkan. Strategi pembelajaran yang digunakan adalah strategi pembelajaran aktif Giving Question and Getting Answer (GQGA). Pada dasarnya strategi ini dikembangkan untuk melatih siswa memiliki kemampuan dan ketrampilan bertanya dan menjawab pertanyaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada atau tidaknya pengaruh strategi pembelajaran aktif Giving Question and Getting Answer (GQGA) terhadap hasil belajar matematika siswa kelas VIII  MTs Al-Asy’ariyah. Penelitian ini merupakan penelitian True-eksperimental Design dengan design, Posttest-Only Control Design. Populasinya adalah siswa kelas VIII MTs Al-Asy’ariyah. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini adalah Simple Random Sampling. Peneliti ini menggunakan dua kelompok sampel, sampel pertama siswa kelas VIII-A sebagai kelas eksperimen, dan sampel kedua siswa kelas VIII-B sebagai  kelas kontrol. Metode pngumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode tes. Instrumen yang digunakan adalah lembar tes hasil belajar matematika yang berbentuk uraian sebanyak 5 soal. Teknik analisis data yang dilakukan dengan analisis statistik  dengan uji-t menggunakan program SPSS for windows versi 20. Hasil uji-t diperoleh nilai  dimana . Hal tersebut berarti bahwa nilai  , sehingga  ditolak dengan kata lain   diterima. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh strategi pembelajaran aktif  Giving Question and Getting Answer (GQGA) terhadap hasil belajar matematika siswa kelas VIII  MTs Al-Asy’ariyah.
ANALISIS TRIARKI INTELEGENSI MAHASISWA DALAM MEMECAHKAN MASALAH Nandita Ayunengdyah
Prosiding Conference on Research and Community Services Vol 3, No 1 (2021): Third Prosiding Conference on Research and Community Services
Publisher : STKIP PGRI Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Intelegensi merupakan kemampuan seseorang dalam memahami lingkungan dan memecahkan masalah. Sebagai calon guru matematika maka mahasiswa harus mempunyai intelegensi yang tinggi, karena calon guru matematika harus mampu mengusai pemecahan masalah matematika, oleh karena itu mahasiswa calon guru matematika penting untuk memiliki ketiga aspek triarki intelegensi yaitu analitik, kretatif, dan praktis. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan triarki intelegensi mahasiswa dalam memecahkan masalah. Penulis menggunakan teori Triarki Intelgensi dan juga teori pemecahan masalah yang dikemukakan oleh Sternberg sebagai dasar untuk menganalisis data. Subjek dalam penelitian ini yaitu satu orang mahasiswa S1 Pendidikan Matematika yang memiliki IPK tertinggi. Instrumen penelitian berupa pedoman wawancara dan lembar tes pemecahan masalah materi induksi matematika. Teknik pengumpulan data menggunakan metode wawancara, metode tes, dan dokumentasi. Teknik kebsahan data pada penelitian ini menggunakan trianggulasi waktu. Data yang diperoleh dianalisis melalui tiga tahap yaitu reduksi data, penyajian data, dan simpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa yang memiliki IPK tertinggi memiliki tiga aspek triarki intelegensi yaitu analitik, kreatif, dan praktis.
BUNISHING BUREAUCRACY SYSTEM DALAM PENCEGAHAN KORUPSI, KOLUSI, DAN NEPOTISME (KKN) Bambang Martin Baru; Sripeni Rusbiyanti; Retno Iswati
Prosiding Conference on Research and Community Services Vol 3, No 1 (2021): Third Prosiding Conference on Research and Community Services
Publisher : STKIP PGRI Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Korupsi birokratis sampai saat ini belum mampu dituntaskan, karena masih banyak kasus korupsi yang menjerat pejabat publik baik ditingkat pusat, daerah dan bahkan di desa. Terdapat dua faktor yang menonjol sebagai penyebab maraknya praktek korupsi birokratis, yaitu: faktor manusia, dan faktor sistem. Faktor manusia menunjukkan bahwa setiap pegawai publik harus memiliki moralitas dan integritas yang tinggi untuk selalu menjalankan tugas pelayanan publik dengan baik. Sedangkan faktor sistem, menyangkut prosedur yang dimungkinkan untuk meminimalisir terjadinya potensi penyimpangan dengan memanfaatkan ITI dalam proses pelayanan publik. Untuk itu, diperlukan penataan sistem birokrasi yang kredibel dengan orientasi capaian kinerja yang efektif dan efisien. Banishing Bureaucracy System sebagai strategi dalam membangun pemerintahan yang bersih, bebas dari unsur korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN), berupa program meredifinikan secara jelas visi, misi, tujuan dan fungsi utama pemerintah yaitu melayani masyarakat dengan mengedepankan perubahan dan dinamika sosial. Lima strategi perubahan sistem birokrasi itu, adalah: Strategi inti (centre strategy), Strategi konsekuensi (consequency strategy), Strategi pelanggan (customer strategy), dan Strategi budaya (cultural strategy).