cover
Contact Name
Asri Mutiara Putri
Contact Email
asri@malahayati.ac.id
Phone
+628595912060
Journal Mail Official
psikologi@malahayati.ac.id
Editorial Address
Program Studi Psikologi UNIVERSITAS MALAHAYATI Jl. Pramuka No. 27 Kemiling Bandar Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Psikologi Malahayati
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 26568551     EISSN : 26847469     DOI : https://doi.org/10.33024/jpm.v2i2
JPM provides a platform to publish scientific articles about psychology, especially public mental health. It also seeks to advance the quality of research by introducing or elaborating new methods in psychology. This journal contains a script on Mental Health that includes: Fundamentals of Psychology Public Mental Health Clinical Psychology Educational Psychology Industrial and organizational psychology
Articles 157 Documents
KESEJAHTERAAN PSIKOLOGIS DITINJAU DARI PERSPEKTIF PENDIDIKAN PADA MAHASISWA TULI Puspita, Aghi Viona Semas; Musslifah, Anniez Rachmawati; Putri, Dhian Riskiana
Jurnal Psikologi Malahayati Vol 7, No 2 (2025): Jurnal Psikologi Malahayati
Publisher : Program Studi Psikologi Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jpm.v7i2.18950

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji gambaran kesejahteraan psikologis pada mahasiswa tuli di Universitas Sahid Surakarta dari perspektif pendidikan dengan berfokus pada dukungan sosial. Penelitian mengenai kesejahteraan psikologis ini penting untuk memahami kebutuhan spesifik mahasiswa tuli dan mengembangkan strategi dalam membantu meraih pengalaman akademik yang seimbang. Studi ini menggunakan metode kualitatif dengan observasi dan wawancara mendalam terhadap 7 mahasiswa tuli selama satu bulan dengan latar belakang pendidikan yang sama namun pada usia yang berbeda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dukungan sosial dengan teman dan dosen memiliki pengaruh signifikan terhadap kesejahteraan psikologis pada mahasiswa tuli. Temuan dalam penelitian ini menekankan pentingnya memahami dukungan dalam bidang pendidikan yang layak untuk menjaga kesejahteraan psikologis pada mahasiswa tuli. Kata Kunci: Kesejahteraan Psikologis, Mahasiswa Tuli, Pendidikan  AbstractThis study aims to examine the description of psychological well-being in deaf students at Sahid University Surakarta from an educational perspective by focusing on social support. Research on psychological well-being is important to understand the specific needs of deaf students and develop strategies to help achieve a balanced academic experience. This study uses qualitative methods with observation and in-depth interviews with 7 deaf students for one month with the same educational background but at different ages. The results showed that social support from friends and lecturers have a significant influence on psychological well-being in deaf students. The findings in this study emphasise the importance of understanding support in the field of proper education to maintain psychological well-being in deaf students. Keywords: Psychological Well-Being, Deaf Students, Education
HUBUNGAN ANTARA KECERDASAN SOSIAL DENGAN PENYESUAIAN DI PERGURUAN TINGGI MAHASISWA TAHUN PERTAMA Sekeon, Treysita Jelita
Jurnal Psikologi Malahayati Vol 7, No 2 (2025): Jurnal Psikologi Malahayati
Publisher : Program Studi Psikologi Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jpm.v7i2.16600

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan signifikan antara kecerdasan sosial dengan penyesuaian di perguruan tinggi dengan melibatkan 212 mahasiswa tahun pertama Universitas Kristen Satya Wacana. Penelitian ini menggunakan adaptasi dari kuesioner SACQ untuk mengukur penyesuaian diri di perguruan tinggi dan skala TSIS untuk mengukur kecerdasan sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hampir seluruh dimensi dalam kecerdasan sosial memiliki hubungan positif yang signifikan dengan beberapa dimensi dalam penyesuaian di perguruan tinggi, namun ada juga beberapa dimensi dalam kecerdasan sosial yang tidak memiliki hubungan dengan beberapa dimensi dalam penyesuaian di perguruan tinggi.  Selain itu, sebagian besar mahasiswa tahun pertama Universitas Kristen Satya Wacana memiliki skor sedang dalam setiap dimensi kecerdasan sosial dan setiap dimensi penyesuaian diri. Implikasi dari hasil penelitian ini ialah mahasiswa dapat meningkatkan kecerdasan sosialnya agar mampu untuk menyesuaikan diri, dosen dapat membantu mahasiswa mengatasi tantangan penyesuaian diri dan kecerdasan sosial, dan universitas dapat melakukan pengembangan kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kecerdasan sosial dan penyesuaian di perguruan tinggi. Kata Kunci: Kecerdasan Sosial, Mahasiswa Tahun Pertama, Penyesuaian di Perguruan Tinggi AbstractThis study aims to determine the significant relationship between social intelligence and adjustment in college by involving 212 first-year students of Satya Wacana Christian University. This study used an adaptation of the SACQ questionnaire to measure student adjustment to college and TSIS scale to measure social intelligence. The results of the research show that almost all dimensions of social intelligence have a significant positive relationship with several dimensions of adjustment in college, but there are also several dimensions of social intelligence that have no relationship with several dimensions of adjustment in college.  In addition, most first-year students at Satya Wacana Christian University have moderate scores in each dimension of social intelligence and each dimension of self-adjustment. The implications of the results of this study are that students can improve their social intelligence to be able to adjust, lecturers can help students overcome the challenges of college adjustment and social intelligence, and universities can develop activities aimed at improving social intelligence and adjustment in college. Keywords: Social Intelligence, First-Year College Students, Student Adjustment to College 
HUBUNGAN ANTARA HARGA DIRI DENGAN COMPULSIVE BUYING PADA MAHASISWA DI KOTA MANADO Sangki, Maria Aprillia Angela; Rahayu, Maria Nugraheni Mardi
Jurnal Psikologi Malahayati Vol 7, No 2 (2025): Jurnal Psikologi Malahayati
Publisher : Program Studi Psikologi Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jpm.v7i2.16533

Abstract

Abstrak Gaya hidup masyarakat di Kota Manado yang sangat memperhatikan penampilan, menjadi latar belakang terbentuknya motto “biar kalah nasi, mar nda kalah aksi”. Hal ini diyakini oleh seluruh kalangan masyarakat, dengan memiliki penampilan baik dan menarik individu akan merasa lebih berharga. Salah satu cara yang dilakukan untuk menunjang penampilan adalah dengan berbelanja. Akan tetapi, kegiatan berbelanja yang dilakukan mengarah pada perilaku berbelanja yang disebut compulsive buying. Hal ini menunjukkan bahwa harga diri sebagai stimulus yang bisa mendorong individu untuk berperilaku kompulsif. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan yang signifikan antara harga diri dengan compulsive buying pada mahasiswa di Kota Manado. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode analisis Spearman rank correlation coefficients. Terdapat 226 mahasiswa di Kota Manado, berusia 18-24 tahun yang menjadi partisipan dalam penelitian ini. Penelitian ini menggunakan Edwards Compulsive Buying Scales dan Rosenberg Self Esteem Scales. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan negatif yang signifikan antara harga diri dan compulsive buying. Implikasi dari penelitian ini diharapkan mahasiswa dapat lebih bisa untuk menghargai diri sendiri sehingga dapat mengurangi perilaku berbelanja yang mengarah pada compulsive buying. Kata Kunci: Compulsive Buying, Harga Diri, Mahasiswa AbstractThe lifestyle of the people in the city of Manado, who place a strong emphasis on appearance, serves as the backdrop for the formation of the motto "biar kalah nasi, mar nda kalah aksi". This is believed by the entire community, as having a good and attractive appearance makes individuals feel more valuable. One of the ways to support this appearance is through shopping. However, shopping activities often lead to a behavior known as compulsive buying. This indicates that self-esteem is a stimulus that can drive individuals to engage in compulsive behavior. The purpose of this research is to determine the significant relationship between self-esteem and compulsive buying among students in Manado. This study employs a quantitative approach with the Spearman rank correlation coefficients analysis method. There were 226 students in Manado, aged 18-24 years, who participated in this research. The study utilized the Edwards Compulsive Buying Scales and Rosenberg Self Esteem Scales. The results of this research show a significant negative relationship between self-esteem and compulsive buying. This research implies that it is hoped that students can learn to value themselves more, thereby reducing shopping behaviors that lead to compulsive buying. Keywords: Compulsive Buying, Self-Esteem, Students
HUBUNGAN ANTARA KESEPIAN DENGAN ADIKSI INTERNET PADA REMAJA Marlina, Neni; Sujarwo, Sawi
Jurnal Psikologi Malahayati Vol 7, No 2 (2025): Jurnal Psikologi Malahayati
Publisher : Program Studi Psikologi Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jpm.v7i2.16696

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara Kesepian dengan Adiksi Internet pada remaja di desa Gajah Mati. Metode pengumpulan data menggunakan dua skala yaitu skala kesepian menggunakan UCLA Loneliness Scale Versi 3 dan skala Adiksi Internet menggunakan Internet Addiction Test (IAT). Sebanyak 142 remaja awal sampai dengan remaja akhir yang menjadi sampel dalam penelitian ini, penetapan sampel dilakukan pada remaja dikarenakan remaja menggunakan internet dalam kehidupan sehari-harinya yang berkaitan dengan ciri-ciri dari adiksi internet. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hipotesis diterima yaitu terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara Kesepian dengan Adiksi Internet Pada Remaja di Desa Gajah Mati. Temuan ini menunjukkan bahwa kesepian dapat menyebabkan seseorang menggunakan internet secara berlebihan, penting untuk meningkatkan kesadaran bagi remaja untuk membatasi penggunaan internet yang berlebihan dengan mencari aktivitas yang membangun dan bermanfaat. Kata Kunci: Adiksi Internet, Kesepian dan Remaja AbstractThis study aims to determine the relationship between Loneliness and Internet Addiction in adolescents in Gajah Mati Village. The data collection method uses two scales, namely the loneliness scale using the UCLA Loneliness Scale Version 3 and the Internet Addiction scale using the Internet Addiction Test (IAT). A total of 142 early to late adolescents were the samples in this study, the determination of the sample was carried out on adolescents because adolescents use the internet in their daily lives which are related to the characteristics of internet addiction. The result of this study indicate that the hypothesis is accepted, namely that there is a positive and significant relationship between Loneliness and Internet Addiction in Adolescents in Gajah Mati Village. These findings indicate that loneliness can cause someone to use the internet excessively, it is important to increase awareness for adolescents to limit excessive internet use by looking for constructive and useful activities. Keywords: Internet Addiction, Loneliness and Adolescents
PENGARUH MEDIA MOTION FOOT TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR GEOMETRI PADA SISWA KELAS IV Fadia, Nabila; Mawardah, Mutia
Jurnal Psikologi Malahayati Vol 7, No 2 (2025): Jurnal Psikologi Malahayati
Publisher : Program Studi Psikologi Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jpm.v7i2.16628

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh media motion foot terhadap kemampuan berpikir Geometri Siswa Kelas IV SDN 1 Pangkalan Lampam. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pre-eskperimental dengan design one group pretest-posttest design. Sampel penelitian ini adalah sepuluh siswa kelas IV SDN 1 Pangkalan Lampam. Hasil analisis dari penelitian ini adalah paired sampel t-test. Hasil penelitian menunjukkan ada pengaruh media motion foot yang sangat signifikan terhadap kemampuan berpikir geometri pada siswa kelas IV SDN 1 Pangkalan Lampam. Berdasarkan hasil penelitian ini, penggunaan media Motion Foot dapat dijadikan sebagai alternatif efektif dalam pembelajaran geometri, terutama untuk meningkatkan pemahaman siswa terhadap konsep-konsep geometri yang bersifat abstrak. Interaksi langsung dan feedback yang diberikan oleh media ini memperkuat pemahaman serta memenuhi berbagai gaya belajar siswa, sehingga membuat pembelajaran geometri menjadi lebih menarik dan efektif. Kata Kunci: Pendidikan, Motion Foot, Geometri AbstractThe purpose of this study is to determine the effect of Motion Foot media on the geometric thinking skills of fourth grade students of SDN 1 Pangkalan Lampam. The research method used in this study is Pre-experimental with One Group Pretest-Posttest Design. Research sample in thi study was ten fourth grade students of SDN 1 Pangkalan Lampam. The results  shows there is a very significant effect of motion foot media on geometric thinking skills in fourth grade students of SDN 1 Pangkalan Lampam. Based on the results of this research, the use of Motion Foot media can be used as an effective alternative in learning geometry, especially to increase students' understanding of abstract geometric concepts. It is hoped that teachers can integrate this motion media-based technology into learning to increase student motivation and learning outcomes. This research also opens up opportunities for the development of a more interactive and technology-based curriculum in mathematics education at the elementary level. Keywords: Education, Motion Foot, Geometry
ALIENASI REMAJA PUTRI AKIBAT ORANG TUA BERCERAI Isniya, Rachmatul; Kurniawan, Afif
Jurnal Psikologi Malahayati Vol 7, No 2 (2025): Jurnal Psikologi Malahayati
Publisher : Program Studi Psikologi Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jpm.v7i2.19270

Abstract

Abstrak Alienasi Remaja Putri akibat orang tua bercerai adalah keadaan di mana remaja menjauhkan diri dari lingkungan sekitar karena adanya perubahan yang telah dialami, di mana orang tua dari remaja tersebut memutuskan untuk berpisah atau bercerai. Remaja Putri dengan orang tua bercerai dalam penelitian ini menjadi konteks pendukung penelitian di mana remaja putri dengan usia 12-20 tahun yang telah mengalami perceraian orang tua. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui alienasi remaja putri dengan orang tua yang bercerai dan juga mengetahui relasi sosial remaja putri setelah terjadinya perceraian orang tua. Penelitian ini merupakan penelitian dengan metode kualitatif dan pendekatan yang digunakan pada penelitian kali ini adalah pendekatan studi kasus. Subjek merupakan tiga remaja putri dengan orang tua bercerai. Pada penelitian ini, peneliti menggunakan teknik purposive untuk menentukan partisipan. Berdasarkan dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa alienasi muncul ketika orang tua tidak berperan sebagaimana mestinya, adanya penolakan dari lingkungan juga menimbulkan terjadinya alienasi pada partisipan. Setelah perceraian terjadi partisipan mengalami perubahan seperti menyendiri, kurang percaya diri dalam bersosialisasi dan menghindari dari lingkungan sekitar. Gambaran alienasi lebih terlihat pada partisipan satu dan tiga dibandingkan partisipan dua, hal ini dikarenakan peran orang tua setelah perceraian terjadi. Kata Kunci: Alienasi, Remaja Putri, Perceraian  AbstractAlienation of Adolescent Girls Due to Parental Divorce is a situation where adolescents distance themselves from their surroundings due to changes that have been experienced, where the parents of the adolescents decide to separate or divorce. Adolescent girls with divorced parents in this study are the supporting context of the study where adolescent girls aged 12-20 years have experienced parental divorce. This study aims to determine the alienation of adolescent girls with divorced parents and also to determine the social relations of adolescent girls after the divorce of their parents. This study is a qualitative study and the approach used in this study is a case study. The subjects were three adolescent girls with divorced parents. In this study, researchers used purposive techniques to determine participants. Based on the results of the study, it can be concluded that alienation arises when parents do not play their role as they should, rejection from the environment also causes alienation in participants. After the divorce, participants experienced changes such as being alone, lacking self-confidence in socializing and avoiding the surrounding environment. The picture of alienation was more visible in participants one and three compared to participant two, this was due to the role of parents after the divorce occurred. Keywords: Alienation, Adolescents Girl, Divorce
HUBUNGAN ANTARA KETIDAKPUASAN BENTUK TUBUH DENGAN PERILAKU DIET WANITA DEWASA AWAL Cosella, Messy
Jurnal Psikologi Malahayati Vol 7, No 2 (2025): Jurnal Psikologi Malahayati
Publisher : Program Studi Psikologi Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jpm.v7i2.20473

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara ketidakpuasan bentuk tubuh dengan perilaku diet wanita dewasa awal. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif korelasional. Penelitian ini dilakukan terhadap 106 orang subjek wanita dewasa awal di Universitas Katolik Soegijapranata Semarang. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala perilaku diet dan skala ketidakpuasan bentuk tubuh. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan spearman rho. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan antara perilaku diet dengan ketidakpuasan bentuk tubuh wanita dewasa awal, dengan sumbangan efektif sebesar 71.4%. Implikasi penting bagi pengembangan intervensi psikologis dan program edukasi untuk mengelola ketidakpuasan tubuh secara lebih sehat. Kata Kunci: Perilaku Diet, Ketidakpuasan Bentuk Tubuh, Wanita Dewasa Awal   AbstractThis study aims to determine the relationship between body shape dissatisfaction and diet behavior in early adult women. The research method used in this study is quantitative correlational. This study was conducted on 106 early adult female intake at Soegijapranata Catholic University, Semarang. The measuring instruments used in this study were the diet behavior scale and the body shape dissatisfaction scale. Data obtained were analyzed using Spearman’s Rho. The results of this study shows that there is a significant positive relationship between diet behavior and body shape dissatisfaction in early adult women, with an effective contribution of 71.4%. An important implication for the development of psychological interventions and educational programs to manage body dissatisfaction in a healthier way. Keywords: Dieting Behavior, Body Shape Dissatisfaction, Early Adult Woman
RESILIENSI DALAM PERNIKAHAN: PEREMPUAN DENGAN PASANGAN PETER PAN SYNDROME Sutarjo, Triyani; Pratiwi, Shinta; Iswindari, Mulya Virgonita
Jurnal Psikologi Malahayati Vol 7, No 2 (2025): Jurnal Psikologi Malahayati
Publisher : Program Studi Psikologi Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jpm.v7i2.17119

Abstract

AbstrakPernikahan adalah ikatan legal dan resmi antara dua individu. Menurut hukum, berbagai hak dan kewajiban pasangan diatur melalui pernikahan. Istri memiliki hak dan kewajiban yang sama seperti suami. Namun perempuan dengan pasangan Peter Pan Syndrome mengalami tekanan emosi berkepanjangan dan berdampak pada diri sendiri, anak dan pernikahan. Untuk mencegah pernikahan dalam situasi seperti ini, dibutuhkan pendekatan khusus agar terbentuk resiliensi. Tujuan penelitian adalah untuk mengeksplorasi resiliensi perempuan yang menikah dengan pasangan yang memiliki Peter Pan Syndrome Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang menggunakan wawancara dan pengisian kuesioner. Jumlah peserta yang diambil melalui wawancara dan kuesioner adalah empat belas orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa alasan utama perempuan dengan pasangan PPS mempertahankan pernikahan adalah pertimbangan anak. Mereka percaya bahwa menerima situasi sebagai takdir atau nasib. Perempuan lebih banyak menekan emosi dalam menjalani kehidupan, yang berdampak pada kesehatan mental, kemajuan pertumbuhan dan perkembangan anak yang kurang memuaskan. Implikasi penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan baru dalam upaya memahami dinamika pernikahan yang melibatkan Peter Pan Syndrome dan strategi resiliensi yang dapat diterapkan dan memberikan implikasi praktis yang signifikan bagi konselor pernikahan, psikolog, dan praktisi kesehatan mental dalam membantu pasangan yang menghadapi tantangan serupa. Kata Kunci: Resiliensi, Pernikahan, Peter Pan Syndrome, Perempuan AbstractMarriage is a legal and official bond between two individuals. According to law, various rights and obligations of partners are regulated through marriage. Wives have the same rights and obligations as husbands. However, women with Peter Pan Syndrome partners experience prolonged emotional stress and this has an impact on themselves, their children and their marriage. To prevent marriage in situations like this, a special approach is needed to build resilience. The aim of the research is to find out how women handle PPS partners so that they can survive. This research uses a qualitative approach using interviews and filling out questionnaires. The number of participants taken through interviews and questionnaires was fourteen people. The research results show that the main reason why women with PPS partners maintain their marriage is consideration of children. They believe that accepting situations as destiny or fate. Women suppress more emotions in living their lives, which has an impact on mental health, unsatisfactory growth and development of children. The implications of this research are expected to provide new insights in efforts to understand the dynamics of marriage involving Peter Pan Syndrome and the resilience strategies that can be applied. Keywords: Resilience, Marriage, Peter Pan Syndrome, Women
HUBUNGAN ANTARA KONTROL DIRI DENGAN CYBERSTALKING PADA REMAJA AKHIR Purwanto, Joko; Rinaldi, Martaria Rizky
Jurnal Psikologi Malahayati Vol 7, No 2 (2025): Jurnal Psikologi Malahayati
Publisher : Program Studi Psikologi Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jpm.v7i2.20459

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan antara kontrol diri dengan perilaku cyberstalking pada remaja akhir di Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif korelasional dengan teknik pengambilan sampel non-probability sampling melalui metode convenience sampling. Partisipan dalam penelitian ini sebanyak 153 remaja berusia 18-22 tahun yang aktif menggunakan media sosial. Data dikumpulkan melalui skala cyberstalking dan skala kontrol diri yang telah teruji reliabilitasnya. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan positif signifikan antara kontrol diri dengan perilaku cyberstalking (r = .220; p = .006). Temuan ini menandakan bahwa remaja akhir dengan kontrol diri yang tinggi cenderung memiliki tingkat perilaku cyberstalking yang tinggi pula. Hasil penelitian ini berbeda dengan temuan sebelumnya yang menunjukkan hubungan negatif antara kontrol diri dengan perilaku cyberstalking. Implikasi penelitian ini menggarisbawahi perlunya pendekatan yang lebih komprehensif dalam memahami faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku cyberstalking, terutama di kalangan remaja akhir. Kata Kunci: Cyberstalking, Kontrol Diri, Media Sosial, Remaja Akhir   AbstractThis study aims to identify the relationship between self-control and cyberstalking behavior in late adolescents in Indonesia. The research method used is quantitative correlational with a non-probability sampling technique through convenience sampling. Participants in this study were 153 adolescents aged 18-22 years who actively use social media. Data were collected using a cyberstalking scale and a self-control scale with proven reliability. The results showed a significant positive relationship between self-control and cyberstalking behavior (r= .220; p = .006). These findings indicate that late adolescents with high self-control tend to have high levels of cyberstalking behavior. This result differs from previous findings which showed a negative relationship between self-control and cyberstalking behavior. The implications of this study highlight the need for a more comprehensive approach to understanding the factors influencing cyberstalking behavior, especially among late adolescents. Keywords: Cyberstalking, Self-Control, Social Media, Late Adolescents
GAMBARAN STRATEGI KOPING KORBAN CYBERBULLYING MELALUI SECOND ACCOUNT INSTAGRAM Ratte, Maryanti Mien; Murdiana, Sitti
Jurnal Psikologi Malahayati Vol 7, No 2 (2025): Jurnal Psikologi Malahayati
Publisher : Program Studi Psikologi Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jpm.v7i2.20504

Abstract

Abstrak Cyberbullying adalah tindakan agresi  melalui teknologi informasi dan komunikasi yang dilakukan oleh individu atau kelompok kepada individu lainnya. Tindakan ini berdampak negatif terhadap korban. Salah satu solusi mengatasi dampak negatif cyberbullying adalah menerapkan strategi koping terdapat korban cyberbullying yang membuat dan lebih aktif menggunakan second account Instagram sebagai strategi koping pasca cyberbullying. Tujuan penelitian adalah mengetahui motivasi dan gambaran strategi koping korban cyberbullying melalui second account Instagram serta pengaruhnya terhadap kehidupannya. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Penelitian dilakukan terhadap dua responden utama yang merupakan mahasiswa korban cyberbullying dan aktif menggunakan second account Instagram pasca cyberbullying. Gambaran strategi koping melalui second account Instagram adalah menceritakan tentang permasalahan, daily activity, mengungkapkan kekesalan, emosi atas pengalaman cyberbullying. Setelah melakukan strategi koping dirasakan emosi lebih stabil, bebas bermedia sosial, dapat mengekspresikan emosi negatif dan lebih terbuka pasca cyberbullying yang dialami. Temuan dari penelitian ini dapat menjadi referensi untuk penelitian lanjutan dan intervensi tentang cyberbullying, terutama terkait strategi koping korban cyberbullying Kata Kunci: Cyberbullying, Second Account Instagram, Strategi Koping AbstractCyberbullying is an act of aggression through information and communication technology carried out by individuals or groups against other individuals. This action has a negative impact on the victim. One solution to overcome the negative impact of cyberbullying is to implement a coping strategy. There are victims of cyberbullying who create and are more active in using a second account Instagram as a coping strategy after cyberbullying. The aim of the research is to find out the motivation and description of the coping strategies of cyberbullying victims through a second account Instagram and its influence on their lives. The research uses qualitative methods with a case study approach. The research was conducted on two main respondents who were students who were victims of cyberbullying and actively used a second account Instagram after cyberbullying. The description of the coping strategy through the second Instagram account is telling about problems, daily activities, expressing frustration and emotions regarding cyberbullying experiences. After implementing coping strategies, they felt that their emotions were more stable, they were free to use social media, they were able to express negative emotions and were more open after the cyberbullying they experienced. The findings from this research can be a reference for further research and intervention on cyberbullying, especially regarding coping strategies for cyberbullying victims. Keywords: Coping Strategy, Cyberbullying, Second Account Instagram