cover
Contact Name
Asri Mutiara Putri
Contact Email
asri@malahayati.ac.id
Phone
+628595912060
Journal Mail Official
psikologi@malahayati.ac.id
Editorial Address
Program Studi Psikologi UNIVERSITAS MALAHAYATI Jl. Pramuka No. 27 Kemiling Bandar Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Psikologi Malahayati
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 26568551     EISSN : 26847469     DOI : https://doi.org/10.33024/jpm.v2i2
JPM provides a platform to publish scientific articles about psychology, especially public mental health. It also seeks to advance the quality of research by introducing or elaborating new methods in psychology. This journal contains a script on Mental Health that includes: Fundamentals of Psychology Public Mental Health Clinical Psychology Educational Psychology Industrial and organizational psychology
Articles 157 Documents
THE RELATIONSHIP BETWEEN HARDINESS AND SOCIAL ANXIETY IN ADOLESCENTS Wardani, Patrisia Shiela; Sembiring, Rudangta Arianti
Jurnal Psikologi Malahayati Vol 7, No 2 (2025): Jurnal Psikologi Malahayati
Publisher : Program Studi Psikologi Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jpm.v7i2.21918

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara hardiness dengan kecemasan sosial pada remaja. Sebanyak 48 remaja berusia 13–15 tahun dipilih sebagai partisipan dengan menggunakan teknik accidental sampling. Pengukuran dilakukan dengan menggunakan skala “SAS-A (Social Anxiety Scale for Adolescents)” oleh La Greca dan Lopez (1993) serta DRS-15 oleh Bartone yang kemudian dimodifikasi oleh penulis. Analisis data menggunakan teknik korelasi Spearman’s Rho. Berdasarkan hasil penelitian, dapat diketahui bahwa hardiness tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan kecemasan sosial. Implikasi hasil penelitian ini perlu dilakukan penelitian lebih lanjut tentang faktor lain yang lebih berperan terhadap kecemasan sosial. Kata Kunci: Hardiness; Kecemasan Sosial; Remaja Abstract  This study aims to determine the relationship between hardiness and social anxiety in adolescents. A total of 48 adolescents were selected as participants with an age range of 13-15 years and using accidental sampling techniques. Measurements were made using the "SAS A (Social Anxiety Scale for Adolescents)" scale by La Greca and Lopez (1993) and DRS-15 by Bartone which was later modified by the author. Data analysis used the Spearman's Rho correlation technique. Based on the results of the study it can be seen that hardiness does not have a significant relationship with social anxiety. The implication of the result of this study require further research on other factors that play a greater role in social anxiety. Keywords: Adolescents; Hardiness; Social Anxiety 
HUBUNGAN ANTARA MINDFULNESS DENGAN FLOW PADA DOSEN DI UNIVERSITAS TEKNOLOGI SUMBAWA Junaidin, Junaidin Junaidin; Maisury, Meri; Atmasari, Ayuning; Hartini, Roni; Erliana, Yossy Dwi
Jurnal Psikologi Malahayati Vol 7, No 2 (2025): Jurnal Psikologi Malahayati
Publisher : Program Studi Psikologi Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jpm.v7i2.16361

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara Mindfulness dengan Flow pada Dosen Universitas Teknologi Sumbawa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif yang mana jenis penelitiannya bersifat korelasional. Penelitian ini dilakukan di Universitas Teknologi Sumbawa dengan jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian ini berjumlah 72 subjek. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan antara Mindfulness dengan Flow pada Dosen yang berarti semakin tinggi Mindfulness pada Dosen Universitas Teknologi Sumbawa maka semakin tinggi Flow-nya begitu pun sebaliknya semakin rendah Mindfulness Dosen Universitas Teknologi Sumbawa maka semakin rendah Flow-nya. Penelitian ini memberi implikasi pada pentingnya mindfullness untuk mendukung peningkatan keberfungsian dan kebermaknaan dosen dalam menjalankan peran dan tanggungjawab tridarmanya. Kata Kunci: Mindfullness, Flow, Dosen    AbstractThis study aims to determine the relationship between Mindfulness and Flow in Sumbawa Technology University Lecturers. This research uses a quantitative approach where the type of research is correlational. This research was conducted at Sumbawa Technology University with the number of samples used totaling 72 subjects. The results showed a significant positive relationship between Mindfulness and Flow in Lecturers, which means that the higher then Mindfulness of Sumbawa Technology University Lecturers, the higher the Flow and vice versa the lower the Mindfulness of Sumbawa Technology University Lecturers, the lower the Flow. The research has implication on the importance of mindfulness to support the improvement of functionality and meaningfulness in lecturers in carrying out their duty and responsibilities. Keywords: Mindfulness, Flow, Lecturers
PERILAKU AGRESIF SISWA SMK: PERAN KELEKATAN ORANG TUA DAN TEMAN SEBAYA Syavira, Tania; Rahman, Puspa Rahayu Utami; Aisha, Dinda
Jurnal Psikologi Malahayati Vol 7, No 2 (2025): Jurnal Psikologi Malahayati
Publisher : Program Studi Psikologi Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jpm.v7i2.20915

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kelekatan orang tua dan kelekatan teman sebaya terhadap perilaku agresif pada siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Sampel dalam penelitian ini berjumlah 270 siswa berusia 15–18 tahun. Instrumen yang digunakan meliputi Inventory of Parent and Peer Attachment (IPPA) untuk mengukur kelekatan, serta The Buss-Perry Aggression Questionnaire untuk mengukur perilaku agresif. Hasil analisis menunjukkan bahwa kelekatan teman sebaya memiliki pengaruh yang lebih besar terhadap perilaku agresif dibandingkan kelekatan orang tua. Secara keseluruhan, kedua variabel tersebut memberikan kontribusi sebesar 12,7% terhadap perilaku agresif, dengan kelekatan orang tua menyumbang sebesar 0,6% dan kelekatan teman sebaya sebesar 12,1%. Sisanya dipengaruhi oleh faktor-faktor lain di luar variabel yang diteliti. Kata Kunci: Kelekatan Orang Tua, Kelekatan Teman Sebaya, Perilaku Agresif, Siswa SMK  AbstractThis study aims to examine the influence of parental attachment and peer attachment on aggressive behavior among vocational high school (SMK) students. The sample consisted of 270 students aged 15–18 years. The instruments used in this study were the Inventory of Parent and Peer Attachment (IPPA) to measure attachment, and the Buss-Perry Aggression Questionnaire to assess aggressive behavior. The results of the hypothesis testing indicated that peer attachment had a greater influence on aggressive behavior than parental attachment. Together, the two variables contributed 12.7% to aggressive behavior, with parental attachment accounting for 0.6% and peer attachment 12.1%. The remaining variance is attributed to other unexamined factors. Keywords: Parent Attachment, Peer Attachment, Aggressive Behavior, Vocational High School Students
Konseling Realitas Teknik Want, Doing, Evaluation dan Plan (WDEP) Untuk Menurunkan Inferiority feeling Remaja Yatim di Panti Asuhan Asnandari, Rona Badya; Setiawan, Nugroho Arief
Jurnal Psikologi Malahayati Vol 7, No 2 (2025): Jurnal Psikologi Malahayati
Publisher : Program Studi Psikologi Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jpm.v7i2.19232

Abstract

Abstrak Remaja yatim di panti asuhan rentan merasa tidak berdaya, memicu inferiority feeling yang mempengaruhi interaksi sosial dan perkembangan mereka, sehingga membutuhkan penanganan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah konseling realitas dengan teknik want, doing, evaluation, dan plan (WDEP) dapat menurunkan inferiority feeling pada remaja yatim di panti asuhan. Penelitian ini adalah jenis eksperimen semu menggunakan desain Pre-test post-test control group design. Partisipan diambil dengan purposive sampling, melibatkan 36 remaja yatim berusia 11-18 tahun yang dibagi ke dalam dua kelompok yaitu eksperimen dan kontrol. Metode pengumpulan data menggunakan skala inferiority feeling dan dianalisis menggunakan uji-t. Hasil analisis menunjukkan penurunan signifikan pada inferiority feeling kelompok eksperimen, dari rata-rata 90,67 menjadi 86,33. Penelitian ini menunjukkan bahwa konseling realitas teknik WDEP efektif untuk menurunkan inferiority feeling pada remaja yatim. Hasil penelitian ini dapat diterapkan dalam program pendampingan psikologis di panti asuhan untuk mendukung perkembangan mereka. Kata kunci: Inferiority feeling; Konseling Realitas teknik Want, Doing, Evaluation dan Plan (WDEP); Remaja Yatim; Panti asuhan AbstractOrphaned adolescents in orphanages are vulnerable to feelings of powerlessness, which can trigger inferiority feelings that affect their social interactions and development, thus requiring intervention. This study aims to determine whether reality counseling using the WDEP technique (Want, Doing, Evaluation, and Plan) can reduce inferiority feelings in orphaned adolescents living in orphanages. This study is a type of quasi-experiment used a pre-test post-test control group design. Participants were selected through purposive sampling, involving 36 orphaned adolescents aged 11–18, divided into experimental and control groups. Data were collected using an inferiority feeling scale and analyzed using using a t-test. The results showed a significant decrease in the experimental group’s inferiority feelings, from an average of 90.67 to 86.33. This study indicates that reality counseling using the WDEP technique is effective in reducing inferiority feelings among orphaned adolescents. The findings can be applied in psychological support programs in orphanages to foster healthy development. Keywords: Inferiority feeling; Reality Therapy Technique Want, Doing, Evaluation, and Plan (WDEP); Orphaned Adolescents; Orphanage
PENGARUH CELEBRITY WORSHIP TERHADAP IMPULSIVE BUYING PADA PENGGEMAR K-POP Putri, Apin Choirunnisa; Nurhayaty, Any; Khairani, Khairani
Jurnal Psikologi Malahayati Vol 7, No 2 (2025): Jurnal Psikologi Malahayati
Publisher : Program Studi Psikologi Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jpm.v7i2.21939

Abstract

Abstrak Impulsive buying merupakan perilaku pembelian yang tidak direncanakan, dipengaruhi oleh reaksi emosional, dan cenderung dilakukan secara spontan akibat faktor eksternal, salah satunya adalah ketertarikan terhadap figur selebritas. Dalam konteks budaya K-Pop, fenomena ini dikenal dengan istilah celebrity worship. Tujuan penelitian ini adalah untuk menggambarkan tingkat celebrity worship dan impulsive buying yang dialami oleh penggemar K-Pop serta menganalisis pengaruh keduanya dalam konteks psikologis. Metode penelitian adalah metode kuantitatif dengan melibatkan 286 responden yang dipilih melalui purposive sampling. Alat ukur yang digunakan mencakup skala Celebrity Attitude Scale dan skala impulsive buying yang telah diadaptasi. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi linier sederhana. Hasil penelitian yaitu ada pengaruh yang signifikan antara celebrity worship dengan impulsive buying pada penggemar K-Pop sebesar 77.8%. Dengan demikian hipotesis yang diajukan penelitian diterima. Implikasi dari temuan ini adalah keterikatan emosional yang berlebihan terhadap selebritas dapat menjadi faktor psikologis yang mendorong perilaku konsumtif yang tidak terkontrol. Oleh karena itu, penting bagi individu, terutama remaja dan dewasa muda, untuk meningkatkan kesadaran diri dan kemampuan pengelolaan emosi dalam menghadapi pengaruh media dan budaya populer agar dapat mengambil keputusan pembelian yang lebih rasional dan bijaksana. Kata Kunci: Pemuja Selebriti, Pembelian Impulsif, Fans K-Pop AbstractImpulsive buying is purchasing behavior that is not planned, is influenced by emotional reactions and is carried out spontaneously due to external factors, one of which is attraction to celebrities. In K-Pop culture, this phenomenon is known as celebrity worship. The purpose of this study is to describe the level of celebrity worship and impulsive buying experienced by K-Pop fans and analyze the influence of both in a psychological context. The research method is quantitative involving 286 respondents, selected through purposive sampling. The measuring instruments used include the Celebrity Attitude Scale that has been adapted and the adapted impulsive buying scale. The data analysis technique used in this study is simple linear regression analysis. The results of the study are that there is a significant influence between celebrity worship and impulsive buying on K-Pop fans with an effect size of 77.8%. Thus, the hypothesis proposed by the study was accepted. The implication of these findings is that excessive emotional attachment to celebrities can be a psychological factor that encourages uncontrolled consumptive behavior. Therefore, it is important for individuals, especially adolescents and young adults, to improve their self-awareness and emotion management skills in the face of media influence and popular culture in order to make more rational and thoughtful purchasing decisions. Keywords: Celebrity Worship, Impulsive Buying, K-Pop Fans
PERGULATAN ETIKA DAN MOTIVASI: PERSPEKTIF PSIKOLOGI TERHADAP CONTRACT CHEATING DI KALANGAN MAHASISWA Oktavianti, Mediantari; Suryanto, Suryanto
Jurnal Psikologi Malahayati Vol 8, No 1 (2026): Jurnal Psikologi Malahayati
Publisher : Program Studi Psikologi Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jpm.v8i1.19925

Abstract

Abstrak Maraknya praktik contract cheating di kalangan mahasiswa merupakan bentuk kecurangan akademik yang berpotensi merusak integritas pendidikan tinggi. Penelitian kualitatif ini menggunakan pendekatan grounded theory dengan metode wawancara mendalam untuk mengeksplorasi karakteristik, dinamika perilaku, dan faktor-faktor yang memengaruhi contract cheating. Analisis data dilakukan menggunakan axial coding dan conditional/consequential coding. Partisipan dalam penelitian ini adalah mahasiswa yang pernah menggunakan layanan joki tugas, dengan rentang usia 18-25 tahun. Hasil penelitian mengidentifikasi dua tema utama dalam dinamika perilaku contract cheating: (1) Sikap terhadap contract cheating, di mana partisipan umumnya memiliki pandangan positif terhadap praktik ini; dan (2) Strategi regulasi perilaku, yang mencakup berbagai cara yang digunakan partisipan untuk menghindari deteksi. Selain itu, penelitian ini menemukan bahwa faktor pendorong contract cheating terdiri atas faktor internal dan eksternal. Faktor internal meliputi efikasi diri dan manajemen waktu, sedangkan faktor eksternal mencakup normalisasi contract cheating dalam lingkungan pertemanan serta kemudahan akses terhadap layanan tersebut. Temuan ini memberikan wawasan mendalam mengenai mekanisme yang menopang contract cheating dan menekankan pentingnya kebijakan institusional untuk menjaga integritas akademik. Kata Kunci: Contract Cheating, Grounded Theory, Joki Tugas, Kecurangan Akademik, Mahasiswa. AbstractThe prevalence of contract cheating among university students represents a form of academic dishonesty that threatens the integrity of higher education. This qualitative study employs a grounded theory approach using in-depth interviews to explore the characteristics, behavioral dynamics, and influencing factors of contract cheating. Data analysis was conducted using axial coding and conditional/consequential coding. The participants in this study were students aged 18–25 who had previously used academic ghostwriting services. The findings identify two main themes in the behavioral dynamics of contract cheating: (1) Attitudes toward contract cheating, where participants generally held positive views about this practice; and (2) Behavioral regulation strategies, which encompass various methods employed by participants to avoid detection. Furthermore, this study reveals that the driving factors behind contract cheating consist of both internal and external factors. Internal factors include self-efficacy and time management, while external factors involve the normalization of contract cheating within peer environments and the accessibility of such services. These findings provide in-depth insights into the mechanisms sustaining contract cheating and highlight the importance of institutional policies in maintaining academic integrity. Keywords: Academic Dishonesty; Academic Ghostwriter; Contract Cheating; Grounded Theory; University Students.
APAKAH MUSIK KLASIK MASIH MENJADI STIMULUS DAYA INGAT JANGKA PENDEK BAGI GEN Z? Aprilian, Widya Wahyuningsih; Yanti, Rita; Taufik, A.M. Zulfikar; Bakar, Resekiani Mas; Dzikrayafi, Andi Muh.N.
Jurnal Psikologi Malahayati Vol 8, No 1 (2026): Jurnal Psikologi Malahayati
Publisher : Program Studi Psikologi Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jpm.v8i1.20806

Abstract

AbstrakPenelitian ini membahas efektivitas musik klasik sebagai stimulus daya ingat jangka pendek pada generasi Z. Musik klasik telah lama diyakini mampu meningkatkan konsentrasi dan daya ingat, namun relevansinya pada generasi Z yang tumbuh di era digital menjadi pertanyaan. Studi ini menggunakan pendekatan eksperimen dengan desain posttest only terhadap 22 mahasiswa dari Universitas Haluoleo Kendari yang termasuk dalam kategori Generasi Z dengan tingkat kecerdasan rata-rata. Para partisipan dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok eksperimen yang diberikan perlakuan mendengarkan musik klasik Mozart dan kelompok kontrol yang tidak diberikan stimulus. Hasilnya menunjukkan bahwa meskipun beberapa individu masih merasakan manfaat positif, sebagian besar partisipan menunjukkan bahwa musik klasik justru cenderung mengganggu konsentrasi mereka dalam daya ingat jangka pendek. Rata-rata skor daya ingat kelompok kontrol lebih tinggi dibandingkan kelompok eksperimen, namun hasil uji t-test menunjukkan tidak ada perbedaan yang signifikan secara statistik. Kesimpulan dari penelitian ini menyatakan bahwa efektivitas musik klasik sebagai stimulus memori jangka pendek pada Gen Z cenderung menurun, sehingga diperlukan pendekatan baru yang lebih relevan dengan preferensi generasi ini. Kata Kunci: Eksperimen, Music Klasik, Daya Ingat Jangka Pendek, Gen Z  AbstractThis study examines the effectiveness of classical music as a stimulus for short-term memory in Generation Z. While classical music has long been believed to enhance concentration and memory, its relevance to Generation Z who have grown up in the digital era raises questions. This research employed an experimental approach using a posttest-only design involving 22 students from Halu Oleo University in Kendari, all categorized as Generation Z with average intelligence levels. Participants were divided into two groups: an experimental group exposed to Mozart’s classical music and a control group that received no auditory stimulus. The results indicated that although some individuals reported positive effects, the majority found that classical music tended to disrupt their concentration during short-term memory tasks. The control group showed a higher average memory score than the experimental group; however, a t-test revealed no statistically significant difference between the two. The study concludes that the effectiveness of classical music as a short-term memory stimulus for Generation Z appears to be declining, suggesting a need for new approaches that better align with the preferences of this generation. Keywords: Experiment, Classical Music, Short Term Attention Span, Gen Z