cover
Contact Name
Asri Mutiara Putri
Contact Email
asri@malahayati.ac.id
Phone
+628595912060
Journal Mail Official
psikologi@malahayati.ac.id
Editorial Address
Program Studi Psikologi UNIVERSITAS MALAHAYATI Jl. Pramuka No. 27 Kemiling Bandar Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Psikologi Malahayati
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 26568551     EISSN : 26847469     DOI : https://doi.org/10.33024/jpm.v2i2
JPM provides a platform to publish scientific articles about psychology, especially public mental health. It also seeks to advance the quality of research by introducing or elaborating new methods in psychology. This journal contains a script on Mental Health that includes: Fundamentals of Psychology Public Mental Health Clinical Psychology Educational Psychology Industrial and organizational psychology
Articles 157 Documents
KECERDASAN EMOSI TERHADAP ORGANIZATIONAL CITIZENSHIP BEHAVIOR (OCB) KARYAWAN RUMAH SAKIT Nababan, Feby Theresya Valentina; Wijono, Sutarto
Jurnal Psikologi Malahayati Vol 6, No 2 (2024): Jurnal Psikologi Malahayati
Publisher : Program Studi Psikologi Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jpm.v6i2.12796

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh signifikan kecerdasan emosi terhadap organizational citizenship behavior. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Populasi dari penelitian ini adalah karyawan Rumah Sakit Gunung Jati Kota Cirebon dengan jumlah sampel 113 karyawan. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling. Metode pengumpulan data menggunakan dua skala, yaitu Skala Organizational Citizenship Behavior (OCB) (39 aitem α = 0.905) dan Skala Kecerdasan Emosi (20 aitem α = 0.920). Hasil penelitian menunjukkan ada pengaruh yang signifikan antara kecerdasan emosi terhadap organizational citizenship behavior pada karyawan Rumah Sakit Gunung Jati Kota Cirebon sebesar 14,9%. Penting bagi karyawan memaksimalkan kecerdasan emosi yang dimiliki agar dapat mendukung peningkatan organizational citizenship behavior. Kata Kunci: Kecerdasan Emosi, Organizational Citizenship Behavior, Karyawan   AbstractThis study aims to determine the significant influence of emotional intelligence on organizational citizenship behavior. This writer uses a quantitative approach. The population of this study was employees of Gunung Jati Hospital Cirebon City with a total subject number of 113 employees. The sampling technique used is purposive sampling. The data collection method uses two scales, namely the Organizational Citizenship Behavior (OCB) Scale (39 items α = 0.905) and the Emotional Intelligence Scale (20 items α = 0.920). The results showed there is a significant influence of emotional intelligence on organizational citizenship behavior in employees of Gunung Jati Hospital Cirebon City in total 14.9%. It is important for employees to maximize their emotional intelligence to support improvement in organizational citizenship behavior. Keywords: Emotional Intelligence, Organizational Citizenship Behavior, Employee
PENGARUH STATUS SOSIAL EKONOMI DAN KONSEP DIRI TERHADAP KECENDERUNGAN CONDUCT DISORDER PADA REMAJA Putri, Dede Adella Rahma; junaidi, Junaidi; Putri, Asri Mutiara
Jurnal Psikologi Malahayati Vol 6, No 2 (2024): Jurnal Psikologi Malahayati
Publisher : Program Studi Psikologi Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jpm.v6i2.9093

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh antara status sosial ekonomi dan konsep diri terhadap kecenderungan conduct disorder pada remaja. Desain penelitian ini adalah penelitian kuantitatif yang dilakukan pada 395 siswa SMA di Bandar Lampung dengan kriteria siswa laki-laki dan perempuan usia 16-18. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini pengukuran kecenderungan conduct disorder menggunakan skala kecenderungan conduct disorder, skala konsep diri, serta data demografi. Analisis data menggunakan analisis regresi berganda. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa ada pengaruh antara status sosial ekonomi dan konsep diri dengan kecenderungan conduct disorder yang dimana konsep diri merupakan prediktor utama dalam pengaruhnya terhadap kecenderungan conduct disorder. Berdasarkan pada hasil penelitian, maka tinggi atau rendah nya status sosial ekonomi seseorang tidak memiliki kaitan dengan kecenderungan conduct disorder sedangkan dalam penelitian ini variabel konsep diri memiliki hubungan terhadap kecenderungan conduct disorder pada remaja. Diharapkan hasil penilitian ini dapat memberikan implikasi kepada berbagai pihak seperti orang tua, pemerintah, masyarakat dan peneliti selanjutnya, seperti halnya dengan mengarahkan remaja yang memiliki kecenderungan conduct disorder ke lingkungan yang lebih positif dengan memberikan bimbingan agar mereka dapat memahami konsep diri yang mereka terapkan dalam kehidupan sehari-hari. Kata Kunci: Konsep Diri, Kecenderungan Conduct Disorder, Status Sosial Ekonomi  AbstractThis study aims to determine the effect between socioeconomic status and self-concept with the tendency of conduct disorder in adolescents. This research design is a quantitative study conducted on 395 high school students in Bandar Lampung with the criteria of male and female students aged 16-18. Data collection techniques in this study measured the tendency of conduct disorder using the conduct disorder tendency scale, self-concept scale, and demographic data. Data analysis using multiple regression analysis. The results of this study indicate that there is an effect between socioeconomic status and self-concept with the tendency of conduct disorder where self-concept is the main predictor in its effect on the tendency of conduct disorder. Based on the results of the study, the high or low socioeconomic status of a person has no relation to the tendency of conduct disorder while in this study the self-concept variable has a relationship to the tendency of conduct disorder in adolescents. It is hoped that the results of this research can provide implications for various parties such as parents, government, society and further researchers, as well as directing adolescents who have a tendency to conduct disorder to a more positive environment by providing guidance so that they can understand the self-concept that they apply in their daily lives. Keywords: Self-Concept, Tendency of conduct disorder, Socioeconomic Status
PENGARUH KEADILAN ORGANISASI TERHADAP KEPUASAN KERJA KARYAWAN OPERATOR GARDU INDUK Akbar, Azis; Mora, Linda; Rahman Hakim, Arif
Jurnal Psikologi Malahayati Vol 6, No 1 (2024): Jurnal Psikologi Malahayati
Publisher : Program Studi Psikologi Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jpm.v6i1.10674

Abstract

Abstrak Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menguji pengaruh keadilan organisasi terhadap kepuasan kerja karyawan operator gardu induk di Karawang. Partisipan dalam penelitian ini berjumlah 147 karyawan operator gardu induk di Karawang, yang bekerja di salah satu perusahaan di bidang kelistrikkan. Teknik sampling dalam penelitian ini adalah teknik sampling total. Kepuasan kerja diukur dengan menggunakan Job Satisfaction Scale (JSS) dari Spector, sedangkan keadilan organisasi diukur menggunakan skala keadilan organisasi berdasarkan teori dari Wirawan. Analisis data yang digunakan adalah analisis regresi linear sederhana. Hasil analisis menunjukan bahwa keadilan organisasi memiliki pengaruh 40,8 persen terhadap kepuasan kerja. Implikasi hasil penelitian ini adalah perusahaan perlu mengutamakan keadilan organisasi untuk meningkatkan kepuasan kerja karyawan yang diharapkan turut berdampak pada produktifvitas kinerja. Kata kunci: Kepuasan Kerja, Keadilan Organisasi, Operator Gardu Induk  AbstractThe purpose of this study is to examine the effect of organizational justice on job satisfaction of substation operator employees in Karawang. The participants in this study were 147 substation operator employees in Karawang, who worked at a company in the electricity sector. The sampling technique in this study is the total sampling technique. Job satisfaction is measured usingJob Satisfaction Scale (JSS) from Spector, while organizational justice is measured using an organizational justice scale based on the theory from Wirawan. Analysis of the data used is a simple linear regression analysis usingsoftware JASP version 0.16.3. The results of the analysis show the value of the coefficient of determination (R2) of 0.408 which means that organizational justice has an influence of 40.8 percent to work satisfaction. The implication pf this study is companies need to prioritize organizational justice to increase job satisfaction which is expected to have an impact on productivity. Keywords: Job Satisfaction, Organizational Justice, Substation Operators
PERILAKU CYBERBULLYING: SIKAP, NORMA SUBJEKTIF DAN PERSEPSI KONTROL PERILAKU PADA REMAJA GEN Z Maharani, Sridatin Tia; Salsabila, Mustamira Sofa
Jurnal Psikologi Malahayati Vol 6, No 2 (2024): Jurnal Psikologi Malahayati
Publisher : Program Studi Psikologi Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jpm.v6i2.16097

Abstract

Abstrak Cyberbullying adalah sebuah kejahatan yang dilakukan kepada orang lain dengan cara mengirimkan hal yang bersifat merugi atau serangan dengan menggunakan teknologi digital atau internet. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana hubungan aktivitas cyberbullying remaja Gen Z dengan sikap, norma subjektif, dan kontrol perilaku yang dirasakan. Accidental sampling digunakan dalam proses pengumpulan data, dengan jumlah sampel 220 peserta. Remaja gen Z, berusia 18 hingga 21 tahun, yang merupakan pengguna media sosial yang rajin, memenuhi kriteria tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara perilaku cyberbullying dengan sikap, norma subjektif dan persepsi kontrol perilaku pada remaja gen Z. Sebagai implikasi dari penelitian ini adalah perlu adanya perhatian dan edukasi khusus untuk para remaja gen Z agar dapat bersikap baik dan bijak, dapat mengontrol perilaku terkait perilaku cyberbullying, sehingga dapat mengurangi tingkat perilaku cyberbullying yang ada. Kata Kunci: Perilaku Cyberbullying, Sikap, Norma Subjektif, Persepsi Kontrol Perilaku  Abstract Cyberbullying is a crime committed against other people by sending harm or attacks using digital technology or the internet. The aim of this research is to find out how the cyberbullying activities of Gen Z teenagers relate to attitudes, subjective norms and perceived behavioral control. Accidental sampling was used in the data collection process, with a sample size of 220 participants. Gen Z teenagers, aged 18 to 21 years, who are avid social media users, meet these criteria. The results of the research shows that there is a relationship between cyberbullying behavior and attitudes, subjective norms and perceptions of behavioral control in Gen Z teenagers. The implication of this research is that there needs to be special attention and education for Gen Z teenagers so that they can behave kindly and wisely, can control behavior related to cyberbullying behavior, so that it can reduce the level of existing cyberbullying behavior. Keywords: Cyberbullying Behavior, Attitudes, Subjective Norms, Perceived Behavior Control
GAMBARAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN REMAJA PUTRI YANG MELAKUKAN PERNIKAHAN DINI PADA KELUARGA PENERIMA BANTUAN Putri, Paula; Yuwono, Emmanuel Satyo
Jurnal Psikologi Malahayati Vol 6, No 2 (2024): Jurnal Psikologi Malahayati
Publisher : Program Studi Psikologi Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jpm.v6i2.10508

Abstract

Abstrak Pernikahan dini adalah peristiwa pernikahan yang dilakukan oleh anak dibawah 16 tahun pada perempuan, dan dibawah 19 tahun bagi laki laki. Meskipun sudah di tetapkan minimal usia bagi pasangan yang hendak menikah, namun pernikahan dini masih banyak terjadi di Indonesia. Penelitian ini bertujuan agar mengetahui gambaran pengambilan keputusan remaja putri yang melakukan pernikahan dini pada keluarga penerima bantuan sosial. Metode penelitian dalam penelitian ini adalah kualitatif. Pengumpulan data sendiri dilakukan berdasarkan faktor stressor, indikator ketahanan dan pembuatan keputusan. Teknik pengumpulan data sendiri menggunakan wawancara semi terstuktrur dan observasi. Partisipan yang terlibat dalam penelitian ini adalah tiga ibu rumah tangga yang menikah di bawah 17 tahun. Hasil  dari penelitian ini menunjukan bahwa pengambilan keputusan ketiga partisipan untuk menikah dini berdasarkan peran orang tua, pengaruh teman sebaya dan juga bentuk tanggung jawab. Implikasi pada penelitian ini agar orang tua dapat mendukung remaja putri untuk mengenyam pendidikan tertinggi dan mengawasi agar remaja putri selalu berada di lingkungan pertemanan yang sehat sehingga dapat menekan angka pernikahan dini. Kata Kunci: Pengambilan Keputusan ; Pernikahan Dini ; Keluarga Penerima Bantuan Sosial  AbstractEarly marriage is a marriage event carried out by children under 16 years for girls, and under 19 years for boy. Although a minimun age has been set for couple who want to get married, early marriage is still widely practiced in Indonesia. This study aims to determine the decision-making picture of adolescent girls who carry out early marriage in families receiving social assistance. This study is using qualitative methods. Data collection itself is carried out based on stressor factors, resilience indicators and decision-making. The data collection technique itself uses semi-structured interviews and observations. The participants involved in this study were three married housewives under 17 years old. The results of this study showed that the decision-making of the three participants to marry early was based on parental roles, peer influence and an act of responsibility. The implication of this research is to let parents fully support their daughters to achieve higher education and to keep an eye and mantain their healthy social environment or peer group so that it can suppress the numbers of early marriage. Keywords: Decision Making ; Early Marriage ; Social Assistance Receive
DINAMIKA BUDAYA EWUH PAKEWUH PADA KESEHATAN MENTAL ORANG JAWA Br Bangun, Sempat Malem; Peristianto, Sheila Varadhila; Wulandari, Nanda Yunika
Jurnal Psikologi Malahayati Vol 7, No 1 (2025): Jurnal Psikologi Malahayati
Publisher : Program Studi Psikologi Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jpm.v7i1.18507

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk memahami dampak budaya "ewuh pakewuh" terhadap kesehatan mental masyarakat Jawa. "Ewuh pakewuh" adalah konsep budaya yang menggambarkan perasaan tidak enak atau sungkan dalam berinteraksi sosial, yang sering kali mengarah pada ketidakmampuan untuk mengekspresikan perasaan atau kebutuhan pribadi secara terbuka. Studi ini menggunakan metode kualitatif dengan wawancara mendalam terhadap 2 individu Jawa dengan latar belakang sosial yang sama namun pada usia yang berbeda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa "ewuh pakewuh" memiliki dampak signifikan terhadap kesehatan mental individu, termasuk kecemasan sosial, kurangnya perilaku asertif dan pengaruh disposisi situasional. Temuan ini menekankan pentingnya memahami konteks budaya dalam pendekatan kesehatan mental dan perlunya intervensi yang efektif terhadap budaya untuk mendukung kesejahteraan mental masyarakat Jawa. Kata Kunci: Ewuh Pakewuh, Kesehatan Mental, Orang Jawa  AbstractThis research aims to understand the impact of the "ewuh pakewuh" culture on the mental health of Javanese people. "Ewuh pakewuh" is a cultural concept that describes feelings of discomfort or reluctance in social interactions, which often leads to an inability to express personal feelings or needs openly. This study uses qualitative methods with in-depth interviews with 2 Javanese individuals with the same social background but at different ages. The results showed that "ewuh pakewuh" had a significant impact on individual mental health, including social anxiety, lack of assertive behavior and the influence of situational dispositions. These findings emphasize the importance of understanding the cultural context in mental health approaches and the need for effective cultural interventions to support the mental well-being of Javanese people. Keywords: Ewuh Pakewuh, Mental Health, Javanese
HUBUNGAN QUALITY OF WORK LIFE DENGAN TURNOVER INTENTION PADA KARYAWAN GENERASI MILENIAL DI PERUSAHAAN STARTUP Mahsa, Jalesva; Sandiasih, Komang Mahadewi; Anggraeni, Dewi Soerna
Jurnal Psikologi Malahayati Vol 7, No 1 (2025): Jurnal Psikologi Malahayati
Publisher : Program Studi Psikologi Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jpm.v7i1.18641

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara quality of work life dengan turnover intention pada karyawan generasi milenial di perusahaan startup. Adapun hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini yaitu terdapat hubungan negatif antara variabel quality of work life dengan variabel turnover intention pada karyawan milenial di perusahaan startup. Sebanyak 74 karyawan startup generasi milenial yang tersebar di wilayah Pulau Jawa menjadi responden dalam penelitian ini. Metode pengumpulan data menggunakan dua skala yaitu skala quality of work life (dan skala turnover intention. Data dianalisis dengan teknik korelasi Pearson Product Moment menggunakan program SPSS ver. 29 for windows. Hasil analisis diperoleh koesfisien korelasi sebesar (rxy) – 0.665 (p < 0.05), hal ini menandakan bahawa hipotesis penelitian diterima yaitu terdapat korelasi negatif yang signifikan antara quality of work life dengan turnover intention pada karyawan generasi milenial di perusahaan startup. Penting bagi perusahaan startup untuk membangun lingkungan kerja yang suportif dan berkelanjutan untuk mempertahankan karyawan generasi milenial yang berpotensi tinggi dan memaksimalkan kontribusinya terhadap pertumbuhan perusahaan, pendekatan ini dapat secara efektif meminimalisir kemungkinan turnover intention pada karyawan. Kata Kunci: Kualitas Kehidupan Kerja, Intensi Turnover, Karyawan Milenial AbstractThis study aims to determine the relationship between quality of work life and turnover intention in millennial generation employees in startup companies. The hypothesis in this study is that there is a negative relationship between quality of work life and turnover intention in millennial generation employees in startup companies. A total of 74 millennial generation startup employees spread across Java Island became respondents in this study. Data was collected using two scales, namely the quality of work life scale and the turnover intention scale.) for windows program. The results of the analysis obtained a Analysis of the research data was carried out using the Pearson Product Moment with the SPSS program ver. 29 for windows. The results of the analysis yielded a correlation coefficient of (rxy) – 0.665 (p < 0.05), indicating a significant negative correlation between quality of work life and turnover intention among millennial employees in startup companies. This supports the research hypothesis. It is important for startup companies to build a supportive and sustainable work environment to retain high-potential millennial employees and maximize their contribution to company growth, this approach can effectively minimize the possibility of turnover intention in employees. Keywords: Quality of Work life, Turnover Intention, Millennial Employees  Keywords: Quality of Worklife, Turnover Intention, Millennial Employees
PHENOMENON IN GUNUNGKIDUL: A LITERATURE REVIEW ON ART THERAPY FOR ELDERLY EXPERIENCING LONELINESS Purba, Novia Sri Parindu; Kastanya, Lidia; Mahardika, Agustine A.A.
Jurnal Psikologi Malahayati Vol 7, No 1 (2025): Jurnal Psikologi Malahayati
Publisher : Program Studi Psikologi Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jpm.v7i1.15893

Abstract

Abstrak Negara-negara berkembang, termasuk Indonesia, memiliki tingkat bunuh diri yang tinggi dengan banyaknya kasus yang terjadi di sana. Kabupaten Gunung Kidul di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) memiliki tingkat kasus bunuh diri tertinggi di Indonesia. Mitos Pulung Gantung menjadi pengaruh utama dari kasus bunuh diri yang terjadi di Gunung Kidul. Kasus bunuh diri ini didominasi oleh lanjut usia yang merasa kesepian serta sulitnya beradaptasi dengan proses penuaan karena perubahan fisiologis yang dialami. Art therapy disebut sebagai metode pengobatan untuk mengurangi kasus bunuh diri yang diakibatkan oleh kesepian yang dirasakan oleh para lansia. Penelitian studi pustaka ini bertujuan untuk mempelajari penggunaan intervensi terapi seni untuk lansia yang mengalami kesepian dan keputuasaan. 10 artikel yang berkaitan dengan art therapy telah ditelaah dan dapat dikatakan bahwa metode ini dapat menurunkan tingkat depresi dan kesepian bagi para lansia. Art therapy juga dapat digunakan untuk mengungkapkan emosi seperti perasaan marah, takut ditolak, cemas, dan rendah diri. Penelitian ini memiliki implikasi bagi para peneliti yang tertarik untuk mengembangkan topik ini, dinas kesehatan setempat, serta pemerintah untuk mencari solusi terbaik bagi para lansia yang mengalami depresi akibat kesepian. Kata Kunci: Art Therapy, Kesepian, Lansia  AbstractDeveloping countries, including Indonesia, have high suicide rates with lots of cases happening there. Gunung Kidul Regency in Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) has the highest suicidal rate in Indonesia. Pulung Gantung becomes the main impact of the suicidal cases in Gunung Kidul. The elderly, who dominate this phenomenon, feel lonely and find it difficult to adapt to the aging process due to the physiological changes experienced. Art therapy is known as the alternative to lower the suicidal rate which is caused by the loneliness the elderly feel. This literature study research aims to learn the use of art therapy for elderly people who experience loneliness and hopelessness. Ten articles about art therapy have been analyzed and it can be stated that this method can lower the depression and loneliness rate. Art therapy can also be used to express some expressions, namely anger, fear of rejection, anxiety, and low self-esteem. This research provides implications for future researchers who are interested in expanding this topic, local health services, and the government to find the preeminent solutions for the depressed and lonely elderly. Keywords: Art Therapy, Elderly, Loneliness
PENGALAMAN SUBJEKTIF KLIEN PADA PENGGUNA LAYANAN KONSELING ONLINE Pramana, Eltania Hanum Sari; Arianti, Rudangta
Jurnal Psikologi Malahayati Vol 7, No 1 (2025): Jurnal Psikologi Malahayati
Publisher : Program Studi Psikologi Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jpm.v7i1.19009

Abstract

Abstrak Hadirnya kemajuan teknologi informasi dan komunikasi menjadi salah satu hal baik yang dapat dimanfaatkan untuk mempermudah dalam pelayanan kesehatan pada bidang konseling. Namun disisi lain, terdapat keterbatasan yang dialami konselor dalam mengamati dan mengidentifikasi setiap respon nonverbal. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengalaman yang dimiliki klien dalam mendukung keberhasilan konseling terkhususnya konseling online. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi beserta analisis data tematik dengan jumlah partisipan sebanyak 2 orang. Hasil penelitian menunjukkan pengalaman subjektif yang dimiliki partispan terhadap keberhasilan konseling ini sudah digambarkan oleh kedua partisipan melalui tiga hal, yaitu dari adanya perasaan positif, pemikiran positif serta perilaku positif klien yang timbul setelah melakukan konseling online. Implikasi penelitian ini adalah pentingnya pengalaman subjektif yang baik karena memiliki peran penting dalam menentukan keberhasilan dalam sebuah konseling khususnya secara online.  Kata Kunci: Pengalaman Subjektif, Konseling Online, Keberhasilan Konseling   AbstractThe presence of advances in information and communication technology is one of the good things that can be utilized to facilitate health services in the counseling sector. However, on the other hand, there are limitations experienced by counselors in observing and identifying every nonverbal response. This research aims to look at the experiences clients have in supporting the success of counseling, especially online counseling. This research uses a qualitative method with a phenomenological approach along with thematic data analysis with a total of 2 participants. The results of the study show that the subjective experience that participants have regarding the success of this counseling is described in three ways, namely positive feelings, positive thoughts, and positive client behavior that arise after conducting online counseling. The implication of this research is the importance of good subjective experience because it has an important role in determining success in counseling, especially online Keywords: Subjective Experience, Counseling Online, The Success of Counseling
THE IMPACT OF “LEADERSHIP FOR YOUTH” TRAINING IN REDUCING STUDENTS GLOSSOPHOBIA Ivonesti, Syarifah; Chanifudin, Chanifudin; Fitriany, Rany; Pajriati, Desi; Fianti, Santi Nurul; Mahsuri, Mahsuri
Jurnal Psikologi Malahayati Vol 7, No 1 (2025): Jurnal Psikologi Malahayati
Publisher : Program Studi Psikologi Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jpm.v7i1.16137

Abstract

AbstrakKecemasan berbicara di depan umum (glossophobia) merupakan salah satu hambatan psikologis yang sering dialami siswa, ditandai dengan gejala fisik dan emosional seperti gugup, jantung berdebar, gemetar, lupa kata-kata, hingga menghindari situasi berbicara di depan umum. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas pelatihan "Leadership for Youth" dalam mengurangi kecemasan berbicara di depan umum pada siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen semu dengan desain pretest-posttest satu kelompok. Data dikumpulkan melalui skala PRPSA (Personal Report of Public Speaking Anxiety), wawancara, dan observasi. Data dianalisis menggunakan uji t sampel berpasangan (paired sampel t-tes). Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan signifikan antara skor kecemasan sebelum dan sesudah mengikuti pelatihan. Hal ini mengindikasikan bahwa keberhasilan pelatihan dalam menurunkan tingkat kecemasan berbicara di depan umum. Selain itu program ini juga meningkatkan rasa kepercayaan diri, keterampilan komunikasi, dan kemampuan berorganisasi. Hasil penelitian ini dapat menjadi rujukan dalam pengembangan program intervensi serupa di berbagai pendidikan dan pelatihan. Kata Kunci: Leadership For Youth Training, Glossophobia, Siswa.  Abstract Anxiety about public speaking (glossophobia) is one of the psychological obstacles that students often experience, characterized by physical and emotional symptoms such as nervousness, heart palpitations, trembling, forgetting words, and avoiding public speaking situations. This study aims to evaluate the effectiveness of "Leadership for Youth" training in reducing public speaking anxiety in students. The research method used is a pseudo-experiment with a one-group pretest-posttest design. Data was collected through the PRPSA (Personal Report of Public Speaking Anxiety) scale, interviews, and observations. Data analyzed using paired sample t-tests. The results of the research indicate there was a significant difference between the anxiety score before and after participating in the training. This indicates that the success of the training in lowering the level of anxiety about speaking in front of the general public. In addition, this program also increases confidence, communication skills, and organizational skills. The results of this study can be used as a reference in the development of similar intervention programs in various education and training. Keywords: Leadership For Youth Training, Glossophobia, Students