cover
Contact Name
Fatardho Zudri
Contact Email
fatardho@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.agronomi@yahoo.com
Editorial Address
Jl. Meranti, Kampus IPB Dramaga, Bogor 16680
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy)
ISSN : 20852916     EISSN : 23373652     DOI : -
Aims and Scope Aims Indonesian of Journal Agronomy (Jurnal Agronomi Indonesia), the official journal of the Indonesian Society for Agronomy, publishes primary research paper, review article, policy analysis and research notes and preliminary results in all areas of agronomy. Manuscripts could be written either in English or in Indonesia. Scope Indonesian of Journal Agronomy (Jurnal Agronomi Indonesia) covers agronomy in broad sense including plant production, genetic and plant breeding, plant physiology, plant ecology, plant biotechnology, modeling, seed science and technology and weeds science on food, horticulture, plantation, and forage crops.
Articles 971 Documents
Stabilitas Laju Fotosintesis dan Produktivitas Rimpang Genotipe Curcuma aeruginosa dan Curcuma zanthorrhiza Djarot Sasongko Hami Seno; Mohamad Rafi; Maria Bintang; Popy Asri Kurniatin; Waras Nurcholis
Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy) Vol. 48 No. 1 (2020): Jurnal Agronomi Indonesia
Publisher : Indonesia Society of Agronomy (PERAGI) and Department of Agronomy and Horticulture, Faculty of Agriculture, IPB University, Bogor, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (567.533 KB) | DOI: 10.24831/jai.v48i1.30100

Abstract

Rimpang temu hitam (Curcuma aeruginosa Roxb.) merupakan bahan baku herbal penting yang berkhasiat sebagai antimikroba, antikanker, dan antioksidan. Dengan demikian, penting untuk mendapatkan tanaman temu hitam yang memiliki produktivitas rimpang dengan stabilitas yang luas pada kondisi lingkungan yang beragam. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi interaksi genotipe x lingkungan menggunakan analisis additive main effects and multiple interaction (AMMI) terhadap karakter laju fotosintesis dan produktivitas rimpang genotipe temu hitam. Dua puluh genotipe temu hitam dan tiga varietas temulawak (C. zanthorrhiza Roxb.) dievaluasi di tiga lokasi percobaan (Bogor, Cianjur, dan Sukabumi) menggunakan rancangan acak kelompok lengkap teracak dengan pengulangan tiga kali. Interaksi genotipe x lingkungan memberikan pengaruh yang sangat nyata (p < 0.01) terhadap laju fotosintesis dan produktivitas rimpang. AMMI2 dapat menjelaskan 100% keragaman terhadap karakter laju fotosintesis dan produktivitas rimpang. G2, G10, G12, G13, G14, G16, G17, G19, dan G20 merupakan genotipe yang stabil pada produktivitas rimpang berdasarkan analisis AMMI. Karakter laju fotosintesis yang stabil ditemukan pada genotipe G4, G5, G6, G8, G11, G13, dan G14. Kata kunci: AMMI, genotipe, temu hitam, uji multilokasi, varietas
Estimation of Genetic Components of Cocoa Populations (Theobroma cacao L.) in Seedling Phase Agung Wahyu Susilo; Sobir; Desta Wirnas; Wuriandani, Adinda
Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy) Vol. 48 No. 1 (2020): Jurnal Agronomi Indonesia
Publisher : Indonesia Society of Agronomy (PERAGI) and Department of Agronomy and Horticulture, Faculty of Agriculture, IPB University, Bogor, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (405.229 KB) | DOI: 10.24831/jai.v48i1.30159

Abstract

Penggunaan bibit sebagai bahan tanam maupun batang bawah untuk perbanyakan klonal sering dilakukan. Bahan tanam berupa bibit merupakan bahan tanam unggul yang berasal dari tetua unggul maupun persilangan antar tetua unggul. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai duga komponen genetik melalui desain persilangan North Carolina II pada karakter morfologi tanaman kakao fase bibit. Persilangan dilakukan dengan menggunakan lima genotipe tetua betina, yaitu; KW 516, Sulawesi 3, TSH 858 dan dua genotipe tetua jantan, yaitu; ICCRI 09, Scavina 6. Pengamatan dilakukan pada tanaman umur 16 MST pada karakter morfologi tanaman yaitu tinggi tanaman, diameter batang, jumlah daun, panjang akar, volume akar, bobot basah tajuk, bobot basah akar, bobot kering tajuk, bobot kering akar, dan rasio akar/tajuk. Genotipe Sulawesi 3 merupakan genotipe tetua betina terbaik, sedangkan Scavina 6 merupakan genotipe tetua jantan terbaik. Genotipe persilangan terbaik berdasarkan nilai DGK nya adalah genotipe TSH 858 x Scavina 6, KW 516 x ICCRI 09, dan Sulawesi 3 x ICCRI 09. Genotipe persilangan Sulawesi 3 x ICCRI 09 merupakan genotipe dengan vigor yang baik yang memenuhi kriteria bibit unggul dan siap untuk ditanam di kebun. Karakter morfologi pada tanaman kakao fase bibit dikendalikan oleh gen dominan pada semua karakter kecuali pada karakter volume akar. Kata kunci: bibit, daya gabung khusus, daya gabung umum, North Carolina II
Mekanisme Toleransi Aluminium pada Rumput Pakan Setaria splendida Panca Dewi Manu Hara Karti
Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy) Vol. 39 No. 2 (2011): Jurnal Agronomi Indonesia
Publisher : Indonesia Society of Agronomy (PERAGI) and Department of Agronomy and Horticulture, Faculty of Agriculture, IPB University, Bogor, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (188.804 KB) | DOI: 10.24831/jai.v39i2.30911

Abstract

Mekanisme toleransi tanaman terhadap toksisitas aluminium (Al) dapat dipelajari melalui perbandingan toleransiantara tanaman toleran dan tanaman sensitif toksisitas Al. Setaria splendida adalah tanaman pakan yang toleran terhadapAl, sedangkan Chloris gayana merupakan tanaman yang sensitif. Penelitian ini dilakukan untuk mengungkapkan mekanismetoleransi S. splendida terhadap toksisitas Al. Percobaan pertama disusun menggunakan rancangan acak lengkap yang terdiriatas dua faktor untuk mempelajari akumulasi Al dan asam organik pada S. splendida dan C. gayana. Faktor pertama adalahkonsentrasi Al (0 dan 2 mM Al), sedangkan faktor kedua adalah jenis rumput pakan, yaitu rumput toleran Al (S. splendida)dan rumput sensitif Al (C. gayana). Percobaan kedua disusun menggunakan rancangan acak lengkap yang terdiri atas duafaktor dan tiga ulangan untuk mempelajari pengaruh cekaman Al pada S. splendida dan C. gayana. Faktor pertama adalahjenis rumput pakan (S. splendida dan C. gayana), sedangkan faktor kedua adalah konsentrasi Al pada media tanam (28.19,27.37, 13.74, and 0.13 me Al3+). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa akumulasi Al pada jaringan akar S. splendida tidakberbeda dengan yang terakumulasi pada jaringan akar C. gayana. Walaupun S. splendida mengakumulasikan Al dalamjumlah yang lebih tinggi dibandingkan C. gayana di bagian tajuk, S. splendida memiliki toleransi terhadap toksisitas Al.Toleransi S. splendida terhadap toksisitas Al dicapai dengan cara mensekresikan asam oksalat dan asam sitrat dari akar kelarutan eksternal, dan mengakumulasikan asam asam oksalat dan asam malat pada akar dan tajuk.Kata kunci: aluminium, asam organik, Chloris gayana, Setaria splendida, toleransi
Keefektifan Bioherbisida Berbahan Baku Tepung Umbi Teki (Cyperus rotundus L.) pada Berbagai Formulasi dan Dosis M.A. Chozin; Dwi Guntoro; Suwarto; Sulistiani, Ade Irma
Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy) Vol. 48 No. 2 (2020): Jurnal Agronomi Indonesia
Publisher : Indonesia Society of Agronomy (PERAGI) and Department of Agronomy and Horticulture, Faculty of Agriculture, IPB University, Bogor, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (764.682 KB) | DOI: 10.24831/jai.v48i2.29311

Abstract

Teki (Cyperus rotundus L.) merupakan salah satu gulma berbahaya pada komoditi hortikultura karena mengandung alelokimia yang dapat menghambat perkecambahan tumbuhan. Alelopati tersebut berpotensi untuk digunakan sebagai bioherbisida pratumbuh untuk mengendalikan gulma berdaun lebar dan rumput. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui keefektifan bioherbisida berbahan baku umbi teki pada berbagai formulasi dan dosis. Percobaan ini dilaksanakan pada bulan Maret sampai Juni 2019 di rumah kaca Kebun Percobaan Cikabayan, IPB University, Bogor, untuk penanaman biji gulma. Penelitian menggunakan rancangan rancangan acak lengkap faktorial dengan tiga ulangan. Faktor pertama adalah formulasi umbi teki (F1: tepung umbi teki, F2: tepung umbi teki + aquades, F3: tepung umbi teki + aquades + surfaktan, F4: maserat, F5: maserat + surfaktan, dan F6: pellet), dan faktor kedua adalah dosis (D1: 22.50 kg tepung ha-1, D2: 45 kg tepung ha-1, dan D3: 67.50 kg tepung ha-1) sehingga terdapat 18 unit perlakuan. Hasil percobaan menunjukkan bahwa semua formulasi bioherbisida berbahan baku tepung umbi teki efektif menekan perkecambahan. Formulasi pellet merupakan formulasi yang direkomendasikan karena dalam pengaplikasiannya lebih mudah dan efisien. Dosis efektif untuk menekan perkecambahan dan pertumbuhan kecambah tanaman uji adalah 45 kg tepung ha-1. Kata kunci : A. gangetica, A. gangeticus, E. crus-galli, maserasi, pellet
Pengembangan Metode Uji Cepat Vigor Benih Kedelai dengan Pemunculan Radikula Ilyas, Satriyas; Astuti, Feny; Budiman, Candra
Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy) Vol. 48 No. 2 (2020): Jurnal Agronomi Indonesia
Publisher : Indonesia Society of Agronomy (PERAGI) and Department of Agronomy and Horticulture, Faculty of Agriculture, IPB University, Bogor, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (508.669 KB) | DOI: 10.24831/jai.v48i2.29635

Abstract

Pengujian vigor untuk mengevaluasi mutu benih memerlukan metode yang lebih cepat, tepat, dan mudah. Uji pemunculan radikula merupakan metode pengujian vigor yang telah divalidasi ISTA sejak tahun 2014 pada benih jagung. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan metode uji RE pada benih kedelai dengan menentukan waktu pengamatan yang tepat serta mengkorelasikan uji RE dengan vigor benih lainnya, viabilitas, dan vigor bibit di lapangan. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Penyimpanan dan Pengujian Mutu Benih serta Kebun Pengujian vigor untuk mengevaluasi mutu benih memerlukan metode yang lebih cepat, tepat, dan mudah. Uji pemunculan radikula atau radicle emergence (RE) merupakan metode pengujian vigor benih yang cepat dan telah divalidasi International Rules for Seed Testing sejak tahun 2014 pada benih jagung. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan metode uji RE sebagai uji cepat vigor pada benih kedelai. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Penyimpanan dan Pengujian Mutu Benih serta Kebun Percobaan Sawah Baru IPB pada bulan November 2018 - Maret 2019. Rancangan kelompok lengkap teracak (RKLT) dengan pengamatan berulang pola split-plot digunakan pada percobaan uji RE, dengan sepuluh varietas sebagai petak utama dan tujuh waktu pengamatan sebagai anak petak. Rancangan percobaan RKLT dengan satu faktor yaitu varietas digunakan untuk pengujian vigor benih dan daya berkecambah di laboratorium, dan vigor bibit di lapangan. Penentuan waktu pengamatan RE yang tepat dilakukan dengan interval 2 jam mulai dari 36 jam setelah pengecambahan (JSP) hingga 48 JSP. Hasil uji RE dikorelasikan dengan hasil uji beberapa tolok ukur vigor lainnya, daya berkecambah, dan vigor bibit di lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa uji RE pada benih kedelai dari sepuluh varietas yang berbeda tingkat vigor (pemilahan berdasarkan nilai indeks vigor) dengan metode uji diatas kertas pada suhu 25 ± 2 °C dan diamati pada 42 jam ± 15 menit setelah pengecambahan berkorelasi erat dan dapat memprediksi daya berkecambah, indeks vigor, kecepatan tumbuh, rataan waktu perkecambahan, daya tumbuh di lapangan, dan rataan waktu pemunculan bibit. Oleh karena itu, RE dapat digunakan sebagai uji cepat vigor benih kedelai. Kata kunci: daya berkecambah, daya tumbuh, rataan waktu perkecambahan, rataan waktu pemunculan bibit
Produktivitas Tanaman Trichanthera gigantea pada Berbagai Taraf Naungan dan Pupuk Kandang Kelinci Iwan Herdiawan; Harmini, Harmini
Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy) Vol. 48 No. 2 (2020): Jurnal Agronomi Indonesia
Publisher : Indonesia Society of Agronomy (PERAGI) and Department of Agronomy and Horticulture, Faculty of Agriculture, IPB University, Bogor, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (294.984 KB) | DOI: 10.24831/jai.v48i2.29784

Abstract

Sebagian besar tanaman pakan ternak (TPT) dikembangkan di lahan marjinal dan integrasi dengan tanaman pangan maupun perkebunan. Trichantera gigantea (TG) merupakan tanaman pakan ternak (TPT) yang termasuk legum pohon dengan kandungan nutrisi cukup baik dan toleran naungan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh interaksi antara naungan dengan pemberian pupuk kandang terhadap produktivitas dan karakteristik pertumbuhan tanaman Trichantera gigantea (TG). Rancangan yang digunakan adalah rancangan acak kelompok (RAK) faktorial dengan dua faktor. Faktor pertama adalah perlakuan naungan yaitu 0, 36, dan 72%, dan faktor kedua adalah dosis pupuk kandang yaitu 0, 250, dan 500 g per tanaman, masing-masing perlakuan diulang sebanyak tiga kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tinggi tanaman, jumlah daun, dan bobot biomassa segar Trichantera gigantea tertinggi dicapai pada perlakuan naungan 72% dan dosis pupuk kandang 250 g per tanaman, berturut-turut sebesar 64.25 cm, 60.75 helai, dan 113.50 g per tanaman. Kata kunci: naungan, pertumbuhan, produksi, pupuk kandang, Trichanthera gigantea
Laju Pengisian Biji pada Beberapa Varietas Kedelai dengan Berbagai Ukuran Biji Iskandar Lubis; Purnamawati, Heni; Atmaja, ian Surya Fitra
Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy) Vol. 48 No. 2 (2020): Jurnal Agronomi Indonesia
Publisher : Indonesia Society of Agronomy (PERAGI) and Department of Agronomy and Horticulture, Faculty of Agriculture, IPB University, Bogor, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (452.327 KB) | DOI: 10.24831/jai.v48i2.29842

Abstract

Nitrogen merupakan unsur yang mempengaruhi pertumbuhan dan produksi tanaman kedelai. N yang tersedia untuk tanaman akan mempengaruhi luas daun pertanaman, bobot kering tanaman, dan produksi tanaman. Produksi tanaman kedelai berkaitan dengan akumulasi laju pengisian biji selama fase pengisian biji (R5-R7). Tujuan penelitian ini adalah mengevaluasi pengaruh N dan ukuran biji kedelai terhadap laju pengisian biji. Percobaan dilaksanakan pada bulan Juli sampai November 2019 di Kebun Pendidikan Cikabayan, Departemen Agronomi dan Hortikultura, Fakultas Pertanian, IPB. Percobaan menggunakan rancangan kelompok lengkap teracak dengan dua faktor dan tiga ulangan. Faktor yang pertama merupakan dosis urea sebesar 0 dan 50 kg urea ha-1. Faktor kedua merupakan varietas kedelai yang memiliki ukuran biji berbeda. Varetas yang digunakan yaitu Tanggamus, Anjasmoro, Grobogan, Biosoy 1. Hasil penelitian menunjukkan dosis N yang diberikan ke tanaman tidak berpengaruh signifikan terhadap terhadap laju pengisian biji, tetapi cenderung dapat meningkatkan laju pengisian biji pada akhir periode pengisian biji. Dosis N mempengaruhi besarnya N yang diremobilisasi dan cenderung meningkatkan bobot kering yang diremobilisasi walaupun tidak berbeda nyata. Kata kunci: bobot kering, laju asimilasi bersih, laju pengisian biji, laju pertumbuhan tanaman, ukuran biji
Peningkatan Produksi Jintan Hitam (Nigella sativa L.) dengan Pemberian Asam Humat dan Waktu Panen Berbeda Danar Hadisugelar; Ani Kurniawati; Sandra Arifin Aziz; Didah Nur Faridah
Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy) Vol. 48 No. 2 (2020): Jurnal Agronomi Indonesia
Publisher : Indonesia Society of Agronomy (PERAGI) and Department of Agronomy and Horticulture, Faculty of Agriculture, IPB University, Bogor, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (387.737 KB) | DOI: 10.24831/jai.v48i2.30069

Abstract

Jintan hitam (habbatussauda) adalah tanaman yang digunakan di seluruh dunia sebagai tanaman obat untuk pencegahan dan pengobatan penyakit. Biji dan minyak yang berasal dari biji adalah bagian yang sering digunakan. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari komponen produksi dan bahan aktif habatussauda dengan pemberian asam humat dan waktu panen berbeda. Penelitian ini dilaksanakan di Kebun Percobaan IPB Pasir Sarongge, Cianjur, Jawa Barat Indonesia pada bulan Mei sampai Desember 2019. Percobaan menggunakan rancangan acak kelompok faktorial dengan pemberian asam humat 0, 1.5, 3.0, dan 4.5 ton ha-1 sebagai faktor pertama dan waktu panen berbeda pada 6, 7, 8, dan 9 minggu setelah antesis sebagai faktor kedua. Hasil penelitian menunjukkan pemberian asam humat sampai 3 ton ha-1 tidak menunjukkan pengaruh nyata pada produksi kapsul, biji dan produktivitas, namun pemberian asam humat 4.5 ton ha-1 menurunkan produksi kapsul dan biji. Pemberian asam humat dan waktu panen tidak berpengaruh nyata terhadap kadar dan produksi timokuinon. Waktu panen terbaik adalah 7 sampai 8 minggu setelah antesis pada produksi kapsul dan biji. Kata kunci: biji, habbatussauda, kapsul, timokuinon
Seleksi Generasi Awal untuk Toleransi terhadap Suhu Tinggi pada Padi Wirnas, Desta; Jaisyurahman, Usamah; Marwiyah, Siti; Trikoesoemaningtyas; Purnamawati, Heni; Sutjahjo, Surjono Hadi
Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy) Vol. 48 No. 2 (2020): Jurnal Agronomi Indonesia
Publisher : Indonesia Society of Agronomy (PERAGI) and Department of Agronomy and Horticulture, Faculty of Agriculture, IPB University, Bogor, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (336.715 KB) | DOI: 10.24831/jai.v48i2.30210

Abstract

Dampak suhu tinggi pada pertumbuhan dan produktivitas padi dapat dikurangi dengan menanam varietas toleran. Tujuan penelitian ini adalah memperoleh informasi tentang kendali genetik karakter hasil populasi bersegregasi padi pada dua tingkat stress suhu tinggi serta mengidentifikasi genotipe toleran. Penelitian dilakukan dari Agustus 2016 hingga Februari 2017. Saat fase vegetatif maksimum tetua dan populasi F3 diperlakukan di bawah dua kondisi suhu, yaitu di lantai jemur dan rumah kaca dengan suhu maksimum dan minimum rata-rata masing-masing 38.89/22,67 °C dan 41.62/23.32 °C. Karakter yang diamati adalah hasil dan komponen hasil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi suhu tinggi mempengaruhi pertumbuhan dan hasil pada tetua dan populasi F3. Terdapat keragaman karakter agronomi padi pada kondisi cekaman suhu tinggi. Jumlah gabah isi per malai adalah satu-satunya karakter yang dikendalikan oleh aksi gen aditif dengan nilai heritabilitas tergolong tinggi pada cekaman suhu di lantai jemur dan dalam rumah kaca sehingga karakter ini dapat digunakan untuk mengidentifikasi individu toleran pada generasi awal. Terdapat 13 individu yang toleran terhadap cekaman suhu tinggi berdasarkan nilai SSI. Karakter bobot gabah isi dikendalikan oleh gen-gen non aditif sehingga dianjurkan seleksi untuk peningkatan bobot gabah isi dilakukan pada generasi lanjut. Metode SSD direkomendasikan sebagai metode untuk perbaikan toleransi terhadap suhu tinggi dikombinasikan dengan metode shuttle breeeding. Kata kunci: fertilitas, indeks, perubahan iklim, toleran
Kombinasi Pupuk Organik dan Anorganik untuk Optimalisasi Produksi dan Kandungan Nutrisi Umbi Taka Ridwan; Wardah; Dini Ariani
Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy) Vol. 48 No. 2 (2020): Jurnal Agronomi Indonesia
Publisher : Indonesia Society of Agronomy (PERAGI) and Department of Agronomy and Horticulture, Faculty of Agriculture, IPB University, Bogor, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (461.245 KB) | DOI: 10.24831/jai.v48i2.30493

Abstract

Taka (Tacca leontopetaloides [L.] Kuntze) adalah tumbuhan terna yang tumbuh liar di daerah pesisir pantai dengan tekstur tanah berpasir. Umbi taka memiliki kandungan gizi yang cukup tinggi terutama karbohidrat. Saat ini pemanfaatan umbi taka masih minim karena ketersediaannya yang rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan kombinasi pemupukan tumbuhan taka dalam rangka meningkatkan produksi umbi dan kandungan nutrisinya. Percobaan dilakukan di lapangan menggunakan rancangan acak kelompok yang terdiri atas 6 perlakuan, yaitu tanpa pupuk (kontrol), pupuk kandang saja (PK), pupuk kandang + pupuk anorganik NPK 50% (PKA50), pupuk kandang + NPK 100% (PKA100), pupuk kandang + pupuk organik hayati (POH) + NPK 50% (PKHA50), dan pupuk kandang + POH + NPK 100% (PKHA100). Dosis NPK 100% adalah 150:50:150 kg ha-1. POH yang digunakan adalah Beyonic StarTmik dengan dosis 25 cc L-1 air untuk perendaman bibit, 250 ml pertanaman pada umur 1 dan 3 bulan setelah tanam (BST). Seluruh perlakuan diulang sebanyak 5 kali. Hasil percobaan ini menunjukkan bahwa produksi umbi taka tertinggi adalah pada perlakuan PKHA50. Perlakuan POH yang dikombinasikan dengan pupuk NPK dapat meningkatkan produksi umbi taka sebesar 60-100%, namun tidak berpengaruh terhadap kandungan gizinya. Kombinasi pupuk kandang, POH, dan NPK 50% dapat direkomendasikan untuk optimalisasi produksi umbi taka. Kata kunci: hasil, NPK, pupuk kandang, pupuk organik hayati

Filter by Year

1994 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 53 No. 3 (2025): Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy) Vol. 53 No. 2 (2025): Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy) Vol. 53 No. 1 (2025): Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy) Vol. 52 No. 3 (2024): Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy) Vol. 52 No. 2 (2024): Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy) Vol. 52 No. 1 (2024): Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy) Vol. 51 No. 3 (2023): Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy) Vol. 51 No. 2 (2023): Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy) Vol. 51 No. 1 (2023): Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy) Vol. 50 No. 3 (2022): Jurnal Agronomi Indonesia Vol. 50 No. 2 (2022): Jurnal Agronomi Indonesia Vol. 50 No. 1 (2022): Jurnal Agronomi Indonesia Vol. 49 No. 3 (2021): Jurnal Agronomi Indonesia Vol. 49 No. 2 (2021): Jurnal Agronomi Indonesia Vol. 49 No. 1 (2021): Jurnal Agronomi Indonesia Vol. 48 No. 3 (2020): Jurnal Agronomi Indonesia Vol. 48 No. 2 (2020): Jurnal Agronomi Indonesia Vol. 48 No. 1 (2020): Jurnal Agronomi Indonesia Vol. 47 No. 3 (2019): Jurnal Agronomi Indonesia Vol. 47 No. 2 (2019): Jurnal Agronomi Indonesia Vol. 47 No. 1 (2019): Jurnal Agronomi Indonesia Vol. 46 No. 3 (2018): Jurnal Agronomi Indonesia Vol. 46 No. 2 (2018): Jurnal Agronomi Indonesia Vol. 46 No. 1 (2018): Jurnal Agronomi Indonesia Vol. 45 No. 3 (2017): Jurnal Agronomi Indonesia Vol. 45 No. 2 (2017): Jurnal Agronomi Indonesia Vol. 45 No. 1 (2017): Jurnal Agronomi Indonesia Vol. 44 No. 3 (2016): Jurnal Agronomi Indonesia Vol. 44 No. 2 (2016): Jurnal Agronomi Indonesia Vol. 44 No. 1 (2016): Jurnal Agronomi Indonesia Vol. 43 No. 3 (2015): Jurnal Agronomi Indonesia Vol. 43 No. 2 (2015): Jurnal Agronomi Indonesia Vol. 43 No. 1 (2015): Jurnal Agronomi Indonesia Vol. 42 No. 3 (2014): Jurnal Agronomi Indonesia Vol. 42 No. 2 (2014): Jurnal agronomi indonesia Vol. 42 No. 1 (2014): Jurnal Agronomi Indonesia Vol. 41 No. 3 (2013): Jurnal Agronomi Indonesia Vol. 41 No. 2 (2013): Jurnal Agronomi Indonesia Vol. 41 No. 1 (2013): Jurnal Agronomi Indonesia Vol. 40 No. 3 (2012): Jurnal Agronomi Indonesia Vol. 40 No. 2 (2012): Jurnal Agronomi Indonesia Vol. 40 No. 1 (2012): Jurnal Agronomi Indonesia Vol. 39 No. 3 (2011): Jurnal Agronomi Indonesia Vol. 39 No. 2 (2011): Jurnal Agronomi Indonesia Vol. 39 No. 1 (2011): Jurnal Agronomi Indonesia Vol. 38 No. 3 (2010): Jurnal Agronomi Indonesia Vol. 38 No. 2 (2010): Jurnal Agronomi Indonesia Vol. 38 No. 1 (2010): Jurnal Agronomi Indonesia Vol. 37 No. 3 (2009): Jurnal Agronomi Indonesia Vol. 37 No. 2 (2009): Jurnal Agronomi Indonesia Vol. 37 No. 1 (2009): Jurnal Agronomi Indonesia Vol. 36 No. 3 (2008): Jurnal Agronomi Indonesia Vol. 36 No. 2 (2008): Jurnal Agronomi Indonesia Vol. 36 No. 1 (2008): Jurnal Agronomi Indonesia Vol. 35 No. 3 (2007): Jurnal Agronomi Indonesia Vol. 35 No. 2 (2007): Jurnal Agronomi Indonesia Vol. 35 No. 1 (2007): Jurnal Agronomi Indonesia Vol. 34 No. 3 (2006): Jurnal Agronomi Indonesia Vol. 34 No. 2 (2006): Jurnal Agronomi Indonesia Vol. 34 No. 1 (2006): Jurnal Agronomi Indonesia Vol. 33 No. 3 (2005): Jurnal Agronomi Indonesia Vol. 33 No. 2 (2005): Jurnal Agronomi Indonesia Vol. 33 No. 1 (2005): Jurnal Agronomi Indonesia Vol. 32 No. 3 (2004): Buletin Agronomi Vol. 32 No. 2 (2004): Buletin Agronomi Vol. 32 No. 1 (2004): Buletin Agronomi Vol. 31 No. 3 (2003): Buletin Agronomi Vol. 31 No. 2 (2003): Buletin Agronomi Vol. 31 No. 1 (2003): Buletin Agronomi Vol. 30 No. 3 (2002): Buletin Agronomi Vol. 30 No. 2 (2002): Buletin Agronomi Vol. 30 No. 1 (2002): Buletin Agronomi Vol. 29 No. 3 (2001): Buletin Agronomi Vol. 29 No. 2 (2001): Buletin Agronomi Vol. 29 No. 1 (2001): Buletin Agronomi Vol. 28 No. 3 (2000): Buletin Agronomi Vol. 28 No. 2 (2000): Buletin Agronomi Vol. 28 No. 1 (2000): Buletin Agronomi Vol. 27 No. 3 (1999): Buletin Agronomi Vol. 27 No. 2 (1999): Buletin Agronomi Vol. 27 No. 1 (1999): Buletin Agronomi Vol. 26 No. 3 (1998): Buletin Agronomi Vol. 26 No. 2 (1998): Buletin Agronomi Vol. 26 No. 1 (1998): Buletin Agronomi Vol. 25 No. 3 (1997): Buletin Agronomi Vol. 25 No. 2 (1997): Buletin Agronomi Vol. 25 No. 1 (1997): Buletin Agronomi Vol. 24 No. 1 (1996): Buletin Agronomi Vol. 23 No. 3 (1995): Buletin Agronomi Vol. 23 No. 2 (1995): Buletin Agronomi Vol. 23 No. 1 (1995): Buletin Agronomi Vol. 22 No. 2 (1994): Buletin Agronomi Vol. 22 No. 1 (1994): Buletin Agronomi More Issue