cover
Contact Name
Fatardho Zudri
Contact Email
fatardho@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.agronomi@yahoo.com
Editorial Address
Jl. Meranti, Kampus IPB Dramaga, Bogor 16680
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy)
ISSN : 20852916     EISSN : 23373652     DOI : -
Aims and Scope Aims Indonesian of Journal Agronomy (Jurnal Agronomi Indonesia), the official journal of the Indonesian Society for Agronomy, publishes primary research paper, review article, policy analysis and research notes and preliminary results in all areas of agronomy. Manuscripts could be written either in English or in Indonesia. Scope Indonesian of Journal Agronomy (Jurnal Agronomi Indonesia) covers agronomy in broad sense including plant production, genetic and plant breeding, plant physiology, plant ecology, plant biotechnology, modeling, seed science and technology and weeds science on food, horticulture, plantation, and forage crops.
Articles 971 Documents
Studi Pemangkasan dan Aplikasi Sitokinin-Giberelin pada Tanaman Teh (Camellia sinensis (L.) O. Kuntze) Produktif Klon GMB 7 Dewi Anjarsari, Intan Ratna; Jajang Sauman Hamdani; Cucu Suherman; Tati Nurmala; Heri Syahrian Khomaeni; Vitria Puspitasari Rahadi
Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy) Vol. 49 No. 1 (2021): Jurnal Agronomi Indonesia
Publisher : Indonesia Society of Agronomy (PERAGI) and Department of Agronomy and Horticulture, Faculty of Agriculture, IPB University, Bogor, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (299.468 KB) | DOI: 10.24831/jai.v49i1.32046

Abstract

Pemangkasan pada tanaman teh yang dilakukan di kebun teh produktif menyebabkan sebagian besar atau secara keseluruhan organ fotosintesis tanaman hilang dan diperlukan waktu sekitar 2-3 bulan utuk tumbuh kembali. Pemangkasan dilakukan dengan jenis dan tinggi pangkasan yang bervariasi. Penambahan sitokinin benzil amino purine (BAP) dan giberelin (GA) diharapkan dapat mempercepat pertumbuhan pucuk setelah dipangkas. Tujuan penelitian adalah mempelajari pengaruh pemangkasan serta aplikasi BAP dan GA terhadap pertumbuhan dan hasil pucuk teh. Percobaan dilaksanakan kebun percobaan Pusat Penelitian Teh dan Kina Gambung bulan Agustus 2017-Oktober 2018 menggunakan rancangan split-split plot terdiri dari jenis pemangkasan (pemangkasan bersih dan pemangkasan ajir) sebagai petak utama, tinggi pangkasan sebagai anak petak (40 cm, 50 cm, dan 60 cm), aplikasi BAP dan GA sebagai anak-anak petak (0 ppm, 60 ppm BAP, 50 ppm GA, 60 ppm BAP+ 50 ppm GA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemangkasan bersih dan 60 ppm BAP + 50 ppm GA menghasilkan pertumbuhan terbaik pada tinggi tunas. Tinggi pangkasan 60 cm dan 60 ppm BAP menunjukkan indeks klorofil daun tertinggi bulan ke-3 sebesar 91.58 (lebih tinggi daripada hasil penelitian sebelumnya yaitu 62.5-75.28), sedangkan tinggi pangkasan 60 cm dan 60 ppm BAP + 50 ppm GA memberikan bobot basah pucuk per perdu tertinggi pada pemetikan produksi. Secara tunggal, tinggi pangkasan 50 cm menurunkan jumlah pucuk burung serta 50 ppm GA mempersingkat lamanya masa dormansi pucuk menjadi 22 hari. Kata kunci: dormansi pucuk, pucuk burung, teh produktif
Pemanfaatan Khamir Antagonis untuk Memperpanjang Umur Simpan dan Mengendalikan Penyakit Antraknosa Buah Pepaya Lestari, Mutiara Dwi; Suketi, Ketty; Widodo, Winarso Drajad; Wiyono, Suryo
Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy) Vol. 48 No. 3 (2020): Jurnal Agronomi Indonesia
Publisher : Indonesia Society of Agronomy (PERAGI) and Department of Agronomy and Horticulture, Faculty of Agriculture, IPB University, Bogor, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (356.533 KB) | DOI: 10.24831/jai.v48i3.32167

Abstract

Pepaya adalah buah klimakterik yang memiliki umur simpan pendek dan potensi gangguan penyakit antraknosa pada saat tahap pascapanen yang disebabkan oleh patogen Colletotrichum gloeosporioides. Tujuan dari penelitian ini adalah mengkaji keefektifan beberapa spesies khamir antagonis untuk memperpanjang umur simpan dan mengendalikan penyakit antraknosa pada pascapanen buah pepaya Callina. Penelitian ini dilaksanakan di kebun pepaya Desa Kanaga, Kabupaten Lebak, Banten pada November 2018 sampai Juli 2019 dan Laboratorium Pascapanen AGH, IPB pada bulan Maret sampai dengan Juli 2019. Penelitian ini menggunakan rancangan kelompok lengkap teracak dengan perlakuan lima jenis khamir yaitu Cryptococcus albidus Yp, Aureobasidium pullulans Dmg 30 DEP, Rhodotorula minuta Dmg 16 BEP, Candida tropicalis Lm 13 BE, dan Pseudozyma hubeiensis Dmg 18 BEP, dan sebagai pembanding perlakuan fungisida berbahan aktif azoksistrobin serta tanpa perlakuan sebagai kontrol. Hasil penelitian menunjukkan penggunaan khamir Candida tropicalis, Aureobasidium pullulans, dan Cryptococcus albidus dapat memperpanjang umur simpan buah pepaya Callina masing-masing 12.6, 12.4, dan 12.2 hari, lebih lama dibandingkan kontrol yang hanya 7 hari, dan efektif mengendalikan penyakit antraknosa dengan tingkat penekanan secara berturut-turut 58.33%, 54.17%, dan 50.00%, selama penyimpanan. Penggunaan khamir antagonis tidak mempengaruhi mutu fisik dan kimia buah pepaya Callina. Kata kunci: buah klimakterik, Colletotrichum gloeosporioides, pascapanen
Isolasi dan Karakterisasi Potongan DNA Gen Sterol Metiltransferase 1 (SMT1) Asal Kelapa Sawit Rizal, Syamsi; Sukma, Dewi; Siberakuno, Roberdi; Liwang, Tony; Sudarsono
Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy) Vol. 48 No. 3 (2020): Jurnal Agronomi Indonesia
Publisher : Indonesia Society of Agronomy (PERAGI) and Department of Agronomy and Horticulture, Faculty of Agriculture, IPB University, Bogor, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (611.715 KB) | DOI: 10.24831/jai.v48i3.32205

Abstract

Tanaman dengan pertambahan tinggi yang lambat merupakan karakter penting dalam program pemuliaan kelapa sawit dan brasinosteroid merupakan hormon penting yang berpengaruh untuk karakter tersebut. Gen sterol metiltransferase 1 (SMT1) merupakan salah satu gen kunci dalam biosintesis brasinosteroid. Pengembangan marker molekuler dapat dimulai dengan identifikasi dan karakterisasi gen yang terkait dengan karakter target. Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi dan mengkarakterisasi keragaman nukleotida gen SMT1. Amplifikasi PCR dilakukan menggunakan genom Elaeis oleifera (E.o.), E. guineensis (E.g.) dan hibrida dari keduanya (E.g. x E.o.) dengan sepasang primer spesifik gen SMT1. Dalam penelitian ini berhasil diamplifikasi satu potongan DNA gen SMT1 dan dari hasil DNA sequencing berhasil diidentifikasi sebanyak 501- 505 pb. Potongan DNA yang diidentifikasi terdiri atas partial intron 8, exon 9, intron 9, dan patial exon 10, yang menyandi antara 104-105 residu asam amino. Domain residu asam amino terkonservasi ditemukan dalam hasil translasi amplikon, yang berkorelasi dengan situs aktif dalam biosintesis brasinosteroid dan mengkonfirmasi identitas amplikon sebagai bagian dari gen SMT1. Keragaman nukleotida potongan DNA gen SMT1 yang teridentifikasi berpotensi dapat digunakan untuk pengembangan marker molekuler yang bermanfaat untuk pemuliaan tanaman kelapa sawit, terutama untuk karakter pertambahan tinggi tanaman yang lambat. Kata kunci: Brasinosteroid, sterol, tanaman kerdil
Keragaan Lima Varietas Melon (Cucumis melo L.) dengan Perlakuan Irigasi Cincin di Rumah Kaca Anggara, Heru; Suwarno, Willy Bayuardi; Saptomo, Satyanto Krido; Gunawan, Endang; Huda, Amalia Nurul; Setiawan, Budi Indra
Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy) Vol. 48 No. 3 (2020): Jurnal Agronomi Indonesia
Publisher : Indonesia Society of Agronomy (PERAGI) and Department of Agronomy and Horticulture, Faculty of Agriculture, IPB University, Bogor, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (329.383 KB) | DOI: 10.24831/jai.v48i3.32206

Abstract

Perakitan varietas melon unggul baru memerlukan materi genetik yang beragam. Ekspresi keragaman genetik memerlukan lingkungan yang mendukung, salah satunya adalah ketersediaan air bagi tanaman. Penelitian ini bertujuan: (1) mempelajari pengaruh varietas (V), perlakuan irigasi (I), interaksi VxI terhadap karakter melon, (2) mengestimasi komponen ragam dan heritabilitas arti luas karakter melon, (3) mengestimasi produktivitas air dan penggunaan air tiap tanaman melon. Percobaan dilakukan di rumah kaca Kebun Percobaan Cikabayan, Departemen Agronomi dan Hortikultura, Fakultas Pertanian IPB, Darmaga, Bogor, pada bulan September-November 2017 menggunakan rancangan tersarang dengan dua faktor dan lima ulangan. Lima varietas melon (‘Honey Dew’, ‘Honey Blonde’, ‘Brilliant’, ‘Athena’, dan ‘Serenade’) ditempatkan secara acak pada tiap ulangan di dalam tiap taraf perlakuan irigasi (784 L, 1,127 L, dan 1,407 L). Varietas berpengaruh nyata terhadap karakter diameter batang, panjang daun, lebar daun, umur berbunga jantan, umur berbunga hermafrodit, panjang buah dan padatan terlarut total. Perlakuan irigasi tidak berpengaruh nyata terhadap semua karakter tanaman, namun interaksi VxI berpengaruh nyata pada karakter umur panen. Karakter padatan terlarut total dan panjang daun memiliki nilai heritabilitas arti luas >50%. Produktivitas air irigasi adalah 153.7 kg ha-1 mm-1 dan total penggunaan air untuk tiap tanaman pada perlakuan irigasi P1, P2, dan P3 masing-masing adalah 38.58 L, 50.78 L, dan 73.19 L. Kata kunci: heritabilitas, pemuliaan melon, produktivitas air
Kajian Berbagai Pola Tanam terhadap Peningkatan Produktivitas Jagung dan Kedelai dengan Berbagai Varietas Jagung Sari, Siti Hapita; Ghulamahdi, Munif; Suwarno, Willy Bayuardi; Melati, Maya
Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy) Vol. 48 No. 3 (2020): Jurnal Agronomi Indonesia
Publisher : Indonesia Society of Agronomy (PERAGI) and Department of Agronomy and Horticulture, Faculty of Agriculture, IPB University, Bogor, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (407.862 KB) | DOI: 10.24831/jai.v48i3.32267

Abstract

The reduction in agricultural land due to land conversion has encouraged several technological innovations in cultivation systems, including intercropping planting patterns. The study aimed to study various intercropping patterns with several varieties of maize which can increase production. The research was conducted at the Sawah Baru Experimental Station of the IPB University, Darmaga, Bogor, from November 2018 to February 2019 using a split-plot design with three replications. The main plot was the cropping systems, consisting of monoculture, single-row intercropping, double-rows intercropping, and triple-rows intercropping. The subplot was the maize varieties, consisting of Sukmaraga, Bima 19, and BISI 2. Regression and correlation analyses were carried out to determine the relationship between microclimate and productivity. The results showed that the productivity of maize and soybean was affected by the interaction between cropping patterns and varieties. The highest productivity of maize was obtained from the intercropping pattern of double rows of BISI 2 maize (7.33 ton ha-1), while the lowest maize productivity was in the intercropping pattern of a single row of Bima 19 maize (2.93 ton ha-1). The highest productivity of soybean was obtained from the intercropping cropping pattern of a single row of BISI 2 maize. The effect of microclimate on various cropping patterns with productivity in this study was a little. Land equivalent ratios (LER) in all treatments were greater than 1 except for intercropping 1 row of Bima 19 maize, indicating that intercropping can increase land productivity. Keywords: cropping pattern, intercropping, land equivalent ratio (LER), maize varieties
Isolation of Mercury-Resistant Endophytic and Rhizosphere Microorganisms from Grasses in Abandoned Gold Mining Area Reni Ustiatik; Suharjono; Yulia Nuraini; Eko Handayanto
Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy) Vol. 49 No. 1 (2021): Jurnal Agronomi Indonesia
Publisher : Indonesia Society of Agronomy (PERAGI) and Department of Agronomy and Horticulture, Faculty of Agriculture, IPB University, Bogor, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (595.264 KB) | DOI: 10.24831/jai.v49i1.32356

Abstract

Terdapat sekitar 900 titik pertambangan emas skala kecil (PESK) di Indonesia yang memperoleh emas melalui teknik amalgamasi dan sianidasi. Teknik amalgamasi menyebabkan pencemaran merkuri (Hg) di tanah. Penelitian ini merupakan penelitian pendahuluan (preliminary study) yang bertujuan untuk mengisolasi mikroorganisme endofit dan rhizosfer resisten Hg dari rumput pionir yang tumbuh di tanah yang tercemar Hg. Mikroorganisme paling berpotensi akan diaplikasikan pada fitoremediasi merkuri di penelitian selanjutnya. Sampel rumput pionir diambil dari lahan pertanian bekas kawasan pertambangan emas dengan teknik amalgamasi di Desa Bonjeruk, Kecamatan Jonggat, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat. Total mikroorganisme dihitung menggunakan Colony Forming Unit (CFU) atau Standard Plate Count. Koloni mikroorganisme dikarakterisasi berdasarkan ciri morfologi. Mikroorganisme endofit dan rizosfer yang resisten Hg berhasil diisolasi dari rumput pionir (Cynodon dactylon dan Eleusine indica) di lokasi penelitian. Koloni mikroorganisme rizosfer sangat beragam secara morfologi dibandingkan dengan mikroorganisme endofit berdasarkan jumlah mikroorganisme terisolasi, berturut-turut 20 isolat dan 17 isolat. Kepadatan mikroorganisme rizosfer lebih tinggi (96%) dibandingkan mikroorganisme endofit (4%). Kepadatan bakteri dan jamur rizosfer masing-masing adalah 47x103 dan 2x103 CFU g-1 sedangkan kepadatan bakteri endofit dan jamur masing-masing hanya 2x103 dan 1x103 CFU g-1.
Efisiensi Penyerbukan oleh Penyerbuk Liar dan Lebah Tetragonula laeviceps pada Bunga Ranti dan Kacang Panjang Rahmani, Aena Sania; Putra, Ramadhani Eka; Gunawan, Wawan
Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy) Vol. 48 No. 3 (2020): Jurnal Agronomi Indonesia
Publisher : Indonesia Society of Agronomy (PERAGI) and Department of Agronomy and Horticulture, Faculty of Agriculture, IPB University, Bogor, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2369.026 KB) | DOI: 10.24831/jai.v48i3.32607

Abstract

Penyerbukan serangga merupakan salah satu upaya peningkatan efisiensi produksi tanaman berbuah pada lahan terbatas. Penelitian bertujuan mengamati aktivitas dan efisiensi penyerbukan serangga liar dan Tetragonula laeviceps pada tanaman ranti dan kacang panjang dengan sistem tanam tumpang sari di Desa Sukawangi, Kabupaten Sumedang pada bulan September hingga Januari 2020. Pengamatan dilakukan pada pukul 08:00-15:00 WIB selama periode perbungaan. Pengamatan dilakukan pada perlakuan aplikasi T. laeviceps, open-pollination, dan self-pollination, masing-masing perlakuan terdiri atas 100 bunga ranti dan 100 bunga kacang panjang dan dianalisis menggunakan one way analysis of variance (α = 0.05). Aktivitas serangga diukur berdasarkan flower handling time, foraging rate, visitation rate, dan fruit set. Kualitas buah diukur berdasarkan diameter, bobot, panjang, dan oBrix. Hasil penelitian ditemukan masing-masing tiga serangga pengunjung berpotensi polinator pada ranti dan kacang panjang dengan pola kunjungan bervariasi pada open-pollination. Efisiensi fruit set tertinggi ranti terjadi pada perlakuan aplikasi T. laeviceps dan kacang panjang pada perlakuan open-pollination. Terdapat perbedaan nyata pada oBrix buah ranti dan kacang panjang, sedangkan self-pollination hanya menghasilkan buah yang secara signifikan lebih panjang pada kacang panjang. Dengan demikian, T. laeviceps dapat dijadikan salah satu alternatif serangga penyerbuk terdomestikasi dalam upaya efisiensi fruit set dan kualitas buah tanaman ranti dan kacang panjang. Kata kunci: aktivitas serangga, fruit set, kualitas buah
Fertigation Methods and N Source on Chili through Drip Irrigation Susila, Anas Dinurrohman; Oktavia, Adea; Wirabawana, Bartolomeus Varian Yuliharsa
Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy) Vol. 48 No. 3 (2020): Jurnal Agronomi Indonesia
Publisher : Indonesia Society of Agronomy (PERAGI) and Department of Agronomy and Horticulture, Faculty of Agriculture, IPB University, Bogor, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (406.335 KB) | DOI: 10.24831/jai.v48i3.32662

Abstract

Cabai rawit (Capsicum frutescens L.) memiliki peran penting dalam menu masakan di Indonesia. Pengelolaan tanaman secara konvensional dengan pemupukan yang kurang efisien masih banyak dilakukan oleh petani, sebaliknya pemupukan secara fertigasi meningkatkan hasil dapat dan menurunkan biaya produksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui metode aplikasi pemupukan melalui irigasi dan sumber N yang dapat menigkatkan hasil cabai rawit dengan budidaya memakai mulsa plastik. Penelitian ini dilakukan pada jenis tanah Inceptisol (Dytropept Fluventik, Isohiperthermik). Perobaan dilakukan di Kebun Penelitian Institut Pertanian Bogor, Cikarawang. Percobaan pertama pada Juni-Desember 2016 disusun dalam rancangan acak kelompok (RAK), 4 ulangan dengan 3 metode aplikasi fertigasi: split, irigasi tetes, dan konvensional(tanpa fertigasi). Percobaan kedua dilakukan pada Maret-Oktober 2017 disusun dalam RAK dengan empat ulangan dengan perlakuan tiga sumber N (Urea (46% N), ZA (21% N), dan NPK (16-16-16)% N-P2O5, -K2O). Hasil penelitian menunjukkan bahwa split dan drip tidak memberikan pengaruh yang berbeda terhadap total panen dan hasil panen yang dapat dipasarkan, namun keduanya lebih tinggi dari hasil panen dengan konvensional. Hasil percobaan kedua menunjukkan bahwa semua sumber N tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan dan hasil panen cabai. Kata kunci: irigasi mikro, nitrogen, mulsa plastik, pemupukan
Agroecology and Uses of Galinsoga parviflora as Indigenous Vegetable in Highland of Kuningan, Banjarnegara and Wonosobo, Indonesia Santosa, Edi; Zaman, Sofyan; Guntoro, Dwi; Susila, Anas Dinurrohman
Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy) Vol. 48 No. 3 (2020): Jurnal Agronomi Indonesia
Publisher : Indonesia Society of Agronomy (PERAGI) and Department of Agronomy and Horticulture, Faculty of Agriculture, IPB University, Bogor, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (669.078 KB) | DOI: 10.24831/jai.v48i3.32800

Abstract

Mondreng (Galinsoga parviflora Cav.) adalah gulma kosmopolitan dan secara tradisional digunakan sebagai sayuran di dataran tinggi Jawa. Penelitian bertujuan mengevaluasi agroekologi dan pemanfaatan G. parviflora sebagai sayuran indigenous di Jawa. Penelitian dilakukan di Kabupaten Kuningan, Banjarnegara, dan Wonosobo dari Juni 2015 hingga Juli 2017. Peta distribusi diambil dari penelusuran lapangan, wawancara, dan studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan ada dua spesies Galinsoga berdasarkan daun dan batang, yaitu G. parviflora dan G. quadriradiata. G. parviflora merupakan sayuran di Kabupaten Banjarnegara dan Wonosobo, tetapi tidak di Kabupaten Kuningan. Galinsoga termasuk satu dari 13 jenis sayuran tradisional; pucuk muda dengan bunga dikonsumsi setelah dimasak atau direbus, dan kadang-kadang digunakan sebagai diuretik. Sayuran Galinsoga berkontribusi rendah terhadap rumah tangga, namun peranannya dalam hubungan sosial antar tetangga relatif penting. Perlu dilakukan studi kandungan nutrisi untuk meningkatkan pemanfaatannya. Kata kunci: Asteraceae, Dieng, gulma, jukut saminggu, mondreng
Identifikasi Stabilitas Hasil Genotipe Ubi Jalar (Ipomoea batatas L. (Lam)) Harapan Baru di Tiga Lingkungan Maulana, Haris; Karuniawan, Agung
Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy) Vol. 48 No. 3 (2020): Jurnal Agronomi Indonesia
Publisher : Indonesia Society of Agronomy (PERAGI) and Department of Agronomy and Horticulture, Faculty of Agriculture, IPB University, Bogor, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1044.147 KB) | DOI: 10.24831/jai.v48i3.32830

Abstract

Produktivitas merupakan salah satu karakter penting dalam perakitan varietas baru. Pengujian multilokasi diperlukan untuk mengestimasi stabilitas hasil dari tanaman yang diuji. Penelitian ini bertujuan untuk mengestimasi interaksi genotipe dengan lingkungan (GxE), mengidentifikasi stabilitas hasil genotipe-genotipe baru ubi jalar, serta mengidentifikasi pengukuran stabilitas yang statis dan dinamis terhadap hasil ubi jalar. Penelitian dilakukan di tiga lingkungan di Jawa Barat, diantaranya pada dataran medium yaitu Kabupaten Sumedang (729 mdpl), Kabupaten Bandung (857 mdpl), serta pada dataran rendah yaitu Kabupaten Karawang (24 mdpl) dari bulan Januari 2017-Juli 2018. Percobaan menggunakan rancangan lapangan Augmented design di setiap lokasi. Analisis ragam (ANOVA) gabungan digunakan untuk mengestimasi GxE, sedangkan stabilitas hasil diestimasi dengan pengukuran model stabilitas parametrik (Regresi linier Eberhart dan Russell (bi dan S2di), komponen rata-rata varians (θi), varians genotipe terhadap lingkungan (GE) (θ(i)), Wricke ecovalence (Wi2), varians stabilitas Shukla (σ²i), koefisien variasi (CVi), AMMI stability value (ASV)), non-parametrik (model Huehn (S(i)), model Thennarasu (NP(i)), Peringkat Kang (KR)), dan GGE biplot. Hasil penelitian menunjukkan bahwa GxE menunjukkan pengaruh yang signifikan terhadap hasil panen dengan kontribusi sebesar 14.17%. Dua genotipe ubi jalar teridentifikasi stabil dan memiliki hasil tinggi di tiga lingkungan yaitu PR79 dan PR126. Genotipe-genotipe tersebut dapat direkomendasikan sebagai genotipe unggul baru dan sebagai bahan untuk program pemuliaan tanaman ubi jalar selanjutnya. Pengukuran stabilitas NP(2) dan θᵢ merupakan model stabilitas statis yang dapat merekomendasikan genotipe stabil pada lingkungan yang kurang menguntungkan (unfavorable), sedangkan pengukuran S(1), S(2), S(3), S(6), NP(1), NP(3), NP(4), KR, CVi, bi, S2di, Wi2, ASV, dan σ²ᵢ merupakan model stabilitas dinamis yang dapat merekomendasikan genotipe stabil pada lingkungan yang menguntungkan (favorable). Kata kunci: GGE biplot, multilokasi, non-parametrik, parametrik, stabilitas hasil

Filter by Year

1994 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 53 No. 3 (2025): Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy) Vol. 53 No. 2 (2025): Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy) Vol. 53 No. 1 (2025): Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy) Vol. 52 No. 3 (2024): Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy) Vol. 52 No. 2 (2024): Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy) Vol. 52 No. 1 (2024): Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy) Vol. 51 No. 3 (2023): Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy) Vol. 51 No. 2 (2023): Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy) Vol. 51 No. 1 (2023): Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy) Vol. 50 No. 3 (2022): Jurnal Agronomi Indonesia Vol. 50 No. 2 (2022): Jurnal Agronomi Indonesia Vol. 50 No. 1 (2022): Jurnal Agronomi Indonesia Vol. 49 No. 3 (2021): Jurnal Agronomi Indonesia Vol. 49 No. 2 (2021): Jurnal Agronomi Indonesia Vol. 49 No. 1 (2021): Jurnal Agronomi Indonesia Vol. 48 No. 3 (2020): Jurnal Agronomi Indonesia Vol. 48 No. 2 (2020): Jurnal Agronomi Indonesia Vol. 48 No. 1 (2020): Jurnal Agronomi Indonesia Vol. 47 No. 3 (2019): Jurnal Agronomi Indonesia Vol. 47 No. 2 (2019): Jurnal Agronomi Indonesia Vol. 47 No. 1 (2019): Jurnal Agronomi Indonesia Vol. 46 No. 3 (2018): Jurnal Agronomi Indonesia Vol. 46 No. 2 (2018): Jurnal Agronomi Indonesia Vol. 46 No. 1 (2018): Jurnal Agronomi Indonesia Vol. 45 No. 3 (2017): Jurnal Agronomi Indonesia Vol. 45 No. 2 (2017): Jurnal Agronomi Indonesia Vol. 45 No. 1 (2017): Jurnal Agronomi Indonesia Vol. 44 No. 3 (2016): Jurnal Agronomi Indonesia Vol. 44 No. 2 (2016): Jurnal Agronomi Indonesia Vol. 44 No. 1 (2016): Jurnal Agronomi Indonesia Vol. 43 No. 3 (2015): Jurnal Agronomi Indonesia Vol. 43 No. 2 (2015): Jurnal Agronomi Indonesia Vol. 43 No. 1 (2015): Jurnal Agronomi Indonesia Vol. 42 No. 3 (2014): Jurnal Agronomi Indonesia Vol. 42 No. 2 (2014): Jurnal agronomi indonesia Vol. 42 No. 1 (2014): Jurnal Agronomi Indonesia Vol. 41 No. 3 (2013): Jurnal Agronomi Indonesia Vol. 41 No. 2 (2013): Jurnal Agronomi Indonesia Vol. 41 No. 1 (2013): Jurnal Agronomi Indonesia Vol. 40 No. 3 (2012): Jurnal Agronomi Indonesia Vol. 40 No. 2 (2012): Jurnal Agronomi Indonesia Vol. 40 No. 1 (2012): Jurnal Agronomi Indonesia Vol. 39 No. 3 (2011): Jurnal Agronomi Indonesia Vol. 39 No. 2 (2011): Jurnal Agronomi Indonesia Vol. 39 No. 1 (2011): Jurnal Agronomi Indonesia Vol. 38 No. 3 (2010): Jurnal Agronomi Indonesia Vol. 38 No. 2 (2010): Jurnal Agronomi Indonesia Vol. 38 No. 1 (2010): Jurnal Agronomi Indonesia Vol. 37 No. 3 (2009): Jurnal Agronomi Indonesia Vol. 37 No. 2 (2009): Jurnal Agronomi Indonesia Vol. 37 No. 1 (2009): Jurnal Agronomi Indonesia Vol. 36 No. 3 (2008): Jurnal Agronomi Indonesia Vol. 36 No. 2 (2008): Jurnal Agronomi Indonesia Vol. 36 No. 1 (2008): Jurnal Agronomi Indonesia Vol. 35 No. 3 (2007): Jurnal Agronomi Indonesia Vol. 35 No. 2 (2007): Jurnal Agronomi Indonesia Vol. 35 No. 1 (2007): Jurnal Agronomi Indonesia Vol. 34 No. 3 (2006): Jurnal Agronomi Indonesia Vol. 34 No. 2 (2006): Jurnal Agronomi Indonesia Vol. 34 No. 1 (2006): Jurnal Agronomi Indonesia Vol. 33 No. 3 (2005): Jurnal Agronomi Indonesia Vol. 33 No. 2 (2005): Jurnal Agronomi Indonesia Vol. 33 No. 1 (2005): Jurnal Agronomi Indonesia Vol. 32 No. 3 (2004): Buletin Agronomi Vol. 32 No. 2 (2004): Buletin Agronomi Vol. 32 No. 1 (2004): Buletin Agronomi Vol. 31 No. 3 (2003): Buletin Agronomi Vol. 31 No. 2 (2003): Buletin Agronomi Vol. 31 No. 1 (2003): Buletin Agronomi Vol. 30 No. 3 (2002): Buletin Agronomi Vol. 30 No. 2 (2002): Buletin Agronomi Vol. 30 No. 1 (2002): Buletin Agronomi Vol. 29 No. 3 (2001): Buletin Agronomi Vol. 29 No. 2 (2001): Buletin Agronomi Vol. 29 No. 1 (2001): Buletin Agronomi Vol. 28 No. 3 (2000): Buletin Agronomi Vol. 28 No. 2 (2000): Buletin Agronomi Vol. 28 No. 1 (2000): Buletin Agronomi Vol. 27 No. 3 (1999): Buletin Agronomi Vol. 27 No. 2 (1999): Buletin Agronomi Vol. 27 No. 1 (1999): Buletin Agronomi Vol. 26 No. 3 (1998): Buletin Agronomi Vol. 26 No. 2 (1998): Buletin Agronomi Vol. 26 No. 1 (1998): Buletin Agronomi Vol. 25 No. 3 (1997): Buletin Agronomi Vol. 25 No. 2 (1997): Buletin Agronomi Vol. 25 No. 1 (1997): Buletin Agronomi Vol. 24 No. 1 (1996): Buletin Agronomi Vol. 23 No. 3 (1995): Buletin Agronomi Vol. 23 No. 2 (1995): Buletin Agronomi Vol. 23 No. 1 (1995): Buletin Agronomi Vol. 22 No. 2 (1994): Buletin Agronomi Vol. 22 No. 1 (1994): Buletin Agronomi More Issue