cover
Contact Name
Sofyan Musyabiq Wijaya
Contact Email
obiqwijaya@gmail.com
Phone
+6281559678993
Journal Mail Official
jkunila@gmail.com
Editorial Address
Jl Prof.Dr.Soemantri Brojonegoro No 1 , Bandar Lampung, Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
JK Unila (Jurnal Kedokteran Universitas Lampung)
Published by Universitas Lampung
ISSN : 25273612     EISSN : 26146991     DOI : 10.23960/jku
Jurnal Kedokteran Universitas Lampung (JK Unila) is a journal of scientific publications published every six months using a peer review system for article selection. Jurnal Kedokteran Universitas Lampung (JK Unila) can receive original research articles relevant to medicine and health, meta-analysis , case reports and medical science update.
Articles 260 Documents
Hubungan antara IPK Program Sarjana Kedokteran dengan Nilai UKMPPD Mahasiswa FKUY Miranti Pusparini; Aditarahma Imaningdyah; Sri Hastuti Andayani; Zwasta Pribadi Mahardhika; Dea Dwi Miranti
Jurnal Kedokteran Universitas Lampung Vol 1, No 2 (2016): JK UNILA
Publisher : Fakultas Kedokteran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jk unila.v1i2.1621

Abstract

Hasil akhir dari proses pembelajaran seorang mahasiswa dinyatakan dengan IP (Indeks Prestasi) yang merupakan ukuran kemampuan mahasiswa. Penilaian dalam pencapaian kompetensi dilakukan dengan uji tulis dengan MCQ dan OSCE. Pada Tahun 2013 lahir Undang-undang No. 20 Tahun 2013 tentang Pendidikan Kedokteran menyatakan bahwa Uji Kompetensi Mahasiswa Program Profesi Dokter (UKMPPD) dilaksanakan secara nasional sebelum mengangkat sumpah sebagai dokter. Data dari Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi bahwa masih ada sekitar 21 % mahasiswa yang belum lulus dari sekitar 15.000 yang mengikuti UKMPPD. Penelitian ini menggunakan metode penelitian korelasi untuk mengetahui hubungan dan tingkat hubungan antar variabel, serta ada tidaknya dan kuat lemahnya hubungan variabel yang terkait dalam suatu objek atau subjek yang diteliti. Batas populasi target yang digunakan pada penelitian ini adalah mahasiswa FK Universitas YARSI yang mengikuti Ujian Kompetensi Mahasiswa Program Profesi Dokter periode Januari 2014 – Agustus 2015. Tingkat kelulusan CBT adalah 325 orang atau sebesar 60% dari total 539 orang, sedangkan OSCE, sebanyak 498 orangatau 92% dari 539 dinyatakan lulus. Nilai Sig. dari variable IPK Program Sarjana Kedokteran adalah sebesar 0.000 yang mengartikan bahwa adanya korelasi yang signifikan antara IPK Program Sarjana Kedokteran Dengan Nilai UKMPPD CBT. Nilai Sig. dari variabel IPK Program Sarjana Kedokteran adalah sebesar 0.000 yang mengartikan bahwa adanya korelasi yang signifikan antara IPK Program Sarjana Kedokteran Dengan Nilai UKMPPD OSCE. Simpulan: Hasil dari penelitian ini membuktikan bahwa nilai IPK Program Sarjana Kedokteran masil relevan dikatakan sebagai indicator learning outcome  ataupun sebagai predictor untuk menentukan hasil ujian kognitif. [JK Unila. 2016; 1(2)]Kata kunci:, CBT, IPK, OSCE, uji kompetensi
Analisis Asupan Makan Sebagai Faktor Risiko Kurang Energi Kronis pada Ibu Hamil di Kota Bandar Lampung Dian Isti Angraini; Ratna Dewi Puspita Sari; Sofyan Musyabiq Wijaya; Rachmi Lestari Rukmono
Jurnal Kedokteran Universitas Lampung Vol 3, No 1 (2019): JK Unila
Publisher : Fakultas Kedokteran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jk unila.v3i1.2208

Abstract

Prevalensi kurang energi kronis pada ibu hamil usia 15-49 tahun mencapai 24,2%. Kurang energi kronis merupakan gambaran status gizi ibu di masa lalu, sehingga bisa berisiko mengakibatkan komplikasi kehamilan dan kelahiran serta melahirkan bayi dengan berat lahir rendah. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis asupan makan sebagai faktor risiko kurang energi kronis pada ibu hamil di kota Bandar Lampung. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan menggunakan desain cross sectional. Penelitian dilakukan di kota Bandar Lampung pada bulan April sampai Oktober 2018. Sampel adalah 138 orang ibu hamil berusia 18 sampai 45 tahun, yang diambil dengan teknik purposive sampling. Data kurang energi kronis dinilai melalui pengukuran lingkar lengan atas dan asupan makan dengan menggunakan kuesioner semiquantitative food frequency (SQFFQ). Data dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan Uji Chi Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 35,5% responden menderita kurang energi kronis, 39,1% asupan energi lebih, 50% asupan karbohidrat lebih, 81,9% asupan protein lebih, 42,8% asupan lemak kurang dan 53,6% asupan zat besi lebih. Hasil penelitian menunjukkan bahwa asupan energi, protein dan lemak merupakan faktor risiko terjadinya kurang energi kronis pada ibu hamil (p=0,0; p=0,00; p=0,038), asupan karbohidrat dan zat besi bukan merupakan faktor risiko kurang energi kronis pada ibu hamil (p=0,13; p=0,052). Kata Kunci: asupan makan , ibu hamil, kurang energi kronis
Hubungan Senam Lansia terhadap Kualitas Hidup Lansia yang Menderita Hipertensi di Klinik HC UMMI Kedaton Bandar Lampung Fitria Saftarina; Fairuz Rabbaniyah
Jurnal Kedokteran Universitas Lampung Vol 1, No 2 (2016): JK UNILA
Publisher : Fakultas Kedokteran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jk unila.v1i2.1637

Abstract

Kualitas hidup individu yang menderita hipertensi lebih buruk dibandingkan dengan individu yang memiliki tekanan darah normal. Hal tersebut dipengaruhi oleh tekanan darah dan tingkat kesadaran seseorang tersebut. Peningkatan kualitas hidup secara mental yang diperoleh melalui aktivitas fisik ialah mengurangi stres, meningkatkan rasa antusias dan rasa percaya diri, serta mengurangi kecemasan dan depresi seseorang terkait dengan penyakit yang dialaminya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan senam lansia dengan kualitas hidup lansia yang menderita hipertensi di Klinik HC UMMI Kedaton Bandar Lampung. Penelitian ini dilakukan selama bulan November 2015 di Klinik HC UMMI Kedaton Bandar Lampung. Desain penelitian ini adalah penelitian observasional dengan metode yang digunakan adalah cross sectional dengan sampel menggunakan sampel total dan di dapatkan 58 orang responden penelitian. Penelitian ini menggunakan analisis korelasi chi square. Hasil penelitian ini menunjukkan sebagian besar lansia yang mendertita hipertensi memiliki kualitas hidup yang sangat baik, lalu sebagian besar lansia di klinik HC UMMI Kedaton melakukan senam lansia, dan sebagian besar lansia yang menderita hipertensi adalah lansia yang berjenis kelamin perempuan serta terdapat hubungan yangsignifikan (p=0,000) antara senam lansia terhadap kualitas hidup lansia yang menderita hipertensi. [JK Unila. 2016; 1(2)]Kata kunci: hipertensi, kualitas hidup, lansia, senam lansia
Prinsip Kerja Ultrasonografi Doppler pada Kehamilan Rodiani Rodiani
Jurnal Kedokteran Universitas Lampung Vol 3, No 1 (2019): JK Unila
Publisher : Fakultas Kedokteran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jk unila.v3i1.2224

Abstract

Pemeriksaan ultrasonografi telah dikenal dan dilakukan sejak tahun 1970-an, namun hingga saat ini belum ada pengaturan yang jelas mengenai tata cara pemakaiannya, termasuk juga dalam hal indikasi dari pemeriksaan ultrasonografi pada kehamilan salah satunya pemeriksaan ultrasonografi Doppler. Ultrasonografi Doppler merupakan alat yang sama dengan ultrasonografi biasa, namun pada ultrasonografi biasa hanya dapat menampilkan gambar dari pantulan gelombang suara dari organ yang diperiksa, sedangkan ultrasonografi Doppler memiliki efek Doppler. Dengan memanfaatkan efek Doppler, ultrasonografi tersebut dapat mendeteksi arah aliran darah dan juga kecepatan relatif aliran darah tersebut. Pada kehamilan, ultrasonografi Doppler dapat mengevaluasi status kesehatan janin dalam kandungan dengan menilai aliran pembuluh darah di otak dan jantung janin yang sudah terbentuk. Pemeriksaan tersebut juga dapat menilai apakah janin mendapatkan asupan oksigen dan nutrisi. Dengan ultrasonografi Doppler juga dapat melihat kelainan berupa gangguan pertumbuhan janin dengan melihat aliran darah dari tali pusat ke plasenta dan kondisi-kondisi janin lainnya.Kata Kunci: kehamilan , prinsip kerja, ultrasonografi doppler
Granuloma Piogenik Pada Ginggiva Rizki Hanriko
Jurnal Kedokteran Universitas Lampung Vol 1, No 2 (2016): JK UNILA
Publisher : Fakultas Kedokteran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jk unila.v1i2.1653

Abstract

Granuloma piogenik merupakan lesi jinak vaskuler pada mukosa yang relatif sering terjadi. Iritasi menjadi penyebab tersering kejadian pada ginggiva. Tidak ada data pasti angka kejadian granuloma piogenik pada ginggiva di Indonesia. Granuloma piogenik dapat timbul pada segala umur, namun terbanyak pada usia dewasa muda. Angka kejadian granuloma piogenik lebih banyak terjadi pada wanita akibat perubahan hormonal selama pubertas, kehamilan, dan menopause. Gambaran klinis granuloma piogenik pada gingiva berupa benjolan berwarna merah kebiruan, kenyal, dan tidak nyeri. Secara mikroskopis berupa lesi eksofitik dikelilingi jaringan yang normal dilapisi epitel gepeng berlapis yang rata, atrofi atau ulserasi dengan lesi terdiri dari proliferasi pembuluh darah disertai jaringan granulasi. Etiopatogenesis dari granuloma piogenik masih menjadi perdebatan. Beberapa peneliti memasukkan granuloma piogenik kedalam entitas infeksi yang diakibatkan adanya infeksi oleh Stafilokokus dan botryomycosis. Faktor pertumbuhan yang berperan penting dalamangiogenesis dan perkembangan granuloma piogenik adalah VEGF dan bFGF. Pemeriksaan imunohistokimia pada granuloma piogenik akan memberikan ekspresi faktor VIII pada endotel dan negatif pada area seluler. Granuloma piogenik didiagnosa banding dengan peripheral giant cell granuloma dan Peripheral ossifying fibroma karena secara makroskopis identik. Granuloma piogenik juga memberikan ekspresi pada bFGF, anti-CD34, dan VEGF. Granuloma piogenik memiliki prognosis yang sangat baik dengan terapi eksisi namun memiliki tendensi berulang bila eksisi inkomplit. Simpulan:Granuloma piogenik pada ginggiva merupakan lesi vaskuler jinak yang sering terjadi pada usia muda akibat iritasi dan memiliki prognosis sangat baik dengan terapi eksisi. [JK Unila. 2016; 1(2)]Kata kunci: ginggiva, granuloma piogenik
Gambaran Pemeriksaan Serologi IgM dan IgG Dengue dengan Limfosit Plasma Biru pada Pasien Demam Berdarah Dengue di RSUD Pesawaran Lampung Ayu, Putu Ristyaning; Karima, Nisa
Jurnal Kedokteran Universitas Lampung Vol 3, No 2 (2019): JK Unila
Publisher : Fakultas Kedokteran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jk unila.v3i2.2495

Abstract

Infeksi dengue merupakan penyakit yang penyebarannya sangat cepat di dunia. Penyakit ini masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia, khususnya pada provinsi Lampung yang penyebarannya semakin luas dan cenderung meningkat sehingga berpotensi menimbulkan Kejadian Luar Biasa (KLB). Kunci keberhasilan penanganan pasien dengan infeksi dengue, salah satunya adalah melakukan pemeriksaan darah lengkap. Diagnosis infeksi Dengue dapat dilakukan secara tepat setelah melalui uji serologi di laboratorium, yaitu pemeriksaan immunoglobulin G (IgG) dan immunoglobulin M (IgM). Dalam penegakan diagnosis infeksi dengue juga dapat dengan pemeriksaan Limfosit Plasma Biru (LPB). Pemeriksaan LPB merupakan cara yang sederhana, murah dapat dilakukan di Puskesmas. Pemeriksaan tersebut dapat membantu dignosis terutama di daerah dengan fasilitas laboratorium yang sederhana. Penelitian ini menggunakan metode penelitian observasional laboratorik dengan desain cohort study. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah total sampling, yaitu semua pasien dengan diagnosis klinis infeksi dengue di RSUD Pesawaran yang memenuhi kriteria penelitian pada bulan Mei sampai Agustus 2019. Pengolahan dan analisis data dilakukan secara deskriptif. Hasil pada penelitian ini adalah LPB positif sebanyak 34,4% dan LPB positif 65,6%. Pada pasien yang ditemukan LPB, jumlah pasien yang mempunyai nilai IgG positif lebih banyak dua kali daripada nilai positif IgM.Kata kunci: infeksi dengue, IgG, IgM, LPB
Hubungan Efikasi Diri dan Identitas Profesional Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Lampung Sari, Merry Indah; Oktaria, Dwita; Oktafany, Oktafany
Jurnal Kedokteran Universitas Lampung Vol 3, No 2 (2019): JK Unila
Publisher : Fakultas Kedokteran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jk unila.v3i2.2521

Abstract

Profesionalisme merupakan salah satu kompetensi yang wajib dimiliki oleh mahasiswa kedokteran yang nanti menjadi seorang dokter. Profesionelisme dokter yang merupakan dasar kontrak sosial antara masyarakat dengan profesi kedokteran telah menjadi perhatian dengan maraknya kasus kasus pelanggaran profesionalisme. Namun perilaku profesional bukanlah satu satunya aspek profesionalisme yang diperukan. Identitas profesional merupakan faktor yang harus diajarkan di institusi pendidikan. Fakultas kedokteran diwajibkan untuk mampu mengembangkan identitas profesional mahasiswa. Identitas profesional merupakan bagaimana seseorang mempersepsikan dirinya dengan suatu profesi. Perkembangan identitas profesional ini dipengaruhi oleh faktior di dalam dan di luar institusi pendidikan. Efikasi diri merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi partisipasi mahasiswa dalam pembelajaran dan akhirnya mempengaruhi identitas profesional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan efikasi diri dan identitas profesional akan membantu institusi dan juga para dosen untuk mengembangkan pembelajaran yang sesuai dengan perkembangan identitas profesional. Penelitian ini dilakukan dengan responden mahasiswa fakultas kedokteran dari seluruh jenjang pendidikan. Sampel diambil dengan metode stratified random sampling. Sebanyak 287 mahasiswa menjadi sampel dalam penelitian ini. Pengumpulan data dilakukan dengan pengisian kuesioner efikasi diri dan kuesioner identitas profesional. Hasil penelitian didapatkan skor efikasi diri mahasiswa adalah 136,25 dan skor identitas profesional 81.10. Analisis Bivariat dilakukan dengan uji Pearson dan didapatkan hubungan yang bermakna antara efikasi diri dan identitas profesional mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas LampungKata Kunci: efikasi diri, identitas profesional, profesionalisme
Postur Kerja dan Keluhan Musculoskeletal Disorder Pada Perawat di Instalasi Rawat Inap RSUD Abdul Moeloek Fitria Saftarini; Desindah Loria Simanjuntak
Jurnal Kedokteran Universitas Lampung Vol 1, No 3 (2017): JK UNILA
Publisher : Fakultas Kedokteran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jk unila.v1i3.1716

Abstract

Musculoskeletal disorder pada dasarnya adalah sebuah keluhan rasa nyeri pada bagian tubuh yang mencakup otot, sendi, ligamen, rangka, dan saraf. Postur kerja merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi terjadinya peningkatan keluhan Musculoskeletal Disorder. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan postur kerja dengan keluhanMusculoskeletal Disorder pada perawat di instalasi rawat inap RSUD Abdul Moeloek.Desain penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini melibatkan 144 responden dengan metode proportional random sampling yang mengisi kuesioner nordic body maps untuk menilai keluhan Musculoskeletal Disorder dan dilakukan penilaian postur kerja menggunakan metode Rapid Upper Limb Assesment (RULA). Berdasarkan hasil analisis univariat untuk karakteristik responden, postur kerja yang paling banyak dimiliki oleh responden yaitu resiko rendah (31,3%). Sebagian besar responden memiliki keluhan Musculoskeletal Disorder sedang (39,6%). Berdasarkan analisis bivariat yang dilakukan dengan uji chi square terdapat hubungan bermakna antara postur kerja dengan keluhan Musculoskeletal Disorder dengan nilai p=0,001 (α<0,05). Simpulan, postur kerja yang paling banyak dimiliki oleh responden yaitu postur kerja dengan resiko rendah. Sebagian besar responden memiliki keluhan Musculoskeletal Disorder sedang.Terdapat hubungan yang bermakna antara postur kerja dengan keluhan Musculoskeletal Disorder.Kata kunci:Musculoskeletal Disorder, Nordic Body Maps, Postur kerja
Manajemen Gigitan Ular Risal Wintoko; Neema Putri Prameswari
Jurnal Kedokteran Universitas Lampung Vol 4, No 1 (2020): JK UNILA
Publisher : Fakultas Kedokteran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jk unila.v4i1.2765

Abstract

Indonesia adalah salah satu negara beriklim tropis yang masyarakatnya memiliki aktivitas pertanian yang tinggi, hal tersebut merupakan faktor potensial tingginya kasus gigitan ular di Indonesia. Gigitan ular merupakan kegawatdaruratan medis yang dapat menyebabkan disabilitas permanen hingga kematian. Gigitan ular merupakan kasus penyakit daerah tropis yang banyak terabaikan menurut World Health Organization. Hal ini dapat dikarenakan kurangnya laporan epidemiologi, program kontrol, dan pedoman nasional penatalaksanaan gigitan ular yang tersedia. Padahal, jumlah kasus gigitan ular di Asia Tenggara dinilai cukup tinggi. Untuk itu, dibutuhkan upaya untuk mengurangi morbiditas dan mortalitas gigitan dengan upaya preventif dan kuratif, termasuk didalamnya adalah manajemen yang komprehensif untuk menjamin penatalaksanaan yang tepat, aman, dan efektif.Kata Kunci: Gawat darurat, gigitan ular, penatalaksanaan
Hubungan Antara Polip Serviks dengan Ancaman Abortus pada Kehamilan Muda Ratna Dewi Puspitasari; Putu Ristyaning Ayu; Nurul Utami; Risti Graharti
Jurnal Kedokteran Universitas Lampung Vol 2, No 2 (2018): Jk Unila
Publisher : Fakultas Kedokteran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jk unila.v2i2.1954

Abstract

Polip merupakan lesi atau tumor padat jinak berupa adenoma maupun fibroadenoma yang tumbuh menonjol dan bertangkai, tumbuh di permukaan mukosa serviks (bagian endoserviks atau intramukosal serviks) dengan variasi eksternal atau regio vaginal serviks. Polip serviks paling banyak terjadi pada wanita usia reproduksi, namun yang paling rentan terhadap penyakit ini adalah perempuan usia 40 sampai 50 tahun. Polip serviks dapat ditemukan pada insiden yang memicu produksi hormon seperti pada wanita hamil.1Kelainan ginekologi yang sering diderita oleh wanita hamil dengan usia kehamilan muda adalah ancaman keguguran. Penegakan diagnosis ancaman abortus didapatkan dari anamnesis, seperti keluhan keluar darah dari kemaluan disertai nyeri perut ringan atau tidak sama sekali, dan usia kehamilan pasien < 20 minggu. Pada pemeriksaan inspekulo biasanya OUE tertutup, perdarahan dapat terlihat dari ostium, dan tidak ada kelainan pada serviks. Pada pemeriksaan dalam, OUE tertutup, tidak terdapat nyeri goyang serviks. Pada pemeriksaan tes kehamilan positif, dan pada pemeriksaan USG tampak janin masih hidup. 2 Infeksi vagina pada kehamilan berhubungan dengan terjadinya abortus atau partus sebelum waktunya sebanyak 2%. Namun untuk etiologi infeksi pada genitalia pasien harus dicari lebih lanjut dengan swab vagina dan pemeriksaan mikroskopis untuk mengetahui apakah infeksi ini disebabkan oleh bakteri, parasit ataukah jamur. Dugaan lain diakibatkan perubahan serviks akibat infeksi seperti polip serviks.Kata kunci: polip serviks, wanita hamil, abortus

Page 5 of 26 | Total Record : 260