cover
Contact Name
Andhy Surya Hapsara
Contact Email
jurnalideguru@gmail.com
Phone
+628984400401
Journal Mail Official
jurnalideguru@gmail.com
Editorial Address
SMA Negeri 7 Yogyakarta, Jl. M.T. Haryono 47 Yogyakarta 55141
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Ideguru: Jurnal Karya Ilmiah Guru
ISSN : 25275712     EISSN : 27222195     DOI : https://doi.org/10.51169/ideguru
Core Subject : Education,
"Ideguru" means the overall thought conducted by teachers, in the form of classroom action research as well as scientific papers. The vision of Ideguru is to be one of the main references for teachers in planning, implementing and evaluating learning inovation in Yogyakarta Special Province (DIY), Indonesia. The mission of Ideguru is becoming a media for actualization and dissemination of scientific works for teachers in the region of DIY in particular and Indonesia in general.
Articles 869 Documents
Analisis Karakter Religius pada Siswa Kelas III melalui Implementasi Nilai Sila Pertama Pancasila di SDN 141 Pekanbaru Setyantari, Setyantari; Ramadan, Zaka Hadikusuma
Ideguru: Jurnal Karya Ilmiah Guru Vol 9 No 3 (2024): Edisi September 2024
Publisher : Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Daerah Istimewa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51169/ideguru.v9i3.1365

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pendidikan karakter religius pada kelas III SDN 141 Pekanbaru melalui penerapan sila pertama Pancasila. Penelitian naturalistik kualitatif digunakan dalam penelitian ini. Siswa kelas III, guru, dan kepala sekolah menjadi subjek penelitian ini. Fokus penelitian adalah pemanfaatan pembelajaran sehari-hari kelas III untuk menanamkan karakter religius. Dengan menggunakan paradigma Miles & Hubberman, prosedur analisis data meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Dokumentasi, wawancara, dan observasi merupakan metode yang digunakan dalam pengumpulan data. Berdasarkan temuan penelitian, nilai-nilai keagamaan yang mewakili interaksi antara manusia dengan Tuhan, sesama, dan lingkungan sekitar siswa tumbuh dalam proses pembelajaran.
Problematika Pendidikan Agama Islam pada Anak TNI di Komplek Asrama Widuri Medan Lestari, Ayu; Hasibuan, Humaidah Br
Ideguru: Jurnal Karya Ilmiah Guru Vol 9 No 3 (2024): Edisi September 2024
Publisher : Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Daerah Istimewa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51169/ideguru.v9i3.1375

Abstract

Pendidikan Agama Islam merupakan upaya untuk menyampaikan dan mengajarkan ajaran Islam kepada individu agar mereka memahami serta mengamalkan nilai-nilai, prinsip, dan praktik keagamaan dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan Pendidikan Agama Islam pada anak TNI dan problematika yang dihadapi orang tua dalam memberikan Pendidikan Agama Islam pada anak. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk mengidentifikasi upaya yang bisa dilakukan untuk menghadapi problematika tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif, dengan data yang diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat beberapa problematika yang menjadi hambatan dalam pelaksanaan Pendidikan Agama Islam pada anak TNI. Problematika tersebut mencakup kurangnya waktu yang dimiliki orang tua karena tugas dinas, serta tantangan dalam menanamkan nilai-nilai keagamaan di lingkungan yang kurang mendukung. Upaya dalam mengatasi problematika tersebut meliputi memberikan pendidikan agama tambahan di luar rumah, mendidik dengan pola pendidikan yang tepat, dan mengontrol aktivitas keseharian anak untuk memastikan mereka tetap mendapatkan bimbingan agama yang memadai.
Inovasi Pembelajaran Aksara Jawa dengan Permainan Edukatif Digital berbasis Augmented reality pada Peserta Didik SMP Negeri 1 Nglipar Qariru, Davin Elian; Suryaprabandaru, Muhammad Fajrulfalaq Izzulfirdausyah; Pratama, Fikriansyah Ridwan; Fadila, Salsabila Eka; Ningrum, Veronica Tia; Nasikun, Ahmad; Bagus Nuryanto, Akhmad
Ideguru: Jurnal Karya Ilmiah Guru Vol 9 No 3 (2024): Edisi September 2024
Publisher : Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Daerah Istimewa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51169/ideguru.v9i3.1381

Abstract

Aksara Jawa kurang diminati peserta didik, tidak terkecuali SMP Negeri 1 Nglipar. Wawancara dengan Bapak Sartono (guru bahasa Jawa di SMP Negeri 1 Nglipar) menyatakan bahwa ulangan harian, tengah semester, atau akhir semester tentang aksara Jawa memiliki rata-rata paling rendah di antara materi lain. Kurangnya media pembelajaran yang dalam memfasilitasi kegiatan belajar mengajar di SMP Negeri 1 Nglipar juga membuat berkurangnya minat peserta didik. Berdasarkan survei, diketahui mayoritas peserta didik lebih menyukai pembelajaran dengan metode permainan, khususnya papan petualangan. Oleh karena itu, digagas ide media pembelajaran melalui papan petualangan yang dikombinasikan dengan teknologi AR (augmented reality) atau AJAR dengan tujuan meningkatkan minat serta pemahaman peserta didik kelas 7 A, B, C, dan D SMP Negeri 1 Nglipar terhadap aksara Jawa. Materi serta soal divalidasi oleh Kraton Yogyakarta, sedangkan media pembelajaran divalidasi oleh BTKP Yogyakarta. Hasilnya, materi, soal, dan media pembelajaran dapat diimplementasikan dalam pembelajaran. AJAR kemudian diimplementasikan dalam pembelajaran. Kelas dengan AJAR (37,50) memiliki peningkatan nilai dari pretest ke posttest yang lebih tinggi daripada kelas konvensional (23,00). Seluruh indikator keaktifan pada kelas AJAR juga lebih tinggi daripada kelas konvensional. Oleh karena itu, AJAR dapat meningkatkan minat serta pemahaman peserta didik kelas 7 A, B, C, dan D SMP Negeri 1 Nglipar terhadap aksara Jawa.
Analisis Penerapan Pembelajaran Berdiferensiasi dalam Implementasi Kurikulum Merdeka pada Mata Pelajaran Matematika Bangun Ruang Siswa Sekolah Dasar (Studi Kasus di Kelas 4 SDN Cakung Barat 01 Jakarta Timur) Sari, Diah Sartika; Kowiyah, Kowiyah
Ideguru: Jurnal Karya Ilmiah Guru Vol 10 No 1 (2025): Edisi Januari 2025
Publisher : Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Daerah Istimewa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51169/ideguru.v10i1.1385

Abstract

Pembelajaran berdiferensiasi dalam kurikulum merdeka memberi kesempatan belajar bagi siswa dengan latar belakang berbeda, termasuk ekonomi, kemampuan, dan karakteristik Pada mata pelajaran matematika bangun ruang, konsep nyata digunakan sesuai dengan pendekatan berdiferensiasi. Namun, pembelajaran berdiferensiasi dalam implementasi kurikulum merdeka masih terbatas. Peneliti melalukan penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Namun, implementasinya masih terbatas. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus di kelas 4 SDN Cakung Barat 01 Jakarta Timur. Tujuan penelitian meliputi: 1) Memahami sistem pembelajaran berdiferensiasi di kurikulum Merdeka, 2) Mengetahui komponen kurikulum Merdeka di sekolah tersebut, dan 3) Mengidentifikasi penerapan pembelajaran berdiferensiasi dalam matematika bangun ruang. Sumber data berasal dari buku, observasi, dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran berdiferensiasi mencakup tiga aspek utama dalam implementasi kurikulum merdeka pada mata pelajaran matematika bangun ruang di kelas 4 terletak pada 3 aspek, meliputi: 1) Sistem pembelajaran yang memberi kesempatan bagi siswa dengan berbagai tingkat kemampuan, dengan peran penting dari orang tua; 2) Komponen yang meliputi konten, proses, produk, dan lingkungan belajar yang adaptif; 3) Penerapan spesifik pada matematika bangun ruang dengan menggunakan benda-benda sekitar sebagai alat pembelajaran. Siswa juga lebih diarahkan untuk mengenal bangun ruang dengan benda-benda yang berada di sekitar kelas dan sekolah.
Pengembangan Media Interaktif Berbasis Canva pada Materi Pecahan dalam Meningkatkan Numerasi Matematika di SD Rahmawati, Aulia; Nurafni, Nurafni
Ideguru: Jurnal Karya Ilmiah Guru Vol 9 No 3 (2024): Edisi September 2024
Publisher : Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Daerah Istimewa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51169/ideguru.v9i3.1392

Abstract

Penelitian ini adalah untuk mengembangkan media berbasis aplikasi canva dalam pembelajaran interaktif yang dapat meningkatkan kemampuan matematika numerasi pada peserta didik kelas V dengan cara yang valid dan efektif. Metode yang dimanfaatkan ialah Research and Development (RnD) model ADDIE yang berisi 5 cara meliputi analysis, design, development, implementation, and evaluation. Pendekatan ini menggabungkan metode kualitatif dan kuantitatif. Data kualitatif didapat saat wawancara dengan ahli materi dan ahli media, lalu data kuantitatif didapat saat validasi ahli materi, validasi ahli media, dan angket peserta didik kelas V dengan jumlah 31 orang agar menetukan kelayakan media. Perolehan validasi ahli materi yang rata-ratanya 93% pada “sangat layak” perolehan validasi ahli media yang rata-ratanya 90% pada “sangat layak” dan angket peserta didik mendapatkan rata-ratanya 89,5% pada “sangat layak”. Adapun Uji keefektifan didapatkan dari uji n-gain, perolehan uji rata-rata persentase n-gain pretest dan posttest diperoleh hasil 63,16% dapat dikategori “cukup efektif”. Kesimpulan di penelitian ini ialah pemanfaatan media pembelajaran interaktif berbasis canva sangat layak dan efektif saat meningkatkan kemampuan numerasi matematika peserta didik, lalu bisa dipakai menjadi rujukan belajar.
Peran Kepala Sekolah sebagai Leader dalam Mengembangkan Budaya Sekolah Jannah, Miftahul; Yuhana, Yuyu; Hilaiyah, Tatu
Ideguru: Jurnal Karya Ilmiah Guru Vol 10 No 1 (2025): Edisi Januari 2025
Publisher : Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Daerah Istimewa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51169/ideguru.v10i1.1397

Abstract

The school principal has an important role in building school culture. A school culture that is less effective in its implementation can reduce school performance and minimize the school's strategic management process, so that the school's vision and mission cannot be achieved. The success of an educational institution is determined not only by being supported by complete facilities and infrastructure, quality teachers and good student input, but school culture plays a role in increasing school effectiveness. The purpose of this research is to determine the role of the school principal as a leader in developing school culture. This research uses qualitative research methods. The two types of data used in this research are primary and secondary. This research collects data through observation, interviews and documentation. The data analysis used is data reduction, data presentation, and triangulation. The informants in this research were teachers and education staff. The research results show that the role of the principal as a leader can be seen from the culture created at SDN Ciwandan. SDN Ciwandan has a culture including welcoming new students with 7S (Smile, Greeting, Greeting, Polite, Polite, Greeting, Spirit), morning assembly, SEMUTLIS (Ten Minutes for a Healthy Environment), love of the Koran, SABSIH (Clean Saturday) , and Extracurricular. Building a school culture is not only the responsibility of the principal, all school members play an important role in building a good school culture.
Kecemasan Tokoh dalam Ranah 3 Warna Karya Ahmad Fuadi Kajian Psikologi Sastra Khoiri, Annisauf Fadlilah; Tang, Muhammad Rapi; Hajrah, Hajrah
Ideguru: Jurnal Karya Ilmiah Guru Vol 10 No 1 (2025): Edisi Januari 2025
Publisher : Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Daerah Istimewa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51169/ideguru.v10i1.1405

Abstract

The novel Ranah 3 Warna by Ahmad Fuadi discusses a lot about anxiety that is associated with Sigmund Freud's theory about personality dynamics in the form of anxiety. The discussion related to reality anxiety, neurotic anxiety and moral anxiety is interesting to study because there are still many people who experience anxiety but do not know the type of anxiety they are experiencing as is the case in the novel Ranah 3 Warna, describe the form of reality anxiety in the Anak Nusantara serial novel by Ahmad Fuadi, describe the form of neurotic anxiety in the novel Ranah 3 Warna by Ahmad Fuadi, describe the form of moral anxiety in the novel Ranah 3 Warna by Ahmad Fuadi. The method used in this study is a qualitative descriptive method. The data collection techniques used are documentation, reading techniques and note-taking techniques. Of the several forms of anxiety found in the novel, the words "anxious, afraid, worried" are very often used because the content of the novel is about the anxiety experienced by a man as the main character named Alif Fikri. The results of this study show the form of anxiety in three forms of anxiety, namely, reality anxiety, neurotic anxiety and moral anxiety. Based on the three forms of anxiety, it was found that the main character named Alif Fikri is a boy who is diligent, smart, loyal to friends, never gives up, trustworthy, ambitious and obedient to his parents. In the novel, there are many things related to anxiety starting from when Alif takes the exam, when his father is sick until he dies, when he takes part in a competition, when he takes part in a student exchange to Canada, and when he writes articles to be published in print media.
Pengembangan Pop-up Book Digital untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep Kelas IV Materi Bagian Tumbuhan dan Fungsinya Susilawati, Aida; Sujana, Atep; Ali, Enjang Yusup
Ideguru: Jurnal Karya Ilmiah Guru Vol 10 No 1 (2025): Edisi Januari 2025
Publisher : Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Daerah Istimewa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51169/ideguru.v10i1.1426

Abstract

This research is based on the problem, namely the minimal use of media in learning, so that it seems monotonous which has an unfavorable impact on learning activities, resulting in student learning outcomes on average not being optimal because conceptual understanding of the material is still low, so research and development is carried out with the aim of knowing media design, knowing the suitability of media, and knowing how to increase understanding of class IV concepts by using media with the R&D method and the 6 stages in the ASSURE model. The research carried out resulted in media suitability from media experts giving a score of 94.6%, material experts 92%, and learning experts 81.3%, resulting in an average expert validation result of 89.3%, including the very feasible category. Media trials in small groups resulted in a value of 84.2% and in large groups 84.3%. Digital pop-up book media has a positive influence on learning, there is an increase in students' understanding of concepts which can be seen in the average pre-test score and based on the N-Gain test there is an increase of 0.60, including an increase in the moderate category.
Implementasi Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) dalam Menanamkan Nilai Karakter Anak Usia Dini Ilmaa, Miftahul; Syafri, Herman; Purwati, Purwati
Ideguru: Jurnal Karya Ilmiah Guru Vol 9 No 3 (2024): Edisi September 2024
Publisher : Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Daerah Istimewa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51169/ideguru.v9i3.1427

Abstract

This study examines the implementation of the Strengthening the Pancasila Student Profile (P5) Project at Tunas Muda 1 Kindergarten to instill character values in early childhood. This study takes a qualitative approach, employing a case study method. Data were collected through observation, interviews, documentation, and literature studies. The results show that performing arts activities are effective in instilling Pancasila values such as diversity, cooperation, and independence. The involvement of teachers, parents, and the school community is crucial for the success of this program. The P5 program can enhance children's cognitive and social skills. Evaluations indicate that this project-based learning method has a significant positive impact on children's development. Additionally, recommendations include improving school facilities and infrastructure, continuous training for teachers, developing more specific modules, and increasing parental involvement in school activities. The program is also recommended to be expanded to more schools across various regions to strengthen character education at the national level.
Strategi dan Evaluasi High Order Thingking Skill HOTS dalam Pembelajaran PAI (Studi Kasus di SMAN 114 Jakarta) Iqbal, Muhammad Ghufron; Khasanah, Siti Uswatun; Luthfi, Attabik
Ideguru: Jurnal Karya Ilmiah Guru Vol 10 No 1 (2025): Edisi Januari 2025
Publisher : Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Daerah Istimewa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51169/ideguru.v10i1.1428

Abstract

This study aims to determine the learning strategies and evaluation of Islamic Religious Education (PAI) based on Higher Order Thinking Skills (HOTS) at SMAN 114 Jakarta. This research uses a qualitative descriptive analysis approach. The subjects of this study were Islamic Religious Education (PAI) teachers and class XI IPS students at SMAN 114 Jakarta. Data collection techniques used were observation, interviews, and documentation. The results showed that the PAI learning strategy based on HOTS implemented at SMAN 114 Jakarta was quite good, but still needs to be improved. PAI teachers have used various learning methods that can improve students' HOTS, such as discussions, questions and answers, and problem solving. However, PAI teachers still need to increase the use of learning media that is more varied and interesting. In addition, PAI teachers also need to improve their ability to provide effective feedback to students. Evaluation of PAI learning based on HOTS at SMAN 114 Jakarta has been carried out regularly, but still needs to be improved. PAI teachers have used various assessment instruments that can measure students' HOTS, such as written tests, oral tests, and project assignments. However, PAI teachers still need to increase the use of assessment instruments that are more authentic and contextual.